English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 06 Februari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 dalam susunan Tabernakel (Kerajaan Surga) terkena pada buli-buli emas berisi manna.

Di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 10 Agustus 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 25:14-15

Ibadah Doa Malang, 20 Maret 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 20:22-26
20:22 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam V

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:39-45 adalah tentang Pertemuan Maria dan Elisabet.

Saat Maria bertemu Elisabet, anak yang di dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Februari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Tondano

Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Tema...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2010 (Senin Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam II
Tema di Jakarta "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Februari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Mei 2011 (Rabu Sore)
Pdt. Mikha. S. Toding

Matius 7: 15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 02 Februari 2010 (Selasa Sore)
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak ketinggalan waktu Yesus datang supaya tidak ketinggalan bersama dunia tetapi...

Ibadah Raya Malang, 25 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam susunan Tabernakel, kitab Wahyu 7 terkena pada...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 26 mei 2014 (Senin Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.
Kalau kita baca, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan karena diganti suku Manasye.

Mengapa demikian? Karena suku Dan menjadi seperti ular beludak; suku Dan sama dengan keturunan ular beludak.
Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Mazmur 140: 4
140:4. Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya. Sela

Keturunan ular beludak dilihat dari lidahnya, yang mengandung bisa atau racun yang mematikan. Kita harus hati-hati soal lidah. Suku Dan tidak dihitung dalam dua belas suku Israel, hanya karena lidahnya mengandung racun yang mematikan.

Yakobus 3: 7-8
3:7. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8. tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan
lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Lidah yang mengandung racun yang mematikan artinya: perkataan sia-sia yang membuat kering rohani, sampai mati rohani; kebinasaan di neraka, baik bagi yang mengatakan maupun yang mendengar.
Karena itu kita jaga, jangan sampai mendengar gosip.

Jalan keluarnya:
Kolose 4: 6
4:6. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Perkataan sia-sia= perkataan hambar--tanpa garam api Roh Kudus--: dusta, gosip, fitnah, hujat dan lain-lain. Ini sama dengan perkataan tanpa kasih, yang membuat kering rohani, mati rohani sampai binasa.

Untuk menangkal racun ular, lidah kita harus digarami dengan api Roh Kudus.
Markus 9: 49
9:49. Karena setiap orang akan digarami dengan api.

Matius 3: 7-8, 11
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan
pertobatan.
3:11. Aku
membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Suku Dan--dari keturunan Abraham menjadi keturunan ular beludak--sama dengan orang Farisi dan orang Saduki.

Proses lidah digarami api Roh Kudus:

  1. Ayat 7-8= percaya Yesus dan bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa.
  2. Baptisan air yang benar. Kita dibaptis seperti Yesus dibaptis.
    Matius 3: 16
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit/keluar dari dalam kuburan air bersama Yesus, sehingga mendapatkan hidup baru (baptisan Roh kudus)--waktu Yesus keluar dari dalam air, Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.

    Kita mengalami baptisan Roh Kudus sehingga lidah digarami oleh Roh Kudus.

Ini jalan satu-satunya untuk menangkal racun ular beludak pada lidah.
Kalau sudah digarami Roh Kudus, racun ular tidak akan bisa masuk.

Hasilnya:

  1. Lidah menghasilkan perkataan yang benar, suci, dan baik.
    Praktiknya:


    1. Lidah menjadi seperti kekang.
      Yakobus 3: 3
      3:3. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Lidah seperti kekang, artinya: perkataan benar, suci, dan baik bisa mengekang/mengendalikan keinginan dan hawa nafsu daging yaitu nafsu jahat, najis, dan pahit--karena dari perkataan jahat, najis, dan pahit bisa terjadi perbuatan kejahatan, kenajisan, dan kepahitan.


    2. Lidah menjadi seperti kemudi pada kapal. Mau ke mana arah kapal ditentukan oleh kemudi.
      Yakobus 3: 4
      3:4. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

      Perkataan benar, suci, dan baik menentukan arah perjalanan hidup kita untuk menuju pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru, makin hari makin bahagia. Kalau lidah tidak baik, akan menuju neraka, makin hari makin terasa siksaan.

      Lidah ini menentukan kita mau ke mana: ke sorga atau tersesat ke neraka.


    3. Yakobus 3: 5
      3:5. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

      Yang ketiga: lidah menjadi seperti api yang membakar hutan yang besar.
      Arti positifnya: perkataan yang benar, suci dimulai dengan mengaku dosa. Kalau lidah dikuasai Roh Kudus, lidah hanya untuk mengaku dosa dan membakar dosa-dosa yang sudah tertata rapi bertahun-tahun--seperti hutan. Dibakar semuanya. Kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi.

      Kalau tidak mau mengaku dosa, akan berhutang dosa yang tambah lebat. Kalau hutan tambah lebat, binatang buas senang di sana, sampai antikris berkuasa atas kehidupan kita.


    Biarlah malam ini kita mengingat suku Dan yang tidak ditulis dalam pemeteraian. Ini tahun pemeteraian, jangan sampai seorang dari kita tidak ditulis dalam pemeteraian hanya karena menjadi keturunan ular beludak--lidah yang bersalah.
    Mohon di dalam rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, pekerjaan, sekolah, dan di mana saja kita jaga lidah.

    Lidah digarami Roh Kudus, sehingga menghasilkan perkataan benar, suci, dan baik: menjadi kekang--tidak mengikuti hawa nafsu--, kemudi--perjalanan hidup kita jelas, lebih indah dan bahagia; menuju sorga--, dan membakar hutan--mengakui dosa, jika diampuni jangan berbuat lagi. Hadirat Tuhan nyata di sana.


