English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 02 Apirl 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Juni 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Maret 2014)
Tayang: 26 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 16 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 03 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 23 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 08 Oktober 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 18 September 2017

Pada hari ini kebaktian doa penyembahan disertai dengan doa puasa. Kita berpuasa untuk mempercepat proses perobekan daging, dan kita masih tetap membaca di dalam kitab Wahyu 2 : 9, 10

Wahyu 2: 9, 10,
9. Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Keadaan sidang jemaat Smirna yaitu mereka berada:

  • dalam kesusahan,
  • kemiskinan,
  • menghadapi fitnahan, bahkan
  • menghadapi penjara => sama dengan penderitaan daging atau sengsara daging bersama YESUS.

Inilah yang sedang dihadapi sidang jemaat Smirna (sidang jemaat bangsa kafir). Mungkin kita tidak susah, tidak miskin dan sebagainya, tetapi berpuasa, ini sama nilainya dengan penderitaan daging bersama YESUS. Doa puasa yaitu penderitaan atau sengsara daging bersama YESUS. Apa yang dialami oleh jemaat Smirna (dalam kesusahan, kemiskinan dsb), ini nilainya sama dengan doa puasa yang kita lakukan. Bentuknya dapat berbeda-beda tetapi nilainya sama yaitu penderitaan daging bersama dengan YESUS.

Matius 6 : 17, Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

Tanda berpuasa yang benar yaitu:

  1. Cucilah mukamu. Muka/wajah sama dengan hati. Kalau hatinya takut, wajahnya pucat. Hatinya marah, wajahnya merah. Cucilah mukamu dengan air sama dengan penyucian hati oleh Firman ALLAH.


  2. Minyakilah kepalamu. Kepala menunjuk pikiran. Minyak menunjuk Roh Kudus. Minyakilah kepalamu artinya pikiran diurapi oleh Roh Kudus.

Inilah tanda puasa yang benar yaitu hati disucikan oleh Firman ALLAH dan pikiran diurapi oleh Roh Kudus. Jika digabung, doa puasa adalah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada Firman dalam urapan Roh Kudus (pedang Firman) untuk menyucikan hati dan pikiran kita. Harus ada Firman dan Roh Kudus. Dalam doa puasa ini kita mengalami penderitaan daging, penyucian, dan ada kegunaannya.

Sekarang, kegunaan berpuasa yaitu:

  1. Matius 4 : 1, 2,
    1. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
    2. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

    Kegunaan pertama: untuk menghadapi pencobaan-pencobaan di padang gurun dunia.

    Ada tiga macam pencobaan yaitu:


    • Matius 4 : 3, 4,
      3. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
      4. Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

      Pencobaan pertama: pencobaan di dalam bidang ekonomi yang sulit bahkan yang mustahil, dan dalam bidang lainnya (kesehatan dan sebagainya). Semoga kita dapat mengerti.

      Tetapi TUHAN berkata => "Manusia hidup bukan dari roti saja (dari dunia), tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Lewat doa puasa kita bergumul agar supaya kita dapat hidup dari Firman ALLAH (tidak tergantung pada dunia) yang mampu menciptakan:


      1. Yang tidak ada menjadi ada untuk memelihara kehidupan kita. Sekalipun ada pekerjaan, gaji dan lain-lain, tetapi kita tidak bergantung pada itu semua, tetapi kita bergantung pada Firman.


      2. Yang mustahil menjadi tidak mustahil untuk menolong kita.


    • Matius 4 : 5, 6,
      5. Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
      6. lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

      Pencobaan kedua: pencobaan di dalam ibadah pelayanan (soal Bait ALLAH) dimana kita menghadapi banyak tantangan, rintangan, sandungan, bahkan satu waktu akan menghadapi aniaya (Dalam 2 Timotius 'siapa yang beribadah kepada TUHAN akan menderita aniaya'). Setan berusaha supaya kita tersandung dalam ibadah pelayanan. Inilah yang akan dilancarkan oleh setan! Sekarang kita dihalangi, dirintangi, disandung, sampai satu waktu dianiaya, supaya kita tidak beribadah melayani TUHAN. Inilah kenyataan yang akan terjadi.

      Lewat doa puasa kita bergumul supaya bisa menghindari tantangan, rintangan, sandungan sehingga kita tetap dapat setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Inilah kita menang. Semoga kita dapat mengerti.


