|
Kita akan membahas injil Matius 24 yang sebenarnya merupakan satu rangkaian
dengan Matius 23 sebab di dalam susunan tabernakel kedua pasal ini menunjuk
pada dua loh batu yang berisi sepuluh hukum ALLAH/kasih ALLAH. Jika kesepuluh
hukum ALLAH/kasih ALLAH ini ditolak, maka kesepuluh hukum ini akan menjadi hukuman
dari TUHAN.
Penghukuman dari TUHAN ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu:
- Matius 23 » penghukuman TUHAN atas gereja TUHAN yang
diwakili oleh ahli taurat dan orang Parisi, artinya untuk sekarang adalah
penghukuman TUHAN atas anak-anak/hamba-hamba TUHAN yang masih berkelakuan
seperti ahli taurat dan orang Parisi.
- Matius 24 » penghukuman TUHAN atas dunia ini dan
tepatnya terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang keduakalinya. TUHAN akan
menghukum dunia ini dengan api yang jatuh dari langit sehingga dunia ini akan
hancur lebur/musnah yang lazim disebut dengan kiamat. Inilah yang harus kita
hadapi dihari-hari ini agar supaya kedatangan YESUS Yang keduakalinya, kita
jangan ikut dihukum bersama dengan dunia.
Kita akan membahas injil Matius 24 yang secara keseluruhan terbagi menjadi
tiga bagian yaitu:
- Matius 24 : 1, 2 » pandangan terhadap ibadah yang tua/yang jasmani.
- Matius 24 : 3 – 44 » tentang tujuh nubuat.
- Matius 24 : 45 – 51 » tentang hamba-hamba yang setia dan hamba-hamba
yang jahat.
Inilah pembagian tentang injil Matius 24 secara keseluruhan dan akan kita pelajari
supaya kita tidak masuk dalam penghukuman atas dunia/tidak mengalami kiamat
tetapi kita akan dipermuliakan bersama dengan TUHAN.
Kita akan mempelajari situasi penghukuman atas dunia dengan mempelajari bagian
pertama dengan membaca di dalam injil Matius 24 : 1, 2 »
pandangan terhadap ibadah yang tua/yang jasmani.
1. Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah
murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
2. Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu
yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
Jadi, kita melihat ibadah dari orang Israel hanya memegahkan/membanggakan bangunan
bait ALLAH secara jasmani. Padahal, bangunan rumah ALLAH secara jasmani akan
hancur seiring perkembangan jaman bahkan akan hancur di saat penghukuman TUHAN
yang akan melanda bumi. Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki gedung gereja
yang bagus, sebab sekarang ini banyak yang berlomba-lomba untuk menarik orang,
tetapi jangan ini/ibadah kita hanya memegahkan/membanggakan rumah ALLAH secara
jasmani. Jika kita hanya membanggakan bangunan rumah ALLAH secara jasmani, maka
kitapun akan ikut hancur di saat penghukuman TUHAN dijatuhkan atas dunia ini.
Yang benar, mari! Sekarang ini pandangan kita harus di baharui pada bangunan
rumah ALLAH yang rohani yaitu pada pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna dan
ini tidak akan hancur tetapi akan dipermuliakan pada saat kedatangan YESUS Yang
kedua kalinya.
1 Petrus 2 : 5
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan
suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan
rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Pertanyaannya bagaimana supaya kita dapat masuk ke dalam pembangunan Tubuh
Kristus yang sempurna? Jawabannya adalah kita harus menjadi imamat yang kudus
dan yang rajani = imam-imam dan raja-raja.
Imam » seorang yang beribadah dan melayani TUHAN = seorang yang memangku/memiliki
jabatan pelayanan = orang yang memiliki pandangan kepada bangunan yang rohani.
TUHAN YESUS adalah Imam Besar dan kita adalah imam-imam. Semoga kita dapat mengerti.
Di dalam perjanjian lama » imamat/pelayanan itu menunjuk pada peraturan
Harun sebab imam besarnya adalah Harun dari keturunan suku Lewi sebab suku lain
tidak boleh menjadi imam besar. Bangsa Israel ini terdiri dari duabelas suku
tetapi masih dipisahkan sehingga hanya suku Lewilah yang boleh menjadi imam-imam.
Imam besarnya Harun sedangkan yang menjadi imam-imam adalah anak-anak Harun.
Di dalam perjanjian baru » imamatnya berdasarkan peraturan Melkisedek
dengan TUHAN YESUS sebagai Imam Besar sedangkan yang menjadi imam-imam adalah
setiap kehidupan yang beribadah dan memangku jabatan pelayanan. Semoga kita
dapat mengerti.
