English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 April 2007)
Tayang: 01 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Februari 2014)
Tayang: 01 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Desember 2007)
Tayang: 17 Desember 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 26 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 20 Juli 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 Juli 2016

Kita masih melanjutkan dalam kitab Wahyu 2 dan 3. Saat ini kita belum membacanya, tetapi kita masih melihat kerangkanya terlebih dahulu. Wahyu 2 dan 3 dalam sususan tabernakel menunjuk tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian. Tujuh percikan darah di depan tabut perjanjian = tujuh surat yang dikirim kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (dalam Wahyu 1: 11).

Wahyu 1: 11, katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: (1)ke Efesus, (2)ke Smirna, (3)ke Pergamus, (4)ke Tiatira, (5)ke Sardis, (6)ke Filadelfia dan (7)ke Laodikia."

Tujuh percikan darah di depan tabut perjanjian = tujuh surat yang dikirim kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir, ini menunjuk tentang penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (kita semuanya), supaya kita menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti YESUS (menjadi Mempelai Wanita Surga). Sebenarnya ini sudah dituliskan di dalam kitab nabi Yesaya.

Yesaya 4: 1, Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

Jadi penyucian atas tujuh sidang jemaat bangsa kafir, merupakan kegenapan dari nubuat yang tertulis di dalam kitab nabi Yesaya ('tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki').

Di dalam Yesaya 4:1 ('tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki') terdapat dua pengertian:

  1. Pengertian negatif yang akan terjadi di bumi ini: menunjukkan kehancuran nikah (kawin cerai, kawin mengawinkan) = puncak kenajisan yang mengarah kepada Babel. Tujuh perempuan, menunjuk tujuh wanita di dunia ini. Tujuh lawan satu ini bisa terjadi, seorang laki-laki A, kawin dengan perempuan B, cerai lalu kawin lagi dengan perempuan C, cerai lalu kawin lagi dengan perempuan D dan seterusnya. Itu sebabnya kita harus waspada!


  2. Pengertian secara positif: penyucian atas tujuh sidang jemaat bangsa kafir, yang merupakan penggenapan dari nubuat yang tertulis dalam kitab nabi Yesaya. Tujuh perempuan = tujuh sidang jemaat bangsa kafir. Satu laki-laki itulah Pribadi YESUS (YESUS sebagai Mempelai Pria Surga).

Disebutkan dalam ayat 1 => 'Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri' => perempuan memegang laki-laki, maksud-tujuannya bukan untuk minta makan dan pakaian, tidak!
'hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!" => inilah yang dirindukan.

Jadi, dalam Yesaya 4: 1, artinya ibadah di akhir zaman sudah harus meningkat sedemikian rupa, sehingga ibadah bukan lagi untuk mencari berkat jasmani (makanan, pakaian), tetapi kita berlomba-lomba untuk semakin melekat/ mendekat kepada YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan kita mengalami penyucian terakhir sampai sempurna, tidak bercacat cela seperti YESUS (menjadi Mempelai Wanita Surga yang tidak terpisah lagi untuk selamanya). Sekarang banyak diajarkan => 'mari, supaya kita diberkati' Salah besar! Kalau beribadah hanya untuk mencari berkat jasmani, kita akan ketinggalan. Kalau ke gereja untuk mencari berkat jasmani, sama dengan pergi ke gunung (gua-gua) untuk mendapatkan kekayaan. Harus meningkat! Yang dicari dalam ibadah pelayanan adalah penyucian. Makanan dan pakaian, itu hanya sebagai bonus.

YESUS sebagai Mempelai Pria (Kepala), sedangkan kita sebagai Mempelai Wanita atau isteri (Tubuh Kristus). Kepala (Mempelai Pria) dengan Tubuh (Mempelai Wanita) tidak terpisah lagi untuk selamanya. Mari kita tingkatkan ibadah kita, bukan sekedar untuk mencari yang jasmani, tetapi sampai mendekat /melekat kepada YESUS untuk mengalami penyucian sampai sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita belajar, proses penyucian terakhir, sampai kita sempurna seperti YESUS (menjadi Mempelai Wanita Surga):

  1. Yesaya 4: 1, Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Proses pertama: 'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri' = penyucian terhadap tabiat daging yang namanya kekuatiran.

    Lukas 12: 29, 30,
    29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
    30. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

    Ay 29 => 'janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum' => sama dengan dalam Matius 6 'janganlah kuatir apa yang kamu makan, apa yang kamu minum.
    'janganlah cemas hatimu' => jangan kuatir tentang itu.

    Ay 30 => 'Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah' => bangsa kafir. Kita semuanya (bangsa kafir) memang mencari itu. Oleh sebab itu sekarang diajarkan di gereja => 'datang supaya diberkati' Sudah cocok. Tetapi akan rugi, dapat yang jasmani, hilang yang rohani = hilang segala-galanya.

    Bangsa kafir selalu kuatir tentang apa yang dimakan, dipakai (kebutuhan sehari-hari), kuatir akan masa depan (kebutuhan hidup selanjutnya), dll. Hanya ini saja yang menjadi pertanyaan bangsa kafir. Kuatir akan masa depan, termasuk sekolah, jodoh dll. Kalau dibuka ibadah yang => 'mari datang supaya kita diberkati' Cocok, bangsa kafir senang, tetapi kehilangan semuanya, sebab sebenarnya bukan ini yang dicari.

