gereja pantekosta tabernakel kristus kasih malang surabaya
English Language
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (MInggu Sore, 25 Agustus 2013)
Tayang: 15 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Maret 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 April 2007)
Tayang: 12 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Februari 2008)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 24 Februari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 13 Juli 2008

Keluaran 32 : 1 – 35, secara keseluruhan dibagi dalam lima bagian yang besar yaitu:

  • ay 1 – ay 6 >>> tentang anak lembu emas.
  • ay 7 – ay 14 >>> tentang murka ALLAH.
  • ay 15 – ay 20 >>> tentang dua loh batu yang dipecahkan = penebusan.
  • ay 21 – ay 29 >>> tentang amarah Musa terhadap Harun dan bangsa Israel = penyucian.
  • ay 30 – ay 35 >>> Musa berdoa bagi bangsa Israel = pelayanan pendamaian.

Kita sudah sampai pada bagian yang kedua yaitu tentang murka ALLAH, waktu yang lalu kita sudah mendengar ada tiga hal yang menyebabkan murka ALLAH yaitu:

  1. ay 7 >>> yaitu rusak lakunya >>> rusak di dalam nikah, rusak di dalam ibadah, dan merusak diri sendiri bagaikan bejana yang hancur lebur. Tetapi TUHAN siap untuk memperbaiki sehingga menjadi bejana yang baru yaitu bejana kemuliaan bagi TUHAN.
  2. ay 8 >>> menyimpang/sesat dari jalan TUHAN.
  3. ay 9 >>> tegar tengkuk/keras hati.

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang penyebab murka ALLAH selanjutnya yaitu menyimpang/sesat dari jalan TUHAN,
Keluaran 32 : 8, Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
Sesat = tidak sampai pada tujuan. Sekalipun hanya selisih sedikit saja, sudah tidak dapat sampai pada tujuan. Tujuan akhir/tujuan utama dari kita beribadah melayani TUHAN adalah sampai kita masuk ke dalam Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal. Berarti, kalau kita tersesat maka hal ini bukanlah hal yang main-main sebab itu berarti kita tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal/Yerusalem Baru. Ini yang harus kita perhatikan dengan seksama.

Supaya ibadah pelayanan kita ini berhasil masuk surga/tidak tersesat maka kita harus memperhatikan di dalam >>> Matius 7 : 21 – 23,
21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Sudah jelas dikatakan di dalam ay 21, bahwa orang yang berseru TUHAN, TUHAN akan masuk ke dalam kerajaan surga tetapi dia yang melakukan kehendak BapaKU di surga. Itu sebabnya supaya tidak tersesat, maka ibadah pelayanan kita harus sesuai dengan kehendak TUHAN yaitu taat dan dengar-dengaran kepada Firman TUHAN. Jadi di dalam ibadah pelayanan harus mengutamakan Firman TUHAN. Pelayanan tanpa Firman/kehendak TUHAN, sekalipun hebat yaitu dapat mengusir setan, bernubuat dan mengadakan banyak mujizat akan disamakan dengan pembuat kejahatan, ia tidak dapat masuk ke surga, ia akan tersesat dan binasa untuk selama-lamanya. Biarlah hal ini kita camkan dengan baik, terutama untuk saya nomor satu, sebab sebagai seorang gembala, saya bertanggung jawab supaya di dalam ibadah pelayanan, kita mengutamakan Firman/sesuai dengan Firman yaitu taat dengar-dengaran kepada Firman supaya kita tidak tersesat. Semoga kita dapat mengerti.

