English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Maret 2007)
Tayang: 28 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 09 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Agustus 2007)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 27 Agustus 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 26 Agustus 2013)
Tayang: 29 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 November 2007)
Tayang: 12 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 September 2007)
Tayang: 18 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 April 2007)
Tayang: 11 November 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin Sore, 30 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 Desember 2013

Kita masih tetap membahas kitab Wahyu 1 : 1 – 3, judul/kata pengantar/prakata dari kitab Wahyu ini. Di ay 1, kita sudah mempelajari = Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Jadi, kitab Wahyu ini bukanlah kitab yang tertutup, tetapi kitab yang terbuka = dari ALLAH Bapa kepada YESUS, kepada malaikat/Roh.Kudus, kepada rasul Yohanes, kepada hamba-hambanya itulah kita semua. Dan kitab Wahyu juga bukanlah berasal dari manusia, tetapi berasal dari TUHAN. Inilah ay 1 dan sudah kita pelajari.

Kemudian ay 2, kita juga sudah mempelajarinya = Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

Ini tentang kesaksian. Jadi Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

Di dalam kitab Wahyu, rsl Yohanes melihat kerajaan surga dan juga kemuliaan TUHAN dan rsl Yohanes bersaksi tentang segala sesuatu yang telah dilihatnya.

Waktu yang lalu kita sudah mendengar ada dua orang yang telah melihat kerajaan surga dan kemuliaan TUHAN, dan yang dibahas tentang kemuliaan TUHAN. Musa melihat kemuliaan TUHAN dari belakang sehingga ia dapat menulis tentang ktb Kejadian yang menceritakan kejadian-kejadian dan juga peristiwa-peristiwa yang jauh sebelum Musa lahir. Tidak ada seorang ahli-pun yang dapat menceritakan tentang penciptaan bumi secara tepat, sebab ada yang saling bertentangan dan juga saling beradu argumen = mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi Musa jelas melihat bagian belakang dari TUHAN dan rsl Yohanes melihat kemuliaan TUHAN dari depan sehingga ia dapat menulis ktb Wahyu yang berisi peristiwa-peristiwa jauh setelah jaman Yohanes, sekali-pun Yohanes sudah meninggal tetapi ia sudah mengetahui peristiwa-peristiwa itu. Dan ini semua sudah diterangkan pada waktu yang lalu.

Sekarang ini kita akan membahas tentang kerajaan surga.

Ada dua orang yang telah melihat kerajaan surga dan kemuliaan TUHAN yaitu:

  1. Keluaran 25 : 8, 9, Musa.
    8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.
    9. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

    Jadi, Musa melihat kerajaan surga terlebih dahulu, kemudian ia diperintahkan untuk membuat tabernakel di bumi sesuai contoh dari surga. Musa berpuasa empat puluh hari empat puluh malam di atas gunung Sinai dan ia melihat kerajaan surga, sesudah itu TUHAN memerintahkan Musa untuk membangun tabernakel/kemah suci seperti contoh dari kerajaan surga (ay 9) yang dilihatnya di gunung Sinai. Tabernakel ini harus dibuat sebagai tempat untuk TUHAN berdiam bersama dengan umat-Nya = TUHAN bertahta di tengah umat-Nya. Jadi, adanya tabernakel yang jasmani untuk orang Israel dan sudah dibuat oleh Musa.


  2. Wahyu 4 : 1, 2, Yohanes.
    1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
    2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

    Jadi, Yohanes melihat tahta surga/kerajaan surga dengan tahtanya dan ada Pribadi TUHAN Yang duduk di atas tahta itu. Juga ada duapuluh empat tua-tua dlsbnya, kemudian ada pribadi-pribadi di surga, kemudian juga dijelaskan di dalam Wahyu 22 : 3 - 5,
    3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
    5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

    Hamba-hamba-Nya = imam-imam. Jadi, imam-imam dan raja-raja juga ada di tahta. Jadi kalau disimpulkan Wahyu 4 : 1, 2 dan Wahyu 22 : 3 – 5, rsl Yohanes di pulau Patmos melihat kerajaan surga yang menampilkan dua pribadi yaitu:


    • Pribadi TUHAN Yang bertahta di dalam kemuliaan-Nya (Wahyu 4),
    • hamba-hamba-Nya/imam-imam dan raja-raja = Mempelai Wanita surga dalam kemuliaan di tahta surga untuk beribadah kepada TUHAN. Mereka aktif beribadah kepada TUHAN.

Musa melihat kerajaan surga, kemudian ia membuat tabernakel secara jasmani supaya ALLAH dapat berdiam bersama dengan umat-Nya. Rasul Yohanes melihat kerajaan surga terutama tahta-Nya yang ada Pribadi TUHAN di dalam kemuliaan dan duduk di tahta surga dan juga ada imam-imam dan raja-raja yaitu Mempelai Wanita TUHAN dalam kemuliaan dan juga berada di tahta TUHAN untuk beribadah kepada TUHAN.

Sekarang bagaimana dengan gereja TUHAN? kalau dulu yang melihat kemuliaan TUHAN dari belakang hanyalah Musa seorang diri dan rsl Yohanes melihat Wajah YESUS juga seorang diri. Tetapi bagi gereja TUHAN luar biasa = bagaimana dengan gereja TUHAN? Gereja TUHAN dapat melihat kerajaan surga lewat pembukaan Firman ALLAH. Apa buktinya?

Bagaimana kita dapat melihat surga? tadi di surga itu:

  • ada TUHAN Yang duduk di tahta,
  • ada imam-imam/Mempelai Wanita duduk di tahta untuk beribadah melayani TUHAN.

Jadi kalau gereja TUHAN dapat melihat tahta surga lewat pembukaan Firman, sehingga gereja TUHAN dapat aktif/dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = Mempelai Wanita = Yerusalem Baru lewat (digabung dengan Musa) pola tabernakel.

