English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 17 Februari 2008)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Februari 2007)
Tayang: 07 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 10 Februari 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 19 Januari 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 10 Agustus 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 September 2016

Kita masih membahas kitab Wahyu 2-3, ini menunjuk tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian = tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang TUHAN YESUS lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir, supaya tidak bercacat cela, sempurna seperti YESUS (menjadi Mempelai Wanita Surga). Penyucian kepada ke tujuh sidang jemaat dimulai dari sidang jemaat di Efesus (Wahyu 2: 1-7).

Wahyu 2: 4, Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Ay 4 => 'engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula' => kehilangan kasih yang semula.

Penyucian terakhir kepada sidang jemaat di Efesus yaitu sidang jemaat Efesus kehilangan kasih yang mula-mula = kehilangan kasih ALLAH lewat Korban Kristus atau salib Kristus. Ini suatu awasan bagi kita. Mengapa hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN dapat kehilangan kasih yang mula-mula? Karena kebenaran diri sendiri.

Praktik kebenaran diri sendiri, yaitu

  1. Selalu menghakimi orang lain.
    Lukas 7: 36-50,
    36. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
    37. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
    38. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
    39. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."
    40. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."
    41. "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
    42. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"
    43. Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."
    44. Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
    45. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
    46. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
    47. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
    48. Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
    49. Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
    50. Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

    Ay 39 => ini penghakiman. Sekalipun belum diucapkan (masih dalam hati), sudah dihitung sebagai suatu penghakiman => 'perempuan itu adalah orang yang berdosa.

    Kita lihat perbedaan orang yang berdosa dengan Simon orang Farisi. Perempuan berdosa (tercemar) justru menerima kasih mula-mula, lewat apa?


    • Disebutkan dalam ay 37 'Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan ....' Perempuan berdosa menerima kasih mula-mula lewat mendengar Firman ALLAH dengan sungguh-sungguh dan berkobar-kobar. Ini penting! Kalau tidak mau mendengarkan Firman, dapat kehilangan kasih mula-mula. Dalam setiap ibadah utamakan Firman (mendengarkan Firman) sebab disitulah kita mendapatkan kasih mula-mula.


    • ay 38 'lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya' (rambut itu kebanggaan tetapi ditaruh di kaki). Ini artinya menanggalkan kebanggaan-kebanggaan, sehingga bisa menyadari dan mengaku:


      1. Tidak layak, karena banyak kesalahan-kesalahan, dosa ('air mata'),
      2. Tidak mampu berbuat apa-apa. Inilah perempuan yang berdosa, tetapi bisa menerima kasih mula-mula, nomor satu lewat mendengarkan Firman. Selama kita masih mendengarkan Firman, masih ada kesempatan untuk menerima kasih mula-mula.


      Kemudian, menanggalkan segala kebanggaan-kebanggaan, sehingga bisa mengaku tidak layak karena banyak kesalahan-dosa dan mengaku tidak mampu apa-apa.


    • ay 38 'kemudian ia mencium kaki-Nya' (mencium Kaki YESUS) = berdamai dengan TUHAN dan sesama. Berdamai artinya mengaku segala dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Tadi sudah mengaku tidak layak, banyak dosa-dosa, sesudah itu berdamai.


    • ay 38 'meminyakinya dengan minyak wangi' (meminyaki Kaki YESUS dengan minyak wangi) = mengalami minyak urapan Roh Kudus.


    Inilah menerima kasih mula-mula lewat:


    • mendengarkan Firman ('mendengar tentang YESUS') dengan sungguh-sungguh, dengan berkobar-kobar.
    • kemudian menanggalkan kebanggaan-kebanggaan (mengaku saya tidak layak, banyak salah dan dosa, mengaku tidak mampu, tidak bisa apa-apa).
    • kemudian berdamai (mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi).
    • sampai meminyaki Kaki YESUS (mengalami urapan Roh Kudus).


    Apa itu urapan Roh Kudus (arti urapan Roh Kudus)?


    • Lukas 7: 48, Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."

      Arti pertama: urapan Roh Kudus merupakan tanda bahwa segala dosa sudah diampuni oleh TUHAN, tidak ada kutukan dosa, tidak ada penghukuman lagi. Kalau ada dosa, maka kerohanian kita akan menjadi kering, tetapi kalau segala dosa sudah diampuni, kita akan mengalami urapan Roh Kudus.


    • Tadinya perempuan ini berbuat dosa, tetapi sekarang ia mengurapi Kaki YESUS dengan minyak. Perempuan ini dipakai oleh TUHAN untuk mengurapi Kaki YESUS (kaki itu bagian tubuh). Di ayat yang lain mengurapi YESUS dari Kepala. Jadi urapan Roh Kudus artinya dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus lewat pengorbanan-pengorbanan. Pada ayat yang lain, YESUS diurapi dengan minyak narwastu seharga tiga ratus dinar. Kalau sekarang, sama dengan upah satu tahun (rela mengorbankan gaji selama satu tahun). Ini pengorbanan. Gaji satu tahun mau didapat darimana lagi?

