[cetak]
Ibadah Raya Surabaya, 29 Mei 2011 (Minggu Sore)

Tema Ibadah di Poso: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan yang tegas/kuat kepada ORANG YANG SUDAH SELAMAT, bukan peringatan kepada orang di luar Tuhan.
Lot sekeluarga sudah keluar dari Sodom Gomora, yang artinya: Lot sekeluarga sudah selamat.
Tetapi, Tuhan masih perintahkan Lot untuk lari ke pegunungan supaya tidak disusul hujan api dan belerang.

Pegunungan menunjuk kesempurnaan.
Dalam perjalanan selamat menuju sempurna, istri Lot menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam (binasa untuk selamanya).
Dalam perjalanan bangsa Israel, ada 603.550 orang laki-laki yang keluar dari Mesir. Namun, dalam perjalanan menuju Kanaan (negeri perjanjian), hanya 2 orang yang bisa masuk Kanaan.

Inilah peringatan bagi kita di akhir jaman. JANGAN GAMPANGKAN SOAL MENGIKUT TUHAN!

Di akhir jaman, kita manusia berdosa sudah selamat dan diberkati oleh Tuhan. Tetapi sesudah itu, kita harus menuju ke pegunungan rohani (Yerusalem Baru= kesempurnaan mempelai wanita Tuhan).
Dalam perjalanan ini, kita harus ingat istri Lot. JANGAN SAMPAI GAGAL SEPERTI ISTRI LOT.

Kejadian 19: 26
19:26. Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Tiang garam= sesuatu yang tidak berguna= GARAM YANG TAWAR.
Jangan sampai kita menjadi garam yang tawar, sebab kita adalah garam dunia/terang dunia!

Pengertian garam yang tawar: manusia/hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan tanpa urapan Roh Kudus= manusia daging.
Kalau tidak ada garam yang asin, daging itu bisa dibusukkan oleh ulat-ulat bangkai.

Manusia daging= manusia dalam hawa nafsu daging yang dibusukkan oleh virus-virus dosa dan ulat bangkai dosa sampai masuk dalam api neraka, dimana ulat bangkainya tidak mati.

Inilah yang harus kita jaga. JANGAN SAMPAI KITA KEHILANGAN URAPAN ROH KUDUS!

Praktik sehari-hari dari garam yang tawar:
  1. kecewa, putus asa atau tawar hati.
    Kalau kita sudah putus asa dan tawar hati, kita tidak punya daya tahan lagi secara rohani, sehingga tidak bisa bertahan saat virus dosa datang.

    Tawar hati/kecewa ini melanda 3 tempat:
    • tawar hati dalam ibadah pelayanan.
      2 Korintus 4: 1
      4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

      Tawar hati dalam pelayanan ini mulai dari tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan. Ini terjadi karena tidak menghargai kemurahan Tuhan.

      Kalau kita bisa melayani Tuhan, itu karena kemurahan Tuhan. Kalau kita menyadari ini, maka akan mendorong kita untuk lebih setia dan giat dalam ibadah pelayanan.

    • tawar hati dalam nikah.
      Kolose 3: 21
      3:21. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

      Anak-anak tawar hati kalau tidak taat pada orang tua jasmani, rohani, dan Sorgawi.
      Sebaliknya, orang tua juga jangan membuat anak-anak tawar hati dengan cara:
      1. memaksakan kehendak kepada anak, tetapi kehendak orang tua di luar Firman.
      2. menuruti kehendak anak, tetapi kehendak anak tidak sesuai Firman.

      Suami membuat istri tawar hati kalau suami kasar pada istri, tidak mengasihi istri seperti diri sendiri.
      Istri membuat suami tawar hati kalau istri tidak tunduk pada suami.

    • tawar hati dalam pencobaan/masalah.
      Amsal 24: 10
      24:10. Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

      Tawar hati dalam pencobaan membuat kita tidak punya kekuatan untuk lepas dari pencobaan, bahkan iman kita gugur.

  2. perkataan hambar.
    Kolose 4: 6
    4:6. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

    Perkataan hambar= perkataan sia-sia (fitnah, dusta), perkataan yang tidak membawa berkat yang harus dipertanggungjawabkan.

    Matius 12: 36
    12:36. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

  3. perbuatan hambar.
    Galatia 5: 19-21
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia
    tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Perbuatan hambar= perbuatan daging/dosa.
    Dimana ada garam tawar, kehidupan itu akan dibawa ke dalam api neraka.
Jangan sampai kita yang sudah dipakai Tuhan, justru gagal dalam etape terakhir!

Matius 5: 13
5:13. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Garam yang tawar tidak ada gunanya lagi dan hanya dibuang, bahkan diinjak-injak oleh orang= masuk aniaya antikris.

Wahyu 11: 2-3
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.


Jadi, garam yang tawar hanya akan masuk dalam siksaan antikris selama 1.260 hari (tiada hari tanpa siksaan), sampai pemancungan kepala.
Pada saat itu, ada 2 kemungkinan terjadi:
  • kemungkinan kecil (selobang jarum) dimana kehidupan itu tetap menyembah Yesus, sehingga ia akan disiksa dan dipancung kepalanya. Tetapi ia akan dibangkitkan saat Yesus datang kembali.
    Ini sama dengan mengasinkan garam yang tawar dengan darahnya sendiri.

