English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 16 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 September 2007)
Tayang: 04 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 01 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Agustus 2007)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 03 Februari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 13 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Maret 2007)
Tayang: 28 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 30 Juni 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Mei 2016

Kita kembali pada kitab Wahyu 1: 17-20.

Wahyu 1: 17-18,
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes tersungkur di depan Kaki YESUS = menyembah dengan hancur hati = menyembah sampai daging tidak bersuara lagi (seperti orang yang mati mau diapakan saja terserah atau penyerahan sepenuh kepada TUHAN), sehingga rasul Yohanes mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN. Menyembah dengan hancur hati = mengaku hanya tanah liat; banyak kekurangan, ketidak layakan, ketidak mampuan, tidak berharga apa-apa, hanya diinjak-injak. Demikian juga kita, Kalau penyembahan kita sampai kita dapat tersungkur di depan Kaki YESUS, maka kita juga mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN.

Setelah mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN, rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. "Jangan takut!" = melenyapkan ketakutan (tidak ada ketakutan lagi), ini berarti hidup dalam ketenangan, ucapan syukur kepada TUHAN. Itulah orang yang menyembah TUHAN.


  2. "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih ALLAH, dari kasih mula-mula sampai puncaknya kasih (kasih Mempelai).
  3. "Aku yang mati dan yang hidup" = menerima kuasa kemenangan atas maut. Musuh yang terakhir itulah maut.

Jadi, YESUS mati tetapi bangkit (YESUS mati dan bangkit) untuk mengalahkan maut = menang atas maut dan YESUS memegang kunci kerajaan maut untuk menutup pintu kerajaan maut, supaya kita jangan binasa selamanya tetapi juga menang atas maut bersama dengan YESUS. Jika kita sudah menang atas maut bersama dengan YESUS, maka Dia akan memberikan kunci yang lainnya, itulah kunci kerajaan surga.

Matius 16: 18, 19,
18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Ini merupakan janji TUHAN kepada Petrus (sekarang kepada kita semuanya). Tadi (Wahyu 1: 18-19) kepada rasul Yohanes, sekarang kepada kita semuanya.
Ay 18 => 'alam maut tidak akan menguasainya' => inilah menang atas maut bersama YESUS. Petrus menang atas maut = sidang jemaat menang atas maut.

Ay 19 => 'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga' => YESUS memberikan kunci kerajaan surga kepada Petrus (sekarang kepada kita) yang menang atas maut, supaya kita dapat masuk kerajaan surga yang kekal. Semoga kita mengerti.

Apa arti dari kunci kerajaan surga?

  1. Kisah Para Rasul 14: 22 ('bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara'), kunci kerajaan surga adalah salib.


  2. 2 Petrus 1: 10-11, kunci kerajaan surga adalah panggilan dan pilihan TUHAN untuk mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja. Imam dan raja adalah kehidupan yang beribadah dan melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita. Jabatan pelayanan (panggilan dan pilihan) inilah kunci kerajaan surga. Ini sudah diterangkan dalam ibadah sebelumnya.

    Panggilan dan pilihan TUHAN yang mengangkat kita menjadi imam dan raja yang diutus/dipakai/beribadah melayani TUHAN sesuai jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan. Seperti rasul Yohanes, begitu ditumpangi Tangan oleh TUHAN (dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN), maka rasul Yohanes diberikan kunci kerajaan surga = dipakai oleh TUHAN => 'tuliskanlah' = dipakai menuliskan surat-surat. Ini sudah diterangkan dalam ibadah pada waktu yang lalu.

    Wahyu 1: 19, Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

    Rasul Yohanes dipakai untuk menuliskan surat-surat kepada ketujuh sidang jemaat bangsa kafir, yang berisi teguran-nasehat untuk menyucikan ketujuh sidang jemaat bangsa kafir dari dosa-dosa (dari cacat cela), sehingga sempurna = ditampilkan menjadi tujuh kaki dian emas = gereja TUHAN yang sempurna atau sidang jemaat yang sempurna, itulah Mempelai Wanita TUHAN. Inilah tugas dari rasul Yohanes.

    Rasul Yohanes rela sengsara di buang ke pulau Patmos, itu juga kunci kerajaan surga. Sesudah itu kunci kerajaan surga adalah panggilan dan pilihan TUHAN (dipakai oleh TUHAN dan beribadah melayani sesuai dengan jabatan pelayanan). Rasul Yohanes dipakai oleh TUHAN untuk menuliskan surat-surat yang menegur dan menasehati tujuh sidang jemaat bangsa kafir. Inilah kunci kerajaan surga.


  3. Sekarang, kita maju satu langkah. Apa arti dari kunci kerajaan surga? Dalam Matius 7: 21, Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Siapa yang masuk kerajaan surga? Bukan orang yang berseru => 'TUHAN, TUHAN!' Bukan! Tetapi dia yang melakukan kehendak Bapa yang di surga.

    Jadi, kunci kerajaan surga adalah melakukan kehendak Bapa yang di surga = taat dengar-dengaran kepada kehendak Bapa di surga. Darimana kita mengetahui kehendak Bapa di surga? Misalnya: kalau saya mempunyai kehendak, mau menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu. Lalu darimana orang tersebut tahu apa yang menjadi kehendak saya (mengambil gelas atau mengambil sesuatu)? Saat saya mengatakan => 'ambilkan gelas' Baru orang tersebut tahu. Kalau sama-sama diam, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kita mengetahui kehendak Bapa di surga lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH = wahyu atau ilham dari TUHAN, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Dari situlah kita dapat mengetahui kehendak Bapa. Ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab = Firman pengajaran yang benar. Ayat jangan diterangkan dengan yang lain-lain (dengan lawakan, dll), nanti menjadi tidak benar. Saya sering menerangkan, Firman pengajaran yang benar merupakan perkataan YESUS. Kalau mau tahu kehedak Bapa, dengarlah perkataan YESUS. Ayat merupakan perkataan YESUS. Kalau diterangkan dengan ayat yang juga merupakan perkataan YESUS, berarti seluruh Firman adalah perkataan YESUS, itulah Firman pengajaran yang benar.

Dia berada di surga sedangkan kita di bumi, apa yang mau kita lakukan? Kita tidak tahu apa kehendak-Nya. Tadi, kalau mau mengetahui kehendak saya, mungkin saya tidak berkata-kata, tetapi bisa lewat isyarat kalau saya ingin minum. Tetapi kalau Bapa di surga, sedangkan kita di bumi bagaimana kita dapat mengetahui kehendak-Nya? Lewat pembukaan rahasia Firman/wahyu atau ilham dari TUHAN, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab = perkataan YESUS = Firman pengajaran yang benar.

Jadi, kunci kerajaan surga adalah taat dengar-dengaran kepada pembukaan rahasia Firman ALLAH (Firman pengajaran yang benar). Jadi, kehendak Bapa = pembukaan rahasia Firman = perkataan YESUS = pengajaran yang benar, itu sama semuanya. Dari situlah kita mengetahui kehendak Bapa di surga.

