English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 16 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 April 2007)
Tayang: 12 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Juli 2014)
Tayang: 22 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 12 Oktober 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Oktober 2017

Kita tetap membaca di dalam kitab Wahyu 2: 8-11, tetang jemaat di Smirna. Sekarang ini kita membaca ayat yang ke-10

Wahyu 2: 10, Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Ini masih tentang keadaan sidang jemaat di Smirna (sudah kita pelajari pada ay 9), yaitu:

  • dalam kesusahan,
  • kemiskinan, fitnahan namun kaya secara rohani. Ditambah pada ay 10, keadaan jemaat Smirna yaitu
  • dilemparkan dalam penjara (dalam suasana penjara),
  • dicobai dan
  • memperoleh kesusahan selama sepuluh hari. Kesusahan selama sepuluh hari inilah yang akan kita pelajari.

Kita belajar pengertian dari kesusahan selama sepuluh hari, yaitu:

  1. Daniel 1: 8, 11-17,
    8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
    11. Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:
    12. "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;
    13. sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu."
    14. Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.
    15. Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.
    16. Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.
    17. Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

    Ay 12 => tidak mau anggur, tidak mau makanan dari raja. Selama sepuluh hari = penderitaan.
    Ay 15 => banyak pemuda yang makan santapan raja, tetapi Daniel dan kawan-kawan perawakannya lebih baik (kelihatan lebih gemuk dan lain-lain).

    Ay 17 => 'Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat' => mereka mendapatkan hikmat dari TUHAN.

    Pengertian pertama: Daniel tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan anggur minuman raja selama sepuluh hari (diganti dengan sayur dan air putih) = penderitaan secara daging untuk hidup dalam kesucian, sehingga:


    • Tidak jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan (tidak jatuh dalam dosa Babel). Santapan raja sebenarnya enak bagi daging, tetapi diganti dengan sayur dan air putih. Inilah penderitaan. Kalau makan santapan dan anggur minuman raja, nanti dapat menari-nari, mabuk dan lain-lain (berbuat dosa).


    • Tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat (ajaran palsu). Hati-hati juga dengan makanan secara rohani. Istilah 'makanan raja', ada Raja surga ini pengajaran yang benar. Kalau makanan raja dunia, itu ajaran palsu yang dilancarkan oleh setan. Kita harus berhati-hati dengan makanan,baik itu makanan jasmani dan juga makanan rohani. Ini penting!


    Dalam beribadah yang dilihat apa makanannya? Kalau santapan raja dunia (setan), itulah ajaran palsu yang membinasakan. Mari kita mohon santapan Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, yang kita kenal dengan Firman pengajaran yang benar (Firman Mempelai atau Kabar Mempelai). Inilah yang kita mohon kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau sudah dapat menjaga kesucian (hidup dalam kesucian), tentu ada hasil yang dapat kita ambil. Ini saja, perhatikan kaum muda! Daniel ini mewakili kaum muda (kita semuanya). Kalau kita mau menderita daging (penderitaan sepuluh hari; dulu Smirna dipenjara sepuluh hari, Daniel sepuluh hari dicoba, tetapi ia tidak mau makan santapan raja agar ia tetap hidup dalam kesucian, maka ada hasil yang dapat kita terima.

    Hasilnya yaitu:


    • Perawakan Daniel dan kawan-kawan lebih baik (lebih gemuk dll) daripada anak muda yang lain, artinya:


      1. Mengalami pemeliharaan kesehatan tubuh, jiwa dan roh oleh TUHAN.
      2. Solah tingkah laku yang berkenan kepada TUHAN dan sesama (perawakan kelihatan lebih baik dari lainnya; perawakannya dipandang lebih baik).


      Inilah hasilnya, siapapun kita, baik orang muda, orang tua, kalau kita sungguh-sungguh mau mengalami penderitaan secara daging untuk tidak sembarangan makan makanan yang jasmani dan yang rohani (hidup dalam kesucian). Jangan sembarangan dengan mengatakan 'Ini sama saja' Jangan! Kita harus waspada.


    • Mendapatkan hikmat dari TUHAN (hikmat dari surga).
      Apa gunanya hikmat dari surga? Kalau sudah mendapatkan hikmat dari surga, maka pasti mendapatkan hikmat dunia (berhasil).

