|
||||
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
| kebaktian umum | ||
| KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007) Umum (Minggu, 11 Mei 2008) Umum (Minggu Pagi, 11 November 2007) Umum (Minggu, 15 Juni 2008) Umum (Minggu Pagi, 22 Juli 2007) Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007) Umum (Minggu, 29 Juli 2007) Umum (Minggu, 18 Mei 2008) Umum (Minggu, 20 April 2008) Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008) Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007) Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008) Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007) Umum (Minggu, 22 Juni 2008) Umum (Minggu, 02 September 2007) ALAT TABERNAKEL Pelataran Pintu Gerbang Mezbah Korban Bakaran Bejana Pembasuhan Dari Tembaga Pintu Kemah Pelita Emas Meja Roti Sajian Mezbah Dupa Emas Pintu Tirai Tabut Perjanjian Imam-Imam Imam Besar Tahbisan Imam-Imam Ukupan Wangi-wangian Papan-papan dan Kayu Lintang Tudung (Tenda) Tabernakel ![]() Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra. Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
Kebaktian: Umum Tanggal: Minggu Pagi, 14 Oktober 2007 Tempat: GPTKK, Malang Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra Download file: [download file transkrip] - [versi cetak] Tayang: 10 Maret 2011 Matius 24, khotbah tentang akhir jaman/penghukuman atas dunia karena dunia sudah menolak kasih TUHAN/dua loh batu, maka dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap oleh api yang dari langit pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dan yang lazim disebut dengan kiamat. Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk dalam kiamat/hancur bersama dunia, tetapi kita justru akan terangkat di awan-awan, untuk berjumpa bersama dengan Dia selama-lamanya. Kita akan mempelajari Matius 24 : 3 - 44, tentang tujuh nubuat yang harus terjadi menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/menjelang kiamat akan ada tujuh tanda yang besar. Ketujuh nubuat itu adalah:
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Jadi, menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/kiamat, ditandai dengan tanda kedua yaitu kegoncangan-kegoncangan yang akan melanda seluruh bangsa di dunia yang akan mengakibatkan kegelisahan, ketakutan --> tidak ada damai lagi sampai pada kebinasaan. Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
Kita masih akan mempelajari tentang PEPERANGAN yang terjadi dalam peperangan antar suku, antar bangsa/antar negara yang semakin meningkat dan menjadi semakin membesar sampai pada peperangan yang dahsyat yang akan melibatkan dua ratus juta tentara dari seluruh muka bumi dan menewaskan sepertiga manusia yang ada di bumi. Wahyu 9 : 13, 15, 16 13. Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah, 15. Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. 16. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. Inilah saudaraku, mengapa saya mengatakan akan ada peperangan yang besar/terbesar dan dahsyat, sebab dilihat dari jumlah tentara yang terlibat yaitu sebanyak dua puluh ribu laksa. Ay 16 --> satu laksa terdiri dari sepuluh ribu tentara, jadi dua puluh ribu laksa = dua ratus juta tentara. Dan ini berarti melibatkan seluruh tentara yang ada di dunia. Akibatnya --> Wahyu 9 : 18, Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya. Jadi, akibatnya adalah membunuh sepertiga manusia yang ada di dunia. Jumlah umat manusia di dunia sekarang ini kira-kira lima/enam miliard jiwa. Jadi sepertiga manusia yang dibunuh berarti dua miliard orang yang mati dan ini belum pernah terjadi. Bagaimana sikap kita? Di dalam injil Matius 26 --> Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Jadi, sikap anak TUHAN yang benar adalah jangan ikut-ikutan menjadi gelisah dan goncang, tetapi sikap anak TUHAN yang benar adalah jangan menjadi gelisah = hidup dalam ketenangan/kedamaian. Ketenangan/kedamaian ini mulai dari dalam rumah tangga, kemudian di dalam gereja, jangan ada perang di dalam gereja --> antar pemain musik berperang, antar gembala dengan domba juga berperang --> jangan ikut-ikutan berperang. Kemudian di kantor dan juga di sekolah, jangan ikut-ikutan berperang, sebab ini akan mengarah kepada perang yang besar. Sikap gereja TUHAN adalah:
