[cetak]
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 20 Oktober 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3, ini dalam susunan tabernakel menunjuk tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian, sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), sama dengan penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir, supaya tidak bercacat cela, sempurna seperti YESUS, menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan yang permai.

Sekarang ini kita sudah berada pada ayat yang ke sepuluh.
Wahyu 2:10, Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Keadaan sidang jemaat di Smirna, mereka berada dalam kesusahan, kemiskinan, difitnah, bahkan dimasukkan ke dalam penjara, dicobai dan mendapatkan kesusahan selama sepuluh hari (ini puncaknya). Kalau dibuat dalam satu kalimat sama dengan mengalami penderitaan bersama YESUS/mengalami sengsara daging bersama YESUS/mengalami percikan darah. Inilah penyucian terakhir.

Dalam gambar tabut perjanjian ada dua kali tujuh percikan darah:

  • Diatas tabut, ini untuk YESUS = sengsara dari YESUS.
  • Yang di depan, untuk sidang jemaat= sengsara dari sidang jemaat.

Pada ay 10 dituliskan 'Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!..... Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan' Inilah sikap yang benar dalam menghadapi penderitaan bersama YESUS. Tetapi ada juga sikap yang tidak benar, yaitu kecewa sampai meninggalkan TUHAN dan sebagainya.

Jadi sikap yang benar dalam menghadapi penderitaan daging bersama YESUS, adalah: 'Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita' Kalau takut dalam penderitaan daging (takut nanti ditangkap dan sebagainya), pasti melarikan diri dari TUHAN, sampai telanjang, bahkan sampai menyangkal TUHAN seperti Petrus. Jika sudah menyangkal TUHAN sama dengan kebinasaan. Bayangkan, Petrus sebagai hamba TUHAN yang hebat, tetapi saat menghadapi penderitaan, Petrus dapat menyangkal TUHAN.

Mari, kita lihat ayat-ayatnya dengan membaca di dalam Markus 14:50-52,70, 71,
50. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
51. Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
52. tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.
70. Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: "Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!"
71. Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!"

Ay 50 => Ketika YESUS ditangkap (ini penderitaan), karena takut => 'nanti saya akan ditangkap juga' Akhirnya murid-murid meninggalkan YESUS = melarikan diri.

Ay 52 => Kalau takut dalam penderitaan bersama YESUS pasti melarikan diri dari TUHAN (jauh dari TUHAN, tidak setia lagi), dan telanjang (jatuh bangun dalam dosa), bahkan menyangkal TUHAN seperti Petrus.

Ay 70, 71 => Petrus menyangkal TUHAN; mengutuk dan bersumpah. Ini berarti kebinasaan untuk selama-lamanya. Biarlah kita memiliki sikap yang benar, yaitu jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita. Semoga kita dapat mengerti.

Praktik sehari-hari tidak takut dalam menghadapi penderitaan bersama YESUS, yaitu:

  1. 1 Petrus 4:1, 2,
    1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa -- ,
    2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Ay 1 => 'Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani' => menderita penderitaan badani di kayu salib.
    'kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian' => Bukan takut, tetapi justru penderitaan ini menjadi senjata. Kalau tidak takut dalam penderitaan, maka penderitaan ini menjadi senjata kita.

    'karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa' => Senjata untuk apa? Untuk menghentikan/mematikan dosa.
    Justru bukan takut atau menghindar dari penderitaan (salib), tetapi menggunakan salib sebagai senjata.

    Praktik pertama menggunakan penderitaan bersama YESUS (salib), sebagai senjata untuk dua hal:


    • Untuk berhenti berbuat dosa = mati terhadap dosa = bertobat. Saat kita menderita bersama TUHAN (mengalami salib, penderitaan daging) merupakan kesempatan untuk berhenti berbuat dosa.
    • Untuk hidup menurut kehendak ALLAH. Contohnya seperti Nuh yang hidup menurut kehendak ALLAH. Sementara anak-anak TUHAN bersama manusia di dunia ini berbuat dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), tetapi Nuh rela menderita daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak ALLAH.


    Apa artinya hidup menurut kehendak ALLAH?
    Kejadian 6 : 9, Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    Hidup menurut kehendak ALLAH yaitu:


    • 'Nuh adalah seorang yang benar' => Hidup menurut kehendak ALLAH = hidup dalam kebenaran. Semuanya harus benar.
    • 'tidak bercela di antara orang-orang sezamannya' => istilah tidak bercela dalam terjemahan lama adalah jujur (hidup dalam kejujuran/tulus hati). Saya selalu mengajarkan, kejujuran dimulai dari soal TUHAN (soal pengajaran yang benar). Jika ya katakan ya, tidak katakan tidak, benar katakan benar, tidak benar katakan tidak benar. Baru kita dapat jujur dalam segala hal. Kejujuran inilah hidup menurut kehendak ALLAH.


    • 'Nuh itu hidup bergaul dengan Allah' => Hidup bergaul dengan ALLAH sama dengan menjadi senjata kebenaran; beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar. Salib menjadi senjata untuk menghancurkan dosa, untuk dapat hidup benar dan kita menjadi senjata TUHAN (senjata kebenaran). Semoga kita dapat mengerti.


    Karena Nuh hidup dalam kebenaran (bertobat, hidup dalam kebenaran), maka Nuh mendapatkan kasih karunia TUHAN => Kejadian 6: 8, Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
    Jika kita menggunakan penderitaan atau salib sebagai senjata untuk bertobat, hidup benar, hidup jujur, menjadi senjata kebenaran, maka kita mendapatkan kasih karunia di Mata TUHAN. Kasih karunia ini lebih dari apapun yang ada di dunia ini.

