Saya mengucap syukur kepada Tuhan untuk kasih setiaNya yang begitu besar dalam
kehidupan saya sampai hari ini. Sepanjang tahun 2008 saya merasakan penyertaan
Tuhan yang begitu besar dalam kehidupan saya. Beberapa peristiwa Tuhan ijinkan
terjadi dalam kehidupan saya sepanjang tahun ini, tetapi justru di situ saya
merasakan bahwa kasih Tuhan itu sangat besar dalam kehidupan saya.
Banyak yang saya alami, tetapi terutama ada 3 hal yang ingin saya saksikan malam
ini.
- Tentang dosa kesombongan. Saya bersyukur kalau Tuhan kirimkan saya ke tempat
ini, salah satunya adalah untuk menyadarkan saya akan dosa kesombongan yang
sudah menjadi tabiat dalam hidup saya yang tidak saya sadari. Puji Tuhan jika
memang selama sekolah di Indonesia, Tuhan memberikan prestasi yang cukup baik.
Tetapi ternyata tanpa saya sadari, itu sudah membuat saya menjadi sombong.
Seringkali saya merasa mampu dalam sekolah, sering meremehkan teman-teman
yang lain. Dan dosa ini tidak saya sadari sampai saya berada di tempat ini,
di mana Tuhan ijinkan saya mengalami kesulitan di kelas, kesulitan dalam mengerjakan
tugas, tidak lulus ujian, dll. Di situlah Tuhan menegur kehidupan saya tentang
dosa kesombongan ini. Saya mohon ampun kepada Tuhan dan minta supaya Tuhan
mengubahkan tabiat sombong ini supaya menjadi rendah hati. Dan di situ saya
semakin bisa merasakan dan mengakui bahwa semua yang bisa saya lakukan dan
saya peroleh hanyalah berasal dari Tuhan. Kalau saya bisa, itu hanya karena
Tuhan.
- Tentang doa sebelum dan sesudah keluar rumah. Selama ini memang saya selalu
berdoa sebelum dan sesudah keluar rumah, ke manapun itu, jauh atau dekat,
supaya Tuhan jaga, lindungi, dan sertai dalam perjalanan. Tetapi tanpa saya
sadari juga itu sudah menjadi suatu rutinitas yang dilakukan setiap hari,
tanpa ada kesungguh-sungguhan dalam berdoa. Puji Tuhan kalau kemudian Tuhan
tegur saya tanpa harus lewat kecelakaan dsb. Di mana semester ini saya setiap
minggu sekali harus ke luar kota. Pada satu perjalanan pulang, tiba-tiba Tuhan
sentakkan saya dalam hati. Saya melihat sekeliling, tidak ada seorangpun yang
kenal, bahasa pun sudah berbeda, jauh dari rumah, jauh sekali dari keluarga.
Di situ saya merasakan penyertaan Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupan
saya, dan Tuhan tegur saya untuk lebih sungguh-sungguh dalam doa sebelum dan
sesudah keluar rumah, untuk benar-benar memohon perlindungan dan penyertaan
Tuhan, dan untuk benar-benar bersyukur setiap kali Tuhan sudah tibakan di
rumah.
- Tentang mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari apapun juga,
terutama di saat-saat sibuk. Ini sebenarnya juga sudah menjadi komitmen dalam
kehidupan saya sejak dulu, tetapi mungkin perjuangan untuk bisa mengutamakan
ibadah pelayanan ini kurang bisa saya rasakan saat di Indonesia. Lewat beberapa
kejadian yang Tuhan ijinkan saya alami, Tuhan mengingatkan saya untuk senantiasa
mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan dalam keadaan apapun juga. Mungkin
untuk 3 macam ibadah, itu sudah terpatri dalam kehidupan saya itu harus diutamakan.