      Kegunaan hikmat dari surga, yaitu:


      1. Wahyu 13: 16-18,
        16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
        17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
        18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

        Ay18 => ini menghadapi antikrist (Wahyu 13 mulai ay 11), binatang yang keluar dari laut dengan cap 666, inilah cap dari antikrist (roh jual-beli).

        Kegunaan pertama: supaya kita tidak dicap antikris dengan cap 666, artinya tidak masuk aniaya antikrist, tetapi disingkirkan ke padang belantara jauh dari mata antikrist selama tiga setengah tahun dengan kekuatan dua sayap burung nasar yang besar. Kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN selama tiga setengah tahun lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci. Inilah kegunaan hikmat dari surga, bukan hikmat dunia. Hikmat dunia (keuangan, kepandaian, kedudukan) nanti akan dikuasai oleh antikrist. Sekali lagi, kebaktian pendalaman alkitab itu penting, sebab merupakan latihan menyingkir ke padang belantara. Begitu antikrist berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, tetapi dengan hikmat TUHAN yaitu dengan kekuatan dua sayap burung nasar yang besar, kita akan disingkirkan ke padang belantara.


      2. Daniel 12: 3, Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

        Ay 3 => 'orang-orang bijaksana' => orang-orang berhikmat (hikmat surga).

        Kegunaan kedua: kita diangkat menjadi bintang-bintang yang bercahaya, artinya


        1. kehidupan yang dipakai TUHAN untuk memuliakan Nama TUHAN,
        2. menjadi saksi TUHAN (membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan dan disempurnakan oleh TUHAN),
        3. sampai kita dipermuliakan oleh TUHAN selama-lamanya. Dengan hikmat surga, kita tidak akan gugur, kita tetap dapat beribadah melayani TUHAN sampai TUHAN datang kembali ke dua kali dalam kemuliaan di awan-awan permai. Kita akan dipermuliakan bersama Dia.


      3. Hikmat TUHAN juga untuk masalah di dunia.
        Pengkotbah 10: 10, Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

        Ay 10 => 'Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah' => pisau yang tajam menjadi tumpul dan tidak diasah, ini berarti krisis. Kalau tajam, seharusnya mudah untuk memotong. Sekarang, karena sudah tumpul, harus memperbesar tenaga. Inilah krisis.

        'yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat' => ini yang digaris bawahi.

        Kegunaan ketiga: hikmat dari surga menentukan keberhasilan hidup kita (masa depan kita) di dunia yang dalam keadaan krisis (kesulitan, kemustahilan), sampai menentukan keberhasilan untuk hidup kekal selama-lamanya. Mungkin kita memiliki ijasah, kekayaan (deposito), silahkan, tetapi nanti yang menentukan dalam menghadapi krisis sampai zaman antkrist bukanlah itu semuanya. Nanti pada jaman antikrist semuanya itu sudah tidak laku. Yang menentukan keberhasilan adalah hikmat dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah pengertian dari memperoleh kesusahan selama sepuluh hari. Dulu sudah dialami oleh Daniel dan kawan-kawan; sepuluh hari dalam kesusahan, penderitaan untuk tidak menajiskan diri dengan makanan-santapan dari raja dan anggur dari dunia (menjaga kesucian) sebab ada hasilnya. Siapapun juga, kaum muda, kalau kita bertekad mau menderita secara daging untuk menjaga kesucian (tidak masuk dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan atau dosa Babel, tidak disesatkan oleh ajaran palsu), maka hasilnya, yaitu:


    • perawakan lebih baik dari yang lain (TUHAN memelihara kesehatan tubuh, jiwa, roh kita). Kalau tubuh sehat, roh sehat, jiwa sehat = hidupnya tenang. Kemudian,
    • solah tingkah laku berkenan kepada TUHAN dan sesama. Kemudian,
    • kita mendapatkan hikmat untuk menghadapi antikris,
    • dan juga untuk menjadi bintang yang bercahaya (dalam menghadapi dunia yang gelap, kita harus bercahaya), dan mendapatkan
    • keberhasilan (menghadapi krisis di dunia sampai hidup kekal selama-lamanya).


