English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 November 2007)
Tayang: 26 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 13 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 11 Maret 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Agustus 2007

Kita masih akan membahas srt Yudas yang hanya terdiri dari satu fatsal dan sekarang ini kita sudah berada pada ayat yang ketiga. Surat Yudas di dalam tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba yang berbicara tentang perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar dan sekaligus merupakan pemisahan dari gereja yang palsu. Sekarang ini gereja yang benar dan yang palsu ini masih tercampur baur bagaikan ilalang dengan gandum, sama-sama bertumbuh bahkan penampakan secara luar, ilalang ini tampak lebih pesat tetapi satu waktu akan dipisahkan oleh TUHAN.

Di dalam surat Yudas ini ada tanda-tanda/ciri-ciri dari gereja yang benar yaitu di dalam:
ay 3, ay 9 dan ay 20 – 25.
ay 3 >>> berjuang untuk mempertahankan iman.
ay 9 >>> tentang pengharapan
ay 20 – 25 >>> tentang kasih.
Inilah tanda/ciri dari gereja yang benar yaitu:

  • memiliki iman.
  • memiliki pengharapan.
  • memiliki kasih ALLAH.

Sekarang kita akan membaca Yudas 1 : 3, Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
Jadi gereja yang benar ini adalah berjuang mempertahankan iman. Waktu yang lalu kita sudah membahas tentang berjuang mempertahankan iman ini lewat mendengarkan Firman sampai kita melakukan Firman = dengar-dengaran.
Firman yang dipraktekkan = perbuatan iman.

Sekarang kita akan meneruskan penjelasan tentang berjuang mempertahankan iman lewat **ujian iman.
Ayub 23 : 10, Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Jadi ujian iman yang diijinkan oleh TUHAN itu bukan untuk menghancurkan iman kita tetapi ujian iman itu akan menghasilkan emas yang murni/emas yang rohani.

Ada tiga pengertian tentang emas yang murni/emas yang rohani yaitu:

  1. 1 Petrus 1 : 5 – 7,
    5. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
    6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus
    berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    7. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Jadi pengertian pertama dari emas yang murni/emas yang rohani adalah untuk membuktikan kemurnian imanmu/iman yang murni/iman yang teruji.
    Di dalam srt 2 Petrus, iman yang murni ini diistilahkan lain oleh rasul Petrus >>>
    2 Petrus 1 : 5 - 7,
    5. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
    6. dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
    7. dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