Pada waktu yang lalu, saya kedatangan tamu dari Ngawi, saudara ini berasal dari gereja lain dan ia hadir pada waktu ibadah Natal di sana. Kemudian saudara ini bersaksi >>> kalau untuk Firman TUHAN saya suka di tempat dari bpk Wijaya, tetapi kalau ada mujizat-mujizat, saya suka di sana. Saya baru teringat akan Firman TUHAN ini, yaitu ada mujizat tetapi tanpa Firman/tidak lagi mengutamakan Firman tetapi hanya mengutamakan hal-hal yang jamani, sekalipun terlihat hebat tetapi kalau tanpa Firman, sangat berbahaya sebab di samakan dengan pembuat kejahatan dan TUHAN akan mengatakan ‘enyahlah kamu’ sehingga tidak dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Semoga kita dapat mengerti.

Ada tiga macam kesesatan/kehilangan arah/tidak sampai pada tujuan utama yaitu masuk ke dalam kerajaan surga:

  1. 2 Korintus 11 : 2 – 4,
    2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    Mempertunangkan = masa-masa pertunangan = masa-masa akhir jaman. Kesesatan yang pertama adalah pikiran yang disesatkan. Dulu pikiran yang disesatkan itu terjadi di taman Eden yaitu pikiran Hawa disesatkan oleh ular/setan. Untuk sekarang seperti yang disebutkan oleh rasul Paulus >>> ‘aku mempertunangkan kamu’ >>> sekarang pada masa pertunangan/akhir jaman menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/menjelang Pesta Nikah Anak Domba terjadi lagi >>> banyak pikiran hamba/anak TUHAN di sesatkan oleh ular/setan. Sekarang ini, ular itu sudah berubah menjadi naga.
    Kalau pikiran sudah disesatkan, maka prakteknya adalah: *tidak setia kepada Kristus yang dikaitkan dengan pengajaran = tidak setia kepada Firman pengajaran yang benar yang sudah kita terima dan yang sudah menjadi pengalaman hidup kita dan beralih pada injil/pengajaran yang lain, pada roh yang lain dan pada kristus yang lain. Inilah pikiran yang disesatkan seperti Hawa yang sudah sekian lama ia dipelihara oleh Firman pengajaran yang benar >>> ‘semua pohon di taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu yaitu buah pohon pengetahuan baik dan jahat, jangan kau makan buahnya, sebab begitu kamu makan, maka kamu akan mati’ >>> ini adalah pengajaran yang benar dari TUHAN yang sudah Adam dan Hawa terima dan juga menjadi pengalaman bagaimana mereka sudah dipelihara di taman Eden dengan sangat berkecukupan dan luar biasa tetapi mendadak Hawa dapat beralih kepada suara ular. Mengapa bisa terjadi begitu? Karena pikiran Hawa disesatkan, sebab kalau pikiran tidak disesatkan, maka tentu saja Hawa akan menolak karena berbeda dengan apa yang sudah ia terima selama itu yaitu ia sudah jelas dipelihara oleh TUHAN dan berbahagia berada di taman Eden, mengapa harus menerima pengajaran yang lain? ini kalau pikiran Hawa normal. Tetapi kalau pikiran sudah disesatkan, jangan heran kalau hamba TUHAN/anak TUHAN dapat tersesat. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh berhati-hati sebab kita dapat mengarah kepada injil/pengajaran yang lain, roh yang lain dan juga kepada kristus yang lain.
    Tentang pengajaran yang lain >>> ** kamu sabar saja. Arti dari sabar saja adalah tidak mempunyai kekuatan untuk menolak sekalipun pengajaran yang lain itu membawa kepada kebinasaan karena merasa sungkan sehingga menganggap semua pengajaran itu sama saja. Sudah mengetahui bahwa ajaran itu lain dan salah, tetapi tidak memiliki kekuatan untuk menolak.
    Jika untuk perkara dunia, misalnya kita diberi kursi yang kalau kita duduki akan mengakibatkan kita celaka >>> sudah dapat di pastikan kita akan menolak. Tetapi kalau soal Firman TUHAN, banyak yang menganggap bahwa itu adalah hal yang tidak berbahaya dan mau menerima sebab pikirannya sudah disesatkan. Sebab pikiran yang masih normal, tentu tahu kalau kursi itu rusak dan sudah dapat dipastikan akan menolak >>> lebih baik tidak duduk, daripada celaka.
    Pengajaran yang benar memberitakan:
    • Kristus Yang disalib >>> ini adalah ciri dari pengajaran yang benar; jika kita sudah meniadakan salib, maka kita harus berhati-hati >>> 1 Korintus 1 : 23, 24
      23. tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
      24. tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

