|
[cetak] Berserah Pada Tuhan, itulah Yang Terbaik Oleh: Ibu Yosaf Jumat, 01 Juli 2005 Semula,
saya ingin setelah kurang-lebih 2 tahun menikah, saya baru punya anak. Dan saya mulai berdoa meminta
anak pada Tuhan, tapi belum berharap sepenuh pada Tuhan, saya juga masih
berharap pada vitamin yang katanya sudah terbukti dapat menyuburkan dan
mempercepat kehamilan. Jadi kalau saya hamil, itu adalah karena Tuhan
dan vitamin. Lalu saya putuskan untuk berhenti minum vitamin yang katanya sudah terbukti dapat menyuburkan dan mempercepat kehamilan. Dan hanya berharap sepenuh kepada Tuhan. Saya berpikir, jika nanti benar saya hamil adalah karena Tuhan, bukan karena vitamin (bukan karena yang lain). Saya tidak ingin saya maupun orang lain berpikir bahwa saya hamil karena Tuhan dan vitamin (jadi kalau saya hanya berdoa saja dan tidak minum vitamin, maka saya belum tentu hamil). Tapi, saya ingin saya maupun orang lain berpikir bahwa saya hamil hanya karena Tuhan, bukan yang lain! Saya berdoa setiap hari,
memohon kemurahan Tuhan untuk mengaruniakan anak pada saya. Dan saya berkata
pada Tuhan bahwa hanya Dialah yang dapat mengaruniakan anak pada saya,
bukan yang lain! Yang lain tidak mampu! Dan hanya Tuhanlah satu-satunya
harapan saya! Setelah beberapa minggu berdoa, saya belum juga hamil, hati saya sempat lemah. Tapi saya ingat akan kisah Hana dan Abraham. Hana memohon anak pada Tuhan, dengan hati yang hancur, dan akhirnya Tuhan mengaruniakannya. Abraham tekun menanti janji Tuhan akan anak, dan akhirnya setelah 25 tahun menunggu, Tuhan mengaruniakannya. Saya berpikir dan menetapkan
bahwa saya akan terus tekun berdoa memohon pada Tuhan untuk dikaruniai
anak sampai Tuhan memberikannya, entah kapan (entah beberapa tahun lagi/
berpuluh tahun lagi?), saya pasrah (sebelumnya, meski saya sudah berharap
sepenuh pada Tuhan, saya ingin segera dikaruniai anak oleh Tuhan, tidak
pasrah). |