gereja pantekosta tabernakel kristus kasih malang surabaya
English Language
kebaktian bible study
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study (Kamis, 10 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 08 November 2007)
Tayang: 16 Mei 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 04 Oktober 2007)
Tayang: 30 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 01 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 22 Mei 2008)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 23 Agustus 2007)
Tayang: 04 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 20 Desember 2007)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 13 September 2007)
Tayang: 11 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 15 November 2007)
Tayang: 18 Agustus 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 05 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 06 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 09 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 18 Oktober 2007)
Tayang: 20 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 15 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study
Tanggal: Kamis, 10 April 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 April 2008

Matius 24:3-44 tentang 7 tanda kedatangan Yesus kedua kali. Kita perlu mempelajari supaya saat kedatangan Tuhan kedua kali, kita tidak binasa tapi diangkat, dimuliakan bersama Tuhan, menjadi mempelai wanitaNya selama-lamanya.
Nubuat IV tentang antikris
Penampilan antikris di bumi sebagai pembinasa keji, memburu bahkan membinasakan anak Tuhan. Sikap kita: menyingkir. Ada 3 tindakan penyingkiran:

  1. Lari ke pegunungan
  2. Tetap berada di peranginan
  3. Tetap tinggal di ladang Tuhan

Ad. 3 Tetap tinggal di ladang Tuhan
Artinya setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

1Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Ladang Allah dikaitkan dengan bangunan Allah. Ladang menunjuk pelayanan. Bangunan menunjuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Jadi ladang Tuhan adalah pelayanan yang mengarah pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Tuhan.
Pelayanan yang mengarah pada pembangunan tubuh Kristus adalah pelayanan yang sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus.
Jangan tinggalkan jabatan pelayanan seperti Yudas. Yudas gambaran dari antikris, orang yang tidak setia dalam jabatan pelayanan akan menjadi seperti Yudas/ antikris.
Ladang Tuhan juga menunjuk penaburan benih/ firman pengajaran yang benar. Jadi pelayanan yang benar adalah pelayanan yang dikaitkan/ didorong/ dikomando oleh firman pengajaran yang benar.
Pelayanan tanpa firman pengajaran yang benar sama dengan pelayanan tubuh tanpa kepala, tidak ada artinya.

Amsal 7:2
7:2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

Firman pengajaran yang benar sama dengan biji mata. Jadi pelayanan tanpa firman pengajaran yang benar sama dengan pelayanan tanpa biji mata, sama dengan pelayanan yang buta. Bagaikan pelayanan Bartimeus.

Markus 10:46
10:46. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

Dalam susunan tabernakel, Markus 10 terkena pada pakaian imam besar dan imam-imam, berkaitan dengan pelayanan. Memang ada aktifitas/ kegiatan dalam pelayanan tapi buta. Tandanya:

  1. Duduk di pinggir jalan, menunjuk:
    1. Kristen jalanan, tidak tergembala.
      Mulai dari seorang gembala, kalau tidak tergembala maka domba-domba tidak mungkin tergembala, tercerai berai. Tidak pernah mengalami ketenangan sebab bukan bertemu Tuhan tetapi bertemu dengan singa/setan.
    2. Hati bagaikan pinggir jalan
      Tidak konsentrasi saat mendengar firman, tidak mengutamakan firman. Akibatnya tidak bertemu Tuhan tapi bertemu burung (setan) yang mengambil benih firman sehingga hatinya kosong, hidupnya tidak pernah puas sehingga mencari kepuasan dunia yang penuh dengan kenajisan Babel.
  2. Mengemis = meminta-minta.
    Artinya:
    • tidak bisa memberi/ mempersembahkan korban.
      Ibadah yang sejati ditandai mempersembahkan korban, seperti dulu bangsa Israel jika hendak beribadah harus membawa lembu, dll sebagai korban persembahan.
    • mencari keuntungan secara jasmani dalam ibadah pelayanan, dengan menghalalkan segala cara.
      Jika meminta-minta, tidak menjadi berkat tetapi justru menjadi beban bagi orang lain.
  3. Melayani dengan kebencian, iri hati, dendam, kepahitan, dll.
    1 Yohanes 2:11
    2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
    Contohnya: Esau dendam terhadap Yakub karena Yakub menerima berkat. Kakak-kakak Yusuf iri kepada Yusuf karena Yusuf memiliki jubah maha indah/ karunia Roh Kudus.
    Bartimeus artinya anak haram (Bar = anak, Timeus = haram). Jadi pelayanan buta sama dengan pelayanan anak haram, bagaikan binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan, sama dengan pelayanan bangsa kafir, tidak berkenan kepada Tuhan dan pelayanan tanpa arah, tidak punya arah ke kota terang yaitu Yerusalem Baru/ kerajaan Surga.
    Bagaimana jalan keluarnya supaya pelayanan buta dan haram bisa menjadi berkenan kepada Tuhan?
    Kisah Rasul 10:9-17
    10:9. Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
    10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.
    10:11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
    10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
    10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"
    10:14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."
    10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
    10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.
    10:17 Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus.