    Kalau bangsa kafir berani berkata => 'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri' (tidak perlu diberi), artinya bangsa kafir mengalami penyucian dari tabiat kekafiran, yaitu kekuatiran. Nomor satu ini harus disucikan. Kalau mau menjadi Mempelai Wanita TUHAN (mengalami penyucian yang terakhir sampai sempurna), tidak boleh ada tabiat kekafiran lagi, yaitu tidak boleh ada kekuatiran. Contohnya: mau datang beribadah, tutup toko, nanti kuatir langganannya tidak datang lagi (langganannya diambil orang). Yang bersekolah, nanti kalau datang ke gereja, belajarnya kurang. Inilah kekuatiran dan harus disucikan.

    Mungkin sekarang ini bapak, ibu, saudara, termasuk saya, datang beribadah => 'saya sudah bebas dari kekuatiran' Baik. Yang masih kuatir, biar disucikan.

    Kalau sudah disucikan dari tabiat kekafiran, itulah kekuatiran, buktinya adalah


    • Lukas 12: 31, Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

      Ay 31 => 'Tetapi carilah Kerajaan-Nya' => carilah dahulu kerajaan surga dan kebenarannya (Matius 6).
      'semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu' => semuanya itu hanya ditambahkan saja.

      Bukti pertama: carilah terlebih dahulu kerajaan surga dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita, artinya kita beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan benar, setia dan bertanggung jawab, setia dan berkobar-kobar (mengutamakan ibadah pelayanan), maka semua kebutuhan kita akan ditambahkan oleh TUHAN dan selalu surplus.

      Inilah bukti kita terlepas dari kekuatiran. Setia artinya tidak dapat dihalangi oleh apapun juga. Ada daftar hadir, itu sebagai rasa tanggung jawab kita. Bukan supaya dipecat dll, bukan! Tetapi bentuk tanggung jawab kita kepada TUHAN. Supaya kita tahu bagaimana tanggung jawab kita kepada TUHAN.

      Asalkan kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, maka akan ditambahkan (tanda tambah) artinya berasal dari kayu salib atau kita terima dari salib TUHAN. Salib itu tidak pernah minus (selalu surplus, selalu tambah). Kita mungkin bekerja, ada gaji, punya toko tetapi hidup kita bukan dari itu, semuanya dari salib dan kemurahan TUHAN. Tidak akan pernah minus dan selalu surplus. TUHAN tidak pernah menipu kita, sebab itu Dia mati di kayu salib. Itu sebabnya kita tidak perlu takut! Kalau hidup kita dari bekerja, gaji, akan kurang. Tetapi kalau dari salib, selalu surplus dan tidak pernah kekurangan. Semoga kita mengerti.

      Sekalipun orang lain mengatakan => 'pekerjaan kamu hanya seperti ini saja, gaji hanya sekian' Tetapi kalau kita setia dan benar, setia dan berkobar-kobar, setia dan bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan, hidup kita dari salib TUHAN (kemurahan TUHAN), maka akan selalu surplus dan tidak pernah kekurangan. Dimanapun, kapanpun, situasi apapun juga kita dapat hidup dari kemurahan TUHAN (salib TUHAN), bahkan sampai hidup kekal selama-lamanya. Kalau hidup kita dari toko, lalu sebentar lagi ada peraturan toko harus begini-begini, sudah bingung. Hidup dari gaji, lalu ada pajak dll, sudah kekurangan. Tetapi kalau hidup dari salib TUHAN, dimanapun, kapanpun, situasi apapun, mau paceklik dll, TUHAN lah yang memelihara kita. Semoga kita sungguh-sungguh percaya (menjadi iman) kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • Lukas 12: 32, Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

      Ay 32 => 'hai kamu kawanan kecil!' => istilah kawanan kecil artinya kawanan domba. Mungkin cuma domba kecil, tidak berdaya, tidak mengapa asalkan menjadi satu kawanan.

      Bukti kedua: kita harus menjadi kawanan kecil (sekawanan domba yang kecil) = kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.

      Salah satu faktor dalam penggembalaan adalah harus selalu berada di kandang. Kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan. Musa melihat kerajaan sorga diatas gunung Sinai, kemudian TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan surga di bumi, supaya hidup kita di bumi tetapi terasa seperti di surga (doa TUHAN YESUS 'di bumi seperti di surga), itulah tabernakel. Kalau mau di bumi seperti di surga, lewat tabernakel ini saja. Kandang penggembalaan, dalam tabernakel menunjuk pada ruangan suci. Dulu terdapat tiga macam alat di ruangan suci (sekarang sudah hancur), yang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


      • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya. Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya. Seperti tadi ada nyanyian, kesaksian. Itulah karunia-karunia. Dalam ibadah raya domba-domba bagaikan diberikan minum (Roh Kudus bagaikan air kehidupan).


