English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 26 Agustus 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 30 September 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 11 Februari 2009

Kita masih akan tetap membahas srt Yudas yang berbicara tentang perlindungan TUHAN kepada gereja yang benar/gandum yang akan dimasukkan ke dalam lumbung dan sekaligus pemisahan dengan gereja palsu/ilalang yang kelihatan lebih menonjol, lebih tinggi dllnya tetapi tidak mengutamakan Firman TUHAN sehingga mereka akan dibakar habis/binasa untuk selama-lamanya.

Yudas 1 : 20, 21 -> tanda-tanda dari gereja yang benar.
20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Jadi tanda dari gereja yang benar adalah:

  • membangun diri di atas dasar iman yang paling suci/sempurna
  • berdoa di dalam Roh.Kudus
  • memelihara diri di dalam kasih ALLAH/hidup di dalam kasih ALLAH

Kita sudah mempelajari tempat untuk memelihara diri di dalam kasih ALLAH/hidup di dalam kasih ALLAH yaitu di dalam rumah tangga dengan proses:

  • dimulai dengan kasih mula-mula,
  • kemudian kita bertekun di dalam kasih
  • sampai pada kasih yang sempurna.
  1. Kemudian praktek dari memelihara diri di dalam kasih ALLAH adalah taat dengar-dengaran -> Yohanes 14 : 15, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
    Jadi, memelihara diri di dalam kasih ALLAH ini, bukan hanya teori sebab memiliki tempat, memiliki proses dan memiliki praktek. Praktek pertama dari memelihara diri di dalam kasih ALLAH adalah taat dengar-dengaran.
  2. Yudas 1 : 22, 23a,
    22. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
    23. selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga,

    Memancarkan belas kasihan kepada sesama anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang berada di dalam ancaman api penghukuman -> kehidupan ini yang perlu disinari dengan belas kasihan ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.

Siapa yang perlu mendapatkan pancaran dari kasih ALLAH/kehidupan yang berada di bawah penghukuman TUHAN?
Ada tiga pengertian dari anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang sedang diancam dengan api penghukuman karena hidup tanpa kasih ALLAH?

  1. Yohanes 1 : 22, Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
    Kehidupan yang ragu-ragu/yang bimbang/yang mendua hati.

    Bimbang/ragu-ragu terhadap apa?
    • bimbang/ragu-ragu terhadap pencobaan, kalau kita ragu-ragu/bimbang, maka kita dapat menjadi putus asa, kecewa sehingga kita dapat pergi ke dukun dlsbnya -> ini yang perlu dikasihani.
    • bimbang dan ragu-ragu menghadapi ajaran-ajaran palsu/sesat -> ini juga yang sedang diancam oleh api penghukuman, itu sebabnya kita harus berhati-hati.
    Akibat dari orang yang bimbang/ragu-ragu adalah:
    Yakobus 1 : 6 – 8,
    6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
    • tidak menerima apa-apa dari TUHAN/tidak ditolong oleh TUHAN, mari saudaraku! Sekarang ini kita harus mantap di dalam pengajaran, sebab kalau
      kita bimbang, kita tidak akan menerima apa-apa/gagal
    • hidup tidak tenang/tidak mengalami damai sejahtera. Kalau kebimbangan melanda rumah tangga, akan berbahaya sebab tidak ada kedamaian
    • diombang-ambingkan oleh pengajaran palsu = diancam dengan api penghukuman = berada di dalam api kebinasaan -> 2 Petrus 2 : 1, Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Jadi, di dalam menghadapi pencobaan dan juga menghadapi angin-angin pengajaran sesat, kita jangan menjadi bimbang, sebab akan berbahaya karena hal ini berarti kita sudah berada di dalam api penghukuman/api kebinasaan. Semoga kita dapat mengerti.

    Filipi 2 : 15, 16,
    15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
    16. sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

    Bintang-bintang adalah kehidupan yang dipakai oleh TUHAN dan secara khusus adalah para gembala, tetapi secara umum adalah kehidupan yang dipakai oleh TUHAN/kehidupan yang bercahaya, harus berpegang teguh pada Firman kehidupan.

