[cetak]
Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II, 05 Agustus 2010 (Jumat Dini Hari)

Ratapan 2:18-19
2:18 Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!
2:19 Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!

Doa penyembahan/doa malam adalah:
  • mencurahkan isi hati kepada Tuhan dengan cucuran air mata, dengan hancur hati
  • mengerang artinya berteriak, memohon dengan sangat kepada Tuhan
  • mengangkat tangan, menyerah sepenuh kepada Tuhan. 

Tiga cerita dalam Matius 9:18-26 ini sebenarnya satu kesatuan:
  • Kepala rumah ibadah yang anaknya meninggal --> suami
  • Ibu yang pendarahan --> istri
  • Anak yang mati --> kaum muda.
Setiap kehidupan kita sebenarnya memiliki pergumulan. Biar kita banyak mengerang dan mencucurkan air mata dalam doa penyembahan/doa malam.

  1. Yairus yang anaknya meninggal, menunjuk pada suami yang menghadapi pergumulan:
    • anak yang mati rohani, anak yang menjadi beban
    • menghadapi sesuatu yang mustahil.

    Tetapi Yairus ini juga menunjuk pada gembala, yang juga menghadapi banyak pergumulan sidang jemaat.

    Matius 9:18
    9:18. Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."

    Menghadapi sesuatu yang mustahil, seorang suami/gembala harus tekun dalam penyembahan.

  2. Perempuan yang pendarahan 12 tahun, menunjuk pada istri yang mengalami pergumulan.

    Matius 9:20-22
    9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
    9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
    9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

    Pergumulan yang dihadapi istri:
    • penyakit
    • perpecahan-perpecahan karena sesuatu yang tidak cocok dalam rumah tangga
    • kelemahan, tidak berdaya, sengsara, kepahitan
    • sesuatu yang mustahil.

    Pergumulan ini juga dialami ibu gembala dalam menghadapi sidang jemaat.

    Menghadapi pergumulan ini, seorang istri/ibu gembala harus menjamah ujung jubah, artinya penyerahan sepenuh, merendahkan diri.

  3. Anak yang mati, menunjuk pada kaum muda yang mengalami pergumulan.
    Matius 9:23-26
    9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
    9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
    9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
    9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

    Pergumulan kaum muda:
    • masa depan yang sulit
    • mati rohani, tidak bisa makan firman.
      Markus 5:42-43
      5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
      5:43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
    • sesuatu yang mustahil.

    Di sini Yesus mengulurkan tangan dan menghapus segala kemustahilan.
    Saat bisa makan firman, maka semua masalah sudah selesai.

Tuhan memberkati.