      • Meja roti sajian Ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus. Dalam ibadah pendalaman alkitab, domba-domba bagaikan diberikan makan (roti). Kalau hanya minum saja, tetapi tidak makan, tidak akan sehat (perut menjadi buncit).


      • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya. Doa itu bagaikan bernafas. Dalam ibadah doa penyembahan, domba-domba dapat bernafas dengan baik (ada sirkulasi udara yang baik).


      Di dalam kandang penggembalaan, domba-domba diberikan minum, makan dan bernafas. Kalau tidak ada nafas, dapat mati. Perhatikan tiga macam ibadah! Dalam kandang penggembalaan tubuh, jiwa, roh kita melekat kepada ALLAH Tritunggal (ALLAH Bapa, Anak ALLAH, Roh Kudus), seperti carang melekat kepada Pokok Anggur Yang Benar, sehingga:


      • Kita mengalami pemeliharaan oleh ALLAH Tritunggal (Gembala Agung). Diberi makan, minum, sirkulasi udara. Raja Daud mengatakan => 'TUHAN adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku' Jadi ada pemeliharaan yang berlimpah dan selalu mengucap syukur kepada TUHAN ('takkan kekurangan'). Coba saja, kalau ada gembala yang memiliki kambing, domba, maka ia akan berusaha memberi makanan sampai berkelimpahan (menyediakan rumput ditumpuk-tumpuk untuk hari ini, bahkan sampai besok). Tidak mungkin kekurangan, selalu berkelimpahan. Berkelimpahan itu bukanlah berapa juta-juta dll, tetapi sampai mengucap syukur kepada TUHAN => 'terima kasih TUHAN (lewat gaji dll)'


      • Kita mengalami buah-buah yang manis. Kalau carang sudah melekat kepada Pokok Anggur, pasti berbuah. Carangnya hanya menghisap saja, yang berusaha adalah pokoknya. Yang mencari air, mineral dalam tanah, adalah akarnya (pokoknya). Itulah pemeliharaan dari TUHAN. Tergembala itu melekat. Seperti tujuh perempuan memegang seorang laki-laki, jangan dilepaskan! Kalau terlepas, menjadi carang kering. Jangankan untuk berbuah, hidup saja susah. Cepat atau lambat kita akan berbuah manis (kebahagiaan).


      • Kita mengalami pertumbuhan rohani, sampai ke arah kesempurnaan. 'takkan kekurangan aku' = tidak ada cacat cela. Kita sering banyak berbicara => 'mari bertumbuh,bertumbuh' Dimana kita dapat bertumbuh, kalau carang tidak melekat kepada pokok, mana bisa bertumbuh? Kalau kita tidak tergembala, mana bisa bertumbuh. Bertumbuh itu di dalam penggembalaan. Kalau binatang-binatang (domba-domba) tidak digembalakan, jarang yang dapat hidup, sebab banyak yang diterkam oleh binatang buas. Jangankan untuk bertumbuh, untuk hidup saja sulit. Tetapi kalau sudah tergembala, akan terjadi pertumbuhan secara rohani kearah kesempurnaan, tidak bercacat cela ('takkan kekurangan aku'). Semoga kita dapat mengerti.


    • Lukas 12: 33, Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.

      Bukti ketiga: bisa memberi. Kalau orang kuatir sekalipun uangnya banyak, ia tidak dapat memberi. Tetapi kalau terlepas dari kekuatiran, seperti jemaat Makedonia, jemaat yang miskin dan dalam pencobaan, tetapi mereka dapat memberi. Memberi itu tidak bergantung banyak sedikitnya uang kita, tetapi bergantung pada hati kita, kita kuatir atau tidak. Kalau hati tidak ada kekuatiran lagi, maka kita dapat memberi:


      • untuk pekerjaan TUHAN,
      • untuk sesama yang membutuhkan.


      Dapat memberi untuk TUHAN dan untuk sesama yang membutuhkan = kegerakan iman = kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Bangsa kafir harus masuk dalam kegerakan iman seperti keledai yang ditunggangi oleh YESUS menuju Yerusalem. Bangsa kafir hanya digambarkan seperti seekor keledai, harus ditunggangi oleh YESUS, agar dapat masuk ke Yerusalem artinya masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wania) untuk masuk Yerusalem Baru untuk selamanya. Jadi kegerakan iman merupakan kegerakan memberi. Semoga kita dapat mengerti.

      Sewaktu-waktu kita dituntut pertanggungan jawab oleh TUHAN => 'ketika Aku lapar kamu tidak memberi aku makan, ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum' Nanti TUHAN akan membedakan antara domba dan kambing. Domba berada disebelah kanan => 'ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan' Ini masuk kegerakan iman (kegerakan pembangunan Tubuh Kristus). Kambing berada disebelah kiri => 'ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan' Terkutuklah engkau. Kalau kita kuatir, maka kita menjadi egois (tidak dapat memberi), akibatnya adalah terkutuk. Terkutuk artinya keledai ditunggangi/dipakai oleh Bileam (nabi palsu, antikris) untuk menuju pembangunan tubuh Babel (mempelai wanita setan yang akan dibinasakan selamanya). Perempuan Babel = pelacur besar.