Setelah rasul Yohanes tersungkur dan ia dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN, dia menerima kunci kerajaan surga; dia mau sengsara, lalu dia dipanggil, dipilih, sampai dipakai oleh TUHAN untuk menuliskan surat-surat dan rasul Yohanes juga mendapatkan pembukaan rahasia Firman.

Wahyu 1: 20, Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Jadi rasul Yohanes menerima kunci kerajaan surga = menerima pembukaan rahasia Firman ALLAH (Firman pengajaran yang benar). Rasul Yohanes menuliskan semuanya, terutama pembukaan rahasia Firman yang tertulis di dalam kitab Wahyu. Rasul Yohanes sudah mengetahui apa yang belum terjadi dan pasti terjadi, lalu menuliskannya; itu sebabnya kita harus banyak menyembah TUHAN. Sekarang di zaman akhir ini, ada penyesatan, dosa-dosa sampai kenajisan, tetapi juga banyak ketakutan. Sebab itu, kita harus banyak menyembah TUHAN supaya tidak takut (tidak stres) dan kita menerima kasih ALLAH. Pada zaman akhir, kasih menjadi dingin, sehingga banyak terjadi kedurhakaan baik dalam nikah, pelayanan, di kantor sampai dimana-mana. Harus banyak menyembah, sehingga kita menerima kasih TUHAN. Selain itu, kalau banyak menyembah, kita juga akan menerima kunci kerajaan surga (pembukaan rahasia Firman). Itulah yang penting!

Waspada!! Sebab ada sikap yang negatif atau salah terhadap pembukaan rahasia Firman (Firman pengajaran yang benar). Pada Wahyu 1: 20, 'rahasia' ini diterangkan secara umum terlebih dulu. Nanti pada kesempatan mendatang akan diterangkan tentang ketujuh bintang dan ketujuh kaki dian emas yang dilihat oleh rasul Yohanes (yang dibukakan rahasianya oleh TUHAN).

Amsal 30: 5, 6,
5. Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
6. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

Ay 5 => 'murni' => benar. Yang ada di alkitab itu benar (ayat menerangkan ayat itu benar).

Ay 6 => 'Jangan menambahi firman-Nya' => inilah sikap yang salah. Seharusnya ditaati. Kalau ada pembukaan rahasia Firman (Firman pengajaran yang benar) harus ditaati, itulah kunci kerajaan surga. 'bukan orang yang berseru TUHAN, TUHAN!, Tetapi orang yang melakukan kehendak Bapa' = taat. Itulah kunci kerajaan surga.

Sikap negatif terhadap pembukaan rahasia Firman (Firman pengajaran yang benar), yaitu menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar dan murni = mengubah Firman pengajaran yang benar, sehingga menjadi tidak taat dengar-dengaran dan mejadi pendusta. Firman itu untuk didengar dan dengar-dengaran. Kalau Firman, didengar lalu ditambahi => 'itu maksudnya begini, ditambah ini' Nanti yang tidak boleh menjadi boleh. Firman mengatakan => 'tidak boleh' Akhirnya menjadi boleh => 'itu kan begini, tetapi kan begini begitu' Pendusta itu setan. Kalau tidak taat dengar-dengaran, maka menjadi pendusta seperti setan yang akan dibinasakan. Kalau taat, maka menjadi sama dengan YESUS.

Jangan sampai kita tidak taat kepada Firman. Kalau Firman itu benar (ayat menerangkan ayat, pembukaan rahasia Firman, wahyu dari TUHAN) tinggal didengar dan dipraktikkan, sehingga pintu surga terbuka. Kalau pintu surga terbuka, semua pintu yang lain juga akan terbuka. Tidak mungkin tidak! Doa saya untuk apa saja => 'mau melanjutkan pembangunan gereja di Malang, bukakan Firman. Mau kunjungan kemana-mana, bukakan Firman' Itu saja! Jika ada pembukaan Firman, maka ada pembukaan jalan. Kalau pintu surga saja dibuka, apalagi hanya pintu di dunia. Kita berbahagia, karena sudah mendapatkan wahyu dari TUHAN lewat bpk pdt van Gessel. Pengajaran tabernakel dan Mempelai/Kabar Mempelai ini diwahyukan TUHAN kepada bpk pdt van Gessel. Wahyu itu tidak pernah salah, murni atau benar, hanya tinggal dipraktikkan saja. Saya tidak mau kalau Kabar Mempelai ditambahi-dikurangi (diubah).

Waktu kemarin saya sudah memberi perumpamaan tentang kunci. Kabar Mempelai atau pengajaran tabernakel merupakan kunci kerajaan surga, kalau ditambahi (kuncinya dikikir, dilas), maka pintu kerajaan surga tidak dapat terbuka. Bukan berarti ini sombong, atau keras sekali, tidak! Bukan hak kita untuk menambah dan mengurangi, hak kita adalah mempraktikkan Firman saja, supaya pintu surga terbuka dan semuanya juga terbuka. Tetapi kalau ditambah dan dikurangi, akhirnya menjadi tidak taat (hanya berdebat) dan kita menjadi pendusta seperti setan yang akan dibinasakan selamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, sebenarnya sudah menerima wahyu dari TUHAN (pembukaan rahasia Firman) tinggal dipraktikkan (mendengar dan dengar-dengaran), sudah titik. Disitu ada kunci kerajaan surga. Jangan ditambah, dikurangi atau diubah lagi. Sudah puluhan tahun kita mempelajari Kabar Mempelai ini, kalau dihitung dari zaman bpk pdt Van Gessel hampir delapan puluh tahun. Dulu kami memperingati sudah tujuh puluh tahun di Malang (tahun 2005). Nanti yang ke delapan puluh tahun akan kita peringati lagi. Ini langka sekali! Banyak pengajaran-pengajaran lain (saya tidak sebutkan) => 'ini terkenal' Lalu beberapa tahun sudah menghilang. Ganti lagi, lalu menghilang. Tetapi Kabar Mempelai (dari TUHAN) ini benar-benar bertahan.

Kita harus waspada, dari zaman ke zaman (dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu) ternyata ada kehidupan yang menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar (merubah Firman pengajaran yang benar), yaitu:

  1. Zaman ALLAH Bapa. Dihitung dari Adam sampai Abraham (kurang lebih 2000 tahun). Ini diwakili oleh Hawa. Ia merubah atau menambah-mengurangi, akhirnya tidak taat (memberontak). Kalau menambah-mengurangi akhirnya memberontak.

    Kejadian 2: 16, Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

    Kejadian 3: 2, Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

    Ay 2 => tidak ada kata 'bebasnya' Banyak kali kita => 'hanya selisih sedikit, tidak ada kata bebasnya' Jangan! Sebab itu sudah besar artinya.

    Jadi, Hawa mengurangi kata bebas. Ini mendengarnya tidak benar (tidak baik), seperti telinga yang tuli (bebasnya hilang).

