English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 April 2014)
Tayang: 30 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 25 Mei 2014)
Tayang: 09 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Juli 2014)
Tayang: 17 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 16 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 06 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 13 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 07 September 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Maret 2017

Kita kembali pada kitab Wahyu 2 dan 3, ini tentang tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian, sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir jaman), artinya penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir jaman), supaya tidak bercacat cela, sempurna seperti YESUS untuk menjadi Mempelai Wanita Surga. Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah, yang pertama adalah sidang jemaat di Efesus (Wahyu 2:1-7).

Banyak kelebihan-kelebihan dari sidang jemaat Efesus, tetapi masih ada celanya. Sekalipun ada kelebihan tetapi ada cela, tidak sempurna, ini tidak ada artinya. Biarpun hebat, tetapi bercela, tidak sempurna, waktu YESUS datang akan ketinggalan. Oleh sebab itu perlu penyucian terakhir sampai menjadi sempurna seperti YESUS.

Wahyu 2: 4, 7,
4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
7. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Ay 4 => penyucian terakhir kepada sidang jemaat di Efesus, yaitu harus kembali kepada kasih yang mula-mula. Kalau mau disucikan (mau kembali pada kasih mula-mula), hasilnya luar biasa (ay 7). Tetapi kalau tidak mau disucikan, kaki diannya akan diambil (ay 5), berarti gelap dan binasa.

Ay 7 => jika mau disucikan, hasilnya adalah sidang jemaat Efesus dapat kembali ke taman Firdaus ALLAH untuk makan buah dari pohon kehidupan. Kalau makan buah dari pohon kehidupan, berarti mendapatkan hidup kekal selama-lamanya.

Saya sudah pernah menerangkan, mengapa dulu setelah Adam dan Hawa berbuat dosa harus diusir dari taman Firdaus? Sebab kalau dalam keadaan berdosa makan buah pohon kehidupan, maka dosanya kekal dan binasa selamanya. Sekarang lewat kasih mula-mula, TUHAN mau mengembalikan sidang jemaat Efesus (kita semuanya, sidang jemaat akhir jaman) ke taman Firdaus ALLAH untuk makan buah pohon kehidupan, sehingga kita mendapatkan hidup kekal = nama tertulis di dalam kitab kehidupan. Karena ada istilah 'pohon kehidupan', maka kita ingat ada 'kitab kehidupan' Kalau mau mengalami penyucian terakhir (kembali pada kasih mula-mula), maka dapat kembali ke taman Firdaus ALLAH. Waktu murid-murid diutus oleh TUHAN, mereka bahagia dan bersaksi => 'kami dapat mengusir setan dan sebagainya' Tetapi TUHAN katakan => 'Jangan karena itu kamu bersuka cita, tetapi bersuka citalah kalau namamu tertulis di dalam kerajaan surga (dalam kitab kehidupan). Kita berusaha, supaya nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

Sekarang kita belajar, proses supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan (dapat makan buah pohon kehidupan):

  1. Filipi 4: 3, Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

    Ay 3 => 'Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil', sehingga namanya tertulis dalam kitab kehidupan.

    Proses pertama: kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi.

    Bukan berarti tidak boleh bekerja, sekolah, kuliah, silahkan! Tetapi kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia. Sebab TUHAN sudah memperjuangkan ibadah pelayanan kita sampai mengorbankan nyawa-Nya bagi kita semuanya. Dulu bangsa Israel tidak boleh beribadah, karena dihalangi oleh bangsa Mesir (firaun), lalu TUHAN menghukum Mesir dengan sepuluh hukuman sampai Mesir kalah. Akhirnya bangsa Israel dapat beribadah. Tetapi bangsa kafir belum. TUHAN harus rela dihukum sampai mati di kayu salib, untuk membebaskan bangsa kafir, sehingga bangsa kafir dapat beribadah melayani TUHAN.

    nilah sebabnya tadi disebutkan; kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi. Sebab TUHAN sudah memperjuangkan ibadah pelayanan bagi bangsa kafir sampai rela dihukum di kayu salib bahkan mengorbankan nyawa-Nya. Permisi bicara, kalau hanya untuk kita dapat kuliah, ilmunya tinggi, kaya, TUHAN tidak perlu mati di kayu salib. Tetapi TUHAN rela mati supaya bangsa kafir dapat beribadah, sebab diluar ibadah, semuanya akan sia-sia. Semua aktifitas di dunia ini, diluar ibadah hanya sia-sia. Ibadah merupakan satu-satunya aktifitas mulai di bumi sampai membawa kita ke surga. Dalam Wahyu 22: 3-4, di takhta surga kita tetap beribadah. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi kuliah, kerja, kaya, tanpa ibadah semuanya sia-sia. Hanya ibadah yang akan membawa kita kepada kerajaan surga. Semoga kita dapat mengerti.

