English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 21 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 18 Februari 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 26 Agustus 2013)
Tayang: 29 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 18 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 22 Oktober 2007)
Tayang: 08 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 April 2007)
Tayang: 11 November 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Mei 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 11 Februari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 03 Juni 2008

Kita melanjutkan pengajaran ktb Keluaran 32 yang di dalam susunan tabernakel terkena pada pintu tirai (gbr: www.gptkk.org/tirai.php) /perobekkan daging.

Keluaran 32 ini dibagi menjadi lima bagian yaitu :

  1. Ay 1 – ay 6 >>> tentang anak lembu emas
  2. Ay 7 – ay 14 >>> murka ALLAH
  3. Ay 15 – ay 20 >>> dua loh batu dipecahkan = penebusan
  4. Ay 21 – ay 29 >>> amarah Musa kepada Harun dan bangsa Israel = penyucian
  5. Ay 30 – ay 35 >>> Musa berdoa bagi bangsa Israel = pendamaian

Inilah kelima bagian dari ktb Keluaran 32.

Waktu yang lalu, kita sudah membahas ay 1 – ay 3, YESUS belum datang untuk keduakalinya, ini merupakan ujian ketaatan kepada kita sekalian. Yang tidak taat itu seringkali dimulai dari seorang wanita/gereja TUHAN dan juga kaum wanita pada khususnya yang seringkali melepaskan anting-anting emas. Dan juga ingin menjadi kepala dengan mau mengajar dan memerintah laki-laki.

Sekarang kita akan membahas Keluaran 32 : 4, Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
Jadi anting-anting yang dilepaskan dari telinga, kemudian dibuatkan anak lembu emas. Mengapa dibuat anak lembu, bukan binatang lain? Jawabannya ada di dalam ktb Yeremia.

Yeremia 46 : 14, 15,
14. "Beritahukanlah di Mesir, dan kabarkanlah di Migdol! Kabarkanlah di Memfis dan di Tahpanhes! Katakanlah: Ambillah tempat dan bersiaplah, sebab sekitarmu habis dimakan pedang!
15. Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!

Jadi mengapa dibentuk anak lembu dan bukannya binatang yang lain? ternyata waktu bangsa Israel berada di Mesir, mereka berada dekat dengan Memfis dan Tahpanhes, mereka pernah mengingat dan melihat orang Mesir menyembah lembu jantan/dewa Apis. Kepada kita sekarang ini berarti ingatan/pikiran/angan-angan hati/dahi belum disucikan. Masih teringat akan dosa-dosa yang dulu.

Ada tiga macam pikiran yang belum disucikan yaitu:

  1. Pikiran duniawi >>> Filipi 3 : 18, 19,
    18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
    Untuk sekarang, arti dari pikiran duniawi adalah menolak salib/menjadi seteru salib.
    Seringkali saya katakan dan ini sepertinya logis yaitu:
    • di dunia kita sudah payah mencari uang, kemudian kita datang beribadah di gereja, diajarkan tentang salib, maka akan bertambah susah dan kapan enaknya?
    • YESUS sudah disalibkan, kita tidak perlu disalib. TUHAN sudah merobek pintu tirai sehingga kita tidak perlu lagi disalibkan.
      Inilah pikiran yang belum disucikan/pikiran duniawi sehingga menjadi seteru salib. Jika pikirannya duniawi, maka prakteknya adalah >>> TUHAN mereka >>> ada ibadah, jadi mereka bukanlah orang atheis tetapi TUHAN mereka adalah perut mereka. Jika dahi/pikiran mereka duniawi, maka perbuatan mereka juga perbuatan duniawi. Jadi praktek mereka adalah mereka beribadah dan melayani TUHAN, tetapi hanya untuk mencari perkara-perkara/kebutuhan duniawi. Ini sangatlah berbahaya sebab benar-benar menolak salib. Atau praktek sebaliknya, pikiran duniawi ini tidak setia dengan meninggalkan ibadah pelayanan karena mencari perkara-perkara/kebutuhan jasmani.
    Sekali lagi bukannya kita tidak boleh bekerja/kuliah, tetapi jangan sampai menjadikan kita tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan >>> ini sangat berbahaya sebab dapat menimbulkan pemberhalaan. Sepertinya >>> inilah allah kita, padahal lembu emas dan sekarang ini banyak ibadah >>> oh YESUS hadir, luar biasa TUHAN hadir, padahal itu adalah lembu emas sebab mereka beribadah dengan pikiran duniawi. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, terutama saya nomor satu, sebab sebagai seorang gembala, saya bertanggung jawab >>> yang hadir ditengah-tengah kita ini lembu emas ataukah TUHAN YESUS? Untuk hal ini kita harus benar-benar mengontrol agar kita jangan sekedar beribadah.
  2. Pikiran daging >>> Roma 8 : 5 – 7,
    5. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
    6. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
    7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

    Pikiran daging ini hanya memikirkan hal-hal yang bersifatkan daging = keinginan daging. Di bagian atas adalah dahi duniawi, sekarang dahi daging.
    Praktek dari pikiran daging/keinginan daging adalah: di ay 7 >>> tidak takluk kepada hukum ALLAH = tidak dengar-dengaran kepada Firman ALLAH sehingga selalu bertentangan dengan Firman. Orang yang hanya mengejar keinginan daging/kepuasan daging membuat ia tidak taat dan dengar-dengaran lagi kepada Firman. Mengejar keinginan daging ini, tidak membuatnya merasa puas, bahkan ia hidup di dalam kutukan.
    Kemarin kita membaca di dalam Ulangan 28 dan itu adalah hal yang positif, tetapi kalau tidak taat kepada Firman, berakibatkan suasana kutukan >>> Ulangan 28 : 15, "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:
    Pikiran daging itu hidup di dalam suasana kutukan/suasana susah payah/suasana kekuatiran/ketakutan.
  3. Pikiran jahat dan najis >>> Yeremia 3 : 3, Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.
    Dirus hujan tertahan = kering. Pikiran jahat dan najis = dahi Babel = perempuan sundal. Jika dahi/pikirannya najis, maka tangannya/prakteknya/perbuatannya juga jahat dan najis/perbuatan dosa dan kejahatan = ikatan akan uang dan menjadi kikir dan serakah. Dan juga perbuatan dosa kenajisan = makan minum dan kawin mengawinkan. Saya selalu mengulang-ulang mengatakan bahwa dosa makan dan minum ini termasuk mabuk, narkoba. Bangsa Israel memiliki pikiran seperti ini sehingga mereka membuat anak lembu emas.

Sekalipun beribadah, tetapi kalau pikiran/dahi belum disucikan maka akan menjadi sasaran dari antikrist untuk dimeterai dengan angka 6.6.6. sehingga kehidupan itu menjadi milik dari antikrist untuk dibinasakan selama-lamanya.

Kita harus berhati-hati, sebab justru cap/meterai ini banyak terdapat di dalam rumah TUHAN dan ini sangatlah dahsyat. Dulu, bangsa Israel yang merupakan gambaran dari umat TUHAN yang pikirannya belum disucikan.

Wahyu 13 : 16, 18,
16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Dahi dan tangan ini memiliki hubungan. Kalau memiliki dahi yang duniawi, maka perbuatannya/tangannya juga duniawi. Kalau memiliki dahi daging, maka perbuatannya juga daging. Kalau memiliki dahi sundal, maka perbuatannya juga perbuatan sundal dan ini yang menjadi sasaran dari antikrist dan akan diberi cap/meterai dengan angka 6.6.6.

Kita bandingkan dengan 2 Timotius 3 : 1 – 5,
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3. tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4. suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Di sini ada delapanbelas dosa >>> 6.6.6. mereka adalah orang yang beribadah/melayani TUHAN/hamba TUHAN dan ini merupakan kewaspadaan bagi kita supaya kita jangan menjadi seperti bangsa Israel/umat TUHAN dan diakui oleh TUHAN Sendiri di dalam ktb Keluaran 19 bukan hanya diakui sebagai umat TUHAN saja, tetapi juga diakui sebagai imam-imam dan raja-raja. Pada kenyataannya pikiran/dahi mereka belum disucikan sehingga mereka menyembah berhala. Di akhir jaman terjadi lagi, sudah beribadah, sudah menjadi imam-imam dan raja-raja, tetapi anak-anak TUHAN ini dahi mereka belum disucikan sehingga menjadi sasaran antikrist.

Ay 2 >>> tidak memperdulikan agama >>> ini bukannya mereka itu atheis, tetapi mereka mencampur adukan agama. Pada awalnya saya berpikir bahwa tidak memperdulikan agama itu berarti mereka sudah tidak menginginkan agama lagi, tetapi setelah membaca ay 5, ternyata mereka adalah orang-orang yang beribadah. Kalau beribadah, pasti mereka adalah orang yang beragama, tetapi mereka menyamakan semua agama.

Saya memiliki dua kesaksian waktu saya masih mengajar di sekolah Petra, dua guru agama yang ahli alkitab/sarjana di sana memanggil saya dan bertanya kepada saya tentang jalan ke surga >>> ‘Akulah jalan kebenaran dan hidup’ menurut pak Wijaya bagaimana? saya menjawab bahwa Satu-satunya Jalan adalah YESUS, ternyata mereka menjadi sangat marah. Itu sebabnya Firman TUHAN itu tidak dapat dipelajari menjadi ilmu pengetahuan sebab nanti akan menyimpang.

Kemudian minggu yang lalu ada seorang anak remaja yang ikut dengan kami ke Malang, ia bercerita kepada saya bahwa ia malas kuliah agama sekalipun remaja ini kuliah di universitas yang hebat, mengapa terjadi demikian? Sebab dosennya mengajar bahwa YESUS bukanlah Satu-satunya Jalan Kebenaran dan Hidup. Ini semua diakibatkan selalu membanding-bandingkan dengan agama-agama yang lain dan pada akhirnya semuanya dianggap sama saja/tidak memperdulikan agama/mencampur adukan agama. Itu sebabnya bagi siswa/i Lempin-El, saudara tidak perlu mempelajari agama-agama yang lain karena ingin mengetahui dan membanding-bandingkan >>> tidak perlu saudara lakukan karena sangatlah berbahaya dengan akibat saudara sudah tidak yakin lagi bahwa jalan ke surga hanya satu yaitu lewat TUHAN YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

Siapa mereka itu? ay 5 >>> secara lahiriah mereka menjalankan ibadah >>> mereka ini adalah hamba-hamba TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN/anak-anak TUHAN. Sekalipun mereka beribadah, tetapi sifat mereka tidak berubah/tidak mengalami keubahan hidup karena dahi/pikiran/tetap mempertahankan manusia daging dan mereka sudah dicap dengan angka 6.6.6 oleh antikrist.

Mengapa terjadi hal yang demikian? Sebab mereka itu sudah disebut dengan umat TUHAN/disebut imam-imam dan raja-raja tetapi mendapat cap dari antikrist? Mengapa mereka tidak mengalami penyucian dan mengalami keubahan hidup? Rahasianya ada di sini yaitu >>> pada hakekatnya secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya >>> beribadah, tetapi memungkiri kekuatan ibadah, apa yang dimaksud dengan kekuatan ibadah? Kekuatan ibadah adalah Firman, terutama Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang mampu menyucikan dahi kita. Sebab kalau dahi disucikan, maka pasti akan mengalami keubahan hidup dan antikrist dipastikan tidak dapat memberi cap 6.6.6.

Waktu lalu bangsa Israel teringat akan sapi jantan di Mesir, karena dahi mereka belum disucikan, segeralah mereka membuat lembu emas dan disembah. Demikian nanti diakhir jaman, kalau dahi tidak disucikan oleh Firman pengajaran yang benar, maka:

  • dicap oleh antikrist dengan angka 6.6.6
  • hidupnya tidak berubah dan tetap menjadi manusia daging dan akhirnya
  • menyembah antikrist.

Jadi kehidupan yang dicap dengan angka 6.6.6 = menyembah antikrist.
Sekalipun kita mengaku beribadah kepada TUHAN, tetapi tidak mengalami penyucian dahi karena menolak Firman penyucian yaitu Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, tidak mengalami keubahan hidup/tetap mempertahankan manusia daging = menyembah berhala/menyembah antikrist.

Wahyu 13 : 8, Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Dulu, bangsa Israel itu menolak Musa; Musa yang berada di atas gunung itu tidak main-main tetapi ia menerima dua hal yaitu dua loh batu dan tabernakel yang untuk sekarang adalah Firman pengajaran/tabernakel dan pengajaran Mempelai.

Jadi bangsa Israel itu beribadah tanpa Musa dan tanpa Firman pengajaran sehingga ibadah itu hanya menghasilkan penyembahan berhala. Saya mengatakan hal ini dengan sungguh-sungguh dan juga harus berdoa supaya saya jangan menghakimi gereja lain tetapi hal ini untuk kita. Apakah di gereja ini kita memiliki Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua? Kalau sudah ada puji TUHAN, kalau belum ada kita doakan. Sekarang bagaimana sikap kita? apakah kita sudah mengalami penyucian dan keubahan hidup? Jika kita belum mengalaminya, maka itu bagaikan kita menyembah berhala. Ini merupakan sesuatu yang mengerikan.

Kita membaca lagi di dalam Keluaran 32 : 4, Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
Bangsa Israel menyembah lembu emas tetapi mengatakan >>> ‘inilah Allah yang dahsyat/luar biasa’ >>> ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan sebab mata mereka benar-benar buta dan hal ini yang dikatakan oleh Harun yang adalah gambaran dari seorang hamba TUHAN >>> kita dapat membayangkan, lembu emas tetapi dikatakan bahwa itu adalah allah mereka/allah yang luar biasa. Yang dapat mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa tetapi tidak ada mujizat penyucian dan mujizat keubahan hidup. Yang ada hanyalah miskin menjadi kaya dllnya. Sebab bisa saja bukan TUHAN Yang membuat mujizat itu tetapi setan yang membuatnya kalau tanpa Firman pengajaran yang benar. Saya yakin kalau TUHAN membuat mujizat, maka terlebih dahulu mujizat yang rohani yang terjadi yaitu penyucian dan keubahan hidup, barulah disusul dengan mujizat-mujizat yang jasmani untuk meneguhkan Firman. Semoga kita dapat mengerti.

Akibat dari menyembah berhala adalah:
Wahyu 13 : 8, Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Nama tidak tertulis di dalam kitab kehidupan. Dan ini berarti binasa untuk selama-lamanya.

Wahyu 20 : 14, 15,
14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
15. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Masuk dalam lautan api dan belerang = binasa untuk selama-lamanya. Hal ini sangatlah ironis sebab sudah beribadah dan melayani TUHAN, tetapi mengarah kepada kebinasaan kalau dengan pikiran/dahi yang tidak suci sehingga diberi cap oleh antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi TUHAN tidak rela kalau kehidupan dari anak-anak TUHAN yang sudah ditebus oleh Darah YESUS, tetapi harus dicap/dimeterai dengan angka 6.6.6.
Bukti pertama di dalam 2 Timotius >>> mereka beribadah tetapi dicap dengan angka 6.6.6. dan bukti yang kedua di dalam Lukas 13 >>> perempuan bungkuk selama delapanbelas tahun yang berada di dalam bait ALLAH. Inilah bahayanya bait ALLAH yang menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kuasa ibadah/kekuatan ibadah. Kalau menyanyi dan berkorban begitu bersemangat tetapi untuk mendengarkan Firman mereka tidak mau mendengarkan yang keras tetapi hanya menginginkan pemberitaan Firman yang sedikit saja biar banyak orang yang mau datang >>> ini sangat berbahaya sebab dahi tidak disucikan dan mereka menjadi seperti bangsa Israel dulu yang sekalipun mulutnya berkata ‘inilah allah yang dahsyat’ padahal mereka menyembah berhala/menyembah antikrist yang akan dibinasakan. Mungkin kedengarannya keras, tetapi Firman TUHAN ini diperuntukkan kepada saya terlebih dahulu agar menjaga dahi ini lewat penyucian Firman.

Tetapi TUHAN tidak rela kalau kehidupan yang sudah ditebus oleh Darah YESUS, sudah beribadah melayani TUHAN/sudah berada di dalam bait ALLAH apalagi sudah menjadi seorang hamba TUHAN sepenuh tetapi dimeterai oleh antikrist sehingga akan binasa di neraka. Itu sebabnya lewat ibadah pelayanan, TUHAN juga mau memberi meterai kepada kehidupan kita agar menjadi milikNYA.

Ada dua macam meterai yang TUHAN berikan kepada kita:

  1. Ulangan 6 : 6 – 8,
    6. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
    7. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
    8. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

    Jadi meterai pertama yang akan diberikan oleh TUHAN yaitu meterai Firman TUHAN terutama untuk sekarang adalah Firman ALLAH terutama Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini yang akan dimeteraikan oleh TUHAN di dahi dan tangan kita.
    Dulu disampaikan oleh Musa dalam ktb Ulangan, kemudian diulangi lagi di dalam ktb Ibrani 10 : 16, 17,
    16. sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
    17. dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

    akal budi = dahi = pikiran. Jadi inilah saudaraku! TUHAN mengulangi apa yang sudah dijanjikan di dalam ktb Ulangan supaya Firman TUHAN itu diikatkan pada dahi dan tangan. Sedangkan di dalam ktb Ibrani, TUHAN Sendiri Yang akan menulis >>> ‘Aku akan menuliskan hukumKU di hati dan di dahi dan di tangan mereka’ = seluruh hidup.
    Di dalam Ibrani 4 : 12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    Di sini bagaikan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun; ia menusuk hati dan pikiran kita. Menusuk = menuliskan. Jadi bukan sembarangan Firman yang diukirkan/dituliskan di dahi sampai di seluruh hidup kita, tetapi menurut Ibrani 4 : 12 adalah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jadi penting sekali di dalam rumah TUHAN harus ada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang merupakan kelanjutan dari Firman penginjilan. Firman penginjilan itu berguna untuk membawa orang berdosa percaya kepada YESUS, bertobat dan beribadah melayani TUHAN di dalam rumah TUHAN. Tetapi kalau di dalam rumah ibadah, dahi tidak ditusuk/ditulis dengan Firman/belum disucikan, maka kehidupan itu sekalipun beribadah tetapi dicap oleh antikrist 6.6.6. Kelihatan menyembah ALLAH yang dahsyat dan luar biasa, tetapi menyembah lembu emas/menyembah berhala/menyembah antikrist. Semoga kita mengerti.
    Kalau ada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang akan menusuk hati dan dahi/pikiran kita maka sesudah itu Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua juga dituliskan di tangan kita >>> Kisah rasul 2 : 36, 37,
    36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

    Jadi setiap pemberitaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka kita harus memiliki sikap yang positif. Tadi di srt 2 Timotius 3 >>> mereka menolak kekuatan ibadah/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Mari sikap kita sekarang yaitu di dalam setiap pemberitaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka sikap kita harus positif, apa yang dimaksud dengan positif? Yaitu:
    • tahu dengan pasti = mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh sampai kita mengerti Firman/Firman menusuk di dahi kita/dituliskan di dahi kita/menyucikan dahi kita. Sehingga antikrist tidak memiliki kesempatan untuk memeterai dahi kita.
    • hati menjadi terharu = hati terkena/ditusuk oleh Firman sehingga kita menjadi percaya dan yakin pada Firman. Terharu = percaya/menjadi iman dan menyadari dan mengakui dosa-dosa kita. Yudas tidak pernah terharu/tidak pernah terkena Firman sehingga isi perutnya bertambah hari bertambah kotor sehingga satu waktu meledak dan ia binasa,
    Mari dihari-hari ini, di dalam ibadah, TUHAN mau memeteraikan kepada kita yaitu nomor satu meterai Firman terutama Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang dapat menusuk dahi/ditulis di dahi dan menusuk hati/ditulis di hati sehingga Firman menjadi iman dan kita dapat menyadari dan mengakui dosa-dosa kita.
    Sesudah percaya, maka di ay 37 >>> ‘apakah yang harus kami perbuat”? perbuat = tangan/mempraktekkan Firman. Sesudah Firman ditulis di dahi kita sehingga kita mengerti Firman; kemudian hati ditusuk oleh Firman sehingga kita menjadi yakin dan mengetahui/menyadari dan mengakui kesalahan kita serta mempraktekkan Firman. Ini adalah sikap yang positif. Mempraktekkan Firman = tangan ditusuk/dipotong oleh Firman dan hasilnya kita mengalami penyucian.
    Penyucian yang dimulai dari pikiran >>> Filipi 3 : 12 – 14,
    12. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
    13. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
    14. dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

    Inilah kita mengalami proses penyucian yang dimulai dari aku melupakan apa yang telah di belakangku = ingatan/angan-angan hati harus disucikan dari dosa-dosa masa lalu dan dari segala macam yang ada di belakang bahkan dari kebanggaan-kebanggaan dan kalau kita sudah disucikan dari apa yang di belakang, kita dapat berlari-lari menuju kepada tujuan/kesempurnaan. Selama dahi/apa yang di belakang belum disucikan/dilupakan, maka kita tidak akan pernah dapat menjadi sempurna, justru akan dicap oleh antikrist.
    Bangsa Israel beribadah >>> Harun mengatakan:”inilah allah kita yang mengeluarkan kita dari Mesir” tetapi sesungguhnya mereka menyembah anak lembu emas/menyembah berhala. Nanti akan banyak terjadi di dalam gereja TUHAN yang berkata >>> ’inilah ALLAH Yang dahsyat Yang kita sembah’, tetapi kalau dahi belum disucikan/belum ada pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka akan berbahaya sebab sesungguhnya mereka itu menyembah anak lembu emas/menyembah antikrist.
    Rasul Paulus mengatakan ‘aku telah melupakan apa yang di belakangku’ berarti rasul Paulus mengalami penyucian dari ingatan/angan-angan hati/dosa-dosa bahkan kebanggaan-kebanggaan yang ada di belakang baru kita dapat mencapai berlari-lari kepada tujuan = mencapai kesempurnaan. Berlari = perjalanan hidup yang terus di sucikan sampai kita berhasil menangkap kesempurnaan >>> menjadi sempurna seperti TUHAN YESUS. Kita sudah ditebus oleh Darah YESUS sebab tadinya kita sebagai bangsa kafir berada di luar bait ALLAH dan TUHAN juga ingin memberi meterai. Antikrist mau memberi meterai tetapi Tuhan juga mau memberi meterai.
  2. Kita memang belum sempurna seperti yang juga dikatakan oleh rasul Paulus tetapi kita harus terus mengalami proses penyucian. Sementara kita sudah memiliki tanda-tanda penyucian/disucikan, maka TUHAN mau memberi meterai yang kedua yaitu meterai Nama TUHAN di dahi, dan ini hanya diperuntukkan bagi orang yang suci.
    Keluaran 28 : 36, Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.
    Dulu, imam besar memakai serban yang ada patam di atasnya bertuliskan Nama TUHAN. Kudus >>> orang yang mengalami penyucian yang boleh memakai meterai Nama TUHAN
    Di dalam ktb perj.baru >>> Wahyu 7 : 3, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
    Wahyu 14 : 1, Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    Wahyu 14 : 1 ini adalah inti dari Mempelai yang ditulis Nama TUHAN. Jadi, meterai Nama TUHAN diberikan kepada hamba-hamba TUHAN yang mengalami penyucian/yang hidup suci. Memang belum sempurna tetapi mereka sudah mengalami proses penyucian sebab mereka di meterai dengan Firman ALLAH/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Selanjutnya di dalam Wahyu 14 : 1, meterai diberikan kepada Mempelai Wanita TUHAN. TUHAN memberikan meterai Nama TUHAN supaya apa?
    Supaya kita:
    • selalu ingat/selalu setia kepada TUHAN. Jangan melupakan TUHAN di manapun, situasi apapun, sebab begitu kita melupakan TUHAN, maka kita tidak memiliki meterai Nama TUHAN, maka antikrist yang akan memberikan meterainya.
    • dapat mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.

Kalau kita sudah dimeterai dengan Nama TUHAN/dahi, hati dan tangan dimeterai dengan Nama TUHAN, maka posisi kita berada di >>> Kidung Agung 8 : 6, Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Kegairahan = cemburu seperti dunia orang mati.
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu >>> ini adalah hal yang luar biasa. Mari! sekarang ini kalau kita mau dimeterai, kita jangan menjadi seperti bangsa Israel yang tetap dengan pikiran yang lama dan belum disucikan sehingga dapat dimeterai oleh antikrist. Dulu bangsa Israel menyembah berhala, untuk sekarang menyembah antikrist. Tetapi sekarang ini biarlah kita mau menerima meterai TUHAN/meterai Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua pada dahi, di dalam hati dan pada tangan dan juga meterai Nama TUHAN.

Jika dua macam meterai ini kita terima, maka kita dapat selalu mengingat kepada TUHAN, mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu dan juga setia kepada TUHAN maka posisi kita >>> meteraikan aku pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu = seperti bayi di dalam Gendongan Tangan TUHAN. Inilah posisi dari kehidupan yang mau diberi meterai oleh TUHAN. Kalau bayi berada di dalam Gendongan Tangan TUHAN, maka TUHAN selalu mengingat/TUHAN tidak akan pernah melupakan >>> Yesaya 49 : 14, 15,
14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Ay 14 >>> bangsa Israel berada di dalam keadaan terjepit.
Kalau posisi kita:

  • dimeterai oleh TUHAN.
  • dimeterai oleh Firman, sehingga kita mengalami penyucian.
  • dimeterai oleh kasih TUHAN >>> kita selalu ingat kepada TUHAN, setia kepada TUHAN dan mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu dengan praktek taat dan dengar-dengaran maka posisi kita seperti bayi dalam Gendongan Tangan TUHAN.

Maafkan bagi para ibu-ibu, sebab ada ibu di dunia ini yang melupakan bayinya dengan membuang bayinya sendiri tetapi TUHAN katakan: ‘Aku tidak akan pernah melupakan engkau’ = tetap berada di dalam Gendongan Tangan TUHAN. Inilah posisi kita sehingga kita benar-benar aman sebab TUHAN Yang memiliki kita, bukan dimiliki oleh antikrist. TUHAN sudah menebus kita dengan DarahNYA sehingga kita masuk/datang ke dalam rumah ALLAH, tetapi sampai di dalam rumah ALLAH kita dicap oleh antikrist >>> betapa sedihnya Hati TUHAN.

Jika sekarang ini kita berada di dalam keadaan apapun, mungkin berada di dalam kesulitan ekonomi, kita mencoba dengan membandingkan posisi dari seorang bayi yang ditinggal oleh ibunya dan ini merupakan keadaan yang paling berat. Sampai-sampai TUHAN berkata: ‘sekalipun ibu melupakan bayinya, Aku tetap menggendong kamu’. Banyak dari kita berada di dalam kesulitan/kesukaran sampaipun keadaan kita seperti bayi yang ditinggal oleh ibunya tetapi TUHAN tidak melupakan kita.

Apa yang dapat diperbuat oleh seorang bayi yang ditinggal oleh ibunya? Sudah ada contoh di dalam alkitab dari seorang bayi yang ditinggal oleh ibunya yaitu bayi Musa yang ditinggal dan dibuang ke S.Nil. Mungkin keadaan kita seperti itu, yang selain tidak berdaya, tetapi juga harus berhadapan dengan maut.

Saya memiliki pengalaman dari keponakan saya >>> jangankan ditinggal oleh ibunya, mau disapih/dicerai susu saja menjadi sangat rewel, sampai di dada ibunya diberi gambar tengkorak dengan maksud supaya sang bayi menjadi takut, tetapi ternyata tidak takut. Akhirnya diberi sesuatu yang pahit, barulah si bayi dapat disapih. Bayi disapih saja menjadi goncang, apalagi ditinggal oleh ibunya >>> bagaimana keadaannya? Hanya berhadapan dengan maut.

Mari! mungkin sekarang ini saudara bagaikan tidak memiliki harapan seperti seorang bayi yang ditinggal oleh ibunya >>> disapih/mungkin sumber penghasilan hilang, sudah menjadi bingung >>> sudah enak-enak bekerja, tahu-tahu di p.h.k dan ini bagaikan di sapih, ini banyak terjadi di Indonesia. Tetapi kalau kita selalu ingat kepada TUHAN/kita dimeterai Nama TUHAN/dimeterai dengan kesucian maka TUHAN juga akan mengingat kepada kita/TUHAN tetap menggendong kita apapun keadaan kita sekarang ini. Saya berbahagia berada di bawah Kaki TUHAN, dan menyerahkan hidupku sehingga apapun bentuk ancaman maut, TUHAN tetap menggendong kita.

  • Jika kita digendong oleh TUHAN, maka hasil yang pertama:
    • Tangan belas kasihan TUHAN Yang memelihara kita secara ajaib >>> bayi yang tidak dapat berbuat apa-apa tetapi dapat makan, ini merupakan hal yang ajaib. Bagi anak-anak termasuk saya, jika sudah besar, kita jangan melawan orang tua, sebab dulu kita tidak dapat melakukan apapun, tangan orang tua yang melakukan semuanya untuk kita. Kita jangan melawan TUHAN dan juga jangan melawan orang tua.
    • Tangan TUHAN memelihara dan melindungi secara ajaib dan juga menolong kita secara ajaib. Bahkan Tangan TUHAN melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan. Ini semuanya, kalau kita berada di dalam Gendongan Tangan TUHAN.
  • Hasil yang kedua >>> Wahyu 22 : 3, 4,
    3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

    Tangan belas kasihan TUHAN akan meninggikan/mengangkat kita >>> mulai di dunia ini, kita tidak dipermalukan sampai kita diangkat nanti di Tahta kerajaan surga bersama-sama dengan TUHAN untuk selama-lamanya. Kita menjadi milik TUHAN, siang malam kita menyembah Dia untuk selama-lamanya.

Bagi kaum muda, saudara tidak perlu takut menghadapi masa depan asal sekarang ini saudara mau dimeterai oleh TUHAN. Jangan seperti bangsa Israel yang kelihatan beribadah kepada TUHAN, tetapi sesungguhnya mereka itu dimeterai oleh antikrist karena mereka menyembah anak lembu emas.

Itu sebabnya sekarang ini kita harus yakin bahwa kita benar-benar dimeterai oleh Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga:

  • kita disucikan dari ingatan, dari segenap perjalanan hidup >>> perbuatan dan perkataan kita disucikan.
  • dimeterai dengan Nama YESUS >>> kita selalu mengingat kepada TUHAN, selalu setia kepada TUHAN, mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu/taat dan dengar-dengaran, maka ini sudah cukup bagi kita untuk berada di dalam Gendongan Tangan TUHAN dan
  • TUHAN mampu memelihara, melindungi, menolong dan melakukan apa saja.
  • Tangan TUHAN mampu mengangkat/meninggikan kita sehingga di dunia ini kita tidak dipermalukan sampai nanti kita akan diangkat ke Tahta kerajaan surga /Yerusalem Baru. Kita menjadi milik TUHAN/menjadi Mempelai Wanita TUHAN selama-lamanya. Siang dan malam kita hanya menyembah TUHAN.

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Maret 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manokwari)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top