English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 Juni 2014)
Tayang: 17 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 28 Oktober 2007)
Tayang: 21 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 08 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 22 Oktober 2013

Kita masih mempelajari pendahuluan dari ktb Wahyu yang terdiri dari 22 pasal dan 405 ayat merupakan ktb terakhir dari alkitab. Sesudah ktb Wahyu, TUHAN tidak menyediakan ktb yang lain. Kitab Wahyu adalah ktb yang didalamnya memuat tentang Kabar Mempelai yang sepenuhnya.

Buktinya: Wahyu 19: 6, 7, 9,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. “dan pengantin-Nya telah siap sedia
9. "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."

Ay 9, Namanya perjamuan nikah pasti ada mempelai pria dan mempelai wanita.

Wahyu 21: 2, 9,
2. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Banyak kalimat-kalimat yang menyatakan mempelai-mempelai, itu adalah Kabar Mempelai.

Jika TUHAN tidak menyediakan kitab yang lain sesudah kitab Wahyu berarti Kabar Mempelai adalah kabar yang terakhir yang harus kita perhatikan. Hari-hari ini kita mempelajari kitab Wahyu dan fokus kita ada pada Kabar Mempelai.

Saya sudah menerangkan:

  • Ada kabar baik/penginjilan: untuk membawa orang berdosa, percaya YESUS (sudah selamat). Saya contohnya, bukan keturunan orang Kristen/hamba TUHAN, tetapi bisa percaya YESUS dan selamat. Itulah kabar baik/penginjilan.


  • Tetapi ada Kabar Mempelai.

Matius 25: 6, Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Tengah malam merupakan waktu yang paling gelap, ini menunjuk pada akhir zaman. Dan hanya satu-satunya suara yang terdengar pada tengah malam “Mempelai datang! Songsonglah dia!” = Kabar Mempelai. Jadi satu-satunya kabar yang dibutuhkan pada akhir zaman adalah Kabar Mempelai.

Untuk menghadapi apa?

  1. Di tengah malam itu merupakan puncak kegelapan. Jadi yang pertama untuk menghadapi puncak kegelapan yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.

    Dosa makan minum yaitu merokok, mabuk, narkoba. Yang sekarang ini sudah meraja lela dan tidak bisa dihentikan dengan yang lain. Satu-satunya yang bisa menghentikan adalah Kabar Mempelai.

    Dosa kawin mengawinkan yaitu


    • Dosa sex dengan berbagai ragamnya, lewat tontonan, lewat pendengaran, lewat perkataan, lewat perbuatan.
    • Penyimpangan sex: homo sex, lesbian, sex pada diri sendiri.
    • Nikah yang salah: kawin cerai dll.


    Inilah puncak kegelapan yang tidak bisa dibendung dengan kekuatan lain. Kekayaan, kepandaian dll tidak bisa membendung ini. Hanya Kabar Mempelai yang dapat membendung ini semuanya.


  2. Kesulitan-kesulitan juga akan semakin memuncak. Tengah malam = puncak. Jadi untuk menghadapi puncak kesulitan dan kegoncangan-kegoncangan disegala bidang, sampai antikrist berkuasa dibumi selama tiga setengah tahun. Ini juga hanya bisa dihadapi dengan Kabar Mempelai. Sekarang ini terjadi kesulitan dan kegoncangan dimana-mana. Di segala bidang bidang ekonomi, bidang apapun mengalami kegoncangan.


  3. Untuk menghadapi kedatangan TUHAN YESUS kedua kali di awan-awan yang permai. Ini pada cerita sepuluh dara yang menyongsong kedatangan YESUS = kedatangan Mempelai Pria Surga.

    Sekaligus menghadapi penghukuman ALLAH sampai di neraka. Bumi ini akan dihukum, 3 x 7 hukuman, ini hanya bisa dihadapi dengan kabar mempelai. Sampai di neraka = peghukuman kekal. Tetapi kisa bisa lolos lewat kabar mempelai semoga kita mengerti.

2 Korintus 4: 3, 4,
3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh
ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan
Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Ayat 4 = “gambaran Allah” = Wujud ALLAH.

Kabar Mempelai = cahaya Injil kemuliaan Kristus. Kalau tadi kabar baik/Firman penginjilan = injil keselamatan yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali, mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang yang berdosa. Kita semua sudah menerima injil keselamatan = percaya YESUS, bertobat, baptis air dan kita diselamatkan.

Sekarang ini, cahaya injil kemuliaan Kristus/Kabar Mempelai adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS yang kedua kali, dalam kemuliaan (bukan lagi sebagai bayi, mati disalib, tidak !!) tetapi sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, untuk membawa orang-orang yang sudah selamat, disucikan dan disempurnakan seperti Dia.

Kalau sekarang ini saya bertanya = apakah semua sudah selamat/percaya YESUS = ya, kami semuanya sudah selamat, tetapi masih ada yang berbuat dosa. Oleh sebab itu kita memerlukan Kabar Mempelai. Sudah selamat tetapi masih berbuat dosa, itu sebabnya masih perlu disucikan sampai disempurnakan seperti YESUS (tidak bercacat cela seperti YESUS) = menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.

Ibrani 4: 12, 13,
12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Ayat 12 = “ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” = sasaran utamanya adalah hati dan pikiran.

Kabar Mempelai = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Untuk menyucikan mulai dari hati pikiran kita, sampai seluruh kehidupan kita, sehingga menjadi sempurna seperti YESUS. Sebab hati kita itu sumber/pusatnya dosa.