    Kisah rasul 20: 24, Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia = menyelesaikan ibadah pelayanan sampai garis akhir (istilah dalam Kisah rasul) = kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir apapun yang harus kita korbankan. Sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan YESUS yang ke dua kali. Istilah 'aku tidak menghiraukan nyawa' berarti apapun harus kita korbankan untuk ibadah pelayanan kepada TUHAN. Jangankan hanya untuk yang lainnya, nyawanya sendiri tidak dihiraukan lagi, ini berarti kesungguhan dalam ibadah. Sebab TUHAN sudah berkorban Nyawa, supaya kita dapat beribadah melayani. Semoga kita dapat mengerti.

    Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir apapun yang harus kita korbankan = kita mempertahankan jubah (jabatan pelayanan) sampai garis akhir. Inilah proses pertama, supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan; kita dapat makan buah pohon kehidupan dan hidup kekal. Yang pertama adalah soal ibadah pelayanan. Kita harus berjuang! Kita berjuang untuk kuliah, saya hargai. Tadi saya bersaksi juga. Anak saya hobi olahraga dan lain-lain, saya senang. Dia berkata => 'pa, ini sudah terlambat' Saya katakan => 'bagus' Lalu saya ingatkan => kalau untuk ibadah juga harus begitu, bahkan lebih. Jangan hanya untuk perkara jasmani saja, rugi! Jangan hanya sampai berhenti disitu, yang rohani juga harus demikian. Kalau tidak, semuanya akan sia-sia. Kita harus berjuang untuk ibadah pelayanan. Semoga kita dapat mengerti.

    Yohanes 4: 34, Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Ay 34 => 'Makanan-Ku' => makanan YESUS.
    'menyelesaikan pekerjaan-Nya' => sampai selesai, sampai garis akhir.

    Tanda-tanda ibadah pelayanan yang benar (yang berkenan kepada TUHAN):


    • Melayani sampai garis akhir (selesai) = setia sampai garis akhir.
    • Beribadah melayani sesuai dengan kehendak TUHAN (Firman ALLAH) = taat dengar-dengaran kepada Firman.


    Taat dan setia = memberikan makan kepada TUHAN. Waktu itu murid-murid mencari makanan di kota untuk YESUS, tetapi YESUS berkata => 'makanan-Ku bukan itu (yang dibawa murid-murid), makanan-Ku adalah menyelesaikan pekerjaan-Nya dan melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku' Biarlah hari-hari ini kita berjuang untuk pelayanan, tetapi pelayanan harus benar (berkenan).

    Kalau kita beribadah melayani dengan taat dan setia = memberi makan YESUS = mengenyangkan TUHAN; menyenangkan TUHAN; memuaskan TUHAN.

    Hasilnya adalah


    • TUHAN pasti memuaskan kita (TUHAN memberikan kepuasan yang sejati kepada kita, yaitu kepuasan surga atau kebahagiaan surga), sehingga kita tidak mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa. Kalau kita dapat memuaskan TUHAN, maka TUHAN juga akan memuaskan kita. Kita akan berbahagia dalam kehidupan secara pribadi, dalam rumah tangga, dan sebagainya. Kita tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia, sampai terperosok dalam dosa dan puncaknya dosa. Contohnya: perempuan Samaria. Kalau haus (tidak puas), maka akan mencari kepuasan di dunia sampai lima kali kawin cerai (sampai terperosok), selanjutnya kumpul kebo. Mungkin tadinya, mencari kepuasan dengan menonton bioskop, macam-macam, akhirnya terperosok pada dosa kawin mengawinkan. Perempuan ini tidak pernah puas! Tetapi TUHAN memberikan kepuasan surga.


    • Urusan makan minum adalah urusannya TUHAN, artinya TUHAN sanggup memelihara kehidupan kita yang tidak berdaya secara ajaib. Semoga kita dapat mengerti.
      Sekali lagi, hidup kita bukan dari gaji. Tadi dalam ibadah di Malang ada orang yang bersaksi dengan jelas tentang hal ini. Waktu saya sampaikan Firman => 'kita mempunyai gaji, toko, hamba TUHAN punya sidang jemaat, tetapi kita tidak hidup dari semua itu, melainkan hidup dari TUHAN' Orang ini sangat marah dalam hatinya => 'ini penipu, karena jemaatnya sudah banyak, enak saja kalau berbicara dan orang ini bekerja sebagai pegawai negeri (keuangan) dari tahun 1985, dia punya gaji dua digit dalam juta. Kalau di Indonesia ini cukup besar. Orang ini berkata => 'ya tidak bisa, tidak mungkin, saya setiap bulan terima gaji, ini apa yang dibicarakan (dan ia marah)' Satu waktu TUHAN ijinkan peristiwa di mana gajinya harus dipotong setiap bulan, sampai nol, bahkan minus. Selama tiga bulan (dengan gaji minus) dia tidak berani bercerita kepada saya. Akhirnya orang ini menghadap saya dan berkata => 'oom saya cabut kata-kata saya, saya menghina Firman. Firman mengatakan bahwa kita tidak hidup dari gaji, tetapi saya hidup berdasarkan gaji' TUHAN membuktikan sekarang, bahwa saya dapat hidup dengan gaji nol. Mungkin sampai hari ini gajinya masih nol. Ini pegawai tinggi dari tahun 1985, lumayan. Kalau guru ini sudah senior. Orang ini sampai menjual tahu seharga lima ratus rupiah, dengan naik sepeda. Sampai sebegitu TUHAN menghajar, supaya tidak menghina TUHAN. Urusan makan minum merupakan urusan TUHAN, gaji dan sebagainya hanya sebagai sarana. TUHAN lah yang menentukan!