    Ajaran palsu seperti racun. Kalau makan racun, maka kita akan mati. Hati-hati dalam ibadah! Nomor satu dalam ibadah itu bukan dilihat dari gerejanya, banyaknya jemaat, tetapi makanannya apa? Kalau makan racun, lama kelamaan akan mati. itu sebabnya kita mohon kepada TUHAN, supaya kita dapat menjaga kesucian.


  2. Kejadian 24: 54-59,
    54. Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, berkatalah hamba itu: "Lepaslah aku pulang kepada tuanku."
    55. Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi."
    56. Tetapi jawabnya kepada mereka: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku."
    57. Kata mereka: "Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri."
    58. Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau."
    59. Maka Ribka, saudara mereka itu, dan inang pengasuhnya beserta hamba Abraham dan orang-orangnya dibiarkan mereka pergi.

    Ay 55 => 'Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi' => untuk kangen-kangenan dengan keluarga. Ini Eliezer diutus oleh Abraham untuk mencari isteri bagi Ishak. Lalu bertemu dengan Ribka. Kemudian Ribka mau dibawa, tetapi semua kakak-kakak dan ibunya menjawab => beri waktulah sepuluh hari lagi (mungkin ini untuk kangen - kangenan terlebih dahulu).

    Ay 56 => Jawab Eliezer memaksa => perjalanan saya sudah berhasil, jangan di tunda-tunda lagi, ayo sekarang saja.
    Ay 57 ?Jawab mereka => ya sudah! tanya sendiri kepada Ribka.
    Ay 58 => Ribka mau berangkat sekarang. Tidak perlu menunggu selama sepuluh hari lagi, langsung diambil. Ini menderita, karena langsung diambil.

    Kejadian 24: 62-67,
    62. Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.
    63. Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.
    64. Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.
    65. Katanya kepada hamba itu: "Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?" Jawab hamba itu: "Dialah tuanku itu." Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.
    66. Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak segala yang dilakukannya.
    67. Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

    Ay 62-65 => Mereka (Ishak dan Ribka) bertemu di sumur Lahai-Roi.
    Jadi Ribka diambil begitu saja bukan untuk jalan-jalan atau nanti akan kembali tiga bulan lagi, tetapi Ribka diambil untuk menjadi isteri orang selamanya dan belum tentu kembali lagi. Sebab itu ibu Ribka mengajukan => sepuluh hari lagi, untuk persiapan dan sebagainya (seharusnya selama sepuluh hari itu ada persiapan, bertemu keluarga, berpamitan dengan keluarga dan lain-lain). Tetapi Ribka mau untuk diambil sekarang. Inilah penderitaan selama sepuluh hari.

    Pengertian kedua: Ribka tidak mau tinggal selama sepuluh hari lagi bersama keluarganya, tetapi dia memilih untuk ikut Eliezer sehingga bertemu dengan Ishak di sumur Lahai-Roi, sekaligus menjadi isteri Ishak. Inilah penderitaan, artinya mengalami penderitaan daging untuk masuk penggembalaan sampai menjadi Mempelai Wanita TUHAN (menjadi isteri). Sumur itu tempat minum untuk domba-domba, ini menunjuk sumur penggembalaan. Tadi pertama, penderitaan untuk Daniel, bagi kita artinya penderitaan untuk hidup suci, dan kita akan menerima hikmat dari TUHAN. Sekarang kita belajar dari Ribka, yang mengalami penderitaan daging agar dapat masuk penggembalaan sampai menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Jadi penderitaan sepuluh hari tidak 'ngawur', tetapi ada sasarannya. Mengapa sidang jemaat Smirna diijinkan TUHAN untuk dipenjara selama sepuluh hari? Penderitaan sepuluh hari ini ada sasarannya, bukan konyol.

    Daniel, sasarannya adalah agar dapat hidup suci dan mendapatkan hikmat dari TUHAN (perawakannya baik, solah tingkah laku baik, ada kesehatan tubuh, jiwa, roh).
    Ribka, sasarannya adalah agar dapat digembalakan sampai menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

    Jadi, pengertian sumur secara rohani adalah:


    • Tempat minum bagi domba-domba = penggembalaan,
    • Sumber air kehidupan = Firman ALLAH,
    • Tempat pertemuan antara Mempelai Pria dengan Mempelai Wanita.