Musa melihat belakang TUHAN, Yohanes melihat Wajah YESUS, sedangkan gereja TUHAN melihat semuanya bahkan sampai pada kedalaman Hati. Inilah luar biasanya gereja TUHAN sehingga kita dapat aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus/Mempelai Wanita (ini yang dilihat oleh rsl Yohanes) dan juga lewat pola tabernakel (yang dilihat oleh Musa). Jadi, membangun Tubuh Kristus itu tidak sembarangan seperti Musa yang membangun tabernakel, ia harus melihat contohnya dari surga. Sekarang, membangun Tubuh Kristus juga harus melihat contohnya yaitu lewat pola tabernakel.

1 Petrus 2 : 5, Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Rumah rohani = pembangunan Tubuh Kristus.
Imamat kudus = imamat yang rajani = imam-imam dan raja-raja. Dibagian atas disebutkan yang duduk di tahta, aktif beribadah dan sekarang imam-imam dan raja-raja terlebih dahulu harus membangun Tubuh Kristus, baru nanti akan sampai di tahta.

Jadi, pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita = pembangunan rumah rohani yang dilakukan oleh imam-imam dan raja-raja = batu hidup. Jika saudara melihat tubuh = di dalam tubuh ini seperti tangan, kaki, usus, sel-sel dlsbnya, semuanya melayani. Jika tidak melayani, akan menjadi kering dan dipotong. Jadi, di dalam Tubuh Kristus, semuanya adalah imam-imam dan raja-raja.

Saya sering menerangkan dan sangat senang sekali yaitu: kalau membangun gereja yang jasmani ini menggunakan batu yang mati seperti batu bata, batu kali, tetapi kalau membangun rumah rohani/Tubuh Kristus menggunakan batu hidup.

Imam-imam dan raja-raja adalah batu hidup, artinya hidup dari kemurahan TUHAN. Itu sebabnya kita jangan takut sebab imam-imam dan raja-raja yang aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus hidup dari kemurahan TUHAN. Kalau hidup dari uang dan dari dunia, jika uangnya habis, maka kita tidak dapat hidup, tetapi kalau kita hidup dari kemurahan TUHAN, sehingga di mana-pun, kapan-pun dan situasi apa-pun, kita dapat hidup oleh kemurahan TUHAN bahkan sampai hidup kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! dihari-hari ini, seperti yang dilihat oleh rsl Yohanes:

  • ternyata di tahta ada Pribadi TUHAN Yang duduk ditahta dalam kemuliaan
  • dan juga ada pribadi Mempelai Wanita/imam-imam dan raja-raja yang duduk di tahta untuk beribadah melayani TUHAN. Mempelai Wanita itu untuk sekarang adalah Tubuh Kristus.


  • kita sekarang ini dapat melihat surga lewat pembukaan Firman, yang mendorong kita menjadi aktif di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = batu hidup yang hidup dari kemurahan TUHAN. Imam-imam dan raja-raja yang aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus sehingga di mana saja (sekali-pun kita berada di pedalaman), kapan saja, situasi apa saja (krisis dllnya = tidak perduli), sebab kita tetap hidup oleh kemurahan TUHAN sampai hidup kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Kita tidak hidup dari dollar dlsbnya tetapi dari kemurahan/dinar = di sinilah kesalahannya, mengapa banyak hamba TUHAN yang iri dllnya, sebab menganggap dinar menjadi dollar. Kehidupan itu menganggap ia memiliki banyak dollar, padahal semuanya sama yaitu satu dinar. Dari yang bekerja mulai pagi hari sampai sore hari, sama mendapatkan upah satu dinar; ia berpikir bahwa sudah berapa jam ia sudah bekerja dan ia melihat yang baru bekerja satu jam, mendapatkan upah satu dinar dan kehidupan itu mulai menghitung-hitung upah yang akan ia terima sebab ia sudah bekerja paling sedikit delapan jam dan upah yang akan ia terima sebanyak delapan dinar. Kehidupan itu mulai lupa akan perjanjian yang sudah disepakati yaitu mendapatkan upah sebanyak satu dinar, karena menganggap dinar itu = dollar, rupiah yang digaji. Dinar itu = kemurahan TUHAN.

TUHAN itu tidak pernah menipu kita, kalau uang itu akan habis, tetapi kalau dinar/kemurahan TUHAN tidak akan pernah habis sampai hidup kekal. Semoga kita dapat mengerti.

Matius 7 : 24, 25,
24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Batu = gunung batu = batu karang.

Jadi, pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita = pembangunan rumah rohani di atas batu karang/di atas gunung batu.

1 Korintus 10 : 4, dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

Batu karang = Kristus Yang menjadi dasar dari pembangunan Tubuh Kristus = jadi, pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = Mempelai Wanita = pembangunan rumah rohani di atas Batu Karang/Gunung Batu YESUS Kristus.

Jika dasar pembangunan Tubuh Kristus di atas dasar YESUS Kristus/di atas Gunung Batu YESUS, maka akan tahan uji menghadapi tiga macam tantangan yaitu:

  • hujan lebat = dari atas = setan dengan roh jahat dan roh najis,
  • angin kencang = nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu/roh dusta dan
  • banjir = dari bawah = antikrist dengan kekuatan mammon.

Sekarang ini kita akan mempelajari tentang dasar. Dasar pembangunan Tubuh Kristus bukanlah manusia siapa-pun dia, kalau di gereja, bukanlah pengurus gereja dan juga bukan uang, tetapi Pribadi YESUS/Batu karang Yang kokoh. Jangan melihat uang atau manusia, sebab itu merupakan dasar yang lemah sehingga akan goyah sebab tidak kuat. Semoga kita dapat mengerti.

Proses pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita di atas dasar Batu Karang/Gunung Batu dalam/lewat pola tabernakel yaitu:

  1. Mazmur 19 : 15, Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

    Mazmur 62 : 3, Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

    Gunung Batu/Batu Karang menunjuk pada Pribadi YESUS sebagai Penebus Juruselamat untuk menebus dosa-dosa kita = untuk menyelamatkan kita. Jadi, inilah dasar yang pertama adalah keselamatan dan untuk ini kita harus mantap.

