[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 September 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 14-15=
kalau kita yang tadinya berdosa tapi bisa melayani Tuhan, itu adalah
kemurahan
dan keadilan Tuhan.
Matius
25: 16-30=
sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
SIKAP
TERHADAP TALENTA Sikap
ini ada yang positif (diwakili hamba yang menrerima 5 dan 2 talenta)
dan negatif (diwakili hamba yang menerima 1 talenta).
Sikap
yang positif adalah SETIA DAN BAIK
(sudah dijelaskan di ibadah-ibadah sebelumnya), sehingga mendapat
upah dari Tuhan.
Matius
25: 18, 24-26, 30 25:18.
Tetapi hamba
yang menerima satu talenta
itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang
tuannya. 25:24. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu
talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia
yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang
memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25:25. Karena itu
aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah:
Ini, terimalah kepunyaan tuan! 25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai
kamu, hamba yang jahat
dan malas,
jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak
menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 25:30.
Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan
yang paling gelap.
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Sikap
negatif disini adalah: JAHAT
DAN MALAS. Hati-hati!
Bagi kita yang sudah melayani, jangan sampai seperti yang memiliki 1
talenta ini, karena akibatnya hanya akan dicampakan di dalam
kegelapan yang paling gelap sampai hukuman kekal
selama-lamanya.
Kalau seorang sudah jahat, pasti ia juga
malas. Begitu sebaliknya, kalau ia malas, pasti juga jahat.
Matius
18: 28, 32-34 18:28.
Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik
kawannya
itu, katanya: Bayar hutangmu! 18:32. Raja itu menyuruh memanggil
orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba
yang jahat,
seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya
kepadaku. 18:33. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau? 18:34. Maka marahlah tuannya
itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan
seluruh hutangnya.
=
praktik
hamba
yang JAHAT
disini adalah:
- hamba
yang tidak
berbelas kasihan
(tanpa kasih/tanpa pengampunan). Dan ini juga merusak/menyengsarakan
tubuh Kristus.
- membuat
orang lain sedih dan membuat Tuhan marah.
Dalam
ibadah pelayanan, jangan sampai kita asal melayani!, sebab ada
pelayanan yang membuat sedih sesama dan membuat Tuhan murka. Semakin
melayani, semakin membuat Tuhan murka.
2
praktik hamba yang jahat diatas sudah diterangkan di ibadah-ibadah
sebelumnya.
Pratik selanjutnya dari hamba yang jahat dan
malasadalah
hamba yang MENCEKIK
LEHER.,
artinya:
-
suka menghakimi sesama,
-
suka menyalahkan sesama,
-
tidak pernah mengoreksi kesalahan sendiri.
Kalau
suka
mencekik leher, maka lehernya juga akan dicekik,
akibatnya hubungan dengan Tuhan terganggu (leher adalah hubungan
antara tubuh dengan Kepala), artinya penyembahan
menjadi terganggu,
bahkan sampai tidak
bisa menyembah Tuhan.
Dan celakanya, orang
ini akan menyalahkan Tuhan.
Matius
25: 24 25:24.
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata:
Tuan, aku
tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam
yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut
dari tempat di mana tuan tidak menanam.
=
bukti menghakimi Tuhan dengan menuduh Tuhan tidak adil dan
sebagainya. Ini terjadi karena ia
MENGECILKAN pekerjaan dan berkat Tuhan.
MENGAPA
KITA TIDAK BOLEH MENGHAKIMI ORANG LAIN?
- Matius
7: 1-2
7:1.
"Jangan
kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu
akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan
diukurkan kepadamu.
Alasan
pertama adalah orang
yang menghakimi orang lain akan dihakimi oleh Tuhan SEPERTI dia
menghakimi orang lain.
- Matius
7: 3-5
7:3.
Mengapakah engkau
melihat selumbar di mata saudaramu,
sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4.
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku
mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam
matamu. 7:5. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari
matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan
selumbar itu dari mata saudaramu."
Alasan
kedua adalah karena
kkita tidak layak untuk menghakimi,
sebab biasanya orang yang dihakimi, dosanya hanya selumbar (100
dinar kalau di cerita Matius 18), tetapi dosa orang yang menghakimi
sebesar balok (10.000 talenta= 60.000.000 dinar).
- 1
Korintus 4: 5
4:5.
Karena itu, janganlah
menghakimi sebelum waktunya,
yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang
tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang
direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima
pujian dari Allah.
1
Korintus 6: 2 6:2.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang
kudus akan menghakimi dunia?
Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu
sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
Alasan
ketiga adalah karena
waktunya belum tiba.