    Inilah proses penyucian terakhir bagi bangsa kafir, supaya menjadi Mempelai Wanita TUHAN (sempurna). Nomor satu adalah 'kami akan menanggung makanan, pakaian kami sendiri' = penyucian dari tabiat kekafiran, itulah kekuatiran. Buktinya adalah kita dapat beribadah melayani:


    • dengan setia benar,
    • setia bertanggung jawab.
    • kemudian, dapat tergembala dengan baik.
    • lalu, dapat masuk kegerakan iman (dapat memberi) = inilah kegerakan pembangunan Tubuh Kristus.


    Dulu waktu keledai yang ditunggangi oleh YESUS lewat, ada yang menghamparkan pakaian (pakaiannya dilempar), ranting-ranting (makanan) dibuang. Inilah kegerakan iman! Biasanya bangsa kafir mencari => 'mana makanan dll?' Begitu ada kegerakan, dibuang semuanya. Inilah kegerakan iman (percaya sepenuhnya kepada TUHAN), tidak ada kekuatiran lagi. Kalau kita ditunggangi oleh TUHAN, maka Dia sebagai Kepala dalam kehidupan kita dan kita percaya sepenuhnya kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari ikut dalam kegerakan iman. Memang ada pengorbanan, tetapi YESUS sudah terlebih dahulu berkorban untuk kita. Apa yang kita korbankan, tidak sebanding dengan Korban Kristus. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Yesaya 4: 1, Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Proses kedua: "ambillah aib yang ada pada kami!" = penyucian dari aib atau cacat cela. Apa itu aib atau cacat cela?

    Yesaya 54: 4, 5,
    4. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.
    5. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

    Ay 5 => 'Sebab yang menjadi suamimu' => kalau aib dicabut, langsung bertemu dengan Suami (langsung merasakan penampilan TUHAN YESUS sebagai Mempelai Pria Surga).

    Ada dua macam aib:


    • Aib keremajaan (masa muda) artinya dosa-dosa yang memuncak kepada puncaknya dosa, yaitu:


      • Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
      • Dosa kawin mengawinkan (maaf): dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks terhadap diri sendiri). Semoga kita mengerti.


      Dosa-dosa inilah yang harus disucikan. Kaum muda jangan sampai terjun di dalamnya, jangan ingin tahu => 'bagaimana rasanya narkoba itu? Bagaimana merokok?' Jangan! Semuanya itu penuh dengan ikatan (mengikat kita). Namanya disebut makan minum dan kawin mengawinkan, dosa ini kalau diulang-diulang, berarti kita terikat. Puncaknya dosa mengikat kehidupan kita, sampai membawa kita kepada Babel. Kita harus lepas dari aib.


    • Aib Kejandaan. Maafkan para ibu-ibu janda, maksudnya bukan janda dalam arti jasmani. Janda secara jasmani artinya putus hubungan dengan suami. Janda secara rohani artinya putus hubungan dengan Mempelai Pria Surga (putus hubungan dengan Suami rohani, itulah TUHAN YESUS).


    Putus hubungan dengan TUHAN artinya


    • Kering rohani, yaitu


      • Mulai bosan dalam ibadah pelayanan. Inilah aib atau cacat cela! Dulu begitu berkobar-kobar, sekarang sudah bosan. Mari dikoreksi, nomor satu terhadap saya terlebih dahulu.


      • Bosan dalam mendengarkan Firman ALLAH (mengantuk dan lain-lain). Dulu mungkin berkata => 'ini Firman, luar biasa, luar biasa' Sekarang sudah mulai bosan.
      • Tidak ada kepuasan secara rohani. Ini bahaya! Sebab bisa mencari kepuasan-kepuasan di dunia ini. Seperti ibadah semacam ini, banyak pelayan-pelayan TUHAN melayani di dalam rumah TUHAN (menyanyi, menjadi singer, menjadi pemain musik), sebentar lagi pulang dari rumah TUHAN terus ke rumah mana? Mencari kepuasan di tempat karaoke dll. Ini karena ada aib kejandaan /kering rohani /putus hubungan dengan TUHAN, sehingga mencari kepuasan-kepuasan di dunia dan dapat jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa. Kalau kering rohani, dan dibiarkan saja, bisa mati rohani.


    • Mati rohani, yaitu:


      • Tidak dapat menyembah TUHAN. Suami sebagai kepala. Isteri sebagai tubuh. Hubungan kepala dan tubuh, itulah leher. Kalau janda, berarti kepala dan tubuh sudah terpisah (tidak ada lehernya).


      • Tidak merasa menyesal lagi saat-saat berbuat dosa, malah enjoy dalam dosa. Terhadap dosa apa saja, terutama dosa yang sering tidak disadari, yaitu dosa tidak beribadah. Tidak beribadah itu juga termasuk dosa. Beribadah merupakan perintah TUHAN kepada kita. TUHAN berkata kepada Musa => 'Musa! pimpinlah bangsa Israel keluar dari Mesir untuk beribadah kepada TUHAN' Itulah perintah TUHAN! Kalau tidak melakukan perintah TUHAN, berarti berbuat dosa.