      Demikian juga saya (maaf ), saya bukan hidup dari sidang jemaat. Dulu saya tidak punya jemaat, sudah berhenti bekerja, juga dapat hidup. Ada jemaat enam orang, saya juga dapat hidup. Berarti hidup kita semuanya berasal dari TUHAN. Itu sebabnya kita harus memperbaiki pelayanan dengan berjuang dan TUHAN juga akan berjuang untuk kita.


    • Lukas 10:17, 18, 20,
      17. Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
      18. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
      20. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

      Jika kita memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari semua sampai garis akhir, hasilnya adalah TUHAN sedang menuliskan (mengukir) nama kita di dalam kitab kehidupan, sehingga kita dapat kembali ke Firdaus, kembali makan buah pohon kehidupan sehingga kita dapat merasakan suka cita surga. Kalau kita melayani dengan mengomel, bahaya! Ini seperti Yudas yang namanya dihapus, karena dia sering mengomel. Ada orang yang mengurapi YESUS (Kepala, Kaki YESUS diurapi) untuk pekuburannya (pelayanan pembangunan Tubuh Kristus), Yudas mengatakan bahwa ini merupakan 'pemborosan'. Yudas mengamuk, bersungut, berbantah, berkomentar negatif, akhirnya nama Yudas dihapus. Ini dapat dideteksi.

      Kalau kita beribadah melayani TUHAN terlalu banyak mengomel, mengkritik, terlalu banyak perhitungan seperti Yudas = nama sedang dihapus seperti Yudas dan tidak dapat ditulis kembali. Kalau nama sudah dihapus, tidak dapat ditulis kembali, maka akan digantikan yang lain (Yudas digantikan oleh Matias). Kalau kita beribadah melayani dengan suka cita surga, inilah bukti bahwa nama kita sedang diukir di dalam kitab kehidupan. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah proses pertama, supaya nama kita dapat tertulis di dalam kitab kehidupan (kita makan buah pohon kehidupan).


  2. Wahyu 13: 8, Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

    Wahyu 13 => binatang yang keluar dari laut = antikris.
    Ay 8 => 'semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya' => antikris.

    'yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih' => jadi kalau menyembah antikris namanya akan dihapus. Berarti kalau namanya mau tertulis, aka nada proses yang kedua yaitu tidak menyembah antikris.

    Terdapat dua kelompok atau golongan kehidupan hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN:


    • Kelompok yang disingkirkan ke padang belantara, pada saat antikris berkuasa tiga setengah tahun di bumi. Antikris tidak dapat menjamah, bahkan antikris tidak dapat melihat (dalam terj.lama). Benar-benar dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN, bagaikan Biji Mata TUHAN sendiri. Siapa itu?

      Wahyu 11: 1, 2,
      1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
      2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

      Ay 1 => 'ukurlah Bait Suci Allah'? Bait Suci adalah ruangan suci dan ruangan maha suci.
      'dan mezbah' => mezbahnya hanya satu, itulah mezbah dupa emas.

      'mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya' => dalam bahasa Inggris lebih jelas, yaitu mereka yang menyembah di dalamnya. Inilah penyembahan yang juga diukur.
      Ay 2 => 'empat puluh dua bulan lamanya' => tiga setengah tahun, inilah masa antikris.

      Kelompok (anak TUHAN, pelayan TUHAN, hamba TUHAN) yang disingkirkan ke padang belantara yaitu hamba TUHAN, anak TUHAN, pelayan TUHAN yang penyembahannya memenuhi ukuran sampai tirai terobek (perobekan daging) = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Jadi salah satu yang diukur adalah penyembahan ('bangunlah dan ukurlah Bait Suci dan mezbah'). Dalam tabernakel, sesudah mezbah dupa emas, yaitu pintu tirai (sampai tirai terobek). Apa ukurannya? Penyembahan harus memenuhi ukuran, yaitu tirai terobek (perobekan daging) = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Ini berarti tidak menyembah antikris, tidak dijamah oleh antikris, namanya tertulis di dalam kitab kehidupan. Contoh kehidupan yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi adalah Abraham. Abraham taat saat diperintahkan TUHAN untuk menyembelih Ishak anaknya. Kalau dagingnya masih bersuara => 'ini anak saya, tidak mau' Daging sudah tidak bersuara lagi (tirai terobek) artinya kita mengasihi TUHAN lebih dari semuanya (lebih dari isteri, suami, anak, dari siapapun), sehingga tidak sulit bagi Abraham untuk mentaati perintah TUHAN. Mungkin bagi kita => 'harus menyembelih anak..' Sulit. Tetapi kalau sudah mengasihi TUHAN, tidak akan sulit. Semoga kita dapat mengerti.