    Kejadian 2: 17, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

    Kejadian 3: 3, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

    Ay 3 => mulutnya yang salah, menambah kata 'raba

    Jadi, Hawa menambah kata raba. Ini mulutnya seperti bisu = perkataannya tidak baik. Inilah keadaan Hawa:


    • mengurangi kata bebas (tuli). Firman pengajaran yang benar (perkataan TUHAN sendiri, pembukaan rahasia Firman, wahyu, ilham), tetapi dikurangi kata bebas (tuli).


    • ditambah kata raba (bisu). Semoga kita dapat mengerti.


    Mengapa Hawa dapat menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar? Sebab dia mendengarkan suara asing (suara lain, suara ular). Hati-hati! Kita sudah berpegang pada pengajaran yang benar, lalu mendengarkan suara asing, maka kita dapat menambah-mengurangi, sampai tidak taat. Suara asing = ajaran asing, ajaran lain, termasuk juga gosip-gosip yang tidak benar. Semoga kita dapat mengerti.

    Kejadian 3: 1, Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

    Ay 1 => 'Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" => Padahal TUHAN mengatakan => 'boleh kau makan buahnya' Ini sudah jelas berbeda. Seringkali kita berkata => hanya sedikit perbedaannya .... 'jangan' Akhirnya terbukti, Hawa menambah-mengurangi Firman dan tidak taat (memberontak, melawan Firman pengajaran yang benar).

    Contoh lainnya (laki-laki) adalah Salomo. Salomo mempunyai dan berpegang pada pedang, tetapi karena ia mendengar suara lain (dari isterinya) => 'tidak apa' Akhirnya yang benar dibuang (pedang dibuang) dan mendengarkan suara isterinya. Salomo yang hebat dapat kalah/jatuh karena mendengarkan ajaran lain, apalagi Wijaya? Saya tidak mampu. Sebab itu saya tidak mau kalau ajarannya lain, karena saya merasa => 'dibandingkan dengan Salomo, saya ini apa (hikmat saya apa)' Hati-hati dalam cara mendengar! Semoga kita dapat mengerti.

    Apa artinya menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar?


    • mengurangi kata bebas, artinya penyampaian Firman ALLAH tanpa kebebasan Roh Kudus (tanpa urapan Roh Kudus), sehingga terikat waktu (waktu dibatasi), isinya terikat (isinya dibatasi) => 'jangan keras-keras, jangan bicara soal ini dan itu, nanti jemaat keluar semuanya' dan lain sebagainya. Banyak masukan-masukan dan tanpa kebebasan. Seringkali hamba TUHAN juga titip-titip, apalagi kalau kita diundang di satu gereja, lalu titip-titip => 'pak, bicara tentang persepuluhan ya' Kalau ada yang titip-titip, itu tidak bebas. Kalau waktu dan isinya dibatasi (terikat), maka sidang jemaat tetap terikat (juga tidak dapat bebas); terikat oleh dosa, waktu. Jangankan masuk tiga macam ibadah, jemaat akan terikat sekali oleh waktu. Masuk satu Minggu satu kali saja, sudah merasa berjasa => 'saya untung, sudah bisa masuk satu Minggu satu kali' Semoga kita dapat mengerti. Memang untuk pelajaran (Matematika dll) ada waktunya. Untuk anak sd, tk belajar matematika ada waktunya berapa menit (satu jam pelajaran berapa menit). Ini kalau ilmu di dunia, tetapi kalau untuk pemberitaan Firman, selama ada Roh Kudus, maka Roh Kudus mampu untuk menolong kita. Semoga kita dapat mengerti.


    • menambah kata raba = menyampaikan Firman ALLAH ditambah dengan lawakan supaya jemaat mengerti, senang, ditambah pengetahuan, ditambah ilustrasi-ilustrasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Banyak yang protes kepada saya => 'YESUS juga memakai ilustrasi atau perumpamaan' Saya jawab => 'ya, tetapi lihat perumpamaan YESUS, itu tentang kerajaan surga (tabernakel semuanya, ada halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci)' YESUS tidak memberikan perumpamaan => 'misalnya menerangkan Firman itu perisai, lalu ada orang pakai payung dll' Bukanlah begitu! Perumpamaan YESUS bukan yang aneh-aneh, tetapi semuanya tentang kerajaan surga => 'hal kerajaan surga, seumpama ...' Ini tentang tabernakel dan dapat diselidiki. Kalau penyampaian Firman ditambah dengan lawakan, pengerahuan, ilustrasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, maka sidang jemaat diraba emosinya oleh sang pembicara (pendeta) dan hatinya tidak pernah diraba/dijamah oleh TUHAN, sehingga sidang jemaat tidak pernah berubah. Dia berusaha supaya lucu, banyak jemaat yang tertawa. Lalu setelah jemaat pulang, tidak mengerti apa-apa dan semuanya merasa capai. Yang diingat hanya yang lucu-lucu, ditanya => 'bagaimana Firmannya?' Jawabannya => 'lucu, senang aku' Ini tidak ada arti rohaninya. Sudah keluar masuk ibadah, tetapi tidak pernah berubah hidupnya, karena hatinya tidak dijamah oleh TUHAN. Kita harus berhati-hati!


    Apa akibatnya? Begitu Hawa menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar (wahyu dari TUHAN), maka Hawa menjadi tidak taat dengar-dengaran ( yang seharusnya tidak boleh dimakan, malah dimakan oleh Hawa). Akibatnya adalah:


    • telanjang, dipermalukan (nikahnya dipermalukan). Ini sudah diterangkan, pada meja roti sajian terdapat enam roti- enam roti. Angka enam menunjuk manusia (suami atau laki-laki dan isteri atau perempuan). Memang daging (kelihatan roti), tetapi kalau diisi dengan Firman pengajaran yang benar dapat menjadi satu (dapat menjadi rumah doa, karena ada dupa yang dibakar). Dapat sama-sama berdoa (bersepakat). Jadi, tergantung dengan apa yang dimakan dan didengar. Sudah mengetahui pengajaran yang benar, tetapi ditambah dan dikurangi, sampai tidak taat, akibatnya nikah menjadi telanjang, terutama nikah dan buah nikah akan dipermalukan.


    • Adam dan Hawa hidup dalam kutukan atau duri-duri = letih lesu, beban berat, kepedihan, kesusahan, air mata, kepedihan, kerisauan, kegagalan (menabur, tetapi menuai duri) dll. Semoga kita mengerti. Kalau terkena duri itu tidak tenang (risau). Beda lagi kalau terkena pisau, sudah luka, lalu diberi obat dan kita sudah tenang (karena sudah tahu lukanya). Tetapi kalau terkena duri, sebelum durinya keluar => 'hanya duri kecil, tetapi ..' Mau apa saja selalu terganggu. Jadi ditunggu sampai keluar durinya. Inilah tidak tenang, stres hidupnya. Bukan menambah mengurangi, tetapi mempraktikkannya. Pada zaman permulaan ini sudah terjadi. Mengurangi itu tuli; ada kata bebas, tetapi mendengarnya tidak benar (akhirnya tidak memakai kata bebas). Tidak ada kata raba, tetapi Hawa mengatakan 'raba', ini bicaranya tidak benar. Hawa seperti orang yang bisu dan tuli. Jadi, roh bisu dan tuli berbahaya, sebab membuat tidak taat sampai telanjang dan terkutuk.