    Apa arti dari berpegang pada Firman kehidupan? Yaitu:
    • berpegang pada satu pengajaran Firman yang sudah menjadi pengalaman hidup kita, yang sudah merubah dan memberkati kita.
      Sebagai contoh: jika kita sudah memegang satu buku yang sudah menjadi pengalaman hidup kita, kemudian kita ingin melihat buku yang lain, maka sudah dapat dipastikan kita akan melepaskan buku yang sudah kita pegang sehingga kita akan terkena pada ajaran-ajaran yang lain. Seperti raja Salomo yang pada masa mudanya, ia berpegang pada pedang -> ada dua orang wanita sundal yang datang membawa seorang anak/masalah nikah. Tetapi masalah itu dapat diselesaikan oleh Salomo dengan pedang. Tetapi begitu ia menjadi tua, ia merasa hebat -> isterinya mencondongkan dirinya pada ajaran-ajaran lain dan pada akhirnya Salomo melepaskan pedang untuk mengambil ajaran yang lain. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, jangan ingin mempelajari ajaran-ajaran lain, jangan ingin membanding-bandingkan dengan ajaran-ajaran lain. Kita harus berhati-hati dengan jangan menjadi bimbang tetapi pelayan TUHAN = bintang bercahaya yang harus berpegang pada Firman kehidupan.
      Jika kita mau menjadi bintang, maka harus memiliki satu Firman pengajaran yang benar dan dimulai di dalam rumah tangga, harus berada di dalam satu pengajaran Firman yang benar, di dalam penggembalaan, juga harus memiliki satu Firman pengajaran yang benar, tidak boleh ada pengajaran yang lain sebab akan berbahaya dan juga di dalam Tubuh Kristus, harus ada satu Firman pengajaran yang benar = Satu Kepala yaitu YESUS sebab YESUS adalah Kepala = Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.
    • Dipegang = dipraktekkan/taat dengar-dengaran pada satu Firman pengajaran yang benar.
      Jika kita taat dengar-dengaran, maka hasilnya:
      1. kita tidak akan pernah gugur/tidak akan pernah dibinasakan di dalam api penghukuman dan hidup kita tergantung pada Firman kehidupan, kita tidak tergantung pada dunia sebab Firman kehidupan ini memelihara hidup kita secara ajaib jasmani dan rohani . Saya selalu memberi contoh dengan lampu di jalan yang memiliki tiang, tiang ini bergantung pada dunia dan jika tiangnya rubuh, maka lampu akan hancur. Tetapi kalau bintang, tidak memiliki tiang sebab bintang itu bergantung pada Firman kehidupan yang kita pegang dan juga yang kita praktekkan. Itu sebabnya Firman pengajaran merupakan hal yang serius sebab menyangkut kehidupan kita.
      2. Firman kehidupan memelihara kehidupan kita.menjadi sumber ketergantungan hidup kita secara jasmani dan juga secara rohani. Sekalipun kita ini memiliki ijazah, toko dlsbnya tetapi kita tidak tergantung pada hal itu sebab bintang itu tidak memiliki tiang/tidak memiliki hubungan dengan bumi dan ini berarti kita langsung berhubungan dengan Firman kehidupan. Semoga kita dapat mengerti.
    Setelah pribadi kita sudah teguh berpegang pada satu Firman pengajaran yang benar, barulah kita dapat menarik mereka yang bimbang; sebab kalau kita sendiri masih bimbang, maka tidaklah mungkin kita dapat menarik orang yang bimbang bahkan kita dapat ditarik oleh mereka.
    Kalau kita sudah sungguh-sungguh teguh, mari! Kita jangan egois tetapi menolong orang lain, sebab banyak orang yang bimbang terhadap Firman pengajaran, bimbang di dalam menghadapi pencobaan sehingga mereka berada pada api penghukuman, kita tarik mereka dari api itu/kita dapat menjadi berkat bagi mereka = kita menarik mereka kembali kepada Firman pengajaran yang benar dan ini merupakan tugas dari bintang/dari kita. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Yehezkiel 15 : 1 – 4,
    1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
    2. "Hai anak manusia, apakah kelebihan kayu anggur dari semua kayu yang buahnya seperti anggur yang tumbuh di antara kayu-kayu di hutan?
    3. Apakah orang mengambil kayunya untuk membuat sesuatu dari padanya ataukah membuat gantungan dari padanya untuk menggantungkan segala macam perkakas padanya?
    4. Sungguh, kayu itu dilemparkan ke dalam api untuk dibakar; kedua ujungnya habis dimakan api dan tengah-tengahnya sedang menyala, bergunakah lagi itu untuk membuat sesuatu?

