English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Juli 2014)
Tayang: 17 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 06 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 22 April 2007)
Tayang: 22 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 19 Januari 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 02 November 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 03 Maret 2018

Kita akan membahas kitab Wahyu pasal yang kedua dan sekaligus dengan pasal yang ketiga yang berbicara tentang tujuh kali percikkan darah di depan tabut perjanjian. Ini merupakan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang untuk sekarang menunjukkan sidang jemaat akhir jaman yaitu kita semua sebagai bangsa kafir = penyucian terakhir yang TUHAN YESUS lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir agar supaya ketujuh sidang jemaat bangsa kafir itu tidak bercacat cela/sempurna seperti YESUS dan menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS kembali yang kedua kali diawan-awan yang permai. Puji TUHAN.

Kita masih berada di dalam kitab Wahyu 2 : 11, yang adalah sidang jemaat yang kedua. Sidang jemaat yang pertama adalah sidang jemaat Efesus yang telah kehilangan kasih mula-mula, kemudian sidang jemaat yang kedua yaitu sidang jemaat Smyrna yang menghadapi penderitaan, kesusahan, fitnahan dll dan TUHAN menasihatkan agar supaya mereka tidak takut menghadapi penderitaan dan juga tetap setia sampai mati.

Wahyu 2 : 11, Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.

Untuk sidang jemaat Efesus, mereka makan buah dari pohon kehidupan di taman Firdaus => ini janji TUHAN kepada sidang jemaat Efesus; tetapi janji kepada sidang jemaat di Smyrna => barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua. Ini ada istilah kematian yang kedua.

Jadi sebenarnya ada tiga macam kematian atau maut yaitu:

  1. Kematian secara jasmani = kematian secara tubuh yang disebut meninggal dunia karena sakit/karena usia yang sudah tua/karena kecelakaan dllnya.
  2. Kematian secara rohani/mati rohani/kering rohani = terpisah dari TUHAN karena dosa-dosa => Efesus 2 : 1,2,
    1.Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
    2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    Mentaati penguasa kerajaan angkasa = taat kepada setan = berbuat dosa. Inilah kematian kedua yaitu kematian secara rohani/kering rohani karena taat kepada setan = berbuat dosa. Dosa inilah yang memisahkan kita denganTUHAN dan kita menjadi kering/mati rohani. Semoga kita dapat mengerti.


  3. ini yang disebut di dalam Wahyu 2 dengan kematian yang kedua, sekalipun berada di dalam urutan yang ketiga tetapi istilah di alkitab disebut sebagai kematian yang kedua. Wahyu 20 : 14,15,
    14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah kedalam lautan api. Itulah kematian yang kedua lautan api.
    15. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Di dalam kitab Wahyu 21 : 8, disebutkan lautan api dan belerang = neraka.
Wahyu 21 : 8, Tetapi (1)orang-orang penakut, (2)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; Inilah kematian yang kedua.

Jadi kematian yang kedua adalah lautan api dan belerang = neraka untuk selama-lamanya. Inilah tiga macam kematian yang harus kita ketahui dihari-hari ini yaitu:

  1. Kematian secara jasmani/secara tubuh dan sudah umum terjadi dikarenakan usia lanjut, karena sakit, karena kecelakaan dllnya. Tetapi yang sering kurang diketahui adalah
  2. Kematian secara rohani, tubuhnya mungkin sehat tetapi kerohaniannya mati/kering karena taat dengar-dengaran kepada setan sehingga berbuat dosa bahkan sampai pada puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan dan dosa inilah yang memisahkan kita dengan TUHAN. Kalau dibiarkan maka akan masuk ke dalam kematian bagian yang ketiga yaitu


  3. Kematian yang kedua => masuk ke dalam lautan api dan belerang = neraka untuk selama-lamanya/kebinasaan di dalam neraka untuk selama-lamanya.

Sekarang mari kita melihat kaitan-kaitan satu dengan yang lain. Janji TUHAN kepada sidang jemaat di Smyrna, kalau mereka menang, maka mereka tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.Kita akan melihat hubungan kematian secara jasmani, kematian rohani sampai pada kematian yang kedua.

Ibrani 9 : 27, 28,
27. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
28. demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

ay 27. Manusia ditetapkan mati hanya satu kali saja = kematian secara tubuh dan sesudah itu dihakimi. 
ay 28. Demikian juga dengan YESUS Yang hanya satu kali mati. Keselamatan penuh kepada mereka yang menantikan Dia.

