English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Mei 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 21 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 22 Oktober 2007)
Tayang: 08 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 30 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 04 Juni 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 07 Maret 2008

Yudas 1 : 10, >>> gereja daging,
Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.
Inilah gereja palsu dan salah satunya adalah gereja daging dengan ciri-cirinya adalah mengikut TUHAN dengan memakai naluri/insting seperti binatang artinya mengikut TUHAN hanya untuk mendapatkan/memuaskan perkara daging/jasmani.

Dan hal ini merupakan salah satu keluhan dari TUHAN YESUS sampai hari ini >>> Matius 8 : 18 -20,
18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

ay 19 >>> teori sudah benar yaitu mengikuti Guru kemana saja Engkau pergi.
ay 20 >>> yang sudah memiliki tempat ialah serigala dan burung sedangkan YESUS tidak memiliki tempat dan keluhan dari YESUS adalah pengikutan dari anak-anak TUHAN seperti serigala dan burung atau menempatkan serigala dan burung sebagai kepala dan bukan YESUS Yang menjadi Kepala. Ini juga merupakan koreksi bagi saya sebagai seorang hamba TUHAN maupun sebagai anak-anak TUHAN yang masih menempatkan serigala dan burung sebagai kepala.

Jika kepala dari hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN adalah serigala dan burung, maka cara hidupnya juga seperti serigala dan burung.
Artinya:

  • serigala = roh jahat yang mengarah kepada keinginan/cinta akan uang >>> 1 Timotius 6 : 10, Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Bagaimanakah orang yang terikat/cinta akan uang itu? Memburu uang sampai dengan menyimpang dari iman/menyimpang dari Firman/menyimpang dari kebenaran. Inilah orang yang mengikut YESUS tetapi menempatkan serigala sebagai kepala. Kita harus mengecek apakah kita termasuk saya ini memburu uang atau tidak? Bukannya kita tidak boleh memiliki banyak uang, tetapi kita jangan memburu uang sampai kita menyimpang dari iman/dari Firman sebab itu adalah serigala.
    Dan praktek sehari-harinya adalah:
    • mendapatkan uang dengan segala cara yaitu dengan cara yang tidak halal. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, baik di dalam berdagang, bekerja di kantor dan juga di sekolah mencari nilai >>> ini termasuk memburu/termasuk mengikut YESUS tetapi seperti serigala/pengikutan seperti binatang. Semoga kita dapat mengerti.
    • meninggalkan ibadah pelayanan untuk mendapatkan uang. Bukannya tidak boleh mendapatkan uang, tetapi jangan sampai meninggalkan ibadah pelayanan. Atau sebaliknya
    • beribadah melayani TUHAN hanya untuk mendapatkan uang/mendapatkan kedudukkan/mendapatkan kepuasan daging. Saya terlebih dahulu yang dikoreksi, apa tujuan dari pelayanan ini? ini juga serigala. Semoga kita dapat mengerti.
    • mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Inilah banyak hamba-hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN yang mengikut YESUS tetapi seperti serigala. Inilah yang menjadi keluhan TUHAN bahwa Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan KepalaNYA.
      Serigala sudah menempatkan diri ditengah-tengah anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN dengan praktek yang di atas itu. Semoga kita dapat mengerti.
    Kondisi dari orang yang menempatkan serigala sebagai kepala adalah: menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka >>> 1 Timotius 6 : 10 bagian akhir. Karena hidupnya selalu memburu uang maka hidupnya bukan berbahagia tetapi tersiksa dengan berbagai-bagai duka dan hidup semacam ini kalau tidak ditolong, maka akan sampai pada siksaan yang terakhir yaitu selama-lamanya di neraka.
    Sungguh, ikut YESUS dan menjadi hamba TUHAN tetapi seperti serigala dan ini menjadi keluhan dari YESUS >>> ‘Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan KepalaNYA’. Serigala sudah ada liangnya, berarti serigala sudah menempatkan dirinya di tengah sidang jemaat. Kita harus berhati-hati dan nomor satu untuk saya >>> bagaimana pengikutan kita kepada YESUS? Jangan seperti serigala/seperti binatang yang hanya memakai naluri.
  • burung = roh najis yang mengarah kepada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Jadi pengikutan kepada YESUS seperti burung berarti selalu hidup di dalam kenajisan yang hanya mengarah kepada makan minum dan kawin mengawinkan. Kita juga harus berhati-hati sebab YESUS juga mengeluh tentang hal ini. Kalau pengikutan kita kepada YESUS seperti serigala dan burung, maka arahnya kepada kota Babel/perempuan Babel/gereja palsu/gereja setan yang akan dibinasakan, bukan ke arah kota Yerusalem Baru/Mempelai Wanita TUHAN >>> Wahyu 18 : 2, Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
    Jadi jelas, pengikutan seperti serigala dan seperti burung dengan roh jahat dan roh najis akan mengarah ke kota Babel/pembangunan kota Babel itulah gereja palsu/mempelai wanita yang palsu yang dalam satu jam saja sudah akan dibinasakan. Semoga kita dapat mengerti.

