English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 22 Desember 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Desember 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 43-44, nubuat ke-7 nubuat tentang hukuman atas dunia pada saat kedatangan Tuhan kedua...

Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 :16-20 tentang “perintah untuk memberitakan Injil” = PENYEBARAN SHEKINAH GLORY/PENYEBARAN TERANG.

Penyebaran terang adalah kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51, adalah tentang berjaga-jaga.
Tahun ini adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan Jakarta III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman...

Ibadah Natal Mojoagung, 09 Desember 2011 (Jumat Sore)
Tema: 1 Yohanes 4: 8
4:8. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

"ALLAH ADALAH KASIH"
Rasul Yohanes menampilkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 16:1-4
16:1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah...

Ibadah Persekutuan II Tana Toraja, 12 Februari 2014 (Rabu Pagi)
Puji Tuhan, kami menyampaikan selamat pagi. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29
= Keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan dan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:24-25
1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Juli 2014)
Tayang: 27 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Juli 2014)
Tayang: 18 Aguastus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 23 Juli 201420140723)
Tayang: 08 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Juli 2014)
Tayang: 21 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum
sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Akibatnya: manusia termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan banyak yang rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya: hidup dan enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sampai binasa selamanya--tidak bisa bangkit lagi karena sudah tidak ada firman.

Jalan keluar untuk menghadapi kelaparan dobel yang akan datang: (ayat 6: 'Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar') dibutuhkan satu dinar (diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017).

Pengertian satu dinar:

  1. Satu dinar adalah upah bekerja di kebun anggur (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017). Artinya: kita harus beribadah melayani Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kebun anggur sama dengan kebun mempelai; mempelai adalah tubuh Kristus--, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.


  2. Matius 22: 19-21
    22:19. Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
    22:20. Maka Ia bertanya kepada mereka: "
    Gambar dan tulisan siapakah ini?"
    22:21. Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan
    kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

    Secara jasmani, pada uang dinar ada gambar dan tulisan Kaisar; itu milik Kaisar yang harus dikembalikan dalam bentuk pajak dan lain-lain.

    Pengertian kedua satu dinar secara rohani: kehidupan yang memiliki gambar dan tulisan Allah; menjadi milik Allah (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017).

    Untuk menembusi kelaparan yang akan datang kita harus memiliki gambar dan tulisan Allah.

Sebenarnya, pada awal penciptaan, manusia diciptakan oleh Tuhan, satu gambar dengan Allah; sama mulia dengan Tuhan, dan ditempatkan di Taman Eden--berbahagia bersama Tuhan--, tetapi manusia diperdaya oleh ular sehingga berbuat dosa, dan akibatnya: kehilangan gambar dan kemuliaan Allah, dan manusia diusir ke dunia.

Di dalam dunia, manusia terus berbuat dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan); benar-benar kehilangan gambar Allah. Di Taman Eden, karena berbuat dosa manusia telanjang tetapi masih malu--masih membuat cawat dari daun pohon ara--, tetapi setelah di dalam dunia, manusia telanjang dan tidak tahu malu--tetap hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa; terus mengulang-ulang dosa. Manusia menjadi seperti anjing dan babi, bahkan seperti iblis.
Petrus, seorang hamba Tuhan, tetapi seperti iblis, ketika dia menolak salib. Yesus mau ke Yerusalem untuk disalibkan, tetapi Petrus menarik Yesus: Jangan Tuhan, tidak boleh terjadi. Yesus menegor Petrus: Enyahlah iblis!

Inilah kemerosotan manusia di dunia sampai gambar Tuhan hilang, dan berubah menjadi gambar anjing dan babi--telanjang dan tidak tahu malu--, bahkan sampai gambarnya iblis. Dan ini terjadi juga pada hamba Tuhan--Petrus. Kita harus hati-hati!

Bagaimana cara kita memiliki satu dinar--memiliki gambar dan tulisan Allah--?

  1. Yang pertama: lewat pemberitaan firman Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017):


    • Firman penginjilan; berhenti berbuat dosa dulu.
    • Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai/cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah.


    Kalau kita disinari oleh cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah, sedikit demi sedikit kita diubahkan sampai sama mulia dengan Allah; kembali pada gambar Allah.


  2. Sekalipun hidup ini sudah seperti anjing, babi dan setan, tetapi masih bisa ada kesempatan untuk kembali pada gambar dan tulisan Allah.
    Cara pertama: lewat pemberitaan firman.
    Cara kedua: lewat doa penyembahan yang benar.