      Dari perempuan yang berdosa, dapat menerima kasih mula-mula (bukan kehilangan kasih mula-mula) lewat mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh. Perempuan ini mendengar 'YESUS sedang makan' Ini tentunya mendengar dengan sungguh-sungguh => dimana tempatnya? Di jalan mana? Kalau mendengar hanya sekilas-sekilas, mau bertemu YESUS dimana? Rumah makan ada banyak. Sungguh-sungguh mendengarkan Firman sampai kita dapat menanggalkan kebanggaan (merasa tidak layak, mengakui dosa), dapat berdamai dan mengalami urapan Roh Kudus. Dosa sudah diselesaikan, diampuni, kutukan dosa tidak ada lagi, hukuman akan dosa tidak ada lagi. Bahkan perempuan ini dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Sekalipun lewat pengorbanan-pengorbanan, tetapi ada bau harum dimana-mana. Membawa bau harum YESUS, membawa keindahan dan saya percaya, hidupnya juga menjadi harum dan indah dihadapan TUHAN.

      Tadinya berbau busuk, tercemar (terkenal sebagai perempuan berdosa), sekarang dapat berbau harum; dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.

      Kebalikannya; mengapa bisa kehilangan kasih mula-mula? Ini dibandingkan dengan orang Farisi yang bernama Simon.


    Markus 14: 3, Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

    Ay 3 => 'di rumah Simon si kusta' => disebutkan Simon si kusta. Kalau orang sakit kusta, tidak boleh bertemu. Ini berarti kusta ini sudah disembuhkan oleh TUHAN. Kemudian, seperti kita kalau sudah diberkati mengadakan bidstond => 'mari adakan ucapan syukur di rumah'. Orang Farisi yang bernama Simon adalah orang yang sudah menerima kasih mula-mula. Sudah disembuhkan kustanya = sudah diampuni dosa-dosanya dan sudah dibenarkan oleh TUHAN. Sedangkan perempuan tadi, merupakan orang yang tercemar (berdosa) tetapi dapat menerima kasih mula-mula. Semoga kita dapat mengerti.

    Dalam cerita di Lukas 7 waktu Simon sedang mengundang YESUS makan, mengucap syukur di rumahnya, lalu datang perempuan berdosa, Simon langsung berkata dalam hatinya => YESUS ini benar seorang nabi atau tidak, sebab Dia rela dijamah oleh orang yang berdosa (orang yang cemar)' Inilah menghakimi. Sayang sekali, Simon sudah menerima pengampunan dosa dan sudah dibenarkan oleh TUHAN, tetapi Simon orang Farisi selalu memakai kebenaran diri sendiri, yaitu selalu menyalahkan orang lain, selalu menghakimi orang lain, sehingga tidak dapat menghakimi diri sendiri. Ini bahayanya! Kalau selalu menghakimi atau menyalahkan orang lain, maka tidak ada kesempatan untuk menghakimi diri sendiri dan tidak ada kesempatan untuk mengaku dosa, malah menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain. Akhirnya Simon kehilangan kasih mula-mula. Kita harus berhati-hati. Ada orang yang tidak memiliki kasih mula-mula, tetapi dapat menerima kasih mula-mula. Tetapi ada juga hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang sudah menerima kasih mula-mula, justru kehilangan kasih mula-mula seperti sidang jemaat Efesus. Simon kehilangan kasih mula-mula, berarti pelayanannya tanpa kasih mula-mula seperti sidang jemaat Efesus. Inilah yang harus kita camkan => mengapa bisa kehilangan kasih mula-mula? Nomor satu karena kebenaran diri sendiri. Praktiknya yaitu selalu menghakimi atau menyalahkan orang lain seperti Simon si kusta.

    Kebenaran sendiri itu seperti kusta (putih tetapi kusta). Praktiknya yaitu tidak mau mengampuni dosa orang lain. Tadi Simon sudah diampuni dan menerima kasih mula-mula, tetapi saat ada orang lain yang berdosa, dia selalu menuduh atau menghakimi. Praktik kedua, ini tidak mau mengampuni dosa orang lain. Ini cerita didalam Matius 18: 23-35.

    Matius 18: 23-27,
    23. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
    24. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
    25. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
    26. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu,segala hutangku akan kulunaskan.
    27. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu. Sehingga ia membebaskan dan menghapus hutangnya.

