English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 27 Juni 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 05 Februari 2014)
Tayang: 28 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 25 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 11 Juli 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 03 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 02 Oktober 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juli 2007)
Tayang: 06 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 23 Juli 201420140723)
Tayang: 08 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 09 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 23 Juli 201420140723
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 08 Agustus 2016

Kita masih berada pada kitab Wahyu 2 dan 3, ini menunjuk tentang tujuh percikan darah di depan tabut perjanjian = sengsara daging yang harus dialami gereja TUHAN bersama YESUS = penyucian terakhir bagi tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang dilakukan oleh YESUS sampai menjadi sempurna (tidak bercacat cela) seperti YESUS. Kita lihat dalam Imamat 16: 12-14.

Imamat 16: 12-14
12. Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
13. Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
14. Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

Jadi tujuh kali percikan darah harus disertai dengan dupa. Dulu Harun sebagai imam besar, setiap satu tahun sekali masuk ke ruangan maha suci untuk mengadakan pelayanan pendamaian dengan membawa darah dan dupa (tidak boleh hanya membawa salah satu saja). Ini pelajaran bagi kita yaitu darah dan dupa tidak dapat dipisahkan. Darah menunjuk sengsara. Dupa menunjuk doa penyembahan. Artinya bagi kita sekarang: untuk menghadapi percikan darah (sengasara daging karena YESUS), maka kita harus banyak berdoa menyembah TUHAN. Inilah imbangannya. Kalau tidak banyak menyembah TUHAN, tidak akan kuat dan banyak yang akan menyangkal YESUS. Contohnya adalah Petrus. Waktu diajak menyembah di taman Getsemani, Petrus tertidur, akhirnya Petrus menyangkal YESUS (saat menghadapi sengsara akan menyangkal TUHAN).

Semua orang Kristen harus mengalami tujuh kali percikan darah (sengsara daging bersama YESUS atau Getsemani), supaya dapat menjadi sempurna. Kalau tidak mengalami tujuh kali percikan darah, tidak akan dapat menjadi sempurna. Bagaimana supaya kita kuat menghadapi tujuh kali percikan darah? Kita harus banyak berdoa menyembah TUHAN. Inilah kekuatan kita. Saat menghadapi sengsara, Petrus tidak tahan, sehingga Petrus yang hebat menyangkal TUHAN, apalagi kita (saya). Sebab itu, kita harus banyak berdoa menyembah TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Kita sekarang berbicara tentang doa penyembahan.
1 Timotius 2: 1, 2, 8,
1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
2. untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
8. Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Dari pembacaan ayat ini (1 Timotius 4: 1-2, 8), terdapat empat tingkatan doa:

  1. Doa permohonan ('Naikkanlah permohonan'). Ini paling rendah (tingkat pertama). Mengapa kita memohon? Sentralnya adalah kebutuhan kita. Kalau ada kebutuhan, kita akan memohon (meminta) kepada TUHAN. Kalau tidak butuh, tidak meminta = lupa berdoa. Inilah doa permohonan. Jangan-jangan sudah ada nasi, lauknya banyak, sudah lupa berdoa. Coba saja kalau kita butuh, mau makan tetapi tidak ada yang dimakan => 'TUHAN berilah kami makanan' Tetapi kalau sudah ada nasi, lauknya enak, sudah lupa berdoa.

    Ada syaratnya?
    Yohanes 15: 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

    Syaratnya adalah Firman ALLAH tinggal di dalam kita, sehingga kehendak kita sama dengan kehendak ALLAH dan doa permohonan kita dijawab oleh TUHAN. Firman ALLAH = kehendak ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.

    Mungkin saudara bertanya => 'bagaimana itu Firman ALLAH tinggal di dalam kita?' Kita mendengarkan Firman, mengerti, percaya/yakin akan Firman (Firman di dalam hati), sampai kita mempraktikan Firman. Jadi kita mendengarkan Firman sampai dengar-dengaran kepada Firman, itulah Firman ALLAH tinggal di dalam kita, sehingga kehendak kita sama dengan kehendak ALLAH dan doa kita akan dijawab oleh TUHAN. Contohnya seperti seorang anak meminta kepada ayahnya => 'pa minta sepeda motor'? Ayahnya menjawab => 'Ya, untuk kuliah ya' Anaknya menjawab => 'tidak pa, untuk kebut-kebutan' Ayahnya menjawab => 'jangan! sebab itu berbahaya' Kehendaknya tidak sama, pasti tidak akan dikabulkan. Tetapi kalau kehendaknya sama, yaitu untuk kuliah, akan dikabulkan.