  2. Zaman Anak ALLAH. Dihitung dari Abraham sampai kedatangan YESUS pertama kali (kurang lebih dua ribu tahun). Ini diwakili oleh seorang yang sakit ayan (seorang anak yang bisu-tuli). Dalam Markus 9 mulai ayat 14.

    Markus 9: 25, Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Ay 25 => 'Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli' => bisu-tuli ini cacat. Ini seperti Hawa. Kalau menambah dan mengurangi Firman menjadi cacat (bisu dan tuli). Pada ayat 25, ini juga dikuasai oleh roh bisu dan tuli.

    Pada zaman Anak ALLAH diwakili oleh anak yang sakit bisu-tuli. Kalau belajar dari Hawa, ini sama dengan menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar. Akibatnya adalah sakit ayan rohani = gila babi (dalam terjemahan lama). Inilah kalau bisu (berkatanya tidak benar) dan tuli (mendengarnya tidak benar). Kalau mendengarnya tidak benar (tidak ada kata bebas) => 'Firman terlalu lama, terlalu ini dan itu' Sebenarnya yang terlalu bukanlah Firmannya, tetapi dagingnya yang terlalu. Kalau tidak percaya, coba mendengarkan Firman selama dua jam => 'oh ini terlalu lama' Kalau bergosip sampai lima jam => 'jangan pulang dahulu, masih ada kopi' Ternyata kuat. Yang terlalu itu dagingnya, bukan Firmannya (Firman paling lama hanya dua jam). Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau menambah mengurangi Firman (bisu-tuli), akibatnya adalah sakit ayan = gila babi. Maaf, babi saja itu sudah berarti najis (mengerikan), kalau gila babi bagaimana?

    Gila babi artinya:


    • dosa babel:


      1. dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba. Ini tidak ada remnya lagi. Firman tidak dipraktikkan, tetapi ditambah-dikurangi, diubah, disalahkan, maka semuanya akan sakit ayan.


      2. dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya. Hati-hati kaum muda, baik dari pandangan, pikiran, perbuatan, perkataan. Sampai penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri) dan nikah yang salah (mulai dari perselingkuhan, kawin cerai, kawin mengawinkan). Maaf, istilah ini harus diungkapkan, karena sekarang semuanya sudah terang-terangan dan dibuka di dunia baik di koran dllnya dan anak-anak kecil menjadi sasarannya. Di gereja juga harus dibuka (pembukaan Firman harus dapat mengungkap ini semuanya), supaya kita tidak masuk di dalamnya. Ketika ditanya => 'sejak kapan sakit ayan itu melanda?' Jawabannya => 'sejak kecil'

        Markus 9: 21, Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. Waspada! Hati-hati terhadap sakit ayan atau gila babi, sebab menyerang manusia (hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN) mulai sejak kecil (sekolah Minggu). Guru-guru sekolah Minggu juga mempunyai tanggung jawab besar. Saya juga sungguh-sungguh berdoa untuk anak-anak sekolah Minggu. Pada zaman Nuh, anak sekolah Minggu tidak ada yang selamat. Jangan sampai terjadi lagi di akhir zaman, sebab akhir zaman ini akan kembali pada zaman Nuh. Saya merasa ngeri, pada zaman Nuh anak-anak tidak ada yang selamat, nanti di akhir zaman, anak-anak juga tidak ada yang selamat. Ini menjadi tanggung jawab kita! Serius! Orang tua bertanggung jawab, guru-guru sekolah Minggu juga bertanggung jawab. Semoga kita dapat mengerti.

        Demikian juga kaum muda remaja. Kalau sejak kecil ini berarti kaum muda remaja, sampai masa tuanya. Inilah diserang semuanya. Perhatian kita juga kepada anak sekolah Minggu dan kaum muda! Pada hari Sabtu saya bersaksi kepada kaum muda. Dulu saya sudah kaum muda, tetapi masih dipimpin oleh bpk pdt In Juwono. Pada tahun 1986-1987, yang berkhotbah pada ibadah kaum muda bukan bpk pdt In Juwono sendiri. Begitu Lemah Putro selesai di renovasi pada tahun 1988, lalu bpk pdt In Juwono sendiri yang berkhotbah pada ibadah kaum muda. Waktu itu usia beliau sudah enam puluh tahun, sudah tua, tetapi beliau sendiri yang berkhotbah untuk kaum muda (mata rohani beliau tercelik). Saya merasakan seperti ada angin puyuh, maksudnya kaum muda itu bergerak (banyak sekali). Koor kaum muda langsung bertambah banyak. Saya ingat hal ini, lalu dilanjutkan oleh bpk pdt Pong, kaum muda benar-benar luar biasa. Sekarang saya mencontoh bahwa kaum muda itu penting. Semoga kita dapat mengerti.

        Penyakit ayan (gila babi), ini menyerangnya dengan tiba-tiba (diserang tiba-tiba masuk dalam air, api). Harus sungguh-sungguh siap sedia dalam menghadapi penyakit ayan (gila babi) yang sekonyong-konyong/tiba-tiba menyerang. Jadi, kita harus siap di dalam Firman pengajaran yang benar = siap untuk mendengar dan dengar-dengaran kepada pengajaran yang benar, sehingga kita aman (ada perisai atau perlindungan bagi kita dari gila babi). Semoga kita dapat mengerti.


    • Selain dosa makan minum dan kawin mengawinkan (dosa Babel) yang menuju kebinasaan, gila babi juga berarti masalah yang tidak pernah selesai. Maaf, saya tidak berbicara tentang penyakitnya orang (penyakit ayan), tetapi ini untuk menerangkan Firman. Ayan itu merupakan penyakit yang tidak pernah selesai ('kumat-kumatan' dalam bahasa Jawa). Mungkin bapaknya sudah senang => 'dia sudah menjaga toko, tahu-tahu terserang ayan lagi, dia sudah belajar, puji TUHAN lalu besok sudah terserang lagi' Inilah kumat!