    Hasilnya:


    • Kasih karunia TUHAN mampu untuk memelihara dan melindungi kita secara jasmani di tengah air bah (kemustahilan). Seperti Nuh dipelihara dan dilindungi dari air bah. Mungkin sudah mustahil => mencari uang sulit dan sebagainya, tetapi kalau ada kasih karunia tidak ada yang mustahil. Bagaikan hidup ditengah air bah, orang kaya, orang pandai, orang yang hartanya banyak, mati semuanya, hanya kehidupan yang mendapatkan kasih karunia yang dapat hidup.


    • Kasih karunia TUHAN mampu memelihara dan melindungi kita secara rohani, yaitu kita dapat hidup benar dan hidup suci ditengah puncaknya dosa- dosa di akhir zaman.


      1. Tadi dilindungi secara jasmani ditengah kemustahilan dunia akhir zaman, banyak persaingan, tetapi kita hidup dari kasih karunia TUHAN. Jangan mengandalkan sesuatu dari dunia, seperti kepandaian, kekayaan, tidak akan bisa. Kita bagaikan hidup ditengah air bah, bagaimana? Gunung saja dapat hilang, bagaimana kita dapat hidup di akhir zaman? Hanya hidup dari kasih karunia TUHAN. Kami hamba TUHAN tidak hidup dari jemaat, tetapi hidup dari kasih karunia TUHAN. Saudara-saudara yang mempunyai toko dan sebagainya itu hanya sarana, kita bukan hidup dari itu (nanti semuanya itu tenggelam), tetapi hidup dari kasih karunia TUHAN.


      2. Secara rohani, kita dapat hidup benar dan suci ditengah puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan). Ini luar biasa; benar-benar mendapatkan kasih karunia TUHAN. Mau hidup benar dalam berdagang sudah susah sekarang. Ada orang yang menjual barang palsu tetapi mengatakan asli, kita sudah kecil hati => aduh, kalau saya menjual barang asli, dapat kalah saingan. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kasih karunia TUHAN memelihara dan melindungi nikah dan buah nikah kita dari kehancuran nikah, supaya kita dapat masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah yang sempurna). Nuh bersama anak menantunya di bahtera Nuh. Kalau Nuh sudah memiliki cucu, pasti cucunya juga masuk ke dalam bahtera Nuh. Hari-hari ini berapa banyak nikah yang hancur. Korban perang dunia pertama dan kedua masih dapat dihitung, tetapi korban dari nikah yang hancur tidak dapat dihitung. Tidak ada statistiknya. Itu sebabnya nikah harus dijaga dengan kasih karunia TUHAN.


    • Kasih karunia TUHAN mampu melindungi kita dari hukuman ALLAH yang akan datang, yaitu api dari langit yang membakar atau memusnahkan dunia ini, dan dari api neraka selama-lamanya. Kita dipelihara dan dilindungi oleh kasih karunia TUHAN.


    Sekarang secara jasmani kita dilindungi dari air bah (kesulitan-kesulitan), juga dilindungi secara rohani, nikah rumah tangga, sampai dipelihara dilindungi dari hukuman ALLAH yang akan menimpa dunia (api yang menghanguskan dunia) dan juga dari api neraka. Ini berarti kita dapat hidup kekal selama-lamanya.

    Jangan takut menghadapi penderitaan. Praktiknya bagaimana? Justru menggunakan penderitaan, menjadi senjata untuk menghantam dosa (bertobat), untuk hidup benar sampai menjadi senjata kebenaran, maka kita mendapatkan kasih karunia TUHAN. Kasih karunia TUHAN inilah yang kita butuhkan di akhir jaman. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Yakobus 5: 8-11,
    8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
    10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    Tadi praktik pertama, jadikan salib sebagai senjata untuk bertobat, hidup benar, sehingga kita menerima kasih karunia.

    Praktik kedua: sabar dan tekun dalam penderitaan bersama YESUS. Tidak lari dan sebagainya, tetapi sabar dan tekun. Disini diberikan contoh yaitu Ayub (merupakan gambaran dari keadaan gereja akhir jaman).

    Ayub 1:1 - 3,
    1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
    2. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
    3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

    Ay 1 => 'Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur' => Ayub bukanlah orang yang berbuat dosa dan najis, bukan! Ayub orang yang saleh, suci dan jujur.
    Ay 2 => nikah dan buah nikahnya diberkati.
    Ay 3 => secara jasmani juga diberkati oleh TUHAN.

    Inilah keadaan Ayub. Jadi keadaan gereja TUHAN di akhir jaman sama seperti keadaan Ayub, yaitu jujur dan saleh, takut akan TUHAN, diberkati nikah dan buah nikahnya, diberkati juga secara jasmani (Ayub menjadi orang yang paling kaya). Tetapi harus mengalami penderitaan daging bersama YESUS (percikan darah, ujian habis-habisan). Dan sikap kita menghadapi ujian habis-habisan (penderitaan bersama YESUS) yaitu sabar dan tekun.

    Sabar artinya:


    • kemampuan untuk menantikan waktu-Nya TUHAN. Sabar, pasti ada waktu-Nya TUHAN. Dalam penderitaan jangan bersungut-sungut dan sebagainya. Jika bersungut akan berhadapan dengan hakim (di depan hakim) dan dihukum.


    • tidak menyalahkan orang lain,
    • tidak mencari jalan keluar sendiri diluar Firman. Tetapi selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN. Sekali lagi saya katakan => 'dalam bidang apapun (dalam pekerjaan, study, menikah dan sebagainya), kalau mencari jalan keluar di luar Firman, itu merupakan jalan buntu ditambah dengan kebinasaan' Akan berhadapan dengan hakim yang menghukum dan membinasakan. Sekalipun kita sudah disucikan, diberkati, harus mengalami percikan darah. Bentuk dari percikan darah itu berbeda-beda (tadi Ayub mengalami ujian habis-habisan; semua yang ia miliki diijinkan TUHAN habis). Tetapi sikapnya sama yaitu sabar dan tekun. Semoga kita dapat mengerti.


