English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 03 November 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Doa Malang, 08 Maret 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Mei 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua...

Ibadah Doa Malang, 20 Maret 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 20:22-26
20:22 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada...

Ibadah Doa Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Doa Malang, 05 Oktober 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:7-8
6:7 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 Mei 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37, nubuat ke-7: nubuat tentang berjaga-jaga.
Seorang yang bepergian jauh = pribadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malang, 28 Juni 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Mei 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018).
  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai.

AD. 4. KEKUATIRAN
Biasanya yang dikuatirkan adalah kehidupan jasmani--apa yang dimakan, diminum, dan dipakai--, tetapi lupa pada kehidupan rohani, padahal kehidupan rohanilah yang terpenting, yang menentukan masa depan kita sampai kehidupan kekal di sorga.
Kaum muda, jangan lupa, ada kehidupan jasmani, tetapi jangan lupa, yang terpenting adalah kehidupan rohani. Ini yang sering diabaikan, padahal ini yang terpenting.

Kita sudah belajar ada makanan jasmani dan makanan rohani. Itu sebabnya kita harus menabur dan menuai firman Allah--makanan rohani--, yang membawa kita ke lumbung kerajaan sorga. Ini adalah kegiatan iman; kita hidup dari iman (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 19 Mei 2018).

Juga ada pakaian jasmani tetapi dimakan oleh ngengat, dan hancur. Jangan lupa, ada pakaian rohani yang tidak dimakan ngengat, tetapi kekal sampai di sorga. Ini yang harus kita kejar. Yang lalu kita sudah belajar soal makanan. Kalau hanya makan yang jasmani, hidup kita akan sama seperti rumput-rumputan yang akan layu. Belajar dari burung gagak yang tidak menabur dan menuai tetapi dipelihara oleh Bapa. Kita sekarang lebih dari burung gagak, yaitu menabur dan menuai firman--kegiatan iman--, supaya sampai di lumbung kerajaan sorga. Kita lebih dari burung gagak.

Sekarang, ada pakaian jasmani dan pakaian rohani.
Kita belajar dari bunga bakung.

Lukas 12: 27
12:27. Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Bunga bakung tidak memintal dan menenun tetapi lebih indah dari pakaian raja di kerajaan dunia. Sebaliknya kita harus memintal dan menenun.
Artinya: kita harus aktif dalam kegiatan memintal dan menenun secara rohani= kegiatan imamat; kegiatan ibadah pelayanan kepada Tuhan sehingga kita memiliki jubah yang indah/pakaian yang indah dari kerajaan sorga. Kalau Salomo, pakaiannya dari dunia, kalah dengan bunga bakung. Sekarang kita memintal dan menenun secara rohani, sehingga kita memiliki pakaian yang indah dari kerajaan sorga.

Jadi kita semua harus menjadi imam-imam dan raja-raja; hamba/pelayan Tuhan dari kerajaan sorga, yang memiliki jubah indah dari kerajaan sorga. Ini yang menentukan, dan sungguh-sungguh indah tidak bisa ditandingi apapun.

Wahyu 1: 5-6
1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu
kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

'kerajaan'= raja-raja.

Proses menjadi imam dan raja dalam kerajaan sorga:

  1. Darah Yesus melepaskan kita dari dosa.
    Kalau ada dosa--sekalipun tersembunyi--, hidup itu tidak akan indah. Tidak ada ijazah belum tentu tidak indah, tetapi kalau ada dosa, hidupnya pasti tidak indah.

    Darah Yesus melepaskan kita dari dosa lewat berdamai--saling mengaku dan mengampuni. Harus berdamai dulu, baru bisa saling melayani.
    Kita ada dosa, tetapi mau melayani, orang tidak akan mau menerima. Harus berdamai dulu, darah Yesus melepaskan kita dari dosa.

    Kalau salah, kita mengaku dosa sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
    Hasilnya: darah Yesus menghapus segala dosa kita; melepaskan kita dari dosa, sehingga kita bisa bertobat, mati terhadap dosa.