      Saya berkenalan dengan seorang hamba TUHAN dalam fellowship, anaknya terkena gila babi (dia datang menghadap kepada saya), lalu saya mengatakan => 'mari kita berdoa ya' Tidak berapa lama sudah ketemu. Saya mengatakan lagi => 'sudah pak, taruh di rumah saja (karena dia pendeta dan ada gereja' Lalu dia bilang => 'pak dia mau kuliah lagi' Saya bilang => 'jangan, gila babi tidak semudah itu penyelesaiannya dan harus benar-benar diketati' Dia tidak percaya, lalu baru bertemu saya lagi, dia mengatakan => 'ya pak, jangan bilang-bilang, sudah dua bulan terserang lagi' Saya mengatakan => 'kita berdoa lagi dan semoga kita dapat bertemu lagi'

      Tetapi jika ada pembukaan Firman dan kita taat dengar-dengaran, semua masalah akan diselesaikan oleh TUHAN. Hanya itu saja kuncinya; mari, kita banyak menyembah seperti rasul Yohanes sampai mendapatkan kunci kerajaan surga. Pembukaan Firman itulah kunci kerajaan surga dan disitulah ada semuanya. Saudara mau membangun gereja, mau bekerja, mau kuliah, mau menikah, mau apa saja, kalau ada pembukaan Firman dan kita dengar-dengaran, pintu surga dapat terbuka dan semua pintu akan terbuka. Itulah kunci kita. Sebab itu doakan saya, supaya TUHAN selalu memberikan pembukaan Firman. Ini merupakan nasib kita bersama, semakin Firman dibukakan, semakin terbuka masa depan. Jangan menambah mengurangi, jangan berdebat. Kalau itu memang pengajaran yang benar, mari dengar-dengaran, dan pintu akan terbuka. Kalau menambah mengurangi akan menjadi seperti Hawa yang telanjang, menjadi seperti anak muda yang terkena gila babi (menderita hidupnya); berkubang dalam dosa, mengalami masalah yang tidak pernah selesai, banyak air mata (dia menangis dan orang tuanya juga menangis). Semoga kita dapat mengerti.


    Dari Kejadian sampai akhir, ini ada terus (menambah mengurangi Firman dengan akibat-akibatnya). Sebab itu jangan ditiru. Darimana Hawa dapat berbuat itu? Dari mendengarkan suara lain. Kalau Firman itu sudah lain (suara lain) jangan berkata => 'saya dapat memilah-milah' Jangan! Tidak mungkin bisa! Salomo saja dengan hikmatnya yang luar biasa, tidak bisa. Kita harus tegas. Dulu Salomo tegas menggunakan pedang, saat ada dua perempuan (nikahnya hancur, tidak ada suaminya semua), anaknya dua tetapi tinggal satu karena anak satunya mati (masalah buah nikah), bagaimana ini? Salomo tegas => 'ambil pedang, belah' Tidak peduli. Tetapi pada masa tuanya (sudah pengalaman, sudah hebat, sudah diberkati), dia meremehkan => 'tidak apa-apa' Akhirnya hilang. Jangan! Ini bukan berarti disini yang paling benar dan paling hebat, tidak! Kalau tidak sesuai dengan Firman sekalipun hanya sedikit saja, jangan!! sebab nanti pasti menambah mengurangi yang benar sampai hilang semuanya. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Zaman ALLAH Roh Kudus (zaman akhir). Ketiga, zaman ALLAH Roh Kudus (zaman akhir). Dihitung dari kedatangan YESUS pertama kali sampai kedatangan YESUS ke dua kali (kurang lebih dua ribu tahun).

    Wahyu 22: 18, 19, 21
    18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Ay 18 => 'Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini' => Firman nubuat (memberitakan yang belum terjadi dan pasti terjadi, terutama tentang kedatangan YESUS) = pembukaan Firman. Ini belum terjadi, tetapi sudah tahu sebab ada pembukaan Firman.
    'Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini' => ini terjadi, sebab itu dituliskan di dalam kitab Wahyu yang terakhir. Ayat 20-21, tentang pengangkatan ('Aku datang segera, Ya Amin'). Hati-hati banyak yang menambah dan mengurangi. Itu sebabnya kita harus berpegang pada pengajaran yang benar.

    Ay 19 => 'maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus' => tidak boleh masuk kota kudus.
    Ay 21 => kalau kita dapat berpegang teguh pada pengajaran yang benar, itu hanya kasih karunia TUHAN (bukan karena kekuatan kita). Sebab yang lainnya banyak yang menambah dan mengurangi. Pada akhir zaman, gereja TUHAN menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar. Jika kita masih dapat berpegang teguh kepada pengajaran yang benar (pedang Firman) dan taat dengar-dengaran, itu hanya karena kasih karunia TUHAN. Di luar kasih karunia TUHAN, semuanya akan hilang. Semoga kita dapat mengerti.

    Dulu Nuh dapat masuk bahtera, hanya karena kasih karunia TUHAN (pada zaman permulaan). Ia diolok-olok => 'tidak ada angin, hujan, membuat bahtera diatas gunung, apa ini? mau benar sendiri, mau menyendiri' Terserah, yang penting kita mengikuti Firman. Nanti akan dibuktikan. Biarpun kita diolok-olok, asalkan kita tetap berpegang pada Firman pengajaran yang benar (alkitab), tidak mengapa sebab TUHAN beserta dengan kita, dan pembelaan TUHAN kepada kita akan dibuktikan. Semoga kita dapat mengerti.

    Hati-hati, pada zaman Nuh dari seluruh dunia hanya delapan orang saja yang selamat (sedikit yang masuk bahtera). Nanti ini akan terjadi lagi, dari sekian banyak yang menerima pengajaran, sedikit yang berpegang teguh dan taat dengar-dengaran (hanya yang mendapatkan kasih karunia TUHAN). Yang lainnya mengubah (menambah mengurangi), tidak taat (melawan) => 'Yang TUHAN katakan tidak boleh, dijadikan boleh' sehingga akan masuk dalam kebinasaan. Zaman akhir merupakan zaman pertunangan, tinggal satu langkah lagi untuk masuk pernikahan rohani (perjamuan kawin Anak Domba).

    2 Korintus 11: 2-4,
    2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    Ay 2 => 'Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki' => itulah YESUS (Kristus). Tidak boleh dua. Mungkin berkata => 'mirip oom, sama persis oom, yang satu ada tahi lalatnya, yang satunya tidak ada (sekalipun tidak kelihatan, samar-samar)' Ini namanya dua. Tidak boleh!!! hanya Satu Laki-laki saja.
    Ay 3 => 'sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya' => seperti Hawa, nanti akan terjadi lagi.
    Ay 4 => 'Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan' => ada yang lain tetapi berkata => 'tidak mengapa, sebab hanay selisih atau beda sedikit saja' Inilah sabar saja = tidak dapat menolak = tidak tegas. Akhirnya ikut kedalamnya.

    'atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima' => ajaran yang lain.

    Pada masa pertunangan = selangkah untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba = akhir dari zaman akhir, apa yang ditakutkan oleh rasul Paulus? Bukan jemaat tidak memiliki uang, bukan! Rasul Paulus takut kalau gereja TUHAN kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Satu Laki-laki (Kristus) = kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Firman pengajaran yang benar (pribadi YESUS), sehingga menambah mengurangi Firman pengajaran yang benar (tidak taat dengar-dengaran atau melawan Firman pengajaran yang benar). Pengajaran yang benar merupakan Pribadi TUHAN (dimana YESUS mengajar, disitulah ada Pribadi-Nya ditengah-tengah kita).