    Tekun artinya:


    • Ketekunan dalam iman;
    • Ketekunan dalam Firman pengajaran yang benar. Seringkali kita menghina => 'tidak perlu Firman pengajaran' Yang salah bukan Firman pengajarannya, oknumnya lah yang salah. Firman pengajaran yang benar tidak pernah salah, jangan rugi dan jangan bodoh! Semoga kita dapat mengerti.


    Mari tekuni! Tekun dalam iman:


    • tekun dalam Firman pengajaran yang benar,


      1. yang sudah kita terima,
      2. yang sudah dikhotbahkan (bagi hamba TUHAN),
      3. yang sudah kita saksikan,
      4. yang sudah kita alami. Banyak yang tidak tekun menjelang kedatangan TUHAN, hati-hati! Pada waktu yang lalu ada yang berkata sedikit-sedikit Firman pengajaran' Sekarang berkata => 'sama saja, sama saja, hanya seperti itu, tidak penting'


    • Ketekunan dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; ketekunan dalam ruangan suci. Inilah yang harus ditekankan; harus sabar dalam penderitaan, tekun dalam pengajaran dan tekun dalam penggembalaan. Disitulah tempat kita menunggu. Jangan diluar! Jika diluar dapat dimakan oleh serigala. Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yaitu


      1. Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum). Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya. Ini termasuk persekutuan Tubuh Kristus.


      2. Meja roti sajian = ketekuan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran yang benar dan Korban Kristus.


      3. Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa didalam kasih-Nya. Inilah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = ketekunan dalam kandang penggembalaan.


    Jadi sabar dan tekun artinya


    • Tubuh, jiwa, roh kita melekat pada ALLAH Tritunggal seperti carang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Kalau mau berbuah harus sabar dan tekun sehingga satu waktu pasti berbuah manis. Saya sebagai seorang guru di Lempin-El selalu menekankan kepada murid-murid (dulu saya juga ditekankan oleh guru-guru saya) => 'percayalah, kalau kita sabar dan tekun, kita bersungguh-sungguh seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar, cepat atau lambat pasti akan berbuah manis'


    • Yakobus 5:11, Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

      Ay 11 => 'karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan' => Inilah TUHAN, Gembala Agung, Imam Besar.

      Sabar dan tekun artinya kita sedang bergaul erat dengan YESUS sebagai Gembala Agung/Imam Besar Yang selalu mengulurkan Tangan-Nya Yang maha penyayang dan penuh belas kasihan. Tadi sabar dan tekun, tubuh, jiwa, roh kita melekat pada ALLAH Tritunggal, sehingga tidak dapat diganggu gugat oleh apapun dan kita berbuah manis. Setan tidak bisa menjatuhkan kita, sekalipun kita dalam penderitaan seperti Ayub (Ayub habis semuanya). Tinggal menunggu waktu, kita akan berbuah manis. Kedua, kita sedang bergaul erat dengan YESUS, Gembala Agung, Imam Besar Yang selalu mengulurkan Tangan-Nya Yang maha penyayang dan penuh belas kasihan. Semoga kita dapat mengerti.


    Hasilnya sebagai berikut:


    • Ibrani 2:17, Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

      Ay 17 => 'Ia menjadi Imam Besar' => Gembala Agung.

      Hasil pertama: Tangan Imam Besar, Gembala Agung diulurkan untuk mendamaikan dosa-dosa kita = kita mengalami penyucian terakhir dari dosa-dosa yang seringkali tidak kita sadari. Sudah suci, saleh, takut akan TUHAN, tetapi masih ada dosa yang tidak disadari seperti Ayub yang memiliki dosa kebenaran sendiri. Inilah dosa yang seringkali tidak disadari. Ayub merasa suci, saleh, diberkati, tetapi ada dosa yang tersembunyi yaitu dosa yang tidak disadari.

      Ayub 32:1, 2,
      1.Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      2.Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Ayub seorang yang suci, saleh, diberkati, luar biasa, dahsyat, tetapi ia mempunyai cacat cela, kalau TUHAN datang, ia akan ketinggalan, oleh sebab itu TUHAN mengijinkan ujian habis-habisan. Ayub harus mengalami penderitaan (mengalami penyucian terakhir dari dosa yang tidak disadari yaitu dosa kebenaran diri sendiri).

      Kebenaran sendiri yaitu:


      1. Kebenaran diluar Firman ALLAH (diluar alkitab) dalam segala hal. sekalipun orang mengatakan => 'tidak mengapa oom, sekarang bebas, sekarang sudah umum itu' Tidak bisa! Sekalipun sudah umum di dunia ini, sekalipun menurut pendeta-pendeta sudah umum, tetapi kalau tidak sesuai dengan alkitab, tidak boleh!! Dalam masalah apapun (pekerjaan, study, nikah, ibadah) harus sesuai dengan alkitab, kalau tidak, itulah kebenaran diri sendiri. Semoga kita dapat mengerti.


      2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, menyalahkan TUHAN (menyalahkan Firman pengajaran yang benar). Sudah berbuat dosa, tetapi menutupi dosa. Dulu Adam dan Hawa menutupi ketelanjangan dengan cawat dari daun pohon ara. Daun ara bertahan hanya sementara waktu, kemudian akan rusak lagi (kering, hancur) dan mereka akan telanjang lagi. Inilah kebenaran sendiri. Semoga kita dapat mengerti.


      Inilah dosa Ayub yang tidak disadari. Setelah lewat percikan darah Ayub menjadi sadar. Inilah pentingnya penyucian terakhir.
      Ayub 42: 5, 6,
      5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
      6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

      Dosa kebenaran sendiri banyak terdapat dalam perkataan-perkataan yang salah. Kita harus selalu berjuang, hati-hati! Lewat percikan darah (ujian habis-habisan; penderitaan daging), maka Ayub disucikan dari dosa yang tidak disadari (disucikan dari dosa kebenaran sendiri). Ayub mencabut perkataan-perkataannya yang salah, sehingga ia dapat berkata benar dan baik (menjadi berkat), sampai satu waktu tidak salah dalam perkataan = seluruh hidupnya menjadi sempurna.

