|
Kita masih tetap membahas srt Yudas yang di dalam susunan tabernakel terkena
pada tudung kulit lumba-lumba/tudung penghukuman. Tudung itu berarti suatu perlindungan
dan pemeliharaan TUHAN terhadap gereja yang benar bagaikan gandum yang akan
dimasukkan ke dalam lumbung dan sekaligus merupakan pemisahan dengan gereja
yang palsu/bagaikan ilalang yang akan dibakar habis.
Ada empat macam gereja yang palsu yaitu;
- gereja yang tidak tergembala >>> ay 4.
- gereja sistim taurat >>> ay 5.
- gereja setan >>> seperti Sodom dan Gomora >>> ay 6 &
ay 7.
- gereja daging >>> mulai ay 8.
Kita sudah mempelajari tanda-tanda dari gereja daging yang dimulai dari ay
8, sekarang ini kita akan mempelajari tanda selanjutnya dengan membaca
Yudas 1 : 13, >>> gereja daging
Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri;mereka
bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman
untuk selama-lamanya.
Jadi gereja palsu/gereja daging itu bagaikan bintang-bintang yang baginya telah
tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. Tadinya seperti bintang
yang bercahaya tetapi di tempatkan di tempat yang gelap dan ini namanya adalah
bintang yang gugur/yang binasa untuk selama-lamanya. Sekarang ini kita membahas
tentang bintang.
Di dalam dunia, bintang secara jsmani ini sangatlah di dambakan dan diperebutkan
oleh manusia di dunia. Contohnya: menjadi bintang radio, bintang lapangan hijau
dllnya dan ini sangatlah diupayakan. Untuk menjadi bintang lapangan hijau, tidak
begitu saja dengan tiba-tiba masuk lapangan tetapi harus melalui proses dengan
masuk ke klub sepak bola dan kemudian harus terus berlatih. Tetapi bintang di
dunia ini cepat pudar dan lenyap.
Sekarang, kita berbicara tentang bintang yang rohani dan di dalam alkitab
menunjuk pada:
- gembala sidang jemaat >>> gembala adalah bintang di dalam sidang
jemaat. Di dalam ktb Wahyu >>> tuliskanlah surat kepada malaikat
sidang jemaat. Selain sebagai malaikat, gembala itu juga bintang di dalam
sidang jemaat.
- kehidupan yang dipakai oleh TUHAN = imam – imam dan raja-raja. Jika
hendak menjadi kehidupan yang dipakai oleh TUHAN, juga tidak begitu saja tetapi
juga harus melalui proses.
Proses untuk menjadi bintang yang rohani yaitu:
1 Petrus 2 : 9, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat
yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari
kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Jadi proses untuk menjadi bintang adalah kehidupan yang dipanggil dan dipilih
oleh TUHAN.
Dipanggil = dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib/dipanggil dari kehidupan
yang berdosa menjadi kehidupan yang dibenarkan/diselamatkan oleh TUHAN.
Langkah-langkah dari dipanggil dan diselamatkan, dimulai dari:
- percaya kepada YESUS yang di dalam tabernakel berarti kita masuk ke dalam
pintu gerbang (gbr: http://www.gptkk.org/pelataran.php)
>>> tadinya kita manusia berdosa yang berada di padang gurun dunia,
menerima panggilan TUHAN untuk diselamatkan dengan langkah masuk pintu gerbang.
Musa diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat miniatur kerajaan surga di bumi
yang namanya tabernakel dan orang yang beredar-edar di padang gurun, dipanggil
untuk masuk ke pintu gerbang/percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman/injil.
- Bertobat >>> mezbah korban bakaran (gbr: http://www.gptkk.org/mkb.php)
>>> berhenti berbuat dosa/jangan mengulang-ulang dosa dan kembali
kepada TUHAN. waktu yang lalu, bangsa Israel jika mereka hendak menyelesaikan
dosa/mengalami pengampunan dosa, maka mereka membawa binatang-binatang untuk
dikorbankan. Binatang-binatang itu disembelih dan dikorbankan di atas mezbah
korban bakaran untuk menghapus dosa. Sekarang korban-korban binatang itu sudah
digenapi oleh Korban YESUS di atas kayu salib sehingga kita tidak perlu lagi
membawa binatang dlsbnya.
- Baptisan air >>> kolam pembasuhan (gbr: http://www.gptkk.org/bejana.php).
- Baptisan Roh Kudus >>> pintu kemah (gbr: http://www.gptkk.org/kemah.php)
Baptisan air dan baptisan Roh Kudus saya jadikan satu = lahir baru = hidup
baru = hidup di dalam kebenaran = selamat. Kita harus memeriksa hidup kita
supaya semuanya harus berada di dalam kebenaran yang dimulai dari perkara-perkara
kecil seperti surat-surat, keuangan, naik sepeda harus memiliki s.i.m yang
benar >>> ini namanya selamat. Jika kita naik sepeda motor tanpa
s.i.m, belum tentu kita akan selamat, sebab di mana kebenarannya? Kalau terjadi
sesuatu, kemudian meninggal dunia, bagaimana? sementara berada dalam situasi
tidak benar, apakah bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya? Tentunya tidak
bisa.
Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh tentang kebenaran ini, sebab kebenaran
ini seharga dengan Darah YESUS. Kalau sesuatu yang tidak benar itu tetap kita
pertahankan, maka ini sepertinya kita keluar dari pintu gerbang dan kita akan
mengembara lagi di dunia yang gelap dan hanya menanti kebinasaan/masuk neraka
untuk selama-lamanya.
Mari! kita semua kembali memeriksa bagaimana panggilan masing-masing untuk
diselamatkan dan dibenarkan dengan empat langkah sebab ini merupakan dasar yang
tanpa ini, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Semoga kita dapat mengerti.
Kita jangan merasa puas jika sudah hidup di dalam kebenaran, sebab TUHAN Sendiri
mengatakan bahwa banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Banyak orang yang
berkata bahwa mereka sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus dan sudah lebih hebat
dari pendetanya sehingga sudah tidak perlu beribadah di gereja >>>
tunggu dulu! Jadi harus masuk proses selanjutnya yaitu >>>
Dipilih = dari sekian banyak, yang diambil hanya satu untuk disucikan >>>
jadi ini bukan sembarangan.
Jadi kehidupan yang dipilih adalah kehidupan yang disucikan dan hidup di dalam
kesucian. Kesucian ini lebih tinggi dari kebenaran. ‘kamulah bangsa yang
kudus’ >>> ini adalah orang yang dipilih oleh TUHAN.
Manusia daging ini ditandai dengan ambisi, emosi, hawa nafsu, semua tanda ini
adalah dosa. Jadi bagaimana supaya kita hidup suci? Untuk hidup benar adalah
percaya, bertobat, dibaptis air dan dibaptis dengan Roh Kudus. Sekarang bagaimana
supaya kita dapat hidup suci?
Syarat/langkah untuk dapat hidup suci yaitu:
- harus disucikan oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata
dua >>> harus mengalami pekerjaan dari Firman pengajaran/Firman
penyucian. Itu sebabnya di dalam gereja, selain ada Firman penginjilan untuk
memanggil jiwa-jiwa baru, tetapi harus ditingkatkan dengan memilih jiwa-jiwa
yang sudah dipanggil. Dipilih ini, lewat Firman pengajaran yang mutlak harus
ada di dalam gereja.
Ibrani 4 : 12, 13,
12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang
bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh,
sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati
kita.
13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab
segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita
harus memberikan pertanggungan jawab.
Jadi kita harus menerima pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang
bermata dua yaitu Firman pengajaran/Firman penyucian.
Apa yang harus disucikan? Dimulai dari pusat yaitu *hati dan pikiran
yang harus disucikan >>> ay 12.
Ada banyak hal yang harus disucikan >>> Matius 15 : 18, 19,
18. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang
menajiskan orang.
19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan,
percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Ada tujuh dosa dan angka tujuh adalah angka sempurna dan ini yang harus disucikan
sebab itu berarti kesempurnaan di dalam kenajisan. Jadi penyucian yang pertama
adalah penyucian hati dari tujuh dosa yang merupakan kesempurnaan di dalam
kenajisan sehingga akan menjadi perempuan Babel. Itu sebabnya kalau kita mau
disucikan, maka kita dapat menjadi seperti YESUS Yang suci dan sempurna.
Kemudian penyucian *sendi, sendi ini adalah hubungan antara dua tulang
>>> hubungan kita dengan sesama juga harus disucikan. Jika sendi
itu kotor/tidak baik, maka akan menjadi sakit jika digerakkan, lama kelamaan
bisa menjadi cacat. Itu sebabnya harus dibersihkan/disucikan >>>
2 Korintus 12 : 20, Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku
datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati
aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan,
iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan,
dan kerusuhan.
Aku kuatir >>> Paulus kuatir bukan karena sidang jemaat kekurangan
beras dan lainnya yang bersifat jasmani.
Baik sebagai seorang hamba TUHAN, maupun sebagai jemaat, masing-masing harus
memeriksa/disucikan sendinya. Daripada berbisik-bisik, lebih baik berterus
terang.
Setelah hati dan sendi-sendi sudah disucikan, maka akan dilanjutkan dengan
penyucian *kerongkongan/mulut, jika mulut sudah disucikan
>>> selesai! kita benar-benar disempurnakan >>> Mazmur
149 : 6, Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan
mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
Ada di tangan = diterima. Jika kita mau menerima/mempraktekkan pedang bermata
dua, maka akan ada penyucian kerongkongan/mulut sampai mulut kita kalau ‘ya’,
kita katakan ‘ya’ dan kalau ‘tidak’ kita katakan ‘tidak’
= tidak berkata dusta lagi sampai tidak bersalah lagi dalam perkataan >>>
Yakobus 3 : 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak
hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna,
yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Kalau mulut sudah tidak salah lagi dalam perkataan, maka ia dapat mengendalikan
seluruh tubuhnya = sempurna = Tubuh Kristus yang sempurna.
Mari saudaraku! Sekarang ini kita dipanggil untuk dapat menjadi bintang; di
dunia mereka berlomba-lomba untuk menjadi bintang. Mari! di dalam kerajaan
surga, kita juga berlomba-lomba untuk menjadi bintang yaitu kehidupan yang
dipakai oleh TUHAN menjadi imam-imam dan raja-raja.
Dengan proses:
- terlebih dahulu dipanggil untuk memantapkan keselamatan dan kebenaran
>>> hidup dalam kebenaran.
- kemudian dipilih dan disucikan dengan proses harus dapat menerima pe-
kerjaan dari pedang bermata dua yang menyucikan hati, sendi sampai menyucikan
mulut kita sehingga kita menjadi tidak bercela/sempurna.
- Imam – imam harus hidup di tempat yang suci yaitu di dalam
ruangan suci.
Sekalipun sudah disucikan, tetapi seorang imam dapat menjadi tidak suci lagi,
sudah terkena pekerjaan pedang, masih harus disucikan lagi.
Imamat 21 : 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus,
supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak
urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya;
Akulah TUHAN.
Dulu jaman Musa, tiga macam alat yaitu pelita emas, meja roti sajian dan mezbah
korban bakaran di dalam ruangan suci harus ada dan juga sudah ditentukan masing-masing
alat memiliki ukuran tersendiri.
Pelita emas itu terbuat dari emas seberat satu talenta, ukuran ini kurang
lebih seberat tigapuluh empat kilogram. Emas ini tidak dicor, tetapi ditempa.
Banyak orang yang mengatakan untuk tidak mempelajari tabernakel karena itu
adalah taurat >>> tidak! Sebab kalau taurat, maka saya bersama saudara
akan membuat pelita emas, meja roti sajian dan mezbah dupa. Sekarang di dalam
arti rohani, pengajaran tabernakel justru menggenapi taurat. Sehingga yang
jasmani menjadi rohani.
Sebagai contoh:
di dalam hukum taurat dikatakan ‘jangan berzinah’ >>>
ini secara tubuh/jasmani, tetapi di dalam perjanjian baru yang menggenapkan
hukum taurat mengatakan ‘siapa yang memandang perempuan dan ada keinginan
di dalam hatinya, maka ia sudah berbuat zinah’/ >>> arti rohani
dan ini arti yang lebih meningkat.
Itu sebabnya imam-imam jangan keluar dari tempat kudus/suci supaya tidak melanggar
kekudusan, sebab kalau keluar, maka tidak bisa menjadi suci. Tetapi kalau kita
berada di dalam ruangan suci = tergembala/berada di dalam kandang penggembalaan
sehingga kita akan diurapi dengan minyak urapan yang suci sehingga kita hidup
suci dan dikhususkan/diistimewakan.
Tadi oleh Firman/pedang, kita disucikan/hati dan sendi ditusuk tetapi seringkali
sudah ditusuk, kita berbuat dosa lagi. Itu sebabnya kita perlu untuk berada
di dalam ruangan suci/di dalam kandang penggembalaan yaitu ketekunan di dalam
tiga macam ibadah = tergembala sebab di sini kita mendapatkan minyak urapan
yang suci menjamin kesucian/kita hidup di dalam kesucian dan kita dikhususkan/diistimewakan
oleh TUHAN seperti Yusuf. Dari sekian saudara-saudaranya, Yusuf ini istimewa,
ia tergembala, ia hidup suci/tidak berkompromi/mengambil hati/cari muka dengan
kakak-kakaknya sebab ia dibenci oleh kakak-kakaknya itu. Seringkali kita mengorbankan
kebenaran dan kesucian untuk mencari muka demi kedudukkan atau sesuatu >>>
jangan lakukan! Yusuf, biar ia harus dipukul, harus dibuang ke dalam sumur,
ia tetap menjaga panggilan dan pilihan yaitu kebenaran dan kesucian. Inilah
keistimewaan dari Yusuf dan karena ia dianggap istimewa oleh bapaknya, maka
ia diberikan jubah yang maha indah/karunia Roh Kudus.
Kejadian 37 : 2, 3 >>> inilah Yusuf, orang yang diistimewakan.
2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi
masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya,
anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada
ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah
anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha
indah bagi dia.
Biasa >>> untuk sekarang berarti ketekunan. Bagi orang tua yang memiliki
anak-anak muda, mari didorong untuk tekun di dalam penggembalaan sebab orang
muda itu berada dalam kondisi dari kuat-kuatnya daging di dalam segala hal dan
kalau tidak digembalakan, akan benar-benar sulit untuk hidup suci sebab daging
yang kuat itu seperti kuda yang liar. Ini merupakan pelajaran yang sangat jelas
dan luar biasa. YESUS pada usia duabelas tahun, IA berada di dalam bait ALLAH
menghadapi guru-guru, dan bertanya jawab tentang pengajaran. YESUS bukan belajar
>>> banyak orang yang berkata bahwa YESUS belajar dari guru-guru >>>
tidaklah demikian sebab ayat mengatakan ‘bahwa orang heran’ .
Saya pernah kedatangan tamu seorang mahasiswa yang berkata bahwa kita perlu
banyak belajar seperti YESUS. Saya bertanya kepadanya, di mana ayatnya? Ia menjawab,
bahwa YESUS banyak belajar dari guru-guru. Saya katakan, untuk membaca ayat-ayat
itu dengan benar. Inilah saudaraku! sekarang ini Firman itu dibolak-balik, itu
sebabnya kita harus sungguh-sungguh berhati-hati. YESUS sudah memberi contoh
>>> di saat berusia duabelas tahun IA sudah dalam Firman pengajaran.
Yusuf juga memberi contoh >>> dalam usia tujuhbelas tahun, ia sudah
berada di dalam penggembalaan. Jadi, usia duabelas sampai tujuhbelas tahun adalah
usia yang efektif untuk tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar, sebab
di situ kuat-kuatnya daging, sebab kalau tidak tergembala, dapat menjadi kuda
liar. Jika ada orang tua yang berpikir bahwa sangatlah susah membawa anak muda
ke dalam penggembalaan >>> silahkan! Daripada anak itu sudah menjadi
kuda liar, maka akan menjadi lebih susah lagi, jangankan mau di antar, mau dipegang
saja, sudah terkena tendangannya. Ini adalah hal yang sangat serius. Saya tidak
mempelajari ilmu kejiwaan tetapi saya hanya belajar dari alkitab saja yaitu
dari YESUS Yang sudah memberi contoh duabelas dan Yusuf tujuhbelas.
Kejadian 37 : 2b Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya
kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. >>> ini adalah penyucian
mulut. Bisa saja Yusuf mengabarkan bahwa keadaan kakak-kakaknya itu baik-baik
saja sekalipun ia mengetahui bahwa kakak-kakaknya itu berbuat kejahatan supaya
ia tidak disakiti oleh mereka.Tetapi Yusuf tidak mau menutupi kejahatan, ia
menanggung risiko dengan tetap mempertahankan kebenaran dan kesucian yang merupakan
ciri dari orang yang tergembala, bukan kuda liar. Kalau kuda liar, diberi uang
sedikit saja, sudah menjadi lain/berubah karena tidak tergembala/daging.
Kejadian 37 : 3, Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua
anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan
ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Yusuf dikhususkan/diistimewakan dari anak-anak yang lain sebab ada bukti bahwa
Yusuf itu tergembala dan ada bukti ia hidup suci.
Diberi jubah maha indah = karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan pelayanan
sehingga kita bisa menjadi imam-imam dan raja-raja. Jubah maha indah itu harus
kita miliki, sebab kalau tidak, maka kita akan menjadi telanjang. Sehebat apapun
manusia di dunia ini, tetapi sebelum ia menerima jubah maha indah, sebelum ia
memiliki karunia dan jabatan pelayanan dalam Tubuh Kristus, hidupnya belumlah
indah.
Bagi kaum muda perhatikan! Sebelum saudara memiliki jubah maha indah yang
adalah karunia dan jabatan, maka hidup dan masa depan saudara belumlah indah
sekalipun saudara memiliki ijazah yang tinggi sebab itu berarti saudara masih
telanjang >>> tidaklah indah bahkan cenderung dipermalukan. Dan bagi
yang sudah memiliki jubah, janganlah ditinggalkan sebab itu berarti saudara
kembali menjadi telanjang/hilang keindahannya/dipermalukan. Semoga kita dapat
mengerti.
Kalau ada bukti-bukti kita tergembala, kita hidup suci maka itu berarti kita
sudah diberi karunia dan jabatan; bukan orang yang pandai atau bodoh, bukan
orang kaya atau miskin, senior/yunior, ganteng/jelek, gedung gereja yang besar/kecil
>>> bukan ini yang dipandang oleh TUHAN untuk menjadi orang yang diistimewakan/yang
diberi jubah tetapi apakah kehidupan itu kudus/suci atau tidak.
Efesus 4 : 7, 11, 12,
7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia
menurut ukuran pemberian Kristus.
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita
Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi
pembangunan tubuh Kristus,
Kasih karunia = karunia Roh Kudus = karunia ajaib agar kita bisa melakukan
pelayanan. Karunia Roh Kudus >>> melebihi ijazah, kesenioran ataupun
pengalaman, uang dlsbnya.
Orang kudus >>> bukan orang senior, yunior, kaya atau miskin, tetapi
orang kudus yang dilengkapi/diberi perlengkapan oleh TUHAN dengan jubah maha
indah yaitu karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan.
Jika pelayanan kita itu ditandai dengan kesucian, maka arahnya jelas yaitu
kepada pembangunan Tubuh Kristus. Tetapi kita harus berhati-hati, sebab banyak
pelayanan tanpa kesucian sehingga mengarah kepada Babel. Ini sangat ironis,
sebab di kira melayani TUHAN tetapi karena tanpa kesucian, maka akan mengarah
kepada pembangunan Babel.
Itu sebabnya saya katakan, kalau menurut saya, lebih baik ibadah di tempat
ini cukup sekali dalam seminggu kita bertemu, lebih enak untuk daging saya.
Tetapi hal itu tidak sesuai dengan Firman TUHAN >>> mau dibawa kemana
sidang jemaat, apakah mau dibawa kepada Babel? Mari! biarlah kita dipanggil,
dipilih oleh pekerjaan Firman sehingga kita hidup suci dan juga hidup suci di
dalam penggembalaan yaitu ketekunan di dalam tiga macam ibadah/di dalam ruangan
suci. Supaya bertambah nyata perlengkapan dari TUHAN yaitu karunia dan jabatan;
sebagai seorang gembala, maka karunia dan jabatannya bertambah nyata dan juga
bertambah mantap. Demikian juga dengan saudara, sebagai pemain musik, sebagai
penyanyi lebih jelas disucikan, akan lebih jelas lagi pemakaian TUHAN dan kita
bagaikan bintang-bintang yaitu kehidupan yang dipakai oleh TUHAN menjadi imam
dan raja.
Inilah proses menjadi bintang yaitu:
- kita dipanggil terlebih dahulu >>> hidup dalam kebenaran, kemudian
- kita dipilih >>> hidup dalam kesucian >>> kita mau ditusuk
oleh pedang dan juga mau benar-benar digembalakan di dalam kandang penggembalaan,
maka di sinilah kita diistimewakan/dikhususkan dan diberi jubah maha indah
sehingga kita disebut imam dan raja/bintang-bintang yaitu kehidupan yang dipakai
oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
Tetapi, di dalam srt Yudas dikatakan bahwa gereja daging ini awalnya adalah
bintang, tetapi sesudah itu, bintang dibuang ke dunia yang kelam/kebinasaan
= bintang yang gugur. Itu sebabnya, sesudah menjadi bintang/kehidupan yang dipakai
oleh TUHAN dengan jabatan apa saja yaitu sebagai gembala, rasul, guru, penginjil,
pembersih gereja, pemain musik dlsbnya harus menjaga supaya jangan menjadi bintang
yang gugur/gereja daging.
Sebagai contoh: di dalam ktb perjanjian lama adalah Lucifer yang adalah pemimpin
pujian dan musik. Lucifer adalah bintang kejora, putera fajar, tetapi karena
sombong dan lima kali berseru >>> ‘aku hendak’ dan ini
adalah puncak kesombongan sehingga ia dicampakkan ke dalam bumi yang paling
bawah/bumi yang kelam/alam maut.
Yesaya 14 : 12 – 14,
12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera
Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku
hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak
duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Bagi pemimpin musik dan paduan suara harus berhati-hati, sebab ada kecenderungan
untuk menjadi sombong. Lima kali berkata ‘aku hendak’ = puncak kesombongan
sehingga ia direndahkan di tempat yang paling rendah/bumi yang paling bawah/alam
maut/kebinasaan. Mengapa saya berkata bahwa ini adalah puncak dari kesombongan?
Karena angka lima ini adalah angka dari luka YESUS.
YESUS dengan lima luka = puncak dari kerendahan hati/mau taat sampai mati di
kayu salib dengan lima luka. Sehingga YESUS ditinggikan di tempat yang paling
tinggi yaitu duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa.
Sekarang kita mengikuti proses menjadi bintang. Bagi saudara yang belum masuk
dalam baptisan air >>> mari berdoa agar menerima panggilan TUHAN. Dan
bagi yang sudah dibaptis air dan juga baptis Roh Kudus >>> mari menerima
pilihan TUHAN dengan ditusuk oleh pedang. Pilihan itu bukan berarti kita dielus-elus
>>> tidak! Tetapi ditusuk dengan pedang. Sebab masuk pilihan berarti
masuk dalam kandang penggembalaan sehingga sudah tidak dapat ini dan itu lagi
karena kita sudah berada di dalam ruangan suci, maka daging ini sudah dibendung/jangan
lagi menjadi kuda liar.
Contoh di dalam ktb perjanjian baru Yudas yang adalah rasul, ia juga bintang,
tetapi ia gugur karena apa? Karena isi perutnya yang kotor/mempertahankan kekotoran
itulah keinginan akan uang/terikat akan uang sehingga ia menjadi pencuri/mencuri
milik TUHAN yaitu mencuri persepuluhan dan persembahan khusus. Berapa banyak
kita melayani, tetapi kita menjadi pencuri dan ini di mulai dari saya/gembala
diperiksa. Saya mengajarkan di Lempin-El, kalau anak TUHAN tidak mengembalikan
persepuluhan dan persembahan khusus = menipu/mencuri. Tetapi kalau seorang gembala
yang sudah mengajarkan tentang persepuluhan, tetapi ia sendiri tidak mengembalikan
persepuluhan = penipu ulung/pencuri ulung.
Berapa banyak nanti bintang yang gugur. Sudah berada di atas tetapi ditarik
oleh ikatan akan uang sehingga gugur ke bawah karena tidak mengembalikan/mencuri
milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Itu sebabnya kita harus
berdoa sekarang ini. Bagi yang belum menjadi bintang/masih separuh jalan yaitu
baru dipanggil, mari! masuk pilihan dan jangan ragu-ragu. Dan bagi yang sudah
dipanggil dan dipilih, sudah memiliki jubah >>>mari pertahankan! Jangan
dilepas. Jangan gugur seperti Lucifer karena kesombongan dan juga Yudas karena
ikatan akan uang.
Nanti yang akan terjadi lagi, lebih dahsyat sebab dulu hanya satu orang Lucifer
dan satu orang Yudas, tetapi nanti yang akan datang adalah sepertiga bintang
di langit yang akan gugur >>> Wahyu 12 : 3, 4a,
3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor
naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas
kepalanya ada tujuh mahkota.
4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya
ke atas bumi.
Ekor = ajaran-ajaran palsu/ajaran-ajaran sesat. Dan ini adalah hal yang lebih
dahsyat. Kesombongan dan keuangan sudah menjatuhkan dan nanti akan diulangi
lagi tetapi ditambah dengan ajaran-ajaran sesat yang akan menyeret sepertiga
bintang di langit.
Jatuh ke bumi = jatuh ke dalam dunia yang paling bawah/alam maut/kebinasaan.
Mungkin ada yang bertanya, mengapa ekor itu adalah ajaran sesat? Jawabannya
ada di dalam Yesaya 9 : 14, Tua-tua dan orang yang terpandang,
itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
Ajaran-ajaran sesat/ekor ini akan menyeret sepertiga bintang di langit itulah
kehidupan yang sudah dipakai oleh TUHAN >>> gembala-gembala diseret
masuk ke dunia alam maut/kebinasaan. Alm.bpk.pdt Pong seringkali mengatakan
>>> kalau seorang gembala itu ia berzinah, maka hanya dia sendiri yang
mati dan masuk ke dalam neraka, tetapi kalau gembala itu mengajarkan ajaran-ajaran
sesat, dan ia memiliki sidang jemaat sebanyak seribu orang, maka seribu/seluruh
jemaat akan masuk ke dalam neraka. Inilah sistim dari setan. Itu sebabnya kita
harus sungguh-sungguh waspada.
Kita sudah menjadi bintang, tetapi harus berhati-hati kepada:
- Lucifer.
- Yudas.
- ekor naga.
Langkah-langkah/proses supaya menjadi bintang yang tidak gugur:
- Filipi 2 : 12 – 15,
12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti
waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan
menurut kerelaan-Nya.
14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah
yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang
sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang
di dunia,
Harus menjadi bintang yang bercahaya. Kalau bintang itu sudah tidak bercahaya
lagi, maka pasti akan gugur. Kita dipakai oleh TUHAN harus tetap bercahaya
yaitu menjadi berkat bagi orang lain.
Apa syaratnya jika ingin menjadi bintang yang bercahaya?
- Ay 12 >>> Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa
taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,
bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang
waktu aku tidak hadir,
Takut dan gentar = setia dan bertanggung jawab di dalam ibadah pelayanan
kepada TUHAN.
Mengerjakan keselamatan = ibadah pelayanan.
Waktu aku hadir, waktu aku tidak hadir = ujian kesetiaan bagi sidang jemaat.
Jika gembala tidak ada di tempat, apakah bintang-bintang itu bercahaya
atau tidak? Jangan seperti Daud, yang lain pergi berperang, Daud jalan-jalan
sehingga ia jatuh. Bintang yang bercahaya tidak tergantung pada manusia
siapapun dia tetapi ia tergantung pada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
- Ay 14 >>> Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut
dan berbantah-bantahan,
Tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah tetapi senantiasa mengucap
syukur bahkan menyembah TUHAN.
Sebagai contoh:
Suami dan isteri sama-sama bintang dan bercahaya tetapi karena seringkali
bertengkar = bintang itu bertabrakan. Karena sering bertengkar/bertabrakan,
lama kelamaan akan gugur juga. Demikian juga dengan sesama imam >>>
sama-sama bercahaya, sama-sama setia tetapi sering berselisih paham =
bintang itu bertabrakan, lama kelamaan gugur juga. Jangan bersungut-sungut
dan berbantah-bantah, tetapi kita banyak mengucapkan syukur dan menyembah
TUHAN. Kalau kita selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN, maka bintang
itu akan semakin bercahaya. Semoga kita mengerti.
Inilah rahasianya, jika kita sudah menjadi bintang, jangan sampai gugur, bagaimana
prosesnya agar tidak gugur? Jadilah bintang yang selalu bercahaya dengan syarat:
- tetap setia dan bertanggung jawab di dalam ibadah pelayanan kepada
TUHAN.
- tidak bergantung pada manusia,
- tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah = tidak bertengkar tetapi
selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN.
- Filipi 2 : 16, sambil berpegang pada firman kehidupan,
agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba
dan tidak percuma bersusah-susah.
Berpegang teguh pada Firman kehidupan.
Supaya bintang itu tidak gugur, selain harus tetap bercahaya yaitu tetap setia
dan bertanggung jawab dan juga hindari benturan dengan banyak mengucap syukur
dan menyembah TUHAN dan berpegang teguh pada Firman kehidupan. Coba kalau
kita memperhatikan bintang di langit, apakah bintang itu memiliki tiang di
bumu ini? kalau lampu neon, memiliki tiang untuk menopang dan itu berarti
memiliki hubungan dengan bumi ini. Tetapi kalau bintang tidak memiliki tiang,
ia berpegang pada Firman kehidupan. Kesalahan kita adalah, kita menjadi bintang,
tetapi kita bersandar pada bumi.
Apa arti dari berpegang pada Firman kehidupan? Saya akan menerangkan tentang
Firman kehidupan yang akan menjamin kehidupan kita. Namanya Firman hidup, yang
tentu saja memiliki kehidupan, itu sebabnya kita tidak perlu takut.
1 Yohanes 1 : 1, Apa yang telah ada sejak semula, yang
telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan
dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang
kami tuliskan kepada kamu.
Jadi Firman hidup itu adalah:
- Firman yang dapat di dengar.
- Firman yang dapat dilihat dan
- Dipraktekkan/diraba.
Apa arti dari Firman yang dapat didengar dan dilihat?
Lukas 2 : 20, Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil
memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka
lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Jadi arti dari Firman yang dapat didengar dan dilihat namanya Firman penggembalaan.
Firman yang dapat didengar akan menjadi Wujud/dilihat, seperti bayi YESUS. Firman
penggembalaan ini bukanlah teori.
Kemudian Firman dapat diraba, diraba = dipraktekkan.
Jadi berpegang pada Firman kehidupan adalah >>> berpegang teguh pada
Firman penggembalaan yang dipraktekkan dan menjadi pengalaman hidup/mendarah
daging. Jangan kita rubah-rubah lagi/dilepaskan sebab sebagai bintang hanya
memiliki satu orbit, kalau kita berpindah-pindah ke orbit yang lain lama-kelamaan
akan jatuh. Jika kita berpegang pada Firman kehidupan, maka itu akan menjamin
kehidupan kita di bumi ini sampai pada kehidupan yang kekal.
Saya sudah mengatakan bahwa bintang itu tidak memiliki tiang penopang di bumi
ini. kita boleh memiliki ijazah, punya toko, punya gaji yang besar >>>silahkan!
Tetapi kita tidak bergantung pada hal itu. Sebab kalau kita bergantung, akan
berbahaya sebab kita dapat menyembah antikrist jika antikrist berkuasa di bumi.
Mari! sekalipun kita memiliki semuanya, tetapi sebagai bintang kita tidak bergantung
pada semuanya itu tetapi kita bergantung pada Firman penggembalaan yang sudah
menjadi pengalaman hidup/Firman yang dipraktekkan yang adalah Firman kehidupan
menjamin hidup kita mulai sekarang di bumi yang sudah sulit ini sampai pada
hidup kekal di surga. Semoga kita dapat mengerti.
Mari belajar, sebab semakin kita mendengar dan mempraktekkan Firman penggembalaan,
akan semakin nyata hidup kita dipelihara baik sekarang sampai pada hidup yang
akan datang. Semoga kita dapat mengerti.
Kalau bintang itu sudah berpegang pada Firman kehidupan, ia menjadi bintang
yang bercahaya, ia tidak akan gugur, posisinya aman karena ia dipegang oleh
Tangan Kanan Imam Besar dan tidak akan pernah gugur >>> Wahyu
1 : 16a, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan
dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua,
Saya sudah katakan bahwa tujuh bintang adalah gembala tetapi bintang juga berarti
kehidupan yang dipakai oleh TUHAN.
Kalau kita dipegang oleh Tangan Kanan Imam Besar, Tangan yang Kuat,
maka hasilnya adalah:
- Ulangan 7 : 7, 8,
7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati
TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil
dari segala bangsa? --
8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya
kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan
yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja
Mesir.
Tangan Yang Kuat = Tangan Kanan TUHAN mampu melepaskan kita dari segala perbudakan
dosa/ikatan-ikatan dosa.
Selain kita terlepas dari perbudakan dosa, kita juga akan terlepas dari perbudakan
daging dengan segala hawa nafsunya, juga dari perbudakan dunia dengan segala
kesibukannya, dengan kesusahan dlsbnya. Mungkin sekarang ini kita masih terikat
dengan kesibukan dunia, mari kita bersungguh-sungguh biar kita terlepas dari
perbudakan sehingga tidak ada lagi ketakutan di dalam hidup kita.
- Yesaya 41 : 8 – 10,
8. Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih,
keturunan Abraham, yang Kukasihi;
9. engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil
dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku
telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";
10. janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab
Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan
memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Tangan Kanan TUHAN memberikan pertolongan dan kemenangan atas segala masalah-masalah
yang kita hadapi dihari-hari ini. Banyak kesulitan dan keluh kesah dihari-hari
ini, tetapi, mari! posisi yang teraman bagi kita adalah di dalam Tangan Kanan
TUHAN karena TUHAN mampu memberikan pertolongan dan kemenangan atas segala
masalah-masalah yang kita hadapi, sampaipun masalah yang mustahil, Tangan
Kanan TUHAN mampu untuk menolong. Saat kita menghadapi masalah yang sepertinya
sudah tidak ada jalan lagi, kita jangan berputus asa, tetapi, mari! biar Tangan
Kanan TUHAN yang memegang dan menolong kita.
- Mazmur 118 : 15, 16,
15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan
kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan
keperkasaan!"
Tangan Kanan TUHAN meninggikan kita sampai diawan-awan bahkan sampai di tahta
TUHAN. Inilah bintang-bintang yang tidak gugur tetapi justru ditinggikan diawan-awan.
Bagi kaum muda, saudara akan ditinggikan pada waktunya kalau saudara berada
di dalam Tangan Kanan TUHAN. Di dunia ini kita di tinggikan seperti Yusuf
dengan jubahnya yang maha indah tetapi seolah-olah ia tidak memiliki masa
depan karena ia berada di dalam penjara/liang tutupan dan tidak ada seorangpun
yang mau melihat, semuanya terbatas.
Mungkin karena kita mempertahankan jubah maha indah seperti Yusuf sehingga
tidak ada orang yang mau melihat, semuanya terbatas dan juga di hina orang,
tetapi kalau posisi kita tepat, maka cepat atau lambat >>> tepat pada
waktunya kita akan ditinggikan, di dunia ini sampai di awan-awan bertemu dengan
YESUS sampai di tahta yang paling tinggi bersanding dengan TUHAN selama-lamanya.
Kita harus yakin.
Saya ingin berteriak sekarang ini >>> terlebih dahulu untuk diriku
dan juga kita sekalian >>> akan menjadi apa kalau kita tidak menjadi
bintang? Kita akan telanjang. Sesudah menjadi bintang, kita harus bertahan supaya
jangan gugur dan tetap bercahaya/tetap berpegang pada Firman penggembalaan yang
sudah menjadi pengalaman hidup/sudah kita praktekkan/yang sudah kita akui sehingga
kita akan dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN. Kita akan sungguh-sungguh terlepas
dari perbudakan >>> ada kemenangan/terlepas dari segala masalah dan
kita akan ditinggikan/dimuliakan, mulai di dunia sampai di tahta TUHAN.
TUHAN memberkati.
|