    Cerita pertama ada orang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Kalau saudara melihat di kamus alkitab bagian belakang, maka ditulis satu talenta = enam ribu dinar/tiga ribu syikal. Dan kalau ia berhutang sepuluh ribu talenta, berarti sepuluh ribu dikalikan enam ribu = enam puluh juta dinar. Kehidupan itu berhutang kepada raja enam puluh juta dinar juta dinar. Gaji satu hari = satu dinar. Satu tahun kira-kira tiga ratus hari kerja sebab dipotong untuk hari Sabat, hari Minggu dllnya. Kalau sekarang dalam satu tahun ada lima puluh dua minggu. Jadi lama pelunasan hutang adalah enam puluh juta dibagi tiga ratus sama dengan dua ratus ribu tahun, barulah hutang itu dapat lunas. Tidaklah mungkin ada orang yang berumur sampai dua ratus ribu ribu tahun.

    Inilah hutang dosa yang tidak bisa dilunaskan sendiri. Kita mau usaha bagaimanapun tidak akan dapat dilunaskan. Dau raus ribu tahun = hutang yang tidak dapat dilunaskan itulah hutang dosa.

    Tetapi bersyukur Raja (TUHAN) mau melunaskan hutangnya atas dasar belas kasihan = YESUS mati di kayu salib untuk menghapus segala hutang dosa orang ini (kita semuanya) = menerima kasih mula-mula. Karena tidak dapat membayar hutangnya, Raja hendak menjual semua miliknya, tetapi orang yang berhutang memohon kepada Raja => 'jangan Raja, ampuni saya Raja' Lalu Raja berbelas kasihan => 'ya sudah, hutangmu sudah selesai' Orang ini menerima kasih mula-mula. Dia sudah berhutang banyak, tidak mungkin dilunaskan, harus dihukum dan dibinasakan, tetapi Raja melunaskan hutangnya dengan belas kasih (kurban Kristus).

    Inilah cerita pertama, dari sini bisa ditarik kesimpulan:


    • Tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni (tidak ada dosa yang tidak dapat dilunaskan) oleh TUHAN. Segala dosa sudah dilunaskan atau diselesaikan oleh YESUS di kayu salib (oleh kasih mula-mula). Waktu YESUS meminum anggur asam bercampur empedu, sebelum mati Dia berteriak => 'sudah selesai' Kecuali:


      1. Dosa tidak percaya. Kalau tidak percaya kepada YESUS, maka dosa itu tidak dapat dihapuskan.
      2. Dosa yang tidak diakui. Orang ini untung datang kepada TUHAN (Raja) untuk mengaku => 'kami tidak mampu Raja, tidak bisa' Kalau sekarang ini artinya meminta ampun, mengaku => 'saya salah, minta ampun' Akhirnya diampuni. Kalau dosa tidak diakui bahkan menyalahkan orang lain, tetap hidup selamanya dalam dosa. Itu sebabnya dosa harus diakui!


      Jadi dua dosa inilah yang tidak dapat diampuni atau tidak dapat diselesaikan oleh kasih mula-mula yaitu dosa tidak percaya, kalau tidak percaya kepada YESUS, maka dosa-dosa itu tidak dapat diampuni. Demikian juga dengan dosa yang tidak diakui, lalu bagaimana bisa diampuni? Tidak bisa. Lebih lagi kalau dosanya ditutupi dengan menyalahkan orang lain, ini lebih lagi! Itulah setan, pendakwa. Semoga kita dapat mengerti.

      Syaratnya yaitu mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Segala dosa/dosa apa saja akuilah kepada TUHAN dan kepada sesama. Seperti orang ini benar-benar menangis dihadapan TUHAN => 'jangan Raja, jangan dijual' Inilah kutukan dosa, sampai merambat kepada nikah (anak dan isterinya menjadi korban), merambat ke semuanya. Orang ini minta ampun => 'ini salah saya, nikah saya hancur gara-gara saya' Akhirnya diampuni/dilunaskan oleh Korban Kristus di kayu salib (oleh kasih mula-mula). Semoga kita dapat mengerti.

      Inilah kesimpulan pertama. Jika sudah jatuh dalam dosa apapun, jangan berputus asa. Mungkin ada kutukan dosa yang sudah kita terima, ada hukuman dosa yang sudah kita terima, masih dapat diampuni, asalkan kita mengaku, TUHAN ampuni dan jangan berbuat dosa. Hutang yang sudah tidak dapat dibayarkan, dapat dilunaskan oleh kasih mula-mula.


    • Jika dosa-dosa sudah dilunaskan oleh Darah YESUS = menerima belas kasihan atau kasih mula-mula, maka kita juga harus mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Tetapi sayang orang ini memakai kebenaran diri sendiri. Sesudah mengalami pengampunan dosa yang banyak yang tidak dapat dibayar kembali, dia tidak mau mengampuni dosa orang lain.

      Mari kita baca cerita yang kedua.
      Matius 18: 28-35,
      28. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
      29. Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
      30. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
      31. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
      32. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
      33. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
      34. Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
      35. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

      Ay 29 => 'Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya' => bersujud juga. Seperti dia dulu bersujud kepada Raja, karena hutang sebanyak enam puluh juta dinar. Sedangkan temannya hanya berhutang seratus dinar, lalu temannya bersujud juga => 'maaf kawan, aku salah' Mungkin suami sujud kepada isteri atau isteri sujud kepada suami => 'minta ampun, saya bersalah' Tetapi kehidupan itu tidak mau mengampuni, malah mencekik. Inilah kesalahan!

