English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Secara keseluruhan, Matius 26-26-29 terbagi menjadi 2...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 November 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...

Ibadah Raya Malang, 02 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Raya Malang, 31 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51, banyak hal yang harus kita jaga di dunia, tetapi lebih dari...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 26-29
ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Pada ayat sebelumnya (ay. 17-25), merupakan perjamuan paskah.
Jadi, ini merupakan perjamuan paskah yang terakhir dan merupakan...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Oktober 2009 (Selasa Siang)
Isi kitab Keluaran:
Pasal 1-24, 31-34 --> pengajaran kitab KeluaranPasal 25-30, 35-40 --> pengajaran Tabernakel.Hubungan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Malam)
Puji Tuhan, kita menggunakan waktu malam ini untuk bertelut dibawah kaki Tuhan, baik untuk keperluan pribadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 01 Juli 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:34-36
11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Mei 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= terdengar tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kesempurnaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37, nubuat ke-7: nubuat tentang berjaga-jaga.
Seorang yang bepergian jauh = pribadi...

Ibadah Raya Malang, 15 September 2013 (Minggu Pagi)
Penataran Imam dan Calon Imam I

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Juli 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 November 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:3-9
Kehidupan manusia adalah bagaikan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2017 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17--kita masih membahas ayat 12-13 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017)
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), sehingga terjadi gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan:

  1. Ayat 12-13: kegelapan--matahari hitam, bulan merah, bintang berjatuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017).
  2. Ayat 14: kegoncangan--gunung-gunugn bergeser.
    6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.


  3. Ayat 15-17: ketakutan.
    6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?


Kita masih mempelajari ayat 12-13.
Gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesusahan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain, yang mengakibatkan kegelapan yaitu:

  1. Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut= kasih Allah tidak bekerja lagi; saling membenci (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 01 Oktober 2017).
  2. Bulan menjadi merah seperti darah= penebusan oleh darah Yesus sudah tidak bekerja lagi; tidak ada pengampunan dosa lagi; hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017).


  3. Bintang-bintang berguguran= tidak setia lagi dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017).

Akibatnya:

  1. Menghadapi angin badai di lautan dunia (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Juli 2017).
  2. Menghadapi batu sandungan.
    Yohanes 11: 10
    11:10. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

    'malam hari'= gelap.
    'terantuk'= tersandung.

Pada ibadah sebelumnya, kalau gelap (tidak ada matahari, bulan dan bintang), akibatnya: menghadapi badai di lautan dunia. Akibat selanjutnya yaitu menghadapi batu sandungan.

Batu sandungan artinya:

  • Gampang tersandung, tersinggung sehingga kecewa, putus asa, sampai meninggalkan Tuhan; gampang berbuat dosa sampai puncaknya dosa; gampang disesatkan oleh ajaran palsu.


  • Menjadi sandungan bagi orang lain.
    Matius 18: 6
    18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    'menyesatkan'= menyandung.
    'orang lain terutama anak kecil'= orang benar; tidak berbuat dosa; orang yang tulus/jujur. Kalau jadi sandungan bagi orang benar dan jujur/tulus, bahaya, yaitu LEHERNYA AKAN DIIKAT--DIKALUNGI--BATU KILANGAN dan ditenggelamkan ke dalam laut.
    Artinya: selalu letih lesu, berbeban berat, susah payah, tidak indah hidupnya, sampai jatuh dalam dosa Babel--tenggelam di lautan.

    Wahyu 18: 21
    18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Jatuh ke dalam dosa Babel= jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sampai tenggelam di lautan api dan belerang selamanya.

Inilah gempa dahsyat yang melanda dunia; dunia ini menjadi gelap, tidak ada kasih (tidak ada matahari), tidak ada penebusan oleh darah Yesus, tidak ada bintang lagi (Roh Kudus tidak bekerja lagi, orang sudah tidak setia lagi sampai tinggalkan ibadah pelayanan). Karena gelap, akibatnya: terantuk (terjadi batu sandungan).

Digantungi batu kilangan, berarti di leher; ini bicara soal LEHER.
Oleh sebab itu kita harus memperhatikan leher, yaitu doa penyembahan. Hubungan paling dekat antara kepala dengan tubuh adalah leher. Kita harus tingkatkan doa penyembahan kita.