    Dalam Ibrani 10: 25-27 dituliskan tentang dosa kebiasaan (sudah tidak menyesal lagi), bahkan sampai sengaja berbuat dosa. Hati-hati terhadap dosa tidak beribadah. Hari Minggu tidak beribadah, lalu jalan-jalan di mall, bertemu temannya => 'tadi kamu tidak kebaktian' Jarang sekali yang menjawab => 'aduh, tolong saya bantu doa' Tidak ada! Yang sering malah tertawa-tawa. Ini sudah bahaya! Demikian terhadap kami sebagai hamba TUHAN (saya juga diperiksa). Dulu baru ditahbiskan menjadi zangkoor, baru dipanggil 'zang', saya sudah lari maju duluan. Setelah lama-lama bagaimana? Saat latihan bagaimana? Inilah yang akan diperiksa oleh TUHAN, apakah masih ada merasa tidak bersalah lagi?

    Kemudian, saya ditahbiskan sebagai gembala di Gending. Pertama kali semangat sekali, biarpun tidak makan, tidak mengapa. Setelah itu bagaimana? Sekarang saya menjadi gembala di Malang dan di Surabaya. Ini juga yang akan diperiksa oleh TUHAN. Dulu di Malang, saya pernah sakit, kemudian tidak dapat berkhotbah satu atau dua kali. Saya menangis di tempat tidur => mengapa saya tidak dapat melayani?'

    Saya dari tahun 1995 menjadi gembala di Malang, sekarang sudah 18 tahun, bagaimana sekarang? Apakah sekarang sudah sengaja tidak mau berkhotbah, sekalipun ada kesempatan => 'biar yang lain saja, santai saja'ini juga yang akan diperiksa oleh TUHAN!

    Salah satu bentuk perpisahan yang diceritakan di dalam alkitab (aib kejandaan); waktu YESUS naik ke atas gunung mengajak tiga murid, sementara yang lainnya di bawah gunung. Di bawah gunung terjadi penyakit ayan. Ini mengerikan! Kalau putus hubungan dengan TUHAN (aib kejandaan), akibatnya adalah menimbulkan penyakit ayan rohani. Maaf dalam terjemahan lama, penyakit ayan disebut sebagai gila babi. Dalam alkitab, babi itu sudah berarti najis. Kalau gila babi itu bagaimana? Ini sungguh-sungguh serius. Kaum muda atau orang tua yang memiliki anak kaum muda, yang masih di sekolah Minggu, mari jangan sampai terpisah. Nanti susah! Cerita di alkitab, orang tuanya sudah membawa kemana-mana, tetapi tidak dapat disembuhkan. 'Sejak kapan ini? Sejak kecil' Ini menunjuk anak sekolah Minggu. Kalau perlu sejak dalam kandungan sudah harus dibawa kepada TUHAN.

    Kaum muda, remaja, anak sekolah Minggu, kalau sudah terkena penyakit ayan (putus hubungan dengan TUHAN) secara tidak sadar akan menjadi semakin jauh, mengerikan, sebab sering kambuh. Mungkin kelihatan sudah baik-baik, lalu kambuh lagi. Inilah bahayanya penyakit ayan, sebab tidak dapat diprediksi. Daripada besok kita susah karena menghadapi penyakit ayan, lebih baik sekarang susah karena menggendong anak kecil untuk datang ke sekolah Minggu, lebih baik sekarang susah membonceng kaum muda untuk datang ibadah kaum muda. Daripada nanti kita membawa sana sini, sehingga benar-benar susah.

    Penyakit ayan artinya:


    • Kerusakan moral seperti babi (gila babi). Namanya gila babi, sudah rusak moralnya, najis.
    • Penderitaan, penuh air mata. Kalau terputus dengan TUHAN (tidak beribadah), bukan enak, tetapi menderita! Paling enak, dekat dengan TUHAN (seperti tujuh perempuan, memegang TUHAN YESUS). Terus pegang, jangan lepaskan! Mungkin kita berkata => 'dia tidak beribadah, tetapi kaya' Biarkan saja kaya, tetapi menderita. Jauh dari TUHAN itu menderita.


    • Mulai masuk kehancuran nikah dan buah nikah. Kaum muda, remaja, anak-anak perhatikan! Kalau kita sudah dianggap dewasa, lalu TUHAN berkati kita seorang pacar, silahkan! tetapi tujuannya hanya satu yaitu untuk menikah. Kalau masih kecil-kecil janganlah berpacaran. Berpacaran tujuannya jangan untuk happy-happy, enak-enak, jangan! Jika demikian, bisa benar-benar hancur. Jadi berpacaran tujuannya adalah untuk menikah. Harus serius, juga diketahui oleh orang tua. Kalau orang tua sudah setuju, saya tidak menghalangi dan kita doakan. Yang sudah menikah, harus dijaga juga. Bpk pdt In Juwono alamarhum selalu mengatakan => 'korban perang dunia I-II bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur, tidak bisa dihitung'

      Inilah kerusakan moral, sampai dengan kehancuran nikah dan buah nikah.