    Inilah carang anggur yang tidak berbuah. Sesungguhnya carang anggur ini merupakan satu-satunya tempat untuk berbuah sehingga tidak dapat digunakan untuk hal yang lain, misalnya untuk dijadikan tempat gantungan dlsbnya sebab lemah. Jika tidak menjadi tempat untuk berbuah, maka akan menjadi kering sebab terlepas dari Pokok dan akan dibakar di dalam api.
    Arti dari carang anggur yang tidak berbuah/yang terlepas dari Pokok adalah kehidupan yang tidak setia di dalam penggembalaan dan pelayanan.
    Akibatnya -> Matius 25 : 26, 30,
    26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Ay 30 -> tidak setia = tidak berguna seperti carang anggur yang tidak berbuah.

    Jadi akibatnya adalah:
    • hidupnya berada di dalam siksaan batin, susah payah, kertak gigi = hidup di dalam suasana kutukan
    • hanya untuk dibakar ke dalam api penghukuman -> Yohanes 15 : 6, barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia akan dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
      Itu sebabnya kita memohon kepada TUHAN agar kita dapat menolong orang yang hatinya bimbang dengan memancarkan kasih.

    Di dalam Matius 25 ini, juga ada cerita tentang kambing dan domba. Kambing memiliki sifat egois -> ketika Aku lapar, kamu tidak memberikan Aku makan, ketika Aku di dalam penjara, kamu tidak mengunjungi Aku. Mari! Kita memperhatikan saudara-saudara kita dengan memancarkan kasih kepada orang yang tidak setia di dalam penggembalaan dan juga yang tidak setia di dalam pelayanan. Kita menelepon, mengunjungi, kita bersaksi kepada mereka dan kita ajak mereka untuk kembali setia kepada TUHAN. Sebab ini yang menjadi tuntutan TUHAN untuk memberi dan mengunjungi serta mendoakan mereka. Semoga kita dapat mengerti.

    Keadaan dari carang yang terlepas dari Pokok anggur sehingga menjadi kering/hidup di dalam suasana kutukan = keadaan dari pohon ara yang ditanam di tepi jalan dan tidak berbuah sehingga dikutuk oleh TUHAN sehingga menjadi kering dan hanya untuk dibakar dengan api.

    Apa arti dari pohon ara yang ditanam di tepi jalan?
    • sekalipun pohon ara itu berdaun lebat tetapi tidak berbuah = carang anggur yang terlepas dari Pokok anggur = tidak berguna.
      Daun ini menunjuk pada kegiatan, mungkin banyak melakukan kegiatan, tetapi sayang ditanam di tepi jalan = jalan-jalan = tidak tergembala sehingga kerohanian menjadi kering sebab dikutuk oleh TUHAN dan berada pada api penghukuman. Di dalam ktb Zakharia dikatakan seperti puntung yang berada di dalam api, kalau tidak ditarik, akan habis.
    • juga memiliki kehidupan sebab berdaun lebat/memiliki banyak kegiatan tetapi tidak tergembala. Itu sebabnya sekalipun kita aktif di dalam pelayanan, tetapi kita juga harus tergembala sehingga kita dapat memancarkan kasih kepada kehidupan yang tidak tergembala.

    Ada banyak pohon ara yang ditanam di tepi jalan daripada yang ditanam di dalam bait ALLAH -> banyak kehidupan Kristen yang tidak tergembala, bahkan seorang gembalapun tidak tergembala dan untuk kehidupan semacam ini, kita perlu memberi kesaksian/bersaksi.

    Mazmur 92 : 13 – 16,
    13. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
    14. mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
    15. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
    16. untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

    Ditanam di dalam bait ALLAH = tergembala, bukan ditanam di tepi jalan. Di dalam tabernakel, maka bait ALLAH adalah ruangan suci dengan tiga macam alat dan untuk sekarang berarti bertekun di dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:
    Pelita emas = bertekun di dalam ibadah raya/biasanya pada hari Minggu.
    Meja roti sajian = bertekun di dalam ibadah pendalaman alkitab dan di sertai dengan perjamuan suci.
    Mezbah dupa emas = bertekun di dalam ibadah doa penyembahan.
    Inilah yang tertanam di dalam bait ALLAH = tergembala.

