|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 02 November 2010 (Selasa Pagi)
Kitab
Keluaran = berasal dari kata Elechshomoth yang
artinya inilah namanya. = berasal dari kata Exodus,
yang berasal dari 2... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu: Ayat 29, badai maut... Ibadah Kaum Muda Malang, 17 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:38-40, Tabut Perjanjian terdiri dari tutup dan peti. Tutupnya dari emas menunjuk... Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Tema "Wahyu 21: 5" 21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan... Ibadah Doa Malang, 15 Juni 2010 (Selasa Sore)
bersamaaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III
Kita masih membahas tentang 10... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Desember 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI.... Ibadah Kunjungan Soroako II, 22 Februari 2012 (Rabu Pagi)
Lukas 1:37 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Ibadah Paskah Medan V, 30 April 2009 (Kamis Pagi)
Wahyu 22: 20 'Ya, Aku datang segera'=kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam kemuliaan... Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2011 (Selasa Sore)
Seorang hamba Tuhan/pelayan tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama, yaitu : Penyucian dengan api firman. Musa... Ibadah Raya Surabaya, 26 Desember 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34 25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia... Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2008 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 menunjuk tentang 7 nubuat. Matius 24:26-31 adalah nubuat kelima... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Maret 2012 (Rabu Sore)
Ibadah
Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya. Pembicara:
Pdt. Mikha Sanda Toding Matius
9: 1-8 9:1.
Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2011 (Rabu Sore)
Ibadah
Doa dipindahkan pada hari Senin sebelumnya. Diambil
dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Ambon, 16 November 2011
Sore
Tema:
Yohanes
10:... Ibadah Doa Surabaya, 25 Mei 2011 (Rabu Sore)
Pdt.
Mikha. S. Toding
Matius
7: 15
7:15.
"Waspadalah
terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti
domba,
tetapi sesungguhnya mereka adalah... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.
Ada 2 macam saksi dan...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 11 Mei 2011 (Rabu Sore)
Disertai
dengan puasa 2
Tawarikh 20: 1-3, 12 20:1.
Setelah
itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat
bersama-sama sepasukan orang Meunim. 20:2. Datanglah orang
memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari
seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di
Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi. 20:3. Yosafat menjadi takut,
lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia
menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. 20:12.
Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami
tidak mempunyai kekuatan
untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami.
Kami tidak
tahu apa yang harus kami lakukan,
tetapi mata
kami tertuju kepada-Mu."
Yosafat
dalam keadaan terjepit, yaitu:
- tidak
punya kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar (pencobaan yang
besar),
- tidak
tahu apa yang harus dilakukan (tidak ada jalan keluar)
Jalan
keluar yang diambil adalah berpuasa. Saat kita menghadapi
pencobaan yang mustahil dan tidak tahu apa yang harus kita lakukan,
jalan
keluarnya adalah BERPUASA.
Berpuasa
adalah kesempatan supaya mata
kita HANYA tertuju pada Tuhan.
Ibrani
12: 2 12:2.
Marilah kita melakukannya dengan mata
yang tertuju kepada Yesus,
yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa
iman kita itu kepada kesempurnaan,
yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita
yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk
di sebelah kanan takhta Allah.
Jadi,
berpuasa
adalah mata tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di
sebelah kanan tahta Allah Bapa,
yang mampu menuntun kita pada kesempurnaan.
Mata
tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar, artinya:
- Ibrani
7: 26
7:26.
Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang
saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang
berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,
Arti
pertama: meneladani
kesucian Imam Besar sampai pada kesempurnaan Imam Besar.
Disini,
praktiknya adalah mata
kita tertuju pada MULUT-NYA
Imam Besar
yang mengeluarkan sebilah pedang tajam bermata dua.
Wahyu
1: 16 1:16.
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari
mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua,
dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Praktik
memandang Mulut Imam Besar
adalah mendengar
Firman pengajaran dengan sungguh-sungguh sampai mempraktikan Firman
pengajaran. Maka,
kita mengalami penyucian hati, perbuatan sampai perkataan, bahkan
tidak salah dalam perkataan.
Yakobus
3: 2 3:2.
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak
bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat
juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Tidak salah lagi dalam perkataan= menjadi sempurna sama seperti Imam Besar.
- Ibrani
12: 3
12:3.
Ingatlah
selalu akan Dia,
yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya
dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan
kamu menjadi lemah dan putus asa.
Arti
kedua: meneladani
ketabahan hati Imam Besar,
dimana Tuhan menghadapi ketidak adilan, bahkan sampai dihukum
mati.
Praktiknya sekarang adalah mata
kita tertuju pada KEDUA
TANGAN Imam Besar
yang memegang darah dan dupa.
Dulu, imam besar Harun masuk ke ruangan maha suci dengan membawa darah lembu/domba dan dupa. Kemudian, ia memercikan darah tersebut, shingga terjadi Shekinah Glory (sinar kemuliaan). Sekarang, Yesus membawa DarahNya sendiri dan berdoa (dupa) untuk kita.
Praktik
melihat Tangan Imam Besar:
- 'darah'=
rela sengsara
daging
karena Yesus tanpa dosa, salah satunya berpuasa.
- 'dupa'=
kita banyak
menyembah Tuhan.
Darah
dan dupa ini tidak boleh terpisah
Kalau hanya darah, tanpa dupa, kita pasti tidak kuat.