    Oleh sebab itu kita perlu mendengarkan Firman, mengerti, percaya/yakin (iman), sampai kita mempraktikan Firman. Ada iman dipraktikkan itulah Firman ALLAH di dalam kita, sehingga kehendak kita sama dengan kehendak ALLAH (keinginan kita sama dengan kehendak ALLAH) = kehendak daging yang tidak baik di rem oleh Firman (kehendak daging diputus oleh Firman), sampai kita hanya menerima kehendak ALLAH. Doa kita akan dijawab oleh TUHAN. Inilah yang benar! Ada juga ajaran lain => 'kalau menginginkan sesuatu, letakkan di hati, kemudian kita ber doa, pasti dapat' Mungkin dapat, tetapi bukan TUHAN yang menjawab doa kita. Sebab setan juga dapat menjawab doa kita, tetapi nanti akan menghancurkan kehidupan kita. Inilah doa permohonan.

    Doa permohonan biasanya hanya berupa kebutuhan sendiri, tetapi ada puncaknya.
    2 Korintus 13: 9, Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.

    Ay 9 => inilah puncak doa permohonan.
    Biasanya kita hanya meminta uang, lulus ujian, visa dan bermacam-macam, tetapi apakah kita pernah berdoa sampai memuncak => 'TUHAN jadikan aku sempurna' Setiap hari kita berdoa untuk menjadi sempurna. Inilah yang diajarkan. Jadi doa permohonan kita harus ditingkatkan sampai dengan puncaknya (bukan hanya untuk perkara dunia), yaitu kita mohon supaya kita dapat hidup suci sampai sempurna seperti TUHAN. Sekali lagi, tidak salah kalau kita menaikkan doa permohonan, silahkan, bebas saja, tetapi harus sesuai dengan kehendak TUHAN. Kalau berdasarkan keinginan, tidak akan dikabulkan. Kalau keinginan kita sesuai dengan kehendak TUHAN akan dikabulkan. Sesudah itu harus ditingkatkan. Doa permohonan jangan hanya sampai pada kebutuhan yang jasmani saja, melainkan harus meningkat, yaitu kita berdoa supaya dapat hidup suci sampai dengan sempurna seperti YESUS.


  2. Doa syafaat,
    1 Timotius 2: 1, Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

    Tingkat kedua, itulah doa syafaat. Ini lebih tinggi. Tadi tingkat pertama, kita mohon => 'kebutuhan saya TUHAN, anak saya TUHAN, menantu saya TUHAN' Selalu terus memakai kata saya ('ku'), tetapi doa syafaat lebih tinggi. Sentralnya yaitu kebutuhan orang lain (untuk pemerintah, gereja, dan sebagainya). Puncaknya yaitu sampai dapat mendoakan orang yang memusuhi dan merugikan kita. Mungkin ada orang yang memusuhi dan merugikan kita, lalu kita mendoakan mereka dengan doa yang baik (bukan doa yang jelek) => 'ampunilah mereka, supaya bertobat, dan diberkati TUHAN' Terlebih lagi kalau itu antara suami-isteri. Mungkin ada suami atau isteri yang sangat menyakiti, mari didoakan. Inilah puncak doa syafaat (benar-benar tidak ada lagi untuk kepentingan sendiri).

    Kalau kita berdoa untuk bangsa dan negara? 'Tolong negara kami TUHAN' Tetapi embel-embelnya yang terakhir supaya kami bisa beribadah (tidak terganggu). Ini juga masih ada kepentingan kita. Tetapi kalau kita sudah mendoakan orang yang memusuhi kita, merugikan kita, menyakiti kita, ini benar-benar merupakan puncak doa syafaat.

    Matius 5: 44, Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

    Ay 44 => 'Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu' => mendoakan mereka yang merugikan, menyakiti, menganiaya kita. Inilah puncak doa syafaat.

    Tadi doa permohonan puncaknya yaitu kita mohon supaya kita dapat menjadi suci dan menjadi sempurna. Doa syafaat sentralnya untuk orang lain, sampai puncaknya yaitu kita dapat mendoakan orang yang memusuhi, merugikan dan menganiaya kita, supaya mereka dapat diampuni dan diberkati oleh TUHAN.