      Yakobus 3 : 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Ay 2 => 'ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya' => seluruh hidupnya sempurna.
      Tidak salah lagi dalam perkataan = sempurna seluruh hidupnya, tetapi harus melewati ujian habis-habisan untuk menyucikan dosa yang sering tidak kita sadari.

      Mari kita mohon kepada TUHAN dihari-hari ini agar supaya TUHAN akan menolong kita. Kita bergaul erat dengan YESUS (sabar dan tekun), ini seperti mengulurkan kedua tangan kepada TUHAN (menyerah kepada TUHAN) dan Gembala Agung juga akan mengulurkan Tangan-Nya Yang maha penyayang dan berbelas kasihan untuk mendamaikan dosa (mengalami penyucian terakhir).


    • Ibrani 2:18, Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

      Ay 18 => 'maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai' => istilah 'dapat' berarti tidak bisa dibatasi. Berapa kali YESUS dicobai? Tiga kali, antara lain:


      1. Pencobaan terhadap tubuh: menyangkut hal-hal jasmani (pekerjaan dan lain sebagainya).
      2. Pencobaan terhadap jiwa,
      3. Pencobaan terhadap roh.


      Semuanya sudah dicobai. Oleh sebab itu Dia dapat dan tepat menolong kita. Misalnya ada orang tenggelam. Kalau sudah tenggelam baru mau ditolong, sudah terlambat; jadi harus tepat waktu. Dapat artinya tidak bisa dibatasi. Tepat artinya tidak terlalu lama atau tidak terlalu cepat (tepat waktunya).

      Ibrani 4:16, Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Ay 16 => 'dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya' => tepat waktunya.

      Jadi Ibrani 2:18 digabung dengan Ibrani 4:16.

      Hasil kedua: Tangan Gembala Agung, Imam Besar Yang maha penyayang dan berbelas kasihan diulurkan untuk dapat menolong kita artinya menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil tepat pada waktu-Nya (tidak terlalu lama, tidak terlalu lambat).

      Dalam menghadapi penderitaan, jangan takut! Bentuk dari penderitaan itu bermacam-macam: berpuasa, doa semalam suntuk. Jangan takut! Gunakan ini sebagai senjata untuk berhenti berbuat dosa, bertobat, hidup benar seperti Nuh, sehingga kita mendapatkan kasih karunia TUHAN untuk menghadapi air bah yang menghantam dunia akhir zaman. Kedua, sabar dan tekun (jangan lari) supaya kita dapat menerima uluran Tangan TUHAN: kita disucikan dari dosa-dosa yang tidak disadari dan kita dapat ditolong tepat pada waktu-Nya. Dia dapat menyelesaikan semua masalah tepat pada waktu-Nya. Semoga kita dapat mengerti.


  3. 2 Korintus 4: 16 -18,
    16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
    18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

    Praktik ketiga: tidak tawar hati dalam menghadapi penderitaan bersama YESUS = tidak kecewa, tidak berputus asa, tetapi berbahagia (bergembira) dalam penderitaan bersama YESUS. Mengapa berbahagia atau bergembira saat mengalami penderitaan? Sebab sebenarnya kita tidak layak menderita karena YESUS. Rasul-rasul/murid-murid tidak layak, apalagi kita sebagai bangsa kafir. Itu sebabnya kalau kita menderita karena YESUS, harus berbahagia sebab itu berarti kita dipercaya/mendapat kepercayaan.

    Kisah rasul 5 :41, Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

    Ay 41 => 'karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus' => sebenarnya mereka tidak layak.

    Rasul-rasul yang hebat merasa tidak layak menderita bersama dengan TUHAN, apalagi kita bangsa kafir, semestinya tidak layak. Itu sebabnya tidak sembarangan untuk menderita bersama YESUS, apalagi untuk masuk surga (mengalami kemuliaan). Jangan digampang-gampangkan! Mau menderita bersama YESUS masih harus dilayakkan (dapat ijin), apalagi untuk masuk surga. Ini benar-benar suatu perjuangan.

    Sebenarnya sehebat apapun manusia di dunia ini (manusia berdosa) tidak layak untuk menderita bersama YESUS. Hanya karena kasih karunia TUHAN kita dilayakan untuk menderita bersama YESUS dan kita harus bergembira (berbahagia). Yang lainnya tidak boleh, tetapi kita terpilih (boleh menderita bersama YESUS), harus berbahagia (murid-murid berbahagia). Semoga kita dapat mengerti.

    Jangan sampai kita putus asa, kecewa. Kalau putus asa, kecewa, maka kita akan habis (hancur). Mungkin banyak pengalaman-pengalaman bapak, ibu, saudara, termasuk juga saya, sampai hampir lari dan sebagainya, jangan! Biarlah kita bersungguh-sungguh di hari-hari ini. Banyak kita tidak tahan, sampai mau berhenti beribadah dan melayani TUHAN, jangan! Harusnya kita bergembira (berbahagia), karena dilayakkan untuk menderita bersama YESUS. Sebab dibalik penderitaan, pasti ada kemuliaan (kita dianggap layak untuk dipermuliakan bersama YESUS selama-lamanya). Kalau dianggap layak menderita bersama YESUS, pasti juga dianggap layak untuk dipermuliakan bersama Dia selama-lamanya. Kita berbahagia, yang memang jalannya harus lewat penderitaan. Salib terlebih dahulu, baru ada kemuliaan. Kalau YESUS tidak disalibkan, Dia tidak akan pernah dipermuliakan. Semoga kita dapat mengerti.

