English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 April 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran 4: Seorang hamba Tuhan/pelayan...

Ibadah Doa Surabaya, 20 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Juli 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitabdialihkan pada hari Rabu
Pembicara: Sdr. Hardiyono
Matius 27
Ada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian, ini menunjuk sengsara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang penyucian terakhir yang...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 07 Juli 2017 (Jumat Malam)
Keluaran 38: 21-31
38:21. Inilah daftar biaya untuk mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Suci, tempat hukum Allah, yang disusun...

Ibadah Doa Malang, 18 Januari 2011 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 31 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Natal di Tuban, 29 Desember 2010 (Rabu Sore)
Ibadah NATAL Persekutuan Umat Kristen - Kecamatan Semanding, Tuban

Tema:
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Tuhan menampilkan...

Ibadah Doa Malang, 29 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, 10 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 28 Maret 2018 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan doa puasa session IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Keluaran 6 berbicara tentang kebenaran Allah.
Apa buktinya bahwa Allah itu benar dan ada?

  1. Ayat 1= ada pribadi-Nya--'Akulah TUHAN'.
  2. Ayat 2= ada nama-Nya, yaitu Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.
  3. Ayat 3-12= ada aktivitas-Nya
  4. Ayat 13-26= ada pilihan-Nya.

Malam ini kita belajar yang ketiga.
Keluaran 6: 5-7
6:5. Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir(1), melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu(3) dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.
6:6. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku(4) dan Aku akan menjadi Allahmu(5), supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.
6:7. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub(6), dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu(7); Akulah TUHAN."

(terjemahan lama)
6:5. Sebab itu katakanlah kepada bani Israel: Akulah Tuhan! maka Aku kelak membawa akan kamu keluar dari pada aniaya orang Mesir dan
Aku akan melepaskan kamu kelak dari pada perhambaan mereka itu(2) dan Aku akan menebus kamu dengan lengan yang terkedang dan dengan siksa yang besar.

Di sini tujuh kali Tuhan mengatakan: Aku akan. Ini mengungkapkan bahwa aktivitas Tuhan itu sempurna.

Tujuh macam perbuatan Tuhan yang sempurna--yang ketujuh tidak diterangkan--:

  1. Ayat 5= 'Aku akan membebaskan kamu dari Mesir.'
  2. Ayat 5= 'Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan/perhambaan.'
  3. Ayat 5= 'Aku akan menebus kamu.'
  4. Ayat 6= 'Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku.' 'kamu' di sini adalah umat Israel; umat Tuhan yang sebenarnya adalah Israel asli, keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub secara jasmani. Tetapi bersyukur, di perjanjian baru ada bagian untuk bangsa kafir.

    1 Petrus 2: 9-10
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
    Secara jalur keturunan bangsa kafir tidak bisa menjadi umat Allah, tetapi Tuhan membuka jalan lewat jalur belas kasih-Nya yang seharga kurban Kristus di kayu salib sehingga bangsa kafir bisa menjadi umat Allah, yaitu:


    • Umat yang dipanggil Tuhan--percaya, bertobat, lahir baru--= menjadi anak-anak Tuhan.
    • Umat yang dipilih Tuhan= imamat rajani; imam-imam dan raja-raja.


    Yang belum menjadi imam, berdoa, jangan hanya sampai pada panggilan. Sudah selamat dan diberkati, bagus, sudah menjadi anak Allah, tetapi masih ada umat yang dipilih, itulah imamat rajani--menyangkut mempelai. Dalam wahyu 7, mempelai wanita adalah angin (imam dan raja).

    Syarat untuk menjadi imam dan raja:


    • Kesucian.
      Keluaran 29: 1a
      29:1a. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:

      Dulu, kesucian lewat korban binatang--menunjuk pada kurban Kristus--dan makanan--roti tidak beragi; menunjuk pada firman pengajaran yang murni--, sekarang oleh firman dan kurban Kristus.


    • Setelah disucikan, imam tidak boleh keluar dari ruangan suci. Kalau keluar dari ruangan suci, imam akan melanggar kesucian; tidak suci lagi, dan ia akan kering, tidak ada urapan.
      Imamat 21: 12
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Berada di ruangan suci= tergembala dengan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab, dan ibadah doa.
      Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian secara terus menerus dan selalu diurapi Roh Kudus, sehingga kita tidak kering apalagi mati.