    Keselamatan lewat pola tabernakel yang dilihat oleh Musa = dengan yang dilihat oleh rsl Yohanes. Kita membangun Tubuh Kristus ada polanya sehingga kita tidak ngawur yaitu dengan pola tabernakel dan dimulai dengan Gunung Batu/Batu Karang itulah Pribadi YESUS sebagai Penebus/Juruselamat, artinya YESUS menebus dosa-dosa kita = menyelamatkan kita. Yang di dalam tabernakel menunjuk pada halaman.

    Kisah rasul 2 : 36 – 38, 40,
    36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    38. Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

    Ay 36 – ay 40 adalah langkah-langkah keselamatan yaitu:


    • harus tahu dengan pasti = pintu gerbang = yakin = percaya/iman kepada YESUS sebagai Satu-satunya Juruselamat lewat mendengarkan Firman Kristus = Firman dalam urapan Roh.Kudus = Roma 10 : 17. Roh.Kudus ini yang membuat kita menjadi percaya; kalau dengan pengetahuan dan kepandaian kemudian kita mendengarkan Firman, hal ini tidak dapat membuat kita menjadi percaya sebab hanya sampai pada pengetahuan. Tetapi kalau Roh.Kudus, maka mendengarkan Firman akan menjadi iman. Semoga kita dapat mengerti.


    • bertobat = mezbah korban bakaran = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = mati bagi dosa. Ada delapan dosa yang membinasakan sebab akan membawa kita tenggelam ke dalam lautan api belerang/neraka.


    Wahyu 21 : 8, Tetapi (1)orang-orang penakut, (2)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Karena kita melihat surga/mempelajari tentang surga, maka jangan ada dosa-dosa terutama dari delapan dosa yang membawa kita ke neraka sebab bertentangan dengan surga.
    Penakut = takut kepada sesuatu di dunia ini sampai tidak takut kepada TUHAN.

    Tidak percaya = bimbang.
    Keji = jahat.
    Pembunuh = kebencian.
    Orang-orang sundal/persundalan = nikah yang salah.
    Termasuk dusta. Jika sudah berdusta, berarti ketujuh dosa yang lain pasti ada, sebab berdusta ini merupakan penutup dari dosa-dosa yang akan membawa ke neraka.

    Selama kita berdusta, berarti dosa-dosa yang lain itu ada = belum bertobat sekali-pun sudah menjadi seorang hamba TUHAN bertahun-tahun lamanya, tetapi kalau masih berdusta = belum bertobat. Mari, sekarang ini kita sungguh-sungguh sampai membuang dusta = bertobat/mati bagi dosa.

    Berilah dirimu dibaptis = baptisan air. Selalu saya terangkan, kalau orang mati itu harus dikubur = baptisan yang benar.

    Roma 6 : 2, 4,
    2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Ay 2, mati bagi dosa = bertobat.
    Baptisan air = kolam pembasuhan. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati bagi dosa/bertobat, dikubur di dalam air bersama dengan YESUS sehingga kehidupan itu bangkit/keluar dari air = (saudara bandingkan dengan Matius 3, YESUS dibaptis juga ada istilah ‘keluar dari air’ = inilah ayat menerangkan ayat, jangan diterangkan dengan logika) bangkit bersama dengan YESUS dan mendapatkan hidup yang baru/hidup surga adalah mengalami kelepasan dari dosa-dosa.

    Kalau kita bertobat, kita hanya berhenti berbuat dosa, tetapi kalau dosa datang lagi, jalan lagi. Tetapi baptisan air itu lebih tinggi sebab mengalami kelepasan dari dosa, artinya sekali-pun ada:


    • kesempatan,
    • godaan.
    • paksaan dan ancaman.
    • Keuntungan,


    kita tidak mau berbuat dosa = kita sudah hidup baru/hidup surgawi = mengalami kelepasan dari dosa.
    Seperti Yusuf yang memiliki kesempatan sebab hanya berduaan dengan istri Potifar. Kalau hanya bertobat, dan ada kesempatan berduaan, dapat jatuh; tetapi kalau sudah masuk dalam baptisan air, akan terlepas. Inilah bedanya bertobat dengan baptisan air.

    Kamu akan menerima karunia Roh.Kudus/baptisan Roh.Kudus = pintu kemah yang juga menghasilkan hidup baru/hidup surgawi = hidup di dalam kebenaran. Sebab Roh.Kudus adalah Roh kebenaran. Hidup di dalam kebenaran = keselamatan. Ini membangun Tubuh Kristus/melihat surga; kalau melihat surga, maka:


    • kita dapat percaya kepada YESUS,
    • kita dapat bertobat= hidup di dalam kebenaran,
    • kita dapat masuk dalam baptisan air dan
    • dibaptis dengan Roh.Kudus.


    Dulu, Musa melihat surga, ia membangun tabernakel;
    Yohanes melihat surga, ada:


    • Pribadi TUHAN di tahta-Nya, ada
    • Pribadi hamba-hamba TUHAN di tahta-Nya = Mempelai Wanita.


    Sekarang kita melihat surga = masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang dimulai dengan dasar = YESUS sebagai Juruselamat/Gunung Batu keselamatan = selamat.

    Hidup benar = segala sesuatu harus benar = melihat surga. jika kita sudah melihat surga, maka apa yang tidak benar, jangan dipertahankan.

    1 Yohanes 3 : 7, Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

    Sesudah hidup benar = segala sesuatu harus benar, maka kita harus berpegang teguh pada ajaran yang benar supaya tidak disesatkan sampai menjadi benar seperti YESUS Benar sehingga kita menjadi kokoh/tidak rubuh = kita selamat dan berbahagia. Tetapi jika kita mempertahankan apa yang tidak benar = rubuh, menderita dan tidak dapat dibangunkan kembali = hancur dan binasa.