Mengapa harus ada peraturan Melkisedek? Kita melihat di dalam
srt
Ibrani 7 : 14, 15,
14. Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku
Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apa pun tentang
imam-imam.
15. Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain
menurut cara Melkisedek,
Sebab:
- YESUS berasal dari suku Yehuda dan kalau menurut peraturan Harun, maka
TUHAN YESUS tidak dapat menjadi Imam Besar. Yang boleh menjadi imam besar
menurut peraturan Harun hanyalah orang yang berasal dari suku Lewi, sedangkan
menurut peraturan Melkisedek, YESUS diijinkan menjadi Imam Besar dan ini berarti
sudah terjadi lintas suku. Jadi menurut peraturan Melkisedek, maka segala
suku dan bangsa boleh menjadi imam-imam sebab tidak dibatasi oleh suku dan
bangsa. Itu sebabnya tidak ada alasan bagi kehidupan dengan berkata saya berasal
dari suku ini, dari suku terbelakang, sebab buktinya YESUS dapat menjadi Imam
Besar menurut peraturan Melkisedek. Tinggal kita mau atau tidak.
- Ibrani 7 : 16, 17,
16. yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi
berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.
17. Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya,
menurut peraturan Melkisedek."
Menurut peraturan Melkisedek, YESUS menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya,
sekalipun IA mati, tetapi YESUS bangkit/IA tidak dikuasai oleh maut. Sedangkan
menurut peraturan Harun, akan ada pergantian jika imam besar itu mati, maka
akan diganti oleh anaknya » demikian seterusnya.
Demikian juga dengan kita, kalau kita sudah menjadi imam-imam menurut peraturan
Melkisedek, maka imam itu:
- tidak boleh pensiun. Saya melihat dari segi umur, bpk.pdt In Juwono alm
dan juga bpk pdt Pong Dongalemba berumur di atas enampuluhan ketika beliau-beliau
ini dipanggil oleh TUHAN. Tetapi selama mereka hidup, mereka tetap melayani
TUHAN di setiap ibadah sampaipun pada ibadah kaum muda dan ini terus berlanjut
sampai mereka dipanggil oleh TUHAN. Tetapi kalau bpk.pdt Totaijs alm, beliau
berumur delapan puluh tahun lebih, tetapi beliau tetap melayani dua sidang
jemaat yaitu di kota Amsterdan dan kota Den-Haag yang berjarak hampir seperti
kota Malang dan Surabaya. Ini yang menjadi inspirasi saya untuk melayani sidang
jemaat di Surabaya karena ada jemaat Surabaya yang tidak dapat mengikuti tiga
macam ibadah di Malang. Itu sebabnya, mari! Kita menjadi imam-imam, jangan
dikalahkan oleh umur sebab kita tidak boleh pensiun dan ini dimulai dari saya
sebab YESUS menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya.
- kita menjadi imam sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS.
Jika kita bekerja di dunia menjadi pegawai negeri, maka pekerjaan kita itu
dibatasi oleh umur untuk kemudian pensiun karena bergantung pada manusia daging
(daya tahan dan pikirannya sudah menurun). Tetapi mengapa di dalam TUHAN tidak
ada batasan? Sebab kita bergantung pada kekuatan TUHAN Yang adalah urapan Roh
Kudus. Kekuatan kita melayani TUHAN bukan berdasarkan tua/muda, tetapi berdasarkan
urapan Roh Kudus » semakin kita diurapi, semakin kuat kita melayani TUHAN;
kita tidak pensiun tetapi sampai kita menjadi sempurna/kekal selama-lamanya.
Semoga kita dapat mengerti.
Mari! Pandangan kita, kita arahkan kepada pembangunan Tubuh Kristus Yang sempurna
dan kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja. Bukan sembarangan imam tetapi
lintas imam/dari suku apa saja/bangsa apa saja tidak dibatasi dan juga imam
yang tidak pensiun tetapi menjadi imam yang kekal selama-lamanya sampai kita
menjadi sempurna.
Proses menjadi imam » 1 Petrus 2 : 9, Tetapi kamulah
bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan
Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari
Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang
ajaib:
Jadi proses untuk menjadi imam yaitu:
- harus dipanggil » dipanggil dari kegelapan kepada
TerangNYA Yang ajaib = dipanggil dari manusia berdosa untuk dibenarkan/diselamatkan
lewat Firman penginjilan. Jadi kita sebenarnya hanyalah dibenarkan sebab tadinya
kita hanyalah manusia berdosa.
Apa yang menjadi bukti/praktek kalau kita ini diselamatkan/dibenarkan?
