[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 08 Desember 2010 (Rabu Sore)

Pembicara: Pdt. Dadang

Markus 3: 31-35
3:31. Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
3:32. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
3:33. Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
3:34. Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
3:35. Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."


ay. 31= ibu dan saudara-saudara Yesus menyuruh orang memanggil Yesus. Sebab, untuk bisa menemui Yesus, ada banyak orang.
Artinya, sudah ada usaha untuk datang kepada Yesus, tapi usaha tersebut belum maksimal, sebab masih menyuruh orang lain memanggil Yesus.

Sebenarnya, yang berhak untuk memanggil adalah Yesus dan kita yang datang untuk memenuhi panggilan Tuhan dengan segala perjuangan untuk bisa memenuhi panggilan Tuhan.

1 Petrus 2: 10
2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Kita yang dulu bukan umat Allah, tapi kalau kita dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, itu adalah kemurahan Tuhan pada kita.
Jadi, menyuruh orang lain memanggil Yesus sama dengan tidak menghargai panggilan Tuhan= tidak menghargai korban Kristus, sebab Tuhan harus mati di kayu salib untuk bisa memanggil dan memilih kita (panggilan dan pilihan Tuhan seharga Darah Yesus).

2 Samuel 11: 1
11:1. Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

Contoh kehidupan yang suka menyuruh orang adalah raja Daud.
Biasanya, Daud ikut berperang bersama umat Israel. Tapi disini, Daud menyuruh Yoab untuk berperang, sedang ia sendiri tinggal di Yerusalem.

Praktik tidak menghargai kemurahan Tuhan (suka menyuruh orang) sekarang adalah:
  1. tidak setia dan tidak tanggung jawab pada tugas-tugas dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Ini dimulai dengan membiasakan diri tidak datang beribadah melayani Tuhan, sampai sengaja tidak beribadah dan melayani Tuhan.

    Kalau tidak setia dan tidak bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan, akibatnya:
    • 2 Samuel 11: 2-4
      11:2. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
      11:3. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
      11:4. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya,
      lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

      Akibat pertama: jatuh dalam dosa, bahkan sampai puncaknya dosa.
      Saat TIDAK SETIA SEDIKIT SAJA, setan akan menggunakan celah itu untuk menjatuhkan kita!

    • Matius 25: 26, 30
      25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      25:30. Dan
      campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      Akibat kedua: menjadi hamba yang tidak berguna (jahat dan malas) dan akan dicampakan ke dalam kegelapan yang paling gelap.

  2. menjadi egois.
    2 Samuel 11: 14-15
    11:14. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
    11:15. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya,
    supaya ia terbunuh mati."

    Uria adalah suami Batsyeba yang ditiduri oleh Daud.
    Egois disini berarti melayani yang cocok bagi daging dan lebih memilih mengorbankan orang lain untuk memuaskan kepentingan diri sendiri, serta menutupi dosanya sendiri.

    2 Samuel 11: 27
    11:27. Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

    Akibat egois, perbuatannya jahat di mata Tuhan. Artinya, bertentangan dengan kehendak Tuhan/tidak dengar-dengaran kepada Tuhan.
Sebab itu, kitalah yang harus datang untuk memenuhi panggilan Tuhan.

Markus 3: 13
3:13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.

= memenuhi panggilan Yesus adalah naik ke atas bukit, artinya:
  1. naik ke atas bukit Joljuta.
    Artinya:
    • mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama.
      Mazmur 51: 1-5,. 18-19
      51:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
      51:2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
      51:3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
      51:4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
      51:5. Sebab
      aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
      51:18. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
      51:19. Korban sembelihan kepada Allah ialah
      jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

      = Daud mau mengakui dosanya dengan kesadarannya sendiri, tanpa ada paksaan.

      Tuhan tidak akan memandang hina kepada kita, kalau kita mengakui dosa kita dengan sungguh-sungguh.

    • rela berkorban apa saja (kecuali Firman pengajaran yang benar) untuk bisa tetap setia dan tanggung jawab dalam ibadah melayani Tuhan sampai garis akhir.

      Kisah Rasul 20: 24
      20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

  2. naik ke atas gunung yang tinggi.
    Kalau kita belum bisa naik ke bukit Joljuta, jangan harap untuk bisa naik ke atas gunung yang tinggi.

    Matius 17: 1
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

    Gunung yang tinggi= gunung penyembahan.
    Artinya sekarang adalah menyembah kepada Tuhan.

    Mazmur 24: 3-4
    24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4. "Orang yang
    bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    Syarat menyembah Tuhan adalah kesucian:
    • 'suci tangannya'= perbuatan suci,
    • 'murni hatinya'= hati suci,
    • 'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu'= perkataan suci.

    Ini sama artinya dengan lahir dan batin kita suci.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Kita disucikan lewat Firman penyucian/Firman pengajaran yang benar.

  3. naik ke atas gunung yang besar lagi tinggi.= Yerusalem baru.
    Wahyu 21: 1-0
    21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

    Biarlah kita mulai naik ke bukit Joljuta, supaya bisa mencapai gunung yang besar lagi tinggi!
    Yerusalem baru bicara soal pembaharuan. Artinya, yang lama tidak ada lagi (kita mengalami pembaharuan hidup).

    Efesus 4: 22-26
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu
    buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:26.
    Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

    Tanda hidup baru adalah:
    • membuang dusta dan berkata benar satu dengan lainnya= JUJUR.
    • tidak marah dengan emosi= marah dengan kasih untuk menolong dan menyucikan (kita memancarkan terang kasih kepada sesama).

    Sampai puncaknya nanti, kita benar-benar sampai ke Yerusalem Baru, bahagia untuk selama-lamanya.
Tuhan memberkati.