    Kokoh = membangun rumah di atas batu, sekali-pun:


    • setan dengan roh jahat dan roh najis datang = kita tetap kokoh = tetap benar.
    • ajaran sesat datang/angin kencang datang = tetap menolak = kokoh.
    • dari laut datang antikrist/keuangan/mammon menghantam = kita tetap benar di dalam hal keuangan. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Kejadian 49 : 24, namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

    Gunung Batu ini menunjuk Pribadi YESUS sebagai Gembala Yang Baik/Gembala Agung. Jadi, sekarang ini, kita betul-betul melihat surga.
    Mari, di surga itu aktif, hamba-hamba-Nya/imam-imam dan raja-raja itu tidak tidur-tiduran tetapi beribadah kepada TUHAN. Dan untuk sekarang, imam-imam dan raja-raja itu aktif di dalam pembangunan Tubuh, tetapi jangan ngawur tetapi dasarnya benar yaitu YESUS, bukan uang, bukan manusia, bukan organisasi dan juga polanya harus benar, bukan menurut si A atau menurut profesor A, si B, tetapi polanya tabernakel yang sudah dilihat oleh Musa.
    Di bagian atas disebutkan, jika kita mau selamat, kita harus masuk pintu gerbang sampai pintu kemah dan untuk sekarang Gunung Batu = YESUS sebagai Gembala Yang Baik/Gembala Agung.

    Kalau kita membangun Tubuh Kristus di atas Gunung Batu = YESUS Gembala Yang Baik/Gembala Agung, artinya setiap kehidupan kita harus tergembala. Baik gembala, rasul, guru, penginjil, pelayan-pelayan TUHAN dan juga domba-domba harus tergembala.
    Di mana kita harus tergembala? kita tergembala, juga bukan pada manusia atau pada organisasi, tetapi kita tergembala pada:


    • pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur yang benar.
    • Pribadi YESUS Gembala Agung/Gembala Yang Baik = pada Firman pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur yang benar.


    Syarat tergembala:


    • masuk dalam kandang penggembalaan = ruangan suci di mana terdapat tiga macam alat yang untuk sekarang menunjuk ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


      • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya.
      • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci.
      • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


      Jadi masuk dalam kandang penggembalaan = ketekunan. Inilah orang yang melihat surga, orang yang melihat surga pasti tekun, kalau tidak melihat surga, tidak dapat tekun sebab melihat dunia. Tiga macam ibadah ini berlaku untuk jaman/era sekarang, dan nanti mendekati jaman antikrist akan sungguh-sungguh menghadapi pra aniaya antikrist/Getsemani, kita tidak akan kuat. Itu sebabnya ibadah itu harus dilipat gandakan; dulu korban-korban itu juga dilipat gandakan. Kalau menyembelih lembu untuk korban tahbisan, nanti selama tujuh hari terus menyembelih seperti pesta. Inilah pesta, sebab kelimpahan itu = pesta. Semoga kita dapat mengerti.

      Pengkhotbah 4 : 12, Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

      Dua orang ini dimulai dari suami dan istri. Jadi lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok kita mendapatkan tali tiga lembar untuk menyatukan kita. Tiga macam ibadah itu bagaikan kita memiliki tali tiga lembar yang tidak mudah diputuskan supaya nikah kita mencapai kesatuan nikah.

      Tali tiga lembar ini yang menyatukan kita dan dimulai dari:


      • Kesatuan di dalam nikah,
      • Kesatuan di dalam penggembalaan dan
      • Kesatuan antar penggembalaan.


      Yohanes 10 : 16, Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

      Yang bukan dari kandang ini = antar penggembalaan/antar kandang.
      Satu kawanan, satu Gembala = satu tubuh, satu Kepala = menuju kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna.
      Kesatuan dalam nikah, kesatuan dalam penggembalaan, kesatuan antar penggembalaan sampai kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna. Inilah tali tiga lembar lewat kandang penggembalaan yang dimulai dari:


      • Nikah, harus menjadi satu lewat tiga macam ibadah pokok. Jika suami/istri belum datang = berdoa, supaya dapat menjadi satu kandang sehingga semuanya betul-betul menjadi indah, kemudian kesatuan di dalam


      • Kandang penggembalaan = kita menjadi satu, tidak tercerai-berai sehingga pergi kesana dan kemari sebab jika sudah memiliki tiga tali berarti sudah menjadi satu di dalam penggembalaan dan terlebih lagi kesatuan dalam


      • Antar penggembalaan = kunjungan-kunjungan sampai nanti
      • Kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna/tubuh internasional yaitu Israel dengan bangsa kafir menjadi satu. Semoga kita dapat mengerti.


      Jadi, syarat tergembala, nomor satu adalah masuk di dalam kandang penggembalaan. Itu sebabnya kita harus memperhatikan sebab di situ ada tali yang menyatukan. Memang, untuk dapat masuk ke dalam kandang penggembalaan = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, kita harus melewati pintu sempit = perobekan daging/penyaliban daging = Yohanes 10 : 9, 10,
      9. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
      10. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

      Ay 9, ada kelimpahan = menemukan padang rumput. Jadi, sekali lagi, agar dapat masuk dalam kandang penggembalaan/ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, kita harus masuk ke dalam perobekan daging/penyaliban daging, tetapi dibalik pintu sempit, ada hidup di dalam kelimpahan/hidup yang dipelihara oleh TUHAN sampai kita dapat mengucap syukur. Hidup di dalam kelimpahan itu bukan dilihat dari berapa juta, tetapi hidup yang dipelihara oleh TUHAN sampai kita dapat mengucap syukur sampai hidup yang kekal. Semoga kita dapat mengerti.

      Perobekan daging/masuk pintu sempit itu memang berat bagi daging, tetapi dibalik pintu sempit itu, kita merasa enak dan ringan = semuanya menjadi enak dan ringan. Jiwa dan roh kita merasa enak dan ringan. Inilah pintu penggembalaan = pintu sempit = Pribadi YESUS/salib YESUS.

