English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 April 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Medan IV, 30 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Januari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31= keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus kedua kali:1. ay. 29
2. ay. 30
3....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1-13 tentang...

Ibadah Persekutuan Jakarta IV, 11 Agustus 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Februari 2012 (Senin Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Doa Malang, 12 Oktober 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 6:16-18

Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2013 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Malang, 25 November 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'
Yaitu terjadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang hal mengikut Yesus.
Lukas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 November 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 adalah berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Lukas 1:8-13

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Desember 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Maret 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 4-5
12:4. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
12:5. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

Ada dua macam ketakutan:

  1. Ayat 4= ketakutan yang merupakan tabiat daging yaitu takut pada 'sesuatu' di dunia sampai melawan Tuhan. Misalnya: takut nilai jelek, lalu menyontek, takut dikucilkan teman lalu berbuat dosa.


  2. Ayat 5= takut akan Tuhan apapun resikonya. Ini yang benar.

Tuhan kita adalah Allah Tritunggal. Jadi yang harus kita takuti adalah:

  • Ayat 6-7= Allah Bapa (Tuhan dengan kasih-Nya)--mulai diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Januari 2018.
    Lukas 12: 6-7
    12:6. Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,
    12:7. bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

    Dia penuh kasih, tetapi kalau kita melawan, kita akan menerima hukuman.


  • Ayat 8-9= Anak Allah (Yesus dengan firman-Nya)--diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 03 Februari 2018.
    Lukas 12: 8-9
    12:8. Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
    12:9. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.



  • Ayat 10-12= Allah Roh Kudus (Kristus dengan roh-Nya yang suci)--diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Februari 2018.

Kita masih belajar, kita harus TAKUT PADA ALLAH ROH KUDUS DENGAN ROH-NYA.
Lukas 12: 10-12
12:10. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
12:11. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.
12:12. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."

'menghujat Roh Kudus'= melawan Roh Kudus; melawan pekerjaan Allah Roh Kudus.
Pekerjaan Allah Roh Kudus adalah menyelamatkan dan pembangunan tubuh Kristus (sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Februari 2018).

Malam ini kita belajar ayat 11-12.
Takut pada Allah Roh Kudus, artinya: lahir baru oleh Allah Roh Kudus.
Kalau menerima pekerjaan Roh Kudus, kita akan dibaharui--mengalami pembaharuan oleh Allah Roh Kudus--, yaitu:

  1. Kita menjadi seperti bayi yang baru lahir. Bayi hanya ingin akan air susu yang murni dan rohani, kemudian rohani bertumbuh, menjadi imam dan raja--pelayan Tuhan yang melayani Tuhan sesuai dengan jabatan yang Tuhan berikan--menjadi batu hidup (hidup di mana saja, kapan saja, situasi apa saja karena kemurahan Tuhan, sampai hidup kekal) (sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 03 Maret 2018).


  2. Kuat teguh hati dalam menghadapi percikan darah--sengsara bersama Yesus, pencobaan, salib, ujian.

KUAT TEGUH HATI
Praktik kuat teguh hati:

  1. Tidak boleh ada kekuatiran, ketakutan, kekecewaan, dan keputusasaan; tidak meninggalkan Tuhan, tetapi tetap mengasihi Tuhan lebih dari semua sekalipun kita menghadapi pencobaan. Kita tetap dalam damai sejahtera, semua enak dan ringan, dan tetap mengucap syukur pada Tuhan.

    Saat-saat semua berjalan lancar, kita semua kelihatan beriman kepada Tuhan. Tetapi saat ada ujian/pencobaan, terkadang kita mulai goyah. Saat-saat yang kita kehendaki tidak tercapai, seringkali kita mulai goyah.
    Kalau melawan Roh Kudus, begitu ada ujian, kita akan kecewa dan putus asa.

    Tapi kalau lahir baru dari Roh Kudus, kita tidak akan kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap mengasihi Tuhan lebih dari semua, hati damai, semua enak dan ringan, dan tetap mengucap syukur kepada Tuhan.


  2. Tidak membela diri, tetapi Roh Kudus yang membela.
    Percikan darah ini seringkali terjadi saat kita tidak bersalah: tidak salah, tahu-tahu dipecat/diPHK atau dikucilkan.