Lukas 13: 34, Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Ini yang harus kita sadari, apa-pun kehebatan, kepandaian, kekayaan kita, tetapi TUHAN menunjuk posisi kita di dunia ini, hanya seperti anak ayam. Posisi gereja TUHAN/anak TUHAN hanyalah seperti anak ayam --> inilah pengakuan TUHAN. Apalagi yang tidak pandai, yang tidak kaya, juga sama seperti anak ayam. yang dibutuhkan/kebutuhan pokok dari anak ayam adalah naungan sayap induk ayam. Pada waktu yang lalu, Firman TUHAN mengatakan bahwa seringkali kita ini ditipu --> memilih induk ayam atau memilih beras/cacing dan seringkali anak ayam memilih cacing/beras = kehilangan induknya, sehingga matilah anak ayam itu akibat gelisah/stress. Inilah, seringkali kita diumpan oleh setan dengan beras/cacing sehingga kita kehilangan induk ayam/naungan sayap induk ayam. Kalau anak ayam berada di bawah naungan sayap induknya, maka semuanya telah ia terima dan akan hidup di dalam ketenangan. Semoga kita dapat mengerti. Kemudian pertanyaannya, di mana kita mendapatkan naungan sayap TUHAN? di sini TUHAN mengatakan: 'seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya' istilah mengumpulkan berarti menjadi satu = penggembalaan. Jadi, kita mendapatkan naungan sayap TUHAN di dalam sistim penggembalaan. Dan ini berarti kita harus tergembala di hari-hari ini yaitu di dalam persatuan tubuh Kristus. Di sinilah kita mendapatkan naungan sayap dari TUHAN. Jadi, kita menerima naungan sayap dari TUHAN:
Di dalam penggembalaan, TUHAN katakan di dalam injil Yohanes 15 --> 'Aku-lah Pokok Anggur Yang Benar'. Jadi, di dalam penggembalaan, harus memperhatikan Pokok/Induk itulah YESUS = Firman pengajaran yang benar. Jangan sembarangan tergembala, sebab sekarang ini ada banyak penyesatan. Jadi harus kembali kepada Firman pengajaran yaitu:
Kemudian sikap kita di dalam penggembalaan --> seperti carang yang melekat pada Pokok/Firman pengajaran yang benar/Pribadi YESUS. Jadi di dalam penggembalaan, kita harus memperhatikan Pokok, jangan yang sesat sebab kita akan menjadi hancur. Kemudian yang kedua yang harus diperhatikan adalah carang harus melekat pada Pokok = setia di dalam penggembalaan. Setia di dalam penggembalaan ini, di mulai dari saya sebagai gembala harus setia memberi makan domba-domba, sebab kalau gembala tidak setia di dalam penggembalaan, maka domba- domba akan tercerai berai/tidak dapat makan Firman. Inilah, kita mendapatkan naungan sayap dari TUHAN/kita mendapatkan ketenangan. Sementara dunia diancam dengan peperangan yang di mulai di dalam rumah tangga dan juga di dalam gereja terjadi peperangan --> perang tentang uang, tentang kedudukan. Untuk ini mari! Kita tergembala dengan baik sehingga berada di dalam naungan sayap TUHAN. Wahyu 9 : 18, Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya. Senjata yang digunakan pada saat peperangan secara jasmani adalah: api --> senjata api yang sudah digunakan pada perang dunia yang pertama dan ini sudah banyak membunuh manusia, tetapi masih tetap digunakan sampai sekarang. asap --> yang digunakan untuk mengakhiri perang dunia yang kedua itulah bom atom yang digunakan untuk menghancurkan kota Hiroshima dan kota Nagasaki sehingga menimbulkan asap yang besar yang naik membumbung ke udara bagaikan cendawan raksasa dan sudah menewaskan banyak orang di sana dan juga kesengsaraan sampai saat ini di kota Hiroshima dan juga di kota Nagasaki. Semoga kita dapat mengerti. belerang --> saya masih belum tahu, tetapi kita tetap berdoa supaya TUHAN menunjuk artinya. Mungkin menunjuk pada senjata kimia yang sangat ditakuti. Inilah senjata-senjata secara jasmani yang sekali-pun sangat dahsyat, tetapi hanya dapat membunuh tubuh manusia. Tetapi sekali lagi, setan ini tidak begitu cara kerjanya yang hanya ingin membunuh