    Mulai sekarang kita mengalami kemuliaan. Bukan nanti kita dipermuliakan di awan-awan sampai di kerajaan surga, tetapi mulai dari sekarang ini => 2 Korintus 4:16, 17,
    16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Ingat, penderitaannya itu ringan,itu sebabnya jangan diberat-beratkan. Kalau sudah mau diberat-beratkan, ingat YESUS di kayu salib. Misalnya kita berpuasa, menderita karena difitnah, lalu kita merasa lemah => Jangan! Ingatlah penderitaan YESUS di kayu salib, maka semuanya akan menjadi ringan. Pulang gereja, harus belajar, sedangkan besok ujian, saya tidak tidur; kalau sudah mau mengeluh (kecewa, putus asa), ingat penderitaan YESUS di kayu salib. Jika dibandingkan dengan penderitaan YESUS, penderitaan kita itu ringan (tidak ada apa-apanya dengan penderitaan YESUS). YESUS meninggalkan kerajaan surga lalu ke dunia, penderitaan kita sudah tidak ada apa-apanya. Berani tinggalkan surga lalu ke dunia? Penderitaan kita itu ringan, tetapi kemuliaannya yang besar.

    Itu sebabnya kita jangan mundur! Penderitaan yang kita alami bersama YESUS merupakan penderitaan ringan, tetapi kemuliaan yang kita dapatkan bersama dengan TUHAN merupakan kemuliaan yang besar/kemuliaan yang kekal yang jauh lebih besar dari penderitaan kita.

    Ay 16 => 'namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari' => inilah kemuliaan yang sekarang.

    Jadi lewat penderitaan bersama YESUS (percikan darah), maka kita mengalami shekinah glory; satu tahun satu kali Harun masuk ke ruangan maha suci membawa darah, begitu dipercikkan terjadi sinar kemuliaan (shekinah glory). Dulu terjadi sinar kemuliaan yang dapat dilihat dengan mata jasmani. Sekarang sinar kemuliaan lewat keubahan hidup yang juga dapat dilihat lewat mata jasmani.

    Jadi lewat penderitaan bersama YESUS (percikan darah), maka kita mengalami shekinah glory untuk membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Di ay 18, pembaharuan mulai dari perhatian (pandangan) => 2 Korintus 4:18, Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

    Ay 18 => ' Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan' => tidak memperhatikan yang di bumi ini lagi. Inilah manusia baru (manusia rohani seperti YESUS).

    Pembaharuan itu dimulai dari perhatian = pandangan jasmani diubahkan menjadi pandangan yang rohani. Sekarang ini kita diubahkan dari pandangan jasmani = tidak lagi melihat perkara jasmani, nanti bungkuk seperti perempuan yang bungkuk selama delapan belas tahun di dalam bait ALLAH.Perempuan ini sudah berada di dalam bait ALLAH tetapi bungkuk, perhatiannya terus menerus hanya kepada perkara jasmani dan itu berarti ia dicap 666 => tubuhnya daging, rohnya daging, jiwanya daging = sama sekali tidak berubah. Sekalipun sudah berada di dalam bait ALLAH, sudah menjadi pendeta dan sebagainya, tetap tidak berubah. Inilah kelicikan dari antikris/setan.

    Sekarang di dalam ibadah yang dinilai hanya yang jasmani (dinilai dengan uang). Sekalipun sudah melayani (aktif dalam kegiatan di dalam bait ALLAH), tetapi diarahkan kepada berkat jasmani), sehingga dia akan bungkuk (perhatiannya ke bawah), dicap 666 (tetap manusia darah daging yang tidak berubah, menjadi sama dengan antikris dan binasa untuk selamanya).

    Kelicikan dari setan, dia menghalangi anak TUHAN, hamba TUHAN untuk masuk dalam ibadah. Jika tidak dapat dihalangi (tetap masuk dan rajin beribadah), maka di dalam rumah ibadah setan bekerja yaitu dengan mengalihkan pandangan yang rohani menjadi jasmani. Kelihatan kegiatannya rohani tetapi semuanya bersifat jasmani (semuanya dinilai dengan uang, berkat jasmani) sampai dicap 666 = menjadi sama dengan antikris dan akan binasa. Justru dalam penderitaan bersama YESUS (percikan darah), biarlah kita semuanya mengalami pembaharuan dari perhatian/pandangan jasmani menjadi pandangan rohani.

Apa yang menjadi praktik dari pandangan rohani?
Yohanes 4:35,36,
35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi
Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

Pandangan rohani adalah pandangan kearah ladang TUHAN = aktif dalam kegerakan menabur dan menuai. Menabur itu cepat tumbuh, begitu menabur benih beberapa hari lagi sudah hijau-hijau (bertumbuh). *Menabur = kegerakan Roh Kudus hujan awal; kegerakan dalam injil keselamatan (Efesus 1:13); Firman penginjilan/Kabar Baik untuk memanggil orang-orang berdosa supaya percaya kepada YESUS, diselamatkan (dibenarkan) dan diberkati TUHAN. Menabur itu cepat sekali. Semoga kita dapat mengerti.

Kegiatan menabur harus dilakukan. Berapa banyak orang-orang yang belum percaya YESUS di tempat pekerjaan kita, di rumah kita. Dimanapun kita harus bersaksi. Kemudian **Menuai ('ladang sudah menguning') = Kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan dalam cahaya injil kemuliaan Kristus (2 Korintus 4:3-4) => Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Kabar Mempelai.

Jadi harus ditingkatkan. Ada yang sejak dalam kandungan (sejak lahir), orang tuanya sudah beragama Kristen, bersyukur. Kami yang bukan keturunan orang Kristen sangat dapat merasakan bagaimana saat menerima injil (menerima keselamatan). Saya seringkali bercerita, kami dulu ke kuburan-kuburan. Dulu istilahnya 'ulangan umum (belum ada istilah sumatif)', kami datang ke kuburan nenek moyang, lalu sembahyang disitu untuk meminta kepintaran. Kalau hari-hari libur kami diajak oleh tante, untuk menginap di kuburan orang sakti sampai ke tepi laut (jalan di tebing). Inilah untuk mencari keselamatan. Tetapi begitu kami menerima injil keselamatan, maka keselamatan hanya ada di dalam YESUS.