    Ay 15-> ada jaminan agar kita tetap dapat berbuah
    Ay 16 -> bagi yang sudah tertanam di dalam bait ALLAH, harus bersaksi.
    Jadi untuk sekarang, kita harus tertanam di dalam bait ALLAH/harus setia di dalam penggembalaan dan di dalam pelayanan sehingga kita akan berbuah anggur yang manis/ada kebahagiaan, bukan kutukan sampai kita mencapai kebahagiaan pesta nikah Anak Domba.

    Di dalam injil Matius 25 : 21, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
    Kebahagiaan tuanmu = kebahagiaan pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang kembali kedua kalinya.
    Jika carang melekat, maka tidak akan ada kutukan tetapi yang ada adalah kebahagiaan. Itu sebabnya kita jangan bimbang, jangan terlepas dari Pokok, tetapi kita harus sungguh-sungguh melekat pada Pokok. Kita setia di dalam penggembalaan dan di dalam pelayanan sehingga kita akan berbuah sampai puncaknya kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang kembali yang kedua kalinya.

    Sesudah kita mengalami ini, mari! Kita beritakan -> Mazmur 92 : 16, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
    ‘Untuk memberitakan bahwa TUHAN itu Benar, tidak ada kecurangan pada-Nya = TUHAN tidak pernah menipu kita. TUHAN mampu melakukan apa yang mustahil
    bagi kita/Dia Gembala Agung mampu melakukan untuk kita. Semoga kita dapat mengerti.
  3. Zakharia 3 : 1 – 4,
    1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
    2. Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"
    3. Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,
    4. yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."

    Puntung, jika tidak ditarik, akan habis terbakar, oleh sebab itu perlu ditarik.
    Ay 3 -> Yosua melayani, tetapi dengan pakaian yang kotor -> ini adalah pelayan TUHAN bagaikan puntung.

    Sekarang ini, kita dikoreksi agar:
    • hati jangan menjadi bimbang.
    • carang jangan terlepas dari Pokok/seperti pohon ara yang ditanam di tepi jalan, artinya memiliki banyak kegiatan tetapi tidak tergembala.
    • jangan memakai pakaian kotor sehingga berada di dalam ancaman dari api penghukuman.

    Berpakaian kotor = ada noda di dalam pakaian pelayanan.
    Bagi yang sudah melayani TUHAN, tetapi berpakaian kotor/ada noda, masih diancam dengan api penghukuman, bagaimana dengan orang yang tidak melayani TUHAN dan juga bagi yang meninggalkan pelayanan? untuk hal ini sudah tidak ada kata-kata lagi yang dapat diucapkan. Itu sebabnya bagi orang yang sudah melayani, saudara jangan merasa sudah berada di atas segalanya, jangan! Sebab kalau ada noda, maka itu berarti masih dalam kondisi bagaikan puntung di dalam api. Dan ini dimulai dari saya, jangan mentang-mentang sudah menjadi gembala tetapi dilihat terlebih dahulu, apakah masih ada noda atau tidak.

    Terutama noda di dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir ini, sebab kegerakkan ini digambarkan seperti pada waktu Yosua membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Di mulai dari tapal batas sampai masuk ke tanah Kanaan melewati Yerikho, mereka menghancurkan Yerikho dengan dahsyat. Kegerakkan Tubuh Kristus yang sempurna bagaikan Yosua membawa bangsa Israel menang melawan Yerikho, tetapi sayang ada noda Achan dan ini sangatlah berbahaya.
    Di dalam pelayanan Roh.Kudus hujan akhir/pembangunan Tubuh Kristus, noda
    yang paling menonjol adalah noda Achan -> Yosua 7 : 1, 15, 20, 21,
    1. Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.
    15. Dan siapa yang didapati menyimpan barang-barang yang dikhususkan itu, akan dibakar dengan api, ia dan segala sesuatu yang ada padanya, sebab ia telah melanggar perjanjian TUHAN dan berbuat noda di antara orang Israel."
    20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    Ay 15 -> sudah melayani di dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/sudah menang dengan dahsyat sebab Yerikho rubuh, tetapi masih diancam dengan api kalau pakaiannya tidak benar sebab ada noda.