  3. Doa ucapan syukur
    1 Timotius 2: 1, Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

    Tingkat ketiga itulah doa ucapan syukur. Mengapa kita mengucap syukur? => 'Terima kasih TUHAN, karena sudah diberkati, sudah lulus sekolah (diterima di sekolah yang lebih tinggi), diterima sebagai pegawai negeri, gaji sudah naik' Sentralnya adalah berkat yang sudah kita terima. Tetapi kalau belum menerima berkat, apalagi dalam kegagalan, dalam kekurangan, dalam masalah, seringkali tidak mengucap syukur, bahkan mengomel (bersungut-sungut), sampai menyalahkan TUHAN => 'TUHAN tidak adil, percuma ini' Oleh sebab itu doa harus ditingkatkan.

    Doa ucapan syukur harus ditingkatkan sampai pada puncaknya yaitu mengucap syukur dalam segala hal. Mau ada berkat, tidak ada berkat, ada masalah, ada kegagalan, kita tetap dapat mengucap syukur.

    Efesus 5: 20, Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

    Ay 20 => 'Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu' => mengucap syukur dalam segala hal di Tesalonika.
    Harus selalu mengucap syukur dalam segala sesuatu atau dalam segala hal (tidak hanya saat ada berkat). Inilah puncak doa ucapan syukur. Kalau mengucap syukur saat ada berkat, itu masih rendah dan harus ditingkatkan. Kita semuanya akan menghadapi percikan darah. Getsemani harus dihadapi supaya kita dapat menjadi sempurna, tetapi TUHAN sudah memberikan kekuatan. Kalau ada tujuh kali percikan darah (Getsemani), maka harus ada dupa sebagai imbangannya (harus banyak berdoa dan menyembah TUHAN). Itu harus, kalau tidak, kita tidak akan kuat. Seperti Petrus yang hebat (ia dapat berjalan diatas air yang bergelombang), tetapi ia tidak kuat (tidak mampu), apalagi kita. Itu sebabnya kita harus banyak menaikkan doa penyembahan kepada TUHAN.

    Inilah yang mendorong saya untuk mengadakan doa puasa, doa semalam suntuk, doa malam, doa terus ditambah-tambah, sebab kita tidak akan kuat saat mengadapi sengsara. Semoga kita dapat mengerti.


  4. Doa penyembahan
    1 Timotius 2: 8, Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    Ay 8 => memang dalam ayat ini tidak disebutkan tentang doa penyembahan, tetapi tersirat di dalamnya. Berdoa dengan mengangkat tangan yang suci, itulah doa penyembahan.
    Tingkat ke empat, yaitu doa penyembahan = puncak segala doa. Tadi doa permohonan, puncaknya adalah memohon kesempurnaan (tidak hanya memohon untuk perkara jasmani). Kemudian doa syafaat, puncaknya yaitu sampai mendoakan musuh. Kemudian doa ucapan syukur (bukan hanya karena berkat), puncaknya yaitu mengucap syukur dalam semua hal. Sekarang, doa penyembahan merupakan puncak dari semua doa (dari semua doa, maka puncaknya adalah doa penyembahan).

    Jika kita terus menerus mengucap syukur, akhirnya kita dapat menyembah TUHAN. Berdoa dengan mengangkat (menengadahkan) tangan yang suci, itulah doa penyembahan. Bagaikan menaikkan ukupan kepada TUHAN.

    Mazmur 141: 2, Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

    Jadi tangan yang diangkat seperti mempersembahkan korban petang sampai mempersembahkan ukupan (doa penyembahan). Tadi imam besar Harun membawa darah dan setangkup ukupan (doa penyembahan). Memang tidak disebutkan doa penyembahan, tetapi tersirat di dalamnya. 'laki-laki berdoa dengan mengangkat tangan yang suci kepada TUHAN' = persembahan ukupan (Mazmur 141: 2). Harus ayat menerangkan ayat (Firman yang dibukakan rahasianya), itulah Firman pengajaran. Seperti dulu kita belajar, rumus menerangkan rumus, baru ada hasilnya. Kalau tidak ada rumusnya tahu-tahu ada hasil terakhirnya, berarti menyontek. Banyak kali yang tidak memakai ayat, itulah perkataan manusia (statement). Tetapi kalau ada ayatnya, merupakan perkataan TUHAN. Bedakan, apakah Firman itu merupakan perkataan TUHAN atau perkataan manusia.