Dan semakin ke sini saya semakin merasakan kebutuhan yang besar untuk senantiasa
tergembala. Tetapi setan tidak tinggal diam, setan masih berusaha mengganggu
pelayanan saya. Di sini saya akui dan mohon ampun bahwa seringkali saya masih
lalai dalam pelayanan. Seringkali saat tugas2 kuliah itu begitu menumpuk,
saat waktu itu begitu sempit, pekerjaan pelayanan translate itu saya tinggalkan,
saya tunda-tunda. Tetapi ini sangat tidak benar. Saat saya melalaikan pelayanan,
yang ada justru bukan tambah baik, tetapi makin tidak karu2an. Dan puji Tuhan
kalau Roh Kudus masih berikan kepekaan dalam hati saya, sehingga saya bisa
merasa, saat studi mulai tidak karu2an, saat hati mulai tidak enak, Tuhan
selalu ingatkan bahwa ada yang tidak beres dalam kehidupan rohani saya yang
harus diperbaiki. Dan di saat saya kembali setia beribadah melayani, di situ
saya benar2 bisa melihat dan merasakan bahwa Tuhan yang membereskan segala
sesuatu, mulai dari perkara kecil sampai perkara besar. Hal-hal yang tidak
bisa saya pikirkan, Tuhan yang menolong.
Lewat kesaksian ini, saya bersyukur kalau firman Tuhan senantiasa menjawab
segala pertanyaan hidup saya dan membimbing kehidupan saya. Sedikit demi sedikit
saya mulai bisa melihat maksud Tuhan kalau saya harus berada di tempat ini.
Yang terutama bisa saya rasakan saat ini adalah Tuhan ingin mengerjakan kehidupan
saya lebih jauh, Tuhan ingin mengubahkan tabiat2 saya yang tidak saya sadari.
Kalau firman Tuhan sering katakan tidak usah curhat kepada siapa2, curhat kepada
Tuhan saja, Tuhan pasti menolong, demikian juga yang saya alami di sini dalam
segala kesendirian saya. Tidak perlu curhat kepada siapa pun, karena seringkali
memang tidak ada yang dicurhati, tiba2 firman itu akan datang dan menjawab segala
masalah saya.
Saya juga bersyukur kalau akhir tahun ini sudah 2 tahun saya mengikuti ibadah
lewat siaran langsung. Sebenarnya sungguh tidak mudah karena tidak ada yang
tahu apakah saya ibadah atau tidak (kecuali tim radio), kalau ibadah, apakah
saya sungguh-sungguh atau tidak, apakah tidur atau tidak karena saya benar-benar
seorang diri. Tetapi di situ saya justru merasakan hubungan yang sangat pribadi
dan sangat erat dengan Tuhan, tanggung jawab langsung dengan Tuhan apa yang
saya perbuat. Tidak perlu ada sesama yang melihat, karena mata Tuhan sendiri
yang langsung melihat saya. Saya juga bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih
pada tim radio dan video internet karena dengan siaran langsung ini saya juga
mendapat bonus untuk mendengar firman dalam beberapa kebaktian kunjungan. Dan
puji Tuhan kalau saya juga bisa merasakan dan mengaku seperti yang Bapak Gembala
katakan, bahwa setelah kebaktian kunjungan itu seperti baterai yang di-charge
ulang.
Di akhir tahun ini, dari hati saya yang terdalam, saya mengucap syukur untuk
segala penyertaan dan kasih setia Tuhan dalam kehidupan saya. Sebenarnya sangat
tidak cukup diucapkan dengan kata-kata, karena begitu banyak keajaiban2 firman
yang saya lihat, dan saya benar2 merasakan Tuhan itu sangat sayang pada kehidupan
saya, memelihara, melindungi, dan mengasuh kehidupan saya seperti biji mataNya
sendiri. Mohon bantuan doa untuk kehidupan saya. Jika Tuhan ijinkan, awal tahun
depan untuk menyelesaikan S2 saya. Secara mata jasmani rasanya mustahil karena
banyak sekali yang harus diselesaikan, tetapi biar kehendak Tuhan yang jadi.
Juga mohon bantuan doa supaya perlahan-lahan Tuhan bisa pakai saya untuk menyaksikan
dan menyebaluaskan firman pengajaran di sini. Sekian kesaksian saya, semoga
menjadi berkat dan kekuatan bagi saudara2 sekalian. Terima kasih.
|