    Jadi iman yang murni/iman yang teruji = iman yang bertambah-tambah. Makin diuji makin murni dan makin bertumbuh.
    Bagaimana pertumbuhan iman itu? ialah:
    • iman itu makin teguh/yang teruji
    • iman ditambah dengan kebajikan/perbuatan baik
    Dalam tabernakel maka pertumbuhan iman itu dimulai dari:
    • iman yang teguh/yang benar dari mendengar Firman TUHAN, dalam tabernakel terkena pada pintu gerbang (gbr: http://gptkk.org/gerbang.php)
    • kebajikan dan dalam tabernakel terkena pada mezbah korban bakaran (gbr: http://gptkk.org/mkb.php) yaitu perbuatan baik yang pertama adalah bertobat. Sangatlah salah jika kita berkorban sekalipun ini adalah perbuatan yang baik, tetapi berkorban karena hasil mencuri, maka ini bukanlah perbuatan yang baik. Atau kita berkorban tetapi kita tidak bertobat.
    • pengetahuan/pengenalan akan TUHAN dan ini adalah baptisan air yang dalam tabernakel terkena pada kolam pembasuhan (gbr: http://gptkk.org/bejana.php) mengenal YESUS dalam kematian dan kebangkitan, ini adalah pengenalan pertama kepada TUHAN.
    • penguasaan diri dalam tabernakel terkena pada pintu kemah (gbr: http://gptkk.org/kemah.php) kalau kita dipenuhi dengan Roh.Kudus/diurapi dengan Roh.Kudus, maka daging ini dikuasai oleh Roh.Kudus. Daging sudah tidak dapat berbuat seenaknya sendiri. Seringkali ada orang jika sudah menginginkan sesuatu, maka ia harus mendapatkan apa yang diinginkan itu karena ia tidak dapat menguasai dirinya. Seperti raja Herodes yang dapat memilih gadis untuk dinikahi olehnya, tetapi ia menginginkan isteri saudaranya, karena ia tidak dapat menguasai diri, maka apa saja dilakukan untuk mendapatkan wanita itu.
    • kepada ketekunan, kesalehan.
      kesalehan ini dalam terjemahan lama = ibadah/menghadapkan diri kepada TUHAN. Kalau saya gabungkan kedua ini, maka itu berarti ketekunan di dalam ibadah dan dalam tabernakel terkena pada ruangan suci.
      Inilah iman yang teruji/iman yang bertambah-tambah.
      • Tadi di pintu kemah >>> penguasaan diri/Roh.Kudus menguasai daging dengan segala keinginannya sehingga kita dapat menguasai diri kita.
      • Kemudian ketekunan dan kesalehan >>> ketekunan dalam tiga macam ibadah yaitu pelita emas (gbr: http://gptkk.org/pelita.php) adalah ibadah raya/Minggu, kemudian meja roti sajian (gbr: http://gptkk.org/mrs.php) adalah ibadah pendalaman alkitab disertai dengan perjamuan suci, kemudian mezbah dupa emas (gbr: http://gptkk.org/dupa.php) adalah ibadah doa penyembahan. inilah ketekunan dalam tiga macam ibadah sampai ketekunan yang terakhir adalah
    • kasih dalam tabernakel terkena pada tabut perjanjian (gbr: http://gptkk.org/tabut.php) kasih Mempelai.
      Inilah iman yang bertambah-tambah. Mari! dihari-hari ini jika kita mengalami ujian, maka kita jangan heran sekalipun kita sudah bersungguh-sungguh sebab ini berarti kita akan menerima emas seperti Ayub yang mengatakan ‘kalau aku diuji, maka aku akan timbul seperti emas murni’.
      Ada tujuh pertumbuhan yang dimulai dari iman sampai mencapai yang ketujuh yaitu kasih.
      Angka tujuh ini adalah:
      • angka sempurna >>> mencapai iman yang sempurna yang didapat dari iman yang teruji.
      • tujuh lampu pada pelita emas >>> ada terang. Kalau iman kita teruji, maka akan ada pelita di dalam kehidupan kita.
    Kegunaan dari pelita itu untuk:
    • di dalam rumah tangga/rumah >>> Matius 5 : 15, Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
      Semiskin-miskinnya rumah tangga >>> mungkin tidak memiliki lemari es, tidak memiliki radio ataupun tidak memiliki tempat tidur, hanya selembar tikar tetapi pasti memiliki lampu untuk menghadapi kegelapan di dalam rumah tangga. Kegelapan di dalam rumah tangga adalah kegelapan gantang dan tempat tidur dan kedua kegelapan ini tidak dapat ditanggulangi dengan kepandaian ataupun dengan kekayaan. Hanya dapat ditanggulangi dengan terang/iman yang bertambah-tambah.