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir yang menunjuk tentang akhir zaman dan juga memuat Kabar Mempelai sepenuhnya (semua mengarah kepada Mempelai) = jangan ragu-ragu ! sebab ini sudah terakhir. Firman penginjilan baik dan harus. Kalau tidak ada Firman penginjilan, saya dan keluarga kami tidak ada disini, sebab bukan keturunan orang Kristen. Saya dulu mencari-cari keselamatan di kuburan, minum air bunga. Tapi setelah ada Firman penginjilan maka bisa selamat. Tetapi sesudah selamat mau kemana? jadi harus ditingkatkan dari Kabar Baik/injil keselamatan menjadi Kabar Mempelai. Di akhir zaman menjelang kedatangan YESUS, dunia bertambah gelap, karena itu harus ada cahaya injil kemuliaan Kristus/Kabar Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi Kabar Mempelai adalah satu-satunya kabar yang mempersiapkan gereja TUHAN menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap sedia untuk menyambut kedatangan YESUS ke dua kali diawan-awan yang permai. Ada sepuluh dara, tetapi hanya lima yang siap. Lima bodoh dan lima yang siap sedia (Matius 25).

Jadi yang berada di dalam Kabar Mempelai adalah orang yang siap sedia, yang lain hanya merasa siap, padahal tidak siap. Jadi harus menerima pengajaran supaya disucikan. Kabar Mempelai adalah satu-satunya kabar (tidak ada kabar lain), sebab ini tertulis dalam akitab (terutama di dalam kitab Wahyu) dan ini bukan milik gereja tertentu, tidak !! tetapi ini milik kita semuanya, tinggal kita mau menggali atau tidak (mau mendalami atau tidak)? Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana Kabar Mempelai ini mempersiapkan kita menjadi Mempelai Wanita yang sempurna/yang siap sedia menyambut kedatangan YESUS yang kedua kali?

Prosesnya adalah
Penyucian hati terlebih dahulu. Tadi dalam Ibrani 4: 12 membedakan pertimbangan hati dan pikiran, itulah yang dituju lebih dahulu, sebab hati sebagai pusat kehidupan rohani. Kalau hati suci maka seluruh hidup menjadi suci, kalau hati tidak suci maka semua tidak suci.

Matius 15: 19 Karena dari hati timbul segala (1)pikiran jahat, (2)pembunuhan, (3)perzinahan, (4)percabulan, (5)pencurian, (6)sumpah palsu dan (7)hujat.

Ayat 19 =
pikiran jahat = prasangka buruk. Hati-hati terhadap prasangka buruk.
pembunuhan = kebencian.
sumpah palsu = dusta.
hujat = hujat itu mulai dengan:

  • Menjelekkan orang lain = kita yang bersalah, tetapi kita menjelek-jelekkan orang lain.
  • Suka memfitnah orang lain, yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar.
  • Sampai akhirnya menghujat orang-orang suci.
  • Menghujat TUHAN = menghujat pengajaran yang benar/Kabar Mempelai.

Jadi prosesnya adalah penyucian hati dari tujuh keinginan jahat dan najis. Angka tujuh = sempurna. Kalau hati disucikan dari tujuh keinginan jahat dan najis maka ada harapan untuk sempurna.

Kalau kita sudah mengalami penyucian hati maka:

  • Perbuatan/solah tingkah laku disucikan (termasuk pandangan disucikan).
  • Tabiat yang tidak baik (egois) disucikan.
  • Sampai yang terakhir, perkataan/mulut disucikan yaitu tidak berdusta lagi. Jika ya katakan ya, tidak katakan tidak, benar katakan benar, tidak benar katakan tidak benar. Jadi jangan menutup-nutupi sesuatu, kita banyak kali pintar bersilat lidah. Itu sebabnya harus berhati-hati kalau berbicara, jangan banyak bunga-bunganya = “anu, tapi, begini”, inilah yang berbahaya ! sebaiknya langsung = “to the point saja”. Sebab selebihnya itu berasal dari si jahat/ular yang membuat kerusuhan. Kalau ular lewat akan terjadi kerusuhan, pertengkaran, tidak damai. Kita harus mengakui kalau itu benar ataupun tidak benar, jangan ditambah ataupun dikurangi. Jika kita tegas, itu seperti kita berjalan lurus (ular tidak ada yang berjalan lurus), tetapi kalau kita tidak tegas/ragu-ragu = “ya, namun” atau “tidak, namun” itu seperti ular. Semoga kita dapat mengerti.


  • Kita yang sudah jujur/tidak ada dusta jika terus disucikan maka satu waktu, kita akan menjadi tidak salah dalam perkataan = seluruh hidupnya tidak ada cacat cela dan sempurna seperti YESUS.

Yakobus 3: 2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Inilah penyucian terakhir (dari dalam hati muncul ke perkataan) yaitu mulut disucikan sampai kita berkata jujur dan jika pedang Firman terus menyucikan kita, maka sampai waktu kita tidak salah dalam perkataan.

Apa yang dimaksud dengan tidak salah dalam perkataan? saya sudah sering mengatakan, hanya sebut ‘haleluyah’ untuk menyambut kedatangan TUHAN YESUS yang ke dua kali. Ini sudah tidak salah lagi. Dari gereja manapun semuanya sama yaitu hanya ‘haleluyah’.

