|
Tema ibadah kita terdapat di dalam ktb Wahyu 21 : 5, Ia
yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala
sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan
ini adalah tepat dan benar.”
“ Lihatlah, Aku menjadikan/menciptakan segala sesuatu baru!” ini
yang ditulis di dalam ktb Wahyu. Sebenarnya penciptaan itu sudah dimulai di
dalam ktb Kejadian yaitu TUHAN menjadikan/menciptakan langit dan bumi berserta
isinya termasuk manusia di dalamnya. Dan ini yang akan kita bahas yaitu penciptaan
manusia oleh TUHAN.
Kejadian 1 : 26, 27,
26. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut
gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi.”
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar
Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Jadi jelas! TUHAN menciptakan/menjadikan manusia menurut Gambar dan Teladan
ALLAH atau saya samakan >>> TUHAN menciptakan manusia menjadi sama
mulia dengan ALLAH Sendiri dan manusia ditempatkan di dalam taman Eden/taman
Firdaus. Manusia yang memiliki Gambar dan Teladan ALLAH/yang sama mulia dengan
ALLAH di tempatkan di taman Eden/taman Firdaus.
Tetapi sayang! Manusia yang adalah Adam dan Hawa berbuat dosa sehingga mereka
kehilangan kemuliaan ALLAH sehingga mereka menjadi telanjang dan dibuang/diusir
oleh TUHAN ke dalam dunia ini. Jadi keadaan mereka menjadi merosot. Manusia
yang awalnya berada di dalam taman Eden, mereka tidak kekurangan apapun, mereka
begitu berbahagia, tetapi karena mereka berbuat dosa, sehingga mereka menjadi
telanjang dan diusir/dibuang ke dalam dunia yang penuh dengan kutukan/susah
payah. Sebenarnya dunia ini bukanlah tempat yang diperuntukkan bagi manusia
yang diciptakan oleh TUHAN, tetapi merupakan tempat bagi manusia yang dirusak
oleh setan. Itu sebabnya kita jangan terikat dengan dunia ini sekalipun kita
memiliki banyak harta/memiliki keberhasilan tetapi kita jangan terikat sebab
dunia ini bukanlah tempat bagi manusia yang diciptakan oleh TUHAN. Dan sekalipun
kita mengalami banyak penderitaan di dunia ini tetapi kita jangan menjadi putus
asa/kecewa sebab memang dunia ini bukanlah temapt bagi kita. Puji TUHAN.
Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan dibuang ke dunia, maka seluruh umat manusia
sudah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan ALLAH >>> Roma
3 : 23, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah,
Awalnya manusia itu diciptakan dalam kemuliaan ALLAH, tetapi setelah berbuat
dosa, maka manusia kehilangan kemuliaan, kesucian dan kebenaran ALLAH = kehilangan
Gambar dan Teladan ALLAH = telanjang. Kalau manusia telanjang, maka akan terlihat
dagingnya sehingga menjadi manusia daging. Inilah! Manusia di dunia ini menjadi
manusia daging/manusia yang sudah dirusak oleh setan/oleh dosa dan menjadi manusia
yang telanjang. Kita harus berhati-hati, sebab manusia daging di dunia ini menjadi
sasaran dari binatang buas. Tentu saudara mengetahui bahwa binatang buas itu
menyukai daging. Jadi, manusia daging ini menjadi sasaran antikrist dengan cap
6.6.6 yang di dalam ktb Wahyu digambarkan sebagai binatang yang keluar dari
dalam laut.
Awalnya manusia itu diciptakan untuk menguasai udara, darat dan laut, tetapi
setelah manusia kehilangan Gambar dan Teladan ALLAH, maka menjadi terbalik yaitu
manusia yang dikuasai oleh binatang buas yang namanya antikrist dengan cap 6.6.6.
Wahyu 13 : 1, 2, 16 – 18,
1.Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh
dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan
pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti
kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya
kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya
atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada
dahinya,
17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada
mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah
ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang
manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Ay 16 >>> semua orang = manusia yang sudah dirusak oleh setan/manusia
telanjang.
Kecil atau besar >>> bagi yang memiliki anak-anak kecil, saudara harus
berhati-hati dan jangan mengatakan bahwa anak saya masih kecil sebab anak-anak
kecil juga menjadi sasaran dari antikrist. Bagi guru-guru sekolah Minggu, ini
merupakan tugas berat bagi saudara, sebab sudah terbukti di jaman Nuh, tidak
ada seorang anak kecil pun yang selamat dan ini menunjukkan kegagalan dari guru-guru
sekolah Minggu. Dan di akhir jaman, keadaan ini mau diulangi lagi oleh antikrist.