      Hidup di dalam kelimpahan adalah:


      • Hidup yang selalu dipelihara oleh TUHAN dan juga
      • selalu mengucap syukur dan juga sampai nanti hidup yang kekal, ditambah dengan
      • semuanya menjadi enak dan ringan = berat masuk perobekan daging/salib, tetapi semuanya menjadi enak dan ringan. mari, diterapkan dengan sungguh-sungguh. Semoga kita dapat mengerti.


      Inilah syarat untuk tergembala yang pertama, tetapi kalau tidak mau masuk pintu sempit/pintu kandang penggembalaan/tidak bertekun dalam tiga macam ibadah pokok, akan menjadi orang upahan dan pencuri. Banyak orang yang mengatakan dengan istilah gembala upahan, tetapi kalau saya kurang setuju sebab saya mencari di dalam alkitab tidak ada istilah gembala upahan, yang ada orang upahan dan ini berati tidak dianggap sebagai seorang gembala. Kalau gembala tidak mau pintu sempit/tidak mau bertekun di dalam tiga macam ibadah pokok, maka ia tidak dianggap sebagai seorang gembala tetapi hanya sebagai orang upahan. Kalau disebut gembala upahan, maka hal ini masih lebih baik sebab masih dianggap sebagai seorang gembala.

      Itu sebabnya doakan kami para gembala-gembala, saya dari jarak jauh (dari Malang), demikian juga yang dari Tuban, Pamekasan, dari Krian terlebih yang dari Surabaya, jangan kalah supaya jangan disebut sebagai orang upahan bahkan disebut sebagai pencuri. Ini yang akan rubuh = betul-betul rubuh dan tidak dapat dibangunkan lagi = binasa untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi syarat tergembala yang pertama adalah:


      • masuk kandang/pintu sempit,
      • ada tali tiga lembar yang menyatukan,
      • dibalik pintu sempit ada kelimpahan,
      • dibalik pintu sempit semuanya menjadi enak dan ringan sebab semuanya ditanggung oleh Gembala Yang Baik sampai pada
      • kehidupan yang kekal.


      Tetapi kalau tidak mau masuk pintu sempit hanya mau enak-enakan maka menjadi:


      • orang upahan dan
      • pencuri yang akan dibinasakan.


      = bagaikan bangunan yang rubuh dan tidak dapat dibangun kembali sebab hebat kerusakannya = binasa.


    • Yohanes 10 : 27, 28,
      27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      Jadi, syarat tergembala yang kedua adalah mendengar dan dengar-dengaran pada Suara Gembala Yang Baik = taat dengar-dengaran = hidup di dalam Tangan Gembala Yang Baik/Gembala Agung = seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Semoga kita dapat mengerti.

      Orang yang tergembala akan taat dengar-dengaran dengan:


      • masuk kandang sehingga
      • enak dan ringan,
      • dipelihara oleh TUHAN,
      • mendengar Suara Gembala = hidup di dalam Tangan Gembala Agung.


      Maka hasilnya:


      • 1 Petrus 1 : 22a, Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran,

        Taat = suci. Jadi hasil kedua adalah kita disucikan. Di tambah lagi, kalau kita taat mendengar dan dengar-dengaran pada Suara Gembala, pertama, kita hidup di Tangan Gembala Yang Baik Yang memberikan jaminan kepastian untuk kita hidup sekarang dan juga masa depan yang indah sampai hidup kekal selama-lamanya.

        Kita harus bertahan, jangan seperti saya yang sudah mau melarikan diri sebab saya tidak sabar dan melihat = mengapa seperti ini? katanya pengajaran, tetapi saya tidak makan, tidak minum dan saya mau meninggalkan semuanya. Kita seringkali seperti itu = tinggal sedikit lagi, harus terus. Dan kalau sama sekali sudah tidak kuat, mungkin untuk bersuara saja sudah tidak kuat, maka itu sudah waktunya lahir seperti seorang ibu yang akan melahirkan, jika sudah waktunya, jangan mundur tetapi tetap bertahan:


        • di dalam kandang = bertahan,
        • di Tangan TUHAN juga bertahan = taat.


        Hasil kedua kalau berada di dalam Tangan TUHAN, maka:


        • penyucian = kita mengalami penyucian secara intensif dalam penggembalaan,
        • ada jaminan kepastian.


        1 Petrus 1 : 14 – 16,
        14. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
        15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
        16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

        Ay 14, kita harus berhati-hati, terutama untuk suara asing waktu kebodohanmu. Kita sudah senang mendengarkan Firman, saya sudah ditolong dan diberkati, tiba-tiba mendengar ada yang begini dan begitu sehingga kita menjadi kalah dan akan mengalami kerugian yang besar. Itu sebabnya kita jangan mau dibodohi oleh suara asing tetapi mendengar Suara Gembala/Firman, sebab suara asing adalah suara yang tidak senada dengan Firman penggembalaan sehingga membuat kita keluar dari Tangan Gembala Agung dan akan rubuh = bukan hanya miring, tetapi betul-betul rubuh dan tidak dapat diperbaiki lagi sebab hebat kerusakannya. Kata gembala saya alm bpk pdt Pong, orang seperti itu tidak dapat kembali lagi.

        Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan casette dari alm.pdt Pong yang di dalam doa = entah dalam penglihatan, tetapi beliau melihat ada dua domba yang sudah pergi. Dipanggil dan diusahakan supaya kembali, tetapi tidak dapat kembali lagi. Ini menjelang meninggalnya.

        Ay 15, seluruh hidupmu = tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada ALLAH Tri Tunggal = tiga macam ibadah pokok. Jadi, di dalam penggembalaan/di dalam Tangan Gembala Agung, kita mengalami penyucian secara intensif yaitu penyucian tubuh, jiwa dan roh kita sampai suci seperti YESUS suci.