      Ay 30 => sampai dihukum kawannya.
      Ay 31 => kawannya menyampaikan kepada Raja => 'itu Raja, kehidupan yang sudah dilunaskan hutangnya sebanyak enam puluh juta dinar oleh Raja, begitu temannya berhutang seratus dinar, dicekik, dimasukkan dalam penjara.

      Ay 32 => 'Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat' => kalau pelayan TUHAN tidak mau mengampuni dosa orang lain, itu jahat (hamba TUHAN yang jahat, pelayan TUHAN yang jahat).

      Jadi orang lain yang berhutang seratus dinar, tetapi tidak dilunaskan atau tidak diampuni, tetapi dicekik, dimasukkan dalam penjara. Jadi kehidupan yang sudah menerima pengampunan dosa (menerima pertolongan TUHAN, menerima kasih mula-mula), tetapi tidak mengampuni dosa orang lain, maka dia kehilangan kasih mula-mula dan disebut hamba yang jahat.

      Suasana hidup hamba yang jahat, seperti:


      1. Leher dicekik. Leher menunjuk penyembahan. Kalau lehernya, tidak dicekik, bisa menyembah TUHAN => 'Haleluya YESUS' Kalau lehernya dicekik, tidak dapat berbicara. Ini berarti penyembahannya kering.


      2. Suasana penjara = suasana kutukan,
      3. Sampai kebinasaan. Ini serius!


    Dari dua kejadian ini, kehilangan kasih mula-mula. Karena kebenaran diri sendiri (kusta):


    • Simon, dia melihat orang lain diampuni, dia tidak terima dan menghakimi orang berdosa. Dia sendiri sudah diampuni, tetapi dia malah menghakimi orang lain. Sebenarnya dia sudah menerima kasih mula-mula, berbahagia sampai ia dapat mengundang YESUS/sampai mengucap syukur. Tetapi Simon si kusta menghakimi orang lain sehingga kehilangan kasih mula-mula.


    • Ada orang yang berhutang enam puluh juta dinar, dia tidak dapat membayar hutangnya yang sampai turunan keberapapun (tidak hanya sampai tujuh turunan, tetapi sampai dua ratus ribu tahun), tetapi dilunaskan dan berbahagia. Tetapi sayang dia tidak mau mengampuni orang lain yang dosanya lebih kecil / sedikit. Orang ini kehilangan kasih mula-mula dan menjadi hamba TUHAN yang jahat (pelayan TUHAN yang jahat), bagaikan lehernya di cekik. Berarti tidak ada lagi hubungan:


      1. dengan TUHAN, kering penyembahan, kering rohani (tidak ada pembukaan Firman)
      2. dan mengalami suasana penjara. Suasana penjara, itulah suasana kutukan dan kebinasaan. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah penyebab pertama, itulah kebenaran diri sendiri. Dengan dua praktiknya: menghakimi orang lain (selalu menyalahkan orang lain) dan tidak mau mengampuni. Dia sendiri sudah menerima pengampunan, tetapi tetap tidak mau mengampuni orang lain, sehingga kehilangan kasih mula-mula.


  2. Karena egois = kepentingan diri sendiri. Kita harus berhati-hari! Sebagai hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang sudah menerima kasih mula-mula, terlebih lagi untuk pribadi saya sendiri. Saya bukan keturunan hamba TUHAN. Jangankan keturunan hamba TUHAN, bahkan bukan keturunan orang Kristen. Saya tidak tahu dari berapa generasi, yang saya tahu diatas mama saya, diatasnya lagi, bukanlah keturunan orang Kristen. Sekarang saya sampai menjadi hamba TUHAN, ini benar-benar menerima kasih mula-mula. Jangan sampai ada kebenaran sendiri dan jangan sampai ada egois.

    Matius 25: 41-45,
    41. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    42. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
    43. ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
    44. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
    45. Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

    Ay 41 => 'Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya' => domba disebelah kanan dan kambing disebelah kiri.
    'Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya' => terkutuk dan binasa.

    Ay 42 => istilah ini bukan berarti TUHAN jahat. Istilah 'ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan' berarti Dia sudah bisa makan dan diberkati. TUHAN tidak jahat. Kalau 'berilah Aku makan ...padahal dia sendiri tidak makan-makan' Ini jahat! Tidak seperti itu. Dia sendiri sudah diberkati, tetapi saat melihat orang lain tidak makan, tidak mau memberi makan. Inilah egois atau kambing.

    Ay 43 => 'kamu tidak melawat Aku' => tidak mengunjungi Aku.
    Ay 44 => 'katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar' => kapan kami melihat YESUS lapar.