    • Matius 4 : 8-10,
      8. Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
      9. dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
      10. Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

      Pencobaan ketiga: pencobaan mengenai doa penyembahan. Jadi kegunaan puasa nomor satu adalah untuk menghadapi pencobaan-pencobaan di padang gurun dunia.

      Pencobaan dibidang ekonomi, dan bidang jasmani lainnya (kesehatan dll) yang sulit-mustahil. Kalau mau makan ini seperti harus mengubah batu jadi roti. Ekonomi nanti sulit. Bayangkan, profesor ahli kimia mana yang dapat mengubah batu jadi roti? Mau bergantung ilmu, susah! Lewat doa puasa kita bergumul supaya kita dapat hidup dari Firman yang keluar dari Mulut ALLAH Yang mampu menciptakan yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

      Pencobaan kedua mengenai Bait ALLAH (ibadah pelayanan). Ini nanti akan dihalangi, dirintangi, ada sandungan, ada aniaya dari setan, supaya kita tidak dapat beribadah melayani TUHAN. Lewat doa puasa kita bergumul supaya kita dapat menghindari segala halangan, tantangan, rintangan, sandungan, sehingga kita dapat tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

      Yang ketiga, pencobaan dalam doa penyembahan.


    Iblis memperlihatkan kekayaan dunia (seluruh dunia ini/seluruh kerajaan dunia) kepada TUHAN. Sekarang ini iblis memperlihatkan dunia dengan segala pengaruhnya, yaitu kesibukan, kesukaan, kesusahan, kejahatan, kenajisan. Dunia ini sibuk, manusia mulai lahir bahkan sampai matipun sibuk (membuat sibuk terus). Dunia dengan segala pengaruhnya berusaha untuk mengikat anak-anak TUHAN, hamba TUHAN (dulu berusaha untuk mengikat YESUS), sehingga mengasihi dunia. Kalau mengasihi dunia, berarti tidak mengasihi TUHAN = tidak taat dengar-dengaran. Seringkali ditengah kesukaan dunia, kita tidak taat lagi. Ditengah kesusahan dunia (kuliah susah), malah kita menyontek, inilah tidak taat lagi = mengasihi dunia.

    Jika kita tidak taat dengar-dengaran kepada TUHAN (mengasihi dunia), sama dengan menyembah setan, sehingga kita menjadi serupa dengan dunia (serupa dengan setan yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya). Inilah pencobaan tentang doa penyembahan; mau menyembah TUHAN atau menyembah setan. Kalau karena suka cita dunia, kita tidak taat, itu sudah menyembah setan. Saat dalam kesusahan (tidak dapat makan-minum), lalu mencuri = menyembah setan.

    Lewat doa puasa saat ini, kita bergumul supaya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS (taat dengar-dengaran), kita menjadi serupa/sama mulia dengan TUHAN, sehingga kita layak menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali (terangkat bersama Dia di awan-awan yang permai). Lalu kita masuk kerajaan seribu tahun damai, masuk kerajaan surga yang kekal. Kalau diikat dunia, menjadi serupa dengan setan (menyembah setan), akan ketinggalan saat TUHAN datang dan binasa untuk selamanya.

    Kerajaan seribu tahun damai (Firdaus), dan kerajaan surga inilah yang hendak ditukar dengan kerajaan dunia. Jangan mau ditukar! Lepas semuanya dan biarlah kita mengalami keubahan hidup. Jangan seperti dunia (seperti setan), baik cara berpakaian dll. Hati-hati! Bukannya tidak boleh mode, tetapi mode yang mengarah kepada ketidak taatan (tidak taat pada Firman), jangan! Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah tiga macam pencobaan yang dialami oleh YESUS dan akan dialami oleh kita juga. Inilah perlunya kita berpuasa (kegunaan doa puasa), yaitu untuk menghadapi tiga macam pencobaan di padang gurun dunia. Pencobaan di bidang ekonomi, bidang jasmani yang sulit dan mustahil, mari kita berusaha untuk hidup dari Firman. Kita bergumul saat ini. Jangan bergantung pada dunia, tetapi kepada Firman.