Wahyu 19: 6, 7, 9,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Ayat 6 = “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah” = ini dari empat penjuru bumi, anak-anak TUHAN yang menerima Kabar Mempelai/pedang Firman, yang mau disucikan (hatinya, perbuatan/solah tingkah laku, pandangan, pendengaran, tabiat, dan sampai yang terakhir ini sebagai penentunya yaitu mulutnya disucikan) hanya berkata Haleluyah. Seluruh dunia (semua negara, semua suku bangsa) ini sama dalam berkata Haleluyah. Kalau kata alkitab masih berbeda-beda =bahasa Indonesia = alkitab, bahasa Inggris = Holly Bible. Mari hari-hari ini, semakin kita disucikan, semakin banyak menyembah haleluyah, sehingga tidak banyak berbicara yang lain. Mulut tidak salah dalam perkataan (menjadi sempurna seperti YESUS) yaitu hanya bisa menyeru haleluyah, maka kita akan terangkat diawan-awan yang permai dengan suara haleluyah untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali dan masuk perjamuan kawin Anak Domba.

Perjamuan kawin Anak Domba = pertemuan antara YESUS Mempelai Pria dengan Gereja yang sempurna sebagai Mempelai Wanita diawan-awan yang permai.

Jadi inilah bagaimana Kabar Mempelai menyucikan, mulai dari hati jangan ada keinginan jahat dan najis. Kalau keinginan jahat dan najis dipertahankan (seringkali kita tidak sadar bawah itu keinginan) sehingga akan menjadi prasangka buruk, sampai semuanya akan menjadi rusuh. Ini tidak baik !

Setelah masuk perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu dalam Wahyu 20, kita masuk kerajaan seribu tahun damai = firdaus yang akan datang, sesudah itu dalam Wahyu 21-22 kita akan masuk Yerusalem Baru = Kerajaan surga selama-lamanya. Kita berada di tahta Yerusalem Baru (tahta Kerajaan surga) selama-lamanya. Kita menyembah Haleluyah (Wahyu 19) dan di surga, kita juga menyembah Haleluyah. Inilah pekerjaan dari Kabar Mempelai untuk menghadapi akhir zaman. Semoga kita dapat mengerti.

Sudah jelas satu-satunya kabar yang dibutuhkan pada tengah malam ini adalah Kabar Mempelai, untuk mempersiapkan kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Tapi sayang ada yang menolak.

2 Korintus 4: 3, 4,
3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Jadi banyak anak TUHAN atau hamba TUHAN yang menolak Kabar Mempelai, karena mempertahankan “ilah zaman ini”. Ilah zaman ini adalah keras hati. Kalau dulu zaman Israel “ilah zaman ini” adalah lembu emas. Waktu Musa naik keatas gunung Sinai untuk menerima tabenakel dan dua loh batu (sekarang adalah Kabar Mempelai), mereka menyembah lembu emas. Demikian juga sampai pada zaman raja-raja, lembu emas tetap bertahan.

Berhala lain dan baal lain sudah dirobohkan, tetapi lembu emas dibuat dua. Bahkan sampai sekarang lembu emas bertahan. Mempertahankan ilah zaman ini = mempertahankan keras hati = mempertahankan dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).

Akibatnya jika mempertahankan ilah zaman ini adalah menjadi mempelai wanita setan = sempurna dalam kejahatan dan kenajisan. Mempelai wanita setan = perempuan Babel. Ini berbahaya ! Jadi yang menolak Kabar Mempelai ini bukan karena bodoh, tidak berpendidikan, tidak mengerti, bukan ! tetapi karena mempertahankan ilah zaman ini. Seperti bangsa Israel menyembah satu lembu emas, tetapi pada zaman raja-raja, lembu emasnya bahkan dibuat dua buah. Didalam alkitab, setelah lembu emas dibuat dua buah, maka tidak pernah dikatakan lembu emas itu dirobohkan. Sampai zaman ini, lembu emas sudah menjadi berapa ? sudah lebih keras lagi hati itu. Semoga kita mengerti.

Jadi sekali lagi yang menolak Kabar Mempelai ini bukan karena bodoh, sebab merupakan pengajaran yang tinggi, tidak ! saya sekali mendengar saja bisa mengerti. Ini tergantung hati. Waktu saya sekolah alkitab, guru bertanya, mengapa hamba TUHAN menolak Kabar Mempelai ? jawabannya adalah karena mempertahankan keras hati. Jika mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa maka tidak dapat menerima Firman.

Kalau sudah menolak Kabar Mempelai itu berarti dalam hidupnya tidak ada rem/penahan untuk bisa berhenti berbuat dosa. Contohnya seperti banyak kecelakaan di akhir zaman ini, di Indonesia dan di luar negeri banyak terjadi kecelakaan karena remnya/penahannya rusak (“remnya blong”). Jika tidak ada rem/penahan, maka banyak kecelakaan dalam nikah. Kaum muda belum apa-apa sudah celaka (maaf). Jadi ini yang harus dijaga! remnya/penahannya hanya satu itulah Kabar Mempelai (pedang) dan tidak ada lagi rem yang lain. Tanpa Kabar Mempelai maka remnya “blong” sehingga terjadi pelanggaran-pelanggaran dan kehancuran-kehancuran nikah. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita harus sungguh-sungguh. Dalam Wahyu 17: 1-5 ini menunjuk perempuan Babel/gereja palsu/mempelai wanita setan/kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan. Lambangnya adalah perempuan yang juga memakai emas mungkin kelihatan luar biasa dan diberkati. Inilah sebagai patokannya = kami diberkati, tetapi tidak disucikan = Wahyu 17: 1- 5,
1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
2. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
3. Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Ayat 1 = “yang duduk di tempat yang banyak airnya” = yang menguasai tempat yang banyak airnya.

Ayat 2 = “Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul” = ini bisa terjadi pada siapa saja, jangan pikir yang berbuat cabul adalah orang yang tidak bermoral, tidak berpendidikan, orang yang tidak punya kedudukan, tidak ! raja-raja juga berbuat ini. Dari kalangan atas istana raja/istana presiden sampai kolong jembatan. Jadi semuanya akan masuk disitu kalau tidak ada rem/Kabar Mempelai.