    Ini merupakan pelajaran bagi kita; bertemunya Ishak dan Ribka di sumur penggembalaan, Musa dan Sipora juga bertemu di sumur penggembalaan, YESUS dengan perempuan Samaria juga bertemu di tepi sumur. Pelajaran bagi kita, kalau menjadi mempelai yang jasmani (menikah) bertemunya jangan lewat internet, facebook, bus, jangan! Kita berdoa supaya bertemu di sumur penggembalaan (ada jaminan dari TUHAN). Jika digabungkan, sumur adalah tempat penggembalaan yang dibina oleh Firman Mempelai (Kabar Mempelai, Firman pengajaran yang benar, Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua) = kandang penggembalaan = ruangan suci = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yang dibina oleh Kabar Mempelai. Kita harus masuk ke situ, harus rela mengalami penderitaan daging supaya dapat berada di dalam penggembalaan.

    Memang untuk masuk dalam kandang penggembalaan, seperti Ribka yang harus meninggalkan keluarganya. Ribka diberi waktu sepuluh hari, tetapi ia tidak mau menunda-nunda, harus segera (langsung). Ini penderitaan, sebab belum tentu Ribka akan bertemu lagi dengan keluarganya. Kalau kita mau tergembala dengan baik di kandang penggembalaan (yang dibina oleh Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua), seringkali harus berpisah dengan keluarga dan sebagainya, tetapi kita berdoa supaya kita dapat menjadi satu kembali.

    Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum),
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci,
    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


    Ini perlu pengorbanan-pengorbanan (penderitaan daging). Kita harus rela menderita secara daging agar dapat berada di dalam kandang penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai. Memang berat secara daging, tetapi hidup kita menjadi ringan. Kalau sudah masuk kandang, maka hidup itu menjadi ringan.

    Saya seringkali mengatakan => 'kalau domba dipaksa untuk masuk kandang, pertama kali domba dibawa ke kandang, mungkin dia membayangkan (biasanya bebas, sekarang masuk kandang di kunci, bagaimana aku mendapatkan makan?) Tetapi begitu masuk, tahu-tahu gembalanya datang memberikan rumput, tahu-tahu diberikan air' Banyak pandangan kita begitu => Kalau masuk kandang tidak dapat berbuat ini dan itu (ada berbagai macam pikiran yang tidak benar). Lihat tiang-tiangnya kandang apalagi dari besi, mana bisa tumbuh rumput? Begitu gembalanya datang, ada makanan. Lapar-lapar, datang lagi makanan. Akhirnya hidup kita menjadi enak dan ringan. Tadinya harus mencari makan sendiri, lari sana sini, setelah tergembala saat lapar ada Gembala Agung yang memberi makan. Saat haus ada yang memberi minum. Masuk kandang penggembalaan memang berat bagi daging, tetapi kehidupan kita menjadi ringan. Inilah penderitaan selama sepuluh hari agar kita dapat tergembala dengan benar dan baik. Semoga kita dapat mengerti.

    Kegunaan kandang penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai:


    • Keluaran 2: 15, Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

      Ay 15 => 'Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu' => Musa membunuh orang Mesir.
      'dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa' => Musa dikejar. Dicari cara untuk membunuh Musa.
      'tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur' => sumur ini tempat bertemunya Musa dengan Sipora. Sumur menunjuk sumur penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai (tempat bertemunya mempelai).

      Firaun gambaran dari setan yang akan terus mengejar. Firaun mengejar hamba TUHAN, anak TUHAN lewat pencobaan. Mungkin ada yang mengatakan => 'Saya dulu tidak melayani, kehidupan saya tidak seperti ini. Sekarang malah dikejar' Memang seperti itu, supaya anak TUHAN letih lesu, beban berat sampai binasa.

      Musa terus berlari samapi ia merasa lelah, tetapi begitu mendapatkan sumur, Musa dapat duduk-duduk. Inilah kehebatan dari sumur.