      Kristus Yang disalib, merupakan hikmat dan kuasa ALLAH untuk menyelamatkan kita. Sekarang salib ini banyak yang digeser dan di tiadakan bahkan dianggap sebagai suatu kebodohan/dimusuhi oleh orang Kristen sendiri. Salib ini digeser dan diganti dengan kemakmuran daging dan hiburan daging >>> bukannya menyalibkan daging.
    • Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga >>> Kolose 1 : 27, 28,
      27. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
      28. Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

      Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, merupakan hikmat dan kuasa ALLAH untuk menyempurnakan kita seperti Kristus Sempurna. Inilah pengajaran yang benar, yang memiliki Kristus Yang disalib dan juga memiliki Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.
      Banyak orang yang mengatakan bahwa pemberitaan tentang Kristus sebagai Mempelai Pria Surga adalah pengajaran yang porno. Saya mendengar sendiri seseorang kawan dari alm.bpk.pdt In Juwono yang mengatakan kepada saya bahwa pdt.In Juwono itu mengajarkan pengajaran Mempelai, wanita tidak boleh ini dan itu >>> itu adalah pengajaran porno/daging/najis. Firman penyucian justru dianggap najis dan porno. Ini adalah kejadian yang benar.
    Kalau pikiran disesatkan, maka akibatnya:
    Kalau dulu, Hawa diusir dari taman Eden/firdaus. Sekarang kita akan dikembalikan lagi ke Firdaus tetapi kalau pikiran disesatkan, maka tidak dapat kembali lagi ke firdaus. Jadi akibatnya, tidak dapat masuk/kembali lagi ke firdaus/kerajaan surga. Jadi saya bersaksi tadi untuk meyakinkan, bahwa ada orang yang menolak salib, yang penting ke gereja untuk mendapatkan kemakmuran dan hiburan. Itu sebabnya kita harus menjaga pikiran, sebab bisa cepat berubah untuk tidak setia pada Firman pengajaran seperti Hawa yang diperdaya oleh ular. Ular itu sekarang sudah menjadi naga dan ini berarti kelicikan dan pengalamannya bertambah, itu sebabnya kita tidak dapat main-main.Semoga kita dapat mengerti.
  2. 1 Petrus 2 : 21 – 25,
    21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya
    kamu telah sembuh.
    25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Perjalanan hidup yang sesat. Tadi pikiran yang disesatkan, sekarang perjalanan hidup yang sesat.
    Praktek dari perjalanan hidup yang sesat adalah:
    Ay 25 >>> kembali kepada gembala. Jadi perjalanan sesat, dikaitkan dengan gembala, artinya tidak tergembala. Dan celakanya, sekarang ini setan terlebih dahulu menghantam para gembala sehingga gembala-gembala menjadi tidak tergembala dan domba-domba menjadi tercerai berai dan juga tersesat. YESUS mengatakan kepada murid-muridNYA, bahwa gembala akan dibunuh sehingga domba-domba akan tercerai berai. Jika dulu YESUS Yang dibunuh, domba-domba tercerai berai, untuk sekarang, apa maksudnya ini? maksudnya adalah gembala-gembala tidak tergembala. Sekalipun domba-domba berada di dalam gereja tetapi mereka tercerai berai.
