|
||||
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
| RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUGAN | ||
|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Surabaya, 19 November 2008 (Rabu Sore) Ibadah Raya Surabaya, 06 Desember 2009 (Minggu Sore) Ibadah Persekutuan Ambon II, 16 November 2011 (Rabu Pagi) Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 April 2009 (Kamis Sore) Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Maret 2010 (Senin Sore) Ibadah Doa Surabaya, 22 September 2010 (Rabu Sore) Ibadah Pendalaman Alkitab, 03 September 2009 (Kamis Sore) Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 10 Agustus 2010 (Selasa Pagi) Ibadah Raya Malang, 17 Juli 2011 (Minggu Pagi) Ibadah Paskah Malang, 04 April 2010 (Minggu Pagi) Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 20 April 2010 (Selasa Siang) Ibadah Doa Surabaya, 23 Maret 2011 (Rabu Sore) Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Desember 2008 (Kamis Sore) Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2008 (Rabu Malam) Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2009 (Minggu Sore) TRANSKRIP LENGKAP Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008) Doa (Selasa, 08 Januari 2008) Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008) Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007) Doa (Rabu, 26 Desember 2007) Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007) Lain (Kamis Sore, 17 November 2011) Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011) Lain (Rabu Sore, 16 November 2011) Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011) Lain (Selasa Sore, 15 November 2011) Bible Study (Kamis, 20 Desember 2007) Doa (Selasa, 18 Desember 2007) Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011) Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011) Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011) Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007) Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007) Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007) Bible Study (Kamis, 29 November 2007) Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra. Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak] Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org Ibadah Kunjungan Ciawi III, 28 Juli 2010 (Rabu Sore) Wahyu 21: 5 21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." Tuhan menciptakan manusia baru yang sama mulia dengan Dia. Tuhan menciptakan langit dan bumi yang baru, itulah Yerusalem baru. Jadi, manusia yang diciptakan sama mulia dengan Tuhan, akan ditempatkan dalam Yerusalem baru. Proses supaya manusia bisa menjadi baru adalah PEMBAHARUAN. Jadi: kita harus mengalami pembaharuan demi pembaharuan sampai pembaharuan Yerusalem baru, artinya sampai kita sama mulia dengan Tuhan dan ditempatkan di Yerusalem baru. Pembaharuan Yerusalem baru ditandai dengan kata "TIDAK ADA LAGI", maksudnya tidak ada lagi yang lama. 7 hal yang tidak boleh ada lagi:
Wahyu 22: 5 22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. MALAM TIDAK ADA LAGI, artinya tidak ada lagi kegelapan dosa sampai puncaknya dosa = tidak ada lagi buta rohani. Hamba Tuhan/anak Tuhan yang hidup dalam kegelapan dosa = hamba Tuhan/anak Tuhan yang buta rohani. Matius 20:29-30 20:29. Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 20:30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Posisi kehidupan yang buta rohani adalah di pinggir jalan = pohon ara di pinggir jalan yang hanya berdaun saja tetapi tidak berbuah. Istilah 'di pinggir jalan' menunjuk pada kehidupan yang tidak tergembala, artinya adalah:
Mengapa kehidupan anak Tuhan tidak tergembala?