      Kalau kering, lama-lama pelayanannya akan mati; tidak melayani lagi. Mulai dari gembala harus berada di ruangan suci.
      Kalau sudah tidak berada di ruangan suci, kesuciannya mulai diragukan. Tidak bisa diyakinkan kesuciannya, dan urapannya mulai merosot--mulai malas beribadah melayani--, sampai nanti meninggalkan pelayanan--mati rohani dan pelayanannya.


    Yang sudah jadi imam, jaga kesucian! HARUS SUCI! Ini peraturan bagi seorang imam. Kalau keluar, pasti tidak suci; ada gangguan/pelanggaran terhadap kesucian, dan urapan merosot, mulai kering, tidak berkobar lagi, sampai mati, tinggalkan jabatan pelayanan.

    Setelah hidup dalam kesucian, pasti dipercaya jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan jadi pelayanan lainnya.

    "Kita ada tiga puluh enam jenis pelayanan. Ada yang dipakai sebagai tim doa. Ada juga yang dipakai untuk memberi bagi pekerjaan Tuhan--dalam injil lukas, perempuan-perempuan yang mengikut Yesus melayani Dia dengan kekayaannya. Itu juga jabatan. Tidak semua orang bisa memberi."

    Inilah urutannya, tidak bisa diloncati. Ada yang berkata: Biar dia main gitar, supaya bertobat. Salah besar!


    • Mulai dari panggilan--jadi anak Tuhan--lebih dulu yaitu percaya, bertobat, hidup benar, selamat dan diberkati.
      Ini baru dasarnya.


    • Kemudian dipilih; disucikan/digembalakan dengan benar dan baik.
    • Setelah itu baru dipercaya jabatan pelayanan.


    Semua ini berdasarkan alkitab, tidak boleh loncat-loncat: belum baptisan sudah main musik. Kacau balau itu! Jadi imam harus bertahap.

    Dari mana kita mendapatkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus? Lewat penumpangan tangan seorang gembala. Semua ada ayat-ayatnya. Jangan mau kalau tidak ada ayatnya! Pengajaran ini lebih pasti dari ilmu pasti di dunia. Sekalipun sederhana, tetapi ada ayatnya.

    1 Timotius 4: 14
    4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    ''karunia'= jabatan pelayanan.
    'nubuat'= pemberitaan firman.

    Saat kita ditahbiskan menjadi imam dan raja dengan jabatan pelayanan dan karunia yang sesuai dengan kehendak Tuhan, saat itu hidup kita mulai indah dan tertata rapi.

    "Seperti tembok yang terbuat dari batu bata. Sebelum batu bata digunakan, batu bata di luar, bisa dipukul, bisa dilempar-lempar orang. Itu nasibnya orang yang belum dipakai Tuhan. Mungkin kaya--seperti batu bata yang ditata--tetapi masih di luar, ada orang jahat, malam hari dihancurkan tidak tahu. Tetapi kalau sudah menjadi imam dan raja, aman. Di dalam pembangunan tubuh Kristus, kita aman, tertata rapi dan indah."

    Yang penting ikuti prosedur sampai indah dan tertata rapi. Jangan mundur! Kalau belum indah, jangan mundur, mungkin masih proses--batu bata tidak bisa langsung jadi tembok--, ikuti terus sampai hidup kita menjadi indah dan tertata rapi.

    Yang sudah melayani, jangan lalai! Yang belum melayani, minta pada Tuhan, supaya Ia memilih kita, sehingga hidup menjadi indah dan tertata rapi!
    Lalai= tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan. Kalau lalai, jubahnya bisa ditanggalkan dan digantikan orang lain, seperti Yudas Iskariot. Celaka, ia akan telanjang, perutnya pecah, tidak ada keindahan lagi; binasa untuk selamanya.
    Mari kita mohon pada Tuhan.

    "Karena itu saya tidak sembarangan, karena imam itu tidak sembarangan. Dengar firman dulu, nanti Tuhan sudah menggiring kita--firman penggembalaan itu menggiring supaya tahu apa yang harus dilakukan. Duduk dulu, digiring, sabar, maju satu langkah: penataran. Ikuti! Maju satu langkah: penumpangan tangan; terus digiring, sampai nanti dipakai Tuhan. Itulah penggembalaan, tidak memaksa, dan tidak menolak, tetapi yang sesuai dengan firman. Tuhan akan menahbiskan, dan hidup itu menjadi indah."