    Setelah mati terhadap dosa, harus dikubur. Tidak usah disuruh. Kita masuk baptisan ari yang benar. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran. Yesus disalahkan di kayu salib, supaya kita dibenarkan.

    Benar dulu, baru bisa melayani Tuhan. Banyak kesalahan di sini, orang belum bertobat tetapi melayani--seperti mobil mogok--, sehingga hancur rumah Tuhan itu, bukan tambah bagus. Bayangkan kalau ada sepuluh mobil mogok. Sudah tidak ada hasilnya, suaranya bising.
    Mari sadar! Nomor satu, saya sebagai gembala, tidak boleh menyimpan dosa. Harus dibenarkan dan hidup dalam kebenaran.

    Setelah hidup benar, tidak usah disuruh, ia akan mencari tempat penggembalaannya.
    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Kalau jahat/fasik, tidak akan mau digembalakan.
    Kalau benar, kita bisa digembalakan dengan benar dan baik. Mulai dari gemar mendengar suara gembala, itulah ciri orang yang digembalakan.
    Banyak yang salah juga.

    "Sejak om masih kecil, kalau gembalanya yang khotbah tidak ada yang datang, tetapi kalau orang lain yang khotbah, banyak yang datang. Ini salah juga."

    Harus mendengar dan gemar mendengar suara gembala--firman penggembalaan--, dan gemar berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah kaum muda dan persekutuan; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Di dalam ibadah raya dan kaum muda, karunia semakin ditambahkan, dan dalam persekutuan, karunia semakin subur dipertambahkan.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat erat pada Allah Tritunggal sehingga:


    • Tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal; kita tidak bisa jatuh dalam dosa dan tersesat.
    • Kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh secara intensif sehingga hati, perkataan dan perbuatan kita suci--hidup dalam kesucian.


    Tadi dibenarkan lebih dulu, kita hidup dalam kebenaran. Kalau digembalakan, maju satu langkah yaitu kita hidup dalam kesucian.

    Hati-hati dalam pergaulan!
    Esau terlalu bebas dalam pergaulan. Bahaya! Jangan!

    "Saya ingat anak-anak sekolah minggu, tahun 1980an, om mengajar sekolah minggu, saya ingat, bagaimana nasib mereka? Waktu kecil maju menyanyi di depan, senang melayani, tetapi sekarang di mana? Mari lanjutkan! Jangan karena pekerjaan atau studi lalu meninggalkan Tuhan, apalagi karena jodoh. Tidak ada gunanya. Kalau tinggalkan sorga, tidak ada gunanya. Sungguh-sungguh digembalakan sampai hidup dalam kesucian. Itu tanda terlepas dari dosa."


  2. Wahyu 1: 6
    1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    Proses kedua menjadi imam dan raja: darah Yesus mengangkat kita menjadi imam dan raja. Kalau tidak melayani setan--tidak berbuat dosa--lagi; kita hidup benar dan suci, baru bisa melayani Tuhan.

    Imam adalah:


    • Seorang yang benar dan suci.
    • Seorang yang memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    • Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang dipercayakan Tuhan kepadanya--melayani sesuai dengan pakaiannya.


    Ini yang disebut dengan jubah indah dari sorga.
    Begitu hidup benar dan suci, jubah indah akan kita terima.
    Jubah indah dari kerajaan sorga lebih dari jubahnya Salomo--kerajaan dunia.

    Tadi, kita menjadi imam dan raja. Apa pengertian raja? Banyak diterangkan raja artinya kaya. Salah! Yesus sebagai Raja, tetapi Ia lahir di kandang--miskin.
    Mazmur 20: 7, 10
    20:7. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
    20:10. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

    Raja adalah orang yang selalu diurapi Roh Kudus sehingga selalu menang bersama Tuhan.
    Apa kemenangan imam? Setia dan benar. Kalau tidak setia, sudah kalah. Biar gereja besar, kalau gembala tidak setia, kalah.

