|
||||
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
| kebaktian doa | ||
| KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya Doa (Selasa, 10 Juni 2008) Doa (Selasa, 13 Mei 2008) Doa (Rabu, 26 Desember 2007) Doa (Selasa, 27 November 2007) Doa (Selasa, 11 September 2007) Doa (Selasa, 31 Juli 2007) Doa (Selasa, 20 Mei 2008) Doa (Selasa, 15 Januari 2008) Doa (Selasa, 08 April 2008) Doa (Selasa, 06 Mei 2008) Doa (Selasa, 12 Februari 2008) Doa (Selasa, 06 November 2007) Doa (Selasa, 05 Februari 2008) Doa (Selasa, 16 Oktober 2007) Doa (Selasa, 07 Agustus 2007) ALAT TABERNAKEL Pelataran Pintu Gerbang Mezbah Korban Bakaran Bejana Pembasuhan Dari Tembaga Pintu Kemah Pelita Emas Meja Roti Sajian Mezbah Dupa Emas Pintu Tirai Tabut Perjanjian Imam-Imam Imam Besar Tahbisan Imam-Imam Ukupan Wangi-wangian Papan-papan dan Kayu Lintang Tudung (Tenda) Tabernakel ![]() Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra. Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
Kebaktian: Doa Tanggal: Selasa, 06 November 2007 Tempat: GPTKK, Malang Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra Download file: [download file transkrip] - [versi cetak] Tayang: 24 April 2011 Matius 24 : 6-8, nubuat tentang bangsa-bangsa 6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Nubuat tentang bangsa-bangsa --> yang akan terjadi kegoncangan -kegoncangan yang akan melanda bangsa- bangsa di dunia sehingga mengakibatkan kepanikan, ketakutan, kegelisahan sehingga hidup manusia tidak tenang sampai pada kematian. Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
Kita masih akan membahas tentang KELAPARAN. Yang terjadi secara dobel yaitu kelaparan secara jasmani --> tidak ada gandum. Tetapi terlebih lagi akan terjadi kelaparan secara rohani yaitu kelaparan akan Firman ALLAH. Amos 8 : 11-14 11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. 13. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus; 14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi." Kita yang ada di sini harus setia dan sungguh-sungguh mendengarkan Firman, sebab satu waktu tidak ada kesempatan lagi untuk mendengarkan Firman. Akibatnya, kalau orang lapar akan Firman dan tidak ada kesempatan lagi untuk mendengarkan Firman, maka akibatnya akan rebah/jatuh dan tidak bangkit-bangkit lagi. Jatuh = jatuh dalam dosa/hidup dalam dosa dan tidak dapat bertobat/tidak bangkit-bangkit lagi. Kalau sekarang kita berbuat dosa, kemudian kita mendengarkan Firman dan kita mengaku salah dan dapat diampuni = kita dapat bangkit lagi = dapat bertobat. Tetapi kalau sudah lapar akan Firman/tidak dapat mendengarkan Firman lagi, kita akan jatuh dalam dosa/rebah, hidup dalam dosa sehingga tidak dapat bertobat = mati rohani dan akan masuk kedalam kematian yang kedua = neraka dan hanya menunggu waktu untuk menerima penghukuman. Ini sungguh-sungguh ngeri. Manusia termasuk anak-anak TUHAN dapat mengalami kelaparan secara dobel terutama kelaparan yang rohani, mengapa hal ini dapat terjadi? Jawabannya ada pada hati. Kalau kita makan makanan secara jasmani, maka ada pada lambung dan jika lambung tidak beres, maka manusia tidak dapat makan, bahkan apa yang sudah dimakan pada waktu yang lalu, dapat dikeluarkan lagi --> makan satu sendok yang keluar tiga sendok sehingga menderita kerugian. Kalau kelaparan secara rohani/kelaparan akan Firman, maka hatinya yang tidak beres/hatinya tidak baik/hatinya jahat = hati nurani yang jahat dengan praktek seperti pada jaman Nuh. Praktek dari hati nurani yang cenderung jahat/tidak baik adalah:
20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus, Ketidak taatan ini, dikaitkan dengan jaman Nuh di mana hati yang jahat itu sampai pada anak-anak kecil. Apa yang menjadi kejahatan dari anak-anak kecil ini, sebab tidak ada seorang anak kecil itu merampok, memfitnah dlsbnya, tetapi kejahatan dari anak-anak kecil itu adalah mereka tidak dapat mendengarkan Firman bahkan mengganggu. Itu sebabnya di sekolah Minggu harus diperhatikan, demikian juga di dalam ibadah-ibadah, harus diperhatikan --> bukan dilarang/dihalangi untuk membawa anak, sebab hal ini menyebabkan TUHAN menjadi marah, tetapi harus dijaga. Ini menjadi tanggung jawab dari orang tua dan boleh keras supaya anak dapat menerima Firman; tetapi guru sekolah Minggu tidak boleh keras, tetapi melatih kesabaran. Sedangkan bagi orang dewasa jika mendengar lawakan, mereka senang mendengarnya, tetapi kalau mendengar Firman, menjadi marah --> inilah hati yang cenderung jahat. Jadi supaya mendapatkan