  5. Keluaran 6: 6
    6:6. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.

    Perbuatan Tuhan yang kelima: 'Aku akan menjadi Allahmu'= menjadi Allah untuk kita sembah. Ini merupakan puncak ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Jadi ibadah pelayanan setiap pelayan Tuhan harus memuncak pada doa penyembahan.
    Artinya:


    • Sebelum melayani kita duduk di bawah kaki Tuhan, menyembah Tuhan untuk memeriksa diri, karena kerajaan sorga itu menyangkut kesucian. Tidak bisa sembarangan.
      Kita juga mohon supaya kekurangan-kekurangan kita diampuni Tuhan, dan mengaku tidak mampu dalam melayani. Kita minta kekuatan ekstra dan urapan dan ketaatan dari Tuhan.

      Ketaatan adalah kunci keberhasilan.


    • Setelah melayani, datang lagi kepada Tuhan untuk mengucap syukur, segala puji hormat hanya untuk Dia yang sudah memberikan kekuatan dan kuasa dalam pelayanan.
      Mungkin ada yang memuji kita, tetapi kita berkata: Segala kepujian dan hormat hanya bagi Tuhan, bukan bagi saya.


    Kalau memuncak pada penyembahan, kita tidak akan pernah jatuh, tetapi kita disertai Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.


  6. Keluaran 6: 7
    6:7. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN."

    Perbuatan Tuhan yang keenam: 'Aku akan membawa kamu ke negeri perjanjian'--Kanaan; sekarang Kanaan samawi.
    Artinya:


    • Kita mendapatkan perhentian dari Tuhan.
      Sebelum ke Kanaan, Israel diperbudak di Mesir, tidak ada perhentian. Kacau terus. Setelah keluar dari Mesir, mereka mengembara di padang gurun, belum ada perhentian. Setelah sampai di Kanaan barulah ada perhentian.

      Bagi kita sekarang, kalau kita sudah diangkat menjadi pelayan Tuhan/umat Tuhan, Dia yang akan bertanggung jawab.
      Yang penting kita menyembah Dia, serahkan pada Dia, Dia yang akan bertanggung jawab dan Ia memberikan perhentian bagi kita.

      Matius 11: 28-30
      11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
      11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
      11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

      'letih lesu dan berbeban berat'= di dunia memang hanya letih lesu dan berbeban berat karena dosa-dosa dan lain-lain.

      Bagi kita sekarang, mendapat perhentian sama dengan perhentian dalam Roh Kudus; damai sejahtera.

      Prosesnya: belajar pada Yesus di kayu salib, yaitu:


      1. Rendah hati=


        1. Kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
        2. Kemampuan untuk mengakui segala ketidakberdayaan kita; kita hanya mohon belas kasih Tuhan; bergantung pada belas kasih Tuhan.


        Ini sumber ketenangan. Mau apa lagi kalau masalah sudah mustahil? Datang pada Tuhan, merendahkan diri, akui dosa lebih dulu, dan mohon belas kasih-Nya. Kita mulai merasakan adanya perhentian.


      2. Lemah lembut=


        1. Kemampuan untuk menerima firman sekeras apapun, yang berkuasa menyucikan kita semua= kemampuan untuk menerima Tuhan.
        2. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya= kemampuan menerima orang lain.


      Ayat 30=> kalau kita sudah saling mengaku dan mengampuni, dosa-dosa sudah disingkirkan oleh darah Yesus, kita akan mengalami perhentian dalam Roh Kudus (damai sejahtera).
      Damai sejahtera= tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan: takut, kuatir, najis, bangga, sombong dan lain-lain, tetapi hanya mengasihi Tuhan. Di situlah semua menjadi enak dan ringan, dan kita bisa melayani. Dahulu, bekerja dulu baru berhenti. Di perjanjian baru, perhentian dulu--damai sejahtera--, baru bisa melayani. Jadi hamba/pelayan Tuan harus mengalami perhentian/pendamaian dulu baru bisa melayani Tuhan dengan enak dan ringan; hidupnya juga enak dan ringan.

    • Tadi, kalau melayani Tuhan, hidup kita akan menjadi indah dan tertata rapi, sekarang hidup kita enak dan ringan, sekalipun orang berkata: Berat, ya. Bergantung hatinya, bukan jarak atau waktunya (satu minggu tiga kali).

      "Saya pengalaman dengan beberapa kaum muda. Kalau pimpinannya orang kristen dan aktivis, malah dimarahi kalau ibadah seminggu tiga kali, apalagi kaum muda empat kali seminggu. Marah, karena dia hanya pertimbangan yang jasmani."

