[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Maret 2013 (Senin Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory (sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan).

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:

  1. ay. 1-10= tentang kebangkitan Yesus atau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras (batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012).


  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinar kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).
    Kalau tetap mempertahankan hati yang keras, justru akan menyebarkan kegelapan.


  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina glory atau sinar kemuliaan (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2013).

Malam ini, kita masih membahas bagian ketiga (PENYEBARAN TERANG SHEKINA GLORY).
Artinya: kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan.

Penataran imam dan calon imam merupakan landasan bagi kita untuk dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan besar.

Matius 28: 18-20
28:18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "
Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20. dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

2 macam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan:

  1. ay. 18-19= 'pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku'= kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam injil keselamatan (Firman penginjilan) untuk menyelamatkan orang-orang berdosa lewat baptisan air.
    Kegerakan Roh Kudus hujan awal, menghasilkan pertumbuhan secara kuantitas (secara jumlah).

    Pertumbuhan secara kuantitas dalam perjanjain lama, ditunjukan oleh Yakub --> 12 anak --> 70 orang --> tak terbilang.

    Dalam perjanjian baru, mulai dari Yesus --> 12 murid --> 70 murid --> tak terbilang.

    Tetapi, jangan puas pada pertumbuhan secara kuantitas, sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.
    Contoh: umat Israel yang keluar dari Mesir dan berumur 20 tahun keatas, berjumlah 603.550 orang (sudah selamat). Tetapi yang sampai di Kanaan, hanya 2 orang.


  2. ay. 20= 'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'= kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus (Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua)= untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna, sama mulia dengan Yesus (membawa orang-orang yang sudah selamat untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).

    Kegerakan Roh Kudus hujan akhir, menghasilkan pertumbuhan secara kualitas.

Jadi, pertumbuhan gereja Tuhan secara kuantitas dan kualitas, selalu membutuhkan kabar baik (injil keselamatan) dan kabar mempelai (Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

Pertumbuhan gereja Tuhan SELALU ditandai dengan angka 12 dan 70 (angka pengutusan).

Kesimpulan: bukti gereja Tuhan mengalami pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas adalah dipakai/diutus oleh Tuhan sebagai imam-imam dan raja-raja.

'imam'=

  • seorang yang memangku jabatan pelayanan,
  • seorang yang beribadah dan melayani Tuhan (menahbiskan diri pada Tuhan).

Paling sedikit, 3 hal yang harus dimiliki seorang imam:

  1. memiliki tahbisan yang benar.
    Kalau tahbisan tidak benar, tidak akan ada gunanya (seperti Yudas Iskariot),


  2. memiliki karakter yang baik,
  3. memiliki potensi/kemampuan dari Tuhan.

ad. 1: TAHBISAN YANG BENAR
Kalau tahbisannya benar, pasti karakternya baik dan potensinya benar.

Ditahbiskan artinya:

  • disucikan,
  • dipakai oleh Tuhan,
  • membaktikan diri/mengabdikan diri kepada Tuhan.

SYARAT TAHBISAN YANG BENAR
Keluaran 29: 1a
29:1a. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:

'menguduskan'= tahbisan yang benar ditandai dengan kesucian.

6x disebutkan 'disucikan untuk memegang jabatan imam bagiKu'. Setelah itu baru ditahbiskan untuk Tuhan:

  1. Keluaran 29: 1a
    29:1a. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:


  2. Keluaran 29: 44
    29:44. Aku akan menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu Harun dan anak-anaknya akan Kukuduskan supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.


  3. Keluaran 28: 1-2
    28:1. "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku--Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
    28:2. Haruslah engkau membuat pakaian
    kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

    'dari tengah-tengah orang Israel'= diambil untuk dikuduskan.


  4. Keluaran 28: 3
    28:3. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.


  5. Keluaran 28: 4
    28:4. Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.


  6. Keluaran 28: 41
    28:41. Maka semuanya itu haruslah kaukenakan kepada abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya, kemudian engkau harus mengurapi, mentahbiskan dan menguduskan mereka, sehingga mereka dapat memegang jabatan imam bagi-Ku.

'angka 6'= angka manusia/angka daging.
Jadi, tabiat daging harus disucikan, yaitu tabiat daging yang namanya lengah/lalai/tidak setia.

Yeremia 48: 10a
48:10a. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai,

Imam yang lalai/lengah/tidak setia dalam ibadah pelayanan, sama dengan hidup dalam suasana kutukan yangg berakhir dengan kebinasaan.