      • Kegelapan gantang itu adalah tempat nasi dan ini berbicara tentang ekonomi. Berapa banyak rumah tangga yang hancur karena ekonomi hancur. Waktu ekonomi masih baik/kaya, maka terlihat semarak, tetapi begitu ekonomi hancur, maka semuanya ikut hancur. Ini tidak dapat dilawan oleh apapun, hanya dapat dilawan dengan iman yang teruji/ iman yang bertambah,tujuh pertambahan bagaikan pelita yang menyala di dalam rumah tangga. Yang dapat mengusir kegelapan gantang yang memang sekarang ini adalah masa-masa yang sulit. Dimana-mana di dunia ini yang bagaikan padang gurun, sulit untuk menabur dan menuai, bagaimana kita dapat hidup? Kita dapat hidup dari iman yang teruji/terang.
      • Kegelapan gantang ini juga berbicara tentang dosa makan minum. Makan minum ini dimulai dari mabuk, merokok, narkoba yang melanda rumah tangga dan di mulai dari suami isteri sampai pada buah nikah, semua dilanda. Oleh sebab itu kita harus memiliki iman yang teruji/iman yang bertumbuh yaitu kita bertekun di dalam tiga macam ibadah dan kalau sudah sampai itu, maka kita akan sampai pada puncak dari ketekunan yaitu kasih yang dapat mengalahkan dua macam kegelapan.
      • Kegelapan yang kedua adalah kegelapan tempat tidur yaitu dosa sex dan dosa kawin mengawinkan. Oleh sebab itu kita semua harus berhati-hati dengan adanya free-sex yaitu hubungan pria dan wanita yang bukan merupakan suami dan isteri yang sah. Dan juga banyak perselingkuhan serta homo-sex dan lesbian yang juga sudah melanda seluruh dunia dan ini juga hanya dapat dilawan dengan iman yang bertumbuh/tujuh pertumbuhan yang bagaikan pelita yang menyala.
    • Pelita ini juga untuk tubuh >>> Matius 6 : 22, Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
      Mata ini untuk tubuh, jadi kalau iman kita teruji/bertumbuh maka mata kita menjadi semakin jelas untuk melihat YESUS/mengenal YESUS sampai pada puncaknya yaitu pengenalan yang sempurna yaitu YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.
      2 Petrus 1 : 8, Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    Inilah yang penting dihari-hari ini yaitu:
    • dengan ujian iman, maka iman kita akan teruji, bertumbuh, sehingga ada
    • pelita di dalam rumah tangga untuk memerangi kegelapan.
    • pelita bagi tubuh >>> mata kita menjadi semakin terang sehingga kita dapat memandang/mengenal YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.
      Banyak orang Kristen yang hanya mengenal YESUS sebagai tabib >>> baik! Tetapi begitu kita tidak sakit lagi, maka kita akan melupakan YESUS sebab sudah tidak membutuhkan YESUS lagi. Tetapi kalau kita membutuhkan YESUS sebagai Seorang Suami Yang adalah Kepala dan kita sebagai isteri/tubuh, maka kita membutuhkanNYA setiap saat sebab tubuh tidak dapat dipisahkan dengan Kepala. Itu sebabnya penting sekali iman itu harus bertumbuh sampai pada tujuh pertumbuhan; angka tujuh yang juga adalah angka dari pelita sehingga mata kita semakin terang/jelas.
    Di dalam ujian iman yang mungkin lewat penyakit, diuji dalam pekerjaan dan kalau sebagai seorang mahasiswa, diuji dalam kesulitan nilai dlsbnya, mata kita bukannya makin merosot tetapi akan semakin jelas/terang melihat keluarbiasaan TUHAN itu sampai kita dapat mengenal Dia sebagai Mempelai Pria Surga.
    Bagaimana kita mengenal YESUS sebagai Mempelai Pria Surga? Kita banyak menyanyi tentang hal ini tetapi sesungguhnya kita harus mengenal YESUS itu pada puncak pengenalan yaitu sebagai Mempelai Pria Surga yang artinya untuk sekarang ini adalah kita dapat mengerti dan yakin pada Firman/Kabar Mempelai. Inilah arti dari mata memandang YESUS sebagai Mempelai Pria Surga. Kita jangan diombang-ambingkan oleh pengajaran yang lain. Semoga kita dapat mengerti.
    Bukti kalau iman kita bertumbuh/teruji:
    1. 2 Petrus 1 : 9, Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Kita dapat hidup benar dan suci/terlepas dari dosa-dosa yang sudah diampuni oleh TUHAN/jangan mengulang-ulang dosa. Kalau kita mengulang-ulang dosa, maka kita akan merosot, semakin sering kita mengulang-ulang dosa itu, maka iman kita akan semakin merosot sampai satu waktu iman itu akan hancur/gugur dari iman.
    2. 2 Petrus 1 : 10, 11,
      10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
      11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