      Pelayanan itu soal hati. Kalau hati damai, ke manapun kita diutus, kita akan mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan, semua indah dan tertata rapi. Tuhan tolong kita semua.


    • Menuju Kanaan artinya kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dipakai dalam rumah tangga, harus tanggung jawab, supaya rumah tangga kita selamat sampai sempurna. Mari kita layani dengan baik. Kemudian melayani dalam penggembalaan, antar penggembalaan.

      "Tugas berat kita nanti bulan lima. Mulai awal bulan lima di Malaka, saya tidak tahu juga tempatnya. Ibadahnya selasa pagi, sore, dan rabu sore, karena di sana hari libur. Seperti itu, kalau orang lain tidak libur, mana bisa ada gereja? Pertama saya usulkan selasa pagi sore karena mengejar libur, nanti rabunya baru sore, tetapi ditolak oleh wakilnya di Medan. Setelah kepalanya datang dari Australia, ia berkata: Oh, ini usulan baik, supaya jemaat dan orang-orang sekitar bisa datang semua, kalau hari kerja mana bisa datang? Susah.
      Setelah itu ibadah persekutuan di Square Ballroom, kemudian nanti di Malang, gedungnya saja masih belum dapat. Mau menggunakan di satu tempat, ada kendala karena hotelnya hanya satu yang di depannya itu. Tetapi ada berita, ada hotel yang ballroomnya lebih besar dari Kartika Graha. Kami mau survey juga. Kalau cocok, di sana saja. Doakan! Ini berat, karena saya rindu melanjutkan BTFI (Bride Tidings Fellowship International). Di Malaka nanti menggunakan BTF (Bride Tidings Fellowship). BTFI ini dari om Pong, dan saya kira tidak ada yang melanjutkan, jadi saya yang melanjutkan. Kalau pakai bahasa inggris dari pembangunan tubuh Kristus, terlalu panjang, ada yang usul: Kenapa tidak pakai BTF saja, om?: Oh iya, bagus, itu dari om Pong kok. Tidak ada yang marah kalau dari om Pong. Tetapi saya tidak memakai istilah 'International'nya, hanya BTF, supaya tidak mengganggu yang lain. Saya tetap tahu diri; yang kecil harus tahu diri.
      "

      Kegerakan ke Kanaan bukan memberatkan, tetapi enak dan ringan, tertata rapi dan indah, dan arahnya ke Kanaan--menunjuk pada Yerusalem baru.

      Syaratnya hanya satu: kuat teguh hati.
      Waktu Yosua mau melanjutkan tugas Musa untuk membawa umat Israel ke Kanaan, Tuhan hanya berpesan kepada Yosua: Kuatkan teguhkanlah hatimu!

      "Hanya itu saja, bukan kaya atau miskin. Jangan berkata: Gaji saya hanya sekian, om, mana bisa? Dulu ke New Zealand pertama kali tahun 1993, tidak ada mimpi. Untuk membuat passportpun saya tidak punya uang. Tahu-tahu ditanya om Pong: 'Passportmu ada?' Jangankan passport, KTPnya saja masih perpanjangan. Hati saya kecut, om Pong juga, karena waktunya sudah mepet. Saya ingat saat itu latihan terakhir baru ada orang yang tergerak memberangkatkan saya. Saya coba urus KTPnya, akhirnya bisa berangkat. Tidak punya apa-apa ke sana, tetapi enak, mau apa-apa, di depan sudah ada orang yang membayar, saya tinggal lewat saja. Kalau pergi ke mana, sepuluh orang gratis satu, jadi saya yang duduk di kursi dekat sopir. Jangan bilang gaji kecil! Kalau Tuhan yang mengutus, apapun dan siapapun, bisa. Kita bisa diutus ke manapun. Menabung mulai sekarang! Siapa tahu ini titik tolak gerakan ke luar negeri terus. Mari menabung dari pada membeli yang sembarangan; menabung untuk pekerjaan Tuhan. Jangan makan rumput! Rumput untuk hewan, artinya untuk dipersembahkan kepada Tuhan--untuk ibadah-ibadah."

      Efesus 3: 16
      3:16. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

      Kita bisa kuat teguh hati kalau hati kita dipenuhi dan diurapi Roh Kudus, bukan diisi uang.
      Mengapa harus kuat teguh hati? Karena baru mulai perjalanan sudah menghadapi sungai Yordan dan tembok Yerikho. Kalau tidak kuat teguh hati, akan jadi sama nasibnya dengan sepuluh pengintai: Firmannya betul, tetapi halangannya besar. Tetapi Yosua tetap kuat teguh hati, sehingga ia dipakai Tuhan untuk membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan.