      Pada hari Sabtu dalam ibadah kaum muda diterangkan, ada seorang muda kaya dan baik (memenuhi hukum ALLAH), hanya tinggal satu kekurangannya dan TUHAN mengatakan => 'juallah kekayaanmu dan ikutlah Aku' Inilah ujian terakhir (ukuran penyembahan), yaitu taat atau tidak. Saya katakan kepada kaum muda, padahal perintah TUHAN itu sangatlan gampang/mudah, kecuali kalau perintah TUHAN saat itu => 'carilah uang yang banyak, nanti berikan kepada orang' Seperti kesaksian tadi, berjualan lima ratus rupiah saja tidak laku. Apalagi TUHAN memerintahkan untuk mencari uang yang banyak, susah. Sedangkan ini sudah memiliki banyak uang, tinggal dijual saja. Ini gampang, kalau mengasihi TUHAN lebih dari semuanya. Kalau mengasihi uang, susah sekali. Tinggal kita mengasihi siapa ? Inilah ukurannya, tirai terobek.

      Kalau kita dapat mengasihi TUHAN lebih dari semuanya, maka kita dapat taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Inilah orang yang tidak dapat dijamah oleh antikris dan juga yang tidak dapat dilihat oleh antikris = tidak akan pernah menyembah antikris dan namanya tertulis dalam kitab kehidupan. Kita sekarang ini mengasihi siapa? Himbauan: kita harus tekun dalam menyembah TUHAN, dan gemar menyembah TUHAN, jangan sampai menyembah dengan terpaksa! Kalau menyembah dengan terpaksa, satu waktu akan dipaksa untuk menyembah antikris. Mari tekuni penyembahan secara pribadi, keluarga, berjemaah. Saudara-saudara saat ini yang beribadah jarak jauh, tekuni penyembahan bersama-sama. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kelompok yang tertinggal (tidak disingkirkan) pada saat antikris berkuasa tiga setengah tahun di bumi. Mengapa mereka dapat tertinggal pada jaman antikris?

      Wahyu 12: 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

      Ay 17 => 'hukum-hukum Allah' => ada meja roti sajian.
      'kesaksian Yesus' => ada pelita emas.

      Tetapi kurang satu, yaitu tidak ada mezbah dua emas. Kita sudah memiliki hukum ALLAH (meja roti sajian), kesaksian YESUS (pelita emas), tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas artinya


      • Tidak mau menyembah TUHAN,
      • Atau penyembahannya tidak memenuhi ukuran tirai terobek. Ini berarti daging masih bersuara. Contohnya seperti Yudas. Kalau berkorban uang, akan berkata 'itu pemborosan' Inilah yang menjadi sasaran antikris.


      Ada dua kemungkinan pada kelompok yang tertinggal:


      • Menyembah antikris, karena tidak tahan terhadap siksaan. Dia tidak tahan disiksa, akhirnya menyembah antikris. Memang kehidupan itu akan tetap hidup, tidak mengalami hukuman atau siksaan, tetapi akan menjadi sama dengan antikris untuk masuk neraka selamanya. Saat YESUS datang kembali ke dua kali, dia juga akan dibinasakan untuk selamanya.


      • Tetap menyembah YESUS, sekalipun disiksa, dianiaya, sampai dipancung kepalanya. Tetapi waktu YESUS datang kembali ke dua kali, dia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, menjadi imam-imam dan raja-raja yang memerintah dalam kerajaan seribu tahun damai (kembali ke Firdaus). Kerajaan seribu tahun damai, itulah taman Firdaus ALLAH.

        Wahyu 20: 4, Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

        Ay 4 => 'Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya' => kepalanya sudah dipancung.
        'mereka hidup kembali' => dibangkitkan.
        'untuk masa seribu tahun' => kerajaan seribu tahun damai; Firdaus yang akan datang. Semoga kita dapat mengerti saat ini.


    Banyak yang kita terima dari pelayanan, tetapi jangan hanya puas sampai disana, tetapi sampai nama tertulis di dalam kitab kehidupan. Inilah perjuangan kita sekarang! Perjuangan di dunia, contohnya: yang sekolah menengah pertama akan berjuang supaya namanya tertulis di sekolah menengah umum favorit, dan yang sekolah menengah umum akan berjuang supaya namanya tertulis di universitas negeri yang terkenal. Saat nama kita tertulis, senang, ini baik. Tetapi belum apa-apa dibandingkan dengan nama tertulis dalam kitab kehidupan. Inilah perjuangan kita yang terakhir.