Ayat 3 =
Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun“ = kalau kita baca dalam Wahyu 21: 9 dalam Roh dibawa ke gunung, tetapi kalau ini ke padang gurun. Dalam Wahyu 21 ditunjukkan Mempelai Wanita di gunung (kota Yerusalem Baru/Mempelai Wanita TUHAN).
Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu” = ini ditunjukkan juga perempuan di padang gurun.
seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.” = itulah antikrist yang mendukung gereja palsu = perempuan ini didukung oleh antikrist.

Ayat 4 =
Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara,” = Ada berkat jasmani yang digembar-gemborkan.
dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.” = ini tidak ada penyucian. Yang digembar-gemborkan hanya emas, tetapi tidak menggembar-gemborkan penyucian. Nikah yang salah, didiamkan saja, semuanya diam saja. Tidak mengutamakan penyucian. Inilah ciri dari Babel.

Inilah yang kita pelajari sekarang, jangan sampai masuk pada perempuan Babel.

Perempuan Babel/pelacur besar/gereja palsu artinya:

  1. Pelacur itu tidak setia (maaf), hari ini/tadi pagi laki-laki ini, nanti malam/ besok sudah lain. Jadi tidak setia itu cirinya perempuan Babel. Tidak setia pada seorang laki-laki seperti 2 Korintus 11 = “seperti Hawa diperdaya ular, aku takut kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus sudah hilang”.

    Tidak setia =


    • Tidak berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Pengajaran yang benar itu satu laki-laki (YESUS), kalau beda sedikit = laki-laki lain. Saya sudah menerangkan = semuanya sama, cuma beda ada tahi lalatnya, yang satu ditelinganya ada tahi lalat, yang satu tidak ada, tetapi persis = ini tetap berbeda ! (dua laki-laki). Kita seringkali begitu = beda sedikit, tidak apa-apa. Tetapi itu berarti sudah dua laki-laki.


    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan, ini otomatis. Tidak setia dalam pengajaran yang benar akan menjadi tidak setia dalam ibadah pelayanan. Inilah cirinya Babel.

      Contohnya: kami sebagai hamba TUHAN/gembala. Tugas dari seorang gembala, nomor satu adalah memberi makan, mari kita lihat saja, bukan berarti disini paling bagus. Saya jauh-jauh dari Malang, bagaimana kesetiaannya? mau dibawa kemana sidang jemaat? Kalau gembalanya tidak setia dalam memberi makan, maka jelas itu akan kearah Babel dan kita tidak perlu berdebat lagi.


    Saudara-saudara yang melayani baik dalam zangkoor dll, harus berhati-hati, jika tidak setia = kalau bisa menyanyi maka menyanyi, kalau tidak bisa maka tidak menyanyi (tidak setia). Ini bukan kearah Tubuh Kristus/Mempelai Wanita TUHAN, tapi kearah Babel. Jadi ini di mulai dari gembala. Mudah saja bagi saya dengan mengutus orang kesini dengan alasan capek, saya tadi pagi sudah berkhotbah, kemarin baptisan, hari Sabtu, ibadah kaum muda, jangan ! nanti arahnya akan berubah. Kalau gembalanya sudah tidak setia maka arahnya sudah berubah.

    Amsal 25: 13 Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.

    Ayat 13 = “demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya” = pesuruh = utusan. Kita adalah utusan TUHAN/gembala dan pelayan-pelayan TUHAN (zangkoor, pemain musik) adalah utusan TUHAN. Kalau setia maka disebut seperti sejuk salju di musim panen.

    Jika kita setia dalam ibadah pelayanan berdasarkan pengajaran yang benar maka seperti air sejuk (salju sejuk) yang memuaskan hati tuannya = memuaskan Hati TUHAN. Bukan besarnya gereja dll, bukan itu ukuran TUHAN, tetapi kesetiaannya. Gembala setia, bukan berapa banyaknya anggauta zangkoor? tetapi kesetiaannya. Jika memuaskan Hati TUHAN, maka kita juga akan dipuaskan oleh TUHAN. Jika hati puas kita tidak akan mencari kepuasan di dunia, tidak akan jatuh dalam dosa Babel, sebab kepuasan di dunia itu mengarah kepada dosa Babel.

    Berapa banyak kaum muda yang ada di gereja? tetapi mereka tidak setia sehingga mencari kepuasan di dunia dan jatuh dalam dosa Babel. Sebenarnya bukanhanya kaum muda saja, tetapi siapapun juga dapat jatuh ke dalam dosa Babel. Itu sebabnya mari kita perhatikan kesetiaan dengan saling menasihati.
    Nasihat tertinggi adalah mengajak orang untuk beribadah, ini lebih dari memberi nasihat untuk kuliah, untuk bekerja. Itu semua memang penting dan saya setuju. Saya dulu sudah pernah bercerita = kami orang desa, pagi-pagi sekali harus berangkat ke sekolah, kalau saya belum bangun maka diseret oleh almarhum papa saya, sampai jatuh dari tempat tidur dan marah, tetapi untung saya terus berangkat sekolah, kalau tidak bagaimana?

    Mari semangat kesekolah, semangat bekerja = ayo nak kerja, ini bagus ! tetapi jauh lebih tinggi adalah setia dalam ibadah pelayanan, sebab itulah yang membuat kita tidak jatuh dalam dosa Babel. Kalau hanya sekolah dan bekerja yang keras masih gampang jatuh dalam dosa Babel, apalagi jika hal itu bahkan membuat kita tidak setia dalam ibadah pelayanan, itu berbahaya! Mari puaskan TUHAN dan kita akan dipuaskan.

