[cetak]
Ibadah Raya Malang, 07 Juni 2009 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK
Mazmur 127:3-5, anak adalah upah / anugerah / karunia dari Tuhan, jadi jangan sampai anak menjadi beban bagi orang tua, apalagi sampai menghalangi ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kalau anak sampai menjadi penghalang dalam ibadah orang tua, maka berarti orang tua kehilangan anugerah, bahkan hidup dalam kutukan.

Anak lelaki adalah milik pusaka Tuhan.
Bilangan 27:7, anak-anak perempuan, yang merupakan gambaran kita semua gereja Tuhan, harus memiliki perjuangan untuk bisa menjadi miliki pusaka Tuhan, prosesnya:
  1. Mazmur 127:4, diserahkan ke tangan Sang Pahlawan, Yesus, yang selalu menang.
    Sehingga selalu menang atas dosa, daging, dunia, juga menang atas halangan-halangan dalam ibadah.

  2. Yesaya 49:1-2, dibentuk menjadi anak panah runcing, menjadi pelayan Tuhan yang dipakai oleh Tuhan, memuliakan nama Tuhan.
    Mazmur 127:5, satu tabung ini menunjuk pada satu keluarga menjadi pelayan Tuhan.

    Hasil menjadi pelayan yang memuliakan Tuhan:
    • Yesaya 49:4, hak dan upah terjamin di tangan Tuhan,
    • Mazmur 127:5, kebahagiaan,
    • sampai menjadi milik pusaka Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun juga.

IBADAH RAYA
Matius 24:32-36 adalah nubuat keenam, yaitu NUBUAT TENTANG ISRAEL (POHON ARA).
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman, yaitu:
  1. Zaman permulaan (Adam sampai Abraham) = zaman Allah Bapa --> pohon ara di taman Eden.
  2. Zaman pertengahan (Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali) = zaman Allah Anak --> pohon ara di pinggir jalan.
  3. Zaman akhir (kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali) = zaman Allah Roh Kudus --> nubuat tentang pohon ara / Israel.
Ad. 1. Pohon ara di taman Eden dikaitkan dengan tiga kali kejatuhan Hawa (Ibadah Pendalaman Alkitab, 4 Juni 2009).

Ad. 2. Pohon ara di pinggir jalan.
Matius 21:18-19, pohon ara yang sudah berdaun seharusnya sudah berbuah, tetapi ternyata Yesus tidak menemukan buah. Daun ini menunjuk pada aktivitas pelayanan.

Pohon ara yang berdaun tapi tidak berbuah = kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan, tetapi tidak bisa berbuah, sehingga Yesus tetap lapar.
Akibatnya adalah dikutuk oleh Yesus, dan kehidupan itu kering rohani, sampai masuk kematian kedua, kebinasaan.

Yohanes 4:30-34, makanan yang memuaskan Tuhan bukan perkara yang jasmani (gereja besar, dll.), sekalipun itu boleh. Yang memuaskan Tuhan adalah:
  • melakukan kehendak Bapa = buah kebenaran = buah ketaatan,
  • menyelesaikan pekerjaanNya = buah setia dan tangguh jawab.
Inilah yang memuaskan Tuhan, maka Tuhan juga pasti akan memuaskan kita.

Ada 3 penyebab kekeringan rohani (pohon ara menjadi kering):
  1. Tanah keras = tanah berbatu.
    Matius 13:5-6,20-21, ini menunjuk pada hati yang ditandai dengan kedagingan, emosi daging. Orang semacam ini bisa menerima firman, tetapi hanya dengan emosi, tandanya adalah senang saat firman memberitakan tentang berkat, tetapi menjadi tersinggung bahkan marah / menghakimi saat firman menunjuk dosa. Akibatnya adalah firman tidak menjadi iman di dalam hati, sehingga saat matahari datang, benih itu menjadi kering, tidak berakar di dalam hati.

    Yang benar adalah menerima firman dengan hati yang lembut (Yakobus 1:21), yaitu hati yang bersih, tidak ada curiga, hati yang penuh kasih Allah. Kalau firman diterima dengan hati yang lemah lembut, maka firman itu akan menjadi iman di dalam hati. Tanda firman menjadi iman dalam hati adalah ada buah kebenaran, yaitu hidup dalam kebenaran = keselamatan.