    Kita berjuang dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Pertahankan semuanya! Kedua, berjuang untuk tidak menyembah antikris. Sekarang kita harus menyembah TUHAN sampai memenuhi ukuran, yaitu tirai terobek (daging tidak bersuara). Mari banyak menyembah TUHAN hari-hari ini.


  3. Wahyu 21: 27, Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

    Ay 27 => tidak boleh ada orang najis, dusta, keji (jahat). Ini berarti tidak ada dosa; mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar.

    Proses ketiga: mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar. Kita berjuang dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, berjuang dalam penyembahan dan kita berjuang supaya mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar.

    Dalam perjanjian lama (tabernakel), pelayanan pendamaian dilakukan oleh Harun sebagai imam besar. Harun satu tahu satu kali masuk ke ruangan maha suci (dalam ruangan maha suci terdapat tabut perjanjian) dengan membawa dupa dan darah binatang. Kemudian darah itu dipercikkan diatas tabut sebanyak tujuh kali (untuk YESUS) dan dipercikkan tujuh kali didepan tabut (untuk kita, dalam Wahyu 2-3). Tabut menunjuk kita dan tutupnya menunjuk YESUS. Begitu dipercikkan darah dua kali tujuh, maka dosa diampuni dan terjadi shekinah glory. Dosa jenis apa saja seperti dosa pribadi, dosa keluarga, diampuni semuanya dan terjadi sehekinah glory (sinar kemuliaan).

    Dalam perjanjian baru, pelayanan pendamaian dilakukan oleh YESUS sebagai Imam Besar dengan membawa dupa dan Darah-Nya sendiri. Ini bedanya. Kalau dulu dengan darah binatang, dalam perjanjian baru dengan Darah YESUS. Pelayanan pendamaian selalu ditandai dengan dupa dan darah. Dupa menunjuk doa penyembahan dan darah menunjuk percikan darah.

    1 Yohanes 2: 1,2,
    1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
    2. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

    Ay 1 => 'kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa' => seorang pengantara = pendamai. Dalam terjemahan lama 'pengantara' = Juru Syafaat. Jadi ayat 1 ini tentang dupa, yaitu doa syafaat dari YESUS sebagai Imam Besar.

    Doa syafaat dari YESUS sebagai Imam Besar, yaitu


    • Doa pengampunan atas dosa-dosa. Kalau kita jatuh dalam dosa, YESUS berdoa untuk pengampunan dosa, supaya kita dapat mengaku dosa dan diselesaikan. Kalau kita mengaku dosa, maka semua dosa akan diampuni.


    • Doa supaya kita tidak berbuat dosa. Inilah doa YESUS sebagai Juru syafaat; ada dupa yang dinaikkan. Kalau kita sudah jatuh dalam dosa, ada doa pengampunan dosa, supaya kita jangan dihukum. Selanjutnya, doa supaya kita tidak jatuh dalam dosa. Saya seringkali mengatakan, ini seperti Dia mengulurkan Tangan kepada kita, untuk menarik kita (jangan jatuh dalam dosa, ditarik terus keatas).


    Kemudian darah (percikan darah), pada ayat 2.
    Ay 2 => 'Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita' => pendamaian = percikan darah.

    Percikan darah yaitu sengsara daging (salib).

    Ada dua tingkatan percikan darah:


    • 1 Petrus 4: 1, 2,
      1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
      2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak ALLAH (hidup dalam kebenaran). Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa = bertobat (mezbah korban bakaran). Mari sesudah diampuni, stop untuk berbuat dosa (bagaikan dosa-dosa dibakar). Sesudah itu sengsara daging untuk masuk kuburan, itulah baptisan air. Sudah mati, harus dikubur. Mari masuk baptisan air, supaya kita mendapatkan hidup baru (hidup dalam kebenaran). Ini sengsara daging bersama YESUS yang paling enak (paling ringan). Tinggal masuk ke dalam air, bawa satu stel pakaian, sudah itu saja. Mungkin hanya kedinginan saja (di Malang dingin), tidak ada air panasnya. Kalau sengsara daging masuk baptisan air tidak mau, lalu bagaimana mau sengsara daging yang lainnya. Semoga kita dapat mengerti.


    • 1 Petrus 4: 12-14,
      12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Percikan darah ke dua adalah sengsara daging tanpa dosa. Tadi sengsara daging untuk stop berbuat dosa dan masuk dalam baptisan air (hidup dalam kebenaran). Mau stop berbuat dosa dan hidup benar = sengsara. Banyak kesaksian-kesaksian, salah satunya dosa merokok. Ini susah. Pengalaman saya dengan almarhum ayah saya, berhenti merokok itu susah (sengsara). Begitu berhenti merokok, beliau tidak dapat bangun dari tempat tidur selama tiga hari. Lalu saya berikan nasihat => 'merokok lagi saja sedikit-sedikit' Waktu itu saya belum menjadi hamba TUHAN. Lalu kita berdoa terus, satu tahu kemudian, saat liburan kami pulang, tahu-tahu ayah saya berkata => 'merasa pahit saat merokok' Akhirnya sudah stop merokok. Kalau dari TUHAN langsung, stop (selesai). Tidak perlu makan permen dan sebagainya, nanti malah sakit kencing manis. Kalau dari TUHAN, tidak perlu syarat, dan semuanya menjadi selesai.