      Kita teguh dalam panggilan dan pilihan/setia di dalam tahbisan bahkan meningkat sampai pada tahbisan Mempelai, sebab mata kita memandang YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.
      Sekarang ini kita jangan melihat kepada orang lain tetapi masing-masing kita memeriksa bagaimana posisi dari iman kita, apakah iman kita itu teruji/ iman bagaikan emas murni/iman yang bertumbuh?
    Buktinya itu jelas yaitu:
    • hidup benar dan suci/tidak mengulang-ulang dosa yang sudah diampuni oleh TUHAN/kita sudah terlepas dari dosa yang sudah diampuni oleh TUHAN.
    • teguh dalam panggilan dan pilihan/setia di dalam tahbisan bahkan meningkat sampai pada tahbisan Mempelai/tahbisan yang didorong oleh kasih. Pelayanan kita bukan didorong karena sungkan atau karena didorong oleh berbagai hal yang bersifatkan jasmani. Kasih = taat dan dengar-dengaran.
      Semoga kita dapat mengerti.
    Inilah ujian iman yang menghasilkan emas yang murni dengan pengertian yang pertama yaitu:
    • iman yang murni/iman yang teruji/ iman yang bertumbuh dengan tujuh pertumbuhan sampai pada iman yang sempurna.
    • tujuh pertumbuhan ini juga memiliki pelita/terang sehingga kita tidak tersandung.
      Pelayanan/tahbisan Mempelai ini menghasilkan tiket untuk masuk ke dalam kerajaan surga/Yerusalem Baru/kota Mempelai (ay 11). Mari! kita memperbaiki pelayanan kita dihari-hari ini dengan jangan memandang orang, tetapi pelayanan karena kita mengasihi TUHAN/dengar-dengaran kepada TUHAN.
  2. Wahyu 3 : 18a, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya,
    Jemaat Laodikia mengandalkan kekayaan dunia tetapi TUHAN menegur mereka >>> ‘belilah padaKU emas yang dimurnikan di dalam api agar engkau menjadi kaya. Jadi arti kedua dari emas yang murni ini adalah kekayaan surgawi/kekayaan rohani. Kalau ukuran dari kekayaan di dunia ini adalah jika seseorang itu memiliki banyak uang dan harta sehingga orang kaya di dunia ini hidupnya tergantung pada harta. Jika sudah tergantung pada harta/terikat pada uang, maka sudah dapat dipastikan akan menjadi kikir dan serakah. Inilah orang yang hanya memiliki harta/uang yang ada di dunia ini.
    TUHAN YESUS menunjukkan bahwa hidup kita tidak tergantung pada harta di dunia >>> Lukas 12 : 15, 19,
    15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
    19. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