Pengikutan yang benar itu sudah diucapkan tetapi banyak yang hanya sekedar teori. Semua mengatakan >>> mari! pembangunan Tubuh Kristus tetapi di dalamnya bukan YESUS Yang menjadi Kepala tetapi serigala dan burung. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.
Matius 8 : 19, Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Inilah pengikutan yang benar yang sudah diucapkan oleh seorang ahli taurat >>> ‘Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi’. = mengikut YESUS kemana saja YESUS pergi. Dan ini berarti pengikutan tubuh kepada Kepala.
Saya akan menunjukkan tingkatan pengikutan kepada YESUS yaitu:

  • kita dahulu adalah anak setan tetapi sekarang menjadi anak ALLAH >>> mengikut TUHAN seperti anak yang mengikut Bapa. Tetapi tidak selalu anak itu mengikut Bapa sebab masih ada anak yang terhilang, bahkan limapuluh persen terhilang sebab IA memiliki dua orang anak yaitu yang sulung dan yang bungsu. Pengikutan ini harus ditingkatkan seperti
  • murid kepada Guru >>> murid-murid YESUS tidak selalu bersama YESUS sebab satu kali akan ditinggalkan sebab YESUS mati sehingga murid-murid tidak bersama lagi dengan Gurunya. Kemudian pengikutan selanjutnya adalah pengikutan seperti
  • domba dengan Gembala >>> baik! Ini sudah meningkat, tetapi masih ada domba yang hilang. Tingkat pengikutan kepada TUHAN mencapai tingkat yang tertinggi dan sudah dimengerti oleh ahli taurat yaitu pengikutan
  • tubuh terhadap Kepala dan ini sudah tidak dapat dipisahkan, ini yang disebut dengan pengikutan isteri/tubuh kepada Suami/Kepala dan ini yang disebut dengan pengikutan Mempelai Wanita terhadap Mempelai Pria = pengikutan Mempelai/tahbisan Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

Banyak orang yang seperti ahli taurat yang untuk sekarang adalah gambaran dari hamba-hamba TUHAN dan ini merupakan koreksi bagi saya ini yang mengerti tentang pembangunan Tubuh Kristus tetapi prakteknya seringkali salah sehingga TUHAN katakan: ‘serigala mempunyai liang dan burung memiliki sarang’ >>> jadi prakteknya bukanlah menjadikan YESUS sebagai Kepala tetapi serigala dan burung yang menjadi kepala. Itu sebabnya kita harus berhati-hati supaya jangan terkecoh dengan hamba-hamba TUHAN yang mengatakan bahwa ini adalah pembangunan Tubuh Kristus/ini untuk pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus tetapi sesungguhnya bukan YESUS Yang menjadi Kepala tetapi serigala dan burung yang dibungkus dengan rapi sebagai kepala. Bagi siswa/i Lempin-El, saudara harus berhati-hati sebab jika nanti saudara melayani di desa, di kota, maka saudara akan banyak menghadapi orang-orang yang berkata bahwa ini adalah Tubuh Kristus tetapi sesungguhnya di dalamnya adalah serigala dan burung.

Pembangunan Tubuh Kristus yang benar/persekutuan Tubuh Kristus yang benar menampilkan YESUS sebagai Kepala, artinya menampilkan Firman pengajaran yang benar >>> Yohanes 1 : 1, 14,
1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Bukan hal-hal lain yang ditampilkan.