    Itu sebabnya supaya perjalanan hidup tidak sesat, maka kita harus tergembala. Arti dari tergembala adalah mengikuti jejak gembala. Di ay 21, Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    Mengikuti jejak = gembala di depan, domba-domba mengikuti dari belakang. Salah sati arti dari tergembala dalam konteks 1 Petrus 2 : 21 – 25 adalah mengikuti jejak dari Gembala Agung yaitu jejak/jalan salib. Jalan salib inilah yang membuat kita tidak pernah tersesat sebab jalan ini ditandai dengan Darah YESUS sehingga setan tidak pernah dapat menembus Darah YESUS. Di dalam ktb Wahyu dikatakan, setan dikalahkan oleh Darah. Perjalanan salib inilah yang kita tidak mau >>> untuk beribadah, kita mencari yang enak bagi daging maka akan ada banyak serigala di tempat itu sebab tidaklah mungkin serigala mencari buah; jika kita menolak salib maka akan dijamah oleh setan sebab ada banyak setan di situ. Tetapi jalan salib/jalan Darah tidak ada setan di jalan itu.
    Terserah! Kita mau memilih jalan yang mana? Saya tidak mau menghakimi mereka, sebab itu terserah mereka, tetapi sudah jelas Firman TUHAN mengatakan sistim penggembalaan adalah jalan salib.
    Apa yang menjadi pengertian dari jalan salib?
    • 1 Petrus 2 : 24, Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
      Mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran = jalan kebenaran. Sekalipun daging harus menderita, kita harus tetap hidup benar/tetap mempertahankan kebenaran. Untuk menjadi benar, sangatlah sulit. Di dalam perusahaan, untuk membayar pajak saja sulit, mereka akan memberi banyak alasan >>> inilah kalau kita berada di luar jalan salib. Di dalam ay 22 >>> IA tidak berbuat dosa.
      Di dalam ay 23 >>> Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
      Praktek dari jalan salib adalah:
      • tidak berbuat dosa di dalam segala hal >>> mulut tidak menipu. Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini kalau tidak menipu terutama di dalam berdagang, maka tidak dapat maju. Tetapi kalau kita berada di dalam jalan kebenaran, maka di situlah TUHAN sebagai Gembala Agung akan memelihara tubuh, jiwa dan roh kita.
      • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan bahkan dapat membalas kejahatan dengan kebaikan seperti YESUS waktu IA disiksa dan disalibkan tetapi ketika IA berada di atas kayu salib >>> ‘ya Bapa ampunilah mereka’ >>> inilah membalas kejahatan dengan kebaikan. Seandainya dari atas kayu salib YESUS mengutuk kita, maka habislah kita semuanya.
    • Jalan pembaharuan = mati dari hidup yang lama dan bangkit dalam hidup yang baru. Inilah orang yang tergembala, orang yang tergembala itu harus mengikuti jejak dari Gembala Agung/jalan salib. Pengalaman kematian dan kebangkitan bersama TUHAN menghasilkan pembaharuan = nyanyian baru >>> bangkit = gunung dan mati = lembah. Orang yang mengalami pembaharuan, memiliki nyanyian baru di dalam hidupnya.
      Wahyu 14 : 1 – 5,
      1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
      2. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
      3. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
      4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
      5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