    Tidak membela diri artinya:


    • Selalu mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman.
      Jika ditemukan dosa, kita harus mengaku sejujurnya kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Stop dosa berarti stop masalah.

      Kalau terus berbuat dosa, masalah juga akan terus berlanjut sampai hancur.

      Kalau tidak ditemukan dosa, jangan melawan/membela diri tetapi tetap diam, supaya Tuhan yang membela kita.


    • Bersaksi--'Roh Kudus mengajarkan apa yang harus kamu katakan.'
      Bukan berdebat, tetapi bersaksi. Kalau daging yang berdebat, lama-lama jadi bertengkar.

      Tetapi kalau Roh Kudus yang memimpin kita, kita akan bersaksi tentang apa yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup kita:


      1. Secara rohani: tentang keubahan hidup--bagaimana dulu nakal, sekarang jadi baik; dulu najis, sekarang jadi benar dan suci; dulu main-main dalam ibadah (ngantuk, main HP), sekarang sungguh-sungguh.


      2. Secara jasmani: pertolongan Tuhan--menghadapi perkara yang mustahil, berpikirpun sudah tidak bisa, tapi tahu-tahu bisa.


      "Karena itu gunakan ruang kesaksian. Sekarang bersaksi pada teman-teman, nanti pada orang-orang yang mau menganiaya, membenci kita tanpa alasan. Kalau bersaksi kepada teman sendiri tidak mau, bagaimana bisa bersaksi kepada orang yang mau menganiaya kita?"

      Kalau kita bersaksi, pelita menyala, yang gelap menjadi terang.

      "Om pernah mengalami waktu masih gereja di Gending. Satu waktu saya dapat surat, dipanggil menghadap oleh kepala Koramil. Saya tidak punya persiapan apa-apa. Saya masih umur 30 tahun, masih muda. Lalu dia bilang: 'Dik, mulai sekarang gereja adik sudah ditutup': 'Ditutup?': I'ya.' Di situ saya tidak bisa menjawab apa-apa, belum punya pengalaman apa-apa mengurus ke pemerintahan. Tapi di situ Roh Kudus menuntun, ayat ini betul: 'jangan kuatir apa yang harus kamu katakan.' Om cerita dulu meninggalkan pekerjaan. Saya bilang: 'Ini ibadah untuk Tuhan, pak, bapak mau halangi bagaimana? Bapak halangi di gereja kami, kami bisa ibadah di pinggir sungai, di pasar, di mana-mana karena ini hubungan dengan Tuhan.' Bersaksi bagaimana gereja itu dibangun, tidak ada minta pada pemerintah. Selesai cerita, dia cerita juga. Akhirnya dia berkata: 'Saya yang melindungi gereja ini, tidak boleh ditutup.' Tetapi akhirnya ditutup, karena palangnya diturunkan oleh pendetanya sendiri. Kalau pendeta yang turunkan, ya tidak usah diurus. Kalau diurus, berarti membela diri. Itu pengalaman saya, Roh Kudus yang menolong."

      Kita harus menerima pekerjaan Roh Kudus apalagi saat menghadapi percikan darah, supaya kita tetap mengasihi Tuhan saat menghadapi apapun. Kalau daging, akan putus asa, tidak mampu.
      Tapi kalau Roh Kudus.

      "Saya dulu pernah mengurus retreat di Selecta untuk seluruh Indonesia--sekitar 400 orang--, hanya tiga orang yang urus, tidak punya mobil--naik mikrolet. Tetapi bisa terlaksana. Saat itu saya menghadapi ujian. Tapi saya belajar terus--di bis, pulang malam--besoknya ternyata ujiannya open book karena hitungan. Tetapi satu jam satu kelas tidak ada yang bisa mengerjakan. Saya berdoa, kemudian baca soal lagi, saya seperti tersentak, dan bisa saya kerjakan. Bukan sombong, tetapi pertolongan Tuhan itu dahsyat, tidak bisa dipikir. Karena itu bersaksi, biarpun kecil. Kalau disaksikan, itu naik tingkat seperti naik tangga, diberi lagi kesaksian yang lebih tinggi, disaksikan, diberi lagi yang lebih tinggi, sampai kesaksian terakhir menjadi terang dunia. Kalau tidak mau bersaksi, justru turun."