Mari sekarang ini! saudara dan saya, kita mengikut YESUS, biarlah pengikutan kita kepada YESUS sebagai tubuh terhadap Kepala >>> pengikutan Mempelai yang menampilkan YESUS sebagai Kepala/Firman pengajaran yang benar untuk dipraktekkan. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita akan mempelajari tanda-tanda dari pengikutan mempelai/pengikutan tubuh/isteri terhadap Suami/Kepala yaitu:

  1. Efesus 5 : 25 – 27,
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Kita mengalami penyucian dari YESUS sebagai Kepala yang dobel yaitu lewat air/baptisan air dan air hujan Firman pengajaran. Di dalam Ulangan 32 disebutkan hujan Firman pengajaran.
    Ulangan 32 : 2, Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.
    Bagi saudara yang sudah dibaptis air, saudara sudah disucikan lewat penyucian oleh air yang pertama, masih ada satu lagi yaitu dilanjutkan penyucian oleh air hujan Firman pengajaran. Inilah pengikutan mempelai dengan tanda pertama yaitu kita mengalami penyucian dobel dari YESUS sebagai Kepala/sebagai Suami yaitu lewat baptisan air dan lewat air hujan Firman pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.
    Kita disucikan dari apa? Imamat 14 : 8, ini tentang penyakit kusta. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    Sudah dibasuh dengan air satu kali, tetapi masih ada kekurangan yaitu sudah tahir tetapi masih tidak diijinkan untuk masuk kerumah, apa gunanya sebab masih tidak boleh berhubungan dengan isteri dan dengan anak? Pasti masih ada sesuatu yang kurang >>> Imamat 14 : 9, Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.
    Setelah dibasuh lagi dengan air yang ke dua kali, barulah ia menjadi tahir. Baptisan air itu sudah baik tetapi masih belum cukup, itu sebabnya harus dilanjutkan dengan air Firman pengajaran. Inilah penyucian secara dobel terutama dari dosa kusta.
    Apa yang dimaksud dengan dosa kusta?
    • Imamat 13 : 45,46,
      45.Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!
      46. Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.