      Inilah inti dari Mempelai Wanita yang memiliki nyanyian baru. Nyanyian baru ini tidak dapat dipelajari oleh orang lain sebab merupakan pengalaman pribadi kita di dalam tanda kematian dan kebangkitan bersama YESUS.
    Apa yang menjadi praktek dari nyanyian baru?
    • mulut yang tidak berdusta sampai menjadi tidak bercela = tidak salah dalam perkataan >>> Yakobus 3 : 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
      Seringkali kita diperhadapkan pada kematian, misalnya seorang suami memiliki hutang, kemudian datang orang mencari untuk menagih hutang itu >>> diperhadapkan pada pengalaman kematian; kalau kita berdusta dengan mengatakan bahwa suami tidak ada di rumah karena sedang bekerja, maka itu berarti kita tidak mendapatkan pembaharuan/tidak memiliki nyanyian baru. Tetapi kalau kita berkata jujur sekalipun daging ini sakit karena ditampar oleh suami, maka itu berarti kita memiliki pengalaman bersama YESUS.
    • Wahyu 14 : 2, Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
      Nyanyian baru itu seperti desau air bah dan deru guruh, ini juga ditulis di dalam Wahyu 19 : 6, Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      Haleluya = nyanyian baru = nada penyembahan kepada TUHAN.
      Sangat jelas di Wahyu 14 : 2 >>> nyanyian baru dinyanyikan bagai desau air bah dan bagaikan deru guruh, ternyata ditulis lagi di Wahyu 19 : 6 bunyi desau air bah dan deru guguh itu adalah Haleluya. Jadi nyanyian baru itu adalah nada penyembahan ‘Haleluya’ >>> menyembah YESUS sebagai Raja di atas segala raja, Mempelai Pria Surga. Inilah nyanyian baru >>> dengan mulut tidak berdusta kita berkata Haleluya. Mulai sekarang kita menyembah dengan kata Haleluya, Dia adalah Raja, sampai satu waktu saat YESUS datang kembali Yang kedua kalinya, ini menjadi penyembahan besar-besaran/penyembahan massal dari seluruh anak TUHAN di dunia. Jangan sampai kita ketinggalan, itu sebabnya mulai sekarang kita belajar menyembah dengan kata Haleluya dengan benar yaitu dengan mulut tanpa dusta dan juga dengan pengalaman.
    Kita berbicara Haleluya itu bukan dengan berkata Haleluya, Haleluya, tetapi dengan adanya pemberitaan Firman sehingga dosa ditunjuk, kita berkata Haleluya dan memohon ampun kepada TUHAN. Kemudian ada yang mendapatkan berkat karena taat kepada Firman sehingga berkata Haleluya dengan ucapan syukur. Setiap orang itu memiliki pengalaman sendiri-sendiri untuk dapat berkata Haleluya. Jika semuanya ini digabung menjadi satu, maka benar-benar akan menjadi desau air bah dan juga deru guruh yang dahsyat pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.
    Inilah saudaraku, biar kita tidak tersesat, biarlah dihari-hari ini:
    • kita tergembala dengan mengikuti jalan salib/jalan kebenaran >>> apapun risikonya sekalipun daging ini sakit kita tetap hidup benar >>> TUHAN sudah memelihara kita.
    • terjadi pembaharuan dalam hidup/kita tidak berdusata sehingga ada nyanyian baru yaitu nada penyembahan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
  3. 1 Korintus 15 : 32 – 34,
    32. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
    33. Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
    34. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