      Kita kuat teguh hati untuk menghadapi mendung, hujan lebat, kilat, petir, bukit-bukit terjal, badai lautan di dunia, dan lembah-lembah (kejatuhan, kegagalan, dosa, dan lembah maut). Ini yang kita hadapi, karena itu kita harus kuat teguh hati; Roh Kudus menguasai hati kita.

      Kuat teguh hati artinya:


      1. Tidak bimbang dan tergoda oleh ajaran palsu/suara ular--termasuk gosip--, dosa dan puncaknya dosa, sehingga Roh Kudus menolong kita untuk tetap berpegang teguh pengajaran yang benar dan hidup benar/suci; tidak jatuh di lembah maut. Hati-hati dengan gosip!

        "Saya ingat waktu perpindahan dari Pdt In Juwono ke Pdt Pong, saya dipanggil seseorang: 'Begini....begitu..' Saya katakan: 'Saya tidak lihat orangnya, saya lihat pengajarannya, dan pengajarannya sama, saya bisa menerima juga. Mau apa lagi?' Dengan nada kecewa, dia berkata: 'Ya, nanti kamu tahu.': 'Terserah.' Tetapi sampai hari ini ya tetap saja. Empat jam saya dicuci bersih, tetapi tidak bisa. Kalau saat itu saya kena gosipnya, saya tidak ada di sini. Rugi sekali. Saya berhutang budi pada orang itu, kalau lihat orangnya, saya ikuti, tetapi saya tidak mau. Bahaya sekali gosip itu!"


      2. Tidak kecewa, putus asa, menyerah kalah, dan meninggalkan Tuhan menghadapi apapun, tetapi Roh Kudus membuat kita tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
        Kalau dalam penderitaan kita setia berkobar, itu adalah pelita yang paling menyala, dan setan sulit untuk meniupnya; setan tidak pernah bisa memadamkan, menggoyangkan saja tidak bisa.

        Kalau saat diberkati, kita setia berkobar, itu masih tanda tanya.


      3. Roh Kudus menolong kita untuk tetap percaya berharap Tuhan; mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Dia juga mengulurkan tangan kepada kita, sehingga mujizat jasmani terjadi.


    1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Kalau kuat teguh hati, semua akan jadi baik, semua berhasil dan indah, dan semua selesai, sampai semua sempurna pada waktunya. Yakinlah!
    Menghadapi musuh yang kuat, yang dibutuhkan adalah kuat teguh hati; setia, percaya, dan berharap belas kasih Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk berperang ganti kita. Musuh lebih kuat, biar saja, karena Tuhan yang berperang ganti kita.

    Mari serahkan pada Tuhan, Dia membuat semua baik pada waktunya. Yang hancur jadi baik, gagal jadi berhasil dan indah, mustahil jadi tidak mustahil pada waktunya.

    Sampai jika Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna.
    1 Tesalonika 3: 13
    3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

    Kita tidak salah dalam perkataan, bersorak sorai Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Kanaan samawi (Yerusalem baru); kita menjadi tiang penopang/sokoguru di Yerusalem baru, tidak keluar lagi dari sana, dan tidak ada air mata lagi selama-lamanya.

Mari, sungguh-sungguh saat ini! Kuat teguh hati saat menghadapi mendung, gelombang apapun! Jangan menyerah kalah, ada waktunya Tuhan. Pasti semua baik, selesai, dan indah pada waktunya. Datang pada Tuhan, janji-Nya selalu digenapi.
Tuhan tidak pernah janji jalan selalu rata. Ada lembah-lembah. Kuat teguh hati oleh kekuatan Roh Kudus!

Kaum muda, apa yang kaupikirkan? Jangan menyerah! Jangan putus asa! Serahkan kepada Tuhan! Kuat teguh hati; tetap setia, percaya, dan berharap Tuhan; menyembah kepada Dia. Jangan berharap siapapun, tetapi hanya kepada Tuhan! Mujizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya.

Jika hati ini sering terganggu, rapuh, bimbang, bangga, kecewa, putus asa, takut, kuatir, tidak ada damai, mohon Roh Kudus untuk memberi kita damai sejahtera dan kuat teguh hati. Tuhan beserta kita; Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 01-02 Mei 2018
    (Ibadah Kunjungan di Malaka, Malaysia (tgl 1 jam 09.00 dan 18.00, tgl 2 jam 18.00 wkt Malaka))

  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top