      Sudah jelas! Kusta ini adalah roh najis/burung. Mari saudaraku! supaya burung tidak bersarang di dalam hidup kita, mari! masuk dalam air suci Firman pengajaran >>> penyucian dobel dari Suami/YESUS sebagai Kepala/tempatkan YESUS Kepala. Bukti kalau YESUS adalah Kepala, IA memandikan kita dengan air/baptisan air dan dengan air Firman pengajaran supaya kita bebas dari roh najis/burung-burung yang ada di udara.
      Roh najis/burung di udara hanya dapat diusir/disucikan dengan air/baptisan air yang menunjuk pada Firman penginjilan yang membawa kita percaya kepada YESUS, kita dibaptis dengan air dan baptisan Roh, kita akan selamat tetapi ini masih belum cukup, harus ditambah lagi dengan air Firman pengajaran. Maafkan saya! Kalau di dalam rumah TUHAN tidak ada Firman pengajaran, maka yang ada hanyalah burung-burung/roh-roh najis yang akan bersarang sehingga banyak yang sakit kusta rohani. Itu sebabnya sangat diperlukan Firman pengajaran. Firman penginjilan diperlukan demikian juga Firman pengajaran juga diperlukan.
    • 2 Raja-raja 5 : 25 – 27,
      25. Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya: "Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!"
      26. Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan,
      27. tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.
    Kusta ini juga berbicara dari roh jahat, yaitu mendapatkan uang dengan berdusta,
    seperti Gehasi yang berdusta kepada Elisa. Mendapatkan uang dengan cara tidak halal, bagaikan serigala-serigala yang banyak hidup di dalam gereja TUHAN termasuk hamba-hamba TUHAN dan ini yang harus disucikan. Mendapatkan uang dengan segala cara yang tidak sesuai dengan Firman = cinta akan uang. Kusta ini juga sama dengan dosa Babel dan harus disucikan secara dobel.
    Kita harus memperhatikan, perempuan Babel ini juga memakai pakaian putih tetapi tidak berkilau-kilauan. Ini bedanya, gereja palsu juga putih tetapi kusta/ada roh jahat dan roh najis tetapi disembunyikan di balik pakaian putih, putih tetapi kusta. Inilah prakteknya, kalau ada roh jahat /keinginan akan uang dan roh najis yang disembunyikan, tetapi nanti wujudnya, saudara dan saya dapat mengetahuinya terutama nomor satu untuk diri kita.
    Wahyu 18 : 16, mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa." Kota besar = Babel.
    Perempuan Babel/gereja yang dikuasai oleh roh jahat dan roh najis berpakaian lenan (lenan itu berwarna putih) putih tetapi tidak berkilau-kilauan >>> ini adalah kebenaran dan kesucian yang palsu = kebenaran diri sendiri dengan praktek ‘tidak pernah mau mengaku dosa’ >>> inilah orang yang berpakaian putih tetapi tidak berkilau-kilauan. Sebenarnya yang ada di dalam hatinya adalah serigala dan burung/roh jahat dan roh najis yang dibungkus dengan rapi sehingga orang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang yang baik dan benar, padahal itu hanya kebenaran diri sendiri. Saya mengajarkan kepada siswa/i Lempin-El, bahwa sebenarnya menjadi siswa/i ini adalah kesempatan untuk belajar meminta ampun/mengaku dosa. Sebab jika nanti menjadi hamba TUHAN/pendeta, sekalipun belum memiliki sidang jemaat tetapi sudah sulit untuk mengaku dosa; apalagi kalau sudah menjadi pendeta dengan memiliki gereja yang besar, maka akan bertambah sulit dan untuk hal ini termasuk saya yang dikoreksi. Sebab banyak dari kita memakai pakaian putih hanya untuk menutupi serigala dan burung dan putih dari pakaian itu tidak berkilau/kesucian yang palsu.
    Kalau Mempelai Wanita TUHAN/gereja yang benar di dalam ktb Wahyu 19 : 8 memakai pakaian putih/lenan halus yang berkilau-kilauan. Sebab putih berkilau-kilauan itu adalah kebenaran, kesucian yang benar yang berasal dari dalam hati kita. Hatinya benar dan suci yang bersinar keluar. Semoga kita dapat mengerti.
    Tanda bahwa pengikutan kita adalah pengikutan Mempelai, maka kita mengalami penyucian yang dobel dari YESUS sebagai Mempelai/Kepala lewat air/baptisan air dan lewat air Firman supaya kita sungguh-sungguh dibebaskan dari serigala dan burung. Kalau kita mengalami penyucian dobel ini, maka hasilnya adalah kita tampil dengan pakaian putih yang berkilau-kilauan >>> kebenaran dan kesucian dari dalam hati, sampai satu waktu kita tidak bercacat cela. Mari! sekarang ini, kita jangan menutup dengan pakaian putih tetapi tidak berkilau/hanya kebenaran dan kesucian diri sendiri >>> membuat diri sendiri seakan-akan diri sendiri benar dan suci/tidak pernah mau mengaku dosa, tetapi menyalahkan orang lain.
  2. Filipi 2 : 5 – 9,
    5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Jadi, bukti/tanda kedua pengikutan mempelai adalah kita memiliki pikiran/perasaan YESUS.
    Apa yang dimaksud dengan pikiran dan perasaan YESUS? yaitu:
    • mengosongkan diri/menghampakan diri. Orang yang menghampakan diri itu seperti angin >>> ada, tetapi tidak kelihatan/ada. YESUS memiliki segalanya/surga milikNYA, tetapi IA menghampakan/mengosongkan Diri dan merasa tidak ada. Jangan dibalik, tidak ada tetapi merasa ada.
    • mengambil Rupa seorang Hamba >>> hamba ini hanya melayani untuk membawa kedamaian/kesejukkan. Hamba ini bukan untuk dilayani >>> ‘Aku datang untuk melayani bahkan berkorban Nyawa’.
    • taat sampai daging tidak bersuara >>> ini adalah angin seperti pikiran dan perasaan YESUS Yang menghampakan Diri/mengosongkan Diri, taat sampai mati di kayu salib. kalau YESUS taat sampai mati di kayu salib, maka kita taat sampai daging tidak bersuara. Ini yang dicari oleh TUHAN dihari-hari ini. Karena YESUS seperti Angin, maka pelayananNYA tidak terhalang oleh apapun juga sekalipun pintu terkunci YESUS dapat masuk. Dan juga karena YESUS adalah Angin, maka IA dapat ke tempat yang tinggi/sampai di sebelah Kanan ALLAH Bapa, itu sebabnya ALLAH sangat meninggikan Dia/Dia dipermuliakan. Jadi pikiran dan perasaan YESUS adalah seperti angin.
    Sekarang, bagaimana caranya agar dapat menjadi angin? Yaitu lewat proses kelahiran baru >>> Yohanes 3 : 1 – 8,
    1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
    2. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
    3. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
    4. Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
    5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi, tetapi mengenai pengajaran tentang angin, ia tidak lulus >>> ‘bagaimana seorang anak dapat masuk kembali ke dalam rahim ibunya’?
    Proses untuk menjadi seperti angin adalah lewat kelahiran kembali yaitu:
    • lewat baptisan air dengan syarat percaya kepada YESUS dan bertobat/berhenti berbuat dosa dan kembali kepada ALLAH.
    • setelah dibaptis air, maka proses selanjutnya adalah dibaptis dengan Roh.Kudus, barulah kita dapat tampil seperti angin yaitu orang yang memiliki pikiran dan perasaan seperti YESUS/menempatkan YESUS sebagai Kepala/mengikut YESUS dalam pengikutan Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.
      Nikodemus adalah salah satu kehidupan yang mau lahir menjadi angin, dan kehidupan seperti ini yang dicari oleh TUHAN untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus/kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir. Bukan orang yang kaya/miskin, bukan orang yang hebat, bukan orang yang pandai atau bodoh tetapi yang sedang dicari oleh TUHAN adalah orang seperti angin yang memiliki pikiran dan perasaan seperti YESUS.
    Contohnya adalah Nikodemus yang dipakai oleh TUHAN dalam pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir >>> Yohanes 19 : 39 – 41,
    39. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
    40. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
    41. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.

