Puji Tuhan! Salam sejahetra bagi kita semua.
Saya bersyukur pada Tuhan atas kekuatan yang diberikan pada saya untuk bisa
bersaksi.
Pertama, saya berterimakasih bisa diterima sebagai siswa di Lempin-El ‘Kristus
Ajaib’ dan sekaligus bisa tergembala di GPT Kristus Kasih Malang. Dalam
pendidikan dan penggembalaan saya sangat banyak menerima belas kasih dan kemurahan
Tuhan, terutama lewat firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang selalu
menyatakan, menegor, bahkan membongkar dosa-dosa yang selama ini tersembunyi
dalam hati saya. Lewat ini saya makin sadar, jangankan untuk menjadi hamba Tuhan,
untuk beribadah saja saya tidak layak. Namun saya percaya kalau Tuhan melakukan
semuanya itu berarti Tuhan mau memperbaiki dan mempersiapkan saya untuk menjadi
hambaNya.
Ke dua, yang saya mau saksikan adalah kekuatan firman penggembalaan yang mendorong
saya untuk mengaku dosa pada orangtua terutama dosa-dosa kenajisan yang banyak
saya lakukan sejak saya di bangku sekolah (kelas 3 SMK) sampai waktu saya bekerja
di Pulau Batam. Kalau dosa dusta atau mencuri itu gampang untuk saya akui tapi
kalu dosa kenajisan ini sangat berat sekali untuk mengakuinya. Buktinya dalam
ibadah KMR bulan Oktober 2007 saya sudah ditegor firman untuk mengakui semua
dosa itu kepada orangtua tapi saya tidak mampu untuk melakukannya. Yang memberatkan
saya adalah perasaan malu dan pikiran yang berisi “betapa hancurnya perasaan
orangtua saya kalau mereka tahu saya seperti itu.” Tapi Tuhan tidak tidak
berhenti menegor saya selama saya belum mengakui dosa itu. Saya sangat beruntung
sebab firman pengembalaan itu bagaikan sabun tukang penatu yang terus diulang-ulang
sampai pakaian itu bersih.
Hingga akhirnya minggu pertama Desember 2007 saya mendapatkan kekuatan untuk
mengaku dosa lewat surat. Saya tulis semua dengan jujur apa yang sudah saya
lalukan, yang selama ini saya tutup-tutupi. Selama proses pengiriman saya selalu
berdoa supaya Tuhan menjamah orangtua saya. Minggu ke tiga bulan yang sama saya
menerima balasan surat dari ortu saya. Berdebar-debar jantung saya waktu membuka
surat itu. Tetapi setelah saya baca semua isinya saya merasa bahagia sebab ortu
saya sama sekali tidak kecewa bahkan mereka bangga karena saya dikerjakan firman
dan bisa mengaku dosa dengan jujur.
Suatu kalimat ortu saya yang sangat menguatkan yaitu: ‘ Jika kita mengaku
dosa dengan jujur maka Allah yang setia dan adil memberi pengampunan. Kalau
Allah sudah mengampuni masakan kita sebagai orangtua tidak mau mengampuni?”
Sebelum saya mengakui dosa-dosa itu pada orangtua saya sering terbayang akan
semua yang sudah saya lakukan dan ini membuat kerohanian saya menurun. Tapi
setelah saya akui saya mendapat kekuatan untuk melupakan semuanya. Inilah kekuatan
firman penggembalaan yang sudah menolong saya. Puji Tuhan. |