    • Menyembah.
      Roma 8: 26
      8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

      Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan, artinya: kita menyembah dengan hancur hati; seperti bayi yang menangis. Ini yang penting.

      Menghadapi apapun juga, yang pertama: tenang, lihat pribadi Tuhan dulu, bukan masalahnya, seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego: 'kalau Tuhan yang saya sembah tidak menolong saya, saya tetap menyembah Tuhan.'

      Banyak orang yang melihat pertolongannya dulu, sehingga saat tidak ditolong, menjadi goyah. Karena itu seringkali diuji. Lihat Pribadi/salib-Nya! Kalau sudah bisa menerima salib-Nya, mau ditolong atau tidak, kita tidak akan mundur; menghadapi ujian, sampai antikrispun, tidak akan goyah.

      Hari-hari ini kita menyembah dengan hancur hati, menyerah sepenuh, mengaku hanya tanah liat, mengaku tidak layak, banyak kesalahan dan kekurangan, tidak layak ditolong, tidak berharga apa-apa; hanya menyerah sepenuh pada Tuhan. Saat-saat menghadapi pencobaan, ujian, salib, kemustahilan, gunakan rumus ini!

      Takut akan Allah Roh Kudus: mengalami lahir baru, yaitu kuat teguh hati. Sekalipun belum ditolong, kita tetap mengasihi Tuhan; tetap tenang, damai.

      "Dulu om tidak tenang, baru infeksi tenggorokan sudah seperti mau mati. Kasihan isteri saya yang hamil sampai tidak tidur juga gara-gara saya terlalu kuatir. Untung mertua saya belum meninggal. Saya telepon jam dua pagi, langsung diangkat oleh beliau. Beliau jawab: 'Tenang dulu, ayo doa.' Saya bisa tidur. Besoknya ke dokter, saya hanya infeksi tenggorokan. Betapa memalukannya seorang hamba Tuhan kalau tidak tenang."

      Menghadapi apapun, tenang. Kalau mendoakan orang: Berikan kedamaian, ketenangan. Kalau sudah tenang, Tuhan yang berkuasa, Dia sudah meneduhkan; kalau bimbang, kuatir, takut, ragu, setan yang menguasai.

      Kita mengoreksi diri, bersaksi, dan menyembah Tuhan dengan hancur hati: 'Terserah Kau, Tuhan.'

      Contoh: Daniel.
      Daniel menghadapi tiga hal:


      1. Daniel 6: 5
        6:5. Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

        Yang pertama: menghadapi pencobaan dalam hal jasmani: keuangan, sekolah, penyakit, pekerjaan, dan masa depan.
        Kalau karena kesalahan sendiri--nilai jelek karena tidak belajar, diberi tugas tidak dikerjakan, pekerjaan tidak maju karena tidak rajin--, kita mengaku pada Tuhan dan jangan diulangi lagi sehingga masih ada pembelaan Tuhan. Itulah kebaikan Tuhan.

        Daniel setia dalam pekerjaannya, tidak ada kesalahan, tetapi masih menghadapi ujian.


      2. Daniel 6: 6
        6:6. Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"

        Yang kedua: menghadapi pencobaan di bidang rohani:


        1. Soal ibadah pelayanan.
          Sudah jadi imam, hati-hati, karena mau dihentikan oleh setan: dibuat malas, dijauhkan dari Tuhan entah lewat cara apa saja, supaya mulai tidak setia. Kalau tidak setia, pasti jahat, paling tidak bersungut, bergosip.

          Yang belum jadi imam, berdoa supaya bisa beribadah melayani Tuhan--karena mau dihalangi setan. Yang sudah melayani, mau dijauhkan oleh setan.
          2 Timotius 3: 12
          3:12. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

          Tanpa Roh Kudus kita tidak akan mampu. Karena itu mulai sekarang jangan takut sengsara untuk beribadah melayani Tuhan. Jangan takut sengsara daging/perasaan karena ibadah pelayanan kepada Tuhan! Pengorbanan apapun tidak akan sia-sia. Jangan pilih ibadah pelayanan yang enak bagi daging/tanpa salib! Tanpa salib, setan ada di situ; kalau ada darah Yesus, setan lari.