Ay 17 >>> Antikrist menguasai ekonomi dunia yang tidak dapat ditembusi
oleh ekonomi dunia atau oleh modal berapapun besarnya atau dengan pinjaman lunak/pinjaman
tanpa bunga tetapi hanya dapat ditembusi dengan angka 6.6.6.
Jadi manusia daging yang sudah dibuang keluar dari taman Eden dan berada di
dunia, menjadi sasaran dari antikrist dan hendak diberi cap angka 6.6.6; kalau
manusia menerima cap 6.6.6, berarti manusia itu memiliki gambar dan teladan
dari antikrist/binatang buas yang akan dibinasakan di neraka setelah ia berkuasa
selama tiga setengah tahun >>> Wahyu 19 : 20, Maka tertangkaplah binatang
itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda
di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima
tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan
hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.
Antikrist dibinasakan ke dalam neraka dan orang yang menerima cap 6.6.6 dan
memiliki gambar dan teladan dari antikrist juga akan dibinasakan di dalam neraka.
Mari saudaraku! TUHAN menciptakan manusia itu begitu baik dengan Gambar dan
TeladanNYA dan di tempatkan di dalam taman Eden tetapi menjadi merosot oleh
karena setan dan dibuang ke dunia, tetapi di dalam dunia masih merosot lagi
karena menerima cap dari antikrist/menjadi sama dengan antikrist sehingga dibuang
lagi ke dalam lautan api dan belerang/neraka. Inilah nasib dari manusia ciptaan
TUHAN yang sudah dirusak oleh dosa/setan. Semoga kita dapat mengerti.
Tetapi beruntung, ada tema ‘Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu
baru’ sebab sudah tidak ada jalan keluar yang lain untuk mengantisipasi
supaya manusia yang tadinya diciptakan oleh TUHAN, sudah dihukum/dipenjara di
dunia, jangan lagi dibinasakan di dalam lautan api belerang, maka TUHAN harus
menciptakan segala sesuatu menjadi baru lagi.
Di dalam ktb Kejadian, penciptaan lama oleh TUHAN, tetapi sudah dihancurkan
oleh setan sampai manusia akan dilemparkan ke dalam neraka. Tetapi di dalam
ktb Wahyu dibukakan >>> Wahyu 21 : 5, Ia yang
duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu
baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini
adalah tepat dan benar.”
Dan ini adalah penciptaan baru yang terdapat di dalam ktb Wahyu.
TUHAN menciptakan/menjadikan segala sesuatu baru yang dimulai dengan: langit
dan bumi yang baru (ay 1) termasuk juga manusia yang baru. Manusia yang baru
adalah manusia yang memiliki kebenaran (bukan telanjang/bukan daging lagi) memiliki
kesucian dan kemuliaan = memiliki Gambar dan Teladan ALLAH. Kalau dulu TUHAN
menciptakan manusia dengan membentuknya dari tanah liat kemudian ditiup dengan
diberi nafas kehidupan dan selesai. Sekarang TUHAN mau menciptakan manusia baru
tetapi bagaimana caranya, sebab tidak mungkin kita dijadikan tanah liat lagi.
Manusia yang sudah rusak ini hendak diciptakan menjadi manusia baru dengan YESUS
harus datang ke dunia dalam Rupa Manusia bahkan Rupa Manusia Yang rusak ( di
dalam ktb Yesaya ditulis bahwa di atas kayu salib Rupa YESUS begitu buruk) untuk
mengembalikan manusia ke dalam Gambar dan Rupa ALLAH dan pada saat YESUS datang
kembali akan di tempatkan di dalam kerajaan seribu tahun kerajaan damai/firdaus
sampai pada puncaknya yaitu kota Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal. Inilah
cara TUHAN mengembalikan manusia ke dalam Gambar dan Teladan ALLAH yaitu YESUS
harus datang ke dalam dunia. Semoga kita dapat mengerti.
Saya menganggap taman Eden adalah sesuatu yang bagus dan berada di atas, tetapi
oleh karena dosa maka manusia dilemparkan ke dalam dunia, tetapi di dunia ini
setan masih belum merasa puas, dan lewat antikrist, manusia hendak dicap dengan
angka 6.6.6 sehingga akan dibuang lagi ke dalam neraka. Tetapi kita bersyukur,
YESUS Yang harus datang ke dunia. Jadi dunia ini adalah tempat yang paling menentukan
bagi manusia yaitu mau naik kembali ke taman Firdaus atau turun sampai ke alam
maut/neraka untuk selama-lamanya. Banyak pendeta yang mengajarkan bahwa surga
itu nanti kalau sudah meninggal dunia >>> jangan berkata begitu! Sebab
kalau sudah meninggal dunia, maka sudah tidak ada lagi kesempatan untuk menentukan
di mana kita akan berada sebab dunia ini merupakan kesempatan bagi kita untuk
mengambil sikap, mau ke mana >>> kembali ke Gambar dan Teladan ALLAH
dan itu berarti kembali terangkat ke firdaus/ke dalam kerajaan surga. Kalau
tidak mau, berarti berada pada gambar dan teladan dari rupa/gambar antikrist
dan itu berarti turun ke dalam dunia alam maut/turun ke dalam neraka/api belerang.