hati nurani yang baik, hanya lewat baptisan air. Saya selalu berjanji kepada siswa/i Lempin-El angkatan demi angkatan --> jika saya melihat di gereja dan saudara diberkati TUHAN dengan memiliki anak, saya tidak mau melihat isteri berada di luar menggendong anak sehingga tidak dapat mendengarkan Firman, akan saya tegur dengan keras. Bagi sidang jemaat, saya hanya menghimbau untuk mengusahakan, didoakan dan dididik dengan sungguh-sungguh. Sebab setan itu pandai dengan menggoda di saat beribadah sehingga sia-sia kalau beribadah sebab tidak mendengarkan Firman. Tetapi ada juga gembala yang pandai, ibunya berada di dalam, tetapi pengerjanya yang disuruh berada di luar untuk menggendong anaknya dan untuk ini saya juga tidak berkenan. Sebab seorang pengerja itu bukan untuk menjaga anak, ia melayani pekerjaan TUHAN. Semuanya harus berada di dalam. Seperti kata-kata dari alm.bpk.pdt Totijs yang paling menekan hati saya --> 'tidak ada kata maaf saat mendengarkan Firman'. Kalau untuk hal lain masih dapat dimaafkan. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab kita menghadapi kelaparan dihari-hari ini. Inilah hati nurani yang baik lewat baptisan air. Jadi dalam baptisan air terjadi pembaharuan yaitu dari hati nurani yang cenderung jahat/tidak baik menjadi hati nurani yang baik/hati nurani yang taat dengar-dengaran dengan praktek dapat/suka mendengarkan Firman sampai dengar-dengaran/taat dengar-dengaran kepada Firman. Itulah hati nurani yang baik. Bukan hanya anak kecil yang tidak selamat, sebab anak remaja juga tidak ada yang selamat; bagi orang tua yang memiliki anak remaja, saudara jangan membiarkan jika anak-anak itu tidak mau ke gereja tetapi harus dihimbau, harus dididik, sebab kalau tidak, akan masuk dalam kelaparan, maka saudara tidak dapat menolong. Harta dan kepandaian saudara tidak dapat menolong, sebab kalau anak itu sudah jatuh di dalam dosa sehingga tidak mau lagi mendengarkan Firman, maka anak itu tidak dapat ditolong lagi. Selagi sekarang ini anak saudara masih belum mau mendengarkan Firman tetapi belum jatuh ke dalam dosa, mari dituntun untuk datang beribadah di gereja. Semoga kita dapat mengerti. Inilah yang dicari, ketika menghadapi kelaparan yaitu kesetiaan, sebab perhatian TUHAN kepada orang yang setia --> tiga hari tiga malam mengikut TUHAN. Bukan kalau bisa, baru kita mengikut TUHAN, kalau tidak bisa, tidak mengikut TUHAN. Sekarang ditambah dengan taat dengar-dengaran. Jadi menghadapi kelaparan harus:
16. Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" 17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah." Ay 16 --> Tidak semua orang mau mendengarkan pemberitaan Firman, sebab kalau hati nuraninya jahat, sekali-pun sudah diterangkan dengan jelas, orang itu tetap tidak mau mendengarkan Firman. Ay 17 --> kalau hati nuraninya baik, sehingga mendengarkan Firman juga baik/suka mendengarkan Firman, maka itu dapat menjadi iman. Ay 21 --> ini yang negatif, tetapi kita yang positif. Jadi saat-saat pemberitaan Firman, itu merupakan saat di mana TUHAN mengulurkan Tangan kepada kita sekalian. Sebaliknya di pihak kita, kalau kita dapat mendengarkan Firman dengan baik, mengerti, percaya sampai kita mempraktekkan Firman, maka itu juga berarti kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, kita dipegang oleh TUHAN = hidup dalam Tangan kasih karunia TUHAN. Nuh masuk kedalam bahtera karena ia mendapatkan kasih karunia TUHAN, sebab semua manusia mati, hanya Nuh --> empat orang laki-laki dengan isteri-isteri mereka = empat pasang mempelai, karena kasih karunia masuk dalam baptisan air. Jadi, kalau saudara masuk dalam baptisan air, maka itu hanya karena kasih karunia = dapat taat dengar-dengaran = kasih karunia. Posisi kita berada di dalam Tangan kasih karunia TUHAN dan kita tidak mungkin dapat jatuh/rebah dan ini sudah jelas. Kalau dipegang oleh saya, saudara dapat jatuh/rebah, apalagi kalau yang dipegang badannya lebih besar. Tetapi kalau dipegang oleh Tangan TUHAN, tidak mungkin dapat jatuh. Kalau kita dipegang oleh Tangan kasih karunia, maka hasilnya:
kembali ke halaman sebelumnya |
|
|
IBADAH RUTIN DI MALANG Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya) |
IBADAH RUTIN DI SURABAYA Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu) |
IBADAH KUNJUNGAN
18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut) |
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
All
Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH" Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top |