    Nikodemus dipakai untuk menguburkan mayat YESUS >>> ini adalah angin yang dipakai untuk menguburkan Mayat YESUS; sekarang kepada kita jika kita mau dipakai menjadi angin yaitu memiliki pikiran dan perasaan seperti YESUS/menempatkan YESUS sebagai Kepala, maka kita akan dipakai di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir/kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir sampai sempurna/menjadi Mempelai Wanita. Sebab Mayat itu adalah yang terakhir sebab sesudah itu sudah tidak ada lagi, tetapi yang ada ialah Tubuh Kemuliaan.
    Menjadi angin itu adalah:
    • menghampakan diri.
    • menjadi hamba/melayani dan
    • taat dengar-dengaran maka kita akan dipakai di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus/kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir sampai kita menjadi sempurna/menjadi Mempelai Wanita TUHAN.
      Jika kita merasa ada/merasa hebat sehingga menjadi sombong, maka kita tidak dapat dipakai oleh TUHAN.
    Kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/pelayanan pembangunan Tubuh Kristus ini bagaikan menguburkan Mayat YESUS artinya ada tanda kematian. Kalau orang/daging tidak mau mati, maka ia tidak dapat dipakai. Bagi siswa/i Lempin-El! Perhatikan! Banyak orang yang mengatakan bahwa hamba TUHAN itu adalah seorang yang mulia, tetapi mengapa disengsarakan.
    Saya justru bersyukur waktu saya dididik oleh alm.bpk.pdt In Juwono dan alm bpk pdt Pong Dongalemba, kami semua dididik untuk sengsara. Sebagai contoh: kami para siswa diperintahkan untuk menjaga pos sampai jam empat pagi (sebenarnya bpk.pdt Ini Juwono dapat membayar orang untuk menjaga pos) dan jam tujuh pagi sudah harus belajar dan ini harus. Saudara dapat membayangkan, tetapi apa arti dari itu semua? Itu adalah tanda kematian bagi daging. Dulu harus menjaga pos sampai pagi dan sekarang saya mempraktekkannya sebab ini adalah tugas dari seorang hamba TUHAN, itu sebabnya kami dilatih. Jika pada hari Sabtu sesudah melayani ibadah bagi kaum muda sampai malam, setelah itu harus memeriksa Firman untuk ibadah hari Minggu, saya tidur sebentar kemudian bangun sudah harus berkhotbah lagi pagi dan sore. Karena saya sudah dilatih di Lempin-El, puji TUHAN! saya bersyukur kepada TUHAN sebab sudah ada tanda kematian.
    Itu sebabnya jika kita mau dipakai di dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/pelayanan terakhir Tubuh Kristus, seperti menguburkan mayat >>> harus ada pengalaman kematian/tanda kematian/sengsara daging karena kehendak TUHAN, dan ini adalah kasih karunia TUHAN bagi orang yang mau mati bersama YESUS >>> 1 Petrus 2 : 19, Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
    Menanggung penderitaan karena kehendak TUHAN = kasih karunia TUHAN/kemurahan TUHAN dan ini yang dipakai oleh TUHAN di dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir sampai sempurna. Itu sebabnya setan mau menghapus salib/tanda kematian dari hamba-hamba TUHAN. Ingat siswa/i Lempin-El, kalian harus tahu, tanda salib itu bukan hanya di tempat ini, tetapi keluar dari Lempin-El, sudah memiliki gereja yang besar dengan anggauta sidang jemaat yang berjumlah ribuan orang >>> ‘tetap’ pengalaman kematian bersama dengan TUHAN/sengsara tanpa berbuat dosa/sengsara daging karena kehendak TUHAN, sebab ini adalah kasih karunia TUHAN dan akan dipakai oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Kita membaca lagi Yohanes 19 : 41, Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
    Jadi kubur YESUS berada di dalam taman/tempat yang tertutup, dan kubur YESUS ini adalah kubur baru dan ini berarti ‘khusus’/sesuatu yang dikhususkan, tidak pernah dipakai untuk menguburkan mayat orang lain. Di bagian atas tadi sudah diterangkan bahwa menguburkan Tubuh YESUS menunjuk pada pembangunan Tubuh Kristus dan sekarang kita akan membandingkan dengan Kidung Agung 4 yang juga ada taman yang tertutup seperti kuburan YESUS yang khusus. Mempelai Perempuan TUHAN itu khusus/Tubuh Kristus yang sempurna itu juga khusus.
    Kidung Agung 4 : 12 – 15,
    12. Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.
    13. Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima dengan buah-buahnya yang lezat, bunga pacar dan narwastu,
    14. narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih.
    15. O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!