Buktinya adalah:
- kita percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman/iman karena mendengarkan
Firman. Orang yang percaya kepada YESUS ini suka mendengarkan Firman. Kita
jangan mengantuk dan merasa bosan di saat mendengarkan Firman, sebab akan
berbahaya karena keselamatannya di ragukan. Firman adalah kebenaran »
kalau kita suka mendengarkan Firman = kita adalah orang yang benar. Yang
mengherankan, kalau mendengarkan Firman, kita merasa bosan, tetapi kalau
mendengarkan gosip/hal-hal yang tidak benar yang tidak dapat dipertanggung
jawabkan, kita sangat suka sekalipun sampai berjam-jam lamanya sehingga
kita menjadi orang yang tidak benar = tidak selamat. Itu sebabnya kita harus
berhati-hati sebab tidak benar = tidak selamat.
Orang yang benar pasti senang mendengarkan hal yang benar sedangkan orang
yang tidak benar, pasti suka mendengarkan hal yang tidak benar. Mari saudaraku!
Kita bersungguh-sungguh dengan bukti kita percaya/beriman kepada YESUS lewat
mendengarkan Firman/suka mendengarkan Firman sebab ini merupakan awal dari
kita dipanggil oleh TUHAN.
- sesudah kita mendengarkan Firman, maka kita harus bertobat/berhenti berbuat
dosa, kembali kepada TUHAN. Sebab orang yang berhenti berbuat dosa = orang
benar. Jangan mengulang-ulang dosa tetapi berhenti berbuat dosa sebab kalau
kita selalu mengulang-ulang dosa bahkan kita dapat tertawa-tawa = tidak
selamat.
Mari! Sekarang ini kita bertekad sebab sekalipun kita manusia berdosa/gelap,
kita datang kepada terang.
- baptisan air dan baptisan Roh Kudus = kelahiran baru » inilah orang
yang selamat/dipanggil oleh TUHAN dari gelap kepada TerangNYA yang ajaib.
Dari manusia berdosa, kita:
- diselamatkan dengan praktek percaya, kemudian
- bertobat
- baptisan air. Bulan depan akan diadakan baptisan air dan jika saudara
merindu untuk menerima panggilan TUHAN, sebab baptisan air ini bukanlah
panggilan dari Widjaja sebab saya tidak membutuhkan saudara, tetapi ini
adalah panggilan TUHAN Yang sebenarnya TUHAN juga tidak membutuhkan saudara.
Yang dibutuhkan oleh TUHAN adalah
menyelamatkan kita dan ini berarti kita yang membutuhkan. Sesudah baptisan
air, masih ada satu lagi yaitu
- baptisan Roh Kudus. Bertobat = baptisan darah, kemudian baptisan air
dan baptisan Roh Kudus. Kita mengalami kelahiran baru sehingga kita dapat
hidup di dalam kebenaran. Semoga kita dapat mengerti.
- 1 Petrus 2 : 9, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih,
imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya
kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil
kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Sesudah kita dipanggil, maka kita dipilih. Tidak semua yang
dipanggil dapat menjadi imam-imam tetapi dipilih untuk disucikan. Jadi, lebih
tinggi lagi daripada dipanggil, sebab kita dipanggil untuk dibenarkan oleh
Firman penginjilan.
Keluaran 28 : 1, "Engkau harus menyuruh abangmu
Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah
orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun,
yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
Dari tengah-tengah bangsa Israel » dari duabelas suku dipilih satu suku
yaitu suku Lewi. Kemudian dari satu suku yang terdiri dari banyak keluarga,
dipilih satu keluarga dan dari satu keluarga dipilih Harun, untuk apa? Kita
membandingkan dengan Keluaran 29 : 1, "Inilah yang
harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang
jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba
jantan yang tidak bercela,
Dipilih untuk dikuduskan supaya dapat menjadi imam/memegang jabatan imam.
Mari saudaraku! Bagi yang sudah dibaptis air, kemudian sudah diurapi dengan
Roh. Kudus » mari! Jangan hanya dipanggil, sebab banyak yang dipanggil
tetapi sedikit yang dipilih. Itu sebabnya kita harus berusaha untuk sampai pada
pilihan TUHAN/menjadi umat pilihan TUHAN yaitu kehidupan yang disucikan.
Saya selalu menerangkan bahwa tempat kita disucikan adalah di dalam tabernakel.
TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat tabernakel/miniatur dari kerajaan surga
di dunia. Di dalam tabernakel/kerajaan surga memiliki tiga ruangan yaitu halaman
kemudian ruangan suci dan ruangan maha suci. Jadi, kita dari gelap, dipanggil
masuk ke dalam halaman/pintu gerbang » percaya YESUS kemudian mezbah korban
bakaran (http://www.gptkk.org/mkb.php)
» bertobat, kolam pembasuhan (http://www.gptkk.org/bejana.php)
» baptisan air dan pintu kemah (http://www.gptkk.org/kemah.php)
» baptisan Roh Kudus. Di sinilah kita dipanggil dan dibenarkan/diselamatkan.Tetapi
ini masih berada di halaman, itu sebabnya perlu dipilih/disucikan yaitu kita
maju satu langkah lagi dengan masuk ke dalam ruangan suci, baru kemudian masuk
ke dalam ruangan maha suci/sempurna seperti YESUS. Itu sebabnya kita harus dipanggil
terlebih dahulu, barulah kita dipilih/disucikan dan tempatnya di dalam ruangan
suci.
Dulu di dalam ruangan suci yang memiliki tiga macam alat yaitu pelita emas,
mezbah korban bakaran dan mezbah dupa emas dan untuk sekarang berarti ketekunan
di dalam tiga macam ibadah pokok » pelita emas = ibadah raya, biasanya
pada hari Minggu, kemudian mezbah korban bakaran = ibadah pendalaman alkitab
disertai dengan perjamuan suci serta mezbah dupa emas = ibadah doa penyembahan
dan ini merupakan pilihan TUHAN. Itu sebabnya kita jangan hanya sampai pada
panggilan tetapi harus sampai pada kehidupan yang dipilih. Ketekunan di dalam
tiga macam ibadah pokok = kandang penggembalaan.
Sesudah kita dipanggil/masih berada di halaman, mari! Kita harus melanjutkan
lagi dengan masuk dalam pilihan sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang
dipilih. Itu sebabnya kita memohon kepada TUHAN, agar sampai dipilih/masuk ruangan
suci/masuk dalam penyucian, tetapi kalau kita sudah masuk ke dalam ruangan suci,
kita jangan keluar lagi sebab akan berbahaya. Dan bagi yang belum masuk pilihan
» mari mohon kepada TUHAN supaya TUHAN memilih hidupsaudara untuk disucikan
di dalam ruang suci. Semoga kita dapat mengerti.
Tetapi ibadah dengan tiga macam ibadah pokok masih minimal, sebab satu waktu
kita akan kembali seperti jaman rasul-rasul yaitu kita akan berada setiap hari
di gereja » Kisah rasul 2 : 46, Dengan bertekun dan
dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan
roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira
dan dengan tulus hati,
Tiap-tiap hari di dalam bait ALLAH, mari! Kita tergembala di mulai dari ketekunan
di dalam tiga macam ibadah pokok dan karena kita tidak tahan melihat kegelapan
di dunia, maka satu waktu kita akan berada setiap hari di dalam bait ALLAH untuk
beribadah dan melayani TUHAN. Tetapi ini akan lebih meningkat lagi yaitu satu
waktu kita akan siang dan malam beribadah di hadapan TUHAN di tahta kerajaan
surga. Semoga kita dapat mengerti.
Dengan apa kita disucikan? Di bagian atas sudah diterangkan bahwa kita dipanggil
dengan Firman penginjilan, dan sekarang kita berada di dalam ruangan suci itu
berarti:
- kita tergembala bagaikan carang yang melekat pada Pokok/bagaikan keledai
yang tertambat pada Pokok
- kita tertambat pada Firman pengajaran
Jadi, dengan apa kita disucikan? Di dalam Yohanes 15 : 3,
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Kita dibersihkan/disucikan dengan Firman yang dikatakan oleh TUHAN/Firman yang
dibukakan rahasianya/ayat menerangkan ayat/Firman pengajaran/Firman yang lebih
tajam dari pedang bermata dua.
Amsal 7 : 2, 3,
2. Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku
seperti biji matamu.
3. Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.
Kita dipilih untuk disucikan dan tempat untuk penyucian adalah di dalam ruangan
suci/kandang penggembalaan. Dengan apa kita disucikan? Dengan Firman yang lebih
tajam dari pedang bermata dua, jadi kalau digabung, maka kehidupan yang dipilih
oleh TUHAN adalah kehidupan yang tergembala di dalam Firman pengajaran yang
benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Di dalam Amsal 7, ada istilah ‘tambatkanlah semuanya itu pada jarimu’.