      • Yohanes 10 : 28, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

        Ada jaminan kepastian. Hidup dan ibadah itu harus pasti dan bukan berarti kalau saya berkata pasti, maka itu berarti hanya di jln W.R.Supratman saja yang benar = kita jangan berkata begitu, sebab yang pasti itu yang sesuai dengan Firman. Kalau tidak sesuai dengan Firman, biar kehidupan itu beribadah di mana saja, itu berarti tidak pasti. Harus sesuai dengan Firman/pola tabernakel yang dimulai dari pintu gerbang sampai dengan tabut perjanjian = harus pasti dan benar.

        Sekali-pun ada yang berkata, pengajaran itu hanya berbeda di iman atau semuanya sama, hanya baptisan airnya yang berbeda = ini berarti sudah jauh melenceng. Semuanya harus pasti dengan menyelidiki alkitab, kita jangan dibodohi; sedangkan ilmu pasti di dunia ini tidak dapat diotak - atik seperti 2 + 2 = 4, profesor mana-pun tidak ada yang mau mengotak – atik, apalagi Firman = satu titik-pun tidak boleh berubah. Semoga kita dapat mengerti.


      Jadi ada jaminan kepastian untuk hidup kita sekarang dan juga untuk masa depan yang indah = kaum muda perhatikan, sampai hidup kekal selama-lamanya. Inilah hidup di dalam Tangan Gembala Agung = ada jaminan kepastian, Dia tidak menipu kita, Nyawa-Nya saja diberikan kepada kita = Gembala Yang Baik memberikan Nyawa-Nya bagi kita, apalagi (maafkan) kalau hanya beras, tidak mungkin tidak Ia berikan kepada kita. Jaminan kepastian = kokoh/pasti. Jangankan rubuh, sebab kalau pasti itu = miring-pun tidak.

      Kalau suci, pasti ada kepastian. Jadi, hidup ini kapan ada kepastian?


      • Memiliki ijazah S3, Belum pasti!
      • Tidak memiliki ijazah, pasti saya akan habis, Belum pasti!


      Tetapi kalau suci, pasti ada kepastian = mau ada ijazah/tidak memiliki ijazah, mau ada jemaa’t/tidak ada jemaat, mau kaya/miskin = pasti ada kepastian. Kalau tidak tergembala = tidak taat dengar-dengaran dan juga tidak tekun di dalam kandang = tidak ada kesucian, tidak ada kepastian = rubuh dan tidak dapat dibangunkan kembali = binasa untuk selama-lamanya. Sekali-pun kehidupan itu adalah seorang hamba TUHAN yang hebat sebab dipakai oleh TUHAN, tetapi kalau tidak tergembala = berada di luar Tangan TUHAN = tidak ada kesucian dan juga tidak ada jaminan kepastian, akan rubuh dan binasa selama-lamanya.

      Dan bagi yang sudah berada di dalam-pun, masih harus extra berhati-hati, apalagi yang berada di luar, tidak mungkin dapat suci dan ada kepastian. Semoga kita dapat mengerti.

      Inilah yang pertama, Gunung Batu itu = Penebus = hidup benar; yang kedua Gunung Batu itu = Gembala/tergembala sampai hidup suci dan ada kepastian. Inilah penggembalaan dalam sistim tabernakel yang dimulai dari halaman sampai ke pintu kemah = masuk keruangan suci.
      Saya berbahagia = Yohanes dan Musa hebat karena melihat surga, tetapi keduanya itu melihat secara perorangan. Sedangkan untuk kita sekarang, lewat pembukaan Firman, kita bersama-sama melihat surga dengan praktek kita aktif di dalam pembangunan Tubuh yaitu kita masuk halaman = YESUS sebagai Penebus, mari, keselamatan dan kebenaran = mempertahankan ajaran yang benar. Masuk penggembalaan bersama-sama karena kita melihat bersama-sama, maka kita juga harus aktif bersama-sama.


  3. Ulangan 32 : 4, Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.

    Gunung Batu yang pekerjaan-Nya sempurna/menyempurnakan, menunjuk pada Pribadi YESUS sebagai Mempelai Pria Surga = ruangan maha suci.


    • Gunung Batu keselamatan, menunjuk YESUS sebagai Penebus/Juruselamat = halaman,
    • Gunung Batu = Gembala = ruangan suci, sekarang
    • Gunung Batu yang pekerjaan-Nya sempurna = YESUS Mempelai Pria Surga = ruangan maha suci.


    Efesus 5 : 25 – 27,
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Jadi, YESUS sebagai Mempelai Pria Surga memandikan/menyucikan kita secara dobel yaitu dengan:


    • dengan air, itulah baptisan air,
    • dengan air Firman itulah air hujan Firman pengajaran.
      Ulangan 32 : 1, 2,
      1. "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
      2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

      Dirus hujan = hujan lebat.
      Inilah Firman pengajaran:


      • yang pertama seperti embun yang tidak terlihat = orang tidak mengerti,
      • kemudian hujan rintik-rintik = orang sudah mulai bingung = sudah ada respon,
      • kemudian terakhir seperti dirus hujan = semua orang akan terkena air hujan Firman pengajaran.


      Mari, perlahan-lahan, sekali-pun jemaat masih sedikit, tidak mengapa sebab memang masih berupa embun sehingga tidak ada orang yang melihat. Teruskan saja sampai hujan rintik-rintik, setelah itu sampai dirus hujan; saya selalu berkata kepada hamba-hamba TUHAN untuk tenang, sebab nanti kalau sudah dirus hujan, tinggal membuka pintu gereja dan orang akan datang untuk berteduh di dalam gereja.

      Bagi siswa/i Lempin-El dan juga bagi lulusan Lempin-El Kristus Ajaib mulai dari angkatan pertama sampai angkatan tiga puluh enam dan juga ada angkatan khusus, tugas pokok kita memang Firman pengajaran, jangan berbalik kepada yang lain, kalau sudah berani masuk kedalam Lembaga Pendidikan Elkitab Kristus Ajaib, akan dididik khusus di dalam Firman pengajaran. Siapa lagi yang akan melanjutkan kalau kita tidak konsisten?


