|
[cetak] Ibadah Raya Malang, 22 Agustus 2010 (Minggu Pagi) Matius 25:14-15 25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Tuhan mempercayakan harta Sorga yang suci (talenta = jabatan pelayanan) kepada manusia berdosa. Ini menunjuk kemurahan Tuhan. Tuhan memberikan jabatan pelayanan sesuai kesanggupan kita sehingga seharusnya semua manusia bisa melayani Tuhan. Ini merupakan keadilan Tuhan. Jadi kita yang tadinya manusia berdosa, namun bisa melayani Tuhan, ini merupakan kemurahan dan keadilan Tuhan. SIKAP TERHADAP TALENTA. Matius 25:16-21 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Sikap terhadap talenta ini dibagi dua, yaitu sikap positif dan sikap negatif. Setiap jabatan pelayanan harus dipertanggungjawabkan saat kedatangan Tuhan kedua kali. Jangan main-main! Sikap positif terhadap jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus adalah SETIA dan BAIK. Setia dan baik ini tidak bisa dipisahkan. Setia saja tetapi tidak baik, tidak boleh. Baik saja tetapi tidak setia, tidak boleh. Setia artinya tidak bisa dihalangi oleh apapun juga, sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Baik artinya:
Matius 25:21 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Hasil melayani dengan setia dan baik adalah kita dipercaya oleh Tuhan untuk melakukan pekerjaan pelayanan yang lebih besar, sampai masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Yohanes 14:12 14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; Ada 2 macam pekerjaan:
Kita harus mengakui bahwa kesatuan dalam nikah saja sulit. Apalagi kesatuan tubuh Kristus yang sempurna antara Israel dan Kafir. Dalam Perjanjian Lama, persekutuan tubuh Kristus ini digambarkan oleh pertemuan Yusuf dengan 11 saudaranya yang sudah sulit bahkan mustahil. Tuhan memakai cara lewat kelaparan untuk mempersatukan Yusuf dengan saudara-saudaranya. Mungkin secara dunia dilihat sebagai cara yang negatif (kelaparan), tetapi di hadapan Tuhan itu adalah cara yang positif. Yohanes 17:11 17:11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Dalam Perjanjian Baru, Yesus harus berdoa sampai 4 kali untuk mempersatukan tubuh Kristus. Lebih mudah membangkitkan orang mati daripada menyatukan tubuh Kristus. Yang bisa menyatukan kita dalam satu kesatuan tubuh Kristus:
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Kerinduan sekaligus keluhan dari Tuhan adalah supaya tubuh Kristus segera terwujud dan Tuhan bisa meletakkan kepalaNya atas kehidupan kita. Kalau tidak aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, berarti bukan Yesus yang menjadi kepala atas hidup kita, melainkan serigala (roh jahat) dan burung (roh najis). Wahyu 18:2 18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, Serigala dan burung ini memuncak sampai dosa makan-minum (merokok, mabuk, judi, dll) dan kawin-mengawinkan. Kalau tidak masuk pembangunan tubuh Kristus, maka akan masuk pembangunan tubuh Babel yang hanya untuk dibinasakan. Pagi ini, pertanyaannya adalah siapa yang menjadi kepala atas hidup kita pribadi, atas nikah kita? Bukti Yesus menjadi kepala adalah:
Wahyu 19:6-7 19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Menyembah Yesus sebagai Raja = mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikan kepada kehidupan yang setia dan baik. Hasilnya:
Tuhan memberkati. |