    Jika hidup tergantung pada harta dunia, maka prakteknya akan menjadi kikir dan tamak yang akan berlanjut dengan bersenang-senang. Jika seseorang itu sudah menjadi kikir/semuanya diperhitungkan dan tamak/salah dalam hal keuangan maka akan berlanjut dengan masuk dalam dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan/dosa sex. Dan ini di mulai dengan kami para hamba-hamba TUHAN, kalau kami salah dalam hal keuangan maka akan berbahaya. Kami para hamba TUHAN menganjurkan untuk berkorban bagi kegiatan sekolah Minggu, tetapi uang itu tidak kami pergunakan untuk kegiatan itu, tetapi kami pergunakan untuk membeli tiket kesuatu tempat yang menurutnya lebih penting daripada sekolah Minggu. Inilah kalau orang hanya menilai kekayaan secara duniawi.
    Lukas 12 : 20, 21,
    20. Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
    21. Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

    Inilah orang yang menurut dunia ia adalah seorang yang kaya, tetapi tidaklah demikian menurut TUHAN sekalipun ia ingin merombak lumbung bagi hartanya dan sesudah itu bersenang-senang karena sampai pada berapa keturunanpun hartanya itu tidak akan habis. Mari! sekarang ini yang TUHAN tekankan bukanlah ukuran kekayaan di dunia tetapi yang TUHAN tekankan adalah ukuran kekayaan surga lewat ujian iman/iman yang teruji/iman yang bertumbuh/emas, kita mendapatkan kekayaan rohani. Jadi kita jangan salah paham kalau kita mengalami ujian yang TUHAN ijinkan terjadi sebab nanti kita akan mendapatkan emas yang rohani/kekayaan surga.
    Apa yang menjadi ukuran dari kekayaan surga itu? Jadi tidak kaya dihadapan ALLAH karena ia hanya mengumpulkan harta untuk dirinya sendiri sehingga ia menjadi kikir dan serakah. Jadi ukuran kekayaan surga bukanlah banyak/sedikitnya harta, tetapi ukuran kekayaan surga adalah memberi. Inilah ujian iman. Contohnya adalah jemaat di Makedonia, mereka tidak kaya bahkan miskin, dicobai tetapi mereka dapat memberi, inilah kaya di hadapan TUHAN.
    2 Korintus 8 : 1 – 4,
    1. Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
    2. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
    3. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
    4. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

    Mengapa dalam keadaan miskin, dicobai/mengalami ujian tetapi mereka dapat memberi? Sebab hidup mereka *bergantung pada iman, bukan pada uang. Kalau hidup tergantung pada harta, maka tidak mungkin dapat memberi sebab mereka sudah berada dalam keadaan miskin, dicobai. Sedangkan yang kaya saja tidak dapat memberi sebab mereka bersenang-senang dengan hartanya. Saya sangat sedih kalau ada hamba TUHAN yang bertopengkan tinggal di desa dengan jemaat yang kecil sehingga tidak dapat memberi >>> kita jangan melakukan hal ini dan juga ini bukanlah alasan tetapi tergantung kepada siapa hidup kita ini, sebab inilah yang menentukan.