    Penyucian dobel/dua kali dibasuh dengan air adalah penyucian penyakit kusta =
    Imamat 14 : 8, 9,
    8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Ay 8, satu kali tubuhnya dibasuh dengan air = sudah masuk baptisan air = sudah tahir, tetapi masih ada syarat/ketentuannya yaitu masih tidak boleh berkumpul dengan keluarganya dan ini berarti dibasuh satu kali belumlah cukup. Sudah diberkati/dibaptis/diselamatkan, tetapi belum berbahagia sebab belum menyatu = masih terpisah sehingga belum berbahagia.
    Ay 9, dibasuh kembali dengan air = penyucian secara dobel dengan baptisan air dan juga air Firman pengajaran/air hujan = penyucian bagi penyakit kusta.

    Arti dari penyakit kusta secara rohani adalah:


    • dosa kenajisan = Imamat 13 : 45, Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!

      Dosa kenajisan adalah:


      • dosa makan minum dan juga
      • dosa kawin mengawinkan, tetapi ini juga termasuk dengan
      • pakaian, kita harus berhati-hati = pakaiannya cabik-cabik, kita harus berhati-hati dengan mode (sebab berpakaian itu untuk menutup daging), kalau mode pakaian menonjolkan daging/cabik-cabik = penyakit kusta/dosa kenajisan. Ini bukan berarti tidak boleh mengikuti mode, semuanya harus yang lurus-lurus = silahkan! Tetapi jangan yang cabik-cabik/menonjolkan/membuka daging.
        Semoga kita dapat mengerti.
      • putih tetapi kusta = kebenaran diri sendiri =


        • kebenaran di luar Firman pengajaran yang benar,
        • berdosa tetapi tidak mau mengaku, bahkan menyalahkan orang lain dan ini yang memecah belah. Seandainya orang yang berdosa kepada si A, dan ia tidak mau mengaku bahkan di atas mimbar (terutama kami para hamba TUHAN) menjelekan si A terus, maka semuanya akan pecah. Inilah pemecah belah sampai menyalahkan TUHAN = menyalahkan pengajaran yang benar.


      • tidak tahu mengucap syukur. Sepuluh orang yang terkena kusta, setelah ditahirkan oleh TUHAN, hanya satu orang Samaria/bangsa kafir yang kembali kepada TUHAN (injil Lukas).

        Tidak tahu mengucap syukur =


        • terus mengomel,
        • tidak tahu berterima kasih = hati-hati anak-anak (di dalam Timotius 3), dosa akhir jaman, juga termasuk tidak tahu berterima kasih bahkan anak-anak melawan orang tua = kusta.


      • keinginan akan uang = 2 Raja-raja 5 : 20, 25 – 27,
        20. berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: "Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya."
        25. Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya: "Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!"
        26. Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan,
        27. tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

        Kita harus berhati-hati, soal uang ini sudah gawat sebab sudah tidak ada rasa malu lagi dan memiliki banyak alasan untuk mendapatkannya seperti Gehazi yang semuanya itu berdusta. Keinginan akan uang itu mengakibatkan hamba TUHAN itu suka mencari upah yang jasmani seperti Beliam sehingga mengakibatkan:


        • kikir = tidak dapat memberi,
        • serakah = merampas hak orang lain terutama hak dari TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kami sebagai hamba TUHAN ini yang seringkali merampas hak dari TUHAN dengan tidak mengembalikan persepuluhan. Tetapi juga dapat merampas hak TUHAN dengan menerima persepuluhan yang tidak seharusnya ia terima. Bagi siswa/i Lempin-El perhatikan! Seringkali hamba-hamba TUHAN dari GPT mengatakan bahwa saya tergembala dan kalau dihitung-hitung ada sekitar tujuh puluh sampai seratus orang yang mau memberikan persepuluhan mereka dan kalau saya mau, maka saya hanya menggoyang kaki. Tetapi saya katakan ada ad/rt, yang mengatakan bahwa persepuluhan itu harus diserahkan ke kas pusat. Mereka memaksa dan akhirnya saya menerima tetapi saya masukkan ke kas pusat; jadi saya tidak bersalah, hamba TUHAN itu juga tidak bersalah.


        Beberapa kali saya diuji tentang persepuluhan ini, tetapi saya harus menang, sebab kalau kalah = dusta. Kalau sudah ada keinginan akan uang, pasti akan berdusta dan kusta/kebenaran diri sendiri dan juga pasti najis. Itu sebabnya kita harus berhati-hati soal uang ini. Bapak pdt Pong Dongalemba alm selalu berkata bahwa roh jahat dan roh najis itu satu = uang dan kenajisan itu satu; kalau salah dalam hal keuangan, pasti najis. Penyucian terakhir ini sampai kita tak bercacat cela = penyucian kusta (Ef 5 : 27) ini sampai kita tak bercacat cela = sempurna seperti Bapa sempurna.

        Matius 5 : 48, Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

        Sempurna seperti Bapa sempurna = sama mulia dengan YESUS.