Penghakiman terjadi pada waktu Tuhan datang kedua kali. Dan kita
bersama Tuhan akan menghakimi dunia.
2
HAL YANG BOLEH DIHAKIMI:
- Matius
7: 6
7:6.
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan
jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan
diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak
kamu."
Yang
pertama adalah dalam
hal memberi makanan rohani
(persekutuan dalam pengajaran). 'barang
yang kudus'=
firman pengajaran yang benar/firman penyucian. 'mutiara'=
sesuatu yang berharga.
Jadi, barang
yang kudus dan mutiara dalah firman penyucian yang sangat
berharga.
Dan
ini tidak boleh diberikan pada anjing dan babi, itulah guru-guru
palsu.
2
Petrus 2: 17, 22 2:17.
Guru-guru
palsu itu adalah seperti mata air yang kering,
seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia
tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. 2:22. Bagi mereka
cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing
kembali lagi ke muntahnya, dan babi
yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Hati-hati
kalau dalam ibadah kita merasa kering! Sebab guru-guru
palsu ini membawa suasana kering rohani dan hidup dalam hawa nafsu
daging.
Jadi,
boleh
menghakimi dalam hal memberi makanan rohani, artinya:
- jangan
memberikan firman pengajaran yang benar kepada guru-guru palsu,
sebab hanya akan diperdebatkan. Dan ini tidak boleh, sebab Firman
yang benar hanya untuk diterima, BUKAN
DIPERDEBATKAN.
Kalau
diperdebatkan, akan saling mengoyak tubuh Kristus.
- jangan
memberi kesempatan SATU KALIPUN untuk mendnegar ajaran lain,
apalagi ajaran palsu.
Galatia
1: 6-10 1:6.
Aku heran, bahwa kamu
begitu lekas berbalik dari pada Dia,
yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti
suatu injil lain, 1:7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada
orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk
memutarbalikkan Injil Kristus. 1:8. Tetapi sekalipun kami atau
seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu
injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia. 1:9. Seperti yang telah kami katakan dahulu,
sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau
ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda
dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. 1:10.
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau
kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya
aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah
hamba Kristus.
Kalau
memberi kesempatan mendengar ajaran lain, maka kita akan CEPAT
BERBALIK
dari pengajaran yang benar.
Hari-hari ini, kita
harus TEGAS
untuk berpegang pada firman pengajaran yang benar.
1
Timotius 4: 1 4:1.
Tetapi Roh
dengan tegas
mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan
murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
Jika
kita mengalami urapan Roh Kudus, kita akan TEGAS untuk berpegang
pada ajaran yang benar dan TEGAS menolak ajaran lain. Dan
hasilnya, kita
berkenan pada Tuhan
sekalipun disingkirkan oleh manusia.
- menghakimi
diri sendiri.
Kita
menghakimi diri sendiri lewat 3 hal:
- lewat
Firman yang merupakan perkataan Tuhan Yesus.
Yohanes
12: 48 12:48.
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah
ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan,
itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
Yohanes
15: 3 15:3.
Kamu memang sudah bersih karena firman
yang telah Kukatakan
kepadamu.
Firman
yang dikatakan Yesus= Firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat
menerangkan ayat dalam Alkitab.
Kalau Firman
dikatakan Yesus, didalamnya ada kuasa penyucian,
yaitu menunjukan dosa-dosa kita, sehingga kita bisa menghakimi diri
kita sendiri. Dan Firman ini juga akan menegor sampai menasihati
kita.
Yudas adalah contoh kehidupan yang selalu mengelak
dari Firman, sekalipun Tuhan sudah menunjukkan
kesalahannya.
Matius
26: 23, 25 26:23.
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan
tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan
Aku. 26:25. Yudas,
yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan
aku, ya Rabi?"
Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah
mengatakannya."
Akibatnya,
dosa Yudas tertimbun dalam perut hatinya dan satu waktu, perutnya
pecah, sehingga dosa-dosanya terbuka, tapi tidak ada kesempatan
untuk bertobat.
- lewat
perjamuan suci.
1
Korintus 11: 28 11:28.
Karena itu hendaklah tiap-tiap
orang menguji dirinya sendiri
dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan
itu.
Perjamuan
suci HARUS
DIDORONG
oleh Firman penyucian. Jangan
sembarang mengambil perjamuan suci, supaya kita tidak
dihukum. Jadi, Firman dan perjamuan suci tidak bisa
dipisahkan.
Kalau bagian 1 dan 2 digabung, kita
bisa menghakimi diri sendiri lewat Firman pengajaran dan perjamuan
suci
(ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci).
- lewat
ujian/nyala api siksaan.
1
Petrus 4: 12-13, 17 4:12.