tubuh manusia, tetapi setan juga ingin membinasakan jiwa dan roh manusia sampai ke neraka untuk selama-lamanya. Sebab itu setan juga menggunakan senjata-senjata dalam arti rohani. Waktu yang lalu kita sudah mendengar, bahwa senjata api dalam arti rohani adalah lidah yang bukan hanya membinasakan tubuh, tetapi juga membinasakan jiwa dan roh sampai di neraka. Yakobus 3 : 6, Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Jika sudah sampai di neraka, barulah setan merasa puas, kalau masih membunuh tubuh, setan belum merasa puas, itu sebabnya ada senjata secara rohani. Kalau senjata api di Indonesia ini sangat di batasi, tetapi kalau lidah, semua orang mempunyai lidah sehingga dapat terjadinya peperangan yang sangat dahsyat untuk membinasakan jiwa dan roh sampai di neraka. SENJATA ASAP. Secara jasmani, menunjuk pada bom atom yang dahsyat, sebab masih menimbulkan masalah ke anak cucu sampai sekarang. Wahyu 9 : 1, 2 1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. 2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Ay 2 --> matahari dan angkasa menjadi gelap, sebab asap sudah naik ke atas seperti asap dari bom atom yang juga membumbung ke angkasa. Ay 2 --> asap yang keluar dari lubang bagaikan tanur besar = asap maut/sengat maut yang mematikan. Apa yang dimaksud dengan sengat maut? 1 Korintus 15 : 55 ,56 55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 56. Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Jadi, senjata secara rohani selanjutnya adalah dosa yang mematikan. Mari saudaraku! Sekarang ini kita sungguh-sungguh dikoreksi; kita harus menyelesaikan dosa, sebab itu adalah sengat maut yang membinasakan tubuh, jiwa dan roh manusia sampai di neraka/masuk dalam penghukuman TUHAN di neraka. Itu sebabnya YESUS rela mati di kayu salib dan sebelum mati, YESUS meminum anggur asam bercampur empedu, sesudah itu YESUS berkata 'sudah selesai', kemudian YESUS mati. Anggur asam bercampur empedu = dosa yang pahit getir dan yang membinasakan. Dan YESUS berkata 'sudah selesai' untuk menyelesaikan segala dosa-dosa, sehingga manusia jangan ditelan oleh maut, tetapi selamat bahkan menjadi sempurna sama seperti Dia. Itu sebabnya kita jangan menyimpan dosa, tetapi harus diselesaikan sekarang ini sebab TUHAN sudah menyediakan jalan keluarnya. Yohanes 19 : 28 - 30 28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" 29. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. 30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Inilah saudaraku! YESUS harus menderita di atas kayu salib dan meminum anggur asam/menanggung segala dosa manusia yang membawa pahit getir di dalam hidup sampai kepada maut --> YESUS menyelesaikan dosa manusia di atas kayu salib. Itu sebabnya, biarlah kita menggunakan Korban Kristus untuk menyelesaikan dosa dihari-hari ini = hari-hari ini jangan menambah dosa. Sebab kalau dosa bertambah = membumbung ke atas. Bagaimana caranya untuk menyelesaikan dosa? kita mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama, jika di ampuni, jangan berbuat dosa lagi. Ini cara untuk menyelesaikan dosa, supaya dosa tidak membumbung tinggi seperti asap sebab itu berarti sudah membawa maut/membawa kebinasaan tubuh, jiwa dan roh sampai di neraka. Bagi kaum muda perhatikan:
Jika pada saat beribadah mendengarkan Firman kita:
Kita harus berjanji di dalam hati, di saat akhir jaman ini, bukan untuk menambah dosa tetapi untuk menyelesaikan dosa. Semoga kita dapat mengerti. Sekecil apa-pun dosa itu, tetapi kalau tidak diselesaikan/ditutup oleh Darah YESUS/tidak diperdamaikan, maka akan ditutup oleh dosa-dosa yang lain --> terus menerus ditutup oleh dosa-dosa lain, sampai menggunung/sampai membumbung tinggi ke angkasa dan satu waktu akan meledak seperti ledakan dari bom atom. Yeremia 9 : 3 - 9 3. Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal. 4. Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara mana pun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah. 5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat. 6. Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN. 7. Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: "Sesungguhnya, Aku mau melebur dan menguji mereka, sebab apakah lagi yang dapat Kulakukan terhadap puteri umat-Ku? 8. Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu; mereka berbicara damai dengan temannya, tetapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya. 9. Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? Sekali lagi, dosa sekecil apa-pun, kalau di sembunyikan/tidak ditutup oleh Darah YESUS/tidak diselesaikan oleh Darah YESUS, maka akan ditutup oleh dosa, ditutup lagi oleh dosa sampai akan menjadi asap yang membumbung tinggi ke angkasa = memiliki kekuatan seperti bom atom yang meledak dan membinasakan tubuh, jiwa dan roh kita sampai di neraka = sampai menarik penghukuman TUHAN yang meledak/kebinasaan dalam penghukuman TUHAN yang terakhir, itulah di neraka. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius untuk tidak meremehkan dosa sekecil apa-pun, tetapi harus diselesaikan lewat mengaku dosa/berdamai di hari-hari ini, sebab tidak ada satu kekuatan-pun yang dapat menjinakkan bom atom dosa kecuali oleh Darah YESUS. Jika di dunia ini ada kekuatan lain seperti kekuatan kekayaan, kekuatan kepandaian untuk menyelesaikan dosa, maka YESUS tidak perlu datang. Atau ada nabi/rasul yang tidak berdosa, (dapat disebutkan namanya di dalam alkitab) dapat menyelesaikan dosa, maka YESUS tidak perlu datang. Tetapi karena semua manusia berdosa, sehingga tidak ada yang dapat menyelesaikan dosa. Hanya YESUS, ALLAH Yang menjadi Manusia Yang tidak berdosa dapat menghentikan kedahsyatan bom atom dosa lewat Darah-Nya. Semoga kita dapat mengerti. Semuanya ini sudah pernah terjadi yaitu dosa yang membumbung tinggi sampai di angkasa sehingga menarik penghukuman TUHAN yaitu di jaman Lot yaitu di Sodom dan Gomora. Kejadian 18 : 20, 21 20. Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya." Keluh kesah tentang dosa Sodom dan Gomora sudah naik sampai ke hadapan TUHAN/sudah membumbung tinggi bagaikan asap cendawan raksasa yang meledak dan menghasilkan maut/mendatangkan penghukuman TUHAN yaitu berupa api dan belerang yang turun di Sodom dan Gomora. Kejadian 19 : 24, 25 24. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; 25. dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. Penghukuman api dan belerang ini, sudah merupakan gambaran dari neraka/lautan api dan belerang. Secara rohani, penghukuman lautan api dan belerang itu lebih dahsyat sebab itu menunjuk pada neraka. Secara jasmani kota Sodom dan Gomora ini menjadi laut Mati dan di laut Mati ini, secara fisik, tidak ada kehidupan/satu bakteri-pun yang dapat hidup di laut itu, kita dapat membayangkan hal itu. Kalau dosa kita sudah membumbung tinggi, maka akan sulit untuk hidup/pontang - panting sebab bagaikan hidup di laut Mati, apa yang dapat diusahakan? Maafkan! Tetapi ini harus saya katakan: bagi kaum muda, jangan sampai di masa muda, hidup kalian sudah pontang - panting, disebabkan oleh dosa yang sudah membumbung tinggi. Jadi, penghukuman TUHAN dengan api dan belerang ini, sudah pernah terjadi dan ini bukanlah dongeng dan akan terjadi lagi dan ini yang namanya nubuat yaitu pembukaan Firman yang mengungkapkan sesuatu yang akan terjadi dan pasti terjadi. Di akhir jaman, menjelang kedatangan TUHAN kembali, bom atom akan meledak lagi yang lebih dahsyat dari Hiroshima dan Nagasaki, sebab di kedua kota ini masih ada manusia yang hidup. Tetapi bom atom dosa yang sudah pernah meledak di Sodom dan Gomora, tidak ada yang dapat hidup sebab sudah menjadi laut Mati. Ledakan bom atom dosa ini akan terjadi lagi --> Lukas 17 : 28 - 30, 32, 28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. 