    Demikian juga dengan suami istri harus saling menasihati, mungkin suami bekerja keras dan istri mendukung, itu baik, tapi harus menasihati = pa, jangan sampai tidak beribadah. Sebab nanti jika terus bekerja keras akan menjadi tidak setia sehingga suami menjadi tidak puas dan akan mencari kepuasan di dunia dan nanti tidak akan pulang ke rumah. Jadi harus saling menasihati supaya tetap setia dan kita akan dipuaskan oleh TUHAN, sama-sama tidak mencari kepuasan di dunia, tidak jatuh kedalam dosa Babel.

    Panen (musim panen) itu penuaian = kegerakan Roh. Kudus hujan akhir. Kalau penaburan itu penginjilan (cepat = sudah hijau). Tapi penuaian itu pengajaran bagaikan sabit dan tuaian akan dimasukkan ke lumbung. Pengajaran itu kesempurnaan, gandum yang sudah matang itu sempurna, bukan yang baru bertobat, bukan ! kalau baru bertobat itu seperti ditabur menjadi hijau (itulah bertobat, baptis air), cepat = luar biasa, mulai dari lima sudah menjadi lima ratus, penginjilan memang cepat. Tetapi penuaian adalah yang terakhir. Jadi ini dikaitkan dengan penuaian. Panen adalah kegerakan penuaian = kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Jadi orang yang setia dibutuhkan untuk dipakai dalam musim panen (dalam kegerakan penuaian/kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna). Sekalipun dibutuhkan orang pandai, kaya, tetapi nomor satu yang dibutuhkan adalah orang yang setia dalam pengajaran yang benar, setia dalam tahbisan (ibadah pelayanan) yang benar.

    Tubuh Kristus dimulai dari:


    • Rumah tangga, jangan lengah, ingat ya ! rumah tangga ini yang paling riskan. Saat TUHAN datang, dua orang di tempat tidur, yang satu diangkat (ini berarti tubuh Kristus) dan yang satunya lagi ditinggal (ini berarti tubuh yang lain). Jika kita setia maka kita dipakai di rumah tangga.


    • Di dalam penggembalaan kita juga dipakai.
    • Antar penggembalaan, ibadah kunjungan-kunjungan, kita juga dipakai. Jadi mari sungguh-sungguh, kesetiaan ini yang mau dipakai oleh TUHAN. Semoga kita mengerti.


    Semakin kita dipakai, semakin besar dua sayap burung nasar dan semakin besar keuntungan, bukan rugi, tapi semakin besar keuntungan = berapa juta? bukan ! tapi keuntungan yang tidak bisa dibeli dengan jutaan, ratusan juta bahkan milyar tetap tidak bisa. Jika semakin besar dua sayap, maka semakin bisa mengatasi pencobaan (mampu melintasi badai apapun didunia) sampai mengatasi antikrist, dan sampai kita terangkat di awan-awan. Mari gerakan apa yang TUHAN dorong di hati, maka kita harus melakukan dengan kerelaan hati, Semoga kita mengerti.


  2. Perempuan Babel/pelacur besar ini suka meniru. Kalau TUHAN memakai wanita berselubung matahari, bulan, bintang. Tapi perempuan Babel ini memakai emas. Jadi arti kedua pelacur besar adalah kepalsuan.

    Apanya yang palsu?


    • Ajaran palsu (ajaran Babel) yaitu ajaran tentang kemakmuran jasmani (berkat jasmani) dan hiburan jasmani tetapi tanpa penyucian, sehingga ada roh percabulan disana. Ada hiburan jasmani = lawakan-lawakan, ibadah dibuat sedemikian rupa, sehingga anak muda menjadi senang, tetapi lupa, dibalik itu tidak ada penyucian sehingga dosa Babel sedang bergentayangan. Semoga kita mengerti.


    • Dukungan yang palsu. Tadi di Wahyu 17 perempuan ini didukung oleh binatang itulah antikrist (binatang berkepala tujuh, bertanduk sepuluh di Wahyu 13. Antikrist = binatang yang keluar dari laut. Jadi gereja palsu didukung oleh antikrist dengan kekuatan mammon (kekayaan jasmani, keuangan). Hanya itulah dukungannya = yang penting banyak uang, pasti bisa, belum tentu ! Ada yang bertanya kepada saya = seberapa besar gerejanya sampai dapat melakukan kunjungan dua kali dalam sebulan (minimal sekali). Apalagi jika tahun depan TUHAN mengijinkan ibadah persekutuan Tubuh Kristus di Surabaya, akan di hadiri oleh hamba-hamba TUHAN dari luar negeri dan dari dalam negeri. Sebab saya percaya dukungan pembangunan Tubuh bukanlah uang dan bukan jemaat. Kalau gereja palsu dukungannya adalah uang/mammon = mereka berpikir kalau memiliki uang, dapat terbang. Inilah gereja palsu yang mau menandingi dua sayap burung nasar. Padahal mammon itu memiliki sayap, tetapi lenyap/hilang.


    Inilah dukungan yang palsu, dukungan dari antikrist dengan kekuatan mammon. Semuanya diatur dan diukur dengan uang = main musik diukur dengan uang, khotbah diukur dengan uang. Ini menjadi gawat sebab dipikir kalau ada uang yang banyak pasti bisa pergi kemana saja. Belum tentu.