    Ay 45 => akhirnya menjadi hamba yang terkutuk dan binasa. Jatuh dalam lubang yang dalam (kejatuhan yang dalam). Sidang jemaat Efesus jatuh 'betapa dalamnya engkau jatuh sampai jatuh ke lubang neraka.

    Kambing adalah kehidupan yang sudah menerima kasih mula-mula artinya sudah diampuni dosa-dosanya, dibenarkan, dan diselamatkan, sudah dipakai untuk melayani TUHAN (hamba TUHAN, pelayan TUHAN tetapi dapat menjadi kambing), sudah diberkati oleh TUHAN (bisa makan, minum, punya pakaian dan mendapatkan semuanya), tetapi egois. Egois yaitu tidak mau memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan => 'ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan, ketika Aku dipenjara kamu tidak mengunjungi..' Sehingga kehilangan kasih mula-mula. Semoga kita dapat mengerti.

    Kehidupan yang egois jika digambarkan dalam alkitab, ini seperti rawa. Rawa itu hanya menerima air darimana saja (air hujan dll), tetapi tidak mengalirkan. Jika tidak dialirkan akan berbahaya, sebab dapat menjadi sarang nyamuk demam berdarah dll. Itulah orang yang egois, bukan menjadi berkat, tetapi menjadi sumber kutukan (kecelakaan). Rawa = hanya dapat menerima, tetapi tidak dapat memberi. Hanya puas dengan menerima => 'saya diberkati, luar biasa, dahysat' Tetapi tidak dapat memberi.

    Kemana arah rawa? Kepada Babel. Hati-hati! Tadi perempuan yang berzinah (perempuan tercemar) kalau menerima kasih mula-mula, maka ia dapat meminyaki Kaki YESUS (dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus). Sekalipun Simon sudah disembuhkan dari kustanya, tetapi menghakimi orang lain, maka tidak akan dapat dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus. Kalau tidak dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus, berarti masuk dalam pembangunan Babel. Kambing sudah diberkati (sudah semuanya), tetapi tidak dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus, sehingga dipakai untuk Babel.

    Kambing sudah diberkati dan dipakai, tetapi egois. Ditambahkan, egoisnya ini karena tidak tergembala (tidak taat). Kalau daging tidak digembalakan:


    • nomor satu daging ini pasti egois. Istilah 'sendiri-sendiri' itu berapa macam. Kalau daging tidak digembalakan
    • akan liar; hanya keinginan diri sendiri, kepentingan diri sendiri, kebenaran diri sendiri. Inilah daging! Jadi kalau daging tidak digembalakan (tidak tergembala), salah satu akibatnya adalah egois. Egois = tidak mau memberi dan tidak mau mengunjungi sesama yang membutuhkan, sehingga kehilangan kasih mula-mula. Ini seperti rawa yang akan menuju kepada Babel.

      Yesaya 14: 23, "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

      Ay 23 => 'Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa' => Babel bagaikan air rawa-rawa.


    Jadi orang yang egois (tidak tergembala) akan dipakai dalam pembangunan Babel, sehingga hidupnya terkutuk dan binasa selama-lamanya.

    Babel:


    • mempelai wanita setan,
    • kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan. Kambing itu kehidupan yang menerima kasih mula-mula (menerima semuanya dari TUHAN), tetapi sayang tidak tergembala. Hati-hati, banyak kita puas => 'kita diberkati, luar biasa TUHAN' Tetapi tidak tergembala. Ini yang gawat! Mari berdoa untuk saudara-saudara kita yang lainnya supaya mereka semuanya dapat masuk dalam sistem penggembalaan. Sebab kalau tidak masuk sistem penggembalaan, maka daging menjadi egois. Seperti rawa, hanya dipakai dalam pembangunan Babel (dalam suasana kutukan dan kebinasaan).


    Sekarang domba. Kalau domba, kebalikannya (berada disebelah kanan) => 'ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan, ketika Aku haus kamu memberi Aku minum, ketika Aku dipenjara kamu mengunjungi Aku' Itulah domba. Domba adalah kehidupan yang sudah menerima kasih mula-mula, artinya kehidupan yang sudah diampuni dosanya, dibenarkan, diselamatkan, kehidupan yang dipakai untuk melayani TUHAN, kehidupan yang diberkati TUHAN dan mau tergembala dengan benar dan baik, sehingga mengalami penyucian dari keinginan daging dan kepentingan daging. Hati-hati, kehidupan yang sudah diberkati banyak yang tidak mau tergembala => 'aku bisa, aku ada, buktinya aku ada' Ini berbahaya! Domba itu mau tergembala dengan benar dan baik. Bedanya disini. Kalau kambing, prosesnya sama (mendapatkan kasih mula-mula), hanya bedanya tidak mau tergembala.

