|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Raya Malang, 22 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-15 25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau... Ibadah Doa Malang, 29 Juni 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:2-4 25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 16 Oktober 2009 (Jumat Sore)
Tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.
Ibadah Raya Surabaya, 18 Desember 2011 (Minggu Sore)
Penyerahan
Anak Markus
10: 13-16 10:13.
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia
menjamah
mereka;
akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 10:14.
Ketika... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius
24: 45-51
=
berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga
waktunya, yaitu:
ay. 45-47= dikaitkan... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2011 (Senin Sore)
Disertai
dengan Penataran Imam-Imam II Matius 26: 27-28 26:27.
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya
kepada mereka... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang
Kisah Rasul 14:22, untuk bisa masuk Kerajaan Sorga kita harus mengalami... Ibadah Raya Surabaya, 27 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 12 26:12.
Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu
persiapan
untuk penguburan-Ku.
ay.
6-13= PERSIAPAN
KEMATIAN ANAK DOMBA... Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2012 (Minggu Sore)
Matius
27: =
terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di... Ibadah Raya Malang, 08 Mei 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK. Yeremia 17:7-8 17:7 Diberkatilah orang yang... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:40-42 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Januari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-30 "Keadaan Pada Masa Kedatangan Yesus Ke2x"
Terjadi kegoncangan dan... Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III
Keluaran 4: Seorang hamba Tuhan/pelayan... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 April 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1 25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga... Ibadah Raya Malang, 20 November 2011 (Minggu Pagi)
Yohanes 10:10b 10:10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 23 Maret 2011 (Rabu Sore)
Pembicara:
Pdt. Dadang
Matius
5 : 8
5:8
Berbahagialah orang
yang suci hatinya,
karena
mereka akan melihat Allah.
Hati
suci bisa melihat Tuhan = bisa menyembah Tuhan.
Tetapi secara kenyataan, hati manusia banyak dipenuhi dosa-dosa.
Matius
15 : 19
15:19.
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2),
perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan
hujat(7).
Ada
7 dosa dalam hati yaitu
- Pikiran
jahat termasuk prasangka buruk terhadap sesama dan rencana-renacana
jahat terhadap sesama.
- Pembunuhan
dimulai dari kebencian-kebencian, bila ada kebencian kepada sesama
yang tidak terselesaikan maka akan tertimbun dalam hati sehingga
menjadi pahit hati kemudian meningkat menjadi dendam/amarah sampai
pada akhirnya meningkat menjadi pembunuhan.
- Perzinahan
di dalam hati yaitu keinginan-keinginan najis, baik lewat pandangan,
pendengaran.
- Percabulan-percabulan.
- Pencurian
milik Tuhan dan sesama.
- Sumpah
palsu, suka bersumpah demi apapun.
- Hujat
adalah dosa menghina kebenaran, seperti mulutnya antikris menghujat
Allah dan tempat kediamanNya.
Angka
7 menunjuk pelita emas dan bila ada 7 dosa berarti sempurna
di dalam dosa
sehingga pelitanya padam = hidup didalam kegelapan (hatinya menjadi
gelap), sehingga tidak bisa melihat Tuhan dan tidak bisa menyembah
Tuhan.
Tanda
hati manusia menjadi gelap (sempurna dalam dosa) adalah:
- Sering
terjadi benturan dengan sesama.
2
Korintus 12 : 20 12:20
Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak
seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang
kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan,
iri
hati,
amarah,
kepentingan
diri sendiri,
fitnah,
bisik-bisikan,
keangkuhan,
dan kerusuhan.
Benturan-benturan
dengan sesama dimulai karena adanya perselisihan, iri hati dsb.
1
Korintus 1 : 10-11 1:10.
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita
Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di
antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati
sepikir. 1:11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan
oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa
ada perselisihan di antara kamu.
Bila
ada prasangka-prasangka buruk, iri hati, perselisihan, gosip-gosip,
maka akan mengakibatkan perpecahan dan TIDAK
MENJADI SATU KESATUAN.
Contohnya:
bila ada perselisihan-perselisihan dalam rumah tangga, akibatnya
bisa menimbulkan perpecahan bahkan sampai terjadi perceraian.
- Gampang
tersandung dan gampang menjadi sandungan.
Wujudnya yaitu gampang kecewa.
Ibrani
4 : 12-13 4:12
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih
tajam dari pada pedang bermata dua manapun;
ia
menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh,
sendi-sendi
dan sumsum;
ia sanggup membedakan pertimbangan
dan pikiran hati kita. 4:13
Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya,
sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan
mata Dia,
yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Oleh
sebab itu, supaya
bisa melihat Tuhan hati harus disucikan dengan firman pengajaran yang
benar
yaitu firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Proses
mengalami penyucian adalah:
- Mendengar
firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan.
- Sampai
bisa mengerti firman.
- Kemudian
bisa percaya/yakin akan firman.
- Praktek
firman.
1
Petrus 1 : 22
1:22
Karena
kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran,
sehingga
kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas,
hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap
hatimu.