Jadi jelas, untuk kembali pada gambar Allah harus ada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Harus ada penginjilan, itu dasarnya: berhenti berbuat dosa dulu. Tetapi untuk membentuk gambarnya--kembali pada gambar Allah--harus ada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah, itulah kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Ingat! Semua gandum saudara-saudara Yusuf tunduk pada gandum Yusuf. Bukan sombong, tetapi semua pemberitaan firman apapun bentuknya, harus meningkat pada kabar mempelai, supaya bisa kembali pada gambar dan tulisan Allah; kemuliaan dan kesempurnaan Allah. Ini adalah cara pertama kembali pada gambar dan tulisan Allah; cara yang kedua: lewat doa penyembahan yang benar.

Lukas 9: 28-29
9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

'wajah-Nya berubah'= wajah-Nya seperti matahari= wajah kemuliaan; gambar Allah. Lewat doa penyembahan yang benar, bisa kembali pada gambar Allah.

Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh firman pengajaran yang benar--'sesudah mengajar, barulah Yesus mengajak murid-murid menyembah'--sehingga menghasilkan kemuliaan/keubahan hidup sampai sama mulia dengan Yesus; kembali pada gambar Allah.

Hati-hati! Ada doa penyembahan palsu, yang didorong oleh ajaran palsu, dan menghasilkan kemuliaan palsu/kemuliaan dunia, terutama menggembar-gemborkan soal Mamon--yang jasmani terus--, sehingga menyembah antikris; menjadi sama dengan antikris/binatang buas--gambar antikris--yang akan dibinasakan selamanya.

Doa penyembahan yang benar menghasilkan gambar Allah/gambar kemuliaan, tetapi doa penyembahan yang palsu menghasilkan kemuliaan palsu/gambar binatang buas, yang akan dibinasakan selamanya.

Lukas 9: 34
9:34. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

Sementara ada kemuliaan Allah, terjadi juga ketakutan; sekalipun sudah dalam doa penyembahan yang benar, masih harus hati-hati. Sementara Yesus begitu mulia, murid-murid justru ketakutan.
Ini berlawanan, sementara ada kemuliaan Allah, murid-murid malah dalam keadaan takut. Itu berarti tanpa kemuliaan dan kebahagiaan sorga--bisa wajah pucat, wajah muram. Ini yang harus kita jaga.

Hari-hari ini seringkali kita diperhadapkan pada ketakutan. Nanti ketakutan ini akan melanda seluruh dunia dan menjadi pembunuh utama secara jasmani--kalau orang takut/stres, hormon-hormonnya jadi tidak benar kerjanya; bisa sakit dan mati--dan rohani--kalau takut, akan kering. Kalau kita dalam ketakutan/stres/kekuatiran, rohani akan kering sampai mati rohani, bahkan binasa selamanya.

Lukas 21: 25-26
21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Ada tiga macam ketakutan yang melanda manusia, termasuk anak Tuhan/hamba Tuhan:

  1. Ketakutan yang pertama: mulai dari Taman Eden: ketakutan karena dosa. Apa yang membuat manusia takut? Dosa. Harus diselesaikan!
    Kejadian 3: 9-10
    3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10. Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

    Sesudah makan buah yang dilarang Tuhan--berbuat dosa--, manusia ketakutan, padahal ada di Taman Eden. Taman Eden gambaran hidup yang berkelimpahan, tetapi kalau ada dosa, tetap takut. Gereja besar dan sebagainya, kalau ada dosa, tetap takut; tidak tenang hidupnya.

    Segala yang ada di dalam dunia: kekayaan atau kedudukan, tidak bisa menjamin kita hidup dalam damai sejahtera dan bahagia, tetapi kebenaran itu yang membuat damai sejahtera dan mengalami kebahagiaan sorga.
    Kebenaran artinya semua dosa diselesaikan.

    Malam ini, biarlah dosa-dosa diselesaikan lewat saling mengaku dan mengampuni. Kalau dosa sudah dihapus oleh darah Yesus, di situlah ada damai sejahtera, dan ada suasana Taman Eden--di mana tidak ada dosa, di situ ada suasana Taman Eden--sekalipun mungkin hidup kita sederhana; semua enak dan ringan.


  2. Ketakutan yang kedua: ketakutan menghadapi angin dan gelombang di dunia= menghadapi masalah-masalah.
    Matius 14: 24-26
    14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
    14:25. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
    14:26. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "
    Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.