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api
siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu
yang luar biasa terjadi atas kamu. 4:13. Sebaliknya,
bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam
penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan
bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 4:17. Karena
sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah
Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.
Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah
kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
ay
13= dibalik ujian, ada kemuliaan. Rumah Allah= diri kita
sendiri. Nyala
api siksaan
ini bisa disamakan dengan api pemurni logam untuk
membersihkan karat-karat dosa yang tersembunyi dalam hidup kita
yang tidak diketahui oleh orang lain.
Jadi,
kalau Tuhan ijinkan kita mengalami ujian, itu adalah KEMURAHAN
Tuhan, supaya kita bisa menghakimi diri sendiri sampai kita
menemukan karat-karat dosa yang tersembunyi. Saat
mengalami ujian, JANGAN menyalahkan Tuhan dan menghakimi sesama!
POSISI
ORANG YANG MENGHAKIMI DIRI SENDIRI Wahyu
1: 15 1:15.
Dan kaki-Nya mengkilap
bagaikan tembaga membara
di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
Posisi
orang yang menghakimi diri sendiri adalah di
bawah Kaki Yesus yang bagaikan tembaga yang menyala-nyala.
Tembaga
ini banyak dipakai untuk menyalut mezbah korban bakaran luar dan
dalam (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+korban+bakaran.html),
artinya ada kaitan dengan menghakimi/menghukum dosa-dosa. Mezbah
korban bakaran ini terbuat dari kayu penaga berwarna hitam (= manusia
daging yang berdosa). Dan ini harus disalut dengan tembaga luar dan
dalam.
Disalut
bagian luar=
penghukuman atas PERBUATAN
DOSA. Disalut
bagian dalam=
penghakiman atas HATI
DAN SEGALA KEINGINANNYA.
Matius
5: 27-28 5:27.
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28. Tetapi Aku
berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang
perempuan serta menginginkannya,
sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
ay
27= perbuatan di luar. ay. 28= yang ada di dalam hati.
Kayu
penaga ini juga mempunyai getah. Getah ini keluar setelah kayu penaga
dikuliti. Ini menunjuk pada getah
dosa yang tidak tampak dan sewaktu-waktu keluar.. Ini
merupakan TABIAT
DOSA.
Getah
ini juga harus disalut. Saat kita menghadapi sesuatu yang tidak enak
bagi daging kita, seringkali getah ini muncul. Tabiat
dosa
ini bisa muncul secara spontan dan ini biasanya merupakan
dosa yang disukai.
Hasil
kalau kita menghakimi diri sendiri
sampai getah diserahkan pada Tuhan:
- mengalami
kuasa kemenganan
sampai kemenangan atas maut.
1
Korintus 15: 25-26 15:25.
Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah
meletakkan
semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 15:26.
Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
Kalau
sengaja berbuat dosa, hidup itu sedang menantang Tuhan. Tapi
kalau kita mau duduk di bawah kaki Tuhan, kita akan mengalami kuasa
kemenangan.
1
Korintus 15: 56-58 15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 15:57.
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita
kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15:58. Karena itu,
saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan
giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam
persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Dengan
kuasa kemenganan, kita tidak bimbang menghadapi apapun juga. Dan
kita bisa setia dalam ibadah pelayanan.
- kita
mengalami
kuasa kesembuhan dan pertolongan
samnpai masalah yang mustahil sekalipun.
Matius
15: 30-31 15:30.
Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa
orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi
yang lain, lalu meletakkan
mereka pada kaki Yesus
dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. 15:31. Maka takjublah orang
banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh,
orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan
Allah Israel.
- kita
mengalami
kuasa kemuliaan.
Yohanes
11: 32-33, 35, 39-40 11:32.
Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia,
tersungkurlah
ia di depan kaki-Nya
dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,
saudaraku pasti tidak mati." 11:33. Ketika Yesus melihat
Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama
dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 11:35.
Maka menangislah Yesus. 11:39. Kata Yesus: "Angkat batu
itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata
kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia
mati." 11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan
kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan
Allah?"
Kalau
kita menangis untuk mengakui segala kelemahan dan kekurangan kita,
saat itu Yesus juga menangis. Disini, Maria tidak menyalahkan
Tuhan, tapi ia menghakimi dirinya sendiri dengan menangis dibawah
kaki Tuhan. Dan hasilnya, Lazarus bisa dibangkitkan.
Artinya,
apa yang sudah busuk, bisa diubahkan, bahkan bisa disempurnakan saat
Tuhan datang kembali.
Setiap
tetes air mata kita yang turun, juga akan diikuti tetes air mata
belas kasihan Tuhan dan kemuliaan Tuhan yang mengadakan mujizat bagi
kita.
Tuhan
memberkati.
|