[cetak]
Aku hidup hanya oleh karena firman Tuhan
Oleh: Ibu Christine
Minggu, 08 Januari 2017

Kami akan menyaksikan cinta kasih TUHAN yang begitu besar di tahun 2016. Secara manusia, itu tidak masuk akal. Tapi saat hati memuji dan menyembah TUHAN, TUHAN berikan jawabannya, di mana saya mengalami keajaiban TUHAN soal pekerjaan saya.  

Pada bulan Februari awal tahun 2016, saya dipanggil oleh atasan: "Ms, maaf karena anak-anak mau keluar 4 orang, jadi Ms saya keluarkan lebih dulu." Jadi bulan Maret sudah tidak bekerja lagi. Pada saat itu saya hanya berkata: "TUHAN, jika ini kehendak-Mu, saya akan keluar dari sini. Tapi saya hidup oleh karena firman-Mu."

Dan malam itu saya SMS bapak gembala minta tolong bantu doa.
Dan setiap hari saya hanya berkata: "TUHAN, aku hidup hanya oleh karena firman-Mu." Secara manusia itu tidak masuk akal.


Selama bulan Februari berjalan sampai akhir, anak-anak sudah keluar. Saya sudah berpamitan kepada orang tua murid. Tetapi TUHAN tunjukkan mujizat-Nya. TUHAN kirimkan lebih dari 4 orang untuk masuk dan saya dipanggil lagi. Ini bukan karena kekuatan saya, tetapi karena kekuatan TUHAN sendiri yang senantiasa memelihara saya.

Kalau secara manusia, tidak cukup uang pensiun. Tetapi kalau TUHAN masih beri saya tangan, kaki, mata, masih lengkap, saya tidak mau bergantung kepada orang lain. Saya tidak mau mempermalukan nama TUHAN. Saya hanya berharap kasih setia TUHAN.

Waktu terus berjalan dan saya diberitahu bahwa pada bulan Juni akan keluar 8 anak lagi. Saya hanya bisa menyebut nama TUHAN: "TUHAN, kapan waktunya saya keluar dari sini?" Dan saya hanya berkata kepada anak saya: "Nanti setelah bulan Juni, mama tidak tahu mau bekerja apa lagi." Karena secara umur, saya sudah tua. Tentu tidak semua orang mau memperkerjakan orang yang sudah tua.

Tapi seperti bapak gembala katakan, TUHAN itu tidak pernah menipu.
Saat itu ada orang tua murid yang berkeluh kesah: "Ms, setiap kali anak saya ke daycare, tidak mau. Selalu menangis di rumah." Saya hanya berdoa: "Apa ini jawaban dari TUHAN supaya saya cepat keluar dari tempat penitipan anak itu? Jika TUHAN kehendaki saya keluar dari tempat ini, TUHAN pertemukan saya dengan orang yang tepat untuk saya dapat bekerja dengan dia."

TUHAN izinkan saya bisa bertemu dengan orang tua tersebut di luar, karena kalau bertemu di dalam, atasan senantiasa mengawasi pembicaraan lewat CCTV.
Orang tua tersebut bertanya apa tidak ada orang karena dia butuh orang untuk bisa bekerja di tempatnya.
Saat itu saya berkata: "Apa ibu mau? Kontrak saya habis tanggal 5 Juni. Kalau mau, saya yang akan bekerja di tempat ibu."
Ternyata ibu dan suaminya setuju sehingga saya bisa bekerja di tempat ibu itu.

Secara manusia itu tidak mungkin ibu itu mau memperkerjakan saya. Tapi karena kemurahan TUHAN semua itu boleh terjadi. Puji TUHAN, selama di tempat itu, TUHAN peliharakan saya.

Begitu banyak berkat yang boleh saya terima. Terutama saat ibadah dipindah pagi hari. Tentu saya sangat kebingungan. Karena pagi saya sudah ditelepon untuk datang karena ibu itu mau bekerja. Sehingga sempat 2 minggu saya tidak bisa beribadah.
Akhirnya saya cuma berdoa:"TUHAN tolong! Berikan saya keberanian untuk membawa anak-anaknya ikut sekolah minggu, karena selama ini tidak pernah orang tuanya membawa anaknya sekolah minggu. Orang tuanya pun tidak pernah ke gereja." Saya sempat maju mundur, tapi kemudian saya meminta izin kepada ayahnya. Ternyata dizjinkan untuk membawa anak-anaknya ke sekolah minggu, yang penting tidak sampai terlambat makan.

Puji TUHAN, setelah 2 minggu anak-anaknya ikut sekolah minggu di tempat ini, banyak perubahan yang terjadi.
Kemudian dengan polosnya anak bertanya: "Papa kok tidak ke gereja?"
Akhirnya bapaknya sungkan. Sehingga kadang setelah mengantar anak-anaknya sekolah minggu, terus ke gereja lain. Atau menunggu di depan.

Puji TUHAN, begitu banyak hal yang boleh saya alami dan berkat yang saya terima. Terima kasih untuk bapak gembala dan ibu yang senantiasa menaikkan doa-doanya untuk saya dan anak saya.

Demikian kesaksian saua. Semoga menjadi berkat. Terima kasih.