    Noda Achan adalah dosa mencuri dan apa yang dicuri oleh Achan? Yang dicuri adalah emas, perak dan jubah yang indah dari Sinear. Untuk sekarang apa artinya barang-barang yang dicuri oleh Achan ini? Yosua 6 : 24, Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.
    Kota Yerikho dengan segala isinya dihancurkan kecuali emas, perak dan tembaga dibawa ke dalam perbendaharaan di dalam rumah TUHAN tetapi dicuri oleh Achan. Yang ada di dalam perbendaharaan rumah TUHAN adalah persepuluhan dan persembahan khusus dan dihari-hari ini, kedua hal ini banyak dicuri sehingga menjadi noda.

    Maleakhi 3 : 8 – 10,
    8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
    10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

    Inilah pencurian persepuluhan dan persembahan khusus, kita harus berhati-hati sebab ini merupakan noda Achan. Di dalam perj.baru, Yudas juga terkena dengan noda Achan/ia mencuri miliki TUHAN sehingga ia binasa seperti Achan yang juga
    binasa. Di akhir jaman, juga ada banyak hamba-hamba TUHAN yang mencuri milik TUHAN sehingga mereka juga akan binasa di dalam api seperti Achan. Jika Achan dan Yudas mencuri milik TUHAN, maka hanya mereka yang binasa, tetapi di akhir jaman, kita harus lebih berhati-hati sebab hamba-hamba TUHAN ini mencuri kepercayaan TUHAN kepada seorang gembala untuk menerima persepuluhan sebab persepuluhan ini merupakan milik TUHAN dan hanya dipercayakan kepada gembala yang ada di dunia ini.

    Gembala memberi makan sidang jemaat, sehingga ia dipercayakan oleh TUHAN untuk menerima persepuluhan, tetapi sekarang ini banyak seperti Achan dan akan sangat berbahaya sebab kepercayaan TUHAN itu dicuri oleh tua-tua, oleh sidang jemaat sehingga gembala sudah tidak boleh menerima persepuluhan lagi sehingga akibatnya akan sangat dahsyat.

    Dulu Achan dan Yudas mati, sekarang, kalau gembala tidak dipercaya untuk menerima persepuluhan berarti gembala itu tidak dipercaya lagi untuk menerima makanan Firman dari TUHAN. Jika tidak ada makanan di dalam sidang jemaat, berarti kerohanian dari seluruh sidang jemaat akan mati dan ini akan berakibat sangatlah dahsyat. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab di dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir ada dosa mencuri persepuluhan dan persembahan khusus dan juga ada yang lebih dahsyat lagi yaitu kepercayaan TUHAN yang dicuri sehingga tidak ada lagi makanan di dalam sidang jemaat dan sidang jemaat akan binasa karena kerohanian mereka menjadi kering sampai pada kerohanian mereka menjadi mati sehingga mereka akan mati binasa di dalam api penghukuman.

    Persepuluhan ini bukanlah menejemen tetapi merupakan tahbisan antara seorang gembala dengan TUHAN. Ada yang mengatakan kalau persepuluhan dibuat sistim menejemen akan menjadi lebih bagus. Saya katakan, kalau memang persepuluhan itu sistim menejemen dari TUHAN, bagaimana pada waktu saya berada di desa dengan sidang jemaat hanya tiga orang? Berapa gaji yang akan saya tuntut dengan sidang jemaat hanya berjumlah tiga orang? Tetapi kalau sistim tahbisan, maka di situlah gembala dapat hidup asalkan ada persepuluhan yang ia berikan kepada TUHAN. Di sinilah letak perbedaan antara sistim menejemen dengan tahbisan. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita harus berhati-hati dengan pakaian kotor karena noda Achan yaitu mencuri persepuluhan dan persembahan khusus sebab diancam oleh api penghukuman/puntung di dalam api yang kalau tidak ditolong, maka akan habis. Itu sebabnya kita perlu menolong orang-orang ini dengan berdoa dan bersaksi. Semoga kita dapat mengerti. Inilah praktek hidup dalam kasih yaitu kita menyinarkan/menyalurkan kasih kepada mereka yang bagaikan puntung di dalam api penghukuman.

