|
||||
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
| kebaktian bible study | ||
| KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya Bible Study (Kamis, 15 November 2007) Bible Study (Kamis, 26 Juni 2008) Bible Study (Kamis, 08 Mei 2008) Bible Study (Kamis, 05 Juni 2008) Bible Study (Kamis, 10 April 2008) Bible Study (Kamis, 09 Agustus 2007) Bible Study (Kamis, 23 Agustus 2007) Bible Study (Kamis, 13 September 2007) Bible Study (Kamis, 16 Agustus 2007) Bible Study (Kamis, 04 Oktober 2007) Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008) Bible Study (Kamis, 03 April 2008) Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008) Bible Study (Kamis, 20 Desember 2007) Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008) ALAT TABERNAKEL Pelataran Pintu Gerbang Mezbah Korban Bakaran Bejana Pembasuhan Dari Tembaga Pintu Kemah Pelita Emas Meja Roti Sajian Mezbah Dupa Emas Pintu Tirai Tabut Perjanjian Imam-Imam Imam Besar Tahbisan Imam-Imam Ukupan Wangi-wangian Papan-papan dan Kayu Lintang Tudung (Tenda) Tabernakel ![]() Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra. Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
Kebaktian: Bible Study Tanggal: Kamis, 08 November 2007 Tempat: GPTKK, Malang Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra Download file: [download file transkrip] - [versi cetak] Tayang: 16 Mei 2011 Kita masih tetap membahas injil Matius 24 yang secara keseluruhan berbicara tentang penghukuman TUHAN atas dunia yang lazim disebut dengan kiamat. Dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap oleh api yang turun dari langit dan terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Ada tanda/nubuatan tentang kiamat ini, yaitu di dalam Matius 24 : 3-44, tentang tujuh nubuatan yaitu: Ketujuh nubuat itu adalah:
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Jadi kedatangan TUHAN Yang kedua kali/kiamat, ditandai dengan terjadinya kegoncangan-kegoncangan di segala bidang yang melanda bangsa-bangsa di dunia ini, sehingga mengakibatkan ketakutan, kegelisahan bahkan kematian/kebinasaan. Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
Ada dua macam kelaparan yang melanda bangsa-bangsa di dunia ini yaitu kelaparan secara jasmani/kekurangan pangan yang mengakibatkan penderitaan bahkan kematian secara jasmani/tubuh. Tetapi yang kedua lebih dahsyat yaitu kelaparan secara rohani = kelaparan akan Firman ALLAH seperti yang tertulis di dalam ktb Amos. Amos 8 : 11,12, 14 11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. 14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi." Inilah kelaparan secara rohani yaitu kelaparan akan Firman TUHAN, tetapi sudah tidak di dapatkan lagi. Akibatnya mereka akan jatuh rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi. Kematian rohani = kematian yang kedua di neraka = binasa. Inilah dua macam kelaparan yang melanda bangsa-bangsa di dunia di akhir jaman. Di dalam alkitab, sudah pernah terjadi tiga kali kelaparan yang hebat yaitu:
Kita akan memeriksa terlebih dahulu kelaparan DI JAMAN YUSUF di Mesir. Ini merupakan nubuat bagi kita agar kita berhati-hati sebab kita akan menghadapi kelaparan-kelaparan yang sudah melanda sebagian dunia diakhir jaman. Kejadian 42 : 1-3, 5 1. Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?" 2. Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati." 3. Lalu pergilah sepuluh orang saudara Yusuf untuk membeli gandum di Mesir. 5. Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan. Mesir merupakan gambaran dari dunia dan terjadi kelaparan, tetapi kelaparan ini juga melanda Kanaan dan juga melanda saudara-saudara Yusuf. Saudara-saudara Yusuf ini merupakan gambaran dari gembala-gembala, sebab mereka menggembalakan kambing domba. Jadi, kelaparan ini melanda saudara-saudara Yusuf = untuk sekarang berarti melanda gembala-gembala. Ini yang berat, sebab dulu kelaparan sudah melanda saudara-saudara Yusuf, sekarang diakhir jaman juga melanda gembala-gembala dan ini berarti gembala-gembala tidak memiliki pembukaan rahasia Firman = gembala tidak dapat memberi makan sidang jemaat/domba-domba, sehingga domba-domba juga akan kelaparan secara rohani. Itu sebabnya saudara harus mendoakan saya, sebab tugas saya sebagai gembala adalah memberikan makan domba-domba dan ini bukanlah tugas bagi orang lain. Itu sebabnya untuk memberi makan sidang jemaat, maka diperlukan pembukaan Firman. Sebab tanpa doa dari saudara, maka saya tidak dapat berbuat apa-apa; jika saudara merindukan pembukaan Firman, maka saudara menaikkan doa kepada TUHAN, dan TUHAN mendengarkan seruan doa saudara, maka TUHAN akan memberikan pembukaan bagi seorang gembala. Inilah kelaparan yang melanda gembala-gembala. Tetapi kelaparan ini juga melanda Kanaan yang merupakan suatu negeri dengan memiliki banyak kegiatan --> tanahnya subur/banyak kegiatan di bidang pertanian, banyak kegiatan perdagangan. Di dalam arti rohani, maka Kanaan adalah gereja TUHAN dalam kegerakkan rohani/kebangunan rohani, tetapi kelaparan. Inilah Kanaan yang di banding dengan daerah lain di sekitar Kanaan yang keadaannya gersang sebab Kanaan ini yang dipilih oleh TUHAN sebagai negeri perjanjian. Mengapa gereja TUHAN yang berada di dalam kegerakkan rohani, tetapi kelaparan? Sebab kegerakkan rohani di akhir jaman ini, tidak mengutamakan pembukaan Firman. Ibadah di gereja, pemberitaan Firman hanya sedikit saja, bila perlu ibadah tanpa Firman, tetapi menyanyi di perbanyak, atraksi di perbanyak dllnya di perbanyak. Inilah --> ada kegerakkan tetapi kelaparan sebab di dalam ibadah dan pelayanan tidak mengutamakan Firman, tetapi mengutamakan perkara-perkara jasmani, hiburan-hiburan supaya orang yang masuk gereja dapat terhibur. Semoga kita dapat mengerti. Tetapi disamping itu, ada peranan dari Roh.Kudus sebab Yakub merupakan gambaran dari Roh.Kudus. Abraham merupakan gambaran dari ALLAH Bapa, Isak gambaran dari Anak ALLAH. Yakub mengingatkan anak-anaknya untuk pergi ke Mesir, artinya Roh. Kudus mengurapi/mendorong kita supaya kita dapat merendahkan diri untuk mencari pembukaan Firman TUHAN dihari-hari ini. Semoga kita dapat mengerti. Sering saya katakan kepada kaum muda, saudara mungkin datang dari daerah untuk mencari sekolah yang baik atau mencari pekerjaan --> silahkan! Tetapi jangan lupa untuk banyak mengisi kehidupan kita dengan Firman TUHAN/merendahkan diri agar dapat mencari pembukaan Firman. Dari Kanaan, turun ke Mesir = merendahkan diri. Kanaan ini lebih dari Mesir, tetapi harus turun ke Mesir. Saudara-saudara Yusuf dua kali pergi ke Mesir = dua kali kita merendahkan diri untuk mendapatkan pembukaan Firman, artinya:
Banyak dari kita yang datang ke gereja untuk menyelesaikan masalah. Masalah dari saudara-saudara Yusuf adalah kelaparan --> mereka membeli gandum untuk mengatasi masalah, semuanya ini dapat diatasi, tetapi sesudah gandum selalu dimakan akan habis. Inilah kesalahan kita, sebab kita datang ke gereja kemudian kita berkata bahwa Firman TUHAN hebat dan luar biasa sehingga saya tertolong dan masalah selesai. Jika hanya sampai di sini, lama-lama akan habis. Itu sebabnya, tidaklah cukup kalau Firman TUHAN hanya untuk menyelesaikan masalah-masalah kita. Banyak gereja TUHAN yang awalnya memiliki pembukaan Firman, tetapi karena egois sebab hanya untuk menyelesaikan masalah sendiri, masalah dari gereja sendiri, masalah selesai tetapi gandum habis. Jadi mencari pembukaan Firman/dua kali merendahkan diri untuk masuk dalam pembangunan persekutuan tubuh Kristus/Mempelai Wanita TUHAN. Waktu saudara-saudara Yusuf untuk kedua kalinya datang ke Mesir, maka Yusuf memperkenalkan diri --> 'aku Yusuf' sehingga terjadi persekutuan = kedua belas anak Israel kembali menjadi satu lagi. Jadi, mencari Firman jangan hanya/bukan hanya untuk menyelesaikan masalah kira sehari-hari, tetapi mencari pembukaan Firman untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus/Mempelai Wanita TUHAN. Semoga kita dapat mengerti. Jadi, dihari-hari ini, kita harus mengumpulkan Firman secara dobel sebab kita akan menghadapi kelaparan yang akan datang dan juga untuk menghadapi pembangunan tubuh Kristus. 