  2. Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
    mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Hasil kedua: lidah bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati--keluhan tak terucapkan--, berbahasa roh, dengan mengeluh dan mengerang kepada Tuhan.
    Hancur hati= mengeluh dan mengerang kepada Tuhan, seperti perempuan mengandung yang hendak melahirkan.

    Malam ini apapun keadaan kita, biar lidah ini dikuasai Roh Kudus. Perkataan yang tidak baik; perkataan sia-sia, hambar, menyakiti orang, berdusta, gosip, fitnah--yang benar jadi salah, yang salah jadi benar--, sampai hujat--menghujat Tuhan; menghujat pengajaran yang benar--, ini semuanya menuju kebinasaan, tidak dimeteraikan seperti suku Dan. Tetapi biarlah lidah dikuasai api Roh Kudus.

    Mengeluh= memohon pada Tuhan untuk terlepas dari segala letih lesu dan beban berat, susah payah di bidang apa saja--ekonomi, rumah tangga--, sehingga Tuhan memberikan perhentian/kelegaan kepada kita. Semua enak dan ringan; ada damai sejahtera. Mengeluh pada Tuhan, jangan pada sesama!
    Mungkin ada susah payah, air mata serahkan pada Tuhan, sampai damai sejahtera.

    Mengerang= memohon kepada Tuhan supaya kita mengalami kelepasan dari tubuh daging--kalau bayi sudah mau lahir, ibunya akan mengerang--; kita mengalami kelahiran baru dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mengerang malam ini, mungkin ada perkataan, perbuatan, pandangan daging!

    Manusia rohani adalah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--seperti Yesus taat sampai mati di kayu salib--dan sabar--sabar dalam penderitaan dan sabar menunggu waktu Tuhan--seperti ibu yang bersabar menunggu kelahiran bayi. Itulah manusia baru.

    Taat dan sabar menunggu waktu Tuhan sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Ia akan mengulurkan tangan kuasa-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua (Roma 8:28).
    Artinya: semua menjadi baik pada waktunya, semua selesai pada waktunya, semua menjadi indah pada waktunya.

    Mari, banyak mengeluh dan mengerang kepada Tuhan, bukan pada manusia. Kalau sudah tidak kuat, sudah letih lesu, kita mengeluh pada Tuhan, supaya ada damai sejahtera; semua menjadi enak ringan.
    Ada dosa atau tabiat daging yang tidak bisa lepas, kita mengerang pada Tuhan, sehingga terjadi kelepasan/pembaharuan: taat dan sabar.

    Kita menantikan waktu Tuhan, Dia akan menjadikan semua baik, berhasil, indah dan selesai pada waktunya.
    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Dan kalau Tuhan datang kembali kedua kali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, kita terangkat di awan-awan dengan sorak-sorai: Haleluya kepada Tuhan, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dan kita bersama Dia selama-lamanya. Kita benar-benar dimeteraikan, jadi milik-Nya selamanya yang tidak dapat diganggu gugat.

Sungguh-sungguh, kesempatan ini kita mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Apapun keadaan kita, serahkan kepada Dia, kita hanya mengangkat tangan kepada Tuhan, sampai semua menjadi baik, berhasil, dan indah pada waktunya, bahkan sempurna.

Tuhan memberkati.


Penyerahan Anak

Anak yang diserahkan bernama Gabrian Imanuel Santoso.
Gabrian artinya Tuhan adalah kekuatanku.
Imanuel artinya Tuhan besertaku.

Kalau digabung, ini adalah ungkapan dari seorang yang merasa tidak berdaya/tidak bisa apa-apa di dalam dunia, dan seorang yang hanya bergantung sepenuh kepada Tuhan, seperti bayi yang kita serahkan malam ini. Mau bergantung siapa kalau bukan ibunya? Tidak bisa apa-apa.
Biarlah seperti bayi Gabrian, kita semua juga harus bisa menjadi seperti bayi yang merasa tidak berdaya apa-apa; hanya bergantung sepenuh kepada Tuhan.

Untuk bisa menjadi seperti bayi yang baru lahir secara rohani--kekuatannya hanya Tuhan, dan disertai Tuhan--, prosesnya:
1 Petrus 2: 1-2
2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).
2:2. Dan
jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

  1. Ayat 1= membuang lima dosa utama= hidup dalam kebenaran.
  2. Ayat 2= hanya merindukan air susu yang murni dan rohani, itulah firman penggembalaan yang benar, diulang-ulang dan diurapi Roh Kudus.
    Menikmati artinya mendengar dan taat dengar-dengaran, sehingga mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani.

    Tanda dewasa rohani=


    1. Bisa bekerja--anak kecil tidak bisa bekerja--, artinya: bisa beribadah melayani Tuhan, menjadi imam-imam dan raja-raja yang dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya.


    2. Hanya bisa menangis kepada Tuhan; banyak berdiam diri; mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan kepada kita bayi-bayi.
      Bayi yang menyusu hanya menangis; menyediakan puji-pujian.

      Matius 21: 16
      21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

      Bayi memuji lewat menangis, menyembah Tuhan juga menangis, mengangkat tangan kepada Tuhan. Dan Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih anugerah-Nya yang besar kepada kita semua; kita dipeluk tangan Tuhan.

      1 Petrus 5: 6
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kita serahkan bayi Gabrian ke dalam tangan anugerah Tuhan yang besar, dia dipeluk dan ditinggikan pada waktunya: semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya, dipakai oleh Tuhan, diubahkan oleh Tuhan, sampai sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top