    Kemudian Achan ini juga mencuri jubah indah dari Sinear. Jubah ini merupakan tandingan dengan jubah yang maha indah milik Yusuf., sebab Sinear ini dari Babel -> Yosua 7 : 21, aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."
    Saya akan membuktikan bahwa Sinear itu dari Babel dengan membaca di dalam ktb Kejadian 11 : 2, 9,
    2. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
    9. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

    Jadi yang dicuri, jubah indah dari Sinear/Babel yang menandingi jubah maha indah milik Yusuf yang adalah karunia-karunia Roh.Kudus dan jabatan pelayanan.

    Untuk sekarang apa artinya mencuri jubah indah dari Sinear? Yaitu melayani tanpa jabatan pelayanan dan karunia-karunia dari TUHAN. Di tanah Toraja, Firman TUHAN menerangkan tentang ini beberapa kali yaitu banyak pelayanan-pelayanan tetapi bukan untuk membangun Tubuh Kristus tetapi untuk membangun Babel karena melayani tetapi tanpa jabatan dan karunia dari TUHAN.

    Saya seringkali memberikan perumpamaan -> gembala diumpamakan sebagai kaki sedangkan penyanyi itu sebagai tangan. Seharusnya penyanyi memberikan karunia-karunia menyanyinya sedangkan gembala memberikan karunia sebagai seorang gembala, tetapi karena ia dapat menyanyi maka ia menyanyi untuk menopang pelayanannya. Tetapi bagaimana akhirnya? Karena gembala itu hanya memiliki sidang jemaat tiga orang, maka gembala ini pergi kemana-mana untuk menyanyi sehingga ia mendapatkan uang karena memiliki rekaman dari suaranya. Ia meninggalkan sidang jemaat dan ini berarti ia melayani, tetapi tidak sesuai dengan jabatan dan karunia -> kaki mau menjadi tangan, dan ini memang dapat dilakukan kalau dipaksa. Misalnya saya sedang duduk dan ingin membaca koran yang letaknya agak jauh dan karena saya malas berdiri untuk mengambil koran itu, maka saya menggunakan kaki saya untuk mengambil koran itu, akibatnya posisi koran itu menjadi meliuk-liuk. Ini berarti merusak Tubuh Kristus dan membangun Babel.

    Atau sebaliknya, seorang penyanyi diberikan karunia menyanyi, dan sekali menyanyi, maka ada seribu orang yang datang masuk gereja dan ini dirasakan sungguh-sungguh enak dan pada akhirnya ia membuka gereja dan dari seorang penyanyi, ia mau menjadi gembala -> tangan, tetapi mau menjadi kaki dan tentu saja tidak bisa. Sekalipun terlihat melayani dan hebat, tetapi akrobat sehingga merusak Tubuh Kristus = membangun Babel. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius yaitu kita melayani dengan jabatan dan karunia dari TUHAN = kita memakai jubah yang maha indah sehingga kehidupan dan masa depan kita menjadi indah bahkan sampai yang terindah adalah Yerusalem Baru yang adalah kota yang terindah. Selama manusia belum memakai jubah yang maha indah/belum melayani
    TUHAN sesuai dengan jabatan dan karunia dari TUHAN, maka hidupnya tidaklah indah sekalipun sudah berhasil di dalam pekerjaan maupun di bidang pendidikan. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita teguh, hati tidak bimbang maka selain kita:

  • diberkati oleh TUHAN.
  • tidak gugur sehingga kita dapat menolong dan memancarkan kasih kepada orang yang hatinya bimbang.
  • jangan menjadi carang yang terlepas dari Pokok sebab berada dalam ancaman api. Mari kita setia di dalam pelayanan dan di dalam penggembalaan sehingga kita dapat berbuah dan ada pemeliharaan dan kebahagiaan dari TUHAN, kita dapat menarik orang lain yang berada di tepi jalan/yang merasa hebat di dalam pelayanan tetapi ia jalan-jalan/berada di tepi jalan atau orang yang sudah meninggalkan pelayanan. Kita menarik mereka dengan bersaksi.
  • jangan dengan pakaian yang kotor/noda Achan yaitu mencuri milik TUHAN dan juga mencuri jubah.