    Amsal 23: 4, 5,
    4. Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
    5. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

    Inilah sayap rajawali yang palsu = terbang untuk lenyap dan binasa untuk selamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita banyak salah = dengan berpikir kalau jemaat dan memiliki uang yang banyak, pasti dapat diundang di mana saja, belum tentu ! saya sendiri merasa, bukanlah dari sedikit banyaknya jemaat, tetapi apa yang menjadi dukungannya? Kalau gereja yang benar, maka dukungannya adalah dua sayap burung nasar itulah pembukaan Firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus. Inilah yang membuat kita dapat terbang kemana saja, sampai nanti ke awan-awan yang permai, bahkan sampai ke Yerusalem Baru. Kalau dukungannya uang, maka itu merupakan dukungan yang palsu. Kaya boleh, saya doakan = semoga kaya dan persekutuan akan menjadi mudah. Tetapi yang tidak boleh adalah ingin kaya sampai menghalalkan segala cara, bahkan sampai korupsi, ini yang tidak boleh. Jadi jangan ada keinginan, sebab uang itu merupakan sayap burung nasar yang palsu, menerbangkan kita seperti diawan-awan tetapi akan lenyap untuk selamanya.

    Sayap burung nasar (pembukaan Firman dan urapan Roh Kudus) menerbangkan kita.
    Kemana TUHAN utus untuk memberitakan Kabar Mempelai.


    • Sampai menerbangkan kita ke padang gurun tiga setengah tahun jauh dari mata antikrist
    • Sampai menerbangkan kita ke awan-awan, ke Yerusalem Baru.Itulah gereja yang benar, tidak bergantung pada apapun. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kemudian mulut yang palsu itulah banyak berdusta. Dusta = menyembunyikan sesuatu, jangan ! kita sekarang ini harus terang-terangan = jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Kita jangan berdusta sebab dusta akan mengarah kepada Babel. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Arti perempuan Babel ada satu lagi, (maaf) yaitu pelacur = dosa-dosa sampai pada puncak dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan, termasuk nikah yang salah.

    Mari diperiksa:


    • Permulaan nikah, jangan salah! nomor satu harus direstui oleh orang tua. Saya sudah ajarkan supaya tidak menimbulkan masalah maka yang laki-laki sebelum bertanya kepada yang wanita, maka bertanya terlebih dahulu kepada orang tua = boleh tidak. Demikian juga dengan yang wanita, sebelum menjawab, maka terlebih dahulu harus bertanya kepada orang tua. Kalau kita sudah jadian lalu bertanya dan kalau orang tua tidak setuju, maka akan timbul masalah, sehingga akan menjadi nikah yang salah. Jika pada akhirnya orang tua berkata = ya sudahlah terserah! Itu sudah termasuk salah. Apalagi tidak direstui oleh orang tua, itu jelas salah. Masa pacaran dan tunangan dijaga jangan sampai terjadi kejatuhan pada dosa Babel.


    • Perjalanan nikah di jaga, sesudah permulaan nikah baik. Sekarang ini bagi kita yang sudah menikah diperiksa, dulu bagaimana = kawin lari dlsbnya. Itu harus diperbaiki, sebab kalau tidak akan mengarah ke Babel. Bagaimana dulu kita sebelum masuk ke dalam nikah ? sudah jatuh lalu tidak mengaku, bahkan ditumpangi tangan dan diberkati = ini gawat, sebab akan menjadi kutukan jika tidak dicabut. Jadi harus diselesaikan. Surat-surat harus diselesaikan. Itulah nikah jangan sampai mengarah kepada Babel. Ikutilah nasihat Firman, maka hidup saudara tidak akan merasa berat, selalu enak dan ringan. Kalau mengikuti Firman, memang kelihatan berat bagi daging tetapi enak dan ringan. Kalau tidak mengikuti Firman, kelihatan enak bagi daging, tetapi sebentar lagi akan berat dan putus asa.


    • Dalam perjalanan nikah, kesucian dalam nikah harus dijaga, jangan ada perselingkuhan dll. Praktek kasih dalam nikah juga harus dijaga:
  • Tugas sebagai suami yang harus dijaga adalah mengasihi istri, jangan kasar kepada istri.


  • Istri tunduk kepada suami = ini yang harus dijaga.
  • Anak taat kepada orang tua. Ini harus dijaga, sebab kalau tidak akan masuk ke Babel. Apakah kita menjadi perempuan dengan matahari, bulan, bintang (Mempelai Wanita) atau menjadi perempuan Babel/pelacur? Kaum muda jaga kataatan dalam nikah, jangan membuat hati orang tua berkeluh kesah.


  • Sampai akhir nikah nanti kita semua akan masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kesalahan-kesalahan didongkel, permulaan nikah dan perjalanan nikah yang salah didongkel = diakui dan diampuni semuanya (diselesaikan). Semoga kita dapat mengerti.

Wahyu 17: 1, 15
1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Ay 1 = Babel ini menguasai lautan. Tempat yang banyak airnya itulah lautan yang bebas. Tidak ada yang membendung lautan sehingga bebas.

Ayat 15 = siapakah lautan itu ? bangsa-bangsa = bangsa kafir. Hanya ada dua bangsa di dunia ini ? Bangsa Israel (umat pilihan TUHAN) dan bangsa-bangsa (bangsa kafir) itulah yang diduduki Babel.

Jadi sasaran dari perempuan babel adalah Bangsa Kafir yang seperti lautan bebas, artinya tidak tergembala (tidak mau dibendung) = beredar-edar. Kaum muda perhatikan ! jangan mencari ibadah yang enak-enak = dapat ini disana, dapat es disana, jangan! Sebab itu merupakan sistem Babel dan nanti akan terperosok dan dikuasai oleh Babel. Jadi inilah sistem lautan bebas = mau bebas, dirumah mau bebas, sudah bisa dibendung = orang tua mau bicara? sudah mengamuk duluan. Itulah jika tidak tergembala, dagingnya begitu kuat.