    • Kalau salah satu ada yang berkhianat, jangan ikut-ikut! Ini sudah terjadi di Malang, dia dapat surat panggilan ke pengadilan, mau diceraikan oleh suami, saya katakan => 'tidak usah ikut-ikut ya' Kalau ditanya suami => 'saya berpegang pada Firman: apa yang disatukan oleh TUHAN, tidak boleh diceraikan oleh manusia' Masalah, dia mau pakai jalan belakang, terserah. Kita berdoa saja untuk nikah kita.


    • Masalah-masalah yang tidak pernah selesai, sampai masalah yang mustahil. Sembuh, sakit lagi (kambuh). Ini masalah yang tidak pernah selesai. Kalau bapak, ibu, saudara dan saya, mengalami masalah yang tidak pernah selesai, koreksi, jangan menyalahkan orang lain. Koreksi hubungan kita dengan TUHAN; hubungan dalam ibadah, hubungan dalam Firman (saat mendengarkan Firman), hubungan dalam penyembahan bagaimana? Perbaiki, supaya TUHAN menolong kita. Semoga kita dapat mengerti. TUHAN mau menolong kita, TUHAN mau menyucikan kita dari aib. Dia sebagai Mempelai Pria Surga rela mati untuk memandikan kita secara dobel (dua kali).


    Efesus 5: 25-27
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    27. upaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Ay 25 => 'sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya' => mati di kayu salib.
    Ay 27 => 'tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela' => tidak beraib.

    YESUS sebagai Mempelai Pria Surga rela mati di kayu salib untuk memandikan (menyucikan) kita secara dobel dari aib (aib keremajaan, aib kejandaan), lewat baptisan air dan lewat air hujan Firman pengajaran yang benar. Tahun ini sudah dua kali di adakan baptisan air. Tetapi masih ada lagi, mungin satu sampai dua kali lagi baptisan air. Mari kita berdoa, supaya ada perkembangan Firman yang mendorong saya untuk mengadakan baptisan air lagi. Yang belum baptisan air, siap-siap. Yang sudah baptisan air dengarkan Firman. Sesudah kita menyelam dalam baptisan air, kita harus menyelam (mendalam) dalam Firman pengajaran, supaya kita mengalami penyucian dobel dari aib yang dobel juga (aib keremajaan dan aib kejandaan), sampai tidak bercacat cela, sempurna seperti Dia. Kita bebas dari penyakit ayan, semua masalah selesai. Itu sebabnya kebaktian pendalaman alkitab itu penting! Jika kita mau disucikan secara dobel, terhadap aib yang dobel, maka segala masalah selesai, bahkan kita tidak bercacat cela, menjadi sempurna seperti YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

    Pertama 'kami menanggung makanan dan pakaian kami sendiri'; penyucian dari tabiat kafir, yaitu kekuatiran, sampai masuk ke gerakan iman. Kedua 'ambilah aib kami'; aib yang dobel dengan penyucian yang dobel dengan air (baptisan air dan air hujan Firman pengajaran). Sesudah menyelam/tenggelam dalam baptisan air, kita juga menyelam/tenggelam dalam Firman pengajaran, supaya kita mengalami penyucian dobel dari aib yang dobel, sampai kita tidak bercacat cela seperti YESUS, kita masuk Yerusalem Baru. Kalau kita tidak mau tenggelam dalam baptisan air, tidak mau tenggelam dalam pengajaran, berbahaya!! sebab dapat tenggelam dalam lautan api dan belerang untuk selamanya. Kita tinggal memilih. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Yesaya 4: 1, Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Proses ketiga: 'hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami' = Nama YESUS (nama Laki-laki) dilekatkan pada nama kita.

    Bagaimana YESUS menerima nama?
    Filipi 2: 8, 9,
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    YESUS mendapatkan Nama diatas segala nama, Nama yang berkuasa, lewat taat sampai mati di kayu salib. Jangankan untuk mati di kayu salib, disalib pun YESUS tidak boleh sebab YESUS tidak berbuat dosa, Dia berbuat baik dan juga menolong. Kalau penjahat, terkutuk, itu boleh disalibkan. YESUS sebenarnya tidak boleh disalibkan, tetapi Dia rela, untuk melakukan kehendak Bapa (taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib). YESUS melakukan kehendak Bapa, sekalipun tidak cocok dengan kehendak daging (bertentangan dengan kehendak daging). Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau kita mau menerima Nama YESUS, maka kita harus taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. YESUS taat sampai mati di kayu salib, bagi kita; taat sampai daging tidak bersuara lagi. Saya selalu memberi contoh yang mudah diingat dari pelajaran sekolah Minggu, yaitu Abraham (manusia). Kalau saya memberi contoh YESUS, nanti ada yang berkata => 'YESUS memang kuat, kalau manusia mana ada yang kuat' Abraham taat kepada TUHAN saat diperintahkan untuk menyembelih anaknya. Kalau dagingnya masih bersuara => 'dia akan bertanya kepada orang, aku disuruh menyembelih anakku, bagaimana ini?' Jawabannya => 'kamu gila' Kalau daging masih bersuara, tidak akan pernah taat.