Itu sebabnya dunia ini bukan saja tempat yang menentukan bagi manusia >>>
silahkan saudara mau mengambil gelar S1, S2 dlsbnya tetapi jangan lupa, dunia
ini juga merupakan tempat yang menentukan secara rohani yaitu ke mana kita akan
pergi >>> ke surga atau ke neraka. Kita harus bersyukur sebab YESUS
datang ke dunia, sebab kalau YESUS datang ke planet Mars, maka kita akan celaka.
Ini adalah kemurahan TUHAN, YESUS datang ke dunia. Jika YESUS tidak datang ke
dunia, maka manusia yang sudah turun dari firdaus akan turun lagi ke neraka
dan memiliki gambar dari binatang. Semoga kita dapat mengerti.
Usaha TUHAN, ( jadi bukan usaha dari manusia, sebab kalau usaha dari manusia,
sejak di taman Eden, manusia sudah tidak mampu. Begitu manusia berbuat dosa,
TUHAN Yang datang, malahan manusia menyembunyikan diri) untuk mengembalikan
manusia kembali ke Gambar dan Teladan ALLAH/kembali ke dalam kebenaran, kesucian
dan kemuliaan ALLAH saya sebut sebagai asuhan TUHAN/TUHAN mengasuh. Jadi di
dunia ini, kita diasuh oleh TUHAN untuk mengembalikan kita kepada Gambar dan
Teladan ALLAH. TUHAN YESUS sebagai Gembala Yang Baik, mengasuh kita. Jadi, mengasuh
adalah tugas dari seorang gembala. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN yang menjadi
seorang gembala, seperti saya yang juga adalah seorang gembala, tugas kami itu
bukan memerintah/bukan menjadi seorang diktator tetapi mengasuh orang-orang
yang rusak. Jika seorang gembala hanya mau menerima yang baik dan mengeluarkan
yang tidak baik, maka itu bukanlah seorang gembala tetapi itu adalah perusahaan.
Semua orang di dunia ini mengetahui bahwa perusahaan di dunia ini hanya mencari
orang yang baik saja. Tetapi kalau di dalam penggembalaan >>> tidak
boleh menolak yang jelek, tetapi harus diasuh seperti Gembala Agung Yang mengasuh
manusia berdosa. Sebab kalau TUHAN menolak manusia yang jelek/manusia daging
yang sudah rusak, maka semua manusia berada di dalam neraka, tetapi manusia
yang sudah rusak ini diasuh agar dapat kembali kepada Gambar dan Teladan ALLAH/kembali
kepada kebenaran, kesucian dan kemuliaan.
Bagaimana cara TUHAN mengasuh? Kita pelajari di dalam injil Lukas 6 yang di
dalam tabernakel menunjuk pada halaman/kebenaran (gbr: http://www.gptkk.org/pelataran.php)
Jadi manusia yang tidak benar ini tidak dapat tiba-tiba menjadi mulia >>>
ini tidak dapat terjadi, tetapi harus kembali dulu kepada kebenaran/bertobat
terlebih dahulu dan jika sudah benar, barulah ada kesucian dan kemudian kemuliaan.
Inilah jalan dari tabernakel yang memiliki langkah-langkahnya. Jadi Lukas 6
ini, manusia yang sudah tidak benar itu mau diasuh/domba-domba mau digiring
oleh Gembala Agung Yang Baik kepada kebenaran, kesucian dan kemuliaan/Gambar
dan Teladan ALLAH.
Lukas 6 ini terbagi menjadi tujuh bagian dan ini adalah cara TUHAN mengasuh
tujuh bagian. Tujuh ini adalah angka sempurna, itu sebabnya kami hamba-hamba
TUHAN harus mengikuti ibadah ini sebanyak tujuh kali baru bisa menjadi sempurna.
Sebenarnya saya hanya menginginkan ibadah sebanyak lima kali saja sebab jarak
dari Ciawi ke Cimanggis itu hanya dekat, sehingga sidang jemaat dari Cimanggis
dapat datang ke Ciawi, tetapi ternyata TUHAN memberikan Firman sebanyak tujuh
kali. Jadi kalau saudara hanya mengikuti di Ciawi dan tidak menghadiri di Cimanggis,
maka itu berarti belum sempurna sebab belum tujuh kali. Tetapi lima pun sudah
menunjuk pada Korban Kristus >>> pendeta pandai menggunakan ayat-ayat
Firman.
