gereja pantekosta tabernakel kristus kasih malang surabaya
English Language
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 04 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 27 November 2007)
Tayang: 02 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 April 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 09 Oktober 2007)
Tayang: 19 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 06 November 2007)
Tayang: 24 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 01 April 2008)
Tayang: 04 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 April 2008)
Tayang: 12 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 20 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 01 April 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 04 April 2008

Matius 24:15-25 merupakan nubuat yang ke-4 dari 7 tanda kedatangan Yesus kedua kali, yaitu nubuat tentang antikris.

Matius 24:15-18
24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--
24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

Sikap kita adalah menyingkir dari antikris mulai dari sekarang sampai penyingkiran besar-besaran ke padang gurun saat antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun, kita dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh Tuhan.
Ada 3 macam tindakan penyingkiran [ay 16-18]. Kita masih mempelajari yang kedua [ay 17] yaitu tetap tinggal di peranginan (tempat yang sejuk), artinya hidup dalam damai sejahtera.
Yang banyak membuat tidak damai adalah masalah-masalah nikah/ rumah tangga. Harus segera diselesaikan, harus dijaga supaya hati tetap damai sejahtera.
Kita sudah mempelajari, kalau hati tidak sejahtera maka kerohanian akan merosot/ turun sehingga menjadi suam-suam rohani. Sekarang kita akan mempelajari, kalau hati tidak damai maka kerohanian merosot/ menurun sehingga menjadi marah tanpa sebab. Ini sering terjadi dalam rumah tangga dan dalam pelayanan.
Ada 4 tingkatan marah tanpa sebab:

  1. Panas hati/ iri hati.
    Kejadian 4:4-8

    4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
    4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
    4:6. Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
    4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
    4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

    Kain panas hati karena pelayanan Habel diterima/ berkenan kepada Tuhan.
  2. Dendam
    Kejadian 27:41

    27:41. Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."
    Esau dendam karena Yakub diberkati oleh Tuhan.
  3. Benci
    Kejadian 37:3-4

    37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
    37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

    Kebencian karena jubah maha indah/ karunia-karunia Roh Kudus.
  4. Kemarahan antikris
    Wahyu 12:17

    12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
    Kemarahan antikris kepada gereja Tuhan (yang dipakai oleh Tuhan, diberkati, ada pembukaan firman sampai menjadi mempelai wanita Tuhan).

Jika tidak diselesaikan maka akan menjadi sama dengan antikris untuk dibinasakan. Sasaran antikris [ay 17] adalah gereja Tuhan yang ketinggalan, tidak disingkirkan ke padang gurun (karena tidak mau menyingkir) yaitu gereja Tuhan yang memiliki hukum Allah (meja roti sajian) dan kesaksian Yesus (pelita emas) tetapi kurang satu yaitu mezbah dupa emas (doa penyembahan), artinya:

  1. Tidak mau menyembah Tuhan.
    Jika hati tidak damai maka tidak bisa menyembah Tuhan. Jika hati damai, ada dorongan untuk menyembah Tuhan.
  2. Penyembahannya tidak mencapai ukuran yaitu daging tidak bersuara.
    Biarlah kita meningkatkan doa penyembahan sampai daging tidak bersuara. Contoh doa penyembahan yang memenuhi ukuran sampai daging tidak bersuara adalah doa Tuhan Yesus di taman Getsemani.
    Markus 14:32-36
    14:32. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
    14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
    14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
    14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Ada 3 suara daging yang sering muncul, terutama saat penderitaan (harus dirobek lewat doa penyembahan):
    1. Sangat sedih [ay 34]
      Mengarah pada putus asa/ kecewa sampai tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa beribadah, melayani atau menyembah.
      Dalam doa penyembahan bisa diubahkan menjadi hati yang tabah/ kuat hati, menghadapi persoalan / penderitaan.
    2. Takut/ gentar dan kuatir [ay 33]
      Lewat doa penyembahan diubahkan menjadi takut akan Tuhan: membenci dosa, menyerah kepada Tuhan.
      Amsal 14:26
      14:26. Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.
      Maka kita akan mengalami ketenangan/ ketentraman, ada perlindungan dari Tuhan.
    3. Kehendak sendiri/ keinginan daging yang bertentangan dengan firman Tuhan.
      Lewat penyembahan, keinginan daging dimatikan untuk bisa menerima kehendak Tuhan, taat dengar-dengaran pada Firman.
      Filipi 2:8-9
      2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

      Jika kita taat dengar-dengaran, kita berada dalam tangan Tuhan Gembala Agung.
      Yohanes 10:27-28
      10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Hasilnya:

  1. Ada jaminan kepastian, pemeliharaan Tuhan atas hidup kita mulai di dunia yang sulit ini sampai hidup kekal.
  2. Kita mengalami kuasa kemenangan atas segala masalah, atas musuh-musuh. Bukan dengan kekuatan kita tapi kekuatan tangan Tuhan.
    Dengan ketaatan, semua masalah bisa diselesaikan. Namun jika tidak taat, hanya menambah masalah.
  3. Tangan Tuhan menuntun sampai ke Yerusalem Baru

    Wahyu 7:17
    7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Tangan Tuhan menuntun kita ke masa depan yang indah dan bahagia. Sedikit demi sedikit air mata kita dihapus, segala letih lesu dan beban berat kita diselesaikan, hidup kita akan makin indah. Sampai puncaknya, kita dituntun sampai ke Yerusalem, kita berbahagia bersama Tuhan selama-lamanya. Tuhan memberkati



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:15 (Ibadah Kaum Wanita)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 17:45 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:45 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)

IBADAH KUNJUNGAN

18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut)
24-25 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sumba)
01 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Tamban)
22 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngawi)
25 Juni-05 Juli 2012 (Kunjungan ke Israel)
17-19 Juli 2012 (Ibadah Persekutuan ke Medan)
31 Juli-02 Agustus 2012 (Ibadah Persekutuan di Malang)
04-06 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Makasar)
20-21 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Semarang)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Pendolo, Tentena)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Medan)
November 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ambon)
Desember 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sidikalang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top