    Mungkin ada yang berkata => 'jangan begitulah, jangan Firman-Firman saja, tetapi kasih' tetapi kalau kasih tanpa Firman, itu bukan kasih, tetapi 'gombal' Kalau Firman yang dipraktikkan, itulah kasih, sekalipun bertentangan dengan daging. Bagaimana kita dapat taat sampai daging tidak bersuara? Kita harus mengalami penyucian terhadap kehendak daging. Kalau bangsa kafir dapat taat sampai daging tidak bersuara, artinya bangsa kafir mengalami penyucian dari kehendak daging (keinginan daging, keinginan diri sendiri). Di taman Getsemani YESUS bergumul => 'Ya Abba Ya Bapa, lalukan lah cawan ini daripada Ku' Ini memang benar. Seharusnya secara daging, Dia tidak boleh disalibkan, tidak boleh menderita, sebab Dia tidak pernah berbuat dosa. YESUS juga berkata (inilah yang digumulkan) => 'tetapi, bukan kehendak Ku, tetapi kehendak Mu' Inilah penyucian dari kehendak daging. Begitu kehendak daging YESUS disucikan, Dia dapat taat sampai mati. Demikian kita juga sekarang ini. Jika kita mengalami penyucian dari kehendak daging (kehendak diri sendiri), maka kita dapat taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, apapun resiko yang kita hadapi.

    Mari kita taat:


    • Di sekolah harus taat, yang lainnya menyontek, tetapi kita jangan menyontek Biarpun unas => 'ini disengaja oom, tidak apa-apa' Jangan mau! Buktikanlah kalau ada Nama YESUS di dalam kehidupan kita.


    • Di kantor, semuanya korupsi (ada kesempatan, tidak mungkin ketahuan), tetapi buktikan kalau kita taat sampai daging tidak bersuara.
    • Di jalan raya. Mungkin ada yang berkata => 'tidak memakai helm tidak apa-apa, polisinya saja tidak memakai helm' Jangan begitu, sebab kita harus taat dengar-dengaran.


    • Dimana saja harus taat dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.


    Kita taat mulai dari yang kecil-kecil, sedikit demi sedikit. Mungkin dulu kita memiliki dua ktp (di Indonesia tidak boleh memiliki dua ktp), serahkan yang satu. Kalau taat, maka akan ada kuasa Nama YESUS Yang lebih dari ktp, lebih dari semuanya. Semoga dapat mengerti.

    Tadi YESUS taat sampai mati di kayu salib, Dia mendapatkan Nama diatas segala nama (Nama yang berkuasa). Mari taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara (penyucian dari kehendak daging), maka kita juga boleh menerima kuasa Nama YESUS. Nama YESUS lebih dari semuanya, tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga.

Jika kita taat dengar-dengaran, kita menerima kuasa Nama YESUS, hasilnya adalah:

  1. Nama YESUS dipercayakan kepada kita, sehingga kita dapat menyeru Nama YESUS dan kita mendapatkan kuasa kemenangan dalam Nama YESUS.
    Filipi 2: 9, 10,
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Ay 10 => 'segala yang ada di langit' => setan.
    'yang ada di atas bumi' => nabi palsu.
    'yang ada di bawah bumi' => antikris. Di bawah bumi = dari laut.

    Semuanya takluk, ini berarti kuasa kemenangan atas setan tritunggal. Kita mengalami kuasa kemenangan atas setan tritunggal:


    1. Setan tritunggal sumbernya masalah. Kalau kita menang, maka semua masalah selesai.
    2. Setan tritunggal sumber air mata. Yang membuat sedih, susah itu setan. Kalau kita menang, air mata dihapuskan dan kita akan berbahagia. Setan tritunggal sumber dari apa saja yang jelek-jelek.


    3. Setan tritunggal sumbernya penderitaan, letih lesu, beban berat. Jika kita menang, kita menjadi enak dan ringan.
    4. Setan tritunggal sumbernya kegagalan (setan lah yang menggagalkan semuanya). Jika kita menang, kita menjadi berhasil di dalam TUHAN (berhasil dan indah pada waktu-Nya). Tadi malam saya bersaksi kepada kaum muda tentang study. Seringkali sebagai kaum muda harus lulus disini, harus masuk disini, harus begini begitu. Kalau TUHAN tidak ijinkan, kaum muda harus koreksi => kalau ada dosa, harus minta ampun, supaya TUHAN menolong kita. Kalau tidak ada dosa => 'saya sudah setia, sudah baik, sudah taat, sudah belajar, tetapi mengapa saya tidak lulus?' Itulah kehendak TUHAN. Satu waktu kita akan berhasil dan indah. Biarpun tidak sesuai dengan pilihan kita (kita mendapat yang lainnya), tetapi TUHAN mampu membuat berhasil dan indah. Yang penting ada di dalam TUHAN, dan juga ada Nama YESUS di dalam kehidupan kita.


    5. Setan tritunggal sumbernya dosa-dosa, sampai puncaknya dosa. Jika menang, kita lepas dari dosa, sehingga bisa hidup benar dan suci di dalam TUHAN. Kalau ada dosa yang sulit dilepaskan, berseru => 'dalam Nama YESUS, saya lepas' Ada kuasa Nama YESUS. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Nama YESUS dimeteraikan di dahi kita.
    Wahyu 9: 2-5,
    2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
    3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
    4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
    5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

    Ay 2 => demon-demon, roh jahat dan roh najis nanti akan dilepaskan.
    Ay 3 => 'kuasa kalajengking-kalajengking di bumi' => sengat kalajengking yang dahsyat.
    Ay 4 => 'melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya' => meterai Nama YESUS itu penting.