    Kalau satu ayat, kemudian begini, begitu dan seterusnya, itulah perkataan manusia. Apalagi ditambahkan lawak, sudah jelas perkataan manusia. Kalau ayat (perkataan TUHAN), lalu diterangkan dengan ayat yang merupakan perkataan TUHAN, berarti seluruh Firman adalah perkataan TUHAN. (bukan statement manusia, bukan rekayasa manusia, ilustrasi-ilustrasi). Kalau perkataan manusia mungkin logis, tetapi tidak ada kuasanya. Kalau ayat menerangkan ayat (Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua), ada kuasanya. Itulah perbedaannya. Mari kita berdasarkan ayat menerangkan ayat. Semoga kita dapat mengerti.

    Sentral dari doa penyembahan yaitu Pribadi YESUS Sendiri, bukan pada berkat, bukan kepada kebutuhan diri sendiri, atau kepada orang lain. Salah satu contohnya: waktu Petrus, Yakobus dan Yohanes diajak oleh TUHAN naik ke atas gunung, ke desa-desa, ke kota-kota. Itu sebabnya kita jangan menolak kebaktian kunjungan, sebab kita sedang diajak oleh TUHAN. Kalau diajak TUHAN, enak (kemarin Firman TUHAN di Malang, tentang diajak TUHAN). Petrus, Yakobus, Yohanes diajak ke rumah orang yang anaknya mati (meninggal dunia). Hanya Petrus, Yakobus dan Yohanes, yang diajak, lainnya diusir. Akhirnya anak yang mati, bangkit. Jadi kalau kita mau diajak oleh TUHAN, ada kuasa kebangkitan sehingga semuanya ada.

    Petrus, Yakobus dan Yohanes diajak naik ke gunung. Tadinya kelihatan tiga orang di gunung, kemudian ada YESUS, Musa, Elia. Yang terakhir tinggal YESUS Sendiri, inilah pusatnya doa penyembahan.

    Markus 9: 8, Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

    Ay 8 => 'mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri' => inilah pusat penyembahan kita, bukan Musa, Elia (sekalipun mereka hebat), bukan pendeta A, pendeta B.

    Pusat penyembahan adalah Pribadi YESUS Sendiri. Banyak kali kita => 'kesana, pendeta itu hebat' Jangan, nanti kecewa. Tetapi harus melihat Pribadi YESUS Sendiri, sebab itulah sentral dari doa penyembahan. YESUS itu selalu ada dimana saja, kapan saja, dalam situasi apa saja, sehingga kita dapat menyembah dimana saja, kapan saja (jam satu siang, jam satu malam dll) dan situasi apa saja. Inilah keadilan TUHAN. Permisi, bahkan orang yang hampir meninggal (tinggal sedikit saja) dapat menyembah TUHAN. Saya beberapa kali menemukan, saya cepat datang atau lewat telepon => 'sebut YESUS, YESUS' Tirukan saya => 'YESUS Haleluya, YESUS Haleluya' Tadinya bergerak-gerak (gelisah), setelah menyebut Nama YESUS, langsung meninggal. Itu sebabnya kita dapat menyembah TUHAN dalam situasi apa saja (tidak peduli dalam keadaan sakit). Doa penyembahan inilah yang tertinggi.

    1 Timotius 2: 8, Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    Ay 8 => 'Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana' => dimana-mana, kapan saja.

    Syaratnya doa penyembahan yaitu 'dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan' = perbuatan suci (menaikkan tangan yang suci), perkataan yang suci dan hati yang suci. Inilah yang dapat membawa kita naik ke gunung untuk menyembah TUHAN. Ini dibandingkan dengan Mazmur 24: 3-4.

    Mazmur 24: 3, 4,
    3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    Ay 3 => "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?" => inilah doa penyembahan.
    Ay 4 => 'Orang yang bersih tangannya' => perbuatan suci.
    'murni hatinya' => hatinya suci (tidak ada perselisihan).
    'yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu' => tidak ada dusta.