    Contohnya seperti Yudas yang sudah diselamatkan dan diberkati, tetapi Yudas menyelundup kesana kemari. Yudas berfellowship dengan imam-imam kepala yang ajarannya (makanannya) berbeda dengan YESUS. Kalau kita berfellowship dengan ajaran yang sama, itulah pembangunan Tubuh Kristus dan menjadi satu (pasti tergembala). Kalau berbeda, itulah kambing yang tidak tergembala. Tetapi kalau satu ajaran, pasti tergembala. Semoga kita dapat mengerti.

    Dalam kebaktian kaum muda, diterangkan bahwa tergembala dengan benar dan baik ini penting. Mulai dengan tergembala dengan benar terlebih dahulu, sebab banyak gembala yang pandir (permisi saya juga harus diperiksa), gembala penjual domba. Gembala yang pandir itu berlagak pintar, berlagak bijaksana. Bagaimana itu? Tidak punya ijasah, tetapi berlagak => bukan! Berlagak bijaksana artinya alkitab mengatakan tidak boleh, tetapi ia mengatakan boleh => 'tidak apa ini, kali ini karena .., jadi ya tidak mengapa' Itulah berlagak bijaksana; Sedangkan gembala pandir => alkitab mengatakan a, tetapi dia mengatakan => 'a + 1 sebab kita harus bijaksana, kalau diterapkan begini, bagaimana? Menjadi susah ya, jadi kita harus ..' Inilah gembala pandir, yang mau lebih bijaksana dari TUHAN. Kalau alkitab ditambah dan dikurangi, itulah pandir. Gembala benar dan pandir, tidak dapat berkumpul. Mau diapakan saja, tidak dapat berkumpul (karena gembala pandir menambah dan mengurangi alkitab).

    Ada juga gembala penjual domba. Ini soal makanan. Tidak mau memberi makan, malah memerah susunya terus menerus kemudian ia jual. Inilah gembala penjual domba. Orang lain yang ia suruh memberi makan domba, sedangkan gembalanya hanya sebagai manager (menghitung berapa kolektenya). Maaf, ini karena saya pernah diberikan nasehat oleh bpk pdt Pong.

    Dulu ada satu murid (dia lebih tua dari saya) yang belajar menjadi gembala, ayahnya ini pendeta yang dipakai TUHAN, lalu anaknya ini masuk sekolah alkitab dan belajar melayani TUHAN. Dia sampai diusir-usir, gerejanya kemana-mana, sampai di Graha Family yang waktu itu masih seperti lapangan. Waktu itu hujan deras, saya mencari dia => 'dimana ini?' Waktu itu bpk pdt Pong memberikan nasehat => 'kamu bantu, supaya dia menjadi gembala, jangan menjadi manager' Jadi saya mencari dengan isteri saya, tidak mengerti kemana, setelah sampai di rumahnya, terasa lega.
    Saya membantu, karena ingat nasihat dari bpk pdt Pong => 'bantu murid kita ini, supaya jangan menjadi manager, tetapi menjadi gembala' Maksudnya adalah agar ia dapat memberi makan. Bible study kami bantu (saya bergantian dengan bpk pdt Pong untuk membantu). Jadi jangan menjadi manager. Mari, menjadi gembala yang benar terlebih dahulu. Tetapi domba juga harus baik. Jangan menjadi domba seperti Yudas (tidak baik). Gembalanya sudah benar, bahkan sempurna, itulah YESUS, tetapi dombanya tidak baik => 'kesana kemari' Ini tidak baik. Sama saja dan hancur juga. Mari kita tergembala dengan benar dan baik, sehingga mengalami penyucian dari keinginan daging dan kepentingan daging (egois, kepentingan diri sendiri) sehingga kita dapat memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan.

    Maaf, kalau kita dapat memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan (kandang-kandang yang lain), ini bukti ada kelimpahan di dalam penggembalaan. Saya selalu belajar dari gembala-gembala dan guru-guru saya. Bpk pdt In Juwono selalu mengatakan => 'kebaktian fellowship, PPI-PPI (Pekan Penyegaran Iman adalah kelimpahan dari penggembalaan' Seperti gelas yang diisi dengan air, kalau diisi terus sampai penuh pasti tumpah keluar; kalau tidak penuh, lalu dipaksa keluar, semuanya akan menjadi kering. Mari kita berdoa. Dalam Yohanes 10:16 'mengunjungi kandang yang lain' ini harus hasil kelimpahan dari kandang penggembalaan.

    Yohanes 10: 16, Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

    Ay 16 => 'Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini' => dari kandang yang lain.
    'domba-domba itu harus Kutuntun juga' => inilah kerinduan TUHAN. Kita tidak terpecah belah, sebab antar kandang juga ada persekutuan.