Banyak orang yang seperti saya, mencari keselamatan dimana-mana. Sebab itu kita perlu bersaksi. Inilah kegerakan Roh Kudus hujan awal (menabur). Sesudah diselamatkan dan diberkati, mau kemana? Firman penginjilan bagaikan susu, ini untuk bayi yang baru lahir. Masa kita terus menerus mau menjadi bayi; harus ditingkatkan dalam Firman pengajaran (makanan keras)! Kegerakan Roh Kudus/ hujan akhir/Kabar Mempelai untuk memilih (setelah memanggil, sekarang memilih) orang-orang yang sudah selamat, disucikan sampai tidak bercacat cela, menjadi sempurna seperti YESUS, kita menjadi Mempelai Wanita Surga = memilih orang-orang yang selamat untuk masuk pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kepala itu suami (YESUS sebagai Mempelai Pria), Tubuh itu isteri (kita sebagai Mempelai Wanita). Semoga kita dapat mengerti.

Jadi jika kita memiliki pandangan rohani (melihat ladang TUHAN) berarti kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus mulai dari dalam:

  • Nikah. Nikah harus dilayani dengan baik (masuk kesatuan Tubuh Kristus),
  • Kemudian lebih besar lagi dalam penggembalaan,
  • Kemudian antar penggembalaan (ibadah kunjungan-kunjungan).
  • Sampai nanti terbentuk tubuh yang sempurna, Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Untuk masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus memang ada pengorbanan. YESUS harus berkorban Nyawa untuk masuk pembangunan Tubuh Kristus. Demikian kita juga harus berkorban. Untuk melayani nikah, melayani dalam penggembalaan, melayani antar penggembalaan, mulai dari gembalanya harus berkorban. Kalau gembala tidak mau berkorban, bagaimana domba-dombanya?

Yohanes 2:19 - 21,
19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Ay 19 => 'dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali' => tiga hari menunjuk kematian YESUS; Dia dikubur selama tiga hari.

YESUS harus mengorbankan Nyawa-Nya supaya dapat terjadi pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Ini berarti kita juga harus mengorbankan semuanya untuk dapat melayani pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kecuali satu, Firman pengajaran yang benar (Pribadi YESUS) tidak boleh dikorbankan. Mau menikah harus melihat, kalau tidak satu pengajaran, jangan dikorbankan, nanti hancur. Dalam penggembalaan, kalau ibadahnya tidak cocok dengan pengajaran yang benar, jangan! Kalau berkata "pokoknya beribadah", tetapi tidak sesuai dengan pengajaran yang benar, itu namanya mengorbankan YESUS ke dua kali (menghina). Dalam persekutuan, kalau tidak ada pengajaran yang benar, kemudian kita paksakan => 'Yang penting, yang baik kita makan, yang tidak baik kita buang ...' Nanti malah terbalik seperti Salomo (yang tidak baik malah dimakan; filternya sudah terbalik). Tadinya mungkin => 'Yang tulang kita buang, dagingnya dimakan...' Jangan berbuat seperti ini.

Jangan mengorbankan YESUS (Firman pengajaran yang benar) baik dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan. Kalau mengorbankan Firman pengajaran yang benar, berarti menginjak-injak Korban Kristus (menghina Korban Kristus) dan dibinasakan. Semuanya harus dikorbankan seperti waktu, tenaga, uang, pikiran, perasaan. Contohnya dalam melayani nikah. Suami sudah capek, masih harus melayani nikah. Demikian juga isteri dan anak. Melayani dalam penggembalaan. Sudah capek, masih harus harus melayani dalam penggembalaan. Inilah pengorbanan. Ditambah lagi ibadah kunjungan. Setelah pulang ibadah kunjungan tidak ada istirahat. Karena setelah ibadah kunjungan, maka ibadah hari Senin dan Rabu libur => tidak! Usahkanlah dalam ibadah jangan ada libur-libur. Mari kita bersungguh-sungguh di hari-hari ini.

Sekarang upahnya. Hati-hati, kalau ada upah jasmani, nanti dapat kehilangan kemuliaan, bahkan dicap antikris. Dalam Yohanes 4:36, jika menabur menuai upahnya adalah suka cita (upah yang terakhir). Urusan kita adalah menabur dan menuai; dalam penginjilan (bersaksi bagi jiwa-jiwa yang belum percaya YESUS), dalam pengajaran, kita melayani sebagai pemain musik, sebagai gembala dan sebagainya. Mari kita menabur dan menuai. Dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan mari layani, inilah tugas kita. Nanti kita akan mendapatkan upah dari TUHAN.

Matius 6:26, Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak
menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Ay 26 => burung pipit tidak menabur dan tidak menuai, tetapi dipelihara oleh Bapa. Kalau kita menabur dan menuai, masa kita tidak dipelihara oleh Bapa? Tidak mungkin. TUHAN tidak pernah menipu kita. Tetapi menabur dan menuainya benar atau tidak? Harus yang benar yaitu yang sesuai dengan Firman. Inilah upahnya.

Kemudian kita bandingkan dengan Matius 10:29-31. Kita ini lebih dari burung pipit. Matius 10:29 - 31,
29. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
31. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Ay 29 => burung pipit yang tidak menabur dan menuai dipelihara dan dibela oleh Bapa

Ay 30 => Inilah kelebihan kita dari burung pipit. Kita lebih dari burung pipit; kita dihitung oleh TUHAN. Kalau kita aktif dalam menabur dan menuai kita dihitung oleh TUHAN. Sehelai rambutpun dihitung oleh TUHAN, tidak akan dapat jatuh.