    Kemudian, pencobaan tentang ibadah pelayanan. Mari bergumul supaya kita dapat tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Menghadapi pencobaan dalam doa penyembahan, jangan menjadi serupa dengan dunia, jangan diikat dunia, jangan tidak taat (mengasihi dunia). Kita tetap mengasihi TUHAN (menyembah TUHAN), sehingga diubahkan sampai kita menjadi serupa dengan YESUS/sama mulia dengan YESUS dan akan terangkat di awan-awan permai bersama dengan Dia. Kita masuk kerajaan seribu tahun dan kerajaan surga (bukan kerajaan dunia).

    Apapun pergumulan kita, kesulitan apapun yang dihadapi bahkan sampai yang mustahil, baik dalam bidang jasmani dll. Harus ditambah dengan puasa. Harus ambil waktu untuk berpuasa, tidak bisa tidak! Untuk menghadapi tiga macam pencobaan yang dilancarkan setan (untuk menjatuhkan, menghancurkan kita), hanya ini saja rumusnya, mari ditangkal dengan doa puasa. YESUS Sendiri sudah memberikan Teladan, Dia berpuasa.


  2. Matius 17:14, 15, 21
    14. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
    15. katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
    21. Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa."

    Kegunaan kedua: untuk menghadapi kehancuran nikah dan buah nikah yang disebabkan oleh penyakit ayan rohani ('gila babi' dalam terj.lama). Ini mengerikan! Dalam Markus 9 ini juga dituliskan. Penyakit ayan rohani disebabkan oleh roh jahat dan roh najis (roh setan).

    Markus 9 : 25, Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Roh jahat mengakibatkan tuli dan bisu rohani. Bagaimana orang dapat sakit ayan rohani (gila babi)? Roh jahat bekerja terlebih dahulu, menyerang dua indera (telinga dan mulut). Telinga dan mulut ini memang ada hubungannya (salurannya). Roh jahat menyerang telinga dan mulut sehingga menjadi tuli dan bisu rohani.

    Tuli artinya tidak dapat mendengarkan Firman pengajaran yang benar dan tidak dapat taat dengar-dengaran. Yang didengar hanyalah gosip. Inilah permulaannya penyakit ayan yaitu:


    • Ada yang dapat mendengarkan Firman tetapi tidak dapat dengar-dengaran.
    • Ada juga yang dua-duanya yaitu tidak dapat mendengar Firman dan tidak dapat dengar-dengaran.


    Disinilah permulaan kehancuran nikah, sebab itu kita harus berhati-hati. Jangan terlalu banyak mendengarkan yang lainnya. Saya berkata pada kaum muda => berhati-hatilah dengan facebook. Kalau terlalu banyak mendengarkan yang lainnya, nanti tidak ada kesempatan mendengarkan Firman. Bahaya, gila babi mau menyerang. Saya katakan kepada kaum muda => saya setuju dengan kecanggihan elektronik, bahkan kita memakai juga untuk siaran lansung dengan menggunakan internet. Kemarin saya mendapatkan email dari Bali dan dari mana-mana (saya tidak mengenal mereka) bahwa mereka juga mendengarkan Firman.

    Itu sebabnya kita harus menggunakan kecanggihan, nomor satu untuk Firman, jangan untuk status-status yang tidak benar. Gunakan untuk menulis status yang bagus => 'saya terkena Firman, Firman mengubahkan saya' jangan menulis status => Saya galau. Itu sebabnya hati-hati, terlebih lagi untuk soal nikah (soal nikah jangan diobral). Seperti yang pernah dikatakan oleh bpk pdt In Juwono pernah berkata 'satu waktu nikah ini akan diobral' itu sebabnya gunakan kecanggihan untuk menyebarkan Firman. Jangan banyak mendengarkan yang lainnya, sebab hal itu dapat menyebabkan tuli. Bahaya! kalau kaum muda sudah tuli terhadap Firman => Ah malas dengarkan Firman, sebentar lagi akan gila babi. Maaf, babi saja sudah seperti itu. Gila saja, sudah seperti itu. Kalau digabungkan 'gila babi' sudah benar-benar gawat.

    Kalau sudah tuli terhadap Firman pengajaran yang benar, maka akan menjadi bisu. *Bisu artinya mulutnya berdusta, tidak dapat berkata yang benar dan baik (bergosip, memfitnah). Inilah yang terlebih dahulu dihantam oleh roh jahat. Kalau telinganya tuli = tidak dapat mendengarkan Firman dan mulutnya bisu = mulutnya tidak baik, akibatnya membabi buta, sehingga terjadi pertengkaran dalam nikah., kebencian dalam nikah, sampai kekerasan dalam nikah.