Lukas 6 terbagi menjadi tujuh bagian yaitu:
- ay 1 – ay 5 >>> tubuh diasuh oleh TUHAN.
- ay 12 – ay 16 >>> jiwa diasuh oleh TUHAN.
- ay 17 – ay 19 >>> roh diasuh oleh TUHAN.
- ay 6 – ay 11 >>> perbuatan diasuh oleh TUHAN.
- ay 20 – ay 26 >>> akal diasuh oleh TUHAN.
- ay 27 – ay 45 >>> hati diasuh oleh TUHAN.
- ay 46 – ay 49 >>> perjalanan hidup diasuh oleh TUHAN.
Saya akan melengkapi keterangan dari ketujuh bagian ini:
Bagian satu sampai bagian ketiga yang menunjukkan tubuh, jiwa dan roh kita diasuh
oleh TUHAN untuk dikembalikan menjadi sama dengan Gambar dari ALLAH Tri Tunggal.
Bagian empat sampai bagian yang ketujuh yang menunjuk pada perbuatan, akal,
hati dan perjalanan hidup diasuh oleh TUHAN untuk dikembalikan menjadi sama
dengan Teladan ALLAH/meneladani ALLAH.
Sekarang ini kita akan mempelajari bagian yang pertama yaitu tubuh
diasuh oleh TUHAN.
Lukas 6 : 1 – 5,
1. Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya
memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan
tangannya.
2. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu
yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
3. Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan
oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4. bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu
memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu
tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”
5. Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari
Sabat.”
Ay 1 ini berbicara tentang hari Sabat. Di dalam perjanjian lama, Sabat itu
berarti perhentian pada hari ke tujuh, jadi hanya pada hari tertentu saja/dibatasi
oleh waktu; sedangkan di dalam perjanjian baru, maka arti dari Sabat itu adalah
perhentian di dalam Roh.Kudus. Jadi tidak ditentukan oleh hari, waktu, dan tempat.
Sebenarnya di dalam perjanjian baru ada tiga macam Sabat yaitu:
Saya sebut saja secara gampang yaitu:
- Sabat kecil = perhentian di dalam Roh.Kudus yang harus kita alami dihari-hari
ini >>> dunia ini yang bagaikan padang gurun menyebabkan manusia
itu beredar-edar/tidak ada perhentian seperti bangsa Israel dulu. Salah satu
faktor yang sangat dibutuhkan adalah perhentian >>> sekalipun ada
makanan dan minuman tetapi kalau tidak ada tempat untuk berteduh, maka apa
yang akan terjadi, apalagi selama empat puluh tahun. Demikian juga dengan
kita sebagai pelayan-pelayan TUHAN, kita juga harus memiliki perhentian di
dalam Roh.Kudus dan kalau kita sudah mengalami perhentian di dalam Roh.Kudus,
maka akan ada
- Sabat besar = kerajaan seribu tahun damai/firdaus yang akan datang.
- Sabat kekal = Yerusalem Baru, tempat bagi kita selama-lamanya.
Inilah tempat perhentian kita yaitu:
- Sabat kecil >>> saat Roh.Kudus menyentuh/perhentian di dalam Roh.Kudus
>>> kita merasa damai sekalipun mengalami banyak pencobaan.
- Sabat besar >>> kerajaan seribu tahun.
- Sabat kekal >>> Yerusalem Baru.
Pada hari Sabat, apa yang dilakukan oleh TUHAN YESUS? Lukas 6 : 1, Pada suatu
hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik
bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
Menggisar = mengupas. Jadi pada hari Sabat, justru YESUS membawa murid-murid
ke ladang gandum dan arti rohaninya adalah membawa tubuh murid-murid ke ladang
gandum, sedangkan hari Sabat adalah urapan Roh.Kudus. Arti dari YESUS membawa
murid-murid ke ladang gandum ialah tubuh diasuh oleh TUHAN lewat urapan Roh.Kudus
untuk masuk ke dalam kegiatan rohani/kegiatan ladang gandum/kegiatan makan Firman
yang merupakan kegiatan utama di dalam ibadah. Pada umumnya tubuh manusia itu
pasif terhadap kegiatan rohani dan jika tidak diasuh oleh TUHAN, maka tidak
mungkin kita semua berada di tempat ini. Sebagai contoh: saya menyitir perkataan
dari seorang pendeta yang sudah almarhum yaitu bpk Melky Guslouw pada waktu
beliau datang di daerah saya yaitu daerah Jember dan waktu itu saya masih duduk
di sekolah menengah atas dan menjadi salah satu panitia. Beliau mengatakan bahwa
dulu kalau hari Minggu, isterinya mengajak ke gereja, beliau hanya memberikan
uang kolekte dan berkata titip salam kepada TUHAN YESUS >>> jadi tubuhnya
berada di rumah, uangnya saja yang masuk ke dalam gereja. Jadi tubuh ini susah
untuk masuk ke dalam kegiatan rohani; tetapi kadang-kadang keduanya susah >>>
tubuh dan uangnya juga susah untuk masuk dalam kegiatan rohani/kegiatan ladang
gandum.