    Binatang haram menunjuk bangsa kafir, diwakili Kornelius (perwira pasukan Italia).
    Binatang haram berada di kain 4 sudut. Artinya supaya bangsa kafir/ pelayan haram bisa berkenan pada Tuhan maka harus berada dalam kain dari Sorga dengan 4 sudut yang diturunkan ke tanah. Empat menunjuk 4 injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Kain dari Sorga menunjuk injil. Bangsa kafir/ pelayan yang haram bisa menjadi halal jika mau menerima Injil sepenuh.

Ada 2 macam pemberitaan Injil:

  1. Firman penginjilan (Injil keselamatan) yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali sebagai manusia darah daging yang mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa, sehingga bisa percaya Yesus.
    Efesus 1:13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
    Proses menerima injil keselamatan:
    • percaya kepada Yesus
    • bertobat
    • baptisan air dan baptisan Roh Kudus
      Hasilnya: kita mengalami kelahiran baru, mendapatkan hidup baru, dari batu (keras, tak berarti) menjadi roti (anak-anak Abraham yang berhak menerima janji Tuhan).
    Matius 3:7-9,11
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
    3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
  2. Firman pengajaran (Injil tentang kemuliaan Kristus) yaitu firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja diatas segala raja, Mempelai pria sorga, untuk menyempurnakan gereja Tuhan menjadi mempelai Tuhan.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Ibrani 4:12-13
    4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Firman pengajaran yang benar bagai pedang yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sanggup menyucikan hati (gudangnya dosa). Jika hati disucikan maka seluruh hidup bisa disucikan.
    Oleh sebab itu harus meningkat, setelah menerima firman penginjilan harus lanjut menerima firman pengajaran. Kisah Rasul 10:13
    10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"

Proses menerima pedang tajam bermata dua (firman pengajaran):

  1. Disembelih (leher keluar darah), merupakan penyucian dari hati sampai ke leher.
    Amsal 23:1-4

    23:1. Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
    23:2 Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!
    23:3 Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.
    23:4. Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.

    Apa yang harus disucikan?
    1. Penyucian terhadap keinginan najis (makanan seorang pembesar, ay.1) yang mengarah pada dosa makan-minum, seks.
    2. Penyucian terhadap keinginan jahat (susah payah untuk menjadi kaya, ay.4), ditandai keinginan akan uang (=akar kejahatan).
    1Timotius 6:10
    6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
    Tandanya jika ada keinginan akan uang:
    • meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari uang
    • beribadah melayani hanya untuk mendapat uang
    • mencari uang dengan cara tidak halal: menipu, korupsi, tidak membayar pajak, dll.
      Warga kerajaan sorga yang taat membayar pajak pada pemerintah di bumi, karena pemerintah berasal dari Tuhan.
    • kikir (tidak bisa memberi pada sesama yang membutuhkan) dan serakah (merampas hak milik orang lain, termasuk tidak mengembalikan persembahan khusus dan perpuluhan).
      Hasil disembelih: bangsa kafir bisa bersedekah (=mengasihi sesama) dan bisa berdoa (=mengasihi Tuhan).
    Ibrani 12:14
    12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
    Kehidupan tersebut berkenan di hadapan Tuhan, bisa disembelih dan dibakar. Pelayanannya berbau harum di hadapan Tuhan (seperti Kornelius): ada asap yang naik ke hadirat Tuhan, sehingga ada abu yang turun, artinya: Tuhan mengingat bangsa kafir.
    Kisah Rasul 10:1-4
    10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
    10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
    10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
    10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