      Sengsara daging tingkat kedua, itulah sengsara daging tanpa dosa. Contohnya seperti YESUS, tidak berdosa tetapi IA harus disalibkan. Sengsara daging tanpa dosa, supaya kita mengalami Roh Kemuliaan (sinar kemuliaan) yang mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Sudah tidak berbuat dosa dan hidup benar, mengapa mengalami sengsara? Supaya kerohanian kita dapat meningkat, terjadi keubahan (pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS).

      Efesus 4: 24-26,
      24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
      26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

      Ini tentang manusia baru/manusia rohani seperti YESUS. Mari mengalami sengsara daging yang ringan terlebih dahulu, yaitu masuk baptisan air, tetapi setelah kita masuk ke dalam baptisan dan hidup benar, kita masih harus mengalami sengsara lagi. Seperti YESUS setelah baptisan air, dibawa ke padang gurun, menghadapi pencobaan-pencobaan. Sekali-pun kita sudah dibaptis, hidup benar, dosa sudah dibuang, mengapa saya sengsara lagi?' Ini sudah sengsara tingkat kedua, yaitu sengsara tanpa dosa, supaya terjadi pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Pembaharuan dimulai dari tidak berdusta lagi dan tidak marah tanpa kasih. Marah boleh, kalau ada sebabnya atau marah dengan kasih untuk menolong (mengangkat orang yang kita marahi).

      Yang tidak boleh adalah marah tanpa kasih; marah dengan emosi sampai pertengkaran, kebencian dan sebagainya. Seperti yang tertulis pada ayat 26 => 'sampai matahari terbenam' Matahari terbenam bukan ukuran waktunya. Kalau orang membaca alkitab dan tidak mengerti, maka ini yang akan dipraktikkan demikian. Saya pernah berkotbah di sebuah bank swasta di Surabaya tentang ibu hamil ('celakalah ibu hamil..'). Setelah saya terangkan, ada seorang direktur bank berkata => 'terima kasih oom, sebab saya menyuruh isteri saya supaya jangan hamil, TUHAN mau datang, ternyata bukan begitu maksudnya' Saya juga pernah berkhotbah di bank terkenal di Malang (bank negara) tentang 'marah sampai matahari terbenam' Supaya lama, mulai subuh saja marahnya, bukan begitu maksudnya. Ternyata saat pulang ibadah, ada yang berkata => 'pak, betul saya begitu pak' Kalau saya sudah marah, dari subuh saya bangunkan biar sampai matahari terbenam. Benar! ini pernah kejadian. Padahal termasuk orang golongan tinggi, kalau tidak mengerti Firman tentu akan menjadi seperti itu. Itu sebabnya bagi orang yang tidak mengerti Firman akan mudah disesatkan (mudah diombang-ambingkan oleh pendeta). Kita harus berhati-hati dan harus teguh dalam pengajaran yang benar.

      'Jangan marah sampai matahari terbenam' artinya jangan marah tanpa kasih. Marah boleh, jika ada sebabnya dan marah dengan kasih untuk menolong orang yang kita marahi. Tidak boleh marah dengan emosi, sampai merugikan, timbul pertengkaran dan kebencian. Contohnya seperti Petrus. Sekali lagi, kalau saya mengatakan 'Petrus', maka langsung saya berpikir => 'siapa saya?' Jangan merasa lebih dari Petrus. Banyak yang jatuh, karena seringkali kita begitu (merasa lebih dari Petrus). Petrus pernah berdusta; menyangkal TUHAN sebanyak tiga kali. Petrus pernah marah tanpa kasih; memotong telinga Malkus. Inilah marah dengan emosi, merugikan orang. Kalau Petrus yang hebat dapat berbuat seperti itu, lalu siapa saya? Kita pasti dapat berbuat seperti Petrus. Oleh sebab itu perlu dupa dan darah. Kita banyak menyembah supaya kuat dalam menghadapi percikan darah; sengsara untuk berhenti berbuat dosa (stop berbuat dosa, masuk baptisan air, hidup benar), setelah itu sengsara untuk berubah (supaya tidak dusta lagi, dan tidak marah tanpa kasih). Mari kita berubah saat ini.


