English Language | Form Penggembalaan
KESAKSIAN: PENYERTAAN DAN PERLINDUNGAN TUHAN LEWAT FIRMAN PENGGEMBALAAN
KESAKSIAN LAINNYA

Lebih taat dan berserah pada Tuhan
Saya bersyukur atas kemurahan Tuhan karena di bulan Juli 2011 ini...

Mujizat Terbesar
Salam damai sejahtera di dalam kasih Kristus,
Saya mengucapkan...

Praktik Firman Pengajaran yang Benar
Saya ingin menyaksikan tentang pengalaman hidup saya dalam mempraktekkan Firman Pengajaran...

Tuhan Menjaga Hidupku
Tanggal 24-26 Juli 2007, oleh kemurahan Tuhan, saya bisa ikut...

Kemurahan dan Keajaiban Tuhan
Oleh kemurahan Tuhan, pada tanggal 24 Mei 2011 yang lalu,...

Tuhan Tentukan Hidupku
Saya ucapkan syukur atas kemurahan Tuhan karena saya diberi kesembuhan....

Mujizat di dalam firman pengajaran
Pada kesempatan ini saya mau menyaksikan kasih dan kemurahan Tuhan dalam...


Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari kesaksian:   
[versi cetak]
Penyertaan dan Perlindungan Tuhan lewat Firman Penggembalaan
Oleh: Renny Indrawati
Jumat, 31 Desember 2010
Tayang: 01 Januari 2011

Saya sangat berterima kasih untuk segala doa yang selalu dinaikkan buat saya. Selama hampir 4 bulan jauh dari rumah, Tuhan sudah sangat menolong dan memberi saya kemurahan untuk bisa tetap mengikuti Firman Penggembalaan via siaran langsung. Saya percaya bahwa kebutuhan utama adalah ketekunan dalam penggembalaan. Jika kita tergembala dengan benar maka Yesus sebagai Gembala Agung mampu mengerjakan segala sesuatu dalam hidup kita untuk kebutuhan rohani maupun jasmani.
  1. Tuhan sudah menolong saya sehingga bisa mendapatkan akses internet dalam waktu 6 hari setelah tiba di asrama.

    Asrama tempat saya tinggal waktu pertama kali datang sebenarnya tidak dilengkapi dengan fasilitas internet. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, untuk memasang saluran internet baru, kami harus mendaftar dan menunggu setidaknya 2 minggu. Itupun dengan peraturan kontrak internet minimal 2 tahun dan kalau diputus sebelum kontrak habis harus membayar denda. Padahal, saya hanya diberi kesempatan tinggal di asrama selama 6 bulan dan selebihnya harus mencari tempat tinggal sendiri. Dengan kata lain, kalaupun harus menunggu 2 minggu untuk internet, setelah itu saat pindah dari asrama masih harus membayar denda pemutusan internet sebelum kontrak habis.

    Atas pertolongan Tuhan saja, akhirnya saya bisa menemukan modem USB dengan kontrak yang bisa diputus kapanpun dan tanpa denda. Lebih lagi, akses internet sudah bisa digunakan pada hari itu juga setelah pendaftaran. Puji Tuhan, saya bisa mengikuti ibadah siaran langsung. Saat saya pindah tempat tinggal ke apartemen di dekat kampus pada bulan November yang lalu, saya juga masih bisa tetap menggunakannya.

  2. Pertolongan Tuhan dalam penentuan laboratorium dan profesor pembimbing.
    Setelah menerima pengumuman bahwa saya harus melanjutkan ke Jepang, saya belum tahu akan ditempatkan di bidang apa. Saya sempat mencari informasi dan berusaha supaya ditempatkan di Laboratorium Biosains. Namun, ternyata saya diterima di Departemen Kimia, Laboratorium Kimia Inorganik. Saat itu saya agak kecewa dan masih berharap ada perubahan karena tidak sesuai dengan harapan saya dan berbeda dari latar belakang ilmu saya. Saya merasa salah jurusan. Namun, Tuhan mengingatkan saya untuk tetap berserah dan setelah saya tiba di sini, saya sangat bersyukur atas segala rencana baik Tuhan.

    Sistem kuliah di sini sebagian besar waktu dilalui di dalam Laboratorium, dari Senin-Jumat mulai jam 10 pagi sd. jam 5 sore. Saya mendengar bahwa orang Jepang tidak biasa saat jam 5 sore kurang sudah berkemas-kemas untuk pulang, dengar-dengar yang paling cepat pulang adalah jam 6 sore, tergantung Profesor dan suasana Lab. Pernah terjadi pada dua angkatan sebelum saya, ada yang sampai dimarahi saat tidak sengaja pulang sebelum jam 5 sore.