Apalagi untuk kegiatan gandum/Firman >>> sudah berada di dalam gereja
dan menyanyi dengan semangat. Tetapi pada waktu Firman akan diberitakan >>>
keluar gedung gereja atau mengantuk. Inilah kenyataan dari tubuh manusia yang
berbahaya sehingga perlu diasuh oleh TUHAN/dibimbing oleh Gembala Agung lewat
hari Sabat/lewat urapan Roh.Kudus untuk masuk di dalam kegiatan rohani yaitu
kegiatan makan Firman/kegiatan ladang gandum yang merupakan kegiatan utama di
dalam ibadah. Menyanyi belum merupakan kegiatan puncak di dalam ibadah/belum
menentukan hadirat TUHAN, sebab hadirat TUHAN yang benar/yang sungguh-sungguh
nyata kalau ada Firman. Ada yang mengatakan bahwa ditengah nyanyian hadirat
TUHAN juga ada; saya katakan bahwa menyanyi itu masih dapat dibedakan. Orang
dunia kalau menyanyi, ada yang sampai jatuh pingsan dan juga bisa mengeluarkan
air mata. Bukannya saya anti menyanyi >>> tidak! Tetapi masih bisa
dibedakan >>> apakah benar dari TUHAN atau tidak. Tetapi kalau ada
Firman ditengah ibadah, maka pasti hadirat TUHAN itu ada. Itu sebabnya kita
jangan terkecoh.
Lukas 5 : 1, Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau
Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
Mengerumuni YESUS hendak mendengarkan Firman ALLAH. Kalau tujuan dari ibadah
kita mau mendengarkan/makan Firman, pasti kita mengerumuni YESUS,
artinya ada hadirat YESUS sebagai Imam Besar. Itu sebabnya YESUS tidak membawa
ke ladang yang lain tetapi terlebih dahulu ke ladang gandum/makan Firman. Persekutuan
kali ini kalau tidak untuk makan Firman, maka saya tidak akan mau datang ke
tempat ini sebab saya lebih baik mengajar di Lempin-El dan juga banyak tugas
lainnya. Sebab kalau tidak ada Firman, maka itu berarti menipu sidang jemaat
dan juga menipu donatur-donatur. Orang berkorban, tetapi kita datang tidak membawa
Firman/bukan Firman yang menjadi utama. Sidang jemaat mau datang untuk beribadah
>>> jangan melihat gedung gerejanya tetapi harus melihat kepada Firman.
Demikian juga kita datang untuk berfellow-ship, kita harus melihat apakah ada
Firman TUHAN yang diberitakan atau tidak. Jadi asuhan TUHAN lewat urapan Roh.Kudus,
akan membawa tubuh kita ke dalam kegiatan rohani yaitu kegiatan di ladang gandum/kegiatan
makan Firman ALLAH.
Proses dari makan gandum/Firman yaitu:
Memetik gandum >>> membaca dan mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh.
Jadi tidak langsung dimakan tetapi harus terlebih dahulu memetik/membaca dan
mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh. Kita harus membaca alkitab seperti
yang dikatakan oleh rasul Paulus >>> ‘hendaklah kamu bertekun
membaca kitab suci’. Demikian juga dengan sidang jemaat untuk bertekun
membaca alkitab dimulai dari ktb Kejadian sampai ktb Wahyu sehingga kalau diterangkan
menjadi mudah untuk di mengerti.
Menggisar/mengupas >>> hamba TUHAN kalau di rumah membaca alkitab
kemudian di ibadah persekutuan/fellow-ship, mendengarkan Firman juga dengan
sungguh-sungguh, maka tangan akan dapat menggisar/mengupas >>> menerima
pembukaan Firman yang dibuka yaitu ayat menerangkan ayat untuk kemudian disalurkan
kepada sidang jemaat. Ayat Firman ini bukan diterangkan dengan ilmu pengetahuan
atau dengan lawakan. Demikian juga dengan sidang jemaat, kalau di tempat ini
saudara mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh, dan juga membaca alkitab,
maka saudara akan dapat menerima pembukaan Firman. Jadi prosesnya itu sama.
Semoga kita dapat mengerti.