    Jadi Mempelai Wanita juga seperti kebun/taman tertutup. Tadi kuburan YESUS berada di taman/kuburan yang khusus sebab tidak pernah dipakai oleh orang lain. Pada waktu saya berkunjung ke Israel oleh pemandu wisatanya, kami diterangkan bahwa kebiasaan di Israel adalah kuburan itu dipakai oleh beberapa orang seperti di Tanah Toraja. Tetapi untuk YESUS, merupakan kubur yang baru/di taman dan tertutup = khusus. Mempelai Wanita itu juga merupakan kebun yang tertutup/termeterai/dikhususkan oleh TUHAN. Jadi kehidupan yang dikhususkan adalah kehidupan yang tertutup/tergembala.
    Imamat 21 : 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
    Tempat kudus = ruangan suci = tergembala. Jadi kehidupan yang dikhususkan adalah kehidupan yang berada di dalam ruangan suci/tergembala. Di dalam ruangan suci itu terdapat tiga macam alat yaitu pelita emas (gbr: http://www.gptkk.org/pelita.php), meja roti sajian (gbr: http://www.gptkk.org/mrs.php), dan mezbah dupa (gbr: http://www.gptkk.org/dupa.php)dan untuk sekarang menunjuk pada ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok kita >>> ini tergembala dan dikhususkan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Mempelai Wanita itu merupakan kebun tertutup/termeterai sehingga tidak semua orang dapat masuk apalagi menjamah. Seandaianya ada bunga apalagi bunga yang bagus yang tertanam di luar pagar, jika ada orang yang berolah-raga jalan sehat di pagi hari, melihat bunga yang mekar, akan segera memetiknya sehingga habis. Bertambah bagus bunganya, bertambah habis karena dipetik orang.
Sebenarnya banyak orang Kristen yang bagus; penginjil bagus, penyanyi bagus, tetapi karena tidak ditutup/tidak tergembala sehingga mudah dipetik oleh setan dan jatuh. Seharusnya seorang penginjil itu memiliki karunia yang bertambah-tambah sampai semakin tua usianya, semakin hebat ia, tetapi kebanyakan dari mereka hilang karena tidak tertutup. Seperti bunga yang semakin bagus, semakin membuat orang ingin memetiknya. Itu sebabnya dihari-hari ini harus tergembala, siapapun dia entah dia itu gembala, rasul, nabi, penyanyi, semuanya harus tergembala. Kebun tertutup/termeterai/dikhususkan oleh TUHAN sehingga setan tidak dapat menjamah kehidupan kita ini.