Jari itu adalah perbuatan dan juga pada hati. Jadi kita harus tertambat pada
Firman pengajaran/Firman pengajaran ditambatkan di dalam hati dan perbuatan
kita. Kedua ini tidak dapat dipisahkan » Firman pengajaran ditambatkan
di hati dan di perbuatan/di dalam lahir dan batin dan kita ditambatkan dalam
Firman pengajaran yang benar » inilah orang yang dipilih oleh TUHAN.
Kemudian apa yang disucikan dan juga penyucian terhadap apa? Kita sudah dipanggil/diselamatkan,
kemudian kita dipilih/digembalakan = ditambat di dalam Firman pengajaran. Kemudian
kita disucikan dari apa/apa yang harus disucikan? Tadi, imam-imam itu untuk
pembangunan Tubuh Kristus/menjadi Mempelai Wanita TUHAN, tetapi ini memiliki
tandingan yaitu setan yang juga memiliki pembangunan rohani tetapi yang palsu
yaitu pembangunan tubuh Babel.
Pembangunan yang rohani ini, hanya ada dua, kalau tidak masuk dalam pembangunan
Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN, pasti akan masuk dalam pembangunan
tubuh Babel » tidak ada dan tidak bisa netral. Kita tinggal memilih »
gelap atau terang atau tetap berada di dalam kegelapan. Itu sebabnya dihari-hari
ini kita harus sungguh-sungguh serius di dalam kegerakkan Tubuh Kristus.
Jadi, kita disucikan dari apa? disucikan dari dosa Babel. Supaya kita tidak
masuk ke dalam dosa Babel, maka dosa itu harus dipotong dengan pedang Firman
pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Apa yang dimaksud dengan dosa Babel? Wahyu 17 : 4 – 6,
4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan
emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan
segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu
dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
6. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah
saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.
Kita harus berhati-hati, sebab perempuan Babel ini mengincar bahkan sampai mabuk
kepayang/sangat menginginkan akan kehidupan dari anak-anak TUHAN/kehidupan yang
dipanggil oleh TUHAN/yang diselamatkan oleh TUHAN. Itu sebabnya bagi kaum muda,
saudara harus berhati-hati, sebab sekalipun saudara sudah melayani, tetapi Babel
ini mabuk kepayang dan untuk itu saudara harus waspada terrmasuk saya dan juga
saudara sekalian dengan kenyataan yang kita hadapi yaitu Babel ingin menghancurkan
kita semuanya.
Untuk para orang tua yang memiliki anak-anak muda, saudara jangan kendor dengan
mengatakan oh.... tidak mengapa. Hati-hati! Supaya jangan menyesal di kemudian
hari. Sebagai orang tua harus tetap ketat sebab perempuan Babel ini mabuk akan
darah dari orang-orang kudus dan juga darah dari saksi-saksi YESUS/pelayan-pelayan
TUHAN dan ini yang diincar.
Demikian juga jangan melepaskan tambatan pada Firman penggembalaan/Firman
pengajaran, sebab begitu dilepaskan, maka itu merupakan kesempatan untuk ditangkap
oleh Babel. Kapan akan ditangkap? Saat kita terlepas dari tambatan penggembalaan/Firman
penggembalaan sehingga kita akan hancur. Semoga kita dapat mengerti.
Sekarang penyucian dari dosa Babel dan sudah jelas dosa Babel itu adalah:
- dosa makan minum, itu sebabnya kita harus berhati-hati
dengan dosa makan minum, maafkan saudaraku! Mungkin saya selalu mengulang-ulang
sampai saudara menjadi bosan, tetapi ini dimaksudkan supaya saudara dapat
terlepas dari dosa makan minum ini dari mulai yang paling ringan adalah merokok,
mabuk dan narkoba. Mari! Kita harus berhenti supaya jangan diterkam oleh perempuan
Babel, sebab dosa ini semakin berkembang.
- dosa kawin mengawinkan/dosa sex dengan bermacam-macam
ragamnya. Dulu di Mesir, TUHAN menghukum dengan katak, dan katak-katak itu
masuk sampai ke dalam istana. Orang tua tidak mengetahui bahwa di dalam kamar
anaknya ada banyak katak-katak, tetapi kalau anak itu ditambat di dalam Firman
pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka
Firman itu yang mengetahui dan menjaga mereka. Tetapi kalau terlepas dari
tambatan, jangankan anak itu berada di tempat yang jauh, di dalam kamarnya
pun kita tidak akan mengetahui kalau di dalam kamar itu ada katak. Sampai
pada seorang penginjil yang hebat, kalau ia tidak tertambat, maka cepat atau
lambat, ia akan dimakan oleh Babel dan untuk ini sudah banyak kenyataan-kenyataannya.