Jika kita mau melayani TUHAN, maka kita harus seperti Yusuf yang jubahnya dicelup dalam darah. Jubah maha indah = pakaian pelayanan dengan jabatan dan karunia harus dicelup di dalam darah, artinya kita melayani harus mengalami perobekkan daging/ujian tanpa salah supaya menjadi pakaian putih yang berkilau-kilauan/pakaian pesta.
Di dalam cerita tentang Yosua, ia memakai pakaian kotor, tetapi malaikat berkata untuk menggantikannya dengan pakaian pesta. Darimana pakaian pesta ini di dapat? Dari pakaian pelayanan/jubah maha indah yang dicelup di dalam darah. Jubah maha indah ini jangan disimpan seperti satu talenta tetapi harus dicelup di dalam darah agar menjadi pakaian putih yang berkilau-kilauan/pakaian pesta.

Wahyu 7 : 13, 14,
13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Pakaian pesta di dapat dari jubah pelayanan/maha indah yang dicelup di dalam darah dan ini yang benar. Sebab kalau kita melayani tetapi harus sesuai dengan keinginan daging, maka ini berarti pelayanan kita tidaklah benar sebab belum dicelup di dalam darah dan kita akan mengalami kerugian.

Apa arti dari jubah dicelup di dalam darah?

  1. ada Darah YESUS, artinya kita mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama dengan sejujur-jujurnya dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Mengaku dosa ini memang sakit/sengsara buat daging terlebih lagi ada risikonya, tetapi ini adalah sengsara karena kita berbuat dosa.
  2. sengsara daging tanpa dosa = penderitaan bersama dengan YESUS untuk menyucikan dan memurnikan sampai ke dalam hati. Sebab pakaian putih ini berasal dari dalam hati seperti yang selalu dikatakan oleh alm.bpk.pdt Totaijs; kalau berkilau dari luar, maka sifatnya hanyalah sementara.

Sekarang ini sudah dekat waktunya TUHAN datang kembali yang keduakalinya, jadi kita perlu jubah warna warni dari Yusuf, tetapi harus ditingkatkan menjadi pakaian putih yang berkilau-kilauan lewat dicelup dalam darah. Sebab jubah warna warni berarti kita melayani hanya untuk bersenang-senang sehingga kita tidak pernah menjadi pakaian putih yang berkilau-kilauan/pakaian pesta. Itu sebabnya kita jangan mencari pelayanan yang enak bagi daging, tetapi cari yang dicelup di dalam darah sebab ini yang akan menyucikan hati/memurnikan hati.

Matius 15 : 19, 20a,
19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
20. Itulah yang menajiskan orang.

Jika hati sudah disucikan/dimurnikan, maka tidak akan ada lagi keinginan jahat dan keinginan najis terutama dari tujuh dosa yang disebut di atas ini. Tujuh dosa dibersihkan dari dalam, sebab kalau hati masih mengandung tujuh dosa ini, maka tidak akan ada lagi kasih dan ini bagaikan pelita yang sudah padam/tidak ada sinar lagi, sebab angka tujuh adalah angka dari pelita. Jika hati belum dicelup dalam darah dan kita tetap melayani TUHAN, maka akan timbul pikiran jahat -> kita mudah tersandung, tersinggung kemudian akan ada dusta bahkan sampai pada menghujat.

Mari! Kita melayani TUHAN, tetapi jika hati gelap, maka perlu disinari dengan cahaya berkilau-kilauan supaya apa yang gelap akan menjadi terang sampai satu waktu jika YESUS datang kembali yang kedua kalinya, kita sudah memakai pakaian putih yang berkilau-kilauan dan kita akan terangkat bersama-sama dengan Dia. Semoga kita dapat mengerti.

Wahyu 19 : 7 – 9,
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Apa yang dimaksud dengan pengantin yang sudah siap sedia? Kasih yang dipancarkan yaitu kasih Mempelai/kasih sempurna yang dipancarkan. Kalau tujuh dosa dibuang, maka akan ada kasih sempurna/kasih Mempelai di dalam hati yang dipancarkan keluar untuk menghadapi kegelapan di dunia ini. Banyak pelayan TUHAN yang berada di dalam kegelapan/hatinya gelap sehingga perlu disinari sampai kita bertemu dengan TUHAN dan kita akan bersama dengan Dia selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari saudaraku! Biarlah kita sungguh-sungguh mengasihi, sungguh-sungguh melayani seperti YESUS Yang sungguh-sungguh melayani dan mengasihi kita sekalian dan kita berada di dalam Tangan TUHAN.
TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Maret 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manokwari)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top