Hasilnya:

  • Kidung Agung 4 : 15, O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!
    Inilah kalau kita menjadi kebun yang tertutup >>> kehidupan kita digembalakan/dikhususkan/ditutup sehingga kehidupan kita tidak dapat dijamah oleh setan apalagi oleh manusia >>> kita tekun di dalam tiga macam ibadah pokok yaitu pelita emas >>> ibadah raya/Minggu, kemudian meja roti sajian >>> ibadah pendalaman alkitab dan mezbah dupa emas >>> ibadah doa penyembahan. dan hasilnya ada mata air yang mengalir >>> kehidupan kita tidak pernah kering. Rohani kita tidak pernah kering sebab ada Air Kehidupan Yang mengalir/Air Firman penggembalaan/Air Roh.Kudus/Air Kasih ALLAH Yang selalu mengalir. Demikian juga dengan jasmani tidak pernah kering.
  • Kidung Agung 4 : 14, narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih.
    Ada bau harum = mempersembahkan bau yang harum kepada TUHAN >>> kehidupan yang tertutup. Kalau kehidupan dari seorang Kristen itu jalan-jalan/hamba TUHAN itu jalan-jalan/tidak tergembala, maka kehidupan itu seperti pohon ara yang berada di tepi jalan/tidak dapat memuaskan TUHAN. TUHAN merasa lapar = TUHAN tidak merasa puas ketika TUHAN mencari buah pohon ara, tidak didapatnya sehingga TUHAN mengutuk pohon ara itu. Tetapi kalau kebun yang tertutup, ada bau harum, sebab ada mur, gaharu dan rempah-rempah sehingga dapat menyenangkan Hati TUHAN. Kalau berbau harum, selain TUHAN merasa senang, sesama kita juga merasa senang.

Mari kita tergembala supaya:

  • mata air mengalir sehingga rohani kita tidak menjadi kering; jasmani juga tidak menjadi kering. Kita terpelihara.
  • ada bau harum >>> kehidupan yang berkenan kepada TUHAN dan sesama.
  • sampai dapat menyembah/ada penyembahan kepada TUHAN.

Inilah orang yang memiliki pikiran dan perasaan seperti YESUS/tanda dari pengikutan Mempelai yaitu:

  1. disucikan secara dobel
  2. dilahirkan kembali melalui baptisan air dan baptisan Roh.Kudus
  3. kita menjadi angin >>> dipakai oleh TUHAN
  4. digembalakan.
  5. sampai kita dialiri air >>> kita tidak akan pernah kering sekalipun musim kering.
  6. ada bau yang harum sampai kita dapat menyembah TUHAN.

hubungan antara Kepala dengan tubuh itu dihubungkan dengan leher >>> ada doa penyembahan kepada TUHAN. Hubungan penyembahan ini adalah hubungan yang paling intim dengan TUHAN/hubungan secara pribadi dengan TUHAN.
Kidung Agung 4 : 16, Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.
Tadi Mempelai Pria memuji Mempelai Wanita, sekarang Mempelai Wanita >>> ‘semoga kekasihku datang kekebunNya’ saya sudah katakan bahwa di dalam doa penyembahan, kita bagaikan kebun yang tertutup sehingga tidak ada seorangpun yang dapat masuk selain YESUS >>> ‘semoga Kekasihku datang kekebunNya’. Di dalam doa penyembahan kita hanya berkata >>> ‘semoga Kekasihku/YESUS datang ke kebunNya/datang ke dalam kehidupanku’.