      Kegunaan pertama: Musa lari dikejar Firaun, tetapi ia dapat duduk-duduk di tepi sumur artinya sumur penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai untuk menghadapi serangan setan, pencobaan-pencobaan yang membuat hamba TUHAN, pelayan TUHAN ketakutan, menderita, kering rohani, letih lesu, beban berat, bahkan binasa. Jadi, kegunaan dari masuk dalam kandang penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai yaitu dapat duduk ditepi sumur sehingga hamba TUHAN, pelayan TUHAN menjadi tenang, damai sejahtera, sebab semuanya sudah diselesaikan oleh Gembala Agung, semuanya menjadi enak dan ringan. Itulah kandang penggembalaan; merupakan tempat pelarian saat kita dikejar oleh Firaun, saat menghadapi pencobaan di bidang apapun juga.

      Mari dihari-hari ini jangan ragu-ragu untuk menderita secara daging (seperti Ribka tidak mau ditahan selama sepuluh hari), untuk mencapai sumur penggembalaan, bahkan nanti menjadi Mempelai TUHAN. Bpk pdt In Juwono selalu mengatakan => 'Jangan digandoli oleh keluarga, jangan digandoli oleh apapun, mari menderita daging untuk mencapai sumur penggembalaan, sehingga kita dapat duduk-duduk (mulai tertata rapi, mulai tenang, semuanya mulai diselesaikan satu persatu oleh Gembala Agung dan semuanya dijadikan enak dan ringan)' Inilah yang akan kita alami.

      Dulunya kita di dunia ini, kita terus berlari sebab menghadapi masalah, tetapi sekarang, kita tinggal duduk-duduk, biarlah Gembala Agung Yang menyelesaikan semuanya. Inilah sistem penggembalaan, oleh sebab itu setan selalu mau menghancurkan sistem penggembalaan. Mulai dari gembala-gembala dihancurkan. Setan tahu, kalau anak TUHAN, hamba TUHAN, pelayan TUHAN dengan persoalan apapun lari ke penggembalaan, maka setan tidak akan dapat menghancurkan lagi. Disitulah kelemahan setan. Gembala mau dihantam oleh setan, gembala mau dijadikan manager; gembala tidak memberi makan sidang jemaat, hanya memburu uang. Inilah kehancuran bagi penggembalaan. Mari kita sungguh-sungguh serius dihari-hari ini. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kejadian 24: 67, Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

      Kegunaan kedua: memberikan penghiburan dari surga; kekuatan ekstra dari surga dalam menghadapi kesusahan, duka cita apapun sampai ditinggal oleh kekasih-kekasih kita (orang-orang yang kita kasihi). Saya kira kesusahan yang paling berat di dunia ini kalau ditinggal oleh seseorang yang kita kasihi. Seumpama ada mobil yang harus sampai dijual, memang susah, rumah harus dijual, susah. Tetapi mana lebih susah kalau kita ditinggal oleh orang yang kita kasihi? Mungkin ditinggal oleh orang tua kita. Saya sudah pernah mengalami saat ayah saya dipanggil TUHAN, susah. Saya kira ini paling puncak dari kesusahan.

      Kandang penggembalaan memberikan penghiburan dalam menghadapi duka cita, kesusahan di dunia, sampai puncaknya duka cita yaitu ditinggal oleh orang yang kita kasihi. Masih ada penghiburan, kekuatan dari TUHAN, sehingga kita tidak putus asa, tidak kecewa, tetapi kita selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • Memberi kepuasan sejati bagi domba-domba (ada sumur air kehidupan) di padang gurun dunia, sehingga domba-domba tidak haus dan tidak mencari kepuasan-kepuasan di dunia, domba-domba tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa. Puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Padang gurun dunia membuat kita haus, sebab itu kita memerlukan minuman yang sejati. Kandang penggembalaan (sumur penggembalaan) memberikan kepuasan sejati bagi domba-domba. Kalau tidak puas dalam ibadah, akan merasa haus dan ini mengerikan!

      Dapat haus dalam segala bidang seperti:


      1. tidak puas dalam nikah,
      2. tidak puas dalam pekerjaan, sehingga mencari kepuasan di dunia ini, sampai jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Contohnya perempuan Samaria (bangsa kafir), dia tidak memiliki Firman (tidak ada air kehidupan dari surga), dia haus, maka dia mencari kepuasan di dunia, sampai lima kali kawin cerai, yang ke enam dan selanjutnya itu sudah seks bebas. Semoga kita dapat mengerti.