Pohon ara di pinggir jalan = kehidupan yang sudah beribadah dan melayani Tuhan tetapi tidak tergembala, sehingga hanya berdaun saja dan tidak menghasilkan buah. Kalau tidak bisa menghasilkan buah, maka tidak bisa memuaskan Tuhan. Kalau tidak memuaskan Tuhan, maka akibatnya adalah dikutuk oleh Tuhan, yaitu berada dalam suasana susah payah, kepedihan hati, air mata, duri-duri. Kita harus berjuang untuk bisa lepas dari kebutaan rohani, sehingga kita bisa tergembala dan bisa berbuah, sehingga kita bisa memuaskan Tuhan dan Tuhan akan memuaskan kita. Kita akan mengalami kepuasan sejati dari Tuhan, sampai kepuasan kekal untuk selama-lamanya. Kalau malam ini masih diberitakan tentang penggembalaan, ini adalah perpanjangan sabar Tuhan supaya kita bisa mantap dalam penggembalaan. Jangan sampai menyia-nyiakan perpanjangan sabar Tuhan! Di luar perpanjangan sabar Tuhan, yang ada hanya kutukan dan kebinasaan. Lukas 13:6-7 13:6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 13:7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Tetapi kehidupan yang sudah tergembala juga harus waspada, sebab ada pohon ara yang sudah berada di kebun anggur tetapi tidak berbuah. Artinya sudah tergembala dalam firman pengajaran yang benar tetapi tidak berbuah. Contohnya adalah Yudas, yang gembalanya adalah Tuhan Yesus sendiri, tetapi Yudas tidak berbuah. Kisah Rasul 20:28,31-32 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. 20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Firman penggembalaan = firman kasih karunia, anugerah Tuhan, yang dipercayakan Tuhan kepada SEORANG gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat secara terus-menerus, diulang-ulang dengan setia, sebagai makanan bagi sidang jemaat, sehingga jemaat bisa bertumbuh ke arah kedewasaan rohani dan kesempurnaan. Firman kasih karunia diberikan Tuhan kepada orang yang sesungguhnya tidak layak untuk menerima. Oleh sebab itu kita harus memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada firman penggembalaan yang benar. Gembala yang tidak mau memberi makan sidang jemaat = berada di luar kasih karunia, sehingga sidang jemaat nya juga berada di luar kasih karunia. Sidang jemaat yang tidak mau makan firman penggembalaan = berada di luar kasih karunia. Di luar kasih karunia = pohon ara yang kering, yang ada hanya kutukan dan kebinasaan. 'Tiga tahun' [Lukas 13:7] adalah batas waktu dari Tuhan supaya kita bisa berbuah. Ini bukan menunjuk pada 3 tahun lamanya, tetapi menunjuk pada perpanjangan sabar Tuhan. Ada perbedaan antara pohon ara yang di pinggir jalan dan pohon ara yang di kebun anggur. Pohon ara yang di pinggir jalan langsung dikutuk oleh Tuhan setelah batas waktunya tiba dan belum berbuah. Tetapi pohon ara yang di kebun anggur masih mendapat pembelaan lewat doa penyautan gembala (penjaga kebun anggur) sekalipun belum berbuah saat batas waktunya sudah tiba. Sebenarnya tugas pokok gembala ada 2, yaitu:
Tugas sidang jemaat adalah makan firman, tunduk pada firman penggembalaan yang benar. Jangan sampai sidang jemaat membuat gembala berkeluh kesah. Lukas 13:8-9 13:8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" Mengapa sudah tergembala tetapi tidak berbuah? Sebab akarnya tidak baik. Jangan sampai terkecoh oleh penampilan luar yang hebat, tetapi harus memeriksa akar yang tidak kelihatan. Paling sedikit ada 2 macam akar yang tidak baik:
Sikap yang benar adalah TAAT DENGAR-DENGARAN pada firman pengajaran yang benar apapun resikonya = mengulurkan tangan kepada Gembala Agung dan Gembala Agung akan mengulurkan tangan kepada kita. Domba-domba akan digendong oleh Gembala Agung dalam tangan kasih karunia anugerahNya, seperti bayi digendong dalam tangan Tuhan. Hasil berada dalam gendongan Gembala Agung:
Tuhan memberkati. kembali ke halaman sebelumnya |
|
|
IBADAH RUTIN DI MALANG Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya) |
IBADAH RUTIN DI SURABAYA Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu) |
IBADAH KUNJUNGAN
21-23 Februari 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sorowako) |
| home transkrip firman lengkap ringkasan firman kesaksian tabernakel sejarah gereja profile gereja |
All
Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH" Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top |