    Angin dan gelombang di dunia ditiupkan oleh setan dengan kuasa maut untuk menenggelamkan, menggugurkan kita dari iman, dan membinasakan kehidupan kita. Ini yang kita hadapi:


    • Angin= angin pengajaran palsu, termasuk gosip, yang membuat anak Tuhan/hamba Tuhan bimbang terhadap pribadi Tuhan/pengajaran yang benar. Hati-hati dengan gosip!
      Bimbang terhadap firman pengajaran yang benar artinya: takut untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, dan takut untuk menolak ajaran palsu.

      Akibatnya:


      1. Tuhan dianggap hantu. Salah pilih! Kalau kita bimbang terhadap firman pengajaran yang benar, kita akan salah pilih; Tuhan dianggap hantu, hantu dianggap Tuhan; pengajaran benar dianggap salah, yang salah dianggap benar.


      2. Gugur dari iman; meninggalkan firman pengajaran yang benar. Kalau mempertahankan yang benar dan yang salah, di titik tertentu kita akan memilih yang salah; meninggalkan pengajaran yang benar, dan itu berarti kebinasaan selamanya.

        "Tidak bisa kita katakan: Ya sekali-sekali kita toleransi. Itu bukan toleransi. Toleransi itu artinya tidak mengganggu; kau mau apa, silahkan, kamu mau ibadah seperti itu, silahkan, saya tidak mengganggu, dan kamu juga jangan mengganggu aku. Itu toleransi. Bukan ikut ajaran orang lain. Harus tegas hari-hari ini!"

        jangan takut! Kalau sudah takut, pasti akan memilih yang salah dan gugur dari iman; meninggalkan pengajaran yang benar, dan binasa selamanya.
        Sudah banyak contohnya. Hawa mendengar suara Tuhan dan ular, satu waktu pasti memilih yang salah. Tidak mungkin tidak, alkitab sudah mencatat.

        "Karena itu saya bersyukur, guru dan gembala saya mengajarkan untuk memilih satu saja, tidak boleh dua. Karena itu Tuhan juga hanya memberi satu jalan, itulah jalan salib. Kalau ada dua atau tiga jalan, manusia pasti memilih yang sesuai dengan daging, padahal itulah yang menyesatkan dan menghancurkan manusia. Jangan! Yang tidak enak bagi daging, itulah salib, dan pasti itulah yang benar.


    • Gelombang= masalah-masalah yang mustahil di segala bidang sehingga membuat kita bimbang terhadap kuasa Tuhan.
      Setelah bimbang terhadap kuasa Tuhan--takut berada di jalan Tuhan/takut hidup sesuai dengan firman--, ia akan mulai mengambil jalan di luar firman/Tuhan; menghalalkan segala cara, yang penting bisa selesai. Itu sama dengan jalan buntu dan kebinasaan. 

      Takut berada di jalan Tuhan--'satu kelas menyontek, aku tidak, bagaimana kalau aku tidak lulus?'--; di jalan Tuhan dia tidak mau, tetapi di luar firman malah berani saat menghadapi masalah apapun. Ini benar-benar gelombang menghantam hidupnya; benar-benar bimbang. Hati-hati!


    Tadi, ketakutan pertama: karena dosa. Selesaikan! Yang kedua: karena angin dan gelombang. Mari, masalah apapun yang kita hadapi, pengajaran, gosip, jangan membuat kita bimbang! Kita harus tegas hari-hari ini!


  3. Wahyu 6: 15-16
    6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."

    Ketakutan yang ketiga: ketakutan menghadapi kedatangan Tuhan kedua kali; ketakutan untuk memandang Yesus yang datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria sorga, itu artinya ketinggalan saat Yesus datang dan binasa selamanya.

Inilah tiga macam ketakutan yang kita hadapi hari-hari ini. Tuhan tolong kita semua.
Sementara pada doa penyembahan yang benar ada kemuliaan--Yesus wajah-Nya berubah seperti matahari dan pakaian-Nya berubah--, murid-murid justru dalam ketakutan. Ini yang terjadi pada kita sekarang yaitu ketakutan karena dosa, angin gelombang dan menghadapi kedatangan Yesus kedua kali. Menghadapi angin dan gelombang, mari percaya dan jangan bimbang!

Malam ini, lewat doa penyembahan yang benar biarlah terjadi kemuliaan Tuhan; tiga macam ketakutan diubahkan menjadi takut akan Tuhan; ini yang akan mengembalikan kita pada gambar dan tulisan Allah.