Ay 31 => 'Sebab itu janganlah kamu takut' => Jangan takut akan apa yang harus kamu derita.
Kita dihitung oleh TUHAN, itu sebabnya kita jangan takut! Untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus memang harus menderita. Seperti tadi contohnya pulang kerja, pulang kuliah harus beribadah, setelah itu latihan zangkoor. Inilah penderitaan; jangan takut dalam penderitaan, sebab kita dihitung oleh TUHAN (sehelai rambutpun dihitung oleh TUHAN).

Sehelai rambut artinya:

  • kehidupan yang tidak berdaya,
  • tidak mampu berbuat apa-apa,
  • tidak layak,
  • tidak berharga apa-apa, tetapi kalau aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh (menabur-menuai) akan dihitung oleh TUHAN. Rambut itu licin, kita ini masih banyak licin-licinnya (banyak dosa; liciknya). Mau ditangkap sini tidak bisa, ditangkap sana tidak bisa.

Dihitung oleh TUHAN artinya:

  • TUHAN selalu memperhatikan,
  • mempedulikan,
  • mengerti keadaan kita,
  • sampai selalu bergumul untuk kita. Jika aktif menabur menuai kita dihitung oleh TUHAN, yakinlah! Mari arahkan kepada pandangan rohani dihari-hari ini. Justru dalam penderitaan jangan memandang => 'bagaimana masalah saya?' tetapi arahkan kepada pandangan yang rohani; tetap aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Disitulah sehelai rambut akan dihitung oleh TUHAN. TUHAN memperhatikan, mempedulikan, mengerti keadaan kita dan TUHAN selalu bergumul untuk kita. Semoga kita dapat mengerti.

Tiga kali kesempatan rambut dihitung oleh TUHAN:

  1. Kisah rasul 27:33, 34,
    33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

    Ini sehelai rambut dihitung ditengah gelombang. Waktu itu kapal rasul Paulus ditimbus angin gelombang.

    Kesempatan pertama: Sehelai rambut ditengah badai dan gelombang yang menenggelamkan-membinasakan = kita menghadapi pencobaan di segala bidang jasmani (ekonomi, penyakit, sekolah dan sebagainya), bidang rohani (dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran-ajaran palsu), bidang nikah. Puncak dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Semoga kita dapat mengerti.

    Ada dua jalan keluarnya, yaitu:


    • Nasihat ('Karena itu aku menasihati kamu') = pemberitaan Firman pengajaran yang benar. Paulus memberikan nasihat => 'jangan teruskan pelayaran ini, kita behenti dahulu' Nahkodanya berkata => 'tidak bisa' Mereka lebih percaya nahkoda daripada rasul Paulus. Lebih percaya kepandaian manusia daripada wahyu dari TUHAN. Rasul Paulus sendiri tidak menikah, tetapi ia dapat menuliskan tentang nikah. Rasul Paulus tidak mengerti soal kapal (nahkoda lebih mengerti soal kapal), tetapi dia mendapatkan wahyu dari TUHAN. Seringkali kita begitu, lebih percaya manusia daripada wahyu TUHAN. Nahkoda ini lebih berpengalaman, senior, kaya dan sebagainya, wahyu dari TUHAN dibiarkan saja. Pengajaran yang benar itulah wahyu dari TUHAN. Jadi jalan keluarnya adalah nasihat yang diulang-ulang = Firman pengajaran yang benar yang diulang-ulang/wahyu yang diulang-ulang. Inilah Firman penggembalaan.


    • 'Makan roti di hari yang ke empat belas' = makan paskah = perjamuan suci.


    Keluaran 12: 5, 6,
    5. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
    6. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

    Ay 6 => 'harus menyembelihnya pada waktu senja' => dipanggang dagingnya dan dimakan dengan roti tak beragi, sekarang menunjuk perjamuan suci. Dulu makan paskah, sekarang menunjuk makan perjamuan suci.

    Dulu memang mengorbankan domba (disembelih, dagingnya dibakar, dimakan dengan roti tak beragi), inilah paskah, tetapi sekarang menunjuk perjamuan suci (korban Kristus).

    Jadi jalan keluarnya yaitu Firman pengajaran yang diulang-ulang atau Firman penggembalaan ditambah perjamuan suci merupakan uluran Tangan Gembala Agung untuk memegang sehelai rambut ditengah gelombang. Artinya


    • Kita dipelihara-dilindungi ditengah kemustahilan dunia.
    • Memberikan masa depan yang berhasil dan indah di dalam kehidupan kita. Mereka semuanya putus harapan karena dihantam badai, mati semuanya, tetapi TUHAN menolong lewat nasihat dan perjamuan suci. AKhirnya mereka semuanya sampai di darat = ada masa depan yang indah.


    Kita ini bagaikan sehelai rambut, oleh sebab itu kita harus setia, tekun dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Firman dan perjamuan suci bagaikan uluran Tangan TUHAN Yang memegang sehelai rambut ditengah angin dan gelombang.


  2. Matius 10: 29 - 31,
    29. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
    30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
    31. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

    Matius 10 => ini tentang antikris ('penganiayaan yang akan datang').
    Ay 29,30 => burung pipit tidak jatuh dan kita pun tidak jatuh.

    Kesempatan kedua: Sehelai rambut menghadapi antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Apa artinya dua burung pipit itu? Dua saksi.

    Wahyu 11:3, Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

    Ay 3 => 'seribu dua ratus enam puluh hari lamanya' => tiga setengah tahun.