    Kemudian hal yang kedua mengapa mereka dapat memberi? 2 Korintus 8 : 5, Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. Karena mereka **menyerahkan segenap hidup mereka kepada TUHAN. Ada penyerahan diri kepada TUHAN. Jika segenap hidup dapat mereka serahkan kepada TUHAN, apalah artinya uang dllnya?
    Mari saudaraku! inilah kuncinya untuk dapat memberi yaitu:
    • hidup tergantung pada iman bukan pada harta
    • dan menyerahkan segenap hidup kepada TUHAN sehingga sudah dapat dipastikan kita dapat memberi sekalipun keadaan kita miskin serta tercobai. Ini adalah hal yang luar biasa.
      Semoga kita dapat mengerti.
    Apa buktinya jika kita hidup tergantung pada iman sehingga kita dapat memberi segenap hidup kepada TUHAN? yaitu dimulai dari memberi yang terkecil yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
    Kalau di bagian atas sudah diterangkan tentang iman yang bertumbuh dengan bukti
    • dosa jangan diulang-ulang.
    • pelayanan dengan sungguh-sungguh sampai pada pelayanan Mempelai.
      Semoga kita dapat mengerti.
      Inilah emas yang kedua secara berurutan yaitu iman yang bertumbuh dan juga kekayaan surga/emas yaitu hidup dari iman/tergantung dari iman.
  3. kemuliaan Ilahi/tabiat Ilahi. Inilah ujian iman seperti Ayub yang tidak menjadi ragu-ragu kalau TUHAN mengujinya sebab ‘aku akan timbul seperti emas’. 2 Korintus 4 : 16, 17,
    16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Kita melihat tabut perjanjian yang dibuat dari kayu penaga dan itu adalah manusia yang harus dilapisi dengan emas pada bagian luar dan dalam. Emas adalah tabiat Ilahi/kemuliaan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Di dalam srt 1 Petrus 3 >>> ini adalah perhiasan. Tadi kalau kita menderita/diuji, maka itu berarti kita sedang dihiasi oleh TUHAN dengan perhiasan rohani >>> kayu dilapisi dengan emas.
    1 Petrus 3 : 3, 4,
    3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang
    sangat berharga di mata Allah.
    Kalau kayu/daging dan darah, jika tidak dilapisi dengan emas rohani, maka tidak dapat masuk ke dalam kemuliaan >>> 1 Korintus 15 >>> daging dan darah tidak mendapatkan bagian di dalam kerajaan surga. Oleh sebab itu supaya daging dan darah dapat masuk ke dalam kerajaan surga, maka harus dilapisi/disalut dengan emas.
    Apa yang dimaksud dengan perhiasan yang rohani?
    Ay 4 >>> ini adalah perhiasaan dari isteri/Mempelai. Sebab tabut perjanjian ini berbicara tentang Mempelai >>> tabut = mempelai wanita yang terbuat dari kayu sehingga harus disalut dengan emas. Sedangkan tutup dari tabut itu adalah Mempelai Pria Surga.