    Nama YESUS dimeteraikan di dahi kita, supaya kita dilindungi dari antikris, sampai dilindungi dari penghukuman yang akan datang (siksaan kalajengking selama lima bulan). Seratus lima puluh hari = air bah berkuasa di bumi. Air bah (bahtera Nuh) menunjuk baptisan air. Meterai Nama YESUS mulai dari baptisan air, sampai penyucian. Kalau kita dibaptis dengan benar (dalam nama Bapa, Anak laki-laki dan Roh Kudus, yaitu TUHAN YESUS Kristus, menyelam dalam air, diangkat dari dalam air), maka Nama YESUS dimeterai di dahi kita. Tetapi kalau kita terus berbuat dosa, maka Nama itu akan hilang. Oleh sebab itu setelah menyelam dalam baptisan air, harus menyelam dalam Firman, supaya meterai Nama YESUS itu tetap bertahan. Semakin disucikan, semakin jelas meterai Nama YESUS, sampai tidak dapat dihapuskan.

    Sekarang mungkin kita berkata => 'apa itu' Tetapi nanti, meterai Nama YESUS benar-benar melindungi kita dari aniaya antikris selama tiga setengah tahun, melindungi kita dari penghukuman TUHAN yang akan datang dan membawa kita sampai di takhta TUHAN. Siapa yang dapat duduk di takhta? Orang yang di dahinya memiliki meterai Nama YESUS. Itu sebabnya kita harus mempertahankan meterai Nama YESUS. Sebenarnya mulai di dalam penyerahan anak, sudah dimeteraikan Nama YESUS. Penyerahan anak itu itu penting, sebab diserahkan dalam nama: ALLAH Bapa, Anak laki-laki dan Roh Kudus, yaitu TUHAN YESUS Kristus. Lalu diperjelas lagi dalam baptisan air, diperjelas lagi dalam penyucian, sampai duduk di takhta.

    Wahyu 22: 3, 4,
    3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

    Jadi meterai Nama YESUS sampai membawa kita ke takhta surga. Kalau taat, kita dipercaya Nama YESUS (menerima kuasa Nama YESUS) sehingga kita dapat menyeru Nama YESUS. Jika terjadi apa-apa, menyeru => 'YESUS tolong' Sudah pernah saya saksikan, ini paling dahsyat. Dokter mengatakan => 'ventilatornya tidak boleh dilepas' Kalau dilepaskan pasien dapat mati. Dia sudah melayang-layang seperti mau mati, sedangkan saya di mobil dalam perjalanan ke Walikukun, saya telepon dia => 'sebut Nama YESUS' Setelah menyebut Nama YESUS, ventilatornya terlepas, dokternya marah-marah, tetapi dia boleh keluar rumah sakit (tidak mati). Kuasa Nama YESUS harus kita yakini. Semoga kita dapat mengerti.

    Jarak tidak menjadi masalah. Pada kebaktian kaum muda tentang perwira yang hambanya sakit => 'jangan datang TUHAN, saya tidak layak menerima TUHAN, katakan sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh' Tidak perlu datang, dari jauh pun Nama YESUS bisa menyembuhkan. Serukanlah Nama YESUS.


  3. 'lekatkanlah nama-Mu didalam namaku' = Nama YESUS dilekatkan dalam nama kita = Nama Mempelai Pria dilekatkan kepada nama Mempelai Wanita. Sebagai contohnya adalah nama isteri saya. Nama isteri saya Milka Dongalemba. Tetapi jarang orang yang tahu namanya. Yang mereka tahu, nyonya Wijaya (sekarang statusnya, nyonya Wijaya Hendra).

    Jika Nama YESUS dilekatkan kepada nama kita, berarti kita menjadi milik TUHAN untuk selama-lamanya. Juga berarti kita mendapatkan nama yang baru, sehingga kita layak untuk masuk dalam Yerusalem baru. Kita tidak akan keluar dari situ untuk selama-lamanya. Bangsa kafir bagaikan anjing babi, tidak berguna, tetapi mau disucikan oleh TUHAN. Buang kekuatiran, sehingga kita dapat setia dalam ibadah pelayanan.

    Buang aib, buang kehendak diri (kepentingan diri sendiri, keinginan daging):


    1. sehingga kita dapat taat dengar-dengaran.
    2. kita dapat menyeru Nama YESUS,
    3. kita dimeteraikan dengan Nama YESUS, sampai Nama YESUS dilekatkan kepada nama kita. Kita menjadi Mempelai Wanita (menjadi milik-Nya untuk selamanya) yang siap untuk masuk Yerusalem Baru dan duduk bersanding dengan Dia di takhta surga untuk selama-lamanya. Apapun yang terjadi sekarang ini, jangan ragu-ragu untuk menyerukan Nama YESUS.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Oktober 2017 - 01 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 22-23 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top