Bukannya saya ini menghina seorang hamba TUHAN, tidak! Sebab sebagai seorang
gembalapun, saya juga harus digembalakan.
- ikatan akan uang/ikatan akan kekayaan = dosa kejahatan.
Kalau najis sudah dapat dipastikan akan menjadi jahat. Itu sebabnya kita harus
berhati-hati dengan dosa kejahatan sebab ikatan akan uang ini adalah kikir
dan serakah sehingga terjadi roh jual beli dan akan semakin meningkat sampai
pada dosa mencuri milik TUHAN dan mencuri milik sesama. Sekali lagi saya katakan,
TUHAN tidak membutuhkan uangnya, yang TUHAN butuhkan adalah supaya kita terlepas
dari ikatan akan uang/terlepas dari Babel dan inilah yang menjadi sasaran
dari TUHAN lewat mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus.
Mencuri milik sesama ini lewat kita berhutang tetapi kita tidak membayar kembali
dan juga kita melakukan korupsi. Itu sebabnya sekarang ini kita jangan terlalu
konsumtif dengan selalu ingin membeli ini dan itu padahal uang kita terbatas
dan ini berarti kita sudah terikat pada uang/ada ikatan pada uang sehingga
akan menyusahkan » 1 Timotius 6. Bagi yang berdagang, silahkan berhutang
asal saudara dapat tetap suci dengan tidak memiliki keinginan. Semoga kita
dapat mengerti dengan ukurannya adalah Firman pengajaran/Firman yang lebih
tajam dari pedang bermata dua.
- Babel disebut juga dengan pelacur, dan salah satu sifat dari pelacur
adalah tidak setia. Mari saudaraku! Di dalam ibadah pelayanan, kita
jangan tidak setia, sebab itu = Babel/pelacur.
Sebab YESUS Mempelai Pria Surga dan hanya Satu, jangan dengan yang lain, kalau
kita tidak setia kepada YESUS, maka ini berarti kita bagaikan berada di dalam
pelukan dari laki-laki lain = melacur = tidak setia.
Mungkin karena kuliah sehingga membuat kita tidak setia kepada TUHAN, ini
bukan berarti kita tidak boleh kuliah, tetapi kita harus berdoa supaya tidak
mengganggu ibadah. Demikian juga dengan pekerjaan, jangan sampai kita tidak
setia sebab ini bagaikan kita berada di dalam tangan dari laki-laki lain.
Agar dapat masuk kedalam pembangunan Tubuh Kristus dan menjadi imam dan raja
maka kita harus:
- dipanggil/halaman, kemudian kita harus
- dipilh/masuk dalam pilihan/masuk ruangan suci = penggembalaan/harus
tergembala sebab di sinilah kita disucikan/tertambat pada Firman pengajaran.
Firman pengajaran ini bagaikan biji mata dan kalau kita melayani tanpa
Firman pengajaran, maka itu berarti kita melayani bagaikan tanpa biji
mata. Kita dapat membayangkan, jika pelayanan tanpa mata, maka sudah dapat
dipastikan, pelayanan itu menjadi pelayanan tanpa arah. Itu sebabnya kita
harus benar-benar tertambat.
- egois seperti rawa, Yesaya 14 : 23, "Aku
akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota
itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta
alam.
Babel = rawa; rawa ini hanya dapat menerima tetapi tidak dapat mengalir =
egois/ hanya mementingkan diri sendiri dan inilah yang harus disucikan.
Saya bersaksi, kalau saya mau mementingkan diri, maka:
- jelas saya tidak akan pergi ke Surabaya, sebab di Malang ini pelayanan
dan berkat dari TUHAN sudah lebih dari cukup. Tetapi karena penggembalaan
di Surabaya ada sekawanan kecil domba yang membutuhkan penggembalaan, maka
saya tidak boleh menghitung untung ruginya baik secara waktu, tenaga, keuangan
dlsbnya, sebab kalau saya menghitung rugi, maka itu berarti, saya = Babel.
- saya tidak akan pernah melakukan kunjungan kemana-mana tempat, sebab berapa
biayanya yang harus saya keluarkan dalam sekali melakukan kunjungan dan tentunya
biaya itu dapat saya tabung.
- tidak perlu memakai internet dengan siaran langsung, sebab berapa biaya
yang harus dikeluarkan? sidang jemaat sudah cukup makan. Tetapi semuanya itu,
saya akan menjadi = Babel.
Kita sudah menerima berkat dari TUHAN, maka kita juga harus menjadi berkat
bagi orang lain. Di dalam injil Matius 25, akan ada pemisahan
antara domba dengan kambing; kambing ini memiliki sifat yang egois » tidak
dapat memberi dan juga tidak dapat mengunjungi dan akan dihukum oleh TUHAN.