    Inilah sudah membabi buta. Anak melawan orang tua (orang tua dibentak-bentak), ini sudah membabi buta. Kalau gila babi, maka hidupnya akan membabi buta (tidak ada remnya). Dua inilah remnya; kalau Firman masuk di telinga, mulut di rem, maka semuanya di rem. Jika Firman tidak masuk ke telinga, mulut tidak dapat di rem, maka semuanya juga tidak dapat di rem (membabi buta). Kalau membabi buta akan menabrak sana, dan menabrak sini.

    Kalau sudah membabi buta, akan terjadi:


    • pertengkaran,
    • kebencian,
    • kekerasan dalam nikah rumah tangga, kemudian roh najis akan masuk. Roh najis = dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Dosa makan minum yaitu mabuk, merokok, narkoba. Dosa kawin mengawinkan yaitu dosa seks dengan berbagai ragamnya, perselingkuhan, kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan, sampai nikah dan buah nikah hancur.


    Inilah penyakit ayan rohani yang disebabkan oleh roh jahat dan roh najis. Matius 17:21 'Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa' Doa puasa itu penting! Orang tua yang memiliki anak kaum muda, remaja, ambilah doa puasa untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anak-anak kita. Berdoa supaya mereka tidak membabi buta. Lewat doa puasa kita bergumul, supaya kita dapat memiliki telinga yang baik (mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar) dan mulut yang baik (dapat berkata benar dan baik, bersaksi, menyembah TUHAN), sehingga semuanya menjadi baik (Markus 7:37 'jika telinga dan mulut baik, maka semuanya menjadi baik') nikah menjadi satu/suami istri, anak semuanya menjadi satu untuk masuk dalam kesatuan yang lebih besar, perjamuan kawin Anak Domba saat YESUS datang kembali. Semoga kita dapat mengerti.

    Tergantung dari telinga dan mulut. Kalau telinga dan mulut rusak (tuli dan bisu), maka akan membabi buta. Maafkan, kalau ada dua orang tuli dan bisu lalu sama-sama berbicara, apa tidak berantem? Sama-sama tidak mengerti sehingga dapat terjadi pertengkaran. TUHAN tolong kita semuanya. Lewat doa puasa, mari kita perangi roh tuli dan bisu, supaya telinga dapat mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar dan mulut dapat berkata benar yang baik (dapat bersaksi, menyembah TUHAN). Semuanya akan menjadi baik, nikah menjadi satu, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba.


  3. Kisah rasul 13: 2-5,
    2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    3. Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
    4. Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
    5. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

    Kegunaan ketiga: untuk melaksanakan tugas khusus dari TUHAN, yaitu untuk memberitakan Firman ALLAH kepada orang-orang yang sudah selamat ('di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi', sekarang gambaran orang Kristen). Disini titik beratnya. Ini berarti memberitakan Kabar Mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat, supaya mereka dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (ibadah kunjungan-kunjungan yang dipercayakan TUHAN kepada kita).

    Kita dipakai dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus sesuai dengan gerakan dari TUHAN (gerakan Firman). Ada yang digerakkan untuk ikut serta dalam ibadah kunjungan. Ibadah kunjungan ke Jakarta nanti cukup banyak yang ikut (kurang lebih tujuh puluh orang). Ada juga yang tinggal (tidak ikut serta), tetapi digerakkan untuk berdoa, berkorban, lewat apa saja, silahkan. Ini sama (sama-sama dipakai TUHAN). Kita tetap dalam satu tim (yang berangkat dan yang tinggal tetap satu tim atau satu tubuh). Yang harus diperhatikan adalah jangan menolak gerakan dari TUHAN, sekalipun ada halangan. Sebab setiap kali menolak gerakan TUHAN (tidak mau terus), satu waktu tidak dapat dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Ini bearti masuk dalam Babel (kebinasaan). Ini serius! Mari kita bersungguh-sungguh. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita tetap bekerja sama dalam satu tim (tetap bekerja sama dalam satu Tubuh). Ada yang memberitakan Firman. Tadi, ada Yohanes Markus menjadi pembantu (angkat koper dan sebagainya), dan memang kita akan menghadapi halangan. Semoga kita dapat mengerti.