2 Korintus 4 : 7, Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Harta ini yang kami punyai dalam bejana tanah liat --> mari! Selain bejana tanah liat diisi dengan ilmu, diisi dengan kekayaan di dunia --> silahkan! Tetapi jangan lupa dengan yang terpenting yaitu bejana tanah liat harus diisi dengan harta rohani yaitu pembukaan Firman secara dobel/secara melimpah-limpah. Seperti Yusuf yang mengumpulkan gandum dengan berlimpah-limpah, sebab kalau tidak berlimpah, maka tidak akan cukup. Mengumpulkan gandum secara berlimpah-limpah sehingga kita memiliki kekuatan yang melimpah dari TUHAN untuk menghadapi kelaparan yang akan datang. Jika kita lapar, pasti akan sukar sehingga dapat menjadi nekad. Di dunia, kelaparan secara jasmani, orang dapat menjadi nekad sehingga mereka menjarah apa saja agar dapat makan. Terlebih lagi kelaparan secara rohani, betul-betul menimbulkan kenajisan, kesadisan dlsbnya. Itu sebabnya dihari-hari ini, selain kita mengumpulkan ilmu, uang untuk modal --> silahkan! Tetapi yang terpenting bejana tanah liat ini harus diisi dengan harta yang rohani yaitu pembukaan Firman pengajaran secara dobel/secara berlimpah-limpah supaya kita memiliki kekuatan yang melimpah untuk menghadapi kelaparan dan kesukaran yang akan datang. Dan juga untuk menghadapi kedatangan YESUS Yang kedua kali, kita sudah menjadi Mempelai Wanita TUHAN/menghadapi pembangunan tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti. Dua belas suku Israel bertemu di Mesir, mereka bukan berkumpul di Kanaan. Jadi, saudara-saudara Yusuf yang mendatangi Yusuf. Pembangunan tubuh Kristus/kesempurnaan bukan terjadi di surga, (sebab Kanaan Samawi adalah surga). Banyak hamba TUHAN yang mengatakan bahwa masalah surga itu nanti --> bukan nanti, tetapi sekarang ini. Pembangunan tubuh Kristus/kesempurnaan/keselamatan terjadi mulai sekarang di Mesir/di dunia --> duabelas suku Israel bertemu. Di dunia yang sukar, terjadi pembangunan tubuh Kristus/Mempelai Wanita TUHAN. Di dalam Wahyu 7 : 4-8, 4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. 5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, 6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, 7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, 8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu. Dari dua belas suku, masing-masing dua belas ribu --> 12 x 12.000 = 144.000 yang merupakan inti dari Mempelai Wanita TUHAN. Inilah saudaraku, pertemuan Yusuf dengan kesebelas saudara-saudaranya menubuatkan pembangunan tubuh Kristus/Mempelai Wanita di bumi, bukan di surga. Itu sebabnya, mulai sekarang ini kita harus mengumpulkan Firman agar mendapatkan kekuatan dalam menghadapi kelaparan, kerusakan dan kesukaran di dunia akibat kelaparan dan juga untuk menghadapi pembangunan tubuh Kristus/Mempelai Wanita di dunia. Kita harus kuat, sebab kalau tidak kuat, ketika menghadapi penyucian maka kita akan mundur. Tertulis juga di dalam Wahyu 14 : 1-3, 5, 1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. 2. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. 3. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. Ay 3, inilah Mempelai Wanita yang mulutnya menyanyikan nyanyian baru/penyembahan seperti desau air bah. Firman memberikan kekuatan untuk melawan kelaparan dan juga kesukaran-kesukaran --> kita dijepit, tidak putus asa tetapi kuat menghadapi situasi yang sulit di bumi ini. Tetapi Firman yang diisikan ke dalam bejana tanah liat sehingga Firman menjadi iman di dalam hidup kita, itu juga memberikan kekuatan agar kita dapat masuk dalam pembangunan tubuh Kristus/Mempelai Wanita. Apa yang menjadi tanda/ciri dari Mempelai Wanita? Di mulai dari mulut yang hanya untuk menyembah TUHAN. Nyanyian baru bagaikan desau air bah = penyembahan kepada TUHAN. Di dalam ktb Wahyu 19, nanti mulut dari Mempelai Wanita ini betul-betul hanya untuk menyembah TUHAN di angkasa = pertemuan di udara. Wahyu 19 : 6, 7 6. lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Hari perkawinan Anak Domba = ada Mempelai --> YESUS Mempelai Pria dan kita adalah Mempelai Wanita. Jadi inilah tanda/ciri dari Mempelai Wanita, dimulai dari:
Waktu saudara-saudara Yusuf bertemu dengan Yusuf, mereka tidak perlu membeli gandum lagi, sebab gandumnya tidak pernah habis = sudah terpelihara. Jadi, TUHAN mengijinkan terjadinya kelaparan supaya kita mengumpulkan gandum dihari-hari ini. Semoga kita dapat mengerti. Kemudian kelaparan DI JAMAN NABI ELIA. Apa yang dapat kita pelajari dari cerita ini? 1 Raja-raja 17 : 7-9, 12 7. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. 8. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 9. "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Inilah keadaan kelaparan pada jaman nabi Elia yaitu sungai menjadi kering, artinya sumber-sumber dari bumi ini tidak dapat diharapkan lagi seperti uang, ijazah dlsbnya sudah tidak dapat diharapkan lagi ketika menghadapi kelaparan yang akan datang. Tidak dilarang saudara bekerja, sekolah, tetapi jangan sampai mengganggu untuk saudara menerima Firman sebab akan rugi. Sebab yang dapat bertahan adalah orang yang memiliki Firman, bukan yang memiliki ijazah, deposito sebab semuanya dikuasai antikrist. Itu sebabnya biarlah kita selalu berharap pada Firman ALLAH sebab ini yang benar. Sangat disayangkan kalau kita bosan mendengarkan Firman ALLAH, sebab satu saat manusia hanya hidup dari Firman. Jadi kalau orang bosan mendengarkan Firman = bosan hidup. Demikian juga kalau gembala bosan menyampaikan Firman = bosan hidup. Bagi kaum muda, saudara jangan bergurau di saat mendengarkan Firman sebab bosan mendengarkan Firman berarti saudara sudah bosan hidup. Ini merupakan hal yang serius. Apa yang harus diperhatikan ketika menghadapi kelaparan pada jaman Elia ini? Di ay 12 --> Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Segenggam tepung = tepung sudah berada di dalam genggaman = Firman sudah berada di dalam tangan kita = diprakktekan. Jadi yang harus diperhatikan menghadapi kelaparan adalah Firman sudah berada di dalam tempayan = kehidupan kita sudah diisi dengan Firman = menjadi iman. Tetapi selanjutnya ada istilah segenggam tepung = Firman sudah harus berada di dalam genggaman tangan kita = Firman diprakktekan di dalam kehidupan kita. Kalau Firman sudah dipraktekkan, maka di ay 13 --> Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Firman yang dipraktekkan, akan menghasilkan roti bundar yang kecil. Karena tepungnya hanya segenggam, maka rotinya hanya bundar dan kecil. Bundar ini tidak berujung dan tidak berpangkal = kehidupan yang kekal = tidak dikuasai oleh maut. Yohanes 8 : 51, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Siapa yang mempraktekkan Firman = bagaikan roti bundar yang tidak berujung maupun berpangkal = tidak dikuasai oleh maut = hidup kekal. Luar biasa kalau kita mempraktekkan Firman:
Kemudian mengambil kayu, kayu ini menunjuk pada salib. Firman sudah dipraktekkan --> sudah baik = sudah menjadi roti bundar = hidup kekal, tetapi belum cukup sebab belum menyenangkan orang yang makan dan kalau dipersembahkan kepada TUHAN, ternyata roti itu masih mentah, itu sebabnya harus dibakar = salib = pengalaman salib = sengsara daging tanpa dosa. Apa yang harus dibakar? Yaitu segala sesuatu yang tidak menyenangkan TUHAN harus dibakar. Mungkin kita tidak bersalah tetapi difitnah = sengsara daging tanpa dosa untuk membakar segala sesuatu yang tidak berkenan/yang tidak menyenangkan TUHAN. Yang membuat TUHAN pilu, dan berkeluh kesah. Yang membuat orang tua berkeluh kesah dan juga yang membuat gembala berkeluh kesah. Demikian juga dengan gembala yang membuat sidang jemaat tidak merasa senang. Mari! semuanya harus dibakar supaya menjadi roti yang matang dan dapat dipersembahkan kepada TUHAN dan juga sesama = mengenyangkan TUHAN dan juga sesama. Sekali-pun roti bundar itu kecil, (modal kecil, ijazah tidak tinggi, kepandaian tidak seberapa) tetapi kalau dapat menyenangkan Hati TUHAN, maka TUHAN mampu memelihara --> 1 Raja-raja 17 : 15, Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. 