    Kemenangan bukan dilihat dari jumlah uangnya. Sekalipun miskin, banyak masalah, kalau setia dan benar, ia menang.

    Kalau digabung, imam dan raja adalah pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan kepadanya. Tuhan tidak mau imam yang kalah; sedikit-sedikit izin. Jangan kita mengurus perkara dunia sampai tidak setia, nanti rohani kita akan ikut mati.

    Setia dan benar sama dengan imam dan raja yang memaki jubah indah dari kerajaan sorga, lebih indah dari pakaian raja di dunia, termasuk raja Salomo yang hebat.

Pikirkanlah pakaian rohani! Banyak kita kuatir akan pakaian yang jasmani.

"Om dulu begitu, tidak mau sekolah minggu. Ditanya pendetanya: 'Kenapa tidak sekolah minggu?': 'Tidak punya baju.': 'Nanti om belikan.' Hanya berpikir baju yang jasmani. Akhirnya dikasih rasa oleh Tuhan, setelah jadi hamba Tuhan, baju om sedikit. Ada hamba Tuhan yang berkata: Saya senang dia berkhotbah, tetapi bajunya kok tidak ganti-ganti? Sampai hari ini masih ada bajunya."

Pikirkan baju yang rohani--jadi imam dan raja--! Ini yang menentukan keindahan hidup kita. Boleh ada ijazah, saya doakan, tetapi belum tentu lebih indah dari raja dunia. Tetapi pakaian sorga lebih indah dari siapapun di dunia.

Tugas imam dan raja:

  1. 1 Petrus 2: 9
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    Tugas imam yang pertama: bersaksi tentang keubahan hidup--dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib; manusia lama jadi manusia baru.

    Jadi, berkhotbah harus ada kesaksian bahwa hidup saya berubah. Kalau hidup saya gelap lalu berkhotbah, tidak akan ada yang mau dengar. Menyanyi juga harus disertai dengan kesaksian keubahan hidup, baru ada sinar terang, supaya orang yang mendengar langsung kena sinar.

    Saulus kena sinar dari Stefanus dan ia jadi Paulus. Harus ada sinar, kalau tidak, sia-sia. Kalau ada sinarnya, yang gelap jadi terang. Tadinya nakal, tahu-tahu mau baptisan air dan melayani.

    Mari bersaksi! Tuhan tolong. Tugas utama kita adalah bersaksi lewat nyanyian, main musik. Main musik atau berkhotbah tanpa keubahan hidup berbeda dengan disertai keubahan hidup. Harus disertai dengan sinar keubahan hidup!


  2. 1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Tugas imam yang kedua: mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Allah.

    Menyanyi dan main musik harus yang rohani, bukan seperti di alun-alun. Berkhotbah juga bukan seperti kampanye. Harus ada nilai rohani. Bagaimana ada nilai rohaninya? Kalau kita hidup benar, suci, diurapi, dan ada kesaksian hidup.

    Mungkin dibandingkan dengan teknik di dunia, kita tidak punya, tetapi kalau ada kebenaran, kesucian, urapan, dan sinar keubahan, biarpun sederhana, orang yang mendengar bisa langsung kena; ada kesan sampai masuk di dalam hati.

    Jangan hanya yang jasmani, tetapi tidak ada nilai rohani. Tuhan tolong! Di rumah Tuhan bukan hebat-hebatan yang jasmani, nanti sombong.


  3. Tugas imam yang ketiga: dipakai dalam pelayanan pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah.
    Jangan munafik! Di dalam nikah kita membuat orang tua menangis, tetapi mau melayani dalam penggembalaan dan antar penggembalaan. Jangan! Melayani dulu dalam nikah, kemudian penggembalaan dan antar penggembalaan.

    Mengapa harus melayani tubuh Kristus? Karena hanya dua macam pelayanan. Kalau melayani tubuh Kristus kita akan masuk Yerusalem baru--menjadi mempelai wanita Tuhan. Kalau tidak mau, akan masuk pembangunan Babel, kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan--jadi mempelai wanita setan yang akan dibinasakan. Tidak ada di tengah-tengah! Pilih Tuhan atau Babel!