Jalan keluarnya adalah air yang banyak itu dimasukkan kedalam gentong (tidak bisa diduduki) = Yohanes 2: 6-8,
6. Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
8. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.

Jadi supaya tidak dikuasai oleh Babel maka air yang banyak harus dimasukkan kedalam tempayan. Tidak sembarang tempayan/jangan sembarangan masuk ke dalam penggembalaan, tetapi tempayan yang ada di dalam perjamuan/pesta nikah. Kalau tempayan yang tidak berada di dalam perjamuan/pesta nikah, maka tidak akan terjadi mujizat, hanya tempayan yang berada di dalam pesta nikah.

Jadi bangsa kafir harus tergembala pada Kabar Mempelai = pesta nikah sehingga bisa melihat dan mengalami mujizat TUHAN. Di dalam Kabar Mempelai bukannya tidak ada mujizat secara jasmani = kanker? ada, banyak = yang seharusnya dioperasi bahkan dokternya kaget, sudah siap untuk dioperasi bulan ini, setelah diperiksa sudah tidak ada, ini terjadi mujizat pada kanker stadium empat dan dokter berkata sudah hilang. Hanya di Kabar Mempelai, mujizat yang jasmani itu memang ada dan harus disaksikan, tetapi tidak digembar-gemborkan. Sebab yang terutama adalah mujizat rohani, itulah keubahan hidup. Kalau mujizat yang jasmani masih dapat ditiru oleh setan, dukun-dukun dapat meniru. Tetapi kalau mujizat rohani/keubahan hidup tidak dapat ditiru dan jika kita masuk dalam gentong maka kita tidak dapat diduduki lagi. Semoga kita dapat mengerti.

Praktek tergembala = ketekunan dalam kandang penggembalaan (ruangan suci). Ada tiga macam alat dalam ruangan suci = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, biasanya pada hari Minggu,
  • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci,
  • Medzbah Dupa Emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

Inilah ketekunan dalam tiga macam ibadah. Tadi diisi enam tempayan:

  • tiga tempayan = suami (tubuh, jiwa, roh suami).
  • tiga tempayan= istri (tubuh, jiwa, roh istri).

Jadi suami istri harus tergembala/tekun dalam kandang penggembalaan. Jadi lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah maka tubuh, jiwa, roh kita diisi dengan Kabar Mempelai atau diisi dengan pribadi ALLAH Tritunggal (ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus). Sehingga Babel tidak memiliki kesempatan untuk mengisi/menguasai.

Manusia ini terdiri dari tubuh, jiwa, roh, jika sudah diisi oleh Kabar Mempelai/ALLAH Tritunggal itu berarti tidak ada tempat lagi untuk diisi oleh Babel, apalagi untuk dikuasai. Masuk untuk mengisi saja Babel tidak bisa. Itulah keampuhan dari tiga macam ibadah. Semoga kita dapat mengerti.

Mari malam ini kita sungguh-sungguh untuk menjadi kehidupan yang tergembala. Proses bagaimana kehidupan itu diisi oleh kabar mempelai (pribadi ALLAH Tritungal):

  • Mendengar Firman sungguh-sungguh.
  • Sampai mengerti Firman.
  • Sampai percaya/yakin kepada Firman.
  • Sampai praktek Firman apapun resikonya.

Tubuh, jiwa, roh kita diisi penuh (bukan setengah-setengah) sehingga Babel tidak ada tempat untuk mengisi, apalagi untuk menguasai kita. Semoga kita dapat mengerti.

Mari praktekkan Firman apapun resikonya = pelayan ini disuruh mencedok air dan dibawa ke pemimpin pesta, padahal yang dibutuhkan adalah anggur. Kalau tidak ada anggur ini sangat memalukan.

Inilah ketaatan apapun resikonya = Yohanes 2: 8-10,
8. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
9. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
10. dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Jadi ini taat dengar-dengaran apapun risikonya = air yang dicedok, tetapi kalau sampai tetap menjadi air, maka dapat dipecat oleh pemimpin pesta = ada risiko.

Ada dua kesaksian di Malang:

  1. Kehidupan ini diminta oleh pelanggan ratusan juta (ini pelanggan yang paling tinggi), untuk memakai namanya tetapi tidak membahayakan dia (di dunia ini masih lumrah) = pakai namamu ya untuk menerima kiriman. Tetapi dia menganggap bahwa hal itu tidaklah benar. Akhirnya dia tidak mau dan memilih taat Firman sekalipun kehilangan ratusan juta.


  2. Seorang dosen yang diangkat menjadi dekan dan sudah ada sk nya untuk menghadapi akreditasi. Rektornya ini anak TUHAN dan pendeta yang sering berkhotbah = “tidak apa-apa ini ada sk nya dan ini benar”. Karena dia agak cakap dan bisa menjawab sehingga cepat diangkat; tetapi dia tidak mau sebab sudah ada yang mempunyai jabatan sebagai dekan (sekalipun ini cuma akting saja). Inilah ketaatan kita diuji.

Hari-hari ini kita semuanya akan diperhadapkan, kita tinggal taat atau tidak!
Jika taat, apapun risikonya itu = ‘terserah Kau TUHAN’ = mengulurkan tangan kepada TUHAN. Jika kita taat, mungkin risiko yang kita hadapi adalah kehilangan pelanggan ratusan juta, dipecat jadi dosen = ‘tidak perduli dan terserah Kau TUHAN’ dan TUHAN lah yang akan bekerja. Kita mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan Tangan belas kasih-Nya kepada kita, sehingga terjadi mujizat air menjadi anggur. Jadi sampai terserah Kau TUHAN, baru akan terjadi mujizat. Kalau belum, itu seperti masih setengah tiang, makanya saya bilang = kalau angkat tangan jangan setengah tiang. Setengah tiang ini masih = ya kalau bisa, bagaimana kalau tidak bisa?