Praktik takut akan Tuhan: membenci dosa sampai dusta; tidak mau berbuat dosa.
Amsal 8: 13
8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Kalau sudah takut akan Tuhan, kita tidak akan takut dosa lagi, takut akan angin dan gelombang tidak ada lagi karena sudah percaya ada Tuhan--kita menyerahkan hidup kepada Tuhan--, sampai berani menghadapi kedatangan Tuhan, malah bahagia kalau Tuhan segera datang.

Yesaya 11: 1-3
11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

Tunggul sebenarnya tidak bisa dibuat apa-apa; hanya dijadikan pupuk dan lain-lain, tetapi di sini bisa bertunas, berbunga dan berbuah.
Takut akan Tuhan sama dengan hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya.

Mari, malam ini kita mohon pada Tuhan, jangan ada ketakutan lagi! Sementara ada kemuliaan dalam doa--mau kembali pada gambar dan tulisan Allah--, ada ketakutan yang menghalangi: ada dosa, angin gelombang dan takut menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.

Biarlah lewat doa penyembahan malam ini, ketakutan diubah menjadi takut akan Tuhan, artinya: membenci dosa sampai dusta--tidak mau berbuat dosa lagi; hidup dalam urapan Roh Kudus.

Tunggul itu sesuatu yang tidak berguna; gandum sudah dipanen, tinggal sedikit di atas tanah, itulah tunggul, biasanya dibenamkan untuk pupuk. Artinya: tidak berguna, tidak berdaya, tidak tahu berbuat apa, tidak bisa bebuat apa-apa. Mungkin kita sekarang menghadapi sesuatu; merasa tidak berguna, tidak berdaya, tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan tunggul ini dipakai Firaun--setan--untuk membangun kota Pitom dan Raamses--sekarang menunjuk pada kota Babel.

Keluaran 5: 12
5:12. Lalu berseraklah bangsa itu ke seluruh tanah Mesir untuk mengumpulkan tunggul gandum sebagai pengganti jerami.

Kehidupan yang tidak mau beribadah, akan dipakai Babel. Waktu itu Musa menghadap Firaun. Tadinya Israel menghadapi kerja paksa untuk membangun kota Pitom dan Raamses; mereka mencetak batu bata tetapi jerami masih disediakan oleh Firaun. Tetapi setelah Musa menghadap Firaun: Kami mau ke padang gurun, mau beribadah. Firaun langsung menjawab: Tidak boleh, jerami tidak usah diberi, tetapi cari sendiri, dan jumlah batu bata harus tetap. Kamu pemalas! Akhirnya mereka mencari tunggul gandum.

Inilah tunggul gandum, kehidupan yang dipakai Babel, yaitu:

  • Kehidupan yang tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--Babel adalah pelacur, pelacur itu tidak setia.
  • Kehidupan yang jahat dan najis.

Itulah kehidupan sebagai tunggul: tidak berguna, hanya dipakai oleh Babel, dan untuk dibakar selamanya.

Tetapi, lewat doa penyembahan kita merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapaan Tuhan dengan hancur hati, mengaku segala dosa dan keadaan kita, mengaku ketidakberdayaan kita, dan Roh Kudus akan menguasai kita. Mungkin hidup kita seperti tunggul--berbuat dosa, tidak berguna, tidak bisa berbuat apa-apa, tidak berdaya menghadapi masalah, sudah berbuat jahat, tidak setia, dipakai setan untuk membangun Babel, dan tinggal tunggu untuk dibakar.

Mari, apapun keadaan kita, pada kesempatan doa penyembahan malam ini, kita merendahkan diri serendah-rendahnya; mengakui dengan hancur hati segala dosa, keadaan dan ketidakberdayaan kita, dan urapan Roh Kudus akan menguasai kita.

Hasilnya:

  1. Bisa bertunas, artinya sudah ada harapan untuk hidup benar dan suci. Roh Kudus mematikan dosa-dosa sehingga ada harapan bagi kita untuk hidup benar dan suci.
    Tadinya sudah kotor dan hina, mari malam ini kalau ada urapan Roh Kudus, dosa-dosa bisa dimatikan, sehingga ada harapan--bertunas--untuk hidup benar dan suci; menghasilkan perbuatan benar dan baik. Tadinya menyakiti orang lain, sekarang ada harapan untuk hidup benar dan suci; dan melakukan perbuatan benar, suci dan baik--menjadi berkat bagi orang lain, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan. Itu berarti sudah bertunas.