'kuduskanlah mereka untuk memegang jabatan imam bagiKu ('ku' besar)'= kalau kita melayani dalam kesucian, maka kita melakukan imamat atau melayani hanya kepada Tuhan dan kita tidak akan tersandung.

Tetapi, sebaliknya, kalau kita melayani TANPA kesucian, berarti kita bukan melayani Tuhan, tetapi:

  • melayani diri sendiri ('ku' kecil, bukan 'ku' besar).
    Cirinya: selalu menuntut hak, kedudukan, hak pujian, dsb.


  • melayani manusia dengan segala tuntutannya.
    Contoh: menuntut supaya Firman tidak terlalu keras, tidak terlalu lama, dsb.

    Galatia 1: 10
    1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

    'mencoba berkenan kepada manusia'= berkenan pada manusia tetapi tidak berkenan pada Tuhan.


  • melayani setan.
    Contoh: Yudas yang suka mencuri.
    Tandanya: melayani tetapi tetap mempertahankan dosa, seperti Yudas yang tetap mempertahankan dosa mencuri.
    Akibatnya: binasa bersama setan untuk selama-lamanya.

Tahbisan yang benar, menghasilkan 2 hal:

  1. karakter yang baik dan potensi yang baik dari Tuhan (kemampuan dari Tuhan lewat karunia-karunia Roh Kudus).
  2. menghasilkan tahbisan untuk selama-lamanya.
    Keluarna 29: 9
    29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

    'tahbisan selama-lamanya'=


    • kekal,
    • menang atas maut (sekalipun meninggal dunia, akan dibangkitkan untuk tetap melayani).

      Wahyu 20: 6
      20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Sebagai seorang yang melayani Tuhan, yang menjadi persoalan adalah tahbisannya benar atau tidak (bukan mati atau hidup), sebab kalau kita melayani dalam tahbisan yang benar, maka kita menang atas maut (sekalipun meninggal dunia, akan dibangkitkan untuk tetap melayani Tuhan sampai melayani di Yerusalem Baru).

1 Korintus 15: 25-26
15:25. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Dibawah kaki Yesus ada kuasa kebangkitan untuk mengalahkan maut.

Jadi, supaya tahbisan kita kekal dan mengalahkan maut, maka POSISI TAHBISAN YANG BENAR adalah dibawah kaki Yesus (mengambil tempat yang rendah).

Sebagai contoh: pelayanan Maria yang selalu berada di bawah kaki Tuhan (menempatkan Yesus sebagai Kepala).
Praktiknya:

  1. Lukas 10: 39-42
    10:39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
    10:40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?
    Suruhlah dia membantu aku."
    10:41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "
    Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
    10:42. tetapi hanya satu saja yang perlu:
    Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

    Praktik pertama: mendengar dan dengar-dengaran pada perkataan Yesus (Firman yang dibukakan rahasianya).

    Kalau mendengar ajaran palsu, bukan berada di kaki Yesus, tetapi di bawah kaki nabi palsu.

    Kalau mendengar dan dengar-dengaran pada Tuhan, hasilnya: Tuhan sanggup menjadikan semua baik pada waktunya ('Maria telah memilih bagian yang terbaik') dan Tuhan memberikan hidup kekal selama-lamanya ('tidak akan diambil dari padanya').

    ay. 40= Marta sangat sibuk (sudah banyak pelayanan), tetapi tidak menempatkan Yesus sebagai Kepala, malah menempatkan dirinya sebagai kepala dan Yesus menjadi kaki ('Suruhlah dia membantu aku').
    Akibatnya: kuatir dan susah payah ('Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri'), bagaikan berada di tengah-tengah duri.

    Inilah yang harus kita waspadai. Sebab posisi Marta dan Maria sama-sama mendengar Firman, tetapi hasilnya berbeda. Yang satu mendapat duri, tetapi satunya mendapat berkat.

    Ibrani 6: 7-8
    6:7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
    6:8. tetapi jikalau tanah itu
    menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

    'air hujan'= air hujan pengajaran.

    2 kemungkinan pelayan Tuhan yang menerima air hujan:


    • ay. 7= seperti Maria yang mendatangkan berkat,
    • ay. 8= seperti Marta yang keras hati, sehingga yang tumbuh adalah duri-duri dan akan dibakar untuk selama-lamanya.


    Kalau dalam rumah tangga atau gereja Tuhan, wanita yang menjadi kepala, maka yang ada hanya duri-duri.


  2. Yohanes 12: 1-7
    12:1. Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
    12:2. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu
    meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual
    tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
    12:7. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini
    mengingat hari penguburan-Ku.