Kisah Para Rasul 13: 6, 7,
6. Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu
dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu.
7. Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.

Ay 7 => tetapi nanti dihalang-halangi oleh Baryesus.

Jadi ada dua halangan atau rintangan:

  1. Baryesus menghalangi gubernur untuk menerima Firman pengajaran yang benar. Ini gambaran dari nabi palsu dan antikris. Nabi palsu dengan ajaran palsu (gosip-gosip yang tidak benar) banyak kali menghalangi untuk masuk pembangunan Tubuh Kristus yang benar. Justru kegerakan yang benar => tidak mau menerima, tetapi kegerakan yang salah, didukung. Ini salah besar! Semoga kita dapat mengerti.

    Kemudian, antikris dengan ikatan uang. Contohnya seperti Yudas. Begitu ada perempuan yang meminyaki /mengurapi Tubuh YESUS dengan minyak yang mahal (tiga ratus dinar = gaji satu tahun diberikan semuanya untuk pembangunan Tubuh). Yudas langsung berkata => ini pemborosan. Hati-hati dengan ikatan akan uang, sebab ikatan uang membuat kita terlalu perhitungan dengan TUHAN (Yudas terlalu perhitungan terhadap TUHAN). Kalau terlalu perhitungan terhadap TUHAN, kita tidak akan dihitung (akhirnya Yudas tidak dihitung). Perempuan yang meminyaki YESUS yang tadinya tidak dihitung (orang berdosa), akhirnya masuk (dihitung) dalam pembangunan Tubuh Kristus. Jangan terlalu perhitungan terhadap TUHAN, baik waktu, tenaga, keuangan. Hati-hati, bisa-bisa kita tidak dihitung (keluar) dari Tubuh Kristus = tidak mendapat tempat di dalam Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Gubernur (orang sibuk), ini menujuk kesibukan dunia. Pejabat-pejabat ini sibuk sekali. Saya bertanya kepada seorang pejabat (wakil bapak Habibie, beliau usianya sudah tua sekarang, hampir delapan puluh tahunan) di PT PAL => 'jadi bapak bagaimana setiap hari?' beliau menjawab => saya jarang di rumah, tidurnya juga kurang. Kesibukan dunia seringkali menghalangi kita. Tetapi TUHAN berkuasa memanggil orang yang sibuk, untuk dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus. Inilah kewibawaan TUHAN, bukan orang menganggur yang dipanggil, justru orang yang sibuk.

    Matius 4: 18-20,
    18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
    19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
    20. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

    Mereka lagi sibuk saat dipangil YESUS. Inilah kewibawaan TUHAN sebagai Imam Besar. Jadi hanya wibawa YESUS sebagai Imam Besar yang sanggup memanggil / memakai kehidupan kita ditengah kesibukan dunia. Mungkin kita sibuk kuliah dan sebagainya, tetapi masih dapat masuk gereja. Inilah wibawa YESUS, kalau tidak ada wibawa YESUS, sekalipun disuruh orang (orang tua) tidak akan mau (sebab besok ada ulangan, ini dan itu). Inilah wibawa YESUS = kekuatan YESUS Imam Besar lewat pedang Firman, lewat doaNya, sehingga Dia dapat memutuskan hubungan kita dari dunia ini.

Jangan ragu-ragu! Kalau saudara merindu, tetapi banyak halangan, mari saat ini bergumul, supaya wibawa YESUS lewat pedang Firman, lewat doa syafaat-Nya dapat melepaskan kita dari kesibukan, sehingga kita dapat dipakai oleh TUHAN. Bukan berarti kita berhenti bekerja, sekolah, tidak! Kita tetap bekerja dan sebagainya, tetapi nanti TUHAN yang mengatur semuanya. TUHAN yang menolong semuanya.

Dalam Matius 4 kegiatan pelayanan pembangunan Tubuh Kristus digambarkan sebagai menebar jala dan membereskan jala (ayat 21). Dalam bentuk apa saja, berkhotbah, menyanyi, bermain musik, berkorban, ini seperti menebar jala dan membereskan jala.

Menebarkan jala artinya:

  • Memanggil orang berdosa untuk diselamatkan lewat Kabar Baik (Firman penginjilan). Banyak disekitar kita, di rumah tangga kita yang masih belum percaya YESUS, mari kita menebarkan jala.