    Saya berharap pada Tuhan semoga saya bisa tetap ikuti ibadah siaran langsung. Di luar dugaan, pada hari pertama saya masuk, baru pukul 16.45 (lima kurang seperempat), Profesor saya datang dan memberi tahu bahwa saya boleh pulang sekarang. Tidak perlu terikat waktu, namun menyesuaikan dengan penelitian yang harus dikerjakan. Saya sangat bersyukur pada Tuhan sebab masih cukup waktu untuk perjalanan pulang dan bisa ikuti ibadah siaran langsung. Lebih lanjut, saya mendengar bahwa di Lab. Biosains yang saya inginkan sebelumnya, kebanyakan mahasiswa sampai tidak lagi kenal waktu, sering pulang larut malam.

    Saya menganggap kemurahan ini adalah bagian dari rencana baik Tuhan, sekaligus peringatan bahwa saya tidak boleh mengandalkan kekuatan sendiri. Tuhan menegor saya, jika sebelumnya saya berpikir ingin masuk di Lab. Biosains, itu karena saya ada kebanggaan dan merasa diri mampu. Tuhan ingatkan saya untuk selalu berserah. Justru di saat saya menerima sesuatu yang tidak cocok dengan pikiran saya, ada kesempatan luas untuk selalu bergantung pada kemurahan, hikmat dan pertolongan dari Tuhan saja.

  3. Perlindungan Tuhan di tengah krisis pergaulan.
    Saya sungguh merasakan bahwa lewat pekerjaan Firman Penggembalaan dalam 3 macam ibadah pokok, kaum muda remaja, doa puasa, doa malam, semuanya sangat menolong saya, melindungi saya dari pergaulan yang penuh pesta pora dan kemabukan. Saya tidak dapat memerinci, namun setidaknya sudah 2 kali Tuhan meluputkan saya dari pergaulan yang tidak baik.

    Pada kesempatan ketiga kalinya, saya mengaku sedikit lengah. Pada hari Rabu (22 Desember) yang lalu, pemilik apartemen yang kami sewa mengadakan acara makan bersama. Pemilik apartemen sudah menyatakan akan membawa alkohol (alkohol sudah menjadi minuman yang wajar bagi orang Jepang sejak kecil), sementara teman saya dari Indonesia menyatakan akan membawa snack dan jus. Lewat Ibadah Doa Penyembahan malam sebelumnya, Tuhan sudah mengingatkan saya untuk berdoa sungguh-sungguh supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak baik.

    Di tengah kesibukan mempersiapkan segala sesuatu pada hari Rabu malam itu, saya hanya sempat berdoa sebentar, Tuhan, tolong. Saat acara berlangsung, saya bersama teman-teman dari Indonesia memilih minuman kaleng yang bergambar buah-buahan. Sungguh-sungguh saya kira itu jus buah yang dibawa teman saya. Setelah saya minum, beberapa saat saya merasa ada yang aneh. Wajah saya memerah dan panas. Tak lama, teman saya menemukan, Lho, minuman dalam kaleng-kaleng ini ternyata ada kandungan alkoholnya. Saya-pun terhenyak dan terdiam.

    Saya ingat dengan jelas sebelum saya minum, saya masih sempat berdoa dalam hati, Tuhan, tolong. Saya bersyukur karena waktu itu, reaksinya hanya membuat wajah saya memerah dan panas beberapa saat, saya tidak sampai kehilangan kesadaran. Jangankan mabuk, sewaktu saya masih di Malang, dengan hanya sedikit makan tape - saya bisa langsung sesak nafas, dengan hanya sedikit kue yang mengandung rum - dalam beberapa jam saya sesak nafas sampai pernah dibawa ke rumah sakit. Saya tidak bisa membayangkan kalau saat itu Tuhan tidak menolong saya dan saya mengalami sesak nafas, saya tidak tahu harus bagaimana.
Saya mohon ampun kepada Tuhan. Saya mau belajar menghormati kemurahan Tuhan, yang sudah mengangkat saya sehingga saya bisa tetap beribadah dan melayani, sekalipun dalam keadaan jauh dari gereja di Malang. Saya tetap mohon dukungan doa, biarlah di sepanjang tahun yang baru, selama sisa waktu saya harus berada di tempat ini, Tuhan tetap berkemurahan untuk saya bisa tergembala dan melayani dengan benar dan suci, semoga Tuhan menjaga dan menjauhkan saya dari segala pergaulan yang tidak baik. Firman Tuhan dalam doa puasa minggu lalu tentang imbas kesucian yang melekat pada imam-imam, sungguh-sungguh membuat hati saya bergetar.

Demikian yang bisa saya bagikan. Saya bersyukur untuk segala kemurahan Tuhan, terima kasih untuk semua pelayanan Firman dan doa penyahutan dari Bapak dan Ibu Gembala, segala doa dan dukungan dari Ibu dan kedua kakak saya, serta sidang jemaat semua. Terima kasih pula untuk pelayanan siaran langsung bagi kami yang tergembala jarak jauh.

Tuhan memberkati semua. Terima kasih.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top