    'mereka akan mendengarkan suara-Ku' => yang bisa menyatukan antar kandang adalah satu suara (satu pengajaran).
    'mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala' => Satu Tubuh dengan Satu Kepala, artinya masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus dengan TUHAN YESUS sebagai Kepala, artinya, kita masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Mari!! kita masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus hari-hari ini. Seperti tadi lagu dari zangkoor gabungan (koor kaum muda dan zangkoor) => 'kita bangsa kafir, keledai yang mau ditunggangi oleh TUHAN'

Ada dua kemungkinan tentang keledai/bangsa kafir (kita pilih):

  1. Ditunggangi oleh Bileam (nabi palsu dll) menuju pembangunan Babel sampai kutukan dan kebinasaan.
  2. Ditunggangi oleh YESUS Sendiri menuju pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Mari kita disini; ditunggangi oleh YESUS itulah pengajaran yang benar. Sebab Pribadi YESUS itu pengajaran yang benar (bukan orang, bukan Widjaja atau siapapun). Jangan lihat orangnya. Saya berani berkata dimana-mana => 'kalau seandainya dulu bpk pdt Pong (mertua saya) mengajarkan yang tidak benar, saya tidak akan datang' Biarpun itu mertua saya, saya tidak akan datang. Harus YESUS (pengajaran yang benar) yang dilihat, bukan karena kekeluargaan, bukan karena sama suku, bukan karena kekayaan, bukan karena kehebatan. Semoga kita dapat mengerti.

Biarlah kita dipakai oleh TUHAN. Kalau keledai ditunggangi oleh YESUS = bangsa kafir dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus, hanya karena belas kasih kemurahan TUHAN (kasih mula-mula). Seperti ayat mengatakan => 'Aku datang untuk domba Israel ... kamu anjing (keledai) => bukan! Tetapi oleh karena kasih mula-mula atau belas kasih TUHAN, kemurahan TUHAN, anugerah TUHAN, maka bangsa kafir dapat ditunggangi oleh YESUS. Jangan takut! Kalau kita aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, seperti keledai yang ditunggangi oleh YESUS, maka kita menempatkan YESUS sebagai Kepala dan kita merasakan aliran anugerah TUHAN (aliran belas kasih TUHAN, aliran kemurahan TUHAN, aliran kasih mula-mula) yang tidak akan pernah habis-habis. Uang dapat habis, tetapi kalau anugerah TUHAN tidak akan pernah habis selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Saya terbuka sekali. Mengapa, kami di Lempin-EL Kristus Ajaib dilatih tidak diberikan uang, dll? Setelah menjadi pengerja, kami dilatih? Ini bukan pelit. Banyak orang bilang => 'pelit itu' Bukan! Tetapi supaya kita bergantung kepada anugerah TUHAN. Kita mengunjungi dengan membayar sendiri-sendiri. Mungkin saudara sudah cuti, tinggalkan pekerjaan, ada yang tutup toko, tinggalkan kuliah, tetapi masih harus membayar sendiri, ini supaya mengerti dan mengalami anugerah TUHAN yang selalu baru, yang tidak pernah habis-habisnya.

Jangan takut, kalau sungguh-sungguh menempatkan TUHAN sebagai Kepala (ada pengajaran yang benar), maka ada aliran anugerah TUHAN. langkah-langkah hidup kita (langkah keledai) adalah langkah anugerah TUHAN. Setiap detak jantung kita, hanya karena kemurahan, belas kasih anugerah TUHAN. Rumus saya, setiap kali mau berputus asa, kecewa dengan sesuatu, ataupun mau bangga dengan sesuatu => 'aku dahsyat, hebat' Tarik nafas saja, hembuskan kembali = 'masih ada anugerah TUHAN, semuanya karena anugerah TUHAN' Kalau mau sombong, tarik nafas => 'semua karena anugerah TUHAN' Kalau sewaktu kita ambil nafas, lalu tidak dapat dihembuskan lagi, mau apa kita? Semoga kita dapat mengerti.

Jika ada anugerah TUHAN, kemurahan TUHAN, belas kasihan TUHAN, hasilnya
adalah

  1. Markus 6: 41, Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu;begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikanNya kepada semua mereka.

    Ay 34 => lalu Dia memberi makan lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang.

    Hasil pertama: langkah-langkah pemeliharaan TUHAN secara ajaib, baik secara:


    1. Secara rohani: kita dipelihara dengan Firman pengajaran ('YESUS mengajar'), sehingga kita dapat hidup benar dan suci.
    2. Secara jasmani: lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang laki-laki saja, tidak termasuk perempuan dan anak-anak dan masih ada sisa. Anugerah TUHAN sanggup memelihara kita secara ajaib, tidak bergantung pada apapun di dunia. Kita boleh berusaha, tetapi TUHAN lah yang menentukan. Biarpun gaji kita bagaikan lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang, tetapi kalau berada di dalam Tangan TUHAN (ada di dalam belas kasih anugerah TUHAN), maka semuanya bisa. Semoga kita dapat mengerti.