    Praktik kedua: melayani dalam urapan Roh Kudus= melayani pembangunan tubuh Kristus.
    Ini merupakan pelayanan terakhir di akhir jaman (seperti mengubur Yesus. Kalau sudah dikubur, tidak bisa melayani lagi).

    Tanda pelayanan pembangunan tubuh Kristus:


    • ada persembahan 300 dinar= kerelaan untuk berkorban.
      Dulu, upah 1 hari adalah 1 dinar. Kalau 300 dinar, berarti upah 1 tahun diberikan semua. Inilah pengorbanan yang sungguh-sungguh (ada tanda darah).

      Jadi, segala sesuatu HARUS dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus, KECUALI Firman pengajaran benar tidak boleh dikorbankan.

      Kalau mengorbankan pengajaran benar, sama artinya dengan mengorbankan Yesus untuk kedua kalinya.

      Pengorbanan dimulai dengan persembahan terkecil, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Jangan mencuri seperti Yudas.

      Kalau yang terkecil bisa dipersembahkan, kita lanjutkan sampai bisa mempersembahkan seluruh hidup kita (seperti mempersembahkan upah 1 tahun). Dan inilah yang berbau harum dihadapan Tuhan.

      Kalau mencuri seperti Yudas, justru diluar urapan dan diluar pembangunan tubuh Kristus, sehingga yang ada hanya bau busuk.


    • 'menyekanya dengan rambutnya' (rambut menunjuk pada kehormatan)= dalam pelayanan tubuh Kritus, tidak boleh ada kebanggaan dan tidak boleh menonjolkan sesuatu, tetapi kita merendahkan diri serendah-rendahnya sampai menjadi seperti bayi (tidak bisa apa-apa dan hanya menangis).


    Inilah pelayanan tubuh Kristus yaitu ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan dan merendahkan diri serendah-rendahnya.

    Hasilnya:
    Matius 26: 13
    26:13. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

    'di mana saja Injil ini diberitakan'= dimana Yesus berada, disanalah kita juga berada ('akan disebut juga untuk mengingat dia'). Kita tidak pernah dilupakan, seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.

    Yesaya 49: 14-15
    49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
    Aku tidak akan melupakan engkau.

    Bayi dalam gendongan Tuhan: segala letih lesu beban berat ditanggung oleh Tuhan di kayu salib, sehignga kita merasakan perhentian (damai sejahtera) dan semua menjadi enak dan ringan.


  1. Yohanes 11: 31-32
    11:31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
    11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia,
    tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    Praktik ketiga: menyembah Tuhan. Ini merupakan puncak ibadah pelayanan kepada Tuhan (puncak tahbisan).
    Tuhan ijinkan mendung gelap terjadi atas hidup kita, bukan untuk membuat kita putus asa, tetapi supaya kita bisa tersungkur di bawah kaki Tuhan dan melihat kemuliaan Tuhan, bahkan kita berada dalam puncak ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    'Lazarus mati 4 hari':


    • sesuatu yang sudah busuk, yaitu nikah buah nikah busuk, masa depan busuk, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ekonomi busuk, dsb.
    • sesuatu yang mustahil.


    Menghadapi ini, sikap kita adalah:


    • sikap negatif: meratap= mengomel, bersungut-sungut, menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan, dsb.
    • sikap positif: tersungkur di bawah kaki Tuhan=

      1. mengaku bahwa kita hanya tanah liat yang tidak mampu berbuat apa-apa, tidak layak, banyak kekurangan dan dosa-dosa, tidak berharga, dan tidak ada yang diandalkan, dan hanya layak untuk diinjak-injak.


      2. sabar menunggu waktu Tuhan.
        Yohanes 11: 6
        11:6. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;


        Kalau mata kita melihat sesuatu yang tambah buruk, biarlah kita tetap sabar menunggu waktu Tuhan.


      3. hanya berharap belas kasih Tuhan, sebab didalam belas kasih kemurahan Tuhan, terkandung sinar kemuliaan.

        Hasilnya: semua selesai pada waktunya. Segala air mata dihapuskan, ada masa depan yang indah. Bahkan Tuhan sanggup mengubahkan kita yang busuk menjadi sama mulia dengan Dia dan saat Ia datang, kita terangkat di awan-awan bersama Dia ('dimana Aku berada, disana pelayanKu berada').

Maria selalu berada dibawah kaki Tuhan dalam segala keadaan. sekalipun dalam keadaan yang tidak baik.

Tuhan memberkati.