    Jadi kehidupan yang perbuatannya suci, hati suci, mulut suci dapat naik ke gunung penyembahan (gunung yang kudus) = dalam kesucian kita dapat menyembah kepada TUHAN. Dalam penyembahan, kesucianlah yang penting. Bukan bergantung pada siapa pendetanya, tetapi tergantung pada kita, kalau kita suci, maka kita dapat menyembah TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Dalam pembacaan ayat tadi ada 'doa laki-laki' => 'jadi perempuan tidak boleh berdoa'. Bukan ini maksudnya, tetapi laki-laki yang dimaksud disini yaitu menunjukkan doa penyembahan yang kuat, yang dapat menembus kehadirat TUHAN (bagaikan asap dupa yang harum di hadirat TUHAN). Laki-laki itu gambaran kekuatan. Doa dalam kesucian merupakan doa yang dapat menembus sampai ke hadirat TUHAN (bagaikan asap dupa harum ada di hadirat TUHAN). Saat ini, kita berdoa dengan kesucian sehingga kita dapat menembus hadirat TUHAN (di takhta surga).

    Salah satu bahan untuk menyembah TUHAN adalah dupa/kemenyan putih, yang memberikan bau harum. Dupa itu terbuat dari rempah-rempah (macamnya banyak lalu dicampur), salah satunya yang memberi bau harum itulah kemenyan putih. Putih menunjuk kesucian. Kesucian itulah yang dapat membawa bau harum sampai di takhta TUHAN (menembusi takhta TUHAN) dan kita merasakan hadirat TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau kita dapat menyembah TUHAN dalam kesucian (menembus sampai ke takhta TUHAN dan hadirat TUHAN), maka kita dapat memandang Wajah TUHAN.
    Yehezkiel 39: 29, Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

    Doa yang menembus sampai ke takhta TUHAN artinya kita dapat memandang Wajah TUHAN. Itulah penyembahan. Seperti waktu murid-murid naik ke gunung, langsung mereka dapat melihat Wajah YESUS Yang berubah seperti matahari.

    Jika kita dapat melihat Wajah TUHAN, hasilnya adalah:
    Yehezkiel 39: 29, Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

    Ay 29 => 'Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka' => kita dapat melihat Wajah TUHAN pada saat ini.Jika kita dapat melihat Wajah TUHAN, hasilnya adalah TUHAN mencurahkan Roh Kudus ditengah-tengah kita semuanya. Inilah kebutuhan kita!

Kegunaan Roh Kudus adalah:

  1. Roh Kudus sanggup untuk memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani:


    1. Secara jasmani => Roma 8: 11, Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

      Kalau Roh Kudus dicurahkan, Roh Kudus mampu memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah kemustahilan. Contohnya: YESUS mati, tetapi dibangkitkan oleh Roh Kudus. Ini mustahil. Kita mungkin berada di dalam keadaan yang mustahil (pekerjaan mustahil, toko mustahil), tetapi kalau ada Roh Kudus, maka Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah kemustahilan.


    2. Secara rohani => Roma 8: 13, Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      Roh Kudus sanggup mematikan perbuatan daging. Ijasah dan lain-lain tidak akan dapat mematikan perbuatan daging. Maafkan, kalau kita lihat di perguruan tinggi (pusatnya ijasah), disana terdapat bermacam-macam perbuatan daging. Ada seorang dosen (dia kaum muda di Malang) di perguruan tinggi terkenal (hebat, banyak anak orang elit, mahal). Lalu ada dosen pria bercerita kepada dia => 'aduh! dia berselingkuh' Lalu dia (dosen sekaligus kaum muda di Malang) bercerita kepada saya => 'doakan saya oom, supaya saya tidak terlibat di dalamnya' Saya jawab => 'doa ya, biar TUHAN tolong'

      Ijasah dan kekayaan tidak akan dapat menghentikan perbuatan daging. Hanya Roh Kudus yang dapat mematikan perbuatan daging, sehingga kita dapat hidup benar dan hidup suci dihadapan TUHAN, sampai hidup kekal selamanya. Kalau tanpa Roh Kudus, tidak akan mampu. Mohon supaya Roh Kudus dicurahkan, sehingga hidup secara jasmani dan rohani bisa terjamin. Roh Kudus yang akan memagari kehidupan kita.


  2. Kalau ada percikan darah, maka ada Roh Kudus / Roh Kemuliaan / Shekinah glory => 1 Petrus 4: 12-14
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Roh Kudus (Roh Kemuliaan) mampu memberikan kebahagiaan ditengah penderitaan, sehingga kita dapat bertahan saat menghadapi percikan darah. Roh Kudus mampu memberikan kebahagiaan, bukan hanya saat banyak uang dll, saat tidak ada uangpun kita dapat merasakan kebahagiaan. Orang lain mungkin mengatakan => 'kasihan dia ya. Pendeta itu kasihan ya. Anak TUHAN itu kasihan' Tetapi kita merasakan bahagia, karena ada Roh Kudus. Semoga menjadi pengalaman, sebab ini tidak dapat diterangkan. Dianggap orang gila, kalau menerangkan tentang hal ini. Kalau bahagia karena banyak uang, semuanya dapat menerima. Berbahagia ditengah penderitaan => 'mana ada?' Ada, kalau ada Roh Kudus (kalau saat ini kita memandang Wajah YESUS, menyembah TUHAN).