    Tuhan mengingat bangsa kafir sebagai debu tanah liat.
    Mazmur 103:10-14
    103:10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
    103:11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
    103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
    103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
    103:14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

    Manusia debu tanah liat = manusia darah daging yang banyak dosa kesalahan.
    Sementara kita debu tanah liat jika tidak diingat Tuhan maka debu tanah liat hanya menjadi makanan ular, dimangsa oleh antikris. Bahkan seharusnya orang berdosa (debu tanah liat) harus dihukum di neraka.
    Kejadian 3:14
    3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
    Selama masih ada darah daging/ dosa maka bisa menjadi sasaran antikris dan selama ada darah daging harus dipertanggungjawabkan di neraka.
    Oleh sebab itu Tuhan mengingat kita. Bagaimana caranya? Lewat salib Tuhan (setinggi langit dan bumi, dari timur- barat). Lewat kematian Yesus di kayu salib mengalahkan ular sehingga Tuhan bisa mengingat dan memegang manusia supaya jangan dihukum di neraka.
    Praktek tanah liat di tangan Tuhan:
    1. Berdamai, menyelesaikan dosa seperti yang diteriakkan oleh Yesus di kayu salib: “Sudah selesai” .
      Berdamai berarti mengaku dosa pada Tuhan dan mengaku dosa pada sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Berdamai juga berarti mengampuni dosa orang lain dan melupakannya, seperti Yesus sudah mengampuni dosa-dosa kita.
      Biarlah hari-hari ini kita tidak menambah dosa tapi mau menyelesaikan dosa-dosa.
      Contoh: perempuan Samaria, bisa mengaku dosa sampai pada dosa seks, meskipun harus menanggung resiko untuk mengakui dosa-dosanya. Hasilnya: darah Yesus mengampuni dan menolong.
      Namun ada dosa yang seringkali tidak disadari yaitu kebenaran diri sendiri. Contohnya adalah Ayub.
      Ayub 42:6
      42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
      Ayub 32:1-2
      32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Kebenaran diri sendiri artinya:
      • kebenaran yang didapat dengan menyalahkan orang lain.
      • menutupi dosa dengan firman. Hati-hati, sebenarnya firman untuk menunjukkan dosa, bukan untuk menutupi dosa-dosa yang kita perbuat.
        Jika mau berdamai maka kita mengalami kuasa penebusan, pengampunan dan kelepasan oleh darah Yesus, sampai sempurna, tidak bercacat cela.
    2. Menyerahkan hidup sepenuh pada Tuhan sehingga kita mengalami kuasa penciptaan
      Yesaya 64:8
      64:8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
      Kita debu tanah liat dibentuk/ diciptakan kembali lewat kuasa penciptaan.
      Kegunaan kuasa penciptaan:
      1. menjadikan kita bejana kemuliaan untuk memuliakan Tuhan.
      2. menjadikan semuanya baik dalam hidup kita. Yang hancur bisa menjadi baik jika berada di tangan Tuhan!
      3. menciptakan kita menjadi manusia yang sama dengan ciptaan semula, menurut gambar dan teladan Allah, menjadi sama dengan Tuhan: mempelai wanita Tuhan untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
  2. Dimakan, yaitu masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah
    Wahyu 3:20-21

    3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
    3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Bahkan sampai bisa masuk di tahta Allah, Yerusalem Baru.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:15 (Ibadah Kaum Wanita)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 17:45 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:45 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)

IBADAH KUNJUNGAN

18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut)
24-25 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sumba)
01 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Tamban)
22 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngawi)
25 Juni-05 Juli 2012 (Kunjungan ke Israel)
17-19 Juli 2012 (Ibadah Persekutuan ke Medan)
31 Juli-02 Agustus 2012 (Ibadah Persekutuan di Malang)
04-06 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Makasar)
20-21 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Semarang)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Pendolo, Tentena)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Medan)
November 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ambon)
Desember 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sidikalang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top