Apa arti perhiasan dari emas yang rohani itu?

  1. lemah lembut. Dalam ujian/penderitaan harus sampai pada lemah lembut. Sebab kalau belum lemah lembut maka tujuan dari TUHAN itu belumlah tercapai. Mungkin saudara bertanya, mengapa saya harus menderita bersama TUHAN? Jawabannya ialah daging dan darah tidak dapat masuk ke dalam kerajaan surga, kayu tidak berharga di dalam kerajaan surga sehingga tidak dapat menjadi Mempelai, oleh sebab itu harus dilapis dengan emas. Kalau kayu, maka hanya dapat dijadikan meja/tidak dapat menjadi tabut perjanjian. Supaya kita dapat memiliki emas yang namanya lemah lembut, maka kita harus melewati ujian/penderitaan, sebab sebelum kita menjadi lemah lembut, maka ujian itu tidak akan berhenti. Seperti kita bersekolah di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, jika kita tidak lulus karena memiliki nilai yang buruk, maka kita harus terus mengalami ujian. Ujian menghasilkan sifat Ilahi yaitu lemah lembut.
    Apa yang dimaksud dengan lemah lembut? Yaitu:
    • kemampuan untuk dapat menerima Firman ALLAH Yang keras yaitu Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Makin keras Firman itu dan kita dapat menerima, maka itu berarti kita sudah lemah lembut. Kalau kita menerima Firman pengajaran, kemudian kita mengkritik dengan berkata terlalu lama, terlalu keras dlsbnya, maka ujian akan terus datang sampai hati kita menjadi lemah lembut dan dapat menerima Firman yang keras/Firman pengajaran. Sebab Firman penginjilan sudah kita terima terlebih dahulu. Sekarang lemah lembut ini adalah proses terakhir untuk menjadi tabut perjanjian/emas yang terakhir, harus melewati Firman pengajaran dan tidak ada jalan lain. Kita jangan berpikir bahwa Firman penginjilan itu tidak penting, sebab kalau tanpa Firman penginjilan, maka saya tidak ada di tempat ini. Firman penginjilan ini penting sebab itu untuk membawa kita kepada iman, tetapi karena iman kita sudah diuji, kemudian kita sudah memiliki kerajaan surga dan juga emas yang terakhir yaitu lemah lembut/kita harus dapat menerima Pribadi TUHAN dalam bentuk Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyempurnakan kita.
    • Kalau kita sudah dapat menerima Firman pengajaran yang keras, maka kita juga dapat menerima kelebihan dan kekurangan dari sesama kita dan ini tidaklah mudah. Sebagai contoh: seorang suami tidak dapat menerima kalau gaji sang isteri lebih besar daripada dirinya sehingga selalu bertengkar karena suami ini menjadi cemburu. Dan hal ini dapat saja terjadi. Demikian juga dengan sesama hamba TUHAN maupun sesama anak-anak TUHAN, juga tidak mudah untuk menerima kelebihan dari sesamanya. Jika ada yang dipakai di dalam bidang berkhotbah maupun di bidang bermain musik atau juga dalam bidang menyanyi maka sulit untuk menerima kelebihan orang lain jika hati ini tidak lemah lembut.
    Mari! belajar pada YESUS Yang lemah lembut sehingga YESUS dapat menerima seorang perempuan yang najis dan juga YESUS dapat menerima yang ada dalam kelebihan. Kalau ada orang yang memiliki kelebihan, maka kita dapat meneladaninya. Demikian juga jika ada orang yang berada di dalam kekurangan, maka kita harus mendoakannya terutama di dalam rumah tangga antara suami dan isteri. Inilah emas yang melapisi peti bagian dalam/lemah lembut.
  2. tenteram/pendiam >>> kemampuan untuk mengendalikan lidah. Ini juga sifat Ilahi. Sebab lidah ini sebagai kemudi, kalau kita dapat mengendalikan lidah/kemudi, maka kita dapat berlabuh di pelabuhan damai sejahtera. Seperti YESUS Yang hanya diam di saat IA dicerca. Ini juga merupakan emas yang melapisi peti bagian dalam. Dapat mengendalikan lidah ini membuat kita hanya berkata perkataan yang baik bukan perkataan yang sia-sia.
    Jika bagian dalam sudah dilapisi dengan lemah lembut dan pendiam, maka bagian luar juga dilapisi dengan emas yang murni. Inilah tabut perjanjian yang bagian dalam dilapisi dengan emas, maka bagian luarnya juga dapat dilihat.
    1 Petrus 3 : 5, 6,
    5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
    6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Lapisan emas bagian luar dapat langsung terlihat yaitu tunduk dan dengar-dengaran seperti Sara yang tunduk kepada Abraham dengan menamai dia tuannya. Sampai duakali Sara ini diberikan kepada laki-laki lain karena Abraham takut dibunuh tetapi Sara tetap tunduk kepada Abraham sehingga TUHAN membelanya. Pada penataran nikah saya katakan bahwa seorang isteri yang tunduk kepada suaminya, maka itu berarti ia meneladani YESUS Yang tunduk kepada ALLAH Bapa. Dan kepada calon suami saya katakan: kalau isterimu itu tunduk kepadamu, janganlah engkau menginjak-injaknya sebab itu berarti engkau melawan YESUS.
    Oleh sebab itu para isteri janganlah takut untuk tunduk kepada suami sebab ada teladan YESUS sehingga suami yang sewenang-wenang akan melawan YESUS.
    Tetapi jika isteri itu tidak mau tunduk tetapi menanduk, maka itu berarti di dalam rumah tangga itu tidak ada YESUS sehingga akan selalu berhantaman dengan isteri. Dan sekuat-kuatnya isteri pasti akan kalah dengan suami. Semoga kita mengerti.