      Mari bawa kehidupan kita semuanya (bawa kaum muda) ke sumur penggembalaan. Memang menderita (penderitaan sepuluh hari). Tadi seharusnya Ribka masih dapat bercengkrama dengan keluarga, tetapi dia memilih penggembalaan (rela menderita agar dapat tergembala), sehingga dia mendapatkan kepuasan sejati dari air kehidupan (Firman penggembalaan). Dia tidak haus, tidak mencari kepuasan di dunia, tidak jatuh lagi dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Semoga kita dapat mengerti.


    • Air kehidupan (Firman Mempelai; Firman penggembalaan dalam Kabar Mempelai) memandikan kita semuanya = menyucikan, mengubahkan kita sampai kita tidak bercacat cela; sampai sempurna seperti YESUS untuk menjadi Mempelai Wanita Surga. Seperti Ribka bertemu di sumur dengan Ishak, akhirnya Ribka menjadi mempelai wanita dari Ishak. Kalau kita berada di sumur, kita dapat menjadi mempelai. Di padang gurun banyak kotoran-kotoran, begitu angin bertiup agak keras sedikit pasir-pasir sudah naik, dimana-mana terkena pasir (di rambut dan sebagainya), tetapi kalau ada air kehidupan dari surga (Firman penggembalaan), maka kita akan dimandikan sampai tidak bercacat cela (sampai sempurna seperti YESUS, menjadi Mempelai Wanita Surga). Semoga kita dapat mengerti.


    Jemaat Smirna diijinkan mengalami penderitaan daging; DI ay 9 mengalami kemiskinan, kesusahan, difinah, dan di ay 10 mengalami suasana penjara, ini untuk menjaga kesucian (seperti Daniel). Memang seperti di penjara, tidak bebas, tidak boleh minum ini dan sebagainya, tetapi dibalik itu ada perawakan lebih baik, ada hikmat keberhasilan dari surga. TUHAN tidak akan melupakan itu. Demikian juga Ribka, selama sepuluh hari yang seharusnya dia bisa tinggal bersama keluarganya tetapi Ribka tidak mau, Ribka cepat mau ke penggembalaan. Inilah penderitaan daging untuk masuk dalam kandang penggembalaan. Seperti kita dari bekerja harus masuk penggembalaan, dan seterusnya, inilah penderitaan daging.

    Dalam penggembalaan:


    • kita memiliki jaminan dari TUHAN; kita dapat duduk-duduk dengan tenang (sekali pun setan mengejar dengan pencobaan apapun, tetapi kita tetap tenang, sebab TUHAN yang menyelesaikan semuanya, membuat kehidupan itu menjadi enak dan ringan.


    • kemudian, memberikan penghiburan. Ada banyak duka cita di dunia, air mata, tetapi kita dihiburkan, dikuatkan, sehingga tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan TUHAN, kita tetap mengucap syukur kepada TUHAN.


    • kemudian, ada kepuasan yang sejati, sehingga kita tidak mencari kepuasan di dunia. Ada juga kebersihan => kita dimandikan terus menerus sampai kita menjadi sempurna, kita menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan permai. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Wahyu 2:10, Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

    Ay 10 => 'Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara' => suasana penjara (penjara bagi daging). Memang dalam penggembalaan kita tidak dapat kemana-mana, tidak dapat berbuat ini itu, inilah penjara bagi daging, supaya daging tidak liar. Daging dengan segala hawa nafsu keinginannya dibendung.

    Yang ketiga ini dialami oleh jemaat Smirna (perjanjian baru). Tadi ada dua (perjanjian lama); Daniel mengalami, kemudian Ribka juga mengalami. Sekarang yang ketiga, jemaat Smirna (kita semuanya) juga harus mengalami.