Inilah penyucian atas Babel.
Kalau kita sudah dikuduskan, maka TUHAN akan memberikan jabatan. Sebab tidak
mungkin kita tidak melayani TUHAN kalau kita sudah disucikan dari dosa Babel
sehingga kita masuk dalam pilihan/tergembala, maka cepat atau lambat, TUHAN
akan memberikan jabatan pelayanan. Bukan gembala manusia yang memberikan jabatan
tetapi berasal dari panggilan dan pilihan TUHAN.
Efesus 4 : 11, 12,
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi
pembangunan tubuh Kristus,
Kalau kita sudah dipilih dan disucikan, pasti kita akan diperlengkapi oleh
TUHAN, sebab ayat ini tidak dapat salah. Jadi untuk memperlengkapi orang-orang
kudus untuk pembangunan Tubuh Kristus/bangunan bait ALLAH yang rohani. Mari!
pandangan kita harus yang rohani sehingga kita menjadi imam-imam dengan proses
dipanggil, dipilih/tergembala, pasti kita akan diberikan jabatan pelayanan.
Jika kita sudah memiliki jabatan pelayanan, maka TUHAN akan menambahkan karunia-karunia
Roh Kudus/kemampuan ajaib dari Roh Kudus agar kita dapat melakukan pekerjaan
TUHAN.
Kemampuan ajaib = di luar batas kepandaian manusia. Seperti Petrus dan Yohanes
yang tidak terpelajar, tetapi sekali mereka berkhotbah, maka tigaribu orang
bertobat dan dibaptis. Seringkali kita berkhotbah dengan kepandaian dan kehebatan
dan akibatnya bukan tigaribu orang yang bertobat, tetapi tigaribu orang yang
berkata tobat, tobat/kapok, kapok dan mereka lari. Itu sebabnya semakin berkhotbah
dengan memakai kepandaian, semakin banyak orang yang lari; bukannya kita tidak
boleh pandai dll, tetapi yang diandalkan haruslah karunia-karunia Roh Kudus/kemampuan
ajaib dari Roh Kudus.
Kalau TUHAN sudah memberikan karunia-karunia Roh Kudus, bagaimana sikap kita?
2 Timotius 1 : 6, Karena itulah kuperingatkan engkau untuk
mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Mengobarkan, bukannya mengorbankan.
Sikap berkobar-kobar dalam karunia dan jabatan = setia dan berkobar-kobar. Inilah
orang pilihan, suci dari dosa Babel + setia dan berkobar-kobar di dalam karunia-karunia
dan jabatan pelayanan. Kita jangan sampai lalai, sebab kalau kita lalai, maka
kita akan terkutuk » Yeremia 48 : 10, Terkutuklah
orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang
yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
Kalau kita suci, maka kita akan berkobar-kobar tetapi kalau kita sudah tidak
setia dan juga tidak berkobar-kobar, pasti hidup kita tidak akan suci. Itu sebabnya
kita harus berhati-hati dan untuk ini saya nomor satu harus setia dan berkobar-kobar.
Jika kita suci dan berkobar-kobar, maka itu bagaikan nyala api » Ibrani
1 : 7,
Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya
menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."
Pelayan yang suci, setia dan berkobar-kobar = pelayan bagaikan nyala api.
Kita akan membandingkan dengan membaca di dalam ktb Wahyu 1 : 14,
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya
bagaikan nyala api.
Pelayan TUHAN bagaikan nyala api, Mata TUHAN bagaikan nyala api. Jadi pelayan
TUHAN yang suci dan berkobar-kobar = Biji Mata TUHAN.
Mari saudaraku! Dihari-hari ini, kita mau menjadi Biji Mata TUHAN atau kita
akan terlempar keluar/tanpa Biji Mata = gelap = buta.
Tidak perlu siapa kita, asal kita mau dipanggil, dipilih/tergembala dan mau
disucikan » siapapun kita, sampaipun penduduk Babel, dapat menjadi Biji
Mata TUHAN. Tidak ada alasan dengan mengatakan bahwa saya terlalu najis, terlalu
kejam dllnya, tetapi selama kita mau digembalakan dan mau disucikan, mau setia
dan berkobar-kobar, maka kita dapat menjadi Biji Mata TUHAN. Luar biasa kemurahan
TUHAN ini.
Zakharia 2 : 7, 8,
7. Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
8. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah
mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa
yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --:
Mari! lari pada penyucian, lari ke penggembalaan, setia dan berkobar-kobar.