Penyembahan adalah proses perobekan--penyaliban--daging dengan segala hawa nafsu, keinginan dan tabiatnya sehingga kita menjadi manusia rohani seperti Yesus yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--leher ini sebenarnya untuk tunduk. Ini adalah penundukan mempelai. Kalau Yesus, Ia taat sampai mati di kayu salib--Yesus sebagai Mempelai Pria.

Leher ini mau dikasih apa? Kalau jadi batu sandungan, hanya akan diberi batu kilangan. Supaya tidak gampang tersandung dan jadi sandungan kita harus banyak menyembah Tuhan supaya kita menjadi manusia rohani seperti Yesus yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Amsal 3: 3
3:3. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

Kalau sudah taat, kalungnya berbeda, yaitu LEHER DIKALUNGI KASIH SETIA TUHAN.
Saat kegelapan rohani terjadi di dunia--tidak ada kasih (saling membenci), tidak ada penebusan (seenaknya berbuat dosa, jahat dan najis), tidak ada Roh Kudus (tidak setia sampai tinggalkan ibadah)--, di situ banyak terjadi batu sandungan, banyak leher-leher yang diikat batu kilangan dan dilempar sampai ke lautan api dan belerang. Untuk itu kita jaga leher--tingkatkan doa penyembahan; perobekan daging--sampai taat dengar-dengaran, dan leher akan dikalungi oleh kasih setia Tuhan. Kita tidak lagi tersandung dan jadi sandungan, tetapi jadi biji mata-Nya Tuhan.

Mazmur 17: 7-8
17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
17:8. Peliharalah aku
seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Kalau leher dikalungi kasih setia Tuhan, maka kita menjadi biji mata Tuhan; kita berjalan dalam terang, bukan kegelapan lagi.
Tingkatan doa penyembahan hari-hari ini! Kita banyak menyembah Tuhan hari -hari ini sampai dikalungi kasih setia Tuhan.

Kegunaan kasih setia Tuhan:

  1. Mazmur 17: 7-8
    17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    17:8.
    Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Kegunaan pertama: kasih setia Tuhan yang ajaib sanggup:


    1. Menaungi kita dengan sayap burung nasar= memelihara dan melindungi kita yang kecil, tidak berdaya--biji mata adalah anggota tubuh yang kecil--, di tengah kesulitan dunia yang besar sampai zaman antiris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
      Malam ini, minta kalung kasih setia Tuhan, bukan batu kilangan. Sudah ada jaminan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan kepada kita yang kecil dan tidak berdaya.

      Pemeliharaan dan perlindungan secara rohani juga kita alami yaitu kita mengalami damai sejahtera; kita merasakan ketenangan--sebutir pasirpun tidak boleh masuk. Kalau ada sebutir pasir di mata, tidak bisa tenang sedikitpun. Kalau dinaungi oleh sayap Tuhan, kita akan mengalami ketenangan di tengah kegoncangan dunia; sebutir pasir tidak boleh masuk, semua enak dan ringan.

      Makin banyak menyembah, semua makin enak, ringan dan hidup kita terangkat. Kalau merosot dalam peneymbahan, semua akan semakin sulit--batu kilangan yang datang--, semakin berbeban.


    2. Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Maamur 51: 1-5
      51:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
      51:2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
      51:3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut
      kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
      51:4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
      51:5. Sebab
      aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

      Pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus dimulai dengan melembut. Yesus melembut di kayu salib untuk mengakui dan mengampuni dosa-dosa kita--Dia sangat melembut. Kita melembut dalam bentuk saling mengaku dan mengampuni; mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; mengampuni dosa orang lain dan melupakan.

      Hasilnya: darah Yesus menghapus dosa kita dan kita bisa hidup dalam kebenaran. Inilah mujizat; kasih setia Tuhan yang ajaib.

      Kasih setia Tuhan yang ajaib jangan diukur dengan harta benda dan sebagainya. Kalau bisa mengaku dan mengampuni, itu sudah ajaib. Mengapa demikian? Sebab pada ayat 5: 'kita bergumul dengan dosa.' Pergumulan terberat adalah dosa, bukan ekonomi, penyakit dan lainnya--raja Daud mengakui ('aku senantiasa bergumul dengan dosaku'). Padahal banyak yang memusuhi dia, tetapi dia tuliskan tentang bergumul dengan dosa.