Jadi jelas di sini, manusia mati secara tubuh/meninggal dunia, hanya satu kali, sesudah itu dihakimi/dihukum. Istilah manusia mati hanya satu kali, berarti manusia hidup di dunia ini tidak untuk selamanya = ada garis akhirnya. Ini merupakan pelajaran => kalau diberkati sehingga hidupnya enak, jangan lupa/sombong/bangga sebab itu hanya untuk sementara/tidak untuk selamanya. Demikian juga kalau menderita/sengsara dllnya => jangan putus asa sebab itu hanyalah sementara = ada garis akhirnya. Jadi, manusia tidak boleh bangga dengan sesuatu yang enak dllnya tetapi juga jangan putus asa dan kecewa dengan penderitaan dllnya tetapi harus selalu mengucap syukur kepada TUHAN, sebab semuanya itu ada batasnya/ada garis akhirnya.

Ada dua macam garis akhir hidup manusia di dunia ini yaitu:

  • Meninggal dunia/mati secara tubuh
  • Hidup sampai TUHAN YESUS datang kembali kedua kali

Jadi kesimpulannya adalah:

  • Manusia siapa pun dia, hanya satu kali hidup di dunia dan
  • Hanya satu kali mati di dunia

Ada ajaran-ajaran lain tentang reinkernasi dll, ini tidak benar kalau kita melihat ayat-ayat di Ibrani 9 ini, manusia hanya satu kali mati dan juga hanya satu kali hidup.

Di dalam kitab Ayub 14 : 7 - 10,
7. Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti bertumbuh.
8. Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,
9. maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.
10. Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia?

ay 9, seperti rumput, jika musim kemarau terlihat seperti mati, kalau ada air datang, maka rumput itu akan hidup kembali.
ay 10, kalau manusia mati, maka ia tidak akan hidup kembali. Manusia tidak akan menjelma menjadi ini atau itu => tidak!!! Manusia hanya satu kali hidup dan satu kali mati di dunia ini. Ini yang harus digaris bawahi => tidak terjadi penjelmaan; setelah mati, selesai dan akan berhadapan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi setelah selesai hidup di dunia ini = meninggal dunia atau hidup sampai TUHAN datang kembali, juga akan dihakimi, jadi sama-sama. Istilah dihakimi = dihukum di dalam neraka = mengalami kematian kedua. Mengapa?

  • Sebab semua manusia sudah berbuat dosa di dalam dunia
  • Mengalami kematian secara rohani dan akibatnya adalah upah dosa adalah maut = kebinasaan untuk selama-lamanya

Inilah kaitan dari kematian tubuh, kematian secara rohani (berbuat dosa selama hidup) sampai kematian yang kedua dan akan dihakimi serta dihukum di dalam neraka untuk selama-lamanya.

Kenyataan dari semua manusia sudah berbuat dosa => Roma 3 : 23. Dan celakanya tidak ada kekuatan apa-pun di dunia yang dapat menyelesaikan dosa seperti:

  • Kekayaan
  • Kepandaian
  • Kedudukan

Tidak dapat menyelesaikan dosa bahkan manusia siapapun di dunia termasuk rohaniawan seperti pendeta, rasul, nabi, dllnya, tidak dapat menyelesaikan dosa sebab semua manusia sudah berbuat dosa; berarti manusia berdosa tinggal menunggu kematian kedua.

Jadi, artinya manusia hidup di dunia mengalami kematian secara rohani karena berbuat dosa dan nanti akan mengalami kematian secara jasmani kemudian akan mengalami kematian yang kedua/selama-lamanya dihukum di neraka. Sebenarnya hanya ini saja siklus dari manusia.

Sekarang bagaimana jalan keluarnya? Dari surga = dari pihak TUHAN.
Ibrani 9 : 28a, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.

YESUS juga harus mati di atas kayu salib satu kali saja => inilah jalan keluar dari surga/dari pihak TUHAN. Nanti ada dua lagi dari pihak TUHAN, ini masih separuhnya. ALLAH lahir menjadi Manusia Yang tidak berdosa di dalam Pribadi YESUS. ALLAH lahir => bukan menjelma, itu sebabnya jangan memakai istilah menjelma tetapi lahir supaya kita dapat lahir baru. Dan YESUS harus mati satu kali diatas kayu salib untuk menanggung dosa-dosa manusia dan menanggung kebinasaan/kutukan dosa dan menanggung hukuman akibat dosa. Inilah inisiatif dari TUHAN/dari surga yaitu ALLAH harus lahir menjadi Manusia Yang tidak berdosa di dalam Pribadi YESUS.

Sekarang dari pihak kita, sudah ada jalan keluar dari pihak surga, sekarang kita hanya mau menerima atau tidak? Jalannya sudah diberikan, sekarang dari pihak kita, bagaimana kita menerima jalan dari pengampunan dosa itu? Di bagian atas sudah diterangkan bahwa YESUS mati satu kali saja untuk:

  • Menyelesaikan dosa-dosa manusia =
  • Menanggung hukuman atas dosa-dosa manusia =
  • Mengampuni dosa-dosa manusia =
  • Menanggung kutukan =
  • Menyelamatkan manusia

Dari pihak kita, kita hanya percaya => Yohanes 3 : 16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Anak-Nya Yang tunggal = ALLAH lahir menjadi Manusia di dalam Pribadi YESUS Yang tidak berdosa tetapi harus mati satu kali di atas kayu salib.

Supaya setiap orang yang percaya; kata setiap orang => diganti dengan nama kita masing-masing, tidak binasa = tidak perlu masuk ke dalam kematian yang kedua sebab kutukan dosa semuanya sudah ditanggung. Jadi, dari pihak kita, kita harus percaya kepada YESUS sehingga dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan oleh TUHAN.

Diselamatkan itu berarti tidak masuk ke dalam kematian kedua dan ini seperti jemaat di Smyrna yang tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam dunia ini/dibawah kolong langit tidak ada nama lain yang dapat menyelamatkan kecuali Nama YESUS => Kisah rasul 4 :11, 12,
11. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan - yaitu kamu sendiri -, namun ia telah menjadi batu penjuru.
12. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

ay 11. YESUS adalah Batu Yang Indah tetapi dibuang. Istilah dibuang = disalib
 ay 12. Dia = YESUS. Ini harus digaris bawahi/diukir di dalam hati, jangan ditukar dengan siapa-pun. Jadi, di dalam dunia tidak ada kedudukan, kepandaian yang dapat menyelamatkan kita; manusia siapa-pun juga tidak dapat menyelamatkan sebab semua manusia sudah berbuat dosa kecuali hanya Satu itulah YESUS/Manusia Yang tidak berdosa. Ini yang harus ditekankan di dalam hati kita masing-masing.  

Mari!! Supaya kita tidak mengarah kepada kematian kedua/hidup ini tidak sia-sia maka TUHAN sudah memberikan jalan yang begitu luar biasa yaitu ALLAH lahir menjadi Manusia Yang tidak berdosa di dalam Pribadi YESUS Yang harus satu kali mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan manusia. Dan jalan dari kita => kita harus percaya kepada YESUS.

Percaya ini bukan hanya di mulut, tetapi ada praktek sehari-hari dari kehidupan yang percaya kepada YESUS; seringkali kita mengatakan kalau kita percaya tetapi perbuatannya tidak cocok sebab iman itu harus disertai dengan perbuatan. Sebab iman tanpa perbuatan = mati = iman dari setan. Setan percaya kepada YESUS tetapi perbuatannya berbeda; di dalam surat Yakobus dikatakan => iblis itu gemetar. Kalau manusia berani tetapi setan itu gemetar. Itu sebabnya kalau kita percaya kepada YESUS harus kita buktikan/ada praktek sehari-hari =>
2 Korintus 5 : 7 - 10,
7. - sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-
8. tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
9. Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini mau-pun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
10. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Ay 7. Hidup kami karena iman, bukan karena melihat. Iman yang benar itu tidak melihat, tetapi percaya = dari mendengar Firman Kristus = Firman yang diurapi oleh Roh. Kudus. Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini banyak diajarkan iman karena melihat => oh, ada mobil putih, pegang supaya kita dapat memiliki mobil seperti itu = iman dari Tomas yang setelah melihat, baru ia percaya. Sebelum aku mencucukkan jariku ke LambungNya Yang terluka, aku belum percaya. Tetapi TUHAN berkata: Tomas, kamu percaya karena sudah melihat, tetapi berbahagialah orang yang percaya sekali-pun ia tidak melihat. Ini jelas!, iman itu bukan karena melihat tetapi karena mendengar Firman Kristus/Firman Yang diurapi oleh Roh. Kudus. Semoga kita dapat mengerti.

Tanda-tanda/praktek sehari-hari dari kehidupan yang percaya kepada YESUS:

  1. ay 8. Memiliki hati yang tabah. Arti dari tabah adalah:


    • tetap percaya kepada YESUS dan menyeru Nama YESUS = tidak pernah menyangkal Nama YESUS apa-pun risiko yang kita hadapi sampai garis akhir = sampai meninggal dunia/sampai mati atau sampai kedatangan YESUS kedua kali. Kalau kita tetap hidup sampai TUHAN datang, maka kita harus terus,jangan berhenti di tengah jalan. Kita nanti akan banyak diperhadapkan. Orang yang membunuh orang Kristen/orang yang percaya kepada YESUS, mereka merasa beribadah. Itu sebabnya mereka berlomba-lomba mau membunuh ( Yoh 16 ). Tabah ini merupakan ujian bagi kita. Semoga kita dapat mengerti.


    • tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar yang adalah Pribadi YESUS Sendiri apa-pun risiko yang harus dihadapi sampai garis akhir. Mungkin kita mengalami goncangan, tetapi kita tetap percaya kepada YESUS, tetap menyeru Nama YESUS dan juga tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar = kita tidak mau disesatkan, sebab kalau sesat, akan berubah arah/tidak sampai ke surga dan kalau kita menyangkal YESUS, maka kita juga akan disangkal oleh YESUS dan akan masuk ke dalam kematian kedua = binasa.


    • tetap percaya dan berharap kepada TUHAN menghadapi apa-pun juga sampai garis akhir. Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abidnego dan juga seperti Daniel yang dimasukkan ke dalam gua singa, mereka tetap percaya dan berharap hanya kepada TUHAN sampai garis akhir.


  2. ay 9, berusaha untuk selalu hidup berkenan kepada TUHAN sampai garis akhir. Kita harus hidup untuk selalu berkenan kepada TUHAN, jangan memilukan dan memalukan TUHAN. Jangan seperti jaman Nuh yang memilukan Hati TUHAN sehingga air bah yang datang; juga di jaman Lot, memilukan Hati TUHAN, maka api belerang yang datang dari langit untuk menghukum manusia. Inilah orang yang percaya kepada YESUS yang selalu berusaha untuk selalu hidup berkenan kepada TUHAN sampai garis akhir. Hidup berkenan kepada TUHAN = selalu hidup di dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran.

    Ini yang berkenan kepada TUHAN => bukan kaya/miskin yang menjadi ukuran berkenan kepada TUHAN.
    Hidup di dalam kebenaran = sesuai dengan Firman TUHAN/sesuai dengan Firman pengajaran yang benar di saat kita bekerja, saat menuntut ilmu/bersekolah/saat berada di jalan raya dan dalam hal apa saja sampai garis akhir (jika tidak benar/tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar jangan diikuti sebab itu berarti kita memilukan Hati TUHAN dan akan mendatangkan penghukuman) sehingga kita menjadi senjata kebenaran = beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan benar dan juga dengan setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir. Jangan berhenti di tengah jalan tetapi sampai garis akhir. Semoga kita dapat mengerti.


  3. ay 10, jadi kita harus percaya kalau satu saat kita akan dihakimi; banyak orang yang tidak percaya dengan mengatakan: "mana ada penghakiman? Hidup di dunia ini kalau kita sengsara itulah neraka, kalau hidup kita senang, itulah surga". Tetapi orang yang percaya YESUS, maka praktek sehari-harinya adalah kita harus percaya bahwa ada takhta pengadilan Kristus dan kita harus siap untuk menghadap tahta pengadilan Kristus itu.

    Apa yang akan dihakimi atau diadili? Di dalam 2 Korintus 5 : 10, Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

    Apa yang akan dihakimi?


    • perbuatan dosa => setiap kali kita berbuat dosa, ada raportnya/ada catatannya => tanggal sekian kita ada di mana dan kita tidak dapat berkelit; nanti dipengadilan semua kitab-kitab akan dibuka sampai jam perbuatan dosa kita semuanya ada. Semoga kita dapat mengerti.


    • Matius 12 : 36, Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

      Perkataan sia-sia => dusta, fitnah (yang benar jadi salah, yang salah jadi benar) dan juga gosip yang tidak benar akan dihakimi.


    • Roma 2 : 16, Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang keberitakan akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

      Angan-angan dosa => hati pikiran yang berdosa. Belum diperbuat, belum dikatakan tetapi sudah ada di dalam hati dan pikiran. Seperti prasangka buruk juga akan diadili. Semoga kita dapat mengerti.


    • apa yang tidak dilakukan, padahal kita sudah didorong oleh TUHAN untuk berbuat, tetapi tidak kita lakukan => Matius 25 : 44, 45,
      44. Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya'Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
      45. Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

      Apa yang tidak kita lakukan, padahal kita sudah digerakkan/didorong oleh TUHAN lewat pekerjaan Firman TUHAN, tetapi kita tidak melakukannya dan berkata "nanti dulu, sebab saya masih harus melakukan ini" ini juga akan dihakimi/diadili.

      Kita sudah digerakkan oleh TUHAN terutama untuk pembangunan Tubuh Kristus => memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan. Jika kita sudah digerakkan oleh TUHAN untuk melakukan apa saja (digerakkan untuk mengikuti kunjungan, digerakkan untuk berdoa, digerakkan berkorban dana dllnya, tetapi kita katakan tunggu dulu/kita tahan-tahan, ini yang juga akan dihakimi. Sebab jika kita sudah digerakkan dan kita menolak/tidak mau melakukan, satu waktu kita tidak dapat lagi melakukan sekali-pun kita sudah mau melakukan. Ini yang berbahaya sebab akan masuk ke dalam penghakiman. Semoga kita dapat mengerti.

      Kita yang sudah percaya kepada YESUS, sudah harus siap. Bagaimana persiapan kita untuk menghadapi Tahta Pengadilan Kristus? Kita sudah tahu apa yang akan diadili yaitu dosa-dosa baik yang sudah dilakukan, dikatakan, angan-angan dosa sampai dengan yang tidak dilakukan sekali-pun sudah digerakkan oleh TUHAN = tidak melakukan perintah TUHAN adalah dosa. Kita sudah tahu semuanya.

Bagaimana persiapan kita untuk menghadapi Tahta Pengadilan Kristus? Persiapannya adalah berdamai. Berdamai = mengalami pelayanan Imam Besar.

Matius 5 : 23 - 25, => berdamai ditengah jalan.
Supaya tidak dihakimi/diserahkan kepada Hakim. Inilah persiapan kita untuk menghadapi Tahta Pengadilan Kristus Yang akan membawa kepada kematian yang kedua. Jangan sampai kita masuk kesitu, jemaat Smyrna bebas dari penghakiman. Kita juga harus bersiap, baik kita meninggal dunia, baik kita hidup sampai kedatangan TUHAN => semuanya sama harus mempersiapkan diri dihari-hari ini.
23. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24. tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahananmu itu.
25. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Ay 23, mempersembahkan persembahan di atas mezbah = pelayan TUHAN = melayani TUHAN.
 Ay 24, dengan saudara = horizontal; vertikal = dengan TUHAN => kayu salib = berdamai dengan TUHAN dan sesama.
Ay 25, akan ada penghakiman. Lawanmu = TUHAN => Lawan dari orang yang berdosa.

Berdamai dengan TUHAN dan dengan sesama => inilah persiapan kita untuk menghadapi Tahta Pengadilan Kristus = mengalami pelayanan Imam Besar. Dulu imam besar Harun yang satu tahun satu kali menuju ruangan maha suci dengan membawa dupa dan darah yang dipercikkan sehingga segala dosa diampuni. Tetapi sekarang, pelayanan Imam Besar YESUS Yang duduk di sebelah Kanan Tahta ALLAH Bapa. YESUS membawa DarahNya Sendiri dan YESUS berdoa syafaat siang dan malam. Mata TUHAN tidak pernah tidur. Ada dupa = doa dan ada darah untuk memperdamaikan segala dosa-dosa.

Inilah persiapan kita untuk berdamai, terutama pelayan TUHAN. Di bagian atas disebutkan mau mempersembahkan korban/mau melayani, kemudian teringat ada kesalahan yang aku lakukan, maka harus meninggalkan mezbah terlebih dahulu untuk berdamai, baru kemudian kembali untuk mempersembahkan korban.

Banyak yang melakukan kesalahan dengan berkata bahwa saya sudah berbuat dosa, maka saya berhenti melayani TUHAN karena saya tidak layak => ini salah!!! Yang benar, dosanya yang harus terlebih dahulu diselesaikan/dibuang, pelayanannya jangan dibuang dan banyak yang melakukan demikian; kita menyelesaikan dosa, baru kita melayani TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah persiapan kita yaitu kita berdamai = melayani pelayanan Imam Besar. YESUS sebagai Imam Besar duduk di sebelah Kanan Tahta ALLAH Bapa. IA sedang membawa DarahNya Sendiri dan juga Ia sedang membawa dupa/IA sedang berdoa syafaat siang dan malam bagi kita semua. MATA TUHAN tidak pernah tertutup/tidak pernah tidur untuk memperdamaikan dan menyelesaikan segala dosa-dosa kita.

Ayo! Jika kita sudah menyelesaikan dosa/meminta ampun dan kita diampuni, kita jangan berbuat dosa lagi. Kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya = Darah YESUS menyelesaikan segala dosa-dosa kita. Inilah proses berdamai dan yang harus kita lakukan juga.
 Jadi, mari!! Kita menggunakan setiap langkah hidup kita/ perpanjangan umur yang TUHAN berikan:

  • untuk berdamai
  • untuk mengalami pelayanan Imam Besar
  • untuk menyelesaikan dosa-dosa oleh Darah YESUS. Jangan untuk menambah dosa di bidang apa-pun. Bagi saudara yang kuliah, berkat perpanjangan umur yang TUHAN berikan agar dapat kuliah, tetapi digunakan untuk berbuat dosa seperti menyontek => untuk apa semuanya itu? dan untuk yang bekerja, jangan melakukan korupsi dllnya. Biarlah kita menggunakan setiap langkah hidup kita/setiap detak jantung kita/setiap perpanjangan umur kita dari TUHAN untuk:


    • berdamai
    • menyelesaikan dosa-dosa oleh Darah YESUS
    • mengalami pelayanan Imam Besar. Semoga kita dapat mengerti.

Ibrani 2 : 17,18,
17.Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Sudah mendamaikan sehingga dosa selesai, maka semua pencobaan akan diselesaikan oleh Tangan belas kasih YESUS Imam Besar Yang sanggup untuk menyelesaikan segala masalah kita tepat pada waktunya. Tepat pada waktunya itu berarti tidak terlalu cepat dan juga tidak terlambat. Kalau istilah 'dapat' berarti Ia dapat menolong dan menyelesaikan dan istilah 'dapat' itu tidak dibatasi dengan apapun juga. Kalau saya menolong ada batasnya, sebab kita manusia dibatasi, tetapi kalau istilah Imam Besar 'dapat' menolong itu tidak ada batasnya. Dapat menyelesaikan semua masalah kita, semua persoalan kita tepat pada waktunya. Kita harus yakin, tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat (Ibr 4). Jadi, kuncinya di sini, kalau sudah berdamai/dosa diselesaikan maka masalah diselesaikan, air mata juga akan diselesaikan.

Setelah dosa-dosa sudah diselesaikan, masalah-masalah juga selesai, maka TUHAN memberikan yang baru/masa depan yang indah =>
Yeremia 29 : 11,
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Tangan belas kasih Imam Besar sanggup untuk memberikan masa depan yang
berhasil dan indah tepat pada waktunya. Inilah orang yang percaya kepada YESUS. Dikaitkan dengan kematian => manusia di dunia ini satu kali mati, sesudah itu dihakimi. Seharusnya dibinasakan tetapi YESUS sudah satu kali mati untuk menanggung semuanya supaya kita tidak binasa. Dari pihak TUHAN sudah jelas yaitu DIA mati di atas kayu salib, sedangkan dari pihak kita, kita harus percaya kepada Satu-satunya YESUS.

Apa yang menjadi praktek dari orang yang percaya?

  • Tabah sampai garis akhir => jangan menyangkal TUHAN, tetap memegang Pribadi TUHAN/pengajaran yang benar. Percaya dan berharap kepada Dia sampai garis akhir.
  • Selalu berkenan sampai garis akhir => hidup benar sehingga menjadi senjata kebenaran.
  • Harus percaya bahwa di garis akhir kita, baik meninggal dunia/mati mau-pun hidup sampai TUHAN datang kembali, nanti akan diperhadapkan pada Tahta pengadilan. Kita harus percaya, apa yang kita lakukan sekarang => mari persiapkan diri untuk berdamai dan juga untuk menyelesaikan dosa-dosa dalam bentuk perbuatan, perkataan, angan-angan/pikiran, sesuatu yang tidak kita lakukan, padahal itu merupakan perintah TUHAN = dosa. Menyelesaikan dosa dengan mengaku kepada TUHAN, kita diampuni, jangan berbuat dosa lagi dan juga kita mengampuni dosa orang lain. Maka Darah Imam Besar/Darah YESUS akan menyelesaikan dosa. Kalau dosa sudah diselesaikan, maka hal yang lain juga akan selesai. Masalah diselesaikan dan masa depan yang berhasil dan indah diberikan oleh TUHAN.


  • Jika kita sudah mau berdamai/mengalami pelayanan YESUS Imam Besar, maka semua masalah sampai air mata selesai sehingga ada masa depan yang berhasil dan indah, dan, nama kita ditulis di dalam kitab kehidupan. Inilah yang akan membuat kita tidak akan mengalami kematian yang kedua.

Keluaran 32 : 30 - 33,
30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap Tuhan, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
31. Lalu kembalilah Musa menghadap Tuhan dan berkata: Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu - dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis."
33. Tetapi Tuhan berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Ay 30, dahulu sebelum ada tabernakel, Musalah yang mengadakan pelayanan pendamaian. Sesudah ada tabernakel, maka imam besar Harun yang mengadakan pelayanan pendamaian.

Kalau kita berdamai/dosa-dosa dihapuskan, maka nama kita akan tertulis di dalam kitab kehidupan = Tangan Imam Besar sanggup menuliskan nama kita di dalam kitab kehidupan.

Mari! Sekarang ini, biarlah kita jangan sampai masuk ke dalam kematian kedua/kebinasaan tetapi kita menggunakan hidup satu kali dan mati satu kali dengan sebaik-baiknya untuk percaya kepada YESUS yang bukan hanya di mulut, tetapi dengan praktek:

  • tabah
  • selalu berkenan
  • hidup benar sampai kita menjadi senjata kebenaran dan
  • berdamai. Jangan menambah dosa tetapi kita berdamai/menyelesaikan dosa-dosa => berdamai dengan TUHAN dan juga berdamai dengan sesama. Kalau kita diampuni, kita jangan berbuat dosa lagi, kemudian kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya dan Darah YESUS Yang akan menyelesaikan semuanya sehingga masalah-masalah juga dapat diselesaikan. Tangan belas kasih Imam Besar sanggup menyelesaikan masalah apa-pun juga tepat pada waktunya; dan juga memberikan masa depan yang berhasil dan indah dan juga Tangan belas kasih Imam Besar sanggup menuliskan nama kita di dalam kitab kehidupan. Nama yang ditulis di dalam kitab kehidupan itulah nama baru. Nama baru itu menunjuk pada pembaharuan.

Saudara mungkin bertanya => apakah nama saya sudah ditulis di dalam kitab kehidupan? Yang ditulis di dalam kitab kehidupan oleh Imam Besar adalah nama yang baru yang menunjuk pada pembaharuan. Kalau kita mengalami pembaharuan => sedikit demi sedikit nama kita ditulis sampai selesai/sampai garis akhir baru selesai. Penulisan itu sampai garis akhir.

Apa arti dari pembaharuan? Awal dari pembaharuan adalah hati yang taat. Taat pada setan = berbuat dosa = kematian secara rohani. Seperti Hawa yang taat kepada setan/tidak taat kepada TUHAN. Inilah awal mula dari adanya kematian secara rohani dan juga ada kematian yang kedua.

Yehezkiel 11 => inilah awal dari pembaharuan yaitu kembali kepada ketaatan yaitu taat kepada TUHAN, jangan berbuat dosa.

Yehezkiel 11 : 19, 20,
19. Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
20. supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.

Ay 20, menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka => ditulis di Yerusalem Baru => Wahyu 21.

Awal dari pembaharuan adalah hati yang taat dengar-dengaran/tidak berbuat dosa = hati yang damai sejahtera. Inilah buktinya jika nama kita sedang ditulis di dalam kitab kehidupan.

Taat dengar-dengaran:

  • kepada TUHAN/tidak berbuat dosa dan juga tidak memilukan Hati TUHAN
  • kepada orang tua yang benar => tidak memedihkan hati orang tua kita sendiri. Jika hati orang tua kita pedih, maka hati kita sendiri juga akan pedih/tidak merasa damai dan juga jangan
  • membuat gembala berkeluh kesah, tetapi kita harus taat kepada gembala yang dipercayakan oleh TUHAN.

Inilah hati yang damai sejahtera/hati yang taat kepada TUHAN, kepada orang tua yang benar dan juga kepada gembala yang benar. Hati damai sejahtera/taat dengar-dengaran = tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan tetapi yang ia rasakan hanyalah mengasihi TUHAN lebih dari semuanya. Seperti Abraham yang diperintahkan oleh TUHAN untuk menyembelih anaknya, Abraham taat sebab ia tidak merasakan apa-apa yang daging rasakan. Kalau daging masih merasakan apa-apa, maka Abraham akan mengamuk.

Juga dengan Maria yang harus mengandung sebelum memiliki suami. Awalnya Maria merasa takut dan bimbang, tetapi setelah ia menyerah => 'jadilah padaku apa yang menurut kehendak-Mu'.

Mari!! Sekarang ini kita memiliki hati yang taat dan hati yang damai sejahtera => nama sedang ditulis. Inilah awalnya, kita terus dibarui; kalau kita sudah taat akan mudah seperti tanah liat yang menurut/tidak melawan => mau dijadikan bejana apa saja, semuanya sudah gampang.

Mari, sekarang ini kita pulang dengan hati yang damai sejahtera => tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tidak merasa takut dan juga tidak
merasa susah lagi, tetapi hanya

  • menyerahkan semuanya kepada TUHAN
  • mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.

Hati damai sejahtera = diam dan tenang. Seandainya kita menghadapi perahu kehidupan kita/perahu ekonomi/perahu studi/perahu nikah/perahu apa saja yang menghadapi angin gelombang/badai di tengah laut, tetapi kalau kita mengalami pelayanan Imam Besar yang mampu menyelesaikan dosa sampai hidup kita ini berubah/dibaharui sampai hati menjadi taat dan damai = diam dan tenang = menyerah sepenuhnya kepada TUHAN, maka badai lautan akan menjadi teduh, semuanya selesai/semuanya menjadi indah. Semoga kita dapat mengerti.

Kita terus dibaharui sampai garis akhir dan jika TUHAN datang kedua kalinya, maka kita akan dibaharui menjadi sama mulia dengan DIA, kita menjadi Mempelai Wanita Surga yang namanya sudah tertulis. Kita siap untuk menyambut kedatangan TUHAN.

Dari pihak TUHAN dua kali, pertama IA datang dan mati satu kali di kayu salib untuk menyelematkan kita dan juga untuk meneduhkan angin gelombang dan jika semua sudah, nanti garis akhirnya jika IA datang kedua kali, maka kita betul-betul akan disempurnakan.

Ibrani 9 : 28b, Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Menyatakan diri-Nya sekali lagi = datang yang kedua kalinya sebagai Raja segala raja Imam Besar diawan-awan yang permai maka kita akan dibaharui sampai menjadi sempurna/sama mulia seperti Dia = menjadi Mempelai Wanita yang siap untuk terangkat diawan-awan menyambut kedatangan-Nya Yang kedua kali. Kita masuk kerajaan seribu tahun damai/Firdaus, sesudah itu masuk kerajaan surga/Yerusalem Baru dengan nama yang baru yang sudah selesai ditulis. Nama yang baru = nama Mempelai Wanita dan kita duduk bersanding dengan Dia selama-lamanya. Mari! Sekarang ini kita gunakan waktu untuk tabah, untuk hidup benar sehingga kita menjadi senjata kebenaran sehingga kita berkenan kepada TUHAN dan juga untuk berdamai/mengalami pelayanan Imam Besar sampai hati menjadi damai sejahtera. Kalau masih ada iri, dendam, serahkan kepada TUHAN.

TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top