Penduduk Babel, artinya orang yang sudah memiliki sifat Babel/berkecimpung dalam
dosa Babel tetapi bisa menjadi Biji Mata TUHAN. Saya tidak berhutang darah sebab
saya sudah menyampaikan hal ini kepada sidang jemaat dan juga Firman ini untuk
diriku.
Kalau kita sudah menjadi Biji Mata TUHAN, maka kita berada di dalam naungan
kasih setia TUHAN » Mazmur 17 : 7, 8,
7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan
orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Kalau kita menjadi Biji Mata TUHAN, maka kita akan disembunyikan di dalam naungan
sayap kasih setia TUHAN yang ajaib/kasih setia TUHAN yang tidak berubah/kasih
setia TUHAN yang kekal/tidak terbatas. Semoga kita dapat mengerti.
Hasilnya:
- Ulangan 32 : 10, Didapati-Nya dia di suatu negeri,
di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya
dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
Kita mengalami pemeliharaan dan perlindungan TUHAN bagaikan Biji Mata
TUHAN. Di jaman yang sudah sulit ini/sudah bagaikan padang gurun
yang memiliki banyak binatang buas/banyak persoalan-persoalan sampai nanti
pada masa penghancuran dunia/masa antikrist, kita dilindungi oleh TUHAN.
Mazmur 57 : 2, Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah
aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan
berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.
Sampai penghancuran dunia berlalu, kita tidak dapat dijamah. Mari! kita menjadi
Biji Mata TUHAN, sehingga mulai dari sekarang, kita dilindungi sampai masa
antikrist yang berkuasa di bumi selama tigasetengah tahun, kita juga dilindungi,
dipelihara dan pada masa penghancuran/penghukuman atas dunia, kita tetap dilindungi
oleh kasih setia TUHAN.
- Mazmur 63 : 7, 8,
7. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang
kawal malam, --
8. sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu
aku bersorak-sorai.
Inilah naungan sayap TUHAN/kasih setia TUHAN yang ajaib dapat menolong
kita tepat pada waktunya sehingga kita selalu mengucap syukur/ada
sorak sorai. Kita dilindungi, dipelihara dan ditolong oleh kasih setia TUHAN
sampai kita ditebus seperti Rut yang pada akhirnya menikah dengan Boas/menjadi
Mempelai Wanita TUHAN.
Rut 3 : 9, Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?"
Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu
ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."
Hasil dari naungan kasih setia seperti Biji Mata TUHAN kita mengalami penebusan
yang terakhir yaitu menjadi Mempelai Wanita TUHAN untuk menyambut kedatangan
Boas/TUHAN YESUS Yang keduakalinya. Kita akan masuk dalam pesta nikah Anak Domba
dan pada saat kedatangan YESUS Yang keduakalinya, kita tidak ikut hancur bersama
dunia/kita tidak masuk kiamat tetapi kita akan bersama dengan TUHAN selama-lamanya.
Ini adalah hal yang sungguh-sungguh serius sebab merupakan nasib kita semua
dan ditentukan mlai sekarang ini dengan:
- menerima panggilan TUHAN
- menerima pilihan TUHAN
Sekalipun keadaan kita sudah seperti Babel, seperti Rut yang adalah seorang
janda dari Moab. Moab ini menunjukkan bangsa yang terkutuk sebab merupakan
hasil perbuatan percabulan dari seorang ayah dengan anaknya. Rut berasal dari
ini, tetapi karena ia mendapatkan sayap kasih setia, ia ditebus sampai menjadi
Mempelai.
Rut 3 : 18, Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah
menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu;
sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada
hari ini juga."
Orang itu tidak akan berhenti/YESUS tidak akan berhenti untuk menolong kita/untuk
mengembangkan sayapnya. Pada hari ini juga YESUS akan mengembangkan sayapNYA/kasih
setiaNYA bagi Biji MataNYA.
Bagaimana sikap kita? Yaitu duduk saja menanti di bawah Kaki TUHAN = mendengarkan
Firman seperti Maria = menyembah. YESUS tidak berhenti sebelum masalah kita
selesai, sebelum kita menjadi Mempelai, YESUS tidak akan berhenti mengembangkan
sayapNYA bagi kita semua. Mari saudaraku! Bagi anda yang masih berada di dalam
masalah, tetapi belum ditolong » duduk dan menanti = mendengarkan Firman
di bawah Kaki TUHAN dan juga tekun menyembah TUHAN. TUHAN tidak pernah menipu
kita dan TUHAN bekerja dengan Dua TanganNYA Yang diulurkan kepada kita.
TUHAN memberkati.
|