Inilah membangun Tubuh Kristus dengan pola tabernakel karena kita sudah melihat surga, seperti:

  • Musa yang sudah melihat surga = ada tabernakel.
  • Yohanes melihat surga = ternyata ada Pribadi di tahta = TUHAN dalam kemuliaan/Mempelai Pria Surga dan juga ada Mempelai Wanita yang aktif beribadah.
  • Sekarang kita melihat surga = mari, aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus yang dimulai:


    • Di atas Gunung Batu/Juruselamat = keselamatan = halaman,
    • Gunung Batu/Gembala Yang Baik = ruangan suci = penggembalaan sampai
    • Gunung Batu Yang sempurna/pekerjaan yang sempurna = Mempelai Pria Surga = ruangan maha suci

Mari, kita sungguh-sungguh disucikan dobel dan juga berhati-hati dengan kusta dihari-hari ini; sebab kalau sudah kebenaran sendiri, pasti kita akan berdusta dengan selalu berkata begini begitu dan orang lain yang bersalah. Dan yang bodoh adalah orang yang mendengar, sekali-pun tidak mengetahui apa-apa, tetapi ikut mengiyakan sehingga ikut berdusta/ikut kusta. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Bersamaan dengan proses penyucian/air hujan dikirimkan untuk membersihkan kita dan juga bersamaan dengan proses peyempurnaan ada dua hal yang dahsyat terjadi yaitu:

  • terjadi pemisahan = Ibrani 6 : 4 – 8,
    4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
    5. dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
    6. namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
    7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
    8. tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

    Jika kehidupan itu menerima Firman pengajaran dan mau disucikan/dibasuh dobel dari kusta, maka ia akan mendapatkan berkat kesempurnaan. Tetapi jika kehidupan yang menerima Firman pengajaran tetapi ia mempertahankan kusta seperti keinginan akan uang, persundalan, dusta dllnya, maka kehidupan itu akan menghasilkan rumput duri dan semak duri = hidup di dalam kutukan sampai kebinasaan. Inilah terjadi pemisahan = sudah ada air hujan, tetapi masih ada pemisahan. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius, sebab pemisahan yang untuk sekarang ini dapat dua orang yang duduk satu bangku di gereja, satu gereja dapat terpisah, tetapi yang paling mengerikan adalah dua orang di atas tempat tidur = satu terangkat, satu ketinggalan = yang mendapatkan berkat kesempurnaan akan terangkat, tetapi yang mendapatkan kutukan/duri akan ketinggalan. Inilah pemisahan = sama-sama mendapatkan air hujan tetapi masih dipisahkan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

    Bagi hamba-hamba TUHAN dan siswa/i Lempin-El perhatikan, sejak kami berada di Lempin-El, sudah terjadi pemisahan = yang sungguh-sungguh mendengarkan Firman, sehingga disucikan tetapi masih ada yang memegang hand-phone sehingga saya biarkan sebab sudah terlanjur diterima. Tetapi hasilnya nanti sudah saya ketahui; itu sebabnya saya katakan = kalau ada yang tertarik dengan gadis-gadis di sini mau-pun yang di Malang, harus melewati saya terlebih dahulu, biar gadis-gadis itu tidak dibodohi sebab saya sudah mengetahui kualitas dari siswa tersebut. Untuk ini saya minta maaf, tetapi saya berkata secara terang-terangan supaya gadis-gadis itu tidak menjadi korban.

    Nanti setelah menjadi seorang hamba TUHAN, juga akan dipisahkan, demikian juga dengan sidang jemaat juga akan dipisahkan. Bagi yang tetap mempertahankan kusta, akan hidup di dalam kutukan sehingga berkata ‘katanya pengajaran, mengapa dia berbahagia, tetapi saya hidup di dalam kutukan? jangan menyalahkan dengan berkata “pilih kasih” bukan!! Tetapi karena kusta yang dipertahankan sehingga terkutuk sampai binasa.


  • hujan kasih karunia. Bagi kehidupan yang mau disucikan, akan ada hujan kemurahan anugerah TUHAN/kasih karunia = Ulangan 11 : 10 – 12,
    10. Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
    11. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
    12. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

    Jadi, kalau ada hujan Firman pengajaran, (itu sebabnya jangan dihina dengan berkata terlalu lama, kalau hujannya lama, tentu airnya juga akan banyak) menyucikan kita, akan diikuti dengan hujan kemurahan dan anugerah TUHAN. Banyak orang-orang salah = datang ke gereja, pokoknya menyanyi dengan senang-senang, tetapi untuk Firman sedikit saja = kasihan sekali. Mari, biar ada hujan Firman pengajaran sebab akan disertai dengan hujan kemurahan dan anugerah TUHAN sehingga kita bersuasanakan Kanaan/bersuasanakan surga.

Daerah berlembah dan bergunung, kita tidak dapat memikul air, sehingga kita bergantung pada hujan = suasana surga. Tetapi kalau Mesir, memiliki tanah yang datar:

  • menghalalkan segala cara = memikul air, mungkin ditengah jalan ada orang yang memikul air dan ia menjegal orang itu dan mengambil airnya. Pokoknya saya disirami, sedangkan orang itu biar kering dan mati = terserah. Inilah sistim Mesir.


  • mengandalkan kekuatan dan kepandaian dengan cara dunia = biar orang lain bangkrut, yang penting usaha saya maju. Inilah sistim Mesir seperti jalan toll/cepat tetapi menuju ke neraka. Kalau surga,memang sulit sebab berlembah dan bergunung, tetapi enak dan ringan sebab kita hanya bergantung pada hujan kemurahan dan anugerah TUHAN dari salib Kristus/dari Korban Kristus untuk:


    • memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dunia, kita dapat terpelihara,
    • membahagiakan kita. Jika saudara hendak memikul air dan tidak bisa sehingga saudara mau menyerah, tiba-tiba hujan datang = kita bersyukur dan merasa berbahagia ditengah ketandusan dunia,
    • menolong kita tepat pada waktunya (srt Ibrani) sampai hal yang mustahil-pun kita tertolong oleh TUHAN saat hujan datang
    • dan hujan ini mengubahkan kehidupan kita sampai menjadi sempurna seperti YESUS, kita akan terangkat ke surga bersama-sama dengan Dia. Sekarang hujan datang dari surga ke bumi, tetapi nanti dari bumi kita akan naik ke surga. Sungguh-sungguh, seperti di dalam Wahyu 22 : 3, kita menjadi hamba-hamba TUHAN, imam-imam dan raja-raja yang beribadah di tahta TUHAN/memandang Wajah TUHAN siang dan malam selama-lamanya bersama-sama dengan Dia.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Maret 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manokwari)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top