    Pergaulan yang buruk/yang sesat merusakkan kebiasaan yang baik. Bagian pertama yaitu pikiran dan bagian yang kedua adalah perjalanan hidup >>> ini untuk pribadi masing-masing, tetapi yang ketiga ini adalah pergaulan dengan orang lain. Kita harus berhati-hati, sebab pergaulan yang sesat itu akan merusakkan kebiasaan yang baik.
    Praktek dari pergaulan yang sesat ini adalah:
    • pergaulan daging/pergaulan binatang, dikatakan kita seperti binatang, sesudah mati >>> habis perkara, tidak ada kelanjutannya. Ini yang akan mendorong orang berbuat dosa sampai pada puncaknya dosa yaitu makan minum dan kawin mengawinkan. Pergaulan binatang itu hanya hidup berdasarkan naluri saja >>> jika merasa lapar, makan! Sekalipun itu adalah anaknya >>> ini kalau binatang buas. Demikian juga kalau kawin >>> memakai surat/tidak, semuanya tidak jelas, tidak dipermasalahkan. Pergaulan daging/pergaulan binatang ini mengajarkan sesudah manusia mati, habis perkara >>> tidak ada kebangkitan.
    • Pergaulan duniawi >>> Kita harus berhati-hati, sebab di dunia ini kita bergaul, mungkin dengan sesama ibu dlsbnya. Tetapi jangan pergaulan duniawi; apa yang dimaksud dengan pergaulan duniawi itu? Yakobus 4 : 4, Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
      Pergaulan duniawi/pergaulan di dunia ini yang membuat kita tidak setia dalam ibadah pelayanan. Di dalam rumah tangga kita bergaul >>> suami, isteri dan anak-anak bergaul, tetapi jangan sampai pergaulan itu menjadi pergaulan duniawi >>> gara-gara anak, gara-gara ini dan itu, membuat kita tidak setia >>> ini sudah termasuk pergaulan duniawi. Kita harus berhati-hati dan ini bukannya kita itu mengabaikan anak >>> tidak! Tetapi jangan sampai membuat kita tidak setia, sebab ini adalah musuh dari ALLAH.
      Saya sudah mengalami sendiri. Waktu dulu masih remaja saya bersama dengan kakak saya, pada hari Minggu kebaktian di mulai jam sepuluh, kami berdua masih tidur-tiduran sambil makan buah. Kemudian saling bertanya, apakah pergi ke gereja/tidak? Lalu kami berdua mengambil undi, kalau saya menang berarti pergi ke gereja, kalau kalah berarti tidak pergi. Kalau saya yang menang, saya dikatakan bermain curang, kemudian di undi lagi sampai saya kalah dan itu berarti tidak pergi ke gereja. Ini kejadian yang sebenarnya yang sudah saya alami, itu sebabnya saya katakan pergaulan duniawi itu belum kita alami dengan orang luar terlebih dahulu tetapi terlebih dahulu kita alami di dalam rumah tangga.
    Supaya kita tidak tersesat di dalam pergaulan sesat, maka jalan keluarnya adalah kita harus meningkatkan pergaulan kita dengan TUHAN sampai kita dapat bergaul erat dengan TUHAN. Bagaimana caranya kita bergaul erat dengan TUHAN? yaitu lewat ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Nanti kita semua dapat merasakan pergaulan erat dengan TUHAN >>> suami, isteri, orang tua, anak-anak, kalau kita tekun di dalam tiga macam ibadah pokok. Contoh: kita membawa anak kecil ke gereja, mungkin pada awalnya ia rewel sehingga memberontak, tetapi kalau terus ditekuni, maka lama kelamaan anak kecil itu dapat bergaul erat dengan TUHAN. Saya ingat khotbah dari alm.bpk.pdt Pong >>> kalau ada anak kecil yang sudah dapat mengerti, ia dapat mengerti Firman sekalipun masih sering salah >>> kalau saya berteriak, jangan keras hati, anak itu akan berkata >>> oh! kera sakti. Anak ini salah mendengar. Tetapi bagi bayi-bayi yang belum dapat mendengar, mereka dapat mendengar lewat pori-pori kulit dan lama kelamaan mereka dapat mengerti dan juga dapat bergaul erat dengan TUHAN.