    Tadi saya bilang => 'pengajaran itu hanya satu, kalau berbeda sedikit saja, sudah tidak bisa' Lihat tabernakel / kerajaan surga (pengajaran tabernakel), contohnya mulai dari:


    • pintu gerbang (iman). Iman yang benar berasal dari mendengar Firman (Roma 10: 17). Kemudian ada yang mengajarkan 'iman dari melihat' => 'pegang ini, nanti kita dapatkan' Ini sudah berbeda. Kalau pintu gerbangnya berbeda (gemboknya saja berbeda), gembok disini warnanya kuning emas, tetapi saudara masuk pintu gerbang yang gemboknya warna hitam, selanjutnya bisa sama atau tidak sama? Ini sudah beda rumah. Tidak main-main, soal pengajaran. Kita bukannya fanatik, bukan! Ini baru soal iman, belum lagi baptisan. Nanti masuk


    • ke halaman, baptisannya sudah berbeda. Mana bisa menjadi satu rumah, tidak bisa! Sama halnya dengan bahtera Nuh, kalau isteri Nuh memilih bahtera lain yang mungkin lebih canggih (ada mesinnya, ada AC nya sehingga lebih dingin), maka akan berpisah selamanya. Ini pengajaran soal bapatisan, dan seterusnya.


    • meja roti sajian, ini pengajaran soal nikah. Alkitab mengatakan => 'kawin cerai tidak boleh ..'tidak boleh lagi menikah dengan yang lain' Kalau diperbolehkan kawin cerai, maka tidak akan dapat bertemu, sebab ruangannya sudah berbeda. Itu sebabnya kita harus serius; harus kembali alkitab. Bukan berarti hanya saya (Wijaya) yang benar, bukan! Kalau tidak cocok dengan alkitab, jangan. Inilah yang ditakutkan oleh rasul Paulus. Hanya kepada Satu Laki-laki saja, kalau dua laki-laki itu sama dengan berzinah. Istilah bpk pdt Pong => 'bukan fanatik bodoh-bodoh' Pertahankan Satu Laki-laki, jangan dua atau tiga laki-laki (dua pengajaran yang berbeda), jangan! Mulai dari tabernakel, pelajaran tentang pintu gerbang (iman), baptisan, dan seterusnya. Kalau ada beda satu saja, berati sudah berbeda dan tidak pernah bisa bertemu lagi. Semoga kita dapat mengerti.


    Bpk pdt Pong selalu mengatakan seperti rel, selisih sedikit saja lama-lama semakin jauh dan tidak pernah bertemu lagi. Kita harus waspada. Kita mohon kepada TUHAN, di akhir zaman ini jangan menambah mengurangi Firman. Mengapa dapat menambah mengurangi Firman? Tadi ada istilah 'kamu sabar saja' Sabar ini maksudnya bukan sabar seperti YESUS, bukan! 'sabar saja' artinya tidak ada kemampuan untuk menolak (karena sungkan dll) ajaran lain, tidak ada ketegasan untuk menolak ajaran lain, sehingga:


    • menerima ajaran lain. Misalnya: ajaran tentang kawin cerai, wanita boleh mengajar dan memerintah dsb. Kalau wanita yang memerintah laki-laki dalam ibadah, maka bukan YESUS sebagai kepala-Nya. Ini yang gawat dan tidak pernah diterangkan. Susunan yang benar adalah Kristus, setelah itu laki-laki, baru wanita. Kalau wanita yang menjadi kepala, maka bukan YESUS Kepala-Nya, melainkan ular. Seringkali kita tidak sadar, hati-hati! Bukan saya fanatik bodoh-bodoh, tidak! Tetapi harus kembali kepada alkitab. Kalau sudah menerima ajaran lain, maka menjadi sama dengan nabi palsu.


    • menerima roh lain, maka menjadi sama dengan antikris (roh daging, bukan Roh Kudus). Pelajaran tentang Roh Kudus juga seringkali banyak perbedaan. Dalam Kisah rasul 2: 4 'kita berbahasa Roh seperti yang diberikan oleh Roh Kudus' Tetapi sekarang diajarkan => 'tirukan ...' Sudah kepenuhan. Ini sudah berbeda jauh. Itulah roh antikris (roh daging).


    • menerima YESUS yang lain. Apa itu YESUS yang lain? Memberitakan YESUS tanpa salib. Di dunia ini kita sudah susah mencari uang, susah kuliah (pergi kuliah panas-panas dan macet), sengsara, lalu di gereja susah lagi, sengsara lagi (masuk tiga macam ibadah), kapan enaknya? Inilah YESUS yang lain. Dalam Matius 16 'kamu, Petrus batu karang, kepada kamu akan dibangun jemaat yang tidak dikalahkan maut (kepada kamu diberikan kunci kerajaan maut)' Tetapi ayat selanjutnya, waktu YESUS berbicara 'tentang salib'? 'Aku akan ke Yerusalem, Aku akan ditangkap, Aku akan disalibkan, Aku akan dibunuh ...' Petrus menjawab => 'jangan TUHAN'= Petrus menolak salib. Apa kata TUHAN => 'enyahlah iblis' (bukan 'enyahlah Petrus'). Kalau menolak salib, maka bukan siapa-siapa dan menjadi sama dengan iblis atau setan.


    Inilah sabar saja; tidak ada kemampuan untuk menolak yang lain, tidak ada ketegasan untuk menolak yang lain, tidak ada ketegasan untuk berpegang teguh kepada yang benar, yaitu menerima ajaran lain, sampai menjadi sama dengan nabi palsu. Kalau kita menerima ajaran lain/ajaran yang salah terus menerus (baik tentang iman dll), maka menjadi sama dengan nabi palsu, bukan menjadi sama dengan YESUS. Kalau menerima pengajaran yang benar, maka menjadi sama dengan YESUS. Menerima roh yang lain (roh daging), menjadi sama dengan antikris. Menerima YESUS yang lain (YESUS tanpa salib) atau menolak salib, maka menjadi sama dengan setan. Jadi, menjadi sama dengan setan tritunggal, bukan menjadi sama dengan ALLAH Tritunggal (YESUS). Inilah kalau menambah dan mengurangi Firman, menolak pengajaran yang benar dan tidak dengar-dengaran. Serius! Saya sebagai hamba TUHAN harus bertanggung jawab, kemana kita akan dibawa? Semoga kita dapat mengerti.

    Menjadi sama dengan setan tritunggal = tampil sebagai binatang buas (dalam kitab Wahyu):


    • setan = naga merah,
    • antikris = binatang buas yang keluar dari laut,
    • nabi palsu = binatang buas yang ada di darat.


