|
[cetak] Ibadah Persekutuan di Ambon I, 24 Agustus 2010 (Selasa Sore) Markus 7: 37 7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata." Tema: "IA MENJADIKAN SEGALA-GALANYA BAIK". Sebenarnya, pada awal penciptaan, Tuhan sudah menjadikan segala-galanya baik. Tetapi setan merusak segalanya dan menjadikan segalanya hancur/rusak. Setan merusak manusia lewat dosa, sampai dengan puncaknya dosa (dosa makan minum dan dosa kawin-mengawinkan). Salah satu bentuk manusia yang sudah dirusak oleh setan adalah manusia yang TULI DAN BISU. Secara medis, kalau kehidupan itu tuli, pasti juga bisu. Ada 2 pengertian tuli dan bisu:
Malam ini, dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada contoh kehidupan anak Tuhan yang putus hubungan dengan Tuhan dan sesama. AYUB (dalam Perjanjian Lama). Ayub ini hebat, tapi bisa tuli dan bisu. Ayub 19:13-19 19:13. Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. 19:14. Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku. 19:15. Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing. 19:16. Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis. 19:17. Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku. 19:18. Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku. 19:19. Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku. = Ayub putus hubungan dengan sesama, sampai istrinya juga tidak mau. Ayub 19:7-10 19:7. Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan. 19:8. Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap. 19:9. Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku. 19:10. Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya. = Ayub terpisah dari Tuhan. Ayub 19:20,25 19:20. Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku. 19:25. Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Akibat terputus hubungan dengan Tuhan dan sesama adalah keadaan Ayub sangat menderita dan diancam oleh maut. Mengapa Ayub diijinkan terputus hubungan dengan sesama dan Tuhan? Yaitu, supaya Ayub bisa melihat Tuhan sang Penebus yang sudah bangkit [Ayub 19:25]= supaya Ayub mengalami kuasa kebangkitan. Ayub 42:5-6 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." Proses melihat Tuhan yang sudah bangkit: Tuhan menguji Ayub habis-habisan, supaya Ayub bisa merasa diri sebagai debu dan abu = mengaku tidak mampu/tidak berdaya, hanya berharap pada Tuhan. Sebagai debu dan abu, kita juga mengaku tidak layak untuk melayani, sebab kita manusia berdosa yang banyak kekurangan. Saat berada dalam ujian habis-habisan, jangan menyalahkan orang lain, tetapi mengaku "saya yang salah". Dulu, Ayub memiliki dosa kebenaran diri sendiri. Ayub 32:1-2 32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar. 32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah, Dosa kebenaran sendiri:
Hati-hati saat kita diberkati! Ayub tidak mau duduk di debu saat dia hebat. Tetapi saat habis-habisan, baru Ayub mau duduk di debu. Herodes adalah contoh kehidupan yang tidak mau duduk di debu, melainkan duduk di takhta. Hati-hati saat memiliki kedudukan dan menyampaikan kebenaran diri sendiri, bukan kebenaran firman Tuhan. Kisah Rasul 12:21-23 12:21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. 12:22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" 12:23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing. Kalau menyamaratakan suara Allah dan suara manusia hanya karena kedudukan/kekayaan, akibatnya adalah pipi ditampar oleh malaikat Tuhan, dan dimakan cacing-cacing, binasa untuk selamanya. 'Pipi'= perasaan. Kalau perasaan kita tidak peka, kita akan ditampar oleh Tuhan. Ayub dipulihkan, karena ia melihat Tuhan lewat proses duduk di atas debu. RASUL-RASUL TUHAN (dalam Perjanjian Baru). Yohanes 20:19-20 20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Istilah 'mengunci pintu' = murid-murid putus hubungan dengan Tuhan dan sesama = menghadapi jalan buntu, seperti pintu yang tertutup. Dan disini murid-murid juga menghadapi ketakutan. Inilah keadaan gereja Tuhan hari-hari ini. Sebab itu, gereja Tuhan jangan mengunci pintu terhadap Yesus/pengajaran yang benar. Kalau menutup pintu bagi Yesus, pasti membuka pintu bagi ajaran sesat. 2 Petrus 2:1 2:1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Ajaran sesat adalah racun yang membinasakan. Terutama dalam kebaktian fellowship, jangan sampai membagikan racun! Kalau gembala mendengar racun, nanti sidang jemaat juga akan mendapat racun. Yesus tetap bisa masuk sekalipun pintu terkunci, artinya firman pengajaran yang benar tidak bisa dibendung oleh apapun juga. Bahkan akan terjadi kegerakan yang besar dalam firman pengajaran yang benar, yaitu kegerakan hujan akhir. Tuhan ijinkan murid-murid mengalami pintu yang terkunci, supaya murid-murid bisa melihat Yesus yang sudah bangkit. Yohanes 20:20 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Proses melihat Yesus yang bangkit:
|