    Kalau kita sudah mengalami keubahan (tidak ada dusta dan tidak marah tanpa kasih), satu waktu tidak ada dosa (tidak bercela), berarti kita sudah sempurna dan menjadi Mempelai Wanita-Nya. Inilah pelayanan pendamaian dupa dan percikan darah. Kalau dosa sudah diperdamaikan, maka pertolongan TUHAN akan menjadi nyata. Dosa inilah yang menghalangi kita dengan TUHAN (memisahkan kita dengan TUHAN). TUHAN berfirman => 'telinga Ku tidak kurang tajam untuk mendengar, tangan Ku tidak kurang panjang untuk diulurkan (menolong)' Tetapi kalau ada dosa, maka ada pemisah. Saat ini kalau kita mau mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar dengan dupa dan darah (Dia berdoa dan Dia percikkan darah), mari lepaskan dosa-dosa, mari berubah. Kalau sudah mengalami pelayanan pendamaian, pasti mengalami uluran Tangan TUHAN untuk menolong kita. Disinilah kuncinya. Kalau kita mau diperciki dengan darah, maka pertolongan TUHAN akan benar-benar menjadi nyata.

    Ibrani 2: 17, 18,
    17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Ay 17 => kalau dosa sudah diperdamaikan; tidak ada dusta, tidak ada marah tanpa kasih (emosi), maka terjadi ayat 18.
    Ay 18 => menolong tepat pada waktunya (Ibrani 4).

    Kalau kita mengalami pelayanan pendamaian (penyelesaian dosa dan pembaharuan), maka kita akan mengalami uluran Tangan Imam Besar Yang setia dan penuh belas kasihan untuk dapat menolong kita tepat pada waktunya. Istilah 'dapat' berarti tidak dapat dibatasi oleh apapun juga, bahkan yang sudah matipun dapat dibangkitkan. Istilah 'tepat pada waktunya' berarti tidak terlalu cepat atau tidak terlalu lambat. Yang penting mau mengalami percikan darah saat ini.

    Dalam pelayanan pendamaian memang harus mengalami percikan darah (sengsara), tetapi kalau banyak menaikkan doa, kita akan kuat. Di mulai dari bertobat terlebih dahulu, kemudian hidup benar. Sesudah hidup benar, masih diperciki darah, seperti disalahkan, sengsara karena YESUS. Inilah sengsara tanpa dosa, supaya kita berubah (Shekinah Glory). Kalau terjadi pendamaian (dosa diselesaikan, terjadi keubahan hidup), kita merasakan uluran Tangan Imam Besar Yang setia dan penuh belas kasihan untuk dapat menolong kita tepat pada waktunya. Istilah 'dapat dan tepat' berarti tidak dapat dibatasi oleh apapun juga dan menghapus segala kemustahilan. Semoga kita dapat mengerti.

    Waktu Petrus akan tenggelam, ia ditolong oleh TUHAN ('dapat dan tepat waktu'). Waktu Petrus tenggelam, kalau tidak ditolong tepat waktu, maka ia sudah hilang. Harus tepat waktu! Kalau Petrus mau dibaharui, diubahkan (mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar), maka 'dapat dan tepat waktu'

    Matius 14: 23, 29-31,
    23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Ay 23 => 'Yesus naik ke atas bukit' => gambaran bukit Golgota (percikan darah).
    'untuk berdoa seorang diri' => dupa. Dupa dan darah, inilah pelayanan Imam Besar.

    Saat ini ada pelayanan Imam Besar. Dosa harus diselesaikan, pembaharuan harus terjadi (manusia daging menjadi manusia rohani), maka uluran Tangan TUHAN akan dinyatakan kepada kita (dapat menolong dan tepat pada waktunya). TUHAN tidak pernah menipu kita. Yakinlah! Dia sudah mengalami percikan darah; mati di kayu salib dan sampai hari ini Dia berdoa, mengulurkan Dua Tangan kepada kita. Apapun keadaan kita, TUHAN akan tolong, asalkan kita mengalami pelayanan pendamaian (mengalami percikan darah). Bukan hanya menolong kita, tetapi pelayanan pendamaian dapat menuliskan nama kita di dalam kitab kehidupan.

    Waktu belum ada tabernakel, belum ada imam besar Harun, bangsa Israel menyembah lembu emas (dosa yang besar), lalu Musa naik ke gunung => 'aku akan berusaha mendamaikan kamu dengan TUHAN'. Musa adalah (gambaran TUHAN YESUS) gembala manusia yang dipercaya TUHAN. Itu sebabnya penggembalaan itu penting! Kalau penggembalaan tidak penting, hari ini saya tidak akan ada disini, lebih baik saya gantikan dengan orang lain, susah-susah untuk dapat sampai ditempat ini sampai kecapekan di jalan. Lebih baik saya berkhotbah tiga kali daripada menunggu di jalan. Ini susah! Tetapi karena tugas sebagai gembala (doa penyahutan). Itu sebabnya doakan saya supaya saya bersungguh-sungguh, dan saya tidak berhutang darah. Dulu saya tidak mau menjadi gembala, karena saya tahu itu berat. Tetapi TUHAN sudah tetapkan harus menjadi gembala. Semoga kita dapat mengerti.