Sudah punya jubah indah, hidup mulai indah; tertata rapi, dan dipakai Tuhan. Tetapi masih ada satu langkah lagi. Jubah indah harus dicelup dalam darah untuk mencapai pakaian putih berkilau-kilauan--bunga bakung itu putih; gambaran dari Yesus sebagai Mempelai.

Kejadian 37: 31
37:31. Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

Jubah harus dicelup dalam darah Yesus artinya kita harus mengalami sengsara daging karena Yesus/ibadah pelayanan. Bentuknya macam-macam: korban waktu, yang ain belajar kita masih latihan koor; pulang kerja atau sekolah masih masuk ibadah. Jangan mundur! Harus dicelup dalam darah.

Mengapa jubah harus dicelup dalam darah--kita harus memikul salib--?

  1. Supaya tidak ditelanjangi oleh setan. Setan paling takut kalau ada tanda darah Yesus; ia tidak bisa menjamah kita.
    Esau terus menaruh pakaiannya di rumah, dan akhirnya telanjang, pakaiannya dipakai Yakub, dan ia tidak punya jubah indah. Yudas digantikan Matias.

    Tidak ditelanjangi artinya: kita tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tidak akan meninggalkan jabatan pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Jangan berhenti di tengah jalan!

    Bersyukur, dari sekolah minggu sampai remaja muda masih melayani. Tetapi hati-hati! Tetap harus dicelup dalam darah. Kita terlepas dari dosa, tergembala, bersaksi, mempersembahkan persembahan yang rohani, ditambah dengan masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan rela dicelup dalam darah sampai garis akhir.


  2. Supaya menjadi jubah putih berkilau-kilauan, seperti bunga bakung putih bersih.
    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Biarpun hidup di rawa yang airnya kotor, saat matahari terbit, bunga bakung akan naik dan tetap putih, tidak ikut menjadi hitam.
    Bunga bakung adalah Yesus Mempelai Pria Sorga, dan kita mempelai wanita sorga.

    Pakaian putih berkilau-kilauan= pakaian Raja segala raja, juga merupakan pakaian mempelai wanita; imam dan raja--kilauannya dari dalam hati.

Praktik memiliki pakaian putih berkilau-kilauan--bukan hanya jubah indah saja, yang belum indah, perbaiki pelayanan dan kesuciannya; yang sudah indah dicelup jadi putih berkilau-kilauan--:

  1. Wahyu 19: 8 (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu."

    Yang pertama: kita melakukan perbuatan kebajikan; perbuatan benar dan baik, termasuk perkataan benar dan baik kepada sesama yang membutuhkan--mungkin berkata: Ayo setia, Tuhan sudah mau datang--, dan semua orang. Bahkan sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Jadi tidak mungkin bisa berkata dan berbuat jahat dan merugikan orang lain; orang jahat saja dibalas dengan kebaikan, bagaimana mungkin tega berbuat jahat pada orang lain? Itulah pakaian putih berkilau.


  2. Yang kedua: berkilau dari dalam hati= hati yang tulus/jujur; terang-terangan; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak.
    Jangan sungkan! Yang penting sopan. Kalau tidak benar, jujur.

    "Saya sudah bersaksi di Surabaya, seorang anak hamba Tuhan--hati-hati anak hamba Tuhan--, orang tuanya telepon saya: 'Bagaimana anak saya?' Anaknya ada salah, tetapi saya jawab: 'Baik.' Saya sungkan pada orang tuanya, maksud saya mau saya didik. Isteri saya sudah teriak-teriak: 'Dia begini....begini....' Tetapi saya suruh diam. Akhirnya sampai hari ini baik anak maupun bapaknya menyalibkan saya, bercerita yang tidak benar. Saya salah juga, karena tidak jujur. Harus saya tanggung sampai hari ini. Padahal saya sudah berbuat baik, tidak ada gunanya, karena saat itu gelap; sebentar saja gelap, tetapi langsung dihantam. Karena itu sekarang tidak sungkan lagi, yang penting saya sopan. Tetapi dianggap kurang ajar, ya terserah."