    Apapun keadaan kita, mungkin sulit untuk pemeliharaan sehari-sehari, sulit untuk hidup benar (terpengaruh), pandanglah Wajah YESUS. Mari sekarang ini kita naik gunung untuk menyembah TUHAN dan Roh Kudus akan dicurahkan. Roh Kudus mampu memberikan kehidupan, kebahagiaan ditengah penderitaan, sehingga kita tahan uji (tahan dalam menghadapi percikan darah).


  3. Roh Kudus (Roh Kemuliaan) sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita (bangsa kafir).
    Roma 15: 16, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Bangsa kafir ini hanya seperti anjing dan babi (maaf). Kalau tidak ada Roh Kudus, kita hanya seperti anjing dan babi (termasuk saya juga). Itu sebabnya kita tidak akan mampu, tanpa Roh Kudus. Perkataan kita seperti anjing (menjilat muntah): perkataan yang tidak karuan. Hidup kita seperti babi (dimandikan, masuk lagi kekubangan), yaitu berkubang dalam dosa kenajisan. Tetapi kalau ada Roh Kudus, Roh Kudus sanggup menyucikan dan mengubahkan = membakar anjing dan babi dengan api Roh Kudus. Kalau babi hanya dimandikan, akan kembali lagi ke kubangan. Anjing dibersihkan, nanti menjilat muntah lagi. Lebih baik dibakar.

    Disucikan dan diubahkan = daging dibakar menjadi asap yang berbau harum dihadapan TUHAN. Kalau mau berbau harum, harus dibakar oleh Roh Kudus (disucikan dan diubahkan oleh Roh Kudus), sehingga dapat meninggalkan hidup yang lama. Biarlah saat ini kita dapat taat dengar-dengaran seperti domba. Bangsa kafir yang tadinya seperti anjing dan babi dibakar menjadi domba yang taat dengar-dengaran. Inilah yang berbau harum dihadapan TUHAN.

    Sekali lagi, kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi, yaitu 'gunung-gunung diratakan' = semua masalah menjadi selesai.

    Zakharia 4: 6, 7,
    6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
    7. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

    Gunung diratakan = semua masalah yang sudah menggunung (yang mustahil) diselesaikan oleh Roh Kudus dan kita dapat menatap (melihat) masa depan yang berhasil dan indah bersama TUHAN. Kalau masih ada gunung, akan susah untuk melihat ke depan. Tetapi begitu Roh Kudus bekerja, terjadi mujizat rohani (anjing babi dibakar menjadi domba yang taat), maka gunung-gunung juga diratakan. Sampai jika YESUS datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat yang terakhir, yaitu kita diubahkan menjadi sama dengan Dia. Kita akan terangkat di awan-awan, kita benar-benar melihat Dia Muka dengan muka untuk selama-lamanya.

    Sekarang kita melihat Wajah YESUS lewat doa penyembahan dalam kesucian, artinya Roh Kudus menguasai kehidupan kita. Untuk pemeliharaan hidup, kita serahkan kepada TUHAN (terserah TUHAN). Yang sudah mustahil serahkan kepada TUHAN. Kalau saat ini kita dapat melihat Wajah YESUS, kita akan berbahagia sekalipun dalam penderitaan. Ada Roh Kudus yang membuat kita berbahagia dan tahan uji. Lalu kita disucikan dan diubahkan = dosa bangsa kafir dibakar, sampai nanti menjadi sempurna seperti YESUS. Mujizat jasmani juga terjadi, yaitu TUHAN meratakan gunung-gunung. Sampai kita menjadi sempurna, sehingga kita dapat menyambut kedatangan TUHAN. Kita melihat Dia Muka dengan muka untuk selama-lamanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:00 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Mingu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 11:00 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 Juli 2017
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 26-27 Juli 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Agustus 2017
    (Ibadah Kunjungan di Lumajang)

  • 08-10 Agustus 2017
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 19-21 September 2017
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top