Makan Firman >>> bisa mengerti Firman. Jadi kalau kita membaca alkitab
dengan sungguh-sungguh dan juga mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, kita
akan menerima dan mengerti pembukaan Firman. Contoh: tadi diterangkan di dalam
ktb Kejadian tentang penciptaan manusia tetapi sudah dirusak oleh setan sehingga
di dalam ktb Wahyu ada penciptaan baru >>> kita dapat mengerti pembukaan
Firman. Jadi mengerti Firman = makan Firman. Kemudian dilanjutkan bukan hanya
mengerti, sebab kalau hanya mengerti, akan menjadi pengetahuan sehingga setibanya
kami di tempat penginapan, akan ada adu argumen. Itu sebabnya jangan hanya sampai
di sini tetapi
Harus percaya/yakin pada Firman sampai Firman menjadi iman di dalam hati. Kalau
makan makanan biasa, maka pencernaan itu ada di lambung, tetapi kalau makan
Firman akan sampai di hati/kita akan merasa kenyang. Kalau Firman hanya sampai
di otak, maka kita tidak dapat merasa kenyang. Setelah kenyang/mengerti Firman,
maka proses selanjutnya adalah Mempraktekkan Firman >>> Firman ALLAH
mendarah daging di dalam hidup kita. Setelah dicerna, makanan itu disebar ke
seluruh tubuh sehingga mendarah daging. Inilah Firman yang dipraktekkan. Ini
adalah kunci keberhasilan dari seorang hamba TUHAN. Mengapa seorang hamba TUHAN
mengkhotbahkan Firman tentang persepuluhan, tetapi sidang jemaat tidak ada yang
mau memberi bahkan mereka menjadi marah dan berdemonstrasi di gereja? Sebab
hamba TUHAN yang mengkhotbahkan Firman yang belum mendarah daging/masih menjadi
teori. Kalau Firman sudah mendarah daging/sudah kita praktekkan, maka tidak
dapat ditentang oleh apapun juga sekalipun sidang jemaat terdiri dari orang-orang
pandai >>> tidak perduli! Sebab hamba TUHAN itu sudah memiliki cap
Darah YESUS Yang tidak dapat dihapuskan oleh apapun. Kesalahan dari seorang
hamba TUHAN itu adalah mengkhotbahkan Firman yang belum dipraktekkan sehingga
tidak memiliki kuasa. Jika Firman sudah mendarah daging/sudah menjadi pengalaman
hidup, maka kita akan menjadi mantap di dalam pengajaran Firman dan tidak akan
pernah merasa bimbang oleh pengajaran yang lain/pengajaran sesat, sebab kebimbangan
itu tidak akan mendapatkan apa-apa ( Yakobus) sebab orang yang bimbang itu berarti
ia mendua hati. Pengajaran sesat ini melebihi kedahsyatan bom atom ataupun bencana
tsunami sebab kedua hal itu hanya membunuh tubuh dan jika orang yang menjadi
korban dari bencana itu beriman kepada YESUS, maka ia akan selamat. Tetapi kalau
pengajaran sesat, orang yang terlihat sehat dan memiliki gedung gereja yang
besar atau seorang yang memiliki perusahaan yang besar, tetapi kalau ia disesatkan
oleh ajaran sesat, maka tubuh, jiwa dan rohnya akan binasa. Bagi rekan-rekan
gembala, kita bertanggung jawab sebab ada berapa banyak jemaat yang berada di
belakang kita. Itu sebabnya kita jangan mengentengkan/meremehkan pengajaran
sesat itu dengan berkata >>> apa yang baik kita ambil sedangkan yang
tidak baik kita buang >>> ini sungguh-sungguh berbahaya. Semoga kita
dapat mengerti.
Karena pada hari Sabat, maka TUHAN YESUS mendapatkan masalah, sebab menurut
hukum Israel, pada hari Sabat tidak diperbolehkan bekerja, tetapi murid-murid
TUHAN justru memetik gandum. Mau makan Firman, harus menghadapi banyak masalah/banyak
halangan dan untuk itu apa yang harus kita perbuat >>> Lukas
6 : 2, 3,
2. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu
yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
3. Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh
Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
TUHAN YESUS diperhadapkan pada dua hukum yaitu:
- hukum taurat >>> peraturan tentang Sabat yaitu pada hari ketujuh
tidak diperbolehkan bekerja dan jika dilanggar, maka harus mati. TUHAN YESUS
diperhadapkan pada hal ini.
- murid-murid yang lapar >>> hukum dari orang yang lapar itu harus
makan. Kalau tidak makan, maka akan menjadi sakit dan pada akhirnya harus
mati. Kedua hukum itu sama yaitu melanggar hukum taurat >>> harus
mati sedangkan orang lapar >>> sakit dan juga harus mati.
Bagaimana jalan keluarnya?