    Keluaran 32: 30-33,
    30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
    31. Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
    32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu -- dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
    33. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

    Ay 32 => inilah seorang gembala, tanggung jawabnya berat. Dia rela namanya dicoret, asal nama jemaat di tulis dalam kitab kehidupan. Doakanlah kami sebagai gembala, agar sampai dapat memiliki kasih yang benar (mengasihi TUHAN dan mengasihi sidang jemaat). Musa sampai demikian, dia pertaruhkan namanya sendiri => 'kalau tidak diampuni, lebih baik namaku yang dicoret, mereka yang ditulis' Namun TUHAN tidak mau begitu.

    Ay 33 => tidak boleh tukar-tukar. Soal dosa itu tidak boleh melempar-lempar dan tidak boleh tukar-tukar tempat. Harus pertanggung jawabkan sendiri-sendiri. Dosa tidak boleh lempar-lempar (dosa itu pribadi), sebab itu kalau suami yang salah jangan dilempar ke isteri => 'kamu kurang perhatian, kurang ini..' Jangan! Yang boleh, dosa harus diakui dan diperdamaikan oleh Imam Besar.

    Waktu itu Israel dalam keadaan berdosa besar, tetapi Musa naik ke gunung untuk mengadakan pendamaian. Musa dengan tongkatnya gambaran TUHAN YESUS sebagai Gembala Agung. Musa juga gambaran gembala manusia, dia menuntun bangsa Israel ke padang gurun untuk beribadah kepada TUHAN. Ini sama-sama. Saya sudah mengatakan => 'dari atas, Gembala Agung menarik dengan doa syafaat dan dari bawah, gembala manusia menjunjung dengan doa penyahutan' Betapa indahnya hidup yang tergembala dengan benar dan baik, sebab benar-benar tidak dapat jatuh, dan juga sampai nama tertulis di dalam kitab kehidupan. Itulah penggembalaan, sampai terakhir. Betapa puasnya! Doakan saya jangan menjadi gembala pandir, gembala pedagang yang hanya menjual domba. Tidak mau memberi makan, tetapi terus meminta uang (hanya mencari yang jasmani), jangan! Tetapi biarlah menjadi gembala yang sungguh-sungguh!

    Kepuasan dari seorang gembala, adalah kalau dapat melayani sampai garis akhir (sampai orang tersebut meninggal). Kalau orang tersebut meninggal dunia, dia meninggal dunia dengan keadaan yang siap, yang baik. Betapa hati ini tidak sedih, tetapi berbahagia => 'terima kasih TUHAN sudah lunas, sudah selesai' Hati ini yakin => 'dia sudah selesai dan berhadapan dengan TUHAN' Nama tertulis dalam kitab kehidupan, buktinya apa? Sekarang ini nama kita tertulis atau tidak?

Bukti nama kita tertulis dalam kitab kehidupan adalah:

  • hati damai sejahtera (mengalami pelayanan pendamaian)
  • tidak ada lagi kekuatiran,
  • tidak ada lagi ketakutan,
  • tidak ada lagi kepahitan,
  • tidak ada lagi kenajisan,
  • tidak ada lagi kebencian, yang ada hanyalah mengalami kasih TUHAN Yang besar.

Hati damai sejahtera, yaitu:

  • tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan.
  • daging sering kuatir,
  • sering membenci,
  • sering pahit,
  • sering letih lesu dan sebagainya, sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah merasakan kasih ALLAH yang besar. Inilah buktinya nama sudah tertulis dalam kitab kehidupan (hati damai dan semuanya enak dan ringan).

Kalau kita berada di dalam pencobaan, menghadapi angin gelombang, semuanya enak dan ringan, inilah nama tertulis dalam kitab kehidupan. Kalau hidup kita letih lesu, berbeban berat, gawat, sebab nama belum tertulis dalam kitab kehidupan. Tetapi kalau sudah merasa damai sejahtera, semuanya menjadi enak dan ringan (mungkin masih ada tanggungan, tetapi semuanya sudah diserahkan kepada TUHAN, semuanya sudah enak dan ringan), itulah nama tertulis dalam kitab kehidupan. Jika TUHAN datang kembali ke dua kali, kita benar-benar bersama dengan Dia. Hari-hari ini perjuangkan untuk ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu, mari berjuang untuk menyembah TUHAN (jangan menyembah antikris) dan mengalami pelayanan pendamaian, maka nama tertulis dalam kitab kehidupan. Hadapi lautan yang bergelora dengan hati damai, sebab TUHAN ada disana. TUHAN berkata: 'diam dan tenang' Semuanya tenang. Kita mohon hati yang damai sejahtera pada saat ini. TUHAN ada bersama kita dan kita berada di dalam Tangan TUHAN.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Agustus 2017
    (Ibadah Kunjungan di Lumajang)

  • 06-07 September 2017
    (Ibadah Kumjungan di Semarang)

  • 19-21 September 2017
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 10-12 Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top