'Beberapa waktu' --> di dalam srt Yakobus = tiga setengah tahun tidak ada hujan. Sekali-pun kecil, tetapi TUHAN mampu memelihara dan melindungi hidup kita menghadapi dunia yang sulit sampai jaman antikrist, kita tidak akan ketinggalan dan dijamah oleh antikrist. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, mungkin gereja saudara di desa kecil dan juga masih kontrak, tetapi kalau menyenangkan Hati TUHAN = akan dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN. Bukan besar kecilnya gereja, sekali-pun gereja besar tentunya boleh, gereja kecil juga boleh, tetapi kalau menyenangkan Hati TUHAN = roti yang matang. Mengutamakan TUHAN = roti yang matang, maka akan dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN sampai jaman antikrist. TUHAN ijinkan kelaparan jaman Yusuf, supaya kita mengumpulkan Firman/dalam tempayan, jangan pasif. TUHAN ijinkan kelaparan jaman Elia, supaya Firman berada di dalam genggaman = mempraktekkan Firman = bundar + salib/roti bundar yang matang = mengenyangkan dan menyenangkan Hati TUHAN = mengutamakan TUHAN sehingga TUHAN sanggup melindungi dan memelihara kita. Di dalam kehidupan dari bangsa Israel, maka janda merupakan bagian yang terkecil, tetapi kalau menyenangkan Hati TUHAN, mengenyangkan Hati TUHAN dan juga mengutamakan TUHAN, maka akan benar-benar dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN sampai jaman antikrist. DI JAMAN KAISAR KLAUDIUS --> terjadi pada jaman gereja hujan awal --> Kisah rasul 11 : 28, Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. Kelaparan yang terjadi pada jaman kaisar Klaudius/gereja hujan awal. Kisah rasul 18 : 1-3 1. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 2. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 3. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. Inilah saudaraku, TUHAN mengijinkan kelaparan terjadi, dan pada saat itu Firman sudah harus menjadi tabiat/sifat di dalam hidup kita. Kalau Firman sudah dipraktekkan:
Efesus 4 : 1, 2 1. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Firman sudah menjadi tabiat/sifat jika kita sudah rendah hati, lemah lembut dan sabar di dalam hidup kita. Sabar di dalam kesesakan, sabar menunggu waktu TUHAN = tabiat/sifat Firman. Seperti TUHAN YESUS sebelum IA dipermuliakan, IA harus sabar dengan sengsara, dihina dan mati terlebih dahulu, baru kemudian IA naik ke surga. Untuk apa rendah hati, lemah lembut dan sabar, di ayat di atas dikatakan untuk saling membantu. Rasul Paulus bertemu dengan Akwila, Priskila untuk bekerja sama. Jadi, kalau Firman sudah menjadi tabiat/sifat yaitu rendah hati, lemah lembut dan sabar, maka itu akan mendorong kita dapat bekerja sama satu dengan yang lain. Jadi, menghadapi keadaan yang sulit yaitu kelaparan secara jasmani maupun secara rohani ini, kita jangan bertengkar, tetapi harus bekerja sama. Ada dua macam kerja sama yaitu:
Kalau kita bekerja sama dengan manusia, seringkali manusia mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Tetapi kalau bekerja sama dengan TUHAN, maka itu hanya untuk menguntungkan kita. Bagi TUHAN sebenarnya TUHAN tidak mendapatkan keuntungan bahkan rugi bekerja sama dengan kita seperti contoh di dalam injil Yoh 9, TUHAN bekerja sama dengan orang buta sejak lahir --> apa untungnya? Tetapi itulah TUHAN kita. Mari! Keadaan kita sekarang ini mungkin seperti orang buta sejak lahir yang tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak berarti apa-apa sebab berdosa dan hidup di dalam kegelapan, tetapi TUHAN mau bekerja sama dengan kita. Kapan kita bekerja sama dengan TUHAN?
TUHAN memberkati. kembali ke halaman sebelumnya |
|
|
IBADAH RUTIN DI MALANG Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya) |
IBADAH RUTIN DI SURABAYA Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu) |
IBADAH KUNJUNGAN
18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut) |
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
All
Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH" Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top |