    Pengertian ketiga: Sidang jemaat Smirna dipenjara dan mengalami kesusahan selama sepuluh hari, artinya penderitaan daging bersama YESUS untuk mendapatkan kasih ALLAH. Angka sepuluh mengingat kepada dua loh batu (sepuluh hukum ALLAH = kasih ALLAH). Tadi Daniel menjaga kesucian, Ribka masuk dalam penggembalaan (penderitaan sepuluh hari) sampai menjadi mempelai. Kasih ALLAH inilah yang kita butuhkan dihari-hari ini. Kita harus mendapatkan kasih ALLAH, sebab tanpa kasih semuanya kosong, semuanya sia-sia, tak berguna dan semuanya fana (binasa).

    1 Korintus 13: 2, Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

    Tanpa kasih semuanya tidak berguna.
    1 Korintus 13: 3, Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

    Mempunyai karunia-karunia rohani, tetapi tanpa kasih, tidak berguna. Berkorban apapun, sampaipun berkorban tubuh untuk dibakar, tetapi tanpa kasih, tidak berguna.

    1 Korintus 13: 8, Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    Ay 8 => 'Kasih tidak berkesudahan' => kasih tak berkesudahan berarti kekal (kasih itu kekal). Kalau tidak ada kasih berarti tidak kekal, binasa selama-lamanya.

    Tanpa kasih


    • segala sesuatu tidak berguna.
    • segala sesuatu tidak kekal (binasa selamanya). Oleh sebab itu kita memerlukan kasih. TUHAN ijinkan sidang jemaat Smirna mengalami penderitaan daging (dipenjara selama sepuluh hari) untuk mendapatkan kasih, supaya dapat berguna dan hidup kekal. Harus! Demikian juga dengan kita sekalian, mari! mengalami penderitaan daging bersama YESUS agar dapat mendapatkan kasih ALLAH, sebab tanpa kasih ALLAH semuanya tidak berguna dan tidak kekal (binasa selamanya). Saat ini mari kita mohon kasih ALLAH.


    Kegunaan kasih ALLAH, yaitu:


    • Zefanya 3: 16-18,
      16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
      17. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

      Ay 18 => 'seperti pada hari pertemuan raya' => nanti ada pertemuan di awan-awan permai; perjamuan kawin Anak Domba.

      Ay 16 'Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu' = kasih ALLAH menguatkan tangan yang sudah lemah lesu, sehingga mendapatkan kekuatan ekstra agar supaya dapat diangkat dihadapan TUHAN.

      Kasih ALLAH memberikan kekuatan ekstra supaya tangan yang lemah lesu dapat diangkat kembali dihadapan TUHAN, artinya:


      1. Kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN apapun yang kita hadapi. Kalau sudah loyo minta kasih TUHAN sebab Kasih TUHAN itu yang mendorong kita, memberikan kekuatan kepada kita. Tangan yang sudah lemah sehingga malas bekerja, malas beribadah melayani, mari diangkat kembali. Jangan mundur! Sebab ada kasih ALLAH yang menguatkan.


      2. Kita tetap dapat menyembah kepada TUHAN (tangan diangkat); percaya dan berharap kepada TUHAN apapun yang kita hadapi dihari-hari ini. Seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego => 'Kalau TUHAN menolong, aku menyembah TUHAN, kalau TUHAN tidak menolong, aku tidak mau menyembah patung dan tetap menyembah TUHAN'


      Itu sebabnya kita jangan menjadi lemah lesu; jangan putus asa, jangan kecewa, mari angkat tangan. Sebab setan memang akan terus mengejar kita. Banyak yang berkata => 'Dulu tidak ibadah melayani tidak begini...Dulu tidak dalam Kabar Mempelai tidak begini, sekarang mengapa menjadi seperti ini?

      Inilah dikejar oleh setan, supaya kita menjadi loyo. Kasih TUHAN/ kasih Mempelai Pria Surga yang sudah dibuktikan lewat kematian YESUS di kayu salib, inilah yang menguatkan kita dihari-hari ini.


    • Ayat 17 'TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan' = kasih TUHAN memberikan kemenangan kepada kita semuanya, bahkan kita menjadi lebih dari pemenang (Roma 8), artinya kita bagaikan domba-domba sembelihan yang tidak berdaya, tidak bisa apa-apa tetapi bisa menang atas musuh yang lebih kuat (setan):


      1. Kasih ALLAH memberikan kemenangan atas masalah-masalah yang mustahil,
      2. Kasih ALLAH memberikan kemenangan atas maut, sehingga kita dapat hidup benar dan hidup suci, sebab kasih TUHAN berperang menggantikan kita.