KALAU
KITA DI SUCIKAN MAKA KITA BISA MELIHAT TUHAN/MENYEMBAH TUHAN.
Tingkatan
bisa melihat Tuhan:
- Bisa
melihat diri sendiri
= koreksi diri dan jika ditemukan dosa, harus mengaku dosa dan
bertobat (berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan).
- Melihat
sesama yang dalam kekurangan dan membutuhkan.
Matius
25 : 34-38, 40 25:34
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang
telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 25:35 Sebab
ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu
memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku
tumpangan; 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara,
kamu mengunjungi Aku. 25:37 Maka orang-orang benar itu akan
menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar
dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau
minum? 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang
asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami
memberi Engkau pakaian? 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku
yang paling hina ini,
kamu
telah melakukannya untuk Aku.
ay.
40= bisa melihat sesama yang membutuhkan. Kalau
kita bisa melihat diri sendiri dan sesama yang membutuhkan maka kita
bisa melihat Tuhan.
Praktek-praktek
bisa melihat Tuhan
adalah:
- 2
Tawarikh 20 : 12
20:12
Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena
kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar
ini,
yang datang menyerang kami. Kami
tidak tahu apa yang harus kami lakukan,
tetapi
mata kami tertuju kepada-Mu."
Praktek
pertama adalah percaya
dan berhadap hanya kepada Tuhan
(mengandalkan
Tuhan didalam segala sesuatu)
yang artinya kita mengaku tidak berdaya dan tidak bisa berbuat
apa-apa apalagi menghadapi laskar yang besar (sesuatu yang
mustahil).
Bila percaya dan berharap kepada Tuhan, kita
sedang mengulurkan tangan kepada Tuhan.
Hasilnya:
Tuhan akan turun tangan untuk:
- 2
Tawarikh 20 : 17
20:17
Dalam
peperangan ini tidak usah kamu bertempur.
Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah
berdiri di tempatmu,
dan lihatlah
bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu.
Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka,
TUHAN akan menyertai kamu."
Hasil
pertama: memberikan
kemenangan
atas segala masalah-masalah/musuh-musuh
yang kita hadapi.
- 2
Tawarikh 20 : 24
20:24
Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun,
mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah
semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang
terluput.
Hasil
kedua: Tuhan
turun tangan untuk menghapus kemustahilan,
sehingga laskar besar menjadi bangkai dan sebaliknya, apa yang
sudah menjadi bangkai, Tuhan sanggup menjadikan hidup lagi (seperti
Lazarus yang mati 4 hari bisa dibangkitkan lagi).
- Mazmur
16 : 8
16:8.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena
Ia berdiri di sebelah kananku,
aku
tidak goyah.
Praktek
yang ke dua adalah tidak
goyah=
kuat dan teguh hati.
Contohnya:
- Seperti
Yosua
saat menghadapi sungai Yordan dan tembok Yerikho.
Sungai Yordan dan tembok Yerikho merupakan gambaran
masalah-masalah, rintangan-rintangan, pencobaan, dan
kesulitan-kesulitan.
Tetapi Yosua
tetap melihat dan mengikuti tabut perjanjian=
tetap berpegang pada satu pengajaran yang benar dan taat
dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar apapun
resikonya. Hasilnya, Yosua
mengalami kemenangan-kemenangan
sampai masuk ke kanaan.
- Saat
Yosua
menghadapi Akhan
(dosa mencuri milik Tuhan) dan menghadapi
akal orang Gibeon
(kelicikan, kepalsuan= pengajaran sesat).
Kuat
teguh hatinya Yosua adalah tegas
untuk menolak ajaran palsu dan tetap
berpegang terhadap pengajaran yang benar.
- Bisa
menyembah Tuhan.
Yohanes
9 : 24-25, 35-38 9:24
Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan
berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami
tahu bahwa orang itu orang berdosa." 9:25 Jawabnya: "Apakah
orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu,
yaitu
bahwa aku tadinya buta,
dan sekarang
dapat melihat." 9:35.
Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian
Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada
Anak Manusia?" 9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan?
Supaya aku percaya kepada-Nya." 9:37 Kata Yesus kepadanya:
"Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang
berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 9:38 Katanya: "Aku
percaya,
Tuhan!"
Lalu
ia sujud menyembah-Nya.
Bisa
menyembah Tuhan seperti orang yang buta yang sudah disembuhkan
Tuhan.
Saat-saat dalam pengalaman kematian,
itulah SAAT YANG
TEPAT
bagi kita
untuk menyembah Tuhan.
Contohnya seperti orang buta yang justru dikucilkan (tidak salah
tetapi dipersalahkan, difitnah, dll).
Bilangan
6 : 25-26 6:25
TUHAN
menyinari engkau dengan wajah-Nya
dan memberi
engkau kasih karunia; 6:26
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi
engkau damai sejahtera.
Kalau
kita menyembah Tuhan, hasilnya:
- mendapat kasih karunia Tuhan
untuk menolong kita tepat pada waktunya,
- mendapatkan damai sejahtera
Tuhan, sampai kita tidak terpisah dari Tuhan untuk
selama-lamanya.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|