    Dulu kami sewaktu masih ditempatkan di Gending, bpk pdt Pong bertanya => 'berapa kolektenya pak Wi'? Lalu saya sebutkan angka yang sangat kecil kalau menurut manusia (mungkin dapat ditertawakan oleh orang, bahkan untuk ongkos saja tidak cukup), tetapi bpk pdt Pong membesarkan saya => 'bagus-bagus' Satu waktu bpk pdt Pong ke kantor, mengatakan kepada saya => 'pak Wi ingat, lima ribu dulu hasil bekerja, dengan sekarang lima ribu dari TUHAN, itu lain' Saya dulu hanya menjawab => 'Ya oom'. Tetapi sekarang saya mengerti. lima roti dan dua ikan bisa, jika berada di dalam Tangan TUHAN. Yang penting ada anugerah TUHAN => gaji ditambah dengan anugerah TUHAN, toko (toko besar atau toko kecil sama saja) ditambah dengan anugerah TUHAN, maka ada keajaiban TUHAN. Secara rohani dan jasmani, kita akan dipelihara oleh TUHAN. Langkah-langkah anugerah, itulah langkah-langkah pemeliharaan secara ajaib.


  2. Roma 2: 4, Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

    Hasil kedua: langkah-langkah pertobatan (bertobat) = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = langkah-langkah keselamatan. Kalau ditunggangi oleh YESUS, sudah jelas, mengarah kepada langkah-langkah pertobatan (berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN) atau langkah-langkah keselamatan. Kalau kita dipakai oleh TUHAN, berarti kita sudah dipelihara dan selamat. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Titus 3: 5, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Ay 5 => 'tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali' => baptisan air.

    Hasil ketiga: langkah-langkah mujizat = langkah pembaharuan. Tadi bertobat (berhenti berbuat dosa, mati terhadap dosa), sekarang langkah pembaharuan, dimulai dari baptisan air. Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat) dikuburkan dalam air bersama YESUS dan bangkit/ keluar dari dalam air bersama YESUS untuk mendapatkan hidup baru (hidup sorgawi), itulah hidup dalam kebenaran. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita sudah masuk dalam baptisan air yang benar = kita dapat hidup benar maka itu adalah mujizat. Sekarang sulit mencari orang yang benar. Orang ganteng-cantik, kaya banyak, karena sekarang makanannya sudah bagus semuanya (jika dibandingkan dengan zaman saya, makanan lebih susah dan kurang bagus). Sekarang badannya sudah bagus semuanya (besar-besar), dulu saya mau meninggikan badan saya susah karena gizinya tidak ada. Dulu pada zaman Nuh, dari seluruh dunia hanya delapan orang yang benar. Demikian juga zaman sekarang, hanya sedikit orang benar (yang masuk baptisan air yang benar hanya sedikit).

Lalu dilanjutkan oleh pembaharuan oleh Roh Kudus, yaitu taat dengar-dengaran? 'Ya Abba, Ya Bapa' Roh Kudus membuat kita bisa berseru => 'Ya Abba, Ya Bapa' (taat dengar-dengaran). Ini mujizat rohani. Kalau mujizat rohani terjadi, saya percaya, mujizat jasmani juga akan terjadi, yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang gagal menjadi berhasil dan indah. Langkah-langkah kita adalah langkah mujizat, yang mustahil menjadi tidak mustahil, dan langkah-langkah yang berhasil dan indah dihadapan TUHAN.

Yakinlah kaum muda. Nomor satu yang dipakai adalah keledai muda. Lalu keledai tua (induk keledai) mengiringi. Kaum muda menjadi harapan. Mari kita bersungguh-sungguh hari-hari ini; mau dipakai/ditunggangi oleh Bileam atau ditunggangi oleh YESUS. Kaum muda jangan egois. Saya mendukung kalau saudara kuliah, bekerja dll, tetapi jangan egois. Mari perhatikan geraknya keledai yang dipakai/ditunggangi oleh TUHAN dan TUHAN tidak menipu kita. Dia akan mengalirkan anugerah, kemurahan, belas kasih-Nya, sehingga langkah-langkah kita benar-benar langkah pemeliharaan TUHAN yang ajaib (sulit, apa yang mustahil, TUHAN dapat menolong), langkah-langkah keselamatan atau pertobatan (tidak ada sandungan, tidak jatuh, tidak tersesat) dan langkah-langkah mujizat (mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi). Jika TUHAN datang kembali ke dua kali, maka terjadi mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Kita terangkat di awan-awan yang permai untuk menuju Yerusalem Baru dan kita bersama-sama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Jangan kehilangan kasih mula-mula, tetapi biarlah kita mempertahankan kasih mula-mula. Jangan ada kebenaran sendiri; mari ampuni sesama, jangan menghakimi sesama tetapi menghakimi diri sendiri. Jangan egois, mari ikuti geraknya keledai yang dipakai oleh TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Agustus 2017
    (Ibadah Kunjungan di Lumajang)

  • 06-07 September 2017
    (Ibadah Kumjungan di Semarang)

  • 19-21 September 2017
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 10-12 Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top