Dulu,
kalau Harun membawa darah dan dupa, maka akan muncul Shekina
Glory.
Artinya sekarang, kalau
ada darah dan dupa
(banyak menyembah Tuhan saat dalam sengsara), maka ada
Roh Kemuliaan
yang datang.
1
Petrus 4: 12-14 4:12.
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah
kamu heran akan nyala api
siksaan
yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang
luar biasa terjadi atas kamu. 4:13. Sebaliknya, bersukacitalah,
sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus,
supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia
menyatakan kemuliaan-Nya. 4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu
dinista karena nama Kristus, sebab Roh
kemuliaan,
yaitu Roh Allah ada padamu.
Roh
Kemuliaan bisa membahagiakan kita ditengah penderitaan.
Ini artinya kita
sudah menjadi kehidupan yang tabah, kuat dan teguh hati.
Kita tetap mengikuti Tuhan sampai Tuhan datang kembali.
Semakin
berat pendertiaan kita, biarlah kita semakin banyak menaikkan doa
penyembahan. Dan cepat atau lambat, kita akan berbahagia dalam
penderitaan.
- Ibrani
2: 17
2:17.
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan
saudara-saudara-Nya, supaya Ia
menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada
Allah
untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Arti
ketiga: meneladani
Yesus yang setia dan berbelas kasihan=
memiliki kasih karunia/kemurahan.
Praktiknya adalah mata
kita tertuju JANTUNG
HATI Imam Besar
yang memiliki kasih setia.
Kasih
setia ini tidak pernah berhenti seperti degub jantungnya Tuhan yang
tidak pernah berhenti dan tidak pernah berubah.
Praktik
memandang jantung hati Yesus
adalah setia
dan taat dengar-dengaran.
Setia
dan taat dengar-dengaran= kita mengulurkan tangan pada Tuhan dan
Tuhan mengulurkan Tangan kepada kita.
Kegunaan
kasih setia Tuhan:
- Ibrani
4: 14-16
4:14.
Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah
melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh
berpegang pada pengakuan iman kita. 4:15. Sebab Imam Besar yang
kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan
kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah
dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 4:16. Sebab itu marilah kita
dengan penuh keberanian menghampiri
takhta kasih
karunia,
supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk
mendapat
pertolongan kita pada waktunya.
Kegunaan
pertama: kasih karunia Tuhan mampu menolong
kita tepat
pada waktunya
dalam menghadapi segala masalah sampai masalah yang
mustahil.
Contohnya adalah Yosafat yang menghadapi laskar
yang besar. Mereka berpuasa sampai menemukan kasih karunia Tuhan.
Dan kasih karunia Tuhan yang menolong mereka, menjadikan musuh-musuh
mereka sebagai bangkai.
2
Tawarikh 20: 17, 21, 24 20:17.
Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan
Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana
TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan
terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN
akan menyertai kamu." 20:21.
Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang
akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian
kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang
bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi
TUHAN, bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih
setia-Nya!" 20:24.
Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun,
mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua
telah menjadi bangkai
berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.
Dengan
kasih karunia Tuhan, apapun keadaan kita, apa
yang menakutkan kita akan menjadi bangkai.
Sebaliknya,
Lazarus yang sudah jadi bangkai, juga bisa dibangkitkan. Artinya:
apa
yang sudah jadi bangkai dalam hidup kita, bisa dipulihkan di hadapan
Tuhan.
- 2
Samuel 15: 25-26
15:25.
Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah
tabut Allah
itu kembali ke kota; jika
aku mendapat kasih
karunia
di mata TUHAN,
maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku
akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. 15:26.
Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka
aku bersedia, biarlah
dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya."
Kegunaan
kedua: lewat kasih karunia Tuhan, kita
bisa melihat tabut perjanjian dan tabernakel
(kabar mempelai). Dan ini LEBIH
BERHARGA DARI APAPUN. Disini,
Daud dikejar oleh Absalom. Tapi yang ia rindukan adalah melihat
tabut perjanjian dan tempat kediaman Allah (Tabernakel), bukan kerajaannya.
Tidak
semua orang mendapat kasih karunia untuk menerima kabar mempelai.
Kalau kita sudah menerimanya, JANGAN
DILEPASKAN!
Yosua
3: 3, 6 3:3.
dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera
sesudah kamu melihat
tabut perjanjian
TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka
kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya-- 3:6.
Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah
tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka
mereka mengangkat
tabut perjanjian
dan berjalan di depan bangsa itu.
Sikap
kita terhadap tabut:
- melihat=
menerima kabar mempelai.
- mengikuti=
seluruh aspek hidup kita harus sesuai dengan kabar mempelai.
- memikul=
kita bertanggung jawab untuk memegang teguh kabar mempelai, praktik
sampai bersaksi.
Dimana
ada tabut perjanjian, disitu ada jalan baru dari Tuhan dan semua
jadi baik.
Bahkan, kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Jalan
ke Kanaan adalah etape terakhir kita. Dan pada etape
terakhir ini, yang memimpin adalah KABAR MEMPELAI.
- Wahyu
22: 20-21
22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya,
Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih
karunia
Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian!
Amin.
Kegunaan
ketiga: kasih karunia Tuhan untuk
menghadapi kedatangan Yesus kedua kali,
yaitu menyucikan, mengubahkan dan mengangkat kita dari
kejatuhan. Sampai satu waktu, kita sempurna seperti Dia. Kita
menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatanganNya kembali.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|