    Jadi dua burung pipit sama dengan dua saksi yang bernubuat untuk menguatkan orang-orang (anak TUHAN, hamba TUHAN) yang tertinggal pada zaman antikris, agar supaya mereka tidak menyembah antikris, tetapi tetap menyembah TUHAN. Ada yang diselamatkan, tetap menyembah TUHAN, sekalipun dipancung kepalanya. Kalau tidak mau menderita sekarang atau takut menderita => 'kalau ibadah, tutup toko, nanti ...' Jika terus takut menderita, maka nanti akan diperhadapkan dengan antikris, dan akan dipancung kepalanya. Mari pilih menderita sekarang sebab nanti kita akan diuji habis-habisan.

    Dua saksi ini akan bekerja luar biasa sampai ada yang diselamatkan; ada yang rela dipancung kepalanya, tetapi waktu YESUS datang kembali, dia akan dibangkitkan dalam Tubuh kemuliaan, menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Pada ayat selanjutnya dua saksi ini juga dibunuh. Tiga setengah hari mayatnya bisa dilihat diseluruh dunia, lewat apa? Internet. Sebab itu sekarang grup internet harus bersungguh-sungguh (dengan hati tulus). Tidak ada cara yang lain. Sebelum nanti internet dipakai antikris untuk bermegah-megah => 'musuh sudah kalah, mati...' Sekarang kita pakai untuk penderitaan Firman. Saya banyak dicela juga karena internet. Tetapi juga banyak orang yang tertolong. Ada orang tidak dikenal => oom, saya dengar lewat internet, saya begitu tertolong'. Inilah kenyataan yang terjadi. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita ini lebih dari burung pipit. Apa kelebihannya? Kita disingkirkan dengan dua sayap burung nasar ke padang gurun jauh dari mata antikris, kita dipelihara selama tiga setengah tahun. Sekarang kita rela menderita, maka nanti tidak perlu menderita lagi pada zaman antikris. Kita tidak perlu disiksa lagi, kita disingkirkan dengan kekuatan dua sayap burung nasar yang besar ke padang gurung, jauh dari mata ular. Kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN tiga setengah tahun (dulu bangsa Israel dipelihara oleh TUHAN selama empat puluh tahun), semuanya menjadi fulltimer (semuanya hanya melayani TUHAN). Hari-hari ini kita jangan terikat. Bukan berarti harus menjual semuanya, berhenti sekolah semuanya, tidak! Sekolah yang keras, saya doakan bisa sampai S1, S2. Bekerja yang keras, tetapi jangan terikat lagi. Artinya kita mengutamakan TUHAN lebih dari pekerjaan, kuliah, sekolah. Inilah sudah mulai penyingkiran. Memang menderita, tetapi sudah disingkirkan oleh TUHAN. Kalau sekarang tidak menderita (enak-enak), nanti harus memilih: mau menyembah antikris (terus enak, tetapi binasa) atau menyembah TUHAN (mengalami siksaan tetapi nanti dibangkitkan menjadi Mempelai). Lebih baik sekarang kita disingkirkan.


  3. Sehelai rambut menghadapi kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali; Sehelai rambut dihitung = tidak akan jatuh; utuh; sempurna. Artinya kita disucikan diubahkan sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti YESUS. Keubahan hidup dimulai dengan kuat dan teguh hati. Waktu di kapal rasul Paulus mengatakan => kamu harus kuat teguh hati (tabah).

    Kisah rasul 27: 22, Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.

    Ay 22 => 'supaya kamu tetap bertabah hati' => kuat teguh hati.
    'sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini' => tidak ada satupun yang rontok.

    Kuat teguh hati merupakan empat pilar:


    • Berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar. Ini harga mati! Jangan rontok! Jangan mengatakan sama saja. Bukannya kita sombong, tetapi ini kenyataan. Tidak semuanya sama, banyak yang ditambah dan dikurangi dengan lawakan, pengetahuan, pendapat sendiri, kepentingan daging. Sudah tidak murni lagi yaitu ayat menerangkan ayat.


    • Tetap hidup benar apapun resikonya; ibadahnya benar, penyembahannya benar seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego => sekalipun TUHAN tidak menolong, saya tidak mau menyembah patung. Semuanya benar, nikah benar.


    • Tidak kecewa, tidak putus asa dalam menghadapi apapun, tidak tinggalkan TUHAN, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Tidak berhenti, tetapi tetap setia berkobar sampai garis akhir.


    • Tetap menyembah kepada TUHAN; percaya mempercayakan diri; berserah dan berseru kepada TUHAN => 'terserah Engkau TUHAN'


    Inilah empat pilar dari kuat teguh hati. TUHAN akan menolong kita, TUHAN akan menyempurnakan kita semuanya, tidak ada satupun yang rontok. Doakan keluarga kita, tidak ada sehelai rambut yang rontok, semuanya kuat teguh hati, semuanya akan selesai pada waktu-Nya. Jika kuat teguh hati, maka pembangunan Tubuh Kristus selesai. Masalah selesai, air mata selesai, tidak ada air mata lagi dan kita akan terangkat bersama Dia.

    1 Tawarikh 28:20, Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Ay 20 => 'Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau' => TUHAN bergumul, TUHAN mengerti.
    'sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai' => pembangunan Tubuh Kristus selesai; sempurna. Semua masalah selesai, air mata selesai (tidak ada setetespun air mata) dan juga tidak ada satupun yang rontok.

    Yohanes 4:36, Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Ay 36 => 'sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita' => ada sukacita surga; kita bersuka cita karena nama kita tertulis dalam kerajaan surga/Yerusalem Baru. Inilah upah yang kita terima. Sehelai rambut diperhatikan, dipedulikan sampai nama kita ditulis dalam kerajaan surga ('bersuka citalah karena namamu tertulis dalam kerajaan surga').

Jangan bersukacita karena musuh kalah ('racun tidak mempan' dan sebagainya), tetapi kita bersukacita karena nama kita tertulis dalam kerajaan surga. Ini berarti kuasa yang lain sudah kita dapatkan semuanya.

TUHAN memberkati kita.