      Roma 8: 36, 37,
      36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
      37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Setan dengan masalah yang mustahil, setan dengan dosa-dosa sampai puncaknya dosa-maut, tidak akan dapat mengalahkan kita, jika kita benar-benar memiliki kasih ALLAH (kasih Mempelai Pria Surga).


    • Ay 17 'Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya' = Kasih ALLAH membaharui (mengubahkan) kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Ini mujizat terbesar dan setan tidak dapat melakukannya. Kalau setan dapat bertobat, berubah, maka setan dari dulu sudah berubah; tetapi karena setan tidak memiliki tubuh atau daging ('sebab itu tadi, pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani'), maka setan tidak akan dapat berubah.

      Roh itu penurut (kuat), tetapi begitu jatuh dalam dosa, berarti binasa untuk selamanya. Daging itu lemah, sebab itu saat jatuh dalam dosa masih ada kesempatan untuk dibaharui. Yang tidak jatuh jangan sombong! Yang sudah jatuh jangan berputus asa! Kasih ALLAH sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS (mujizat terbesar).

      Pembaharuan mulai dari kuat dan teguh hati dalam menghadapi penderitaan yang harus kita alami. Hari-hari ini kita harus kuat teguh hati, jangan loyo! Kalau kita kuat teguh hati, maka hati akan tenang.

      Kuat teguh hati artinya


      1. tidak bimbang,
      2. tidak ragu, tetap percaya, berserah kepada TUHAN,
      3. taat dengar-dengaran kepada TUHAN,
      4. menyerah sepenuh kepada TUHAN. Jika kuat teguh hati, maka hidup menjadi tenang dan teduh di dalam TUHAN.


      Kalau sudah kuat teguh hati, hati menjadi tenang dan teduh, maka mujizat jasmani juga akan terjadi, yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Mujizat akan terus terjadi sampai pada 'pertemuan raya' (1 Korintus 3:18).

      1 Korintus 3:18, seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

      Pada saat YESUS datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat terakhir, yaitu kita diubahkan menjadi sempurna sama mulia (tidak ada cacat cela), kita terangkat di awan-awan permai dengan sorak sorai 'Haleluya' dan kita bersama dengan Dia. Dimulai dengan penderitaan (TUHAN ijinkan penderitaan hanya sepuluh hari = waktunya singkat), tetapi nanti diakhiri dengan sorak sorai selama-lamanya. Kaum muda jangan ragu dalam mengikuti penderitaan sepuluh hari. Seperti Daniel menderita => 'Tidak boleh ini, tidak boleh itu, yang lainnya senang-senang' Mari jaga kesucian! TUHAN tidak membiarkan kita; perawakan jadi lebih baik. Perawakan termasuk juga penampilan. Penampilan akan lebih baik dari yang lain (daripada yang ikut mode yang tidak karuan). Mungkin kita terbatas modenya dan sebagainya, tetapi perawakan lebih menarik; penampilan lebih baik, solah tingkah laku lebih baik dan juga ada hikmat dari TUHAN.

Jangan takut, seperti Ribka. Ribka harus berkorban untuk berpisah dengan keluarga dan masuk dalam penggembalaan, sampai hidup kita benar-benar menjadi tenang. Kita juga sudah dimandikan, semuanya komplit dalam penggembalaan. Seperti Jemaat Smirna, jangan takut menderita untuk mendapatkan kasih ALLAH, sampai kita benar-benar menjadi Mempelai Wanita-Nya yang sempurna.

Kasih TUHAN memberikan:

  • kekuatan, supaya tangan tetap terulur kepada TUHAN.
  • kemenangan, bahkan lebih dari pemenang. Kita tidak memiliki apa-apa, tidak berdaya tetapi menjadi lebih dari pemenang.
  • sampai kasih membaharui kita, kita menjadi kuat teguh hati (hati teduh, tenang). Serta TUHAN mengadakan mujizat jasmani yaitu mustahil menjadi tidak mustahil, sampai kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Sekali lagi, penderitaan hanya sepuluh hari (waktu yang singkat), tetapi nanti sorak sorai untuk selama-lamanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top