Orang lain tidak dapat merasakan dan tidak dapat ikut campur dan tidak dapat menjamah hidup kita. Sehingga kita dapat mengasihi TUHAN dan hanya berharap sepenuhnya kepada TUHAN/hanya memandang TUHAN. Jika kita berharap kepada manusia, maka itu berarti kita belum dapat menyembah TUHAN/belum dapat menjadi kebun yang tertutup sebab masih banyak campur tangan orang lain. Itu sebabnya dihari-hari ini jika kita menghadapai masalah, kita hanya mengundang YESUS/Pribadi Yang kita harapkan dan Yang kita kasihi untuk masuk ke dalam kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Hasilnya: ‘bangunlah hai angin utara dan marilah, Hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku supaya semerbak bau rempah-rempahnya!

  • Orang yang menyembah TUHAN itu tidak takut angin yang adalah gambaran dari pencobaan. Angin utara = dingin, sedangkan angin selatan = panas. Dingin dan panas ini berbicara dari pencobaan-pencobaan. Jika setiap hari diterpa dingin dan panas, biar batu akan menjadi rusak. Tetapi jika hanya menyembah TUHAN dan hanya berharap, mengasihi TUHAN, dan memandang TUHAN, bukan menantang TUHAN, maka kita tidak akan takut pada pencobaan/ujian dan jangankan putus asa, takutpun tidak >>> ‘bangunlah angin, marilah!’
    Pertanyaannya, mengapa TUHAN ijinkan angin masuk ke dalam kebun? Sebab kebun itu tertutup, tetapi mengapa pencobaan itu boleh masuk? Jawabannya adalah: ‘mari masuk, supaya semerbak bau rempah-rempah’. TUHAN ijinkan pencobaan datang supaya kita menghasilkan bau yang harum di hadapan TUHAN. Pencobaan itu bukan untuk menghancurkan, tetapi semakin kita dicobai, semakin kita berharap kepada TUHAN >>> ‘semoga Kekasihku datang ke kebunku’. Di dalam menghadapi pencobaan, janganlah kita berkata >>> ‘semoga paman saya dapat mengetahuinya ’ dlsbnya. Kita jangan berkata seperti itu! Tetapi kita harus berkata >>> ‘semoga YESUS datang di dalam kehidupanku’= hanya berharap kepada TUHAN. Inilah hasil dari pihak kita.
    Dari pihak TUHAN ialah:
    • TUHAN akan menolong kita tepat pada waktunya dan menyelesaikan segala pencobaan-pencobaan + ada bau harum yang dapat dihasilkan. Bukan keputus asaan.
    • YESUS mati di bukit Tengkorak. Dia sebagai Kepala rela menjadi Tengkorak (kepala yang sudah mati) untuk menolong kita yang berada di dalam pencobaan dengan bukti IA sudah mati di bukit Joljuta. YESUS tidak berbohong atau menipu kita.
  • Roma 8 : 32, Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
    YESUS Yang sudah mati/Kepala Yang sudah menjadi Tengkorak, untuk apa? Kalau TUHAN datang, selain IA menolong kita dari segala angin pencobaan, IA juga akan mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama dengan KorbanNYA, itu adalah meteraiNYA. TUHAN akan mengaruniakan segala sesuatu sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan kita sekarang ini dengan bukti IA sudah menyerahkan NyawaNYA dan mati di bukit Tengkorak. Dia adalah Kepala Yang bertanggung jawab untuk memenuhi segala kebutuhan Tubuh/isteriNYA.

Apa yang menjadi kebutuhan kita sekarang ini, TUHAN akan menolong sampai satu waktu kita menjadi sempurna seperti Dia. Perjamuan suci ini adalah bukti bahwa Dia Yang adalah Kepala Yang sudah mati dan tidak menipu kita. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top