32. Ingatlah akan isteri Lot! Sudah jelas! Asap dosa Sodom dan Gomora, akan membumbung kembali untuk menarik penghukuman TUHAN/maut atas dunia bahkan penghukuman neraka. Menghadapi keadaan jaman yang akan kembali seperti Sodom dan Gomora, ada peringatan dari TUHAN yaitu 'ingatlah akan isteri Lot'. Jadi, dosa Sodom dan Gomora ini ada pada isteri Lot yaitu isteri Lot menoleh ke belakang. Kejadian 19 : 26, Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. Ingatlah akan isteri Lot = isteri Lot menoleh kebelakang = terikat oleh dosa Sodom dan Gomora. Sebenarnya isteri Lot ini sudah lari dari Sodom = sudah terlepas dari api dan belerang, tetapi di tengah jalan, ia menoleh kebelakang = terikat oleh dosa Sodom = tidak mau terlepas/tidak mau menyelesaikan dosa. Kita harus ingat! Semakin jauh kita mengikut TUHAN, semakin jauh kita meninggalkan ibadah pelayanan = semakin terasa ikatan dosa itu. Contoh: Isteri Lot di beri tali sepanjang seratus meter, ia baru mengikut TUHAN, ia tidak merasakan ikatan itu. Kemudian ia berjalan, semakin hari, semakin jauh, mulai terasa ada ikatan, sampai satu waktu akan sangat terasa ikatan itu sebab sudah seratus meter,sehingga ia tersentak dan pasti ia akan menoleh ke belakang = kembali ke Sodom. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab sekali-pun kita sudah beribadah melayani TUHAN, bukan menjadi jaminan bahwa kita sudah bebas dari dosa, tetapi justru harus menjadi kewaspadaan. Sebab seringkali, semakin lama kita mengikut TUHAN di dalam pelayanan dan juga tambah dipakai oleh TUHAN, kita bertambah terikat oleh dosa. Ini betul-betul berbahaya sebab akan sampai pada dosa Sodom dan Gomora. Apa yang dimaksud dengan dosa Sodom dan Gomora?
Kisah rasul 10 : 1 - 4 1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. 2. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. 3. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!" 4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Ay 1, pasukan Italia = bangsa kafir. Ay 2, saleh = mengalami penyucian takut kepada ALLAH = taat dengar-dengaran senantiasa berdoa kepada TUHAN = asap yang berbau harum. Ay 4, malaikat ALLAH masuk rumahnya = sebab ia suci = mau menerima Firman pengajaran. Semua doa dan sedekahmu telah naik ke hadirat ALLAH = bagaikan asap yang berbau harum di hadapan ALLAH. Kalau asap dosa yang naik, maka neraka yang akan turun, tetapi kalau asap yang berbau harum, maka TUHAN mengingat engkau = kasih setia TUHAN yang turun. Inilah Kornelius/bangsa kafir yang mengalami penyucian hati lewat pekerjaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga:
Perbuatan baik ditutup dengan perbuatan baik sampai ke hadirat TUHAN bagaikan asap yang berbau harum di hadapan TUHAN. Dan ini akan menghasilkan --> 'TUHAN mengingat engkau' = TUHAN tidak pernah lupa = TUHAN menurunkan kasih setia. Sekarang kasih di dunia ini sudah bergeser, tetapi kasih setia TUHAN tinggal tetap. Yesaya 49 : 14 - 16 14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." 15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. 16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. Inilah saudaraku! TUHAN mengingat Kornelius dan TUHAN juga mengingat kita dan ini berarti kita mengalami kasih setia TUHAN, tidak pernah kita di lupakan. Biar seorang ibu dapat melupakan bayi dari kandungannya, tetapi TUHAN tidak pernah melupakan, dan posisi kita bagaikan bayi dalam gendongan Tangan kasih setia. Inilah posisi dari kehidupan yang mau disucikan, yang mau bersedekah dan juga kehidupan yang mau berdoa dan menyembah TUHAN. Yusuf pernah mengalami dimasukkan ke dalam penjara/pintu tertutup = semuanya terbatas dan ia bagaikan bayi yang tidak berdaya, tetapi ia mendapatkan kasih setia TUHAN --> ini yang kita butuhkan. Jangan dosa yang naik ke atas sehingga akan meledak seperti bom atom = neraka yang turun. Hasilnya:
kembali ke halaman sebelumnya |
|
|
IBADAH RUTIN DI MALANG Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya) |
IBADAH RUTIN DI SURABAYA Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu) |
IBADAH KUNJUNGAN
18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut) |
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
All
Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH" Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top |