Kalau ada lemah lembut dan tenteram, serta tunduk dengar-dengaran seperti Sara yang tunduk kepada Abraham, maka pasti ada keajaiban-keajaiban. Sara ini pintu rahimnya sudah tertutup/menapouse/mati haid, sudah tidak mungkin lagi untuk memiliki anak tetapi karena ia memiliki emas/lemah lembut, pendiam dan penurut, maka pintu rahimnya terbuka. Ini adalah hal yang luar biasa. Siswa/i Lempin-El perhatikan! Jika saudara mungkin menghadapi pelayanan/gereja yang harus ditutup, maka bukan kepandaian, bukan ke pengadilan dan bukan ke pengacara >>> tetapi kita harus menunjukkan emas/kelemah-lembutan serta pendiam dan penurut maka TUHAN Yang akan bekerja dan membuka pintu keajaiban seperti TUHAN Yang membuka pintu rahim Sara.
Untuk waktu dulu di jaman Israel maka rahim tertutup merupakan suatu aib/cacat cela/masalah. Kalau seorang wanita tidak memiliki anak, maka itu merupakan suatu aib; tetapi untuk sekarang apalagi di negeri Belanda, banyak pasangan suami isteri yang tidak mau memiliki anak karena merepotkan.
Rahim terbuka berarti masalah diselesaikan/aib/cacat cela dihapuskan sampai pintu surgapun terbuka. Tadi tabut perjanjian/perhiasaan Mempelai untuk masuk ke dalam kerajaan surga.

Mari saudaraku! Kalau kita menghendaki pintu surga terbuka, maka kita harus belajar dari Sara yang memiliki emas yaitu pendiam dan penurut sekalipun duakali akan diambil oleh laki-laki lain tetapi ia tetap menurut dan TUHAN melindunginya bahkan pintu rahimnya terbuka/aib dihapuskan bahkan pintu surgapun terbuka.

Tetapi berjalan di surga yang jalannya terbuat dari emas maka kita belajar pada Ayub. Ayub 23 : 10, 11, 12,
10. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
11. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
12. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.

Inilah berjalan di dalam kerajaan surga dan kita belajar dari Ayub yang mengalami ujian baik tubuh maupun jiwa dan rohnya diuji. Bagaimana kita sekarang ini yang mendadak hartanya habis semuanya, anaknya juga habis semuanya dan juga isterinya meninggalkannya bahkan ia menghina Ayub. Suami dan isteri itu merupakan satu tubuh dan ini berarti satu roh. Tetapi Ayub mendapatkan emas.

Praktek berjalan di kerajaan surga >>> ay 11 >>> di dalam menghadapi ujian, Ayub tetap hidup benar dan suci dan inilah berjalan di dalam kerajaan surga/berjalan di atas emas murni/di atas jejak TUHAN.

Ay 12 >>> dalam sanubariku kusimpan ucapan mulutNYA dan ini berarti hatinya jujur/sebening kaca. Ayub tidak menyimpan kepahitan, kejahatan, kenajisan tetapi ia hanya menyimpan Firman TUHAN.

Inilah berjalan di Yerusalem Baru yaitu:

  • Perjalanan hidup kita tetap berada di dalam kebenaran dan suci sekalipun kita berada/menghadapi ujian.
  • Dalam menghadapi ujian, tetap berjalan di dalam kebenaran dan kesucian dan hati ini harus sebening kaca/jujur dan tidak menyimpan kepahitan, kejahatan serta dosa kenajisan.

Wahyu 21 : 21, Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
Bagaikan kaca bening = hatinya jujur dengan mengaku apa adanya kepada TUHAN.
Mari saudaraku! kalau sekarang ini:

  • serasa putus asa dalam menghadapi ujian, maka harus berkata jujur kepada TUHAN >>> TUHAN, saya sudah tidak tahan lagi.
  • dan juga jika kita berada di dalam keadaan berdosa, maka kita mengaku dosa kepada TUHAN = hati sebening kaca/mengaku dengan jujur kepada TUHAN. Jangan menyimpan apapun juga. Inilah kita belajar berjalan di Yerusalem Baru yang jalannya dari emas murni dan bagaikan kaca bening.
    Mohon kepada TUHAN untuk kita dapat masuk ke Yerusalem Baru sekalipun banyak kekurangan dan kelemahan tetapi kita jujur kepada TUHAN.

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top