|
[cetak] Ibadah Doa Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Sore) bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III Matius 25:8-13 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." Gereja Tuhan bagaikan 10 gadis yang terpisah menjadi 2 bagian:
Pada saat kedatangan Yesus kedua kali terjadi perpisahan selama-lamanya antara gadis bijaksana dan gadis bodoh. Sekalipun sekarang suami-istri, kakak-adik, anak-orang tua, tetapi jika ada yang bodoh dan ada yang bijaksana, maka suatu waktu akan terpisah untuk selama-lamanya. Gadis bijaksana menghadapi pintu terbuka sehingga bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba Allah [Matius 25:10]. Gadis bodoh menghadapi pintu tertutup sehingga masuk dalam pesta pembantaian/kebinasaan [Matius 25:11]. Kesimpulan: Gereja Tuhan harus selalu berjaga-jaga (= menutup pintu) supaya mendapatkan pintu yang terbuka. Matius 6:6 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Berjaga-jaga dengan menutup pintu artinya:
Hasil menutup pintu adalah Pintu Kemah terbuka dengan 5 tiang (= 5 gadis bijaksana), yaitu Roh Kudus akan dicurahkan untuk mengurapi, memenuhi dan meluap-luap dalam hidup kita, sehingga pelita tetap menyala. 2 Raja-raja 4:1-7 4:1. Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." 4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." 4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. 4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" 4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. 4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu." Roh Kudus yang meluap-luap digunakan untuk membayar hutang, yaitu segala sesuatu yang belum beres. Roh Kudus akan membereskan segala sesuatu yaitu:
Tuhan memberkati. |