    Amsal 15: 8
    15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Jujur/tulus= berkilau-kilauan.
    Kalau jujur/tulus, kita akan menjadi tempatnya Roh Kudus; menjadi rumah doa.
    Ada apa-apa serukan nama Yesus. Nama itu yang akan menolong kita.

    Kisah Rasul 3: 6-8, 2
    3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
    3:7. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
    3:8. Ia melonjak berdiri lalu
    berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
    3:2. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan
    dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

    Ada orang sudah lumpuh, ditaruh di dekat Gerbang Indah. Ia tidak pernah masuk Gerbang Indah, artinya hidupnya tidak pernah indah.
    Malam ini ada kuasa nama Yesus:


    1. Kuasa kesembuhan dari penyakit jasmani dan rohani.
      Lumpuh di tempat tidur= berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Kalau merasa tidak bisa lepas dari dosa, serukan nama Yesus malam ini.

      Tuhan menyembuhkan penyakit jasmani: ekonomi, studi dan lain-lain. Kalau nilai di sekolah jelek, mari jadi rumah doa, belajar yang baik, selebihnya serahkan kepada Tuhan; sebut nama Yesus.


    2. Kuasa pengangkatan dari kegagalan menjadi berhasil dan indah.
      Lumpuh= penyakit nikah dan buah nikah. Nikah dan buah nikah yang hancur dipulihkan.
      Anak-anak yang tidak taat pada orang tua, malam ini serukan nama Yesus, dan jadi anak yang taat. Itu sudah lebih dari apapun, orang tua bahagia.


    3. Kuasa pembaharuan dari lumpuh bisa berjalan, sampai masuk Bait Allah. Tadinya tidak setia, malam ini jadi setia, gemar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Yang tadinya bosan dan tidak setia dalam ibadah, jadi setia dan bergemar--tadi orang lumpuh ini melompat-lompat setelah disembuhkan, bagi kita sekarang artinya hati kita yang melompat-lompat; sangat bahagia kalau mau beribadah.

      Mau ibadah hati bergemar karena Yesus bergemar pada kita.
      Yesaya 5: 7
      5:7. Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

      Sudah hidupnya banyak kelemahan dan kekurangan, ditunggu oleh Tuhan, buahnya malah kecut. Tetapi Dia masih bergemar akan kita. Bagaimana kita terhadap Dia yang selalu manis? Masakan kita tidak bergemar? Dia gemar pada kita yang banyak kekurangan dan kelemahan, masakan kita tidak gemar pada Yesus?

      Mari berubah, banyak berdoa dan baca firman; selalu mau ada hubungan dengan Tuhan. Itu nasib kita.
      Kalau hubungan dengan Tuhan baik, tidak mungkin hidup kita tidak baik. Tidak mungkin. Dia yang sudah rela menjadi buruk dan hancur untuk kita, masakan Dia tidak bisa membuat hidup kita manis dan baik? Tidak mungkin. Yang membuat kita tidak manis karena hubungan dengan Tuhan tidak baik. Saat kita mau dijamah, kita hilang; firman untuk menolong kita, tetapi kita tidak datang malam ini. Salah kita!

      Yesus sudah bergemar, Ia mau menolong kita, tetapi kita tidak bergemar akan Dia, malah bosan dan mengantuk atau bergurau.
      Dengar firman sungguh-sungguh, dan mujizat pasti terjadi!

      Tuhan yang bertanggung jawab. Mungkin masih kecut, onar, sulit diatur, tetapi kalau sudah mulai bergemar akan Dia, Dia yang bertanggung jawab, dan mengadakan mujizat. Akui kelemahan dan kekurangan secara jasmani dan rohani, mujizat pasti terjadi.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan jadi sempurna seperti Dia--buah anggur yang manis--, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Ada apa saja, kelemahan apa saja, sebut nama Yesus! Biar kita bergemar semua. Ada Yesus di tengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top