  • kemungkinan besar, dimana kehidupan itu akan menyembah antikris dan menerima cap 666, sehingga secara fisik, ia tidak disiksa. Tetapi, saat Yesus datang kedua kali, ia akan dibinasakan bersama antikris.
Sebab itu, hari-hari ini, jangan mencari yang enak bagi daging!
Daripada menyembah antikris atau mengasinkan garam dengan darah kita sendiri, lebih baik kita sungguh-sungguh saat-saat ini.

PROSES DARI GARAM TAWAR MENJADI GARAM ASIN:
  1. Markus 9: 49-50
    9:49. Karena setiap orang akan digarami dengan api.
    9:50. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah
    kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

    Proses pertama: berdamai. Artinya: saling mengaku dosa dan saling mengampuni dosa (dan melupakan).

    Jadi, lewat berdamai, virus-virus dosa akan mati, sehingga hati kita damai. Dan kita mengalami urapan Roh Kudus. Inilah garam yang asin.
    Kalau hati kita damai, PASTI ada urapan Roh Kudus yang kita alami.

  2. lewat baptisan air.
    Matius 3: 15-16
    3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    3:16.
    Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    = baptisan air ada kaitan dengan Roh Kudus.
    Yesus sebenarnya tidak perlu dibaptis, tetapi Ia dibaptis untuk:
    • melakukan kehendak Bapa,
    • memberikan teladan baptisan air yang benar.
      Banyak macam baptisan air, tetapi CUMA SATU yang menyelamatkan, yaitu baptisan air seperti Yesus dibaptis.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Istilah Yesus keluar dari air, artinya adalah Yesus keluar dari kuburan air.
    Jadi, baptisan air yang benar adalah kehidupan yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan bersama Yesus. Dan ia bangkit dalam hidup yang baru (jenis kehidupan Surga= hidup dalam kebenaran).

    Kalau hidup dalam kebenaran, maka merpati akan turun atas kita (seperti saat Yesus keluar dari air). Artinya: kita akan mengalami urapan Roh Kudus.

  3. lewat doa penyembahan.
    Kisah Rasul 1: 14
    1:14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

    Doa penyembahan= proses perobekan daging dengan segala keinginannya. Dan Roh Kudus akan dicurahkan.
    Kalau ada keinginan daging, Roh Kudus tidak akan turun, sebab daging dan Roh tidak bisa menyatu.

    Roh Kudus ini tidak bisa dipaksa. Yang harus kita lakukan adalah BERTEKUN seperti ibu yang sedang mengandung. Dan satu waktu, Roh Kudus akan dicurahkan.

  4. lewat percikan darah untuk mempercepat proses garam tawar menjadi asin.
    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Percikan darah= sengsara tanpa dosa karena kehendak Tuhan.
    Bisa dalam bentuk doa puasa, doa semalam suntuk atau difitnah dan lainnya.
    Dan saat itu, Roh Kemuliaan akan kita terima.

    Semakin hebat percikan darah yang kita alami, semakin luar biasa kemuliaan Tuhan dan urapan Roh Kudus yang kita alami, juga semakin besar pemakaian Tuhan atas kita.
Garam asin= kehidupan yang diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, bahkan meluap-luap dalam Roh Kudus.

Praktik kehidupan yang sudah menjadi garam asin:
  1. tulus/jujur, seperti burung merpati (diatas sudah diterangkan bahwa Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati). Dan ulat bangkai tidak akan bisa masuk.

  2. takut akan Tuhan= taat dengar-dengaran= takut berbuat dosa (Roh Kudus mengajar kita untuk berseru 'Ya Abba, Ya Bapa').

    Takut berbuat dosa= tidak mau berbuat dosa sekalipun ada kesempatan, keuntungan dan sebagainya.
Kalau kita JUJUR DAN TAKUT akan Tuhan, kita akan bergaul erat dengan Tuhan.

Amsal 3: 32
3:32. karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

Mazmur 25: 14
25:14. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Kalau bergaul erat dengan Tuhan (dekat dengan Tuhan), Tuhan akan memperhatikan dan bergumul dengan kita.

Hasil dekat dengan Tuhan:
  • Mazmur 62: 2-3
    62:2. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
    62:3. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.


    Hasil pertama: kita merasa tenang (ada perhentian dan kelegaaan). Kita terlepas dari letih lesu dan beban berat, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan.

  • Mazmur 145: 18-19
    145:18. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
    145:19. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia,
    mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.

    Hasil kedua: Tuhan mampu menolong kita tepat pada waktuNya.

  • Kejadian 5: 22-24
    5:22. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
    5:23. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
    5:24. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab
    ia telah diangkat oleh Allah.

    Hasil ketiga: kita mengalami kuasa pengangkatan. Kita diangkat dari kejatuhan dosa, kegagalan dan hidup kita dibuat indah. Sampai satu waktu, kita diangkat di awan-awan dan kita bersama Yesus saat Ia datang kembali.
Tuhan memberkati.