      Dosa membuat kita menderita mulai di dunia sampai di neraka selamanya. Dosa juga hutang darah yang tidak bisa dibayar.
      Mazmur 51: 16
      51:16. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

      Kasih setia Tuhan yang ajaib mampu menyelesaikan dosa-dosa, dan mujizat jasmani juga akan terjadi: masalah mustahil selesai, membuat semua indah, bahagia dan berhasil.
      Siapa yang bisa menyelesaikan dosa? Pakar ekonomi dan sebagainya tidak akan bisa. Satu-satunya yang bisa menyelesaikan dosa adalah kasih setia Tuhan yang ajaib.


    Malam ini biarlah kita hanya menyembah kepada Tuhan. Serahkan semua pada Tuhan sampai batu kilangan dibuang. Beban berat, apa yang tidak indah, buang semua, biar kasih setia dikalungkan Tuhan. Ada pemeliharaan jasmani dan rohani, ada ketenangan, enak dan ringan. Kemudian dosa-dosa diselesaikan, mari melembut.

    Jangan pertahankan dosa jahat, najis, pahit! Melembut! Akui dosa-dosa dan ampuni dosa orang lain! Dan keajaiban jasmani juga akan terjadi: masalah yang berat selesai, semua indah dan bahagia.


  2. Mazmur 89: 3-5
    89:3. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
    89:4. Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan
    orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
    89:5. Untuk selama-lamanya Aku hendak
    menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela

    'Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya' = kekal; abadi.
    'orang pilihan-Ku'= panggilan dan pilihan; hamba-hamba Tuhan; imam dan raja.

    Kegunaan kedua: kasih setia Tuhan yang abadi/kekal untuk:


    1. Memantapkan dan meneguhkan jabatan pelayanan--panggilan dan pilihan--yang Tuhan percayakan kepada kita di tengah kegoncangan dunia akhir zaman sehingga kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai anak cucu, sampai garis akhir, bahkan sampai Yerusalem baru--takhta sorga--selama-lamanya.
      Jangan seperti Yudas yang meninggalkan jabatan pelayanan, sehingga ia hancur.

      Ikut sertakan anak cucu sampai garis akhir; sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kembali.
      Hamba-hamba Tuhan akan beribadah di takhta Tuhan untuk selamanya.
      Wahyu 22: 3-5
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      22:4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
      22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan
      mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

      'memerintah sebagai raja
      ' = imam dan raja.


    2. Yesaya 54: 8-10
      54:8. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
      54:9. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.
      54:10. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

      'Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh' = zaman akhir seperti zaman Nuh, dunia ini akan dihukum. Kita belajar hukuman keenam dari Allah Roh Kudus. Ada dua puluh satu hukuman sampai kiamat. Dulu zaman Nuh dihukum dengan air bah, nanti dunia dihukum dengan api.

      Yang kedua: kasih setia yang kekal sanggup melindungi kita dari hukuman Allah atas dunia sampai neraka, berarti kita hidup kekal selamanya.

Mari, malam ini buang batu kilangan. Jangan hidup dalam gelap--jangan tersandung dan menjadi batu sandungan. Kalau tidak sengaja, mari kita mengaku pada Tuhan. Buang batu sandungan, supaya kita jadi biji mata Tuhan yang dikalungi kasih setia Tuhan yang ajaib. Ada pemeliharaan-perlindungan, ketenangan, dan pembaharuan. Mulai dari mengaku dosa dan mengampuni. Kalau tidak mengaku dosa, tidak akan bisa sempurna. Kita bisa hidup benar, sehingga ada mujizat jasmani; pertolongan Tuhan nyata, hidup ini menjadi indah.

Kemudian, dikalungi kasih setia Tuhan yang kekal, supaya ibadah pelayanan kita kekal sampai anak cucu dan garis akhir. Kita pertahankan supaya kita tidak goncang di dunia--tetap melayani Tuhan--, kita tidak dihukum bersama dunia--kita dilindungi sampai hidup kekal bersama Dia.

Jika Yesus datang kembali kita diubahkan jadi sempurna oleh kasih setia Tuhan yang ajaib dan kasih setia Tuhan yang kekal. Kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia untuk selamanya.

Kalau berat, letih lesu, berarti ada batu sandungan. Jangan dipertahankan batu sandungan! Sekalipun orang memusuhi, ampuni. Apapun keadaan kita kalau ada kasih setia, luar biasa, Tuhan sanggup melakukan semuanya. Kalau ada batu kilangan, hancur semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top