  • Tetapi ada juga yang sudah selamat, harus dibawa juga. Ini berarti memilih orang yang sudah selamat lewat Kabar Mempelai untuk masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.

Ke mana-mana kita menebarkan jala. Lewat nyanyian, bermain musik, berkhotbah, bersaksi => inilah pembangunan Tubuh Kristus. Jangan lupa, tidak hanya menebar jala, tetapi juga membereskan jala. Sementara kita menebarkan jala, ada juga yang membereskan jala.

Membereskan jala artinya TUHAN akan membereskan semuanya yang belum beres dalam kehidupan kita. Jangan hitung-hitung => 'Saya begini, saya masih banyak ini dan itu, nanti saja kalau sudah selesai, baru saya akan melayani' Tidak akan pernah selesai jika seperti ini. Anak saya Markus seringkali tertawa kalau saya bersaksi tentang hal ini (waktu dia kecil saya bersaksi, dia ingat sampai sekarang). Ada orang mengandung, saya besuk ke rumahnya (tempatnya jauh, beberapa kilometer dari gereja kami di Gending) => 'mari bu, masuk ibadah lagi ya' Jawabannya => 'aduh saya masih hamil muda, oom' Saya datangi lagi (karena sudah lama tidak datang) => 'aduh, hamil tua, oom' Saya datangi lagi => 'aduh, anak saya masih bayi, oom'. Saya datangi lagi => 'sudah lari-lari oom, susah ke gereja' Selamanya tidak ke gereja. Jangan sampai seperti ini.

Biarlah kita giat menebar dan TUHAN yang membereskan jala. Jangan ragu-ragu, TUHAN tidak menipu kita, TUHAN sedang membereskan jala = TUHAN sedang membereskan semuanya yang belum beres dalam hidup kita. Saat ini apa yang belum beres, serahkan kepada Dia. Yang penting kita menebarkan jala, biarkan Dia yang membereskan jala. Ingat! waktu Saul mencari keledainya yang hilang, Samuel mengatakan => 'Ayo ke saya dahulu, kita membakar korban untuk TUHAN (mempersembahkan korban untuk TUHAN), kita makan bersama' Soal keledai tidak perlu bingung, sebab sudah ditemukan. Dahulukan menebar jala, sebab membereskan jala itu urusan TUHAN, sampai kita menjadi sempurna.

Mari kita bergumul dalam doa puasa. Jika puasa kita benar, TUHAN memperhatikan kita.
Matius 6 : 18, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Ay 17 => 'kalau berpuasa minyakilah kepalamu, cucilah mukamu'

Jika puasa kita benar, maka TUHAN sedang melihat kita dari surga. TUHAN melihat bagaimana kita bergumul sampai berpuasa. Saya selalu saksikan kepada kaum muda dan anak saya Markus => 'TUHAN catat, tidak perlu ragu' Dulu saya tinggal di gereja selama empat tahun, sambil bersekolah, susah, pulang sekolah tidak bermain, di gereja mengepel. Tetapi TUHAN catat (sengsara selama empat tahun). Nanti TUHAN akan memberikan kelegaan selama-lamanya. Daripada sekarang aku bermain, sekarang masa muda (tidak mau sengsara untuk TUHAN), tetapi nanti sengsara untuk selama-lamanya.

Kalau puasa kita benar, maka mata TUHAN tertuju kepada kita, TUHAN melihat kita = TUHAN memperhatikan, TUHAN mempedulikan, TUHAN bergumul untuk kita semuanya, sampai Dia berteriak => 'sudah selesai di kayu salib (sudah beres)' Juga sudah selesai di Yerusalem baru = sudah sempurna dan kita layak untuk masuk kerajaan surga yang kekal. Saya bergumul, saudara juga bergumul lewat doa puasa, kita tidak sendirian, sebab TUHAN juga bergumul untuk kita.

Tiga masalah di padang gurun yaitu:

  • masalah ekonomi,
  • masalah nikah (kerusakan nikah, kehancuran nikah dan buah nikah),
  • masalah pelayanan (tugas khusus kita dari TUHAN), TUHAN juga bergumul untuk memakai kita semuanya, sampai semuanya beres. Mari bereskan semuanya, dosa-dosa, masalah, dan lain sebagainya, sampai kita menjadi sempurna dihadapan TUHAN.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Oktober 2017 - 01 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 28-29 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top