    Efesus 5:9, buah kebenaran ini dikaitkan dengan buah keadilan, jangan memihak. Kalau benar dan adil, maka pasti selamat, tidak di bawah hukuman.

  2. Tidak tergembala.
    Hamba Tuhan atau anak Tuhan yang tidak tergembala ini digambarkan sebagai carang yang terlepas dari pokok (Yohanes 15:6), artinya:
    1. Tidak mantap pada satu pengajaran yang benar, banyak mendengar suara asing; dan beredar-edar, tidak setia, tidak tekun dalam kandang penggembalaan.

      1 Petrus 5:8,
      kalau sidang jemaat tidak tergembala, beredar-edar, nanti akan bertemu dengan singa. Suara singa ini akan melemahkan/melumpuhkan iman, sesudah itu ditelan = mematikan iman.
      Gembala juga jangan beredar-edar. Kalau gembala beredar-edar, itu sama dengan memasukkan singa ke dalam sidang jemaat, sehingga seluruh jemaat mati rohaninya.

    2. Berada dalam penggembalaan, tetapi tidak bisa menerima firman penggembalaan.
      Contohnya adalah Yudas, yang gembalanya adalah Tuhan Yesus sendiri (Matius 26:23-25). Yudas selalu berkata 'bukan aku', selalu mengelak dari firman penggembalaan. Padahal Tuhan sedang menanti buah dengar-dengaran. Kalau tidak taat, pasti bergandengan dengan tidak setia. Akhirnya Yudas menjual Yesus, menjadi pengkhianat.

      Menjual Yesus artinya:
      • Beribadah melayani Tuhan tapi hanya untuk mencari perkara jasmani.
      • Mengorbankan, tidak setia dalam ibadah pelayanan karena mencari perkara jasmani.

    Gembala dan sidang jemaat harus tergembala pada firman penggembalaan yang benar, seperti carang melekat pada pokok.
    Syaratnya adalah:
    1. setia dalam kandang penggembalaan,
    2. taat.
    Kalau ada setia dan taat, ini adalah buah manis yang ditunggu oleh Tuhan, dan cepat atau lambat Tuhan pasti akan memberikan buah anggur yang manis (Yohanes 15:1), kebahagiaan sampai kebahagiaan Sorga, juga pemeliharaan secara langsung dari Tuhan di tengah krisis global saat ini.

  3. Egois / mementingkan diri sendiri, prakteknya:
    1. Hagai 1:2-4,9-11, mementingkan perkara jasmani sampai mengabaikan pembangunan tubuh Kristus.
    2. Yohanes 1:48-51, puas dengan berkat yang diterima dari Tuhan, tapi tidak mau masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.
      Orang yang bisa tergembala dalam 3 macam ibadah itu sudah luar biasa, tapi lebih luar biasa kalau bisa melihat keluar dalam pembangunan tubuh Kristus. Jangan puas hanya berada di bawah pohon ara.
    Kalau egois, akibatnya adalah menjadi kering rohani, menjadi tempat serigala dan burung, pembangunan Babel.

    Syarat masuk pembangunan tubuh Kristus:
    1. Hagai 1:14, semangat, setia dan berkobar-kobar.
    2. Hagai 2:5, kuat dan teguh hati, artinya:
      • tidak kecewa dan tidak putus asa menghadapi halangan apapun juga,
      • berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar untuk ditaati dan dipraktekkan.

    1 Tawarikh 28:20, hasil tetap setia dan berkobar, tetap kuat dan teguh hati adalah Tuhan bergumul bersama kita, Tuhan tidak meninggalkan kita.
    Tuhan bergumul bersama kita dengan kasih setiaNya untuk:
    1. Menyelesaikan segala masalah kita, baik masalah jasmani maupun rohani (dosa-dosa).
    2. Kejadian 39:21,23, 1 Samuel 18:14, untuk menjadikan kita berhasil.
      Wahyu 22:20-21, sampai keberhasilan tertinggi, yaitu menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna, siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
Tuhan memberkati.