    Di dalam tabernakel, pergaulan erat dengan TUHAN lewat tiga macam ibadah pokok kita yaitu: Ketiga ibadah di atas ini merupakan jalan satu-satunya supaya kita tidak masuk dalam pergaulan sesat dan pergaulan yang tidak baik, maka kita harus meningkatkan pergaulan kita dengan TUHAN. Bagi bapak ibu yang memiliki anak yang sudah remaja dan kaum muda, harus memperhatikan, sebab sekarang ini pergaulan daging/pergaulan binatang itu ada dimana-mana. Di sekolah, justru guru-gurunya yang bergaul dalam pergaulan dosa dan pergaulan binatang; bagaimana murid-murid dapat menjadi aman, sedangkan gurunya saja memiliki kelakuan seperti itu. Mana dapat orang tua mengawasi anak-anaknya? Satu-satunya jalan supaya tidak jatuh ke dalam pergaulan sesat, maka harus di mulai dari diri kita sebagai seorang suami dan juga sebagai seorang isteri harus masuk dalam tiga macam ibadah pokok dan juga kaum muda, masuk dalam tiga macam ibadah pokok dan juga anak-anak kecil masukkan dalam tiga macam ibadah pokok biar kita semua bergaul erat dengan TUHAN. Jangan sampai terlambat sebab kalau terlambat, maka hanya akan ada tetesan air mata, sebab siapa yang dapat membendung pergaulan sesat dihari-hari ini? tidak ada! Kecuali kita bergaul erat dengan TUHAN dalam tiga macam ibadah pokok >>> tubuh, jiwa dan roh kita bergaul erat dengan ALLAH Tri Tunggal >>> pergaulan ini cocok dan benar-benar rapat sehingga tidak dapat dipisahkan lagi oleh pergaulan yang sesat.
    Bukti jika kita bergaul erat dengan TUHAN ialah:
    • Mazmur 25 : 14, TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
      Bukti pertama kita bergaul erat dengan TUHAN adalah takut akan Dia. Jika kita terus menerus tekun di dalam tiga macam ibadah pokok, maka hasilnya adalah kita akan takut kepada Dia. Tadi sudah saya katakan, bahwa tidak terbatas hanya kepada orang tua, tetapi juga remaja, kaum muda sampai pada anak-anak kecilpun dibawa masuk dalam ibadah pelayan dan jika bertekun, lama kelamaan hasilnya dapat takut akan TUHAN. Apalagi bagi kita orang tua, remaja dan kaum muda yang sudah mengerti >>> mari! tiga macam ibadah, jika kita bersungguh-sungguh, pasti akan membawa kita bergaul erat dengan TUHAN sampai menghasilkan takut akan TUHAN.
    Apa yang dimaksud dengan takut akan TUHAN?
    • Amsal 8 : 13, Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
      Yang dimaksud dengan takut akan TUHAN adalah membenci pada dosa. Jadi sebagai orang tua, tidak perlu mengikuti kemanapun anak-anak pergi, demikian juga dengan para isteri, tidak perlu mengikuti kemana saja suaminya pergi, sebab jika anak-anak maupun suami-suami sudah bergaul erat dengan TUHAN, maka pasti mereka akan menjadi takut kepada TUHAN dan membenci dosa. Dan perjanjiannya akan diberitahu. Orang yang takut akan TUHAN akan mendapatkan pembukaan Firman dari TUHAN.
      Jika seorang hamba TUHAN sekalipun ia memiliki gelar yang tinggi sehingga menjadi seorang yang pandai kemudian mendapatkan pembukaan Firman >>> Tidak! Sebab di dalam Mazmur 25 : 14 >>> orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
      Sedangkan bagi sidang jemaat, yang memiliki pendidikan tidak sampai pada lulus dari sekolah dasar, tetapi kalau takut akan TUHAN, pasti dapat mengerti Firman. sampaipun seorang bayi dapat mengerti Firman lewat pori-porinya. Semoga kita dapat mengerti.
    • Amsal 3 : 32, karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
      Bukti bergaul erat dengan TUHAN adalah jujur. Mari! bagi yang belum masuk dalam tiga macam ibadah pokok >>> berdoa kepada TUHAN supaya jangan sampai pikiran, perjalanan sampai pada pergaulan menjadi sesat. Sebab lebih baik mulai sekarang bergaul erat dengan TUHAN lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok kita.
    Inilah tubuh, jiwa dan roh kita bergaul erat dengan ALLAH Tri Tunggal dengan bukti/hasilnya adalah:
    • takut akan TUHAN dengan membenci dosa/menjauhi dosa = suci.
    • jujur. Suci dan jujur ini penting.
    • Amsal 15 : 8, Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
      Kalau kita suci dan jujur, maka doa orang jujur berkenan kepada TUHAN. Kita dapat berdoa dan menyembah kepada TUHAN >>> ini adalah pergaulan yang paling erat/yang paling intim dengan TUHAN.
      Menyembah kepada TUHAN itu, syaratnya harus suci dan jujur sehingga berkenan kepada TUHAN.
    Mazmur 95 : 6, 7,
    6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
    7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