    Jangan tinggal terus seperti tunggul yang hanya berbuat dosa dan menyakiti/merugikan orang lain! Berhenti! Sekarang ada perbuatan benar dan baik.


  2. Berbunga. Artinya: Roh Kudus memberikan karunia Roh Kudus yang menentukan jabatan pelayanan kita, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Saat berbunga adalah saat-saat yang paling indah.

    "Saya sangat merasa, kalau mau fellowship seperti ini berkobar-kobar, melihat satu atau dua orang datang, sudah semangat, lebih dari biasa. Ini saat-saat paling indah. Mulai dari dalam nikah, layani, jadikan indah, dalam penggembalaan, layani, semakin indah, antar penggembalaan, layani, semakin indah, sampai tubuh sempurna--yang paling indah--itulah mempelai wanita sorga."

    Tuhan tidak akan menipu kita. Semakin melayani bukan semakin hancur, tetapi semakin indah sampai yang paling indah: tubuh Kristus yang sempurna. Tuhan tolong kita semua.

    Kalau sudah diberi karunia Roh Kudus--jabatan pelayanan--, jaga, kita harus setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Kalau tidak setia, akan layu, sampai layu sebelum berkembang. Hancur berkeping-keping! Jaga untuk tetap setia berkobar-kobar! Jangan gampang dihalangi! Setan menghalangi untuk membuat kita yang sedang indah menjadi layu, sampai layu sebelum berkembang--tamat riwayatnya; hidupnya hancur-hancuran.

    Tetap setia berkobar-kobar sampai garis akhir; indah sepanjang masa. Pertahankan!


  3. Berbuah; sama dengan berubah, artinya Roh Kudus mengubahkan kita dari manusia jasmani menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu kita memiliki sembilan buah Roh--kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.

Mari menyembah Tuhan, biar Roh Kudus yang bekerja, dan kita takut akan Tuhan. Jangan takut karena dosa, angin gelombang--halangan dan rintangan--dan kedatangan Tuhan. Ubah semua, serahkan pada Tuhan! Kita menjadi takut akan Tuhan; diurapi Roh Kudus.
Biar hidup kita hanya tunggul yang tidak berguna, tidak berdaya dan hancur-hancuran, mari menyembah Tuhan dengan hancur hati, serahkan semua pada Tuhan, akui dosa dan keadaan kita semua pada Tuhan, sampai Roh Kudus mengurapi kita.

Hasilnya: akan muncul tunas--perbuatan benar, suci dan baik (menjadi berkat), bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan; tadinya tidak berguna, malah mengganggu--, berbunga--setia berkobar melayani Tuhan; indah sepanjang masa, sampai mendapatkan mahkota--, dan terakhir berbuah--diubahkan; mujizat rohani, kita kembali pada gambar Allah.

Kalau mujizat rohani terjadi, yang jasmani juga terjadi: yang mustahil jadi tidak mustahil--tunggul bisa berbuah--; yang tidak ada menjadi ada; yang busuk jadi baik. Sampai kalau Tuhan datang, kita benar-benar diubahkan jadi sempurna, sama mulia seperti Dia. Kita tidak takut lagi, tetapi bersorak-sorai untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Biar Roh Kudus dicurahkan di tengah kita, apapun keadaan kita. Tuhan tolong kita semua.
Jangan kering, jangan takut, jangan bimbang, jangan ragu! Roh Kudus menolong kita semuanya. Jangan putus asa dan kecewa sekalipun kita hanya tunggul yang tidak berguna dan tidak berdaya! Roh Kudus yang menolong kita.

Hancur hati, akui semua kekurangan kita! Roh Kudus adalah dua tangan Tuhan yang diulurkan.

Tuhan memberkati. Karena itu saya bersyukur, guru dan gembala saya mengajarkan untuk memilih satu saja, tidak boleh dua. Karena itu Tuhan juga hanya memberi satu jalan, itulah jalan salib. Kalau ada dua atau tiga jalan, manusia pasti memilih yang sesuai dengan daging, padahal itulah yang menyesatkan dan menghancurkan manusia. Jangan! Yang tidak enak bagi daging, itulah salib, dan pasti itulah yang benar.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Agustus 2017
    (Ibadah Kunjungan di Lumajang)

  • 06-07 September 2017
    (Ibadah Kumjungan di Semarang)

  • 19-21 September 2017
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 10-12 Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top