KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya
Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 09 Oktober 2007)
Tayang: 19 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 21 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 02 Oktober 2007)
Tayang: 16 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 11 September 2007)
Tayang: 12 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 06 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 13 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 14 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 31 Juli 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 28 Agustus 2007)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 27 November 2007)
Tayang: 02 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 20 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
ALAT TABERNAKEL
Pelataran Pintu Gerbang Mezbah Korban Bakaran Bejana Pembasuhan Dari Tembaga Pintu Kemah Pelita Emas Meja Roti Sajian Mezbah Dupa Emas Pintu Tirai Tabut Perjanjian Imam-Imam Imam Besar Tahbisan Imam-Imam Ukupan Wangi-wangian Papan-papan dan Kayu Lintang Tudung (Tenda) Tabernakel
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 08 April 2008
Tempat:
GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 12 April 2008
Ad.4 Nubuat tentang antikris
Matius 24:15-18
24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat
kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah
memperhatikannya--
24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk
mengambil barang-barang dari rumahnya,
24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil
pakaiannya.
Penampilan antikris di bumi sebagai pembinasa keji, memburu bahkan membinasakan
anak Tuhan. Sikap kita: menyingkir. Ada 3 tindakan penyingkiran:
- Lari ke pegunungan
- Tetap berada di peranginan
- Tetap di ladang Tuhan
Ad. 3 Tetap di ladang Tuhan
Artinya setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
1Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah,
bangunan Allah.
Ladang Allah dikaitkan dengan bangunan Allah. Ladang menunjuk pelayanan. Bangunan
menunjuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Jadi ibadah pelayanan kita
harus mengarah pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita
Tuhan.
Ladang juga menunjuk penaburan benih/ firman pengajaran yang benar. Jadi pelayanan
yang benar adalah pelayanan yang dikaitkan dengan firman pengajaran yang benar,
yang menjadi komando/ kepala dalam pelayanan. Ibadah pelayanan tanpa firman
pengajaran yang benar sama dengan pelayanan tubuh tanpa kepala, artinya tidak
ada hubungan tubuh dengan kepala atau pelayanan yang tidak memuncak sampai penyembahan,
akibatnya akan masuk dalam aniaya antikris. Biarlah hari-hari ini kita memperhatikan
penyembahan kita, mulai dari penyembahan secara pribadi, dalam nikah dan dalam
penggembalaan. Ibadah pelayanan yang didorong oleh firman pengajaran yang benar
akan memuncak sampai penyembahan (= leher, hubungan tubuh dengan kepala).
Hati-hati, antikris sedang memperhatikan leher. Jika tidak mau menyembah, leher
akan dipancung oleh antikris.
Namun Tuhan juga sedang memperhatikan leher, dalam Kidung Agung, Tuhan sebagai
Mempelai Pria sedang memuji leher dari mempelai wanita. Dalam penyembahan,
leher sedang digantungi dengan 2 hal:
- Perhiasan kebijaksanaan/ hikmat dari Tuhan
Amsal 3:21-22
3:21. Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh
dari matamu, peliharalah itu,
3:22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.
Prakteknya adalah taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar,
menjadi kehidupan yang tahan uji.
Matius 7:24
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,
ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Jika mendengar suara asing, membuat tidak tahan uji sehingga roboh, binasa.
- Perhiasan kasih setia Tuhan.
Amsal 3:3
3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah
itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Prakteknya: setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan dan setia dalam menanti
kedatangan Tuhan kedua kali. Ini kehidupan yang mengasihi Tuhan. Jika tidak
setia dalam ibadah pelayanan sama dengan menjadi musuh Tuhan.
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa
persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa
hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Jika tidak setia, menjadi musuh Tuhan, maka saat menghadapi masalah, siapa
yang mau menolong? Dan seandainya terjadi apa-apa dan meninggal saat tidak
setia, mau kemana hidupnya jika menjadi musuh Tuhan? Oleh karena itu jika
tidak bisa beribadah, berdoa sungguh-sungguh memohon ampun kepada Tuhan supaya
Tuhan memberi kesempatan untuk bisa beribadah.
Mungkin selama ini perhatian kita banyak tertuju pada perkara jasmani (pekerjaan,
sekolah, dll), biarlah saat ini kita bisa memperhatikan leher. Banyak kebutuhan
kita untuk hidup di dunia akhir jaman yang sulit, tapi yang paling kita butuhkan
dalam keadaan apapun adalah kalung hikmat (ketaatan) dan kasih setia (setia
dalam ibadah pelayanan), sampai pun kita dalam keadaan tidak berdaya.
Contohnya adalah keadaan Yusuf saat dipenjara di liang tutupan. Istilah liang
tutupan menunjuk keadaan yang sangat terpuruk, tidak ada yang melihat dan
tidak berdaya, seperti sehelai rambut.
Kisah Rasul 7:9-10
7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir,
tetapi Allah menyertai dia,
7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya
kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya
menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.
Namun Yusuf memiliki kasih setia dan hikmat sehingga ada pertolongan Tuhan.
Hasilnya:
- Tangan Tuhan diulurkan untuk membuka pintu-pintu bagi kita.
Wahyu 3:8
3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu,
yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak
seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Tangan Tuhan sanggup untuk membuka pintu pemeliharaan secara ajaib, pintu
pertolongan Tuhan, pintu masa depan yang ajaib, diluar pikiran kita. Yusuf
dari liang tutupan bisa menjadi perdana menteri, ini sesuatu yang mustahil.
Namun yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Tuhan.
Ukuran tabernakel adalah 100x50 hasta
Angka 100 = 10x10 menunjuk mendengar firman dan dengar-dengaran = taat
Angka 50 menunjuk Roh Kudus = setia
100x50 = 5000, jika taat dan setia, bisa menjadi 5000 (memberi makan 5000
orang), ini pemeliharaan Tuhan secara ajaib.
- Tangan Tuhan diulurkan untuk melindungi kita.
Wahyu 3:10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan
Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang
atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Bagaikan menutup pintu terhadap pencobaan, marabahaya, bencana, dll. Sampai
melindungi kita dari pencobaan terbesar yaitu antikris.
3. Tangan Tuhan membuka pintu Yerusalem Baru, mengangkat kita sampai menjadi
sokoguru/ tiang penopang di Yerusalem.
Wahyu 3:12
3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci
Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan
nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga
dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
Tangan Tuhan mengangkat kita menjadi mempelai wanita Tuhan untuk masuk Yerusalem
Baru/ kerajaan Surga, disana tidak ada setetespun air mata.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|