Terjadi mujizat air menjadi anggur. Keubahan air menjadi anggur ini, saya ambil satu saja yaitu rasanya yang berubah. Air berubah menjadi anggur yang berubah adalah rasanya (jika dicicipi rasanya manis). Air itu tawar, anggur itu manis. Jadi keubahan hidup = dari air menjadi anggur yang manis = mulut yang manis/perkataan yang manis bagaikan air anggur. Sekarang ini yang ditunggu oleh TUHAN adalah mulut yang manis/perkataan yang manis = perkataan Mempelai.

Ini pujian dari Mempelai Laki-laki kepada Mempelai Perempuan =
Kidung Agung 7: 9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

Perkataan manis artinya:

  • Jujur, berkata benar dan baik.
  • Perkataan untuk mengaku dosa dan mengampuni. Mengaku dosa itu manis, jika menyalahkan orang lain itu pahit. Suami selalu menyalahkan istri maka menjadi pahit, istri selalu menyalahkan suami maka menjadi pahit. Tapi kalau suami/istri mengaku dosa dan mengampuni maka menjadi manis.

  • Perkataan yang menjadi berkat bagi orang lain.
  • Perkataan menjadi saksi (kesaksian). Ini mengalir kepada sesama. Kita bersaksi supaya orang yang belum selamat dapat menjadi selamat, untuk orang yang sudah selamat supaya masuk Kabar Mempelai dan disempurnakan.


  • Dan untuk menyembah TUHAN. Ini mengalir kepada orang yang sedang tidur. Saat kita menyembah TUHAN itu bagaikan air anggur yang manis, mengalir kepada orang yang sedang tidur dan bangun/tergairah. Kalau kita menyembah, YESUS yang sedang tidur dikapal akan tergairah dan bangun untuk menolong kita.

Matius 8: 23-25,
23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

Ay 25 = "Tuhan, tolonglah, kita binasa." = inilah perkataan manis. Sejak tadi kapal ditimbus gelombang tetapi TUHAN biarkan dan tetap tidur, mungkin karena kata-katanya yang mengamuk. Seringkali kalau kita panik akan menjadi seperti itu, mengeluarkan perkataan pahit sehingga akan lebih mempercepat ketenggelaman. Untuk itu dibutuhkan perkataan manis. Dan yang terakhir di tunggu oleh TUHAN = ‘TUHAN, tolonglah kami’.

Mungkin sekarang ini mungkin perahu kita ditimbus gelombang dan hampir tenggelam: perahu nikah, perahu ekonomi, perahu masa depan, perahu kesehatan, perahu apa saja. Tetapi rasanya seperti tidak ada pertolongan, sebab YESUS tertidur dan tidak ada gairah untuk menolong, sehingga semakin tenggelam, hampir tenggelam dan sudah semakin kebawah. Yang ditunggu oleh TUHAN adalah perkataan manis. Perkataan kita harus berubah sekarang ini. Suami kepada istri berubah, istri kepada suami berubah, anak kepada orang tua berubah menjadi perkataan manis, bisa menjadi berkat dan bisa menyembah kepada YESUS (menyeru nama YESUS).

Menyembah YESUS/menyeru nama YESUS dengan iman/dengan percaya ‘hanya Dia’ tidak lagi Petrus, Thomas, atau siapapun, ‘hanya YESUS’ dan yakin ada kuasa kebangkitan TUHAN untuk meneduhkan lautan dan gelombang = membuat hati kita teduh, damai sejahtera.

Paling sedikit sekarang ini, kalau bisa berseru ‘YESUS tolong’, maka kita terlebih dahulu sudah merasa teduh dan damai. Mungkin kita belum ditolong, tetapi kalau hati sudah merasa damai itu berarti pertolongan TUHAN sudah datang sehingga semuanya menjadi enak dan ringan, semuanya akan diselesaikan oleh TUHAN tepat pada waktu Nya. Tepat pada waktu Nya = tidak akan tenggelam.

Bukan hanya kita yang berteriak, diatas kayu salib, YESUS juga sudah berteriak ‘sudah selesai’ = semua bisa diselesaikan oleh TUHAN. Kita pulang dengan hati damai, teduh, enak-ringan sebab semua sudah diselesaikan oleh TUHAN tepat pada waktu-Nya. Perkataan ini kunci nya yang terakhir. Jika YESUS datang kedua kali kita diubahkan sampai sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan = sempurna seperti Dia, dan kita akan diangkat diawan-awan bersama-sama Dia.

Mari! sebagai bangsa kafir (maaf) = seperti “anjing dan babi”. Anjing itu mulutnya menjilat muntah lagi = mulutnya terlalu pahit, terlalu kotor. Babi perbuatannya berkubang. Sekarang ini, kita yang mungkin sudah dikuasai oleh Babel, biarlah digembalakan sampai mantap, sampai mulut manis dan saatnya TUHAN menyelesaikan semuanya. Sekali-pun sudah menjadi seperti Yunus yaitu sudah tenggelam di dasar lautan, tetapi karena dia berseru nama TUHAN, masih dapat ditolong oleh TUHAN. Tidak ada alasan untuk tidak ditolong oleh TUHAN. TUHAN menyelesaikan bahkan menyempurnakan kita semua, sampai kita terangkat bersama Dia.

Inilah kitab Wahyu yang memuat Kabar Mempelai sepenuhnya, untuk menjadikan bangsa kafir yang seperti anjing babi menjadi Mempelai TUHAN.

TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top