    Jadi, jika kita sudah menerima yang lain (ajaran lain, roh lain, YESUS yang lain), maka gereja TUHAN tampil seperti tiga binatang buas:


    • benar-benar buas dalam kejahatan dan kenajisan:


      1. dalam kejahatan (terutama cinta akan uang). Akar kejahatan adalah cinta akan uang (ikatan akan uang) yang membuat kita menjadi kikir, serakah dan boros. Kikir artinya tidak dapat memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan. Serakah artinya merampas haknya orang lain (mencuri milik orang lain, korupsi, menipu, hutang tidak membayar), hak TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus). Boros artinya membeli sesuatu tidak sesuai dengan kebutuhan, tetapi sesuai dengan keinginan (mengikuti keinginan daging), akhirnya lebih besar pasak daripada tiang. Kalau membeli beras setiap hari, itu merupakan kebutuhan. Hati-hati sekarang banyak


      2. kartu kredit, tinggal menggesek saja, setelah itu lari. Jangan, sebab = itu boros.


    • dalam kenajisan.
    • ciri binatang buas, adalah tidak dapat digembalakan atau liar. Mulai dari gembalanya (jemaatnya disuruh datang, tetapi gembalanya tidak ada). Jadi, binatang buas itu tidak tergembala. Dulu kita tergembala, tetapi setelah mendengar ajaran lain, maka kita menjadi liar dan buas (menjadi tidak tergembala lagi atau beredar-edar). Kalau tampil sebagai binatang buas, maka akan dibinasakan selama-lamanya. Dalam Kitab Wahyu, nanti setan tritunggal akan dibinasakan dalam lautan api belerang. Kita diciptakan TUHAN bukan menjadi seperti binatang buas, melainkan menjadi seperti TUHAN. Jangan sampai kita menjadi binatang buas, yang masuk dalam lautan api dan belerang. Semoga kita dapat mengerti.

Jalan keluarnya bagaimana? Cara TUHAN menolong (dalam menghadapi penyakit ayan, buasnya daging)?

  1. Markus 9: 19, Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"

    Ay 19 => "Bawalah anak itu ke mari!" => bawa kepada TUHAN.

    "Bawalah anak itu ke mari!" = menunjuk pemberitaan Firman penginjilan = kekuatan Firman penginjilan untuk memanggil orang-orang berdosa datang kepada TUHAN (percaya kepada TUHAN dan diselamatkan). Ini pekerjaan Firman penginjilan, dalam tabernakel menunjuk pelita emas. Sekarang, menunjuk ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian Minggu atau kebaktian umum).

    Ini tidak sulit, sebab sudah disediakan hari Minggu (di Indonesia pada hari Minggu), bisa istirahat dahulu di rumah lalu datang beribadah.

    Markus 9: 25, Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    'Ia menegor roh jahat itu dengan keras' = pemberitaan Firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua (tegoran, nasihat yang keras). Tadi pertama, masih diajak => 'mari ikut-ikut, mari datang, nanti kamu selamat, diberkati' Itu penginjilan (ketekunan dalam ibadah raya). Mari tekuni terus, supaya hidup kita selalu dibawa kepada TUHAN (dekat kepada TUHAN).

    Kemudian dilanjutkan dengan ditegor atau dinasihati. Pemberitaan Firman pengajaran yang keras untuk menyucikan kita dari roh jahat dan najis. Dalam tabernakel, menunjuk meja roti sajian. Sekarang menunjuk, ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci (seperti sekarang ini, penuh dengan teguran, tusukan, pedang). Contohnya: datang beribadah Firmannya => 'anjing, babi, gila babi' Tidak ada => 'saudara hebat, luar biasa' Semoga kita dapat mengerti.

    Markus 9: 24, Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

    Ay 24 => maka berteriaklah ayah budak itu sambil menangis (dalam terjemahan lama). Dalam terjemahan baru 'berteriak'

    Anak muda dan anak-anak perhatikan! Kalau kita gila babi, tidak menurut, bagaimana tangisan orang tua? Dulu satu waktu Markus dia pernah berbohong dengan sengaja (direncanakan bohongnya), saya sudah tidak kuat dan rasanya mau mati => 'mengapa kamu dapat seperti itu' Begitulah orang tua. Ini pukulan bagi saya, satu kali dia berbohong lalu dia benar-benar kapok dan bertobat.

    Ini merupakan gambaran kepada kita (anak-anak muda). Sudah susah mencari uang, kalau sikap kita (anak-anak) tidak baik, orang tua akan menangis (apalagi orang tuanya usianya sudah mulai tua, pasti akan benar-benar menangis. Anak-anak perhatikan baik-baik!

    'ayah anak itu berteriak menangis' = menunjuk doa penyembahan. Dalam tabernakel menunjuk mezbah dupa emas. Sekarang menunjuk ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

    Jadi jalan keluarnya adalah 'bawalah anak itu kemari' (pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya), 'menegor' (meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci), 'ayah anak itu menangis' (mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan). Jadi, menghadapi roh bisu tuli (menambah mengurangi Firman), penyakit ayan rohani, sehingga tampil seperti binatang buas hanya lewat sistem penggembalalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah) = kita harus tergembala dengan benar dan baik. Tidak dapat lagi dengan yang lain!

    Selalu saya menambahkan dengan benar dan baik. Sebab ada penggembalaan yang tidak benar, contohnya: gembala pandir, gembala pedagang (domba-dombanya hanya untuk dijual). Kalau kita (gembala) tidak bertanggung jawab kepada domba-domba (tidak memberi makan domba), ini berarti domba-domba sudah dijual. Harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap domba-domba.
    Semoga kita dapat mengerti.

    Usia efektif untuk tergembala adalah dua belas sampai tujuh belas tahun. Kita belajar dari YESUS, usia dua belas tahun Dia sudah berada di bait ALLAH (ada pengajaran). Lalu belajar dari Yusuf, pada usia tujuh belas tahun, dia sudah biasa kambing dombanya. Usia dua belas sampai tujuh belas tahun merupakan usia yang rentan (masa pancaroba), ini kuat-kuatnya daging (kuat-kuatnya keinginan daging) => 'ingin tahu, ingin ini' Inilah pancaroba dan harus sudah dikurung.

    Para orang tua harus berusaha, anak-anak yang berusia dua belas sampai tujuh belas tahun dibawa ke kandang penggembalaan. Ini bahaya dan sudah terbukti. Dari dulu saya sudah sering menerangkan. Waktu saya baru belajar menjadi hamba TUHAN, selalu saya tertarik pada ini (usia 12 dan 17 tahun), tetapi belum ada bukti => 'anak kecil, kasihan' Sekarang ini dengan peristiwa di Jakarta dan dimanapun, korbannya adalah anak kecil. Tidak main-main sekarang ini.

    Apa artinya tergembala dengan benar dan baik:


    1. perhatikan kandang penggembalaan atau selalu berada di kandang penggembalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah).
    2. taat dengar-dengaran kepada suara gembala (Firman pengajaran yang benar). Jangan ditambah dan dikurangi, jangan digosipkan, jangan! Kalau taat dengar-dengaran, itulah domba.


    Selalu berada di kandang penggembalaan dan selalu taat dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar (taat itu, terserah TUHAN) = percaya dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada TUHAN = mengulurkan kedua tangan kepada TUHAN. Inilah orang yang tergembala! Tetapi jangan takut, sebab ada imbangannya atau perhatian dari TUHAN.