          Yang benar, pilih ibadah yang ada tanda salib dan sesuai dengan firman pengajaran yang benar, yang mendorong kita menjadi pelayan Tuhan yang setia dan benar! Sekarang banyak yang tidak setia: pemain musik kalau tugas datang, kalau tidak tugas tidak datang. Tanpa salib, tidak akan ada kemuliaan.


        2. Ajaran palsu dan penyembahan palsu; dia disuruh menyembah raja. Raja ini baik pada Daniel. Daniel adalah orang buangan dari bangsa Israel, lalu dia dipilih oleh raja dan ditaruh di istana, sampai bekerja di kerajaan.
          Daniel berhutang budi pada raja, lalu disuruh menyembah raja, tetapi dia tidak mau. Inilah kuat teguh hati.
          Nanti kita akan diuji juga oleh keluarga, saudara. Kalau ajaran dan penyembahannya tidak benar, jangan. Kalau ada hutang budi, balas dengan budi, bukan dengan mengikuti yang salah.


        3. Dosa-dosa. Mari hidup benar dan suci!


      3. Daniel 6: 11-12
        6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
        6:12. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

        Yang ketiga: menghadapi pencobaan soal kamar.

        Kita saja dibandingkan kalau ada UTS, apalagi yang sulit dan tidak ada UTS, doanya pasti beda. Biasanya doa sambil mengantuk, tapi karena ada yang sulit, jadi lebih sungguh-sungguh. Apalagi di sini Daniel diancam untuk dimasukkan ke gua singa, tentu ia hancur hati; menangis mengadu kepada Tuhan.

        Mari, malam ini menghadapi apapun, Roh Kudus yang menolong, karena kita tidak bisa berdoa. Kalau Roh Kudus menyentuh kita, kita bisa berdoa dengan hancur hati, tidak ingat waktu lagi.

        Kamar ini soal nikah dan buah nikah= pencobaan mengenai nikah dan buah nikah, kehancuran nikah dan buah nikah. Hati-hati! Masa pacaran, tunangan, bahkan masa perkenalanpun sudah hancur. Sudah menikahpun, banyak yang hancur. Ini harus dihadapi sungguh-sungguh dengan kuat teguh hati: tidak kecewa, tetapi tetap mengasihi Tuhan; tidak membela diri; dan bersaksi.

        Masa pacaran, banyak menyembah, karena sudah menikahpun banyak yang tidak kuat. Harus banyak mencucurkan air mata, menghadapi yang jasmani tidak bisa, menghadapi yang rohani tidak bisa, menghadapi nikah juga tidak mampu.

        "Ada dosen bercerita: Teman dosen prianya cerita: Banyak yang selingkuh, bu, itu dengan ini, ini, ini. Sesama dosen. Tidak lama dia datang lagi, dan bilang kalau dia juga berselingkuh. Tidak kuat kalau tidak banyak menyembah."


      Semua ujian ini dilancarkan oleh setan untuk memasukkan kita ke gua singa--sampai aniaya antikris, gambaran dari kehancuran dan kebinasaan. Hanya itu tujuan dari setan.

      Sikap Daniel: kuat teguh hati, ia tersungkur di bawah kaki Tuhan; tekun dalam penyembahan dengan hancur hati, menyerah sepenuh, mengaku hanya tanah liat yang tidak mampu; mengulurkan tangan kepada Tuhan, berserah sepenuh kepada Tuhan.

      Kaum muda, menghadapi apa saja, serahkan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar.

Hasilnya:

  1. Tangan Tuhan mengatupkan mulut singa.
    Artinya:


    1. Memelihara dan melindungi kita yang kecil dan tak berdaya di tengan kesulitan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    2. Menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.


  2. Tangan anugerah Tuhan yang besar mengangkat Daniel.
    Artinya: mengangkat kita:


    1. Memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Yang penting hari-hari ini kita kuat teguh hati.
    2. Memakai kita menjadi saksi Tuhan.
      Bersaksi= diangkat oleh Tuhan.


    3. Diangkat di awan-awan yang permai saat Tuhan datang kembali. Kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, hanya berseru: Haleluya untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Datang pada Tuhan! Tunjukkan kelemahan-kelemahan, Dia akan datang kepada kita.
Mungkin orang tua tidak tahu, tidak ada yang mau tahu, serahkan pada Tuhan! Kalau orang tua perhatian, jangan sampai lengah, tetap Tuhan yang nomor satu.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top