Dari pihak TUHAN terlebih dahulu >>> TUHAN YESUS harus mati di kayu
salib untuk menggenapkan hukum taurat. Daripada bangsa Israel dan bangsa kafir
yang mati, maka lebih baik YESUS Yang mati di kayu salib sehingga bangsa Israel
dan bangsa kafir dapat bebas beribadah dan bebas makan Firman seperti di taman
Eden >>> seluruh buah boleh kamu makan dengan bebas >>> kembali
ke taman Eden. Itu sebabnya kita jangan salah dengan mengurang-ngurangi waktu
saat kita makan Firman sebab itu bukanlah suasana taman Eden. Yang dimaksud
dengan bebas itu bukanlah bebas yang tidak teratur tetapi bebas dalam urapan
Roh.Kudus.
Bagaimana dari pihak kita? sebab dari pihak TUHAN sudah, yaitu kita dapat makan
Firman dengan bebas. Tetapi dari pihak kita, jika kita merasa kenyang atau tidak
memiliki nafsu makan, maka kita tidak dapat makan. Itu sebabnya dari pihak kita
supaya kita dapat makan Firman, maka jalan keluarnya adalah kita merasa lapar.
Apa yang dimaksud dengan lapar? Ialah kerinduan untuk dapat makan Firman baik
sebagai seorang hamba TUHAN ataupun sebagai anak-anak TUHAN.
Saya dikoreksi oleh TUHAN dan jika ini dianggap sebagai suatu kesombongan,
maka mohon dimaafkan. Hampir setiap hari saya harus berkhotbah dan juga setiap
bulan saya melayani ibadah persekutuan semacam ini, tetapi saya dikoreksi oleh
TUHAN >>> apakah engkau menyampaikan Firman dengan suatu kerinduan
atau sudah menjadi kebiasaan? Saya menangis. Sebab seringkali karena sudah menjadi
kebiasaan/taurat >>> karena besok hari Minggu, maka pada hari Sabtu,
harus menyiapkan Firman TUHAN. Juga bagi gembala-gembala, adakah kerinduan untuk
makan Firman di bawah Kaki TUHAN? Juga bagi sidang jemaat, terutama yang sudah
tergembala dalam tiga macam ibadah pokok, apakah sudah menjadi kebiasaan/taurat/peraturan?
Karena sebagai imam-imam harus tiga kali datang beribadah.
TUHAN mau membawa kita ke ladang gandum, tetapi TUHAN juga mau meningkatkan
dengan bukan sekedar makan tetapi makan dengan suatu kerinduan, sebab kerinduan
itu melebihi peraturan.
Sehingga hasilnya :
- kita akan dibela oleh TUHAN seperti Daud >>>
Lukas 6 : 3, 4,
3.Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan
oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4. bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu
memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu
tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
Daud juga melanggar hukum taurat, sebab roti sajian hanya untuk imam-imam,
sedangkan Daud bukan seorang imam, maka ia tidak boleh makan roti sajian itu.
Tetapi karena ia dikejar oleh Saul, sehingga ia memakan roti sajian itu. Memang
kita sudah setia menyampaikan Firman dan tidak pernah absen tetapi TUHAN mau
meningkatkan menjadi kerinduan yang sungguh-sungguh untuk menikmati/makan
Firman sehingga hasil pertama, kehidupan kita akan dibela oleh TUHAN.
Pengertian dibela ini adalah:
- seperti Daud melawan Saul >>> tentu saja Daud tidak berdaya
menghadapi Saul yang memiliki tentara yang besar, sedangkan siapakah Daud
itu? Tetapi ia dibela oleh TUHAN.
- seperti anak-anak kecil yang dibawa kepada TUHAN YESUS, dan murid-murid
menjadi marah, tetapi anak-anak kecil itu dibela oleh TUHAN.
Jadi istilah dibela itu adalah seperti seorang anak kecil yang berada
di dalam pelukan dari seorang ibu/seorang bayi yang tidak berdaya dan
berada di dalam pelukan TUHAN = kita dilindungi dan dipelihara secara
langsung oleh TUHAN.
Kalau saudara membaca kisah dari Daud di dalam ktb Samuel, Daud mengatakan
kepada Yonatan bahwa ‘hanya satu langkah aku dengan maut’. Mungkin
dihari-hari ini keadaan kita bagaikan satu langkah jaraknya dengan maut, tetapi
kalau kita memiliki kerinduan untuk makan Firman, maka kita bagaikan bayi
yang tidak berdaya yang berada di dalam gendongan Tangan TUHAN sehingga kita
merasakan perlindungan dan pemeliharaan TUHAN dan kita terlepas dari mara
bahaya/kesukaran/kesulitan-kesulitan seperti Daud sampai kita terlepas dari
maut/kebinasaan.
Bagi saudara-saudara yang sedang sakit/menderita virus-virus yang membahayakan
nyawa >>> mari! obatnya hanya satu! yaitu kerinduan untuk makan Firman.
Kalau obat di dunia dapat menghancurkan virus, kuasa Firman melebihi obat
dari dunia asal ada kerinduan yang sungguh-sungguh terhadap Firman.
- Mazmur 119 : 18 -20,
18. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari
Taurat-Mu.
19. Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu
terhadap aku.
20. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
Sebelum menjadi raja, Daud merindu akan Firman sehingga ia makan roti sajian,
dan sesudah menjadi rajapun, ia tetap merindukan Firman. Hasil kedua
mata kita akan segera melihat keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh Firman.
Mengapa kita tidak melihat keajaiban-keajaiban itu? Banyak orang yang mengatakan
bahwa jangan Firman pengajaran sebab tidak ada mujizat, mengapa tidak ada
mujizat? Sebab belum ada kerinduan makan Firman/Firman belum mendarah daging,
baru sebatas kebiasaan dan peraturan. Kalau sudah ada kerinduan, dan Firman
mendarah daging, maka cepat atau lambat, pasti mata kita akan melihat mujizat/keajaiban
dari Firman pengajaran. Mujizat yang terbesar adalah keubahan hidup yang tidak
dapat ditiru oleh setan >>>
1 Petrus 1 : 23 – 25,
23. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi
dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
24. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya
seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
25. tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang
disampaikan Injil kepada kamu.
Kalau kita hanya makan padi yang termasuk jenis rumput-rumputan, maka kehidupan
kita hanya seperti rumput >>> biar kita kaya, hebat, tetap seperti
rumput. Tetapi kalau kita makan gandum/Firman, maka kita akan diubahkan menjadi
manusia baru/diciptakan kembali menjadi manusia yang rohani.
Sekarang ini, kalau kita memiliki kerinduan makan Firman, maka kita akan:
- dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN.
- dapat melihat keajaiban dari TUHAN yaitu mengalami keubahan hidup menjadi
manusia baru dengan tanda di dalam ktb Pengkhotbah >>> Pengkhotbah
7 : 29, Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia
yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.
ALLAH hanya menciptakan/menjadikan manusia yang jujur. Kita akan dilindungi
dan dipelihara oleh TUHAN dan kita juga dapat melihat keajaiban TUHAN yaitu
diubahkan menjadi manusia yang baru jika kita jujur. Kita jangan berdusta dan
berdalih, tetapi harus jujur. Di dalam pekerjaan kita harus jujur, juga di sekolah,
kita harus jujur, jangan suka menyontek, di dalam berdagang juga harus jujur
>>> barang yang palsu, jangan kita katakan asli. Juga di dalam hal
membayar pajak, kita harus jujur. Di dalam pengajaran, kita juga harus jujur
>>> kalau salah, kita harus menyalahkan, kalau benar, kita harus membenarkan.
Sebab kejujuran merupakan ciptaan baru.
Dari taman Eden, manusia dibuang ke bumi, sehingga kehidupan menjadi susah
dan akan lebih susah lagi, kalau kita dibuang ke neraka. Tetapi kalau kita menjadi
manusia baru/diciptakan menjadi baru, maka itu berarti kita akan dikembalikan
ke taman Eden. Kalau mata sudah melihat keajaiban yang rohani yaitu keubahan
hidup/kita menjadi jujur di dalam segala hal, termasuk di dalam pengajaran dan
pelayanan, maka mata kita juga akan melihat mujizat secara jasmani. Doa orang
jujur dikenan oleh TUHAN >>> Amsal 15 : 8, Korban
orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Mengapa di dalam pelayanan kita tidak pernah melihat keajaiban? Karena kita
tidak jujur, sekalipun kita sudah jujur di dalam hal keuangan, tetapi kita tidak
jujur di dalam pengajaran, demikian juga sebaliknya.
Di kenan = dijawab sehingga akan terjadi keajaiban-keajaiban yaitu yang mustahil
menjadi tidak mustahil.
Kejujuran itu yang menentukan, apakah kita dapat naik atau dapat turun. Jika
kita jujur terus menerus, maka keajaiban secara rohani maupun secara jasmani
akan kita alami. Kita mengalami banyak pertolongan dari TUHAN, baik untuk penyakit
kita dlsbnya, sampai satu waktu jika YESUS datang kembali yang kedua kalinya
ke dalam dunia ini, terjadi keajaiban/kemustahilan yang tertinggi yaitu manusia
daging ini akan diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS/memiliki Gambar
dan Teladan ALLAH untuk naik ke dalam kerajaan seribu tahun sampai kita naik
ke kota Yerusalem Baru/kerajaan surga selama-lamanya. Kerinduan untuk makan
Firman, akan dibela dan akan memandang keajaiban-keajaiban. Mari kita berdoa
>>> di saat kita tidak berdaya, maka mujizat itu nyata.
|