    Kita selalu masuk dalam kandang penggembalaan dan taat dengar-dengaran = percaya dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada TUHAN (terserah engkau TUHAN), sekarang dari pihak TUHAN dalam Yohanes 10: 11

    Yohanes 10: 11, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

    Ini lebih dari apa yang kita korbankan. Kita mengorbankan uang, waktu, pekerjaan, tetapi Dia sebagai Gembala Yang Baik mengorbankan Nyawa-Nya. Luar biasa! Jangan takut! YESUS sebagai Gembala Yang Baik rela mengorbankan segala sesuatu (sampai nyawa-Nya) untuk kita, supaya kehidupan kita semuanya menjadi baik.

    Yesaya 52: 13, 14,
    13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
    14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --

    Ay 13 => 'hamba-Ku akan berhasil' => hamba yang berhasil itulah YESUS.
    'dimuliakan' => Dia mulia. YESUS Berwajah kemuliaan = Wajah-Nya seperti matahari (Wahyu 1: 16).

    Ay 14 => 'bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi' => seperti binatang buas. Wajah YESUS waktu di kayu salib seperti anjing babi, seperti setan. Waktu diatas gunung, YESUS Berwajah mulia (ini yang sesungguhnya).

    Dia adalah hamba TUHAN yang mulia, yang suci-sempurna, dengan Wajah bersinar bagaikan matahari. Tetapi di atas kayu salib, Dia begitu buruk, bukan seperti manusia lagi, lalu seperti apa? Murid saya ada yang protes => 'TUHAN saya tidak segitunya, tidak seperti anjing-babi, tidak seperti setan' Saat di kayu salib memang Wajah YESUS seperti itu, untuk menolong kita. Petrus yang sudah seperti setan, kita yang sudah seperti anjing babi, dapat ditolong.

    Sekalipun kita sebagai hamba TUHAN, banyak yang seperti anjing babi, setan. Petrus seperti setan, karena menolak yang tidak enak bagi daging (salib), memilih terus apa yang enak bagi daging. Tetapi TUHAN sudah menanggung semuanya. Wajah-Nya yang mulia menjadi wajah yang buruk, supaya kita yang buruk, hancur menjadi baik kembali, bahkan menjadi mulia seperti Dia. Inilah penggembalaan.

    Jangan ragu berkorban apapun untuk masuk dalam penggembalaan => 'hari Minggu, Senin, Rabu masuk ibadah' Yang Dia korbankan jauh lebih besar, daripada yang kita korbankan dan semuanya menjadi baik. Mulai dari telinga dan mulut menjadi baik. Sekarang ini biarlah telinga hanya untuk mendengar Firman dan dengar-dengaran. Jangan mendengarkan yang lain (gosip, dll). Mulut hanya untuk memuliakan dan menyembah TUHAN. Kalau telinga dan mulut baik, maka semuanya menjadi baik.

    Markus 7: 37, Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Kalau tuli menjadi bisa mendengar; mendengar Firman pengajaran yang benar saja dan dengar-dengaran. Yang bisu, mari berkata yang sesuai dengan Firman pengajaran yang benar (jangan berkata dusta, jangan menambah dan mengurangi), berkata benar => 'ya katakan ya, tidak katakan tidak. Tidak ada begini-begitu, tidak ada. Kalau dua ini baik (telinga dan mulut baik), maka semuanya menjadi baik; semua yang sudah hancur, rusak dapat menjadi baik (ekonomi, nikah yang hancur menjadi baik kembali). Jaminannya adalah YESUS di atas kayu salib (perjamuan suci) => 'Engkau sudah hancur TUHAN, saya yakin semuanya menjadi baik' Sebutkan yang saudara alami (hati hancur, semuanya hancur, berputus asa), semuanya akan menjadi baik kembali, sebab sudah ditanggung oleh YESUS di kayu salib.

    Inilah cara pertama TUHAN menolong; kembali ke penggembalaan. Kalau ada yang sudah hancur, tidak baik, kembali ke penggembalaan. Apapun yang sudah kita korbankan, tidak sebanding dengan pengorbanan Gembala Yang Baik (Gembala Yang Baik sudah mengorbankan semuanya untuk kita).


  2. Cara kedua adalah dengan doa puasa. Untuk menghadapi penyakit ayan harus dengan doa puasa, tidak dapat dengan yang lainnya.

    Matius 17: 19-21,
    19. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
    20. Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
    21. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

    Matius 17: 19-21, ini tentang penyakit ayan (mulai ayat 14).
    Ay 19 => "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"? penyakit ayan itu tidak dapat sembuh.

    Jadi, selain kembali ke penggembalaan, harus ditambah dengan doa puasa. Hari Rabu ada doa puasa, di rumah masing-masing lalu session ketiga atau terakhir disini (bersamaan). Saya berpuasa juga di Malang, nanti session yang terakhir bersama-sama disini. Yang tidak berpuasa boleh datang beribadah (yang tidak berpuasa boleh berdoa). Tetapi kalau berpuasa harus berdoa. Semoga kita dapat mengerti.

    Berpuasa (doa puasa) itu untuk merobek daging, terutama daging yang bimbang, tidak percaya, ragu-ragu, kuatir. Ini seperti murid-murid ditegur oleh TUHAN (karena mereka tidak dapat mengusir setan) => ' karena kamu kurang percaya' atau bimbang'.

    Markus 9: 24, Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

    Jadi yang perlu ditolong bukanlah masalahnya, melainkan hati kita yang sering bimbang => 'bisa tidak TUHAN', masih berharap sana-sini dll. Jangankan hanya penyakit ayan, sekalipun sudah mati, TUHAN dapat membangkitkan seperti Lazarus yang sudah mati selama empat hari dapat dibangkitkan). Yang perlu ditolong saat ini adalah pribadi kita, hati kita yang sering bimbang (bukan masalahnya, anak kita, orang tua kita), sehingga hati menjadi percaya dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada TUHAN (tidak berharap lagi kepada yang lain), hanya mengulurkan tangan kepada TUHAN.

    Markus 9: 23, Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

    Ayat 23 => 'Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" => sebab bagi orang percaya, tidak ada yang mustahil (dibalik kalimatnya).

    Dibandingkan dengan Lukas 1: 37
    Lukas 1: 37, Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

    Jadi, orang yang percaya = ALLAH, artinya kita mendapat kuasa ALLAH untuk menghapus segala kemustahilan. Sejauh kita percaya saat ini lewat perjamuan suci, sejauh itu kita mendapatkan kuasa untuk menghapus kemustahilan. Sampai kemustahilan tertinggi, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan YESUS, sempurna seperti Dia, layak untuk menyambut kedatangan-Nya ke dua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Mari, percaya saja! Yang sering bimbang sehingga berkata malah hancur-hancuran begini, lebih hancur lagi, malah menjadi mustahil' Terus percaya, sampai TUHAN menyatakan kuasa-Nya untuk menghapus segala kemustahilan.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Juli 2018 - 02 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top