Selamat malam buat kita semua. Pertama-tama saya mengucapkan syukur kepada
Tuhan yang mana masih memberikan kesempatan buat kita yang tergembala jarak
jauh untuk boleh bersaksi lewat internet siaran langsung ini. Dan terima kasih
juga untuk waktu yang diberikan. Sebenarnya saya sudah lama merindukan untuk
bisa bersaksi seperti ini, tapi tadinya saya tidak tahu bagaimana caranya. Lalu
saya bergumul dalam doa. Pada awal bulan Desember yang lalu kalau tidak salah,
tanpa saya ada rencana untuk membicarakan hal ini dengan tim computer di Malang,
Tuhan ijinkan saya di saat Ibadah di hari Minggu, chatting dengan Yohan dan
tim computer di Malang untuk menanyakan apa bisa buat para pendengar siaran
langsung melalui MSN juga bersaksi dan mereka katakan mungkin bisa dan coba
ditest. Ternyata puji Tuhan bisa berjalan. Saya bersyukur ternyata Tuhan sudah
menolong membuka jalan untuk kerinduan saya ini sehingga saat ini saya bisa
bersaksi.
Kesaksian yang berikut ini, saya mau menyaksikan bagaimana kuasa firman penggembalaan
yang sudah bekerja di dalam kehidupan saya secara pribadi. Semenjak saya masuk
di dalam kandang penggembalaan, firman Tuhan banyak mengoreksi dan menegur saya.
Seperti sebuah cermin yang dihadapkan di depan wajah, sehingga saya bisa melihat
keberadaan dan gambar saya yang sebenarnya. Begitu banyak kekurangan, kelemahan,
dosa-dosa, dan cacat cela, serta ketidaklayakan. Tetapi melalui firman penggembalaan
yang diulang-ulang, saya mulai diubahkan sedikit demi sedikit dari tabiat kedagingan.
Sehingga saya mulai mendapat kepekaan dan kekuatan ekstra untuk bisa lebih percaya,
mengerti kehendak Tuhan, bahkan mampu mempraktekkan pembukaan firman Tuhan yang
saya terima dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu di rumah tangga, di pekerjaan,
di manapun Tuhan ijinkan saya berada. Walaupun dengan banyak tantangan, halangan,
rintangan, serta goncangan, bahkan banyak resiko yang harus saya hadapi. Tetapi
tangan penyertaan Tuhan memberi pertolongan, jawaban, pembelaan, dan kemenangan-kemenangan
atas semuanya.
Lewat pekerjaan pedang firman penyucian ini, kehidupan saya secara pribadi
dibereskan, dan saya dimampukan untuk lebih banyak menyerah, berharap, dan mengutamakan
Tuhan, serta berdiam diri lebih banyak lagi. Posisi saya sebagai istri juga
mulai diperbaiki, saya mulai belajar merendahkan diri, mengampuni, tunduk dan
patuh kepada suami, yang selama ini saya tidak sadari ternyata saya kurang tunduk
dan mau menang sendiri. Begitu juga posisi saya sebagai ibu, mulai bisa mengendalikan
kemarahan yang meledak-ledak selama ini saat menghadapi kenakalan anak-anak
saya. Dan memang hasilnya sekarang saya mulai rasakan, bahwa hidup tergembala
itu membawa kepuasan, kebahagiaan, dan ketenangan. Bahkan saya mulai mengecap
manisnya air anggur dalam rumah tangga, walaupun itu baru seteguk. Tapi saya
percaya janji firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:11, bahwa Tuhan
akan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya, asal saya tetap berusaha setia
dan menjaga kesucian di dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Memang hanya di dalam kandang penggembalaan saja tempat di mana kita bisa disucikan,
seperti tertulis dalam Imamat 21:12. Dan hanya oleh injil kemuliaan
sajalah yang sanggup menyucikan kita untuk masuk dalam kesempurnaan. Meskipun
saya di sini sendiri, tergembala melalui internet, justru saya malah menjadi
hati-hati dan juga merasakan pertanggungjawaban saya secara pribadi kepada Tuhan
lebih berat lagi karena tak seorangpun yang bisa tahu atau melihat apakah saya
setia beribadah atau tidak, tetapi Tuhan melihat apa yang saya lakukan. Saya
juga bersyukur untuk keberadaan saya saat ini seorang diri di dalam penggembalaan,
tetapi saya percaya saya tidak pernah ditinggalkan sendiri sebab Tuhan selalu
memperhatikan. Dan saya juga semakin merasakan bagaimana penyertaan tangan Tuhan
yang sudah dinyatakan buat saya dan rumah tangga di sepanjang tahun ini. Sesuai
dengan janji firman Tuhan tutup dan buka tahun 2007-2008, bahwa tahun 2008 adalah
tahun penyertaan Tuhan.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu Gembala yang sudah banyak
mendukung saya dalam doa penyautannya, begitu juga untuk semua yang tidak bisa
saya sebutkan namanya satu persatu. Biarlah Tuhan yang membalas semua kebaikannya.
Demikianlah kesaksian saya, semoga menjadi berkat bagi kita semua. |