English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 06 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Februari 2014)
Tayang: 01 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 April 2014)
Tayang: 30 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 15 Juli 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 29 Juni 2008

Kita masih tetap membahas srt Yudas yang di dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba/tudung penghukuman. Tudung itu berarti suatu perlindungan dan pemeliharaan TUHAN terhadap gereja yang benar bagaikan gandum yang akan dimasukkan ke dalam lumbung dan sekaligus merupakan pemisahan dengan gereja yang palsu/bagaikan ilalang yang akan dibakar habis.

Ada empat macam gereja yang palsu yaitu;

  • gereja yang tidak tergembala >>> ay 4.
  • gereja sistim taurat >>> ay 5.
  • gereja setan >>> seperti Sodom dan Gomora >>> ay 6 & ay 7.
  • gereja daging >>> mulai ay 8.

Kita sudah mempelajari tanda-tanda dari gereja daging yang dimulai dari ay 8, sekarang ini kita akan mempelajari tanda selanjutnya dengan membaca
Yudas 1 : 13, >>> gereja daging
Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri;mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
Jadi gereja palsu/gereja daging itu bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. Tadinya seperti bintang yang bercahaya tetapi di tempatkan di tempat yang gelap dan ini namanya adalah bintang yang gugur/yang binasa untuk selama-lamanya. Sekarang ini kita membahas tentang bintang.

Di dalam dunia, bintang secara jsmani ini sangatlah di dambakan dan diperebutkan oleh manusia di dunia. Contohnya: menjadi bintang radio, bintang lapangan hijau dllnya dan ini sangatlah diupayakan. Untuk menjadi bintang lapangan hijau, tidak begitu saja dengan tiba-tiba masuk lapangan tetapi harus melalui proses dengan masuk ke klub sepak bola dan kemudian harus terus berlatih. Tetapi bintang di dunia ini cepat pudar dan lenyap.

Sekarang, kita berbicara tentang bintang yang rohani dan di dalam alkitab menunjuk pada:

  • gembala sidang jemaat >>> gembala adalah bintang di dalam sidang jemaat. Di dalam ktb Wahyu >>> tuliskanlah surat kepada malaikat sidang jemaat. Selain sebagai malaikat, gembala itu juga bintang di dalam sidang jemaat.
  • kehidupan yang dipakai oleh TUHAN = imam – imam dan raja-raja. Jika hendak menjadi kehidupan yang dipakai oleh TUHAN, juga tidak begitu saja tetapi juga harus melalui proses.

Proses untuk menjadi bintang yang rohani yaitu:
1 Petrus 2 : 9, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Jadi proses untuk menjadi bintang adalah kehidupan yang dipanggil dan dipilih oleh TUHAN.
Dipanggil = dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib/dipanggil dari kehidupan yang berdosa menjadi kehidupan yang dibenarkan/diselamatkan oleh TUHAN.
Langkah-langkah dari dipanggil dan diselamatkan, dimulai dari:

  1. percaya kepada YESUS yang di dalam tabernakel berarti kita masuk ke dalam pintu gerbang (gbr: http://www.gptkk.org/pelataran.php) >>> tadinya kita manusia berdosa yang berada di padang gurun dunia, menerima panggilan TUHAN untuk diselamatkan dengan langkah masuk pintu gerbang. Musa diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat miniatur kerajaan surga di bumi yang namanya tabernakel dan orang yang beredar-edar di padang gurun, dipanggil untuk masuk ke pintu gerbang/percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman/injil.
  2. Bertobat >>> mezbah korban bakaran (gbr: http://www.gptkk.org/mkb.php) >>> berhenti berbuat dosa/jangan mengulang-ulang dosa dan kembali kepada TUHAN. waktu yang lalu, bangsa Israel jika mereka hendak menyelesaikan dosa/mengalami pengampunan dosa, maka mereka membawa binatang-binatang untuk dikorbankan. Binatang-binatang itu disembelih dan dikorbankan di atas mezbah korban bakaran untuk menghapus dosa. Sekarang korban-korban binatang itu sudah digenapi oleh Korban YESUS di atas kayu salib sehingga kita tidak perlu lagi membawa binatang dlsbnya.
  3. Baptisan air >>> kolam pembasuhan (gbr: http://www.gptkk.org/bejana.php).
  4. Baptisan Roh Kudus >>> pintu kemah (gbr: http://www.gptkk.org/kemah.php) Baptisan air dan baptisan Roh Kudus saya jadikan satu = lahir baru = hidup baru = hidup di dalam kebenaran = selamat. Kita harus memeriksa hidup kita supaya semuanya harus berada di dalam kebenaran yang dimulai dari perkara-perkara kecil seperti surat-surat, keuangan, naik sepeda harus memiliki s.i.m yang benar >>> ini namanya selamat. Jika kita naik sepeda motor tanpa s.i.m, belum tentu kita akan selamat, sebab di mana kebenarannya? Kalau terjadi sesuatu, kemudian meninggal dunia, bagaimana? sementara berada dalam situasi tidak benar, apakah bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya? Tentunya tidak bisa.

Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh tentang kebenaran ini, sebab kebenaran ini seharga dengan Darah YESUS. Kalau sesuatu yang tidak benar itu tetap kita pertahankan, maka ini sepertinya kita keluar dari pintu gerbang dan kita akan mengembara lagi di dunia yang gelap dan hanya menanti kebinasaan/masuk neraka untuk selama-lamanya.

Mari! kita semua kembali memeriksa bagaimana panggilan masing-masing untuk diselamatkan dan dibenarkan dengan empat langkah sebab ini merupakan dasar yang tanpa ini, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Semoga kita dapat mengerti.

Kita jangan merasa puas jika sudah hidup di dalam kebenaran, sebab TUHAN Sendiri mengatakan bahwa banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Banyak orang yang berkata bahwa mereka sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus dan sudah lebih hebat dari pendetanya sehingga sudah tidak perlu beribadah di gereja >>> tunggu dulu! Jadi harus masuk proses selanjutnya yaitu >>>

Dipilih = dari sekian banyak, yang diambil hanya satu untuk disucikan >>> jadi ini bukan sembarangan.
Jadi kehidupan yang dipilih adalah kehidupan yang disucikan dan hidup di dalam kesucian. Kesucian ini lebih tinggi dari kebenaran. ‘kamulah bangsa yang kudus’ >>> ini adalah orang yang dipilih oleh TUHAN.

Manusia daging ini ditandai dengan ambisi, emosi, hawa nafsu, semua tanda ini adalah dosa. Jadi bagaimana supaya kita hidup suci? Untuk hidup benar adalah percaya, bertobat, dibaptis air dan dibaptis dengan Roh Kudus. Sekarang bagaimana supaya kita dapat hidup suci?

Syarat/langkah untuk dapat hidup suci yaitu:

  1. harus disucikan oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua >>> harus mengalami pekerjaan dari Firman pengajaran/Firman penyucian. Itu sebabnya di dalam gereja, selain ada Firman penginjilan untuk memanggil jiwa-jiwa baru, tetapi harus ditingkatkan dengan memilih jiwa-jiwa yang sudah dipanggil. Dipilih ini, lewat Firman pengajaran yang mutlak harus ada di dalam gereja.
    Ibrani 4 : 12, 13,
    12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Jadi kita harus menerima pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yaitu Firman pengajaran/Firman penyucian.
    Apa yang harus disucikan? Dimulai dari pusat yaitu *hati dan pikiran yang harus disucikan >>> ay 12.
    Ada banyak hal yang harus disucikan >>> Matius 15 : 18, 19,
    18. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
    19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
    Ada tujuh dosa dan angka tujuh adalah angka sempurna dan ini yang harus disucikan sebab itu berarti kesempurnaan di dalam kenajisan. Jadi penyucian yang pertama adalah penyucian hati dari tujuh dosa yang merupakan kesempurnaan di dalam kenajisan sehingga akan menjadi perempuan Babel. Itu sebabnya kalau kita mau disucikan, maka kita dapat menjadi seperti YESUS Yang suci dan sempurna.
    Kemudian penyucian *sendi, sendi ini adalah hubungan antara dua tulang >>> hubungan kita dengan sesama juga harus disucikan. Jika sendi itu kotor/tidak baik, maka akan menjadi sakit jika digerakkan, lama kelamaan bisa menjadi cacat. Itu sebabnya harus dibersihkan/disucikan >>> 2 Korintus 12 : 20, Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
    Aku kuatir >>> Paulus kuatir bukan karena sidang jemaat kekurangan beras dan lainnya yang bersifat jasmani.
    Baik sebagai seorang hamba TUHAN, maupun sebagai jemaat, masing-masing harus memeriksa/disucikan sendinya. Daripada berbisik-bisik, lebih baik berterus terang.
    Setelah hati dan sendi-sendi sudah disucikan, maka akan dilanjutkan dengan penyucian *kerongkongan/mulut, jika mulut sudah disucikan >>> selesai! kita benar-benar disempurnakan >>> Mazmur 149 : 6, Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
    Ada di tangan = diterima. Jika kita mau menerima/mempraktekkan pedang bermata dua, maka akan ada penyucian kerongkongan/mulut sampai mulut kita kalau ‘ya’, kita katakan ‘ya’ dan kalau ‘tidak’ kita katakan ‘tidak’ = tidak berkata dusta lagi sampai tidak bersalah lagi dalam perkataan >>> Yakobus 3 : 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
    Kalau mulut sudah tidak salah lagi dalam perkataan, maka ia dapat mengendalikan seluruh tubuhnya = sempurna = Tubuh Kristus yang sempurna.
    Mari saudaraku! Sekarang ini kita dipanggil untuk dapat menjadi bintang; di dunia mereka berlomba-lomba untuk menjadi bintang. Mari! di dalam kerajaan surga, kita juga berlomba-lomba untuk menjadi bintang yaitu kehidupan yang dipakai oleh TUHAN menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Dengan proses:
    • terlebih dahulu dipanggil untuk memantapkan keselamatan dan kebenaran >>> hidup dalam kebenaran.
    • kemudian dipilih dan disucikan dengan proses harus dapat menerima pe-
      kerjaan dari pedang bermata dua yang menyucikan hati, sendi sampai menyucikan mulut kita sehingga kita menjadi tidak bercela/sempurna.
  2. Imam – imam harus hidup di tempat yang suci yaitu di dalam ruangan suci.
    Sekalipun sudah disucikan, tetapi seorang imam dapat menjadi tidak suci lagi, sudah terkena pekerjaan pedang, masih harus disucikan lagi.
    Imamat 21 : 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
    Dulu jaman Musa, tiga macam alat yaitu pelita emas, meja roti sajian dan mezbah korban bakaran di dalam ruangan suci harus ada dan juga sudah ditentukan masing-masing alat memiliki ukuran tersendiri.
    Pelita emas itu terbuat dari emas seberat satu talenta, ukuran ini kurang lebih seberat tigapuluh empat kilogram. Emas ini tidak dicor, tetapi ditempa. Banyak orang yang mengatakan untuk tidak mempelajari tabernakel karena itu adalah taurat >>> tidak! Sebab kalau taurat, maka saya bersama saudara akan membuat pelita emas, meja roti sajian dan mezbah dupa. Sekarang di dalam arti rohani, pengajaran tabernakel justru menggenapi taurat. Sehingga yang jasmani menjadi rohani.
    Sebagai contoh:
    di dalam hukum taurat dikatakan ‘jangan berzinah’ >>> ini secara tubuh/jasmani, tetapi di dalam perjanjian baru yang menggenapkan hukum taurat mengatakan ‘siapa yang memandang perempuan dan ada keinginan di dalam hatinya, maka ia sudah berbuat zinah’/ >>> arti rohani dan ini arti yang lebih meningkat.

Itu sebabnya imam-imam jangan keluar dari tempat kudus/suci supaya tidak melanggar kekudusan, sebab kalau keluar, maka tidak bisa menjadi suci. Tetapi kalau kita berada di dalam ruangan suci = tergembala/berada di dalam kandang penggembalaan sehingga kita akan diurapi dengan minyak urapan yang suci sehingga kita hidup suci dan dikhususkan/diistimewakan.

Tadi oleh Firman/pedang, kita disucikan/hati dan sendi ditusuk tetapi seringkali sudah ditusuk, kita berbuat dosa lagi. Itu sebabnya kita perlu untuk berada di dalam ruangan suci/di dalam kandang penggembalaan yaitu ketekunan di dalam tiga macam ibadah = tergembala sebab di sini kita mendapatkan minyak urapan yang suci menjamin kesucian/kita hidup di dalam kesucian dan kita dikhususkan/diistimewakan oleh TUHAN seperti Yusuf. Dari sekian saudara-saudaranya, Yusuf ini istimewa, ia tergembala, ia hidup suci/tidak berkompromi/mengambil hati/cari muka dengan kakak-kakaknya sebab ia dibenci oleh kakak-kakaknya itu. Seringkali kita mengorbankan kebenaran dan kesucian untuk mencari muka demi kedudukkan atau sesuatu >>> jangan lakukan! Yusuf, biar ia harus dipukul, harus dibuang ke dalam sumur, ia tetap menjaga panggilan dan pilihan yaitu kebenaran dan kesucian. Inilah keistimewaan dari Yusuf dan karena ia dianggap istimewa oleh bapaknya, maka ia diberikan jubah yang maha indah/karunia Roh Kudus.

Kejadian 37 : 2, 3 >>> inilah Yusuf, orang yang diistimewakan.
2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Biasa >>> untuk sekarang berarti ketekunan. Bagi orang tua yang memiliki anak-anak muda, mari didorong untuk tekun di dalam penggembalaan sebab orang muda itu berada dalam kondisi dari kuat-kuatnya daging di dalam segala hal dan kalau tidak digembalakan, akan benar-benar sulit untuk hidup suci sebab daging yang kuat itu seperti kuda yang liar. Ini merupakan pelajaran yang sangat jelas dan luar biasa. YESUS pada usia duabelas tahun, IA berada di dalam bait ALLAH menghadapi guru-guru, dan bertanya jawab tentang pengajaran. YESUS bukan belajar >>> banyak orang yang berkata bahwa YESUS belajar dari guru-guru >>> tidaklah demikian sebab ayat mengatakan ‘bahwa orang heran’ .

Saya pernah kedatangan tamu seorang mahasiswa yang berkata bahwa kita perlu banyak belajar seperti YESUS. Saya bertanya kepadanya, di mana ayatnya? Ia menjawab, bahwa YESUS banyak belajar dari guru-guru. Saya katakan, untuk membaca ayat-ayat itu dengan benar. Inilah saudaraku! sekarang ini Firman itu dibolak-balik, itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh berhati-hati. YESUS sudah memberi contoh >>> di saat berusia duabelas tahun IA sudah dalam Firman pengajaran. Yusuf juga memberi contoh >>> dalam usia tujuhbelas tahun, ia sudah berada di dalam penggembalaan. Jadi, usia duabelas sampai tujuhbelas tahun adalah usia yang efektif untuk tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar, sebab di situ kuat-kuatnya daging, sebab kalau tidak tergembala, dapat menjadi kuda liar. Jika ada orang tua yang berpikir bahwa sangatlah susah membawa anak muda ke dalam penggembalaan >>> silahkan! Daripada anak itu sudah menjadi kuda liar, maka akan menjadi lebih susah lagi, jangankan mau di antar, mau dipegang saja, sudah terkena tendangannya. Ini adalah hal yang sangat serius. Saya tidak mempelajari ilmu kejiwaan tetapi saya hanya belajar dari alkitab saja yaitu dari YESUS Yang sudah memberi contoh duabelas dan Yusuf tujuhbelas.

Kejadian 37 : 2b Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. >>> ini adalah penyucian mulut. Bisa saja Yusuf mengabarkan bahwa keadaan kakak-kakaknya itu baik-baik saja sekalipun ia mengetahui bahwa kakak-kakaknya itu berbuat kejahatan supaya ia tidak disakiti oleh mereka.Tetapi Yusuf tidak mau menutupi kejahatan, ia menanggung risiko dengan tetap mempertahankan kebenaran dan kesucian yang merupakan ciri dari orang yang tergembala, bukan kuda liar. Kalau kuda liar, diberi uang sedikit saja, sudah menjadi lain/berubah karena tidak tergembala/daging.

Kejadian 37 : 3, Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Yusuf dikhususkan/diistimewakan dari anak-anak yang lain sebab ada bukti bahwa Yusuf itu tergembala dan ada bukti ia hidup suci.
Diberi jubah maha indah = karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan pelayanan sehingga kita bisa menjadi imam-imam dan raja-raja. Jubah maha indah itu harus kita miliki, sebab kalau tidak, maka kita akan menjadi telanjang. Sehebat apapun manusia di dunia ini, tetapi sebelum ia menerima jubah maha indah, sebelum ia memiliki karunia dan jabatan pelayanan dalam Tubuh Kristus, hidupnya belumlah indah.

Bagi kaum muda perhatikan! Sebelum saudara memiliki jubah maha indah yang adalah karunia dan jabatan, maka hidup dan masa depan saudara belumlah indah sekalipun saudara memiliki ijazah yang tinggi sebab itu berarti saudara masih telanjang >>> tidaklah indah bahkan cenderung dipermalukan. Dan bagi yang sudah memiliki jubah, janganlah ditinggalkan sebab itu berarti saudara kembali menjadi telanjang/hilang keindahannya/dipermalukan. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau ada bukti-bukti kita tergembala, kita hidup suci maka itu berarti kita sudah diberi karunia dan jabatan; bukan orang yang pandai atau bodoh, bukan orang kaya atau miskin, senior/yunior, ganteng/jelek, gedung gereja yang besar/kecil >>> bukan ini yang dipandang oleh TUHAN untuk menjadi orang yang diistimewakan/yang diberi jubah tetapi apakah kehidupan itu kudus/suci atau tidak.

Efesus 4 : 7, 11, 12,
7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kasih karunia = karunia Roh Kudus = karunia ajaib agar kita bisa melakukan pelayanan. Karunia Roh Kudus >>> melebihi ijazah, kesenioran ataupun pengalaman, uang dlsbnya.
Orang kudus >>> bukan orang senior, yunior, kaya atau miskin, tetapi orang kudus yang dilengkapi/diberi perlengkapan oleh TUHAN dengan jubah maha indah yaitu karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan.

Jika pelayanan kita itu ditandai dengan kesucian, maka arahnya jelas yaitu kepada pembangunan Tubuh Kristus. Tetapi kita harus berhati-hati, sebab banyak pelayanan tanpa kesucian sehingga mengarah kepada Babel. Ini sangat ironis, sebab di kira melayani TUHAN tetapi karena tanpa kesucian, maka akan mengarah kepada pembangunan Babel.

Itu sebabnya saya katakan, kalau menurut saya, lebih baik ibadah di tempat ini cukup sekali dalam seminggu kita bertemu, lebih enak untuk daging saya. Tetapi hal itu tidak sesuai dengan Firman TUHAN >>> mau dibawa kemana sidang jemaat, apakah mau dibawa kepada Babel? Mari! biarlah kita dipanggil, dipilih oleh pekerjaan Firman sehingga kita hidup suci dan juga hidup suci di dalam penggembalaan yaitu ketekunan di dalam tiga macam ibadah/di dalam ruangan suci. Supaya bertambah nyata perlengkapan dari TUHAN yaitu karunia dan jabatan; sebagai seorang gembala, maka karunia dan jabatannya bertambah nyata dan juga bertambah mantap. Demikian juga dengan saudara, sebagai pemain musik, sebagai penyanyi lebih jelas disucikan, akan lebih jelas lagi pemakaian TUHAN dan kita bagaikan bintang-bintang yaitu kehidupan yang dipakai oleh TUHAN menjadi imam dan raja.

Inilah proses menjadi bintang yaitu:

  • kita dipanggil terlebih dahulu >>> hidup dalam kebenaran, kemudian
  • kita dipilih >>> hidup dalam kesucian >>> kita mau ditusuk oleh pedang dan juga mau benar-benar digembalakan di dalam kandang penggembalaan, maka di sinilah kita diistimewakan/dikhususkan dan diberi jubah maha indah sehingga kita disebut imam dan raja/bintang-bintang yaitu kehidupan yang dipakai oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi, di dalam srt Yudas dikatakan bahwa gereja daging ini awalnya adalah bintang, tetapi sesudah itu, bintang dibuang ke dunia yang kelam/kebinasaan = bintang yang gugur. Itu sebabnya, sesudah menjadi bintang/kehidupan yang dipakai oleh TUHAN dengan jabatan apa saja yaitu sebagai gembala, rasul, guru, penginjil, pembersih gereja, pemain musik dlsbnya harus menjaga supaya jangan menjadi bintang yang gugur/gereja daging.

Sebagai contoh: di dalam ktb perjanjian lama adalah Lucifer yang adalah pemimpin pujian dan musik. Lucifer adalah bintang kejora, putera fajar, tetapi karena sombong dan lima kali berseru >>> ‘aku hendak’ dan ini adalah puncak kesombongan sehingga ia dicampakkan ke dalam bumi yang paling bawah/bumi yang kelam/alam maut.

Yesaya 14 : 12 – 14,
12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Bagi pemimpin musik dan paduan suara harus berhati-hati, sebab ada kecenderungan untuk menjadi sombong. Lima kali berkata ‘aku hendak’ = puncak kesombongan sehingga ia direndahkan di tempat yang paling rendah/bumi yang paling bawah/alam maut/kebinasaan. Mengapa saya berkata bahwa ini adalah puncak dari kesombongan? Karena angka lima ini adalah angka dari luka YESUS.

YESUS dengan lima luka = puncak dari kerendahan hati/mau taat sampai mati di kayu salib dengan lima luka. Sehingga YESUS ditinggikan di tempat yang paling tinggi yaitu duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa.

Sekarang kita mengikuti proses menjadi bintang. Bagi saudara yang belum masuk dalam baptisan air >>> mari berdoa agar menerima panggilan TUHAN. Dan bagi yang sudah dibaptis air dan juga baptis Roh Kudus >>> mari menerima pilihan TUHAN dengan ditusuk oleh pedang. Pilihan itu bukan berarti kita dielus-elus >>> tidak! Tetapi ditusuk dengan pedang. Sebab masuk pilihan berarti masuk dalam kandang penggembalaan sehingga sudah tidak dapat ini dan itu lagi karena kita sudah berada di dalam ruangan suci, maka daging ini sudah dibendung/jangan lagi menjadi kuda liar.

Contoh di dalam ktb perjanjian baru Yudas yang adalah rasul, ia juga bintang, tetapi ia gugur karena apa? Karena isi perutnya yang kotor/mempertahankan kekotoran itulah keinginan akan uang/terikat akan uang sehingga ia menjadi pencuri/mencuri milik TUHAN yaitu mencuri persepuluhan dan persembahan khusus. Berapa banyak kita melayani, tetapi kita menjadi pencuri dan ini di mulai dari saya/gembala diperiksa. Saya mengajarkan di Lempin-El, kalau anak TUHAN tidak mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus = menipu/mencuri. Tetapi kalau seorang gembala yang sudah mengajarkan tentang persepuluhan, tetapi ia sendiri tidak mengembalikan persepuluhan = penipu ulung/pencuri ulung.

Berapa banyak nanti bintang yang gugur. Sudah berada di atas tetapi ditarik oleh ikatan akan uang sehingga gugur ke bawah karena tidak mengembalikan/mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Itu sebabnya kita harus berdoa sekarang ini. Bagi yang belum menjadi bintang/masih separuh jalan yaitu baru dipanggil, mari! masuk pilihan dan jangan ragu-ragu. Dan bagi yang sudah dipanggil dan dipilih, sudah memiliki jubah >>>mari pertahankan! Jangan dilepas. Jangan gugur seperti Lucifer karena kesombongan dan juga Yudas karena ikatan akan uang.

Nanti yang akan terjadi lagi, lebih dahsyat sebab dulu hanya satu orang Lucifer dan satu orang Yudas, tetapi nanti yang akan datang adalah sepertiga bintang di langit yang akan gugur >>> Wahyu 12 : 3, 4a,
3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Ekor = ajaran-ajaran palsu/ajaran-ajaran sesat. Dan ini adalah hal yang lebih dahsyat. Kesombongan dan keuangan sudah menjatuhkan dan nanti akan diulangi lagi tetapi ditambah dengan ajaran-ajaran sesat yang akan menyeret sepertiga bintang di langit.
Jatuh ke bumi = jatuh ke dalam dunia yang paling bawah/alam maut/kebinasaan.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa ekor itu adalah ajaran sesat? Jawabannya ada di dalam Yesaya 9 : 14, Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
Ajaran-ajaran sesat/ekor ini akan menyeret sepertiga bintang di langit itulah kehidupan yang sudah dipakai oleh TUHAN >>> gembala-gembala diseret masuk ke dunia alam maut/kebinasaan. Alm.bpk.pdt Pong seringkali mengatakan >>> kalau seorang gembala itu ia berzinah, maka hanya dia sendiri yang mati dan masuk ke dalam neraka, tetapi kalau gembala itu mengajarkan ajaran-ajaran sesat, dan ia memiliki sidang jemaat sebanyak seribu orang, maka seribu/seluruh jemaat akan masuk ke dalam neraka. Inilah sistim dari setan. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh waspada.

Kita sudah menjadi bintang, tetapi harus berhati-hati kepada:

  • Lucifer.
  • Yudas.
  • ekor naga.

Langkah-langkah/proses supaya menjadi bintang yang tidak gugur:

  1. Filipi 2 : 12 – 15,
    12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

    15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
    Harus menjadi bintang yang bercahaya. Kalau bintang itu sudah tidak bercahaya lagi, maka pasti akan gugur. Kita dipakai oleh TUHAN harus tetap bercahaya yaitu menjadi berkat bagi orang lain.
    Apa syaratnya jika ingin menjadi bintang yang bercahaya?
    • Ay 12 >>> Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
      Takut dan gentar = setia dan bertanggung jawab di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
      Mengerjakan keselamatan = ibadah pelayanan.
      Waktu aku hadir, waktu aku tidak hadir = ujian kesetiaan bagi sidang jemaat. Jika gembala tidak ada di tempat, apakah bintang-bintang itu bercahaya atau tidak? Jangan seperti Daud, yang lain pergi berperang, Daud jalan-jalan sehingga ia jatuh. Bintang yang bercahaya tidak tergantung pada manusia siapapun dia tetapi ia tergantung pada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    • Ay 14 >>> Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
      Tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah tetapi senantiasa mengucap syukur bahkan menyembah TUHAN.
      Sebagai contoh:
      Suami dan isteri sama-sama bintang dan bercahaya tetapi karena seringkali bertengkar = bintang itu bertabrakan. Karena sering bertengkar/bertabrakan, lama kelamaan akan gugur juga. Demikian juga dengan sesama imam >>> sama-sama bercahaya, sama-sama setia tetapi sering berselisih paham = bintang itu bertabrakan, lama kelamaan gugur juga. Jangan bersungut-sungut dan berbantah-bantah, tetapi kita banyak mengucapkan syukur dan menyembah TUHAN. Kalau kita selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN, maka bintang itu akan semakin bercahaya. Semoga kita mengerti.
    Inilah rahasianya, jika kita sudah menjadi bintang, jangan sampai gugur, bagaimana prosesnya agar tidak gugur? Jadilah bintang yang selalu bercahaya dengan syarat:
    • tetap setia dan bertanggung jawab di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
    • tidak bergantung pada manusia,
    • tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah = tidak bertengkar tetapi selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN.
  2. Filipi 2 : 16, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
    Berpegang teguh pada Firman kehidupan.
    Supaya bintang itu tidak gugur, selain harus tetap bercahaya yaitu tetap setia dan bertanggung jawab dan juga hindari benturan dengan banyak mengucap syukur dan menyembah TUHAN dan berpegang teguh pada Firman kehidupan. Coba kalau kita memperhatikan bintang di langit, apakah bintang itu memiliki tiang di bumu ini? kalau lampu neon, memiliki tiang untuk menopang dan itu berarti memiliki hubungan dengan bumi ini. Tetapi kalau bintang tidak memiliki tiang, ia berpegang pada Firman kehidupan. Kesalahan kita adalah, kita menjadi bintang, tetapi kita bersandar pada bumi.

Apa arti dari berpegang pada Firman kehidupan? Saya akan menerangkan tentang Firman kehidupan yang akan menjamin kehidupan kita. Namanya Firman hidup, yang tentu saja memiliki kehidupan, itu sebabnya kita tidak perlu takut.
1 Yohanes 1 : 1, Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
Jadi Firman hidup itu adalah:

  • Firman yang dapat di dengar.
  • Firman yang dapat dilihat dan
  • Dipraktekkan/diraba.

Apa arti dari Firman yang dapat didengar dan dilihat?
Lukas 2 : 20, Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Jadi arti dari Firman yang dapat didengar dan dilihat namanya Firman penggembalaan. Firman yang dapat didengar akan menjadi Wujud/dilihat, seperti bayi YESUS. Firman penggembalaan ini bukanlah teori.

Kemudian Firman dapat diraba, diraba = dipraktekkan.
Jadi berpegang pada Firman kehidupan adalah >>> berpegang teguh pada Firman penggembalaan yang dipraktekkan dan menjadi pengalaman hidup/mendarah daging. Jangan kita rubah-rubah lagi/dilepaskan sebab sebagai bintang hanya memiliki satu orbit, kalau kita berpindah-pindah ke orbit yang lain lama-kelamaan akan jatuh. Jika kita berpegang pada Firman kehidupan, maka itu akan menjamin kehidupan kita di bumi ini sampai pada kehidupan yang kekal.

Saya sudah mengatakan bahwa bintang itu tidak memiliki tiang penopang di bumi ini. kita boleh memiliki ijazah, punya toko, punya gaji yang besar >>>silahkan! Tetapi kita tidak bergantung pada hal itu. Sebab kalau kita bergantung, akan berbahaya sebab kita dapat menyembah antikrist jika antikrist berkuasa di bumi. Mari! sekalipun kita memiliki semuanya, tetapi sebagai bintang kita tidak bergantung pada semuanya itu tetapi kita bergantung pada Firman penggembalaan yang sudah menjadi pengalaman hidup/Firman yang dipraktekkan yang adalah Firman kehidupan menjamin hidup kita mulai sekarang di bumi yang sudah sulit ini sampai pada hidup kekal di surga. Semoga kita dapat mengerti.

Mari belajar, sebab semakin kita mendengar dan mempraktekkan Firman penggembalaan, akan semakin nyata hidup kita dipelihara baik sekarang sampai pada hidup yang akan datang. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau bintang itu sudah berpegang pada Firman kehidupan, ia menjadi bintang yang bercahaya, ia tidak akan gugur, posisinya aman karena ia dipegang oleh Tangan Kanan Imam Besar dan tidak akan pernah gugur >>> Wahyu 1 : 16a, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua,
Saya sudah katakan bahwa tujuh bintang adalah gembala tetapi bintang juga berarti kehidupan yang dipakai oleh TUHAN.

Kalau kita dipegang oleh Tangan Kanan Imam Besar, Tangan yang Kuat, maka hasilnya adalah:

  1. Ulangan 7 : 7, 8,
    7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
    8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

    Tangan Yang Kuat = Tangan Kanan TUHAN mampu melepaskan kita dari segala perbudakan dosa/ikatan-ikatan dosa.
    Selain kita terlepas dari perbudakan dosa, kita juga akan terlepas dari perbudakan daging dengan segala hawa nafsunya, juga dari perbudakan dunia dengan segala kesibukannya, dengan kesusahan dlsbnya. Mungkin sekarang ini kita masih terikat dengan kesibukan dunia, mari kita bersungguh-sungguh biar kita terlepas dari perbudakan sehingga tidak ada lagi ketakutan di dalam hidup kita.
  2. Yesaya 41 : 8 – 10,
    8. Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi;
    9. engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";
    10. janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

    Tangan Kanan TUHAN memberikan pertolongan dan kemenangan atas segala masalah-masalah yang kita hadapi dihari-hari ini. Banyak kesulitan dan keluh kesah dihari-hari ini, tetapi, mari! posisi yang teraman bagi kita adalah di dalam Tangan Kanan TUHAN karena TUHAN mampu memberikan pertolongan dan kemenangan atas segala masalah-masalah yang kita hadapi, sampaipun masalah yang mustahil, Tangan Kanan TUHAN mampu untuk menolong. Saat kita menghadapi masalah yang sepertinya sudah tidak ada jalan lagi, kita jangan berputus asa, tetapi, mari! biar Tangan Kanan TUHAN yang memegang dan menolong kita.
  3. Mazmur 118 : 15, 16,
    15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
    16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Tangan Kanan TUHAN meninggikan kita sampai diawan-awan bahkan sampai di tahta TUHAN. Inilah bintang-bintang yang tidak gugur tetapi justru ditinggikan diawan-awan. Bagi kaum muda, saudara akan ditinggikan pada waktunya kalau saudara berada di dalam Tangan Kanan TUHAN. Di dunia ini kita di tinggikan seperti Yusuf dengan jubahnya yang maha indah tetapi seolah-olah ia tidak memiliki masa depan karena ia berada di dalam penjara/liang tutupan dan tidak ada seorangpun yang mau melihat, semuanya terbatas.

Mungkin karena kita mempertahankan jubah maha indah seperti Yusuf sehingga tidak ada orang yang mau melihat, semuanya terbatas dan juga di hina orang, tetapi kalau posisi kita tepat, maka cepat atau lambat >>> tepat pada waktunya kita akan ditinggikan, di dunia ini sampai di awan-awan bertemu dengan YESUS sampai di tahta yang paling tinggi bersanding dengan TUHAN selama-lamanya. Kita harus yakin.
Saya ingin berteriak sekarang ini >>> terlebih dahulu untuk diriku dan juga kita sekalian >>> akan menjadi apa kalau kita tidak menjadi bintang? Kita akan telanjang. Sesudah menjadi bintang, kita harus bertahan supaya jangan gugur dan tetap bercahaya/tetap berpegang pada Firman penggembalaan yang sudah menjadi pengalaman hidup/sudah kita praktekkan/yang sudah kita akui sehingga kita akan dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN. Kita akan sungguh-sungguh terlepas dari perbudakan >>> ada kemenangan/terlepas dari segala masalah dan kita akan ditinggikan/dimuliakan, mulai di dunia sampai di tahta TUHAN.

TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Juli 2018 - 02 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top