    Masuklah, istilah masuklah adalah lebih dalam = hubungan yang lebih dalam/paling manis/paling dalam/paling intim dengan TUHAN/menyembah TUHAN dengan kesucian dan kejujuran.

Penyembahan itu adalah:

  • hati kita bertemu dengan hati TUHAN, kita dapat mengeluarkan segala isi hati kita kepada TUHAN.
  • mata kita bertemu dengan Mata TUHAN.
  • dan tangan kita bertemu dengan Tangan TUHAN.

Mari! kalau kita datang dengan suci, jujur dan mengulurkan tangan kepada TUHAN, maka TUHAN juga akan mengulurkan Tangan belas kasihanNYA kepada kita sehingga akan terjadi mujizat.
Berlutut di hadapan TUHAN Yang menjadikan kita >>> terjadi mujizat, dari yang tidak ada menjadi ada, dari mustahil, menjadi tidak mustahil. Itu sebabnya kita harus bertekun >>> bergaul erat dengan TUHAN sampai kita dapat menyembah dengan takut akan TUHAN/suci dan jujur.

Dan Tangan Gembala menuntun kita supaya kita tidak tersesat. Apa gunanya kita mendapatkan apa yang tidak ada menjadi ada tetapi kita tersesat/tidak sampai pada tujuan akhir? TUHAN tidak seperti itu, sebab IA mengulurkan Tangan belas kasih untuk melakukan mujizat kepada orang yang suci dan jujur yaitu dari yang tidak ada menjadi ada dan juga yang mustahil menjadi tidak mustahil untuk menolong kita. Tetapi tidak cukup hanya sampai di situ >>> Mazmur 95 : 7, Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

Tangan Gembala menuntun kita sampai pada tujuan yang terakhir yaitu kota Yerusalem Baru. Wahyu 7 : 17, Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Menuntun kita sampai ke tahta Yerusalem Baru, tujuan utama dan akhir pengikutan ibadah kita kepada TUHAN dan TUHAN menghapus air mata kita/segala kesusahan dihapus sampai tidak ada lagi air mata.

Mari! sekarang ini kita memanfaatkan untuk bergaul erat dengan TUHAN sehingga kita dapat menyembah TUHAN sehingga:

  • Pikiran kita jangan menjadi sesat >>> kita berpegang teguh kepada Firman.
  • Perjalanan kita jangan sesat >>> kita tergembala dengan jalan salib.
  • Pergaulan kita juga jangan sesat >>> kita bergaul erat dengan TUHAN lewat banyak menyembah kepada TUHAN sehingga TUHAN mengulurkan TanganNYA >>> hati bertemu dengan Hati, mata bertemu Mata dan juga tangan bertemu dengan Tangan tetapi dengan syarat kita harus suci dan jujur. Sehingga TUHAN mengulurkan Tangan belas kasih dengan mengadakan mujizat dan juga menuntun kita supaya kita jangan tersesat dan membawa kita sampai pada tempat yang terakhir yaitu kota Yerusalem Baru.

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:15 (Ibadah Kaum Wanita)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 17:45 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:45 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 17:45 (Ibadah Doa Penyembahan)

IBADAH KUNJUNGAN

28-30 Oktober 2014 (Ibadah Kunjungan di Medan)
11-13 November 2014 (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)
2-4 Desember 2014 (Ibadah Natal Persekutuan di Batam)
5 Desember 2014 (Ibadah Natal Persekutuan di Medan)
12 Desember 2014 (Ibadah Natal di Mojoagung)
26 Desember 2014 (Ibadah Natal di Jatipasar)
Januari 2015 (Ibadah Natal di Malitu, Poso)
September 2015 (Ibadah Kunjungan di Jakarta)
2015 (Ibadah Kunjungan di India)
2015